BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Objek Penelitian Pada bab ini disajikan mengenai hasil olah data, analisis data dan pembahasannya. Adapun data didapat dari penyebaran angket kuesioner kepada responden yaitu para warga Perumahan gading serpong sector 6 : Analisis ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh iklan televisi terhadap minat beli konsumen biskuit Oreo Gambaran umum serta data dari obyek penelitian juga akan disajikan pada bab ini. Hal tersebut dimaksud untuk mengetahui karakter dari responden yang diteliti. Peneliti memperoleh data penelitian dengan menyebar kuesioner yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2012 sampai dengan 20 February 2013. Peneliti menyerahkan kuesioner kepada responden dengan kunjungan langsung sesuai dengan jumlah yang akan diteliti yakni 30% dari total warga diperumahan Gading Serpong Sektor 6. Dimana 30% dari total warga sebagai berikut (30% X 215 = 65 Warga). Dengan rincian sebagai berikut : 4.1.1 Karakteristik Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik responden yang pernah melakukan pembelian biskuit Oreo berdasarkan jenis kelamin : 34
Tabel 4.1.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Orang Presentase (%) 1 Pria 20 30 2 Wanita 45 70 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah wanita sebanyak 70%. Sedangkan sisanya adalah pria sebanyak 30%. Berdasarkan data tersebut dapat penulis simpulkan bahwa mayoritas pembeli adalah wanita mungkin dikarenakan lebih perhatian terhadap keinginan anak atau kebiasaan mengemil yang menjadikan wanita adalah mayoritas pembeli biskuit Oreo. 4.1.2 Karakteristik Umum Responden Berdasarkan Usia Karakteristik umum mengenai konsumen yang pernah melakukan pembelian biskut Oreo berdasarkan usia adalah sebagai berikut: Tabel 4.1.2. Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah (Orang) Presentase (%) 1 < 20 Tahun 5 8% 2 21-30 Tahun 16 25% 3 31-40 Tahun 25 38% 4 41-50 Tahun 10 15% 5 > 50 Tahun 9 14% Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa proporsi paling besar adalah 35
responden berusia 31-40 tahun sebanyak 38%. Dengan data yang penulis dapatkan ini, dapat penulis asumsikan bahwa berdasarkan umur tersebut rata-rata orang tua yang mempunyai anak-anak yang masih balita dan remaja. Kemungkinan pembelian biskut Oreo dikarenakan adalah permintaan anak-anak yang tertarik dengan biskut Oreo tersebut karena menonton iklan yang di tayangkan di televisi. 4.1.3 Karakteristik Umum Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Berdasarkan pengelompokan jenis pekerjaan, responden dapat dikelompokkan seperti dijelaskan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.1.3. Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan No Pekerjaan Jumlah (Orang) Presentase (%) 1 Karyawan Swasta 30 46.15% 2 Wiraswasta 25 38.46% 3 Ibu Rumah Tangga 5 7.69% 4 Pelajar/Mahasiswa 3 4.6% 5 Lain-Lain 2 3.1% Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden paling tinggi berasal dari karyawan swasta yaitu sebanyak 46%. Berdasasarkan data yang penulis peroleh dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata wanita 31 40 tahun tersebut dalam tabel sebelumnya adalah karyawan swasta. 36
4.1.4 Karakteristik Umum Responden Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan Untuk Belanja biskuit Oreo. Pengeluaran per bulan untuk belanja biskut Oreo kaitannya dengan pola konsumsi seseorang akan suatu produk yang dipasarkan. Berikut ini adalah deskripsi responden berdasarkan tingkat pengeluaran per bulan untuk belanja biskuit Oreo Tabel 4.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan Untuk Belanja biskuit Oreo. No Pengeluaran dalam 1 bulan utk Jumlah Presentase berbelanja biskut Oreo (Rp) (Orang) (%) 1 < 100.000 20 30.77% 2 100.001 150.000 30 46.15% 3 150.001 200.000 10 15.38% 4 200.001 250.000 5 7.7% 5 > 250.000 0 0 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden pengeluarannya lebih dari Rp.100.000,- per bulan untuk belanja biskuit Oreo yaitu sebesar 46.15%. Dari data tersebut penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa meskipun biskut Oreo bukanlah makanan pokok yang harus diutamakan tetapi merupakan makanan selingan yang disukai oleh pembeli,sehingga beberapa orang ingin mengeluarkan uang lebih dari Rp.100.000 /Bulan untuk membeli biskut Oreo yang mereka sukai. 37
4.1.5 Karakteristik umum responden berdasarkan penghasilan Per bulan bulan : Berikut ini adalah deskripsi responden berdasarkan tingkat penghasilan per Tabel 4.1.5. Responden Berdasarkan Pengahasilan Per Bulan No Penghasilan dalam 1 bulan (Rp) Jumlah Presentase (Orang) (%) 1 < 2.000.000 4 6.15% 2 2.000.001 4.000.000 17 26.16% 3 4.000.001 6.000.000 29 44.61% 4 6.000.001 8.000.000 6 9.2% 5 8.000.001 10.000.000 4 6.15% 6 >10.000.000 5 7.7% Berdasarkan tabel diatas diketahui mayoritas responden berpenghasilan per bulannya adalah sekitar Rp.4.000.000 6.000.000 yaitu sebesar 44.61%. Sehingga dapat penulis simpulkan bahwa dengan penghasilan yang diatas rata-rata karyawan swasta, maka pengeluaran Rp.100.000 sampai dengan Rp.150.000 /bulan untuk membeli biskut Oreo bukanlah hal yang memberatkan para responden tersebut. 4.1.6. Karakteristik umum responden berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian biskuit Oreo Per Bulan Berikut ini adalah deskripsi responden berdasarkan berapa kali melakukan Pembelian biskuit Oreo per bulan : 38
