FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA

dokumen-dokumen yang mirip
ERGONOMI & APK - I KULIAH 3: STUDI & EKONOMI GERAKAN

MODUL 1 PENGUKURAN WAKTU KERJA (MICROMOTION STUDY)

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA. tutorial 9. micromotion study

STUDI DAN EKONOMI GERAKAN. Amalia, S.T., M.T.

STUDY 07/01/2013 MOTION STUDY DAPAT DILAKUKAN DG: SEJARAH MUNCULNYA MOTION DEFINISI : 2. MEMOMOTION STUDY LANGKAH-LANGKAH MICROMOTION

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 1

III. TINJAUAN PUSTAKA

USULAN PERBAIKAN METODA KERJA PADA STASIUN KERJA POLA DENGAN MOTION ECONOMY CHECK LIST (STUDI KASUS INDUSTRI RUMAH TANGGA SEPATU CIBADUYUT X )

GAMBARAN KESELURUHAN TEKNIK TATA CARA KERJA

Tabel 2.4 Penyesuaian menurut Westinghouse

BAB II LANDASAN TEORI

Perbaikan Metode Kerja Untuk Meminimasi Waktu Proses Menggunakan Maynard Operation Sequence Technique (MOST) (Studi Kasus PT Pan Panel, Palembang)

STUDI GERAK DAN WAKTU

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

PERENCANAAN SISTEM KERJA. PPMJ Diploma IPB

TEKNIK TATA CARA KERJA MODUL MICROMOTION AND TIME STUDY

USULAN PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA

PERBAIKAN METODE KERJA PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT. KEMBANG BULAN

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI ACARA 1 PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN JAM HENTI

LOGO EKONOMI GERAKAN

BAB II LANDASAN TEORI

EPSIKER LABORATORY 2016

PETA PETA KERJA. Nurjannah

PERBAIKAN METODE KERJA PENGANTONGAN SEMEN MENGGUNAKAN PETA TANGAN KIRI DAN KANAN. ABSTRAK

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PROSES PASCA PANEN PADI 2.2 PENGGILINGAN PADI

BAB 2 LANDASAN TEORI

(Studi Gerakan Mikro)

Perancangan Sistem Kerja

USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA DI BAGIAN PACKING DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI ( Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Work)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Perhitungan Waktu Baku Menggunakan Motion And Time Study

PERBAIKAN METODE PERAKITAN STEKER MELALUI PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

6.MICROMOTION AND TIME STUDY

PENGUKURAN WAKTU TIDAK LANGSUNG DATA WAKTU GERAKAN

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PROSES PEMBUATAN BISKUIT

BAB 2 LANDASAN TEORI

FM-UDINUS-PBM-08-04/R0

Perancangan Sistem Kerja&Ergonomi

Usulan Perbaikan Meja Kerja Yang Ergonomis Untuk Proses Pemasangan Karet Kaca Pada Kendaraan Niaga Jenis TD di PT XYZ

Analisis Beban Kerja dan Jumlah Pekerja pada Kegiatan Pengemasan Tepung Beras

BUKU AJAR ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA. Oleh : Tim Dosen Analisis Dan Pengukuran Kerja Program Studi Teknik Industri

TEKNIK TATA CARA KERJA MODUL PERANCANGAN DAN PERBAIKAN METODE KERJA

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

PERBAIKAN METODE PERAKITAN STEKER MELALUI PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Nurjannah. Pendahuluan

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA. tutorial 7. work sampling

MODUL 1 PERANCANGAN PRODUK MODUL 1 ANALISA DAN PERANCANGAN KERJA (MOTION AND WORK MEASUREMENT)

Tujuan Instruksional

PERANCANGAN SISTEM KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI UNTUK MENGURANGI BALANCE DELAY GUNA MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA. tutorial 8 STOPWATCH

Antropometri Dan Aplikasinya Dalam Perancangan Fasilitas Kerja

Manajemen Operasi. Modul Final Semester MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

PENINGKATAN EFISIENSI STASIUN KERJA DENGAN PENDEKATAN REGION LINE BALANCING ( STUDI KASUS DI PT. TRIANGLE MOTORINDO )

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

ANALISIS STUDI GERAK DAN WAKTU PADA PROSES PRODUKSI MINUMAN LIDAH BUAYA DI UMKM (STUDI KASUS: PT. DRIYAMA PURWANA, BOGOR)

