MATEMATIKA DASAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

dokumen-dokumen yang mirip
MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 1

PERKALIAN CARTESIAN DAN RELASI

R = {(Amir, IF251), (Amir, IF323), (Budi, IF221), (Budi, IF251), (Cecep, IF323) }

DEFINISI. Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A B. Notasi: R (A B).

MATEMATIKA DISKRIT RELASI

Relasi. Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A B. Notasi: R (A B).

Relasi. Oleh Cipta Wahyudi

Matriks. Contoh matriks simetri. Matriks zero-one (0/1) adalah matriks yang setiap elemennya hanya bernilai 0 atau 1. Contoh matriks 0/1:

KALKULUS (Relasi) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Relasi Adalah hubungan antara elemen himpunan dengan elemen himpunan yang lain. Cara paling mudah untuk menyatakan hubungan antara elemen 2 himpunan

Matematika Komputasi RELASI. Gembong Edhi Setyawan

RELASI. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

RELASI DAN FUNGSI. /Nurain Suryadinata, M.Pd

RELASI DAN FUNGSI. Nur Hasanah, M.Cs

Definisi 1. Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B. A x B = {(a, b) a A dan b B}.

Materi 3: Relasi dan Fungsi

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 2

22 Matematika Diskrit

Matriks. Contoh matriks simetri. Matriks zero-one (0/1) adalah matriks yang setiap elemennya hanya bernilai 0 atau 1. Contoh matriks 0/1:

MATEMATIKA DISKRIT BAB 2 RELASI

BAB II RELASI DAN FUNGSI

9.1 RELATIONS AND THEIR PROPERTIES

Kode MK/ Nama MK. Cakupan 8/29/2014. Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial. Teori graf. Pohon (Tree) dan pewarnaan graf. Matematika Diskrit

Matematika Diskret. Mahmud Imrona Rian Febrian Umbara RELASI. Pemodelan dan Simulasi

Relasi dan Fungsi. Program Studi Teknik Informatika FTI-ITP

BAB I PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN RELASI

Definisi 1. Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B. A x B = {(a, b) a A dan b B}.

Diketahui : A = {1,2,3,4,5,6,7} B = {1,2,3,5,6,12} C = {2,4,8,12,20} (A B) C = {1,3,5,6} {x x ϵ A dan x ϵ B} (B C) = {2,12}

Oleh : Winda Aprianti

2. Matrix, Relation and Function. Discrete Mathematics 1

Adri Priadana ilkomadri.com. Relasi

Matriks, Relasi, dan Fungsi

Matriks. Matriks adalah adalah susunan skalar elemen-elemen dalam bentuk baris dan kolom.

BAB 2 RELASI. 1. Produk Cartesian

Relasi & Fungsi. Kuliah Matematika Diskrit 20 April Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada

Relasi. Learning is not child's play, we cannot learn without pain. - Aristotle. Matema(ka Komputasi - Relasi dan Fungsi. Agi Putra Kharisma, ST., MT.

KALKULUS (Relasi Ekivalen) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Relasi dan Fungsi Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Matematika Diskret (Relasi dan Fungsi) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Hasil kali kartesian antara himpunan A dan himpunan B, ditulis AxB adalah semua pasangan terurut (a, b) untuk a A dan b B.

PERTEMUAN Relasi dan Fungsi

BAB 5 POSET dan LATTICE

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

RELASI SMTS 1101 / 3SKS

BAB 5 POSET dan LATTICE

Matriks, Relasi, dan Fungsi Teknik Neurofuzzy

Pertemuan 2 Matriks, part 2

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

Makalah Himpunan dan Logika Matematika Poset dan Lattice

Bab 2 Relasi 9 BAB II RELASI TUJUAN PRAKTIKUM TEORI PENUNJANG

Pengantar Matematika Diskrit

RELASI BINER. 1. Hasil Kali Cartes

BAB 1 OPERASI PADA HIMPUNAN BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

BAB II RELASI. 2. Relasi Definisi 2 Relasi antara A dan B disebut relasi biner. Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B

BAB II RELASI & FUNGSI

Relasi dan Fungsi. Panca Mudjirahardjo, ST.MT. Relasi dan fungsi

MATEMATIKA DASAR (Himpunan Terurut Parsial (Poset))

Bagian 2 Matriks dan Determinan

Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB II KERANGKA TEORITIS. komposisi biner atau lebih dan bersifat tertutup. A = {x / x bilangan asli} dengan operasi +

