Pengujian Kestabilan Parameter pada Model Regresi Menggunakan Dummy Variabel

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh : Fuji Rahayu W ( )

Analisis Regresi 2. Pokok Bahasan : Review Regresi Linier Sederhana dan Berganda

STK511 Analisis Statistika. Pertemuan 10 Analisis Korelasi & Regresi (1)

BAB X OLAH DATA: DENGAN EVIEWS

Analisis Ekonometrika Model Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Sistem Simultan

Analisis Regresi 2. Multikolinier & penanganannya

Pengaruh Suku Bunga, Inflasi dan Kurs terhadap Perkembangan Harga Saham PT. Telkom Tbk Menggunakan Analisis Regresi

Analisis Ekonometrika Model Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Sistem Simultan

REGRESI BEDA DAN REGRESI RIDGE Ria Dhea Layla N.K 1, Febti Eka P. 2 1)

Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Mengetahui Hubungan Antara Beberapa Aktifitas Promosi dengan Penjualan Produk

PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN MODEL REGRESI DENGAN RESIDUAL ARIMA DALAM MENERANGKAN PERILAKU PELANGGAN LISTRIK DI KOTA PALOPO

Analisis Regresi 1. Model-model Regresi yang Lebih Lanjut. Pokok Bahasan : Itasia & Y Angraini Dep. STK FMIPA-IPB

BAB III METODE PENELITIAN. Di dalam penelitian ilmiah diperlukan adanya objek dan metode penelitian

Analisis Ekonometrika Model Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Sistem Simultan

Analisis Regresi 1. Pokok Bahasan Pengujian pada Regresi Ganda

MODEL REGRESI LINIER DALAM MELIHAT KEBERHASILAN BELAJAR SISWA SMU

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi

ABSTRAK. Pada prakternya tolak ukur yang dapat dilihat oleh keberhasilan mahasiswa adalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pencilan. Pencilan adalah pengamatan yang nilai mutlak sisaannya jauh lebih besar daripada sisaan-sisaan lainnya

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah ekspor non migas Indonesia ke Amerika

BAB 2 MODEL REGRESI LINIER

MA5283 STATISTIKA Bab 7 Analisis Regresi

Program Magister Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor 2014

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan

BAB II LANDASAN TEORI

PEMODELAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI JAWA TIMUR TAHUN 2012 DENGAN KASUS PENCILAN DAN AUTOKORELASI ERROR

METODE PENELITIAN. keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi, data

Metode Statistika Pertemuan XII. Analisis Korelasi dan Regresi

STK511 Analisis Statistika. Pertemuan 4 Sebaran Penarikan Contoh

Analisis Regresi 1. Pokok Bahasan : Regresi Linier dengan Dua Peubah Penjelas

PENGGUNAAN MODEL LINIER SEBAGAI ALTERNATIF ANOVA RANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL TERSARANG PADA DATA NON NORMAL

Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Penduga OLS, Penduga GLS, Autokorelasi, Regresor Bersifat Stokastik

Pertemuan 4-5 ANALISIS REGRESI SEDERHANA

Regresi Linier Sederhana dan Korelasi. Pertemuan ke 4

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

III. METODE PENELITIAN. runtut waktu (time series) atau disebut juga data tahunan. Dan juga data sekunder

Pemodelan Autoregressive (AR) pada Data Hilang dan Aplikasinya pada Data Kurs Mata Uang Rupiah

IV METODOLOGI PENELITIAN

ESTIMASI PARAMETER REGRESI RIDGE MENGGUNAKAN ITERASI HOERL, KENNARD, DAN BALDWIN (HKB) UNTUK PENANGANAN MULTIKOLINIERITAS

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari

IV METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data

(R.10) ESTIMASI TOTAL POPULASI DENGAN MENGGUNAKAN PENAKSIR GENERALIZED REGRESSION (GREG)

MA2081 Statistika Dasar

BAB 2 LANDASAN TEORI. mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Istilah regresi yang

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

ANALISIS REGRESI 1. Pokok Bahasan : REGRESI LINIER SEDERHANA

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

STK 511 Analisis statistika. Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi

BAB I PENDAHULUAN. melakukan penelitian ada tiga jenis, yaitu data deret waktu (time series), data silang

PENGUJIAN KESAMAAN BEBERAPA MODEL REGRESI NON LINIER GEOMETRI (Studi Kasus : Data Emisi CO 2 dan Gross Nation Product di Malaysia, Bhutan, dan Nepal)