BAB 3 METODE PENELITIAN. Berikut ini adalah diagram alir yang digunakan dalam penyelesaian studi kasus ini: Mulai

Analisis Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Dalam Upaya Peningkatan Produktifitas ( Topik Study Kasus pada Perakitan Rangka Kursi Rotan )

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

KESEIMBANGAN LINI PRODUKSI PADA PT PAI

Seminar Nasional IENACO ISSN: DESAIN CANTING UNTUK MEMINIMALISIR WAKTU PROSES BATIK TULIS MELALUI PENDEKATAN MICROMOTION STUDY

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Menganggur Independent Kerja Kombinasi

Rancang Bangun Aplikasi Perhitungan Predetermined Time System (Waktu Standar Tidak Langsung) Dengan Metode Brainstorming

LINE BALANCING LINI PERAKITAN PRODUK TORCH LIGHT (STUDI KASUS PT ARISAMANDIRI PRATAMA)

APLIKASI PREDETERMINED TIME SYSTEM DAN RANKED POSITIONAL WEIGHT PADA OPTIMALISASI LINTASAN PRODUKSI UPPER-SHOE DI PT. ECCO INDONESIA, SIDOARJO

024 Zulaeha et al. Pengukuran waktu baku dengan penyesuaian

BAB IV TELAAH METODE. 4.1 Pendahuluan

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP WAKTU PERAKITAN STICK PLAYSTATION

BAB 2 LANDASAN TEORI

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Hill, hlm Chase, dkk., Operations Management for Advantage Competition. New York: McGraw-

Seminar Nasional IENACO ISSN: APLIKASI METODE WORK SAMPLING UNTUK MENGHITUNG WAKTU BAKU DAN KAPASITAS PRODUKSI PADA INDUSTRI KERAMIK

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 9. 2D BIOMECHANICS

BAB II LANDASAN TEORI

PERBAIKAN SISTEM KERJA DAN ALIRAN MATERIAL PADA PT. M MOTORS AND MANUFACTURING

Analisis Efisiensi Operator Pemanis CTP dengan Westing House System s Rating

practicum apk industrial engineering 2012

Method Time Measurement (MTM-1) Nurjannah

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Predetermined Motion Time System (PMTS)

ANALISIS TIME AND MOTION STUDY DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROMOTION STUDY DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM ANEKA KARYA GLASS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

USULAN PERBAIKAN METODE KERJA PADA BAGIAN PENGEMASAN DI CV NJ FOOD INDUSTRIES

Pengukuran Waktu kerja Metode (Methods Time Measurement)

Perbaikan Metode Kerja Menggunakan Peta Kerja pada Proses Produksi Trafo

BAB III LANDASAN TEORI

PENGUKURAN WAKTU KERJA: METODE PENGUKURAN TIDAK LANGSUNG. Amalia, S.T., M.T.

PENGANTAR ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA. Dosen Pengampu : Amalia, S.T., M.T.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA tutorial 6 MOTION STUDY Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Tahun Ajaran 2016/2017 www.labdske-uii.com

WORK TIME MEASUREMENT (MOTION STUDY) A. DESKRIPSI Motion Study adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bgian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan demikian diharapkan agar gerakan-gerakan yang tidak efektif dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sehingga akan memperoleh penghematan dalam waktu kerja, yang selanjutnya dapat pula menghemat pemakain fasilitasfasilitas yang tersedia dalam pekerjaan tersebut (Sutalaksana,1979). Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh Gilberth dalam teknik studi geraknya (Maynard, 1971). Frank B. Gilberth menguraikan gerakan dalam 17 gerakan dasar atau elemen gerakan yang dinamakan Therblig. Sebagian besar gerakan Therblig ini adalah gerakan dasar tangan. Hal ini mudah dimengerti karena pada setiap pekerjaan produksi,gerakan tangan merupakan gerakan yang sering dijumpai, terlebih lagi dalam pekerjaan yang bersifat manual (Sutalaksana,1979). Tujuan Praktikum 1. Memperkenalkan kepada praktikan tentang Motion Study dan aplikasi pengukurannya dengan menganalisis elemen-elemen gerakan kerja. 2. Praktikan dapat mengidentifikasikan elemen-elemen gerakan dan mampu menganalisis elemen-elemen gerakan yang efektif dan tidak efektif suatu pekerjaan. 3. Praktikan dapat melakukan perbaikan pada elemen-elemen gerakan yang tidak diperlukan atau tidak efektif sehingga dapat melakukan pengaturan tata letak stasiun kerja. B. INPUT DAN OUTPUT Input: a) Video perakitan Output: a) Analisa gerakan Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 1