Operasi Pada Matriks a. Penjumlahan pada Matriks ( berlaku untuk matriks matriks yang berukuran sama ). Jika A = a ij. maka matriks A = ( a ij)

Aljabar Linier Lanjut. Kuliah 1

RELASI PERTEMUAN 2. Dosen : Ir. Hasanuddin Sirait, MT

KALKULUS (Relasi Ekivalen) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa memahami pengertian relasi, relasi ekuivalen, hasil ganda suatu

Relasi dan Fungsi. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range)

Aljabar Boole. Meliputi : Boole. Boole. 1. Definisi Aljabar Boole 2. Prinsip Dualitas dalam Aljabar

ALJABAR ABSTRAK ( TEORI GRUP DAN TEORI RING ) Dr. Adi Setiawan, M. Sc

Relasi dan Fungsi. Ira Prasetyaningrum

Vektor. Vektor. 1. Pengertian Vektor

2.4 Relasi dan Fungsi

OPERASI BINER. Yus Mochamad Cholily Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang

Relasi dan Fungsi. Bab. Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

Diktat Kuliah. Oleh:

Diberikan sebarang relasi R dari himpunan A ke B. Invers dari R yang dinotasikan dengan R adalah relasi dari B ke A sedemikian sehingga


C. y = 2x - 10 D. y = 2x + 10

RELASI FUNGSI. (Kajian tentang karakteristik, operasi, representasi fungsi)

03-Pemecahan Persamaan Linier (2)

Produk Cartesius Relasi Relasi Khusus RELASI

METODE MATRIKS (MATRIKS) Mekanika Rekayasa IV. Norma Puspita, ST. MT. a 11 a 12 a 13 a 1n a 21 a 22 a 23 a 2n

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

fungsi Dan Grafik fungsi

BAB III HIMPUNAN. 2) Mahasiswa dapat menyebutkan relasi antara dua himpunan. 3) Mahasiswa dapat menentukan hasil operasi dari dua himpunan

BAB II LANDASAN TEORI

Bagian 1 Sistem Bilangan

Himpunan (set) Himpunan (set) adalah kumpulan objekobjek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

2. MATRIKS. 1. Pengertian Matriks. 2. Operasi-operasi pada Matriks

= himpunan tidak-kosong dan berhingga dari simpul-simpul (vertices) = himpunan sisi (edges) yang menghubungkan sepasang simpul

Definisi Aljabar Boolean

1.1 Pengertian Himpunan. 1.2 Macam-macam Himpunan. 1.3 Relasi Antar Himpunan. 1.4 Diagram Himpunan. 1.5 Operasi pada Himpunan. 1.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

1 P E N D A H U L U A N

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

Matriks Jawab:

Transkripsi:

RELASI MATEMATIKA DASAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

Apa itu Relasi? Relasi ( hubungan ) himpunan A ke B adalah pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B.

RELASI R : A B, artinya R relasi dari himpunan A ke himpunan B Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A B (Produk Cartesius/Perkalian Kartesius) Notasi: R (A B). a R b adalah notasi untuk (a, b) R, yang artinya a dihubungkan dengan b oleh R a R b adalah notasi untuk (a, b) R, yang artinya a tidak dihubungkan oleh b oleh relasi R. Relasi pada himpunan A adalah relasi dari himpunan A ke himpunan A, dimana R (A A).

Contoh Misalkan A adalah himpunan mahasiswa dan B adalah himpunan usia. A = {Ali, Budi, Candra}, B = {,2,3} AB ={(Ali,),(Ali,2),(Ali,3),(Budi,),(Budi,2),(Budi,3), (Candra,),(Candra,2),(Candra,3)} Misalkan R adalah relasi yang menyatakan hubungan himpunan A dengan usianya. Diketahui Ali berusia tahun, Budi berusia 3 tahun, dan Candra berusia tahun. Maka, R = {(Ali, ), (Budi, 3), (Candra,) } - R (A B), - A adalah daerah asal R, dan B adalah daerah hasil R. - (Ali,) R atau Ali R. - (Ali,2) R atau Ali R 2.