Tabel 4.1.6. Responden Berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian biskuit Oreo Per Bulan No Seberapa sering Berbelanja biskuit Oreo dalam 1 Bulan Jumlah (Orang) Presentase (%) 1 Tidak Pernah 0 0% 2 1 3 kali 15 23.08% 3 4 6 kali 40 61.54% 4 7 9 kali 10 15.38% 5 >10 kali 0 0% Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden mayoritas melakukan belanja biskuit Oreo 1-3 kali per bulan, yaitu sebesar 23.08%, Dari data yang penulis dapatkan, maka dapat penulis mengambil kesimpulan bahwa dengan frekuensi tersebut sangatlah mungkin, karena berdasarkan pengecekan penulis terhadap harga biskut Oreo adalah sekitar Rp.9000,- Sehingga dengan data responden berdasarkan pengeluaran perbulan untuk membeli biskut Oreo adalah Rp.100.000 sampai Rp.150.000, sehingga jika dibagikan Rp.100.000 dengan Rp.9000 maka pembelian perbulan sebanyak 11 bungkus biskut Oreo, dan jika dibagikan 11 dengan 3 kali pembelian, makan setiap kali pembelian hanyalah sekitar 3 sampai 4 bungkus Oreo, itupun apabila yang responden beli adalah biskut Oreo yang penulis jabarkan. Karena produksi biskuit ada beberapa varian yang berbeda dan tentu dengan hargaharga yang berbeda pula. 39
4.1.7 Karakteristik umum responden berdasarkan pernah atau tidaknya Berbelanja biskuit Oreo Berikut ini adalah deskripsi responden berdasarkan pernah atau tidaknya responden berbelanja biskuit Oreo : Tabel 4.1.7. Responden Berdasarkan pernah atau tidaknya berbelanja biskuit Oreo No Pernahkah Anda Berbelanja biskuit Jumlah Presentase Oreo (Orang) (%) 1 Tidak Pernah 0 0% 2 Pernah 65 100% Dari tabel di atas, diketahui bahwa semua responden pernah berbelanja biskuit Oreo. Di karenakan sample yang penulis ambil hanyalah sekitar 30% dari total penghuni perumahan Gading Serpong Sektor 6, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa semua responden pernah membeli biskuit Oreo. 4.2Hasil Pengolahan Data Kuesioner 4.2.1.Hasil Analisis Regresi Sederhana Berdasarkan data tersebut diatas maka penulis menyajikan data hasil analisis sebagai berikut : 40
Tabel 4.2.1 Hasil UJI Regresi Sederhana Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 15.896 4.817 3.300.002 Minat beli.272.120.276 2.275.026 a. Dependent Variable: Penayangan Iklan Dari hasil tersebut diatas, dapat dibuat persamaan analisa sederhana sebagai berikut : regresi Y = 15.896 + 0.27X Keterangan : Y X = Minat Beli Konsumen = Penayangan Iklan. 4.2.2.Analisis Uji t Uji t yaitu untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas (Penayangan Iklan) dalam menerangkan variabel terikat (Minat beli konsumen). 41
Tabel 4.2.2 Hasil UJI t Model Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 15.896 4.817 3.300.002 Minat beli.272.120.276 2.275.026 a. Dependent Variable: Penayangan Iklan Hasil analisis uji t adalah sebagai berikut : 1. Nilai t hitung pada variabel minat beli konsumen (X) adalah sebesar 2.275 dengan tingkat signifikansi 0.026 Karena 2.275 > 1.998 dan 0.026 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : variabel penayangan iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. 4.2.3.Koefisiensi Determinasi (R2) Koefisiensi determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen.nilai koefisiensi determinasi adalah antara nol dan satu (Ghozali, 2006).Nilai koefisiensi determinasi dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini. 42
dimension0 1 TABEL 4.2.3. Hasil Koefisiense Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate.276 a.076.061 2.601 a. Predictors: (Constant), Minat Beli Konsumen Berdasarkan tabel diatas terlihat tampilan output SPSS model summary besarnya Adjusted R Square adalah 0.061. Hal ini berarti hanya 6.1% variasi keputusan pembelian (Y) dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen di atas (Penayangan Iklan). Sedangkan sisanya 6,1% (100% - 6,1% = 93.90%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model yang diteliti (misalnya : harga, kualitas produk, layanan, dan promosi-promosi dimedia-media lainya). GAMBAR 4.1 Kurva Uji t Two Tailed 43
Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 2.275 dengan tingkat signifikansi 0.026. Dan dengan mengunakan tingkat keyakinan 95 persen diperoleh nilai t tabel sebesar 1.998. Dimana t tabel lebih kecil daripada t hitung dan dengan signifikansi kurang dari 5 persen (2.275 > 1.998 dan 0.026 < 0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Penayangan iklan di televisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen biscuit Oreo. 44