C. LANDASAN TEORI 1. Study Gerakan Study gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seorang tokoh yang telah meneliti gerakan - gerakan dasar secara mendalam adalah Frank B. Gilberth beserta istrinya yang menguraikan gerakan ke dalam 17 gerakan dasar atau elemen gerakan yang dinamai Therblig (Sutalaksana, 1979). Secara garis besar masing - masing gerakan Therblig dapat didefinisikan sebagai berikut (Wignjosoebroto, 1995): Search Grasp Select Transport Empty Position Inspect Ineffective Motion Effective Motion Transport Loaded Release Load Unavoidable Delay Avoidable Delay Plan Rest Hold Therblig Pre-Position Assembly Disassembly Use A. Gerakan Efektif 1. Memegang/Grasp (G). Istilah sederhananya, Grasp adalah saat pekerja memegang objek. Therblig ini berakhir ketika aktivitas selanjutnya dimulai seperti menggunakan (use) atau lainnya. Memegang adalah elemen gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari-jari tangan obyek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Memegang adalah elemen Therblig yang diklasifikasikan sebagai elemen gerakan efektif yang biasanya tidak bisa dihilangkan tetapi dalam beberapa hal dapat diperbaiki. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 2

2. Menjangkau / Membawa Tanpa Beban (Transport Empty). Menjangkau adalah elemen gerakan Therblig yang menggambarkan gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan (resistance) baik gerakan yang menuju atau menjauhi obyek. Gerakan ini diklasifikasikan sebagai elemen Therblig yang efektif dan sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari suatu siklus kerja. 3. Membawa Dengan Beban (Transport Loaded). Membawa merupakan elemen perpindahan tangan, hanya saja disini tangan bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Elemen gerak membawa termasuk Therblig yang efektif sehingga sulit untuk dihindarkan. 4. Melepas/ Release Load (RL). Elemen ini terjadi pada saat operator melepaskan kembali obyek yang dipegang sebelumnya. Elemen gerak melepas termasuk elemen therblig yang efektif yang bisa diperbaiki. 5. Mengarahkan Awal/ Pre-Position (PP). Pre-position adalah elemen gerakan efektif, Therblig yang mengarahkan obyek kesuatu tempat sementara sehingga pada saat kerja mengarahkan obyek benar-benar dilakukan maka obyek tersebut dengan mudah dapat dipegang dan dibawa kearah tujuan yang dikehendaki. 6. Merakit/ Assembly (A). Merakit adalah elemen gerakan Therblig untuk menghubungkan dua obyek atau lebih menjadi Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 3

satu kesatuan. Elemen ini merupakan elemen Therblig yang efektif yang tidak dapat dihilangkan sama sekali tetapi dapat diperbaiki. 7. Mengurai Rakit/ Disassembly (DA). Disini dilakukan gerakan memisahkan atau mengurai dua obyek tergabung satu menjadi obyek-obyek yang terpisah. Ini termasuk gerakan therbligh yang efektif. 8. Memakai/ Use (U). Memakai adalah elemen gerakan efektif, Therblig dimana salah satu atau kedua tangan digunakan untuk memakai/mengontrol suatu alat untuk tujuan-tujuan tertentu selama kerja berlangsung. B. Gerakan Tidak Efektif 1. Mencari/ Search (S) Mencari adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu obyek. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir jika obyek telah ditemukan. Mencari ini termasuk dalam gerakan Therblig yang tidak efektif. 2. Memilih/ Select (SE) Memilih merupakan elemen gerakan Therblig untuk menemukan atau memilih suatu obyek diantara dua atau lebih obyek lainnya yang sama. Memilih ini termasuk dalam elemen gerakan Therblig yang tidak efektif. 3. Mengarahkan/ Position (P). Mengarahkan adalah gerakan berupa perpindahan benda dari awal menuju posisi yang tepat dan berakhir pada saat objek siap dirakit. Elemen gerak ini termasuk Therblig yang tidak efektif. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 4