Contoh 2. Misalkan P = {2, 3, 4} dan Q = {2, 4, 8, 9, 5}. Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dengan (p, q) R jika p dapat membagi q maka kita peroleh: Contoh 3. R = {(2, 2), (2, 4), (4, 4), (2, 8), (3, 9), (3, 5), (4, 8) } Misalkan R adalah relasi pada A = {2, 3, 4, 8, 9} yang didefinisikan oleh (x, y) R jika x adalah faktor prima dari y. Maka kita peroleh: R = {(2, 2), (2, 4), (2, 8), (3, 3), (3, 9)}

PENYAJIAN RELASI Misalkan M = {Ami, Budi, Candra, Dita} dan N = {, 2, 3}. Misalkan pula, Ami berusia tahun, Budi berusia 3 tahun, Candra berusia 2 tahun dan Dita berusia tahun, maka : P = {(Ami, ), (Budi, 3), (Candra, 2), (Dita, )}. PENDAFTARAN (TABULASI), himpunan pasangan terurut dalam P = {(Ami, ), (Budi, 3), (Candra, 2), (Dita, )} 2. BENTUK PENCIRIAN, P = {(x,y) x berusia y, dimana x M dan y N}

3. DIAGRAM PANAH 4. DIAGRAM KOORDINAT ATAU GRAFIK RELASI

5. TABEL Kolom pertama tabel menyatakan daerah asal, sedangkan kolom kedua menyatakan daerah hasil. Tabel Relasi P dari M N Ami Budi 2 Candra 3 Dita

6. PENYAJIAN RELASI DENGAN MATRIKS Misalkan R adalah relasi dari A = {a, a 2,, a m } dan B = {b, b 2,, b n }. Relasi R dapat disajikan dengan matriks M = [m ij ], b b 2 b n M = mn m m n n m m m m m m m m m m a a a 2 2 22 2 2 2 yang dalam hal ini R b a R b a m j i j i ij ), (, ), (,

Misalkan A = {2,3,4} dan B = {2,4,8,9,5}. Jika kita definisikan relasi R dari A ke B dengan aturan : (x, y) R jika x adalah faktor prima dari y. Maka kita peroleh: R = {(2, 2), (2, 4), (2, 8), (3, 9), (3, 5)} Relasi R pada Contoh dapat dinyatakan dengan matriks Contoh 2 3 4 2 4 8 9 5 R b a R b a m j i j i ij ), (, ), (,

7. PENYAJIAN RELASI DENGAN GRAF BERARAH Jika (a, b) R, maka sebuah busur dibuat dari simpul a ke simpul b. Simpul a disebut simpul asal (initial vertex) dan simpul b disebut simpul tujuan (terminal vertex). Pasangan terurut (a, a) dinyatakan dengan busur dari simpul a ke simpul a sendiri. Busur semacam itu disebut gelang atau kalang (loop).

Contoh Misalkan R = {(a, a), (a, b), (b, a), (b, c), (b, d), (c, a), (c, d), (d, b)} adalah relasi pada himpunan {a, b, c, d}. R direpresentasikan dengan graf berarah sbb: a b c d

RELASI INVERS Setiap relasi R dari A ke B mempunyai sebuah relasi invers R - dari B ke A yang didefinisikan sebagai : R - = {(b,a) (a,b) R} Misalkan A={, 2, 3} dan B = {a, b} R = {(,a), (,b), (3,a)} R - = {(a,), (b,), (a,3)}

Contoh. Misalkan P = {2, 3, 4} dan Q = {2, 4, 8, 9, 5}. Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dan R? (p, q) R jika p dapat membagi q maka kita peroleh : R = {(2, 2), (2, 4), (4, 4), (2, 8), (4, 8), (3, 9), (3, 5) } R = {(2, 2), (4, 2), (4, 4), (8, 2), (8, 4), (9, 3), (5, 3) }

Jika M adalah matriks yang merepresentasikan relasi R, M = maka matriks yang merepresentasikan relasi R, misalkan N, diperoleh dengan melakukan transpose terhadap matriks M, N = M T = 2 3 4 2 4 8 9 5

Latihan Misalkan A = {, 2, 3}, B = {a, b} dan relasi R = {(,a),(2,a),(2,b),(3,a)} merupakan relasi dari A pada B. a. Invers dari relasi R dalam bentuk tabulasi? b. Invers dari relasi R dalam bentuk matriks?