STUDI KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP USD DAN AUD MENGGUNAKAN ANALISIS VAR

REGRESI LINEAR SEDERHANA

BAB III CONTOH KASUS. Pada bab ini akan dibahas penerapan metode robust dengan penaksir M

PERBANDINGAN TRANSFORMASI BOX-COX DAN REGRESI KUANTIL MEDIAN DALAM MENGATASI HETEROSKEDASTISITAS

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data dari penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Modal, Dinas Penanaman Modal Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi, BPS Pusat

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL REGRESI ROBUST DENGAN ESTIMASI LEAST MEDIAN OF SQUARES (LMS)

Jurusan Statistika, FST, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

1. Model Regresi Linear dan Penaksir Kuadrat Terkecil 2. Prediksi Nilai Respons 3. Inferensi Untuk Parameter-parameter Regresi 4.

PEMODELAN REGRESI PANEL TERHADAP BELANJA DAERAH DI KABUPATEN/KOTA JAWA BARAT

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu

BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL. Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.9 Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA. Model Regresi Linier Ganda

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah ekonomi terbuka atau ekonomi

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Statistik). Data yang diambil pada periode , yang dimana di dalamnya

METODE PENELITIAN. Setiabudi 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENDEKATAN REGRESI TOBIT PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK PENDIDIKAN DI JAWA TIMUR

PEMODELAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA MENGGUNAKAN REGRESI RIDGE

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. hubungan antar variabel tersebut dirumuskan dalam hipotesis penelitian, yang akan diuji

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor Industri alat

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER

PENAKSIRAN PARAMETER REGRESI LINIER DENGAN METODE BOOTSTRAP MENGGUNAKAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL DAN UNIFORM

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun

Analisis Regresi Linier ( Lanjutan )

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. sekunder yang merupakan data deret waktu mulai dari tahun

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Usman dan Warsono (2000) bentuk model linear umum adalah :

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dicatat, atau diobservasi sepanjang waktu secara berurutan. Periode waktu dapat

PEMAKAIAN VARIABEL INDIKATOR DALAM PEMODELAN. Mike Susmikanti *

REGRESI LINIER GANDA. Fitriani Agustina, Math, UPI

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah menganalisis tentang faktor-faktor yang

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

III. METODE PENELITIAN. Modal Kerja, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung. Deskripsi

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Jawa Timur Tahun 2012 dengan Kasus Pencilan dan Autokorelasi Error

Analisis Korelasi dan Regresi. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB

PENERAPAN METODE GENERALIZED RIDGE REGRESSION DALAM MENGATASI MASALAH MULTIKOLINEARITAS

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan

Transkripsi:

Statistika, Vol. 10 No. 2, 99 105 Nopember 2010 Pengujian Kestabilan Parameter pada Model Regresi Menggunakan Dummy Variabel Teti Sofia Yanti Program Studi Statistika Universitas Islam Bandung Email: buitet@yahoo.com Abstrak Ketika menggunakan model regresi untuk data deret waktu, boleh jadi terjadi perubahan struktural dalam hubungan antara variabel bebas dan tak bebas. Perubahan struktural terjadi apabila nilai parameter dalam model tidak memberikan pengaruh yang sama dalam setiap periode, hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor eksternal. Pemerintah Indonesia pada saat krisis moneter tahun 1998 melakukan perubahan kebijakan terhadap sistem nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekspor. Dengan menggunakan data tahun 1983-2009 ditentukan model regresi untuk nilai tukar terhadap ekspor Indonesia. Karena perubahan kebijakan diduga akan mengakibatkan terjadinya perubahan struktural dalam model regresi pada periode sebelum krisis dan pasca krisis moneter, untuk itu perlu dilakukan pengujian apakah perubahan struktural dalam model terjadi atau tidak melalui pengujian kestabilan parameter. Diperoleh hasil bahwa parameter model regresi nilai tukar terhadap ekspor periode sebelum krisis dan pasca krisis tidak stabil, dengan demikian akibat adanya perubahan kebijakan menyebabkan perubahan struktural dalam model regresi nilai tukar terhadap ekspor Indonesia. Kata Kunci: Parameter, model regresi, slope, intersep, dummy variable 1. LATAR BELAKANG Ketika menggunakan model regresi untuk data deret waktu, boleh jadi terjadi perubahan struktural dalam hubungan antara variabel bebas dan tak bebas. Perubahan struktural terjadi apabila nilai parameter dalam model tidak memberikan pengaruh yang sama dalam setiap periode. Perubahan struktural dapat terjadi karena adanya faktor eksternal diluar variabel dalam model. Misalnya hubungan antara nilai tukar dan ekspor, dimana variabel bebasnya nilai tukar dan variabel tak bebasnya ekspor. Apabila nilai tukar meningkat artinya dollar terapresiasi maka harga relatif barang ekspor di luar negeri lebih murah sehingga permintaan barang ekspor akan meningkat, sebaliknya jika dollar terdepresiasi harga relatif barang ekspor di luar negeri lebih mahal sehingga permintaan barang ekspor akan turun. Dengan demikian perubahan dari nilai tukar akan mempengaruhi ekspor, sehingga pemerintah harus menerapkan kebijakan yang tepat agar perekonomian berjalan dengan baik. Pengaruh nilai tukar terhadap ekspor dapat digambarkan dalam suatu model, diantaranya model regresi. Dengan menggunakan data tahun 1983-2009 ditentukan model regresi untuk nilai tukar terhadap ekspor Indonesia. Pemerintah Indonesia pada saat krisis moneter tahun 1998 melakukan perubahan kebijakan terhadap sistem nilai tukar, dimana sebelum krisis moneter sistem nilai tukar yang digunakan adalah sistem nilai tukar mengambang terbatas dan setelah krisis moneter terjadi digunakan sistem nilai tukar fleksibel. Karena perubahan kebijakan diduga akan mengakibatkan terjadinya perubahan struktural dalam model regresi pasca krisis moneter, untuk itu perlu dilakukan pengujian apakah perubahan struktural dalam model terjadi atau tidak melalui pengujian kestabilan parameter. 2. MODEL REGRESI LINIER MULTIPEL Model regresi linier multipel adalah model yang menjelaskan hubungan kausalitas beberapa variabel bebas dan sebuah variabel tak bebas. Misalkan X1, X2,,Xk adalah k buah variabel bebas dan Y adalah variabel tak bebas, dalam sebuah populasi berukuran N maka model regresinya adalah : Y = β + β X + β X + L+ β X + ε i 0 1 1i 2 2i k ki i, i=1,2,..,n (1) 99