4. Memeriksa/ Inspect (I). Elemen ini termasuk dalam langkah kerja untuk menjamin bahwa obyek telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Elemen ini termasuk elemen Therblig yang tidak efektif. 5. Kelambatan yang tidak terhindarkan/ Unavoidable Delay (UD). Therblig ini diukur dari titik di mana tangan tidak aktif ke titik di mana ia menjadi aktif kembali, dengan Therblig lain. Penundaan ini didefinisikan oleh Gilbreth sebagai diluar kendali pekerja yang sedang dilakukan. Mereka bisa melibatkan seperti kurangnya bahan baku yang tersedia atau perbaikan alat, dll. Kondisi ini diakibatkan oleh hal-hal diluar kontrol dari operator dan merupakan interupsi terhadap proses kerja yang sedang berlangsung. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif. 6. Kelambatan yang dapat dihindarkan/ Avoidable Delay (D). Gerakan ini untuk dapat terhindarkan yang melibatkan waktu tidak aktif pekerja dimana dia memiliki kendali penuh dalam pekerjaan itu. Misalnya, jika pekerja diperlukan untuk melakukan inspeksi alat mereka dan melaporkan masalah, dan hasilnya adalah alat yang rusak di tengah pergeseran, pekerja bertanggung jawab atas keterlambatan. Sehingga ini dapat dihindarkan jika pekerjaan tetap bisa berjalan tanpa menghiraukan masalah tersebut. Avoidable delay juga dapat terjadi di salah satu tangan atau bagian tubuh, yang masih menganggur sementara yang lain bekerja lebih keras dari yang dibutuhkan. Misalnya, jika orang tersebut Memilih bagian untuk dirangkai, hanya dengan satu tangan, sementara yang lain masih menganggur, pekerjaan tidak hanya diperlambat, tapi tangan yang digunakan menjadi lebih lelah. Dalam banyak kasus, dalam penggunaan kedua tangan, dapat diselesaikan dengan mendorong pekerja untuk menjadi lebih tangkas. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif. 7. Merencanakan/ Plan (PL). Elemen ini merupakan proses mental dimana operator berhenti sejenak bekerja dan memikir untuk mentukan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan.ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 5

8. Memegang untuk Memakai/ Hold (H). Dr. Barnes mengatakan therblig ini adalah retensi dari objek setelah memegang objek tersebut, (dengan) tanpa pergerakan dari benda tersebut. Untuk lebih jelasnya, kita bisa sebut hold dalam grasp, dari sebuah objek, dilakukan dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya mengerjakan Use atau Assemble.E lemen ini terjadi jika elemen memegang obyek tanpa menggerakan obyek tersebut. Elemen memegang untuk memakai adalah elemen kerja yang tidak efektif yang bisa dihilangkan dengan memakai alat bantu untuk memegang obyek. 9. Istirahat untuk Menghilangkan Lelah/ Rest to Overcome Fatigue (R). Elemen ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja akan tetapi berlangsung secara periodik. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif. 2. Prinsip Ekonomi Gerakan Prinsip ekonomi gerakan digunakan untuk merancang sistem kerja dengan gerakangerakan kerja yang benar dan ekonomis (menghemat tenaga dan waktu). Menurut Ralph Barnes (1980) terdapat 3 prinsip dalam ekonomi gerakan, yaitu: a. Gerakan yang berhubungan dengan tubuh manusia b. Gerakan yang berhubungan dengan peraturan tata letak tempat kerja c. Gerakan yang berhubungan dengan perancangan peralatan Masing-masing prinsip gerakan ekonomi tersebut memiliki spesifikasi gerakan sebagai berikut: a. Gerakan yang berhubungan tubuh manusia dan gerakannya : 1. Kedua tangan sebaiknya memulai dan mengakhiri secara bersamaan. 2. Kedua tangan sebaiknya tidak menganggur secara bersamaan kecuali sedang istirahat. 3. Gerakan kedua tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris dan berlawanan arah gerakannya. 4. Gerakan tubuh atau tangan sebaiknya dihemat dan memperhatikan alam atau natural dari gerakan tubuh atau tangan. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 6

