BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN. Uji Perbedaan. Group Statistics. Independent Samples Test

HASIL PENELITIAN. Analisis Deskriptif

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalian (Return) Reksa Dana Dan

Total Aktiva Perusahaan Perbankan (dalam rupiah) NAMA PERUSAHAAAN Rata-rata

BAB III METODE PENELITIAN. antara kedua atau lebih objek yang diteliti. keuangannya dimulai dari tahun

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SAMPEL PENELITIAN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. hanya pada ranah kognitif. Tes hasil belajar sebelum diperlakukan diberi

Uji perbedaan yang dilakukan adalah menguji rata-rata N-Gain hasil belajar ranah

DAFTAR KUISIONER Komoditi: Kelapa sawit

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kemampuan pemahaman matematik siswa dan data hasil skala sikap.

Perbedaan Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting Perbankan Syariah di Indonesia dan Malaysia

Comparisons and Differences of Level Islamic Social Reporting Disclosure Islamic Banking in Indonesia and Malaysia

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DAN BANK UMUM KONVENSIONAL

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SAMPLE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Validitas & Reliabilitas (Sert)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 SDN Mangunsari 07 Salatiga Eksperimen % 2 SDN 03 Karangrejo Kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN. Daftar perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kriteria No Kode Nama Perusahaan 1 2 3

BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN. 1) Analisis atau Uji Asumsi Dasar (Uji Normalitas). Uji asumsi dasar digunakan untuk memberikan pre test, atau uji

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1. Angket Motivasi Berolahraga Berdasarkan Olahraga Kompetisi Dan Olahraga Rekreasi. Angket Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian SEKOLAH PASCA SARJANA IPB MAYOR ILMU MANAJEMEN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

Skenario Payoff Magnitude terhadap Kecenderungan Pengambilan Risiko. Skenario Pengambilan Keputusan Investasi (Baird et al., 2008)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek dan Subyek Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

LAMPIRAN 1. Indikator - Indikator Pengungkapan CSR Berdasarkan GRI Versi 3.0

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kec. Kedungwaru Tulungagung tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini berlokasi

INPUTING DATA Sel Jenis Kelamin Umur Kubus X1 X2 X3 X4 KK Financial_Rendah Laki-laki Financial_Rendah Perempuan

Proporsi pneumonia yang terpajan periodontal 41 OR = = = 0,21 Proporsi tidak pneumonia yang terpajan periodontal 193

BAB 1 PENDAHULUAN. mengalami stres kerja, namun demikian gejala stres kerja tidak muncul dalam

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN

Hasil Uji Validitas Skala CPRS (Conduct Problem Risk Screen)

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SAMPEL PENELITIAN

LAMPIRAN A: HASIL PENGUJIAN ALAT UKUR A.1. Hasil Uji Coba Inventori Kepuasan kerja. Reliabilitas Kepuasan Kerja. Reliability Statistics.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. observasi digunakan oleh peneliti untuk mengamati kondisi sekolah meliputi

Nama :... Jenis Kelamin :...

KEPERCAYAAN DIRI. Corrected Item-Total Correlation

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. dengan analisis data statistik setelah data-data yang peneliti kumpulkan lengkap.

EVALUASI KINERJA KEUANGAN BANK DALAM KERANGKA ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA PERIODE : PERBANDINGAN CAR, NPL, LDR, EATAR, BOPO, dan ROA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. corporate social responsibility. Size (ukuran) perusahaan, likuiditas, dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Belajar Pretest Kelas Van Hiele dan Bruner

Formulir Isian Pembinaan UMK (Usaha Mikro dan Kecil)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. sikap dan perilaku terkait HIV AIDS di SMA PGRI 1 Kota Bogor Tahun 2008 dapat

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lainnya 5. Pekerjaan : Pelajar/mahasiswa TNI/POLRI Pegawai Swasta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kelompok Tes Ketegori Rata-rata Simpangan Baku Pretes 5,38 1,44 Kelompok Postes 7,69 1,25 Eksperimen Hasil Latihan 2,31 0,19 Kelompok Kontrol

LAMPIRAN 1 UJI KOLMOGOROV-SMIRNOV EVA (Economic Value Added) Uji Kolmogorov Smirnov EVA (Economic Value Added)

Uji Perbandingan Rata-Rata

LAMPIRAN. Lampiran 1 : Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Jhonson Pascal Test sebelum dan sesudah diberi teh hitam.

BAB IV ANALISIS DATA. Kebajikan Anak-Anak Yatim Kuching, Sarawak, Malaysia. sampel berpasangan. Prosedur Paired Samples Uji T digunakan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Hasil Penilaian Kemampuan Berbicara Siswa Kelas Eksperimen

Lampiran 1. Nama Kelompok Nelayan penangkap Ikan dan Kelompok Nelayan Pengolah Ikan, Jumlah Anggota Kelompok Nelayan Tahun 2009

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Implementasi CSR pada Bank Syariah di Indonesia Bank syariah yang menjadi sampel penelitian ini menghimpun dana untuk aktivitas CSR yang bersumber dari dua dana, yaitu dana kebajikan dan dana zakat. Dana kebajikan berasal dari denda, pendapatan non halal, dan dana sosial lainnya, yang dimana semua dana tersebut tidak boleh dimasukkan ke dalam pendapatan operasional bank syariah. Jenis kegiatan yang mendapat penyaluran dari dana kebajikan yaitu meliputi santunan anak yatim, pembangunan/renovasi masjid dan sekolah-sekolah, bantuan korban bencana alam, partisipasi kemanusiaan, donor darah, memajukan ekonomi masyarakat melalui usaha mikro dengan prinsip syariah dan kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. Sedangkan dana zakat berasal dari zakat perusahaan sebesar 2,5% dari laba tahunan perusahaan, dana zakat karyawan, dana zakat nasabah dari tabungan dan deposito, serta infaq dan sedekah karyawan dan nasabah. Penyaluran dana zakat ini biasanya bersinergi dengan lembaga amil zakat yang berbeda pada tiap bank-bank syariah dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat kepada orang-orang yang berhak (mustahiq). 46

Pada Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri jumlah anggaran untuk aktivitas CSR diungkapkan secara rinci dari total sumber dana CSR dan per alokasi penyaluran dana, sedangkan pada Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, dan Bank BRI Syariah tidak dijelaskan secara rinci jumlah anggaran dari sumber dana aktivitas CSR, tetapi hanya diungkapkan beberapa anggaran per alokasi penyaluran dana. Pelaporan CSR kelima Bank Umum Syariah tersebut pengungkapannya menjadi satu bagian pada laporan tahunan perusahaan, tidak terpisah menjadi satu laporan tersendiri. Pelaksanaan aktivitas CSR di masing-masing bank syariah dilihat dalam tabel 4.1. Kriteria Sumber dana CSR Badan Amil Zakat Tabel 4.1 Pelaksanaan Aktivitas CSR pada Bank Syariah Bank Bank Bank Bank Mega Muamalat Syariah Syariah Syariah Indonesia Mandiri