100 Teti Sofia Yanti Apabila dari populasi tersebut diambil sebuah sampel berukuran n, maka model regresi dalam sampel adalah: Y i = ˆ β + ˆ β X + ˆ β X + + ˆ β X + e Apabila dituliskan dalam matriks menjadi y = Xβ ˆ + e Dan model taksirannya adalah yˆ = Xβˆ, sehingga e y yˆ = y Xβˆ 0 1 1i 2 2i L k ki i, i=1,2,...,n (2) =. 2.1 Asumsi Model Regresi Linier Klasik 1. (ε)=0, dimana ε dan 0 adalah vektor kolom Nx1, 0 merupakan vektor nol 2. E(εε )=σ 2 I 3. Matrik X adalah tak stokastik; yaitu terdiri dari sekelompok angka yang tetap. 4. Tidak ada outokorelasi dalam galat 5. Tida ada multikolinieritas diantara variabel bebas 6. ε N(0, σ 2 I) 7. Rank dari matriks X adalah k+1 (k=banyaknya variabel bebas) 2.2 Penaksiran Parameter Untuk memperoleh nilai βˆ digunakan metode OLS (Ordinary least squares), dimana prinsif OLS adalah meminimumkan ei 2 =e e. e'e = ( y Xβˆ)' ( y Xβˆ) (3) = y'y - 2ˆ βx' y + βˆ' X' Xβˆ Agar diperoleh βˆ yang meminimumkan e e, maka turunkan persamaan (3) terhadap βˆ sehingga diperoleh: (X'X)βˆ = Xy 1 (X'X) (X'X)βˆ 1 = (X'X) Xy (4) 1 βˆ = (X'X) Xy 2.3 Pengujian Hipotesis Pengujian secara serentak H0: β = 0 H1: β 0 (5) Statistik uji yang digunakan, sebagai berikut; 2 (ˆ β'x'y ny ) /( k 1) F = ( y'y β' ˆ X'y) /( n k) (6)