5. Sebaiknya para pekerja dapat memanfaatkan momentum untuk membantu pekerjaannya, pemanfaatan ini timbul karena berkurangnya kerja otot dalam bekerja. 6. Gerakan yang patah-patah yang banyak perubahan arah akan memperlambat gerakan. 7. Gerakan balistik akan lebih cepat, menyenangkan dan teliti dari pada gerakan yang dikendalikan.(gerakan balistik adalah gerakan yang besar dan banyak dengan demikian dapat menggunakan tenaga sepenuhnya) 8. Pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-mudahnya dan jika memungkinkan irama kerja harus mengikuti irama alamiah bagi si pekerjanya. 9. Usahakan sesedikit mungkin gerakan mata. b. Prinsip-prinsip ekonomi gerakan berhubungan dengan pengaturan tata letak tempat kerja: 1. Sebaiknya diusahakan agar peralatan dan bahan baku dapat diambil dari tempat tertentu dan tetap. 2. Bahan dan peralatan diletakan pada tempat yang mudah, cepat dan enak untuk dicapai atau dijangkau. 3. Tempat penyimpanan bahan yang dirancang dengan memanfaatkan prinsip gaya berat akan memudahkan kerja karena bahan yang akan diproses selalu siap di tempat yang mudah untuk diambil. Hal ini menghemat tenaga dan biaya. 4. Objek yang sudah selesai penyalurannya dirancang menggunakan mekanisme yang baik. 5. Bahan-bahan dan peralatan sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga gerakan gerakan dilakukan dengan urutan terbaik. 6. Mendesain ulang tempat kerja seperti ketinggian kursi atau benda sekitar sehingga ergonomis untuk digunakan. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 7

c. Prinsip-prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan: 1. Tangan sebaiknya dapat dibedakan dari semua pekerjaan bila penggunaan dari perkakas pembantu atau alat yang dapat digerakkan dengan kaki dapat ditingkatkan. 2. Peralatan sebaiknya dirancang sedemikian agar mempunyai lebih dari satu kegunaan. 3. Peralatan sebaiknya sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemegangan dan penyimpanannya. 4. Bila setiap jari tangan melakukan gerakan sendiri-sendiri, misalnya seperti pekerjaan mengetik, beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai dengan kekuatan masing-masing jari. 5. Peralatan seperti palang harus didesain secara ergonomis sehingga tubuh bekerja dalam postur baik dan usaha minimum. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 8

D. PRAKTIKUM 1. Alat Praktikum Micromotion Study a. Kamera Perekam b. Peralatan merangkai c. Bahan yang dirangkai 2. Alur Praktikum Mulai Sesi Praktikum Teori dalam kelas Penyampaian Materi Post test Mulai sesi Praktikum (Pengambilan Data): - Operator merakit mobil - Pengambil video - Pengamat dan analisa Asisten memberikan petunjuk perakitan dan prosedur praktikum serta operator lathian merakit Mulai praktikum: - Operator melakukan perakitan - Pekerjaan direkam video Asisten memeriksa hasil pekerjaan praktikan Menganalisa cepat dan melakukan perubahan layout Praktikum dengan layout baru: - Operator melakukan perakitan - Pekerjaan direkam video Data terkumpul Pengolahan, analisa dan pengambilan kesimpulan Kosultasi asisten ACC Asisten Pengumpulan Laporan Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 9

E. REFERENSI Barnes, R.M., 1980. Motion and Time Study, Design and Measurement of Work. Wiley. Maynard, H.B., 1971. Industrial Engineering Handbook. New York:Mc Graw Hill Niebel, B.W. & Freivalds, Andris., 1999. Methods Standard and Work Design. Mc Graw Hill, New York. Salvendy, G. (Ed.) (2001). Handbook of Industrial Engineering: Technology and Operations Management, third edition, John Wiley & Sons, Hoboken, NJ. Sutalaksana, I.Z., Anggawisastra, R. & Tjakraatmadja, J.H., 1979. Teknik Tata Cara Kerja. ITB, Bandung. Wignjosoebroto, S., 1989. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja. Edisi Kedua, PT. Guna Widya, Jakarta. Wignjosoebroto, S., 1995. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Edisi pertama. Jakarta: Penerbit PT. Guna Widya. Laboratorium Desain Sistem Kerja & Ergonomi 10

Allah will exalt in degree those of you who believe, and those who have been granted knowledge QS 58:11 www.labdske-uii.com