SIFAT-SIFAT RELASI. RELASI REFLEKSIF Misalkan R = (A, A, P(x,y)) R adalah relasi refleksif bila : Untuk setiap a A, (a,a) R Misalkan V={, 2, 3, 4} R = {(,), (2,4), (3,3), (4,), (4,4)} (,) (3,3) (4,4) R R relasi refleksif (2,2) R R bukan relasi refleksif

Diketahui B = {2,4,5}. Pada B didefinisikan relasi R2 = {(x,y) x kelipatan dari y, x, y B}. Maka R2 = {(2,2), (4,4), (5,5), (4,2)}. Relasi R2 tersebut bersifat refleksif. Diketahui B = {2,4,5}. Pada B didefinisikan relasi R3 = {(x,y) x + y <, x,y A}. Maka R3={(2,2), (2,4), (2,5), (4,2), (4,4), (4,5), (5,2), (5,4)}. Relasi R3 tersebut tidak bersifat refleksif. Karena (5,5) R

2. RELASI SIMETRIS (Setangkup) Misalkan R = (A, A, P(x,y)) R adalah relasi simetris bila : (a,b) R (b,a) R Misalkan S={, 2, 3, 4} R = {(,3), (4,2), (2,4), (2,3), (3,)} (2,3) R tetapi (3,2) R R bukan relasi simetris Misalkan R = (N,N,P(x,y)) P(x,y) = x dapat membagi y (2,4) R tetapi (4,2) R R bukan relasi simetris R = R - R = simetris

3. RELASI ANTI-SIMETRIS (Tidak Setangkup) Jika (a, b) R, maka (b, a) R, kecuali ketika a = b. Misalkan W={, 2, 3, 4} R = {(,3), (4,2), (4,4), (2,4)} (4,2) R dan (2,4) R R bukan relasi anti-simetris R = {(,3), (4,2), (3,3), (4,4)} Anti simetri, karena (3, 3) R dan 3 = 3 dan, (4, 4) R dan 4 = 4, (, 3) & (4,2) R tetapi (3,) & (2,4) R

Hubungan Relasi Simetrik & Antisimetrik Simetris dan tidak antisimetris Tidak Simetris dan antisimetris Tidak Simetris dan tidak antisimetris

Contoh Relasi Simetris & Antisimetris Misalkan A = {, 2, 3, 4}, dan relasi R di bawah ini didefinisikan pada himpunan A, maka : Relasi R = {(, ), (, 2), (2, ), (2, 2), (2, 4), (4, 2), (4, 4) } bersifat simetris dan tidak antisimetris Karena (, 2) dan (2, ) R, begitu juga (2, 4) dan (4, 2) R. Relasi R = {(, ), (2, 3), (2, 4), (4, 2) } bersifat tidak simetris dan juga tidak antisimetris Karena (2, 3) R, tetapi (3, 2) R. Relasi R = {(, ), (2, 2), (3, 3) } bersifat antisimetrik tetapi tidak simetris. Karena = dan (, ) R, 2 = 2 dan (2, 2) R, dan 3 = 3 dan (3, 3) R.

Contoh Relasi Simetrik & Antisimetrik Relasi R = {(, ), (, 2), (2, 2), (2, 3) } antisimetris Karena (, ) R dan = dan, (2, 2) R dan 2 = 2. Relasi R = {(, ), (2, 2), (2, 3), (3, 2), (4, 2), (4, 4)} tidak simetrik dan tidak antisimetrik. karena (4, 2) R tetapi (2, 4) R. R tidak antisimetrik karena (2, 3) R dan (3, 2) R tetap 2 3.

4. RELASI TRANSITIF (Menghantar) Misalkan R = (A, A, P(x,y)) R adalah relasi transitif bila : (a,b) R dan (b,c) R (a,c) R R =(R #, R #,P(x,y) P(x,y) = x lebih kecil dari y a < b dan b < c a < c R R adalah relasi transitif

Misalkan A = {, 2, 3, 4}, dan relasi R di bawah ini didefinisikan pada himpunan A, maka (a) R = {(2, ), (3, ), (3, 2), (4, ), (4, 2), (4, 3) } bersifat menghantar. Lihat tabel CONTOH berikut: Pasangan berbentuk (a, b) (b, c) (a, c) (3, 2) (2, ) (3, ) (4, 2) (2, ) (4, ) (4, 3) (3, ) (4, ) (4, 3) (3, 2) (4, 2) (b) R = {(, ), (2, 3), (2, 4), (4, 2) } tidak manghantar karena (2, 4) dan (4, 2) R, tetapi (2, 2) R, begitu juga (4, 2) dan (2, 3) R, tetapi (4, 3) R. (c) Relasi R = {(, ), (2, 2), (3, 3), (4, 4) } jelas menghantar (d) Relasi yang hanya berisi satu elemen seperti R = {(4, 5)} selalu menghantar.