Pengujian Kestabilan Parameter 101 Tabel 1. Analisis Varians untuk Model Regresi Dua Variabel Sumber variasi SS Df MSS ESS 2 k-1 β ˆ 'X'y NY (ˆ β 'X'y ny 2 ) /( k 1) RSS ( y' y β'x' ˆ y) Total 2 y' y ny n-k n-1 ( y' y β'x' ˆ y) /( n k) Kriteria ujinya adalah tolak H0 jika F F{α; ( k-1, n-k)} Pengujian secara individu H 0 : β 1 = 0 H 1 : β 1 0 Statistik uji yang digunakan, sebagai berikut; t ˆ βi se( ˆ β ) = (7) i Kriteria ujinya adalah terima H0 jika t(α/2, n-1) < t < t(α/2, n-1) 3. PENGUJIAN KESTABILAN PARAMETER Dalam data deret waktu variabel X dan Y diamati selama periode 1,2,...,.., tt-2, tt-1, tt. Pada saat tt-i terjadi faktor eksternal yang akan menyebabkan perubahan perilaku terhadap variabel X atau Y. Terdapat dua model regresi selama periode 1-T, yaitu: Model regresi periode 1 sampai dengan (T-i) : Yt = γ 0 + γ 1X t + ε1 t (8) Model regresi periode (T-i+1) sampai dengan T : Yt = λ 0 + λ1 X t + ε 2t (9) Dari kedua model tersebut akan terdapat empat kemungkinan, yaitu: 1) Kedua model regresi mempunyai intersep dan slope yang sama, disebut coincident regrresions. Diperlihatkan pada Gambar 1a. 2) Kedua model regresi mempunyai intersep yang berbeda tetapi slope-nya sama, disebut parallel regrresions. Diperlihatkan pada Gambar 1b. 3) Kedua model regresi mempunyai intersep yang sama tetapi slope-nya berbeda, disebut concurrent regrresions. Diperlihatkan pada Gambar 1c. 4) Baik Intersep maupun slope berbeda dikedua model regresi, disebut similar regrresions. Diperlihatkan pada Gambar 1d.

102 Teti Sofia Yanti Gambar 1. Empat kemungkinan yang terjadi dalam dua garis regresi Dua model regresi pada persamaan (8) dan (9), dapat dituliskan dalam satu model regresi dengan bantuan dummy variabel, sehingga modelnya menjadi: Yt = β 0 + β1dt + β2 X t + β3( Dt X t ) + ε 3t (10) dimana: D = 1 untuk observasi periode (T-i+1) sampai T D = 0 untuk observasi periode 1 sampai (T-i) Apabila koefisien β1 dan β3 tidak signifikan maka kedua model regresi pada persamaan (8) dan (9) tidak berbeda dalam intersep dan slope, hal tersebut menggambarkan faktor eksternal tidak menyebabkan perbedaan model regresi diantara dua periode waktu atau dengan kata lain parameter stabil. Artinya faktor eksternal tidak mengakibatkan terjadinya perubahan struktural dalam model. Apabila β1, β3 atau keduanya signifikan maka perubahan struktural dalam model telah terjadi. Untuk menguji model regresi pada persamaan (10), dilakukan prosedur pengujian hipotesis seperti pada bagian 2.c, menggunakan persamaan (6) dan (7). 4. APLIKASI Ekspor disuatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah nilai tukar mata uang negara tersebut dibandingkan dengan mata uang asing. Apabila nilai tukar meningkat artinya mata uang asing terapresiasi maka harga relatif barang ekspor di luar negeri lebih murah sehingga permintaan barang ekspor akan meningkat, sebaliknya jika mata uang asing terdepresiasi harga relatif barang ekspor di luar negeri lebih mahal sehingga permintaan barang ekspor akan turun. Dengan demikian perubahan dari nilai tukar akan mempengaruhi ekspor, sehingga pemerintah harus menerapkan kebijakan yang tepat agar perekonomian berjalan dengan baik. Pengaruh nilai tukar terhadap ekspor dapat digambarkan dalam suatu model, diantaranya model regresi. Sebelum krisis moneter 1998, sistem nilai tukar di Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang terbatas tetapi setelah krisis moneter terjadi pemerintah mengganti kebijakan dengan sistem nilai tukar fleksible. Perubahan kebijakan

Pengujian Kestabilan Parameter 103 diduga akan mengakibatkan perubahan struktural dalam model. Oleh karena itu dengan menggunakan data tahun 1983-2009 akan dilihat apakah terjadi perubahan struktural dalam model ekspor atas nilai tukar sebelum krisis moneter dan pasca krisis moneter. Data diperoleh dari Bank Indonesia. Berdasarkan data yang ada ditentukan model regresi dengan variabel bebasnya nilai tukar dan variabel tak bebasnya ekspor. Untuk menguji kestabilan parameter dalam model regresi, selain variabel bebasnya nilai tukar ditambah lagi dua variabel yaitu dummy variabel dan interaksi antara dummy variabel dan nilai tukar, sehingga akan terbentuk model seperti pada persamaan (10). Data diolah menggunakan program Minitab 15, hasilnya adalah sebagai berikut. 4.1 Pengujian Asumsi Pengujian asumsi dilakukan untuk kenormalan galat dari ketiga model regresi terlihat pada Gambar 2 pencaran titik berada disekitar garis lurus, hal ini mengindikasikan bahwa εt, N(0,σ 2 ). Sedangkan untuk homogentitas varians galat dan autokorelasi terdapat pada Gambar 3 dan Gambar 4, terlihat pencaran titik menyebar secara acak, sehingga dalam galat tidak terjadi homoskedastisitas dan tidak terjadi autokorelasi dalam galat. 99 Normal Probability Plot (response is ln eksport) Percent 95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5 1-0.3-0.2-0.1 0.0 Residual 0.1 0.2 0.3 Gambar 2. Plot Normalitas Galat Model Regresi 0.06 Plot Fits dan Kuadrat Galat 0.05 0.04 e2 0.03 0.02 0.01 0.00 10.2 10.3 10.4 10.5 10.6 FITS 10.7 10.8 10.9 11.0 Gambar 3. Plot Galat untuk Uji Homogenitas Varians Galat Model Regresi

104 Teti Sofia Yanti Plot Galat 0.2 0.1 Galat 0.0-0.1-0.2-0.3 1983 1987 1991 1995 Year 1999 2003 2007 Gambar 4. Pola Autokorelasi 4.2 Model regresi nilai tukar terhadap ekspor Y = 9.97 + 0.174 D + 0.000272 X - 0.000194 DX (0.732)(0.00) (0.032) [78.33][0.35] [4.09] [-2.29] R 2 =78.3%; F = 27.73 (0.00) dimana: Y = ln eksport X = nilai tukar D = 0 untuk periode 1983-1997 D = 1 untuk periode 1998-2009 (p-value), [nilai t ] Berdasarkan hasil pengujian model signifikan, sedangkan secara individu β1 tidak signifikan, maka model regresi sebelum krisis dan pasca krisis berbeda dalam slope atau concurrent regression. Kesimpulannya parameter tidak stabil artinya perubahan kebijakan nilai tukar mengubah model regresi. Dengan demikian akibat adanya perubahan kebijakan menyebabkan perubahan struktural dalam model regresi, dengan kata lain persamaan regresi nilai tukar terhadap ekspor sebelum krisis moneter dan pasca krisis moneter berbeda. Berdasarkan hasil pengujian, model regresi nilai tukar terhadap ekspor sebelum krisis moneter adalah: Y = 9.97 + 0.000272 X Sedangkan model regresi nilai tukar terhadap ekspor pasca krisis moneter adalah: Y = 9.97 + 0.000078 X 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, model regresi ekspor atas nilai tukar sebelum krisis moneter dan pasca krisis moneter memberikan hasil model regresi signifikan pada taraf arti 5 %. Selanjutnya dari pengujian kestabilan parameter memberikan hasil bahwa parameter tidak stabil karena parameter untuk variabel dummy tidak signifikan sehingga model regresi sebelum krisis dan pasca krisis mempunyai intersep yang sama sedangkan slope kedua model tersebut berbeda atau concurrent regression, dapat disimpulkan perubahan kebijakan nilai tukar mengubah model regresi. Dengan demikian akibat adanya perubahan kebijakan menyebabkan perubahan struktural dalam model regresi, dengan kata lain persamaan regresi nilai tukar terhadap ekspor sebelum krisis moneter dan pasca krisis moneter berbeda. Daftar Pustaka Gujarati, D and Dawn C. Porter. 2009. Basic Econometrics. Fifth edition. Mc Graw-Hill. Greene, W. 1997. Econometric Analysis. Third Edition. Prentice-Hall International, Inc. New York.

Pengujian Kestabilan Parameter 105 Jugde, George, Griffits. 1985. Practice of Econometrics. Second Edition. John Willey and Sons. New York. Jugde, George, Griffits. 1988. Theory and Practice of Econometrics. Second Edition. John Willey and Sons. New York. Lampiran The regression equation is ln eksport = 9.97 + 0.000272 Nilai tukar + 0.174 D - 0.000194 DX Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 9.9706 0.1273 78.33 0.000 Nilai tukar 0.00027237 0.00006668 4.09 0.000 99.565 D 0.1739 0.5009 0.35 0.732 98.622 DX -0.00019360 0.00008456-2.29 0.032 245.104 S = 0.130243 R-Sq = 78.3% R-Sq(adj) = 75.5% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 3 1.41096 0.47032 27.73 0.000 Residual Error 23 0.39016 0.01696 Total 26 1.80112