HUBUNGAN ANTARA RELASI RELASI EKIVALEN REFLEKSI + SIMETRIS + TRANSITIF RELASI PENGURUTAN SEBAGIAN REFLEKSIF + ANTISIMETRIS + TRANSITIF

RELASI EKIVALEN Relasi ekivalen digunakan untuk merelasikan obyekobyek yang memiliki kemiripan dalam suatu hal tertentu. Definisi. Suatu relasi pada himpunan A dikatakan sebagai relasi ekivalen jika relasi tersebut bersifat refleksif, simetris, dan transitif. Dua anggota A yang berelasi oleh suatu relasi ekivalen dikatakan ekivalen.

Contoh Diketahui A = {, 2, 3 }. Pada A didefinisikan relasi R = { (,), (,2), (2,2), (2,), (3,3) } JAWAB: Relasi R bersifat refleksif = (,), ( 2,2), & (3,3) Relasi R bersifat simetris = (,2) & (2,) Relasi R bersifat transitif. = (,2) (2,) >> (,) Maka A adalah relasi ekivalen

Contoh Diketahui B = { 2, 4, 5 }. Pada B didefinisikan relasi R2 = { (x,y) x kelipatan y, x, y B } JAWAB: maka R2 = { (2,2), (4,4), (5,5), (4,2) }. Bersifat Refleksi = (2,2), (4,4), (5,5) Ӽ Tdk Bersifat Simetris = (4,2) tidak ada (2,4) Ӽ Tdk Bersifat transitif Relasi R2 tersebut tidak bersifat simetris, oleh karena itu relasi tersebut bukan relasi ekivalen.

RELASI PENGURUTAN SEBAGIAN Relasi R disebut sebagai sebuah relasi pengurutan sebagian (partial ordering), jika relasi tersebut bersifat refleksif, transitif dan antisimetris.

Contoh Diketahui B = { 2, 4, 5 }. Pada B didefinisikan relasi R4 = { (x,y) x kelipatan y, x,y B } JAWAB: R4 = { (2,2), (4,4), (5,5), (4,2) }. Relasi R4 tersebut bersifat refleksif, antisimetris dan transitif. Relasi R bersifat refleksif = (2,2), (4,4), & (5,5) Relasi R bersifat Antisimetris = (4,2) tidak ada (2,4) Relasi R bersifat transitif. = (4,2) (2,2) >> (4,2) Oleh karena itu relasi tersebut merupakan relasi pengurutan sebagian.

Contoh Diketahui A = {, 2, 3 }. Pada A didefinisikan relasi R3 = { (,), (,2), (2,2), (2,), (3,3) }. JAWAB Relasi R bersifat refleksif = (,), ( 2,2), & (3,3) Relasi R bersifat simetris = (,2) & (2,) Relasi R bersifat transitif. = (,2) (2,) >> (,) Oleh karena itu relasi tersebut bukan merupakan relasi pengurutan sebagian.

KOMPOSISI RELASI Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B, dan S adalah relasi dari himpunan B ke himpunan C. Komposisi R dan S, dinotasikan dengan S R, adalah relasi dari A ke C yang didefinisikan oleh S R = {(a, c) a A, c C, dan untuk beberapa b B, (a, b) R dan (b, c) S }

Contoh Misalkan relasi dari himpunan {, 2, 3} ke himpunan {2, 4, 6, 8} adalah R = {(, 2), (, 6), (2, 4), (3, 4), (3, 6), (3, 8)} relasi dari himpunan {2, 4, 6, 8} ke himpunan {s, t, u} adalah S = {(2, u), (4, s), (4, t), (6, t), (8, u)} Maka komposisi relasi R dan S adalah S R = {(, u), (, t), (2, s), (2, t), (3, s), (3, t), (3, u) }

S R = {(, u), (, t), (2, s), (2, t), (3, s), (3, t), (3, u) } Komposisi relasi R dan S lebih jelas jika diperagakan dengan diagram panah: 2 3 2 4 6 8 s t u

TUGAS 2

TUGAS 2 2. 3.

TUGAS 2 4. Misalkan A = {x,y,z}, B = {a,b,c,d}, C = {,2,3,4,5}. R relasi dari A ke B dan S relasi dari B ke C. Misalkan R = {(x,a),(x,b),(y,b),(y,c),(y,d),(z,d)} dan S = {(a,),(a,3),(b,2),(b,3),(b,5),(d,3),(d,4)} Maka S R?

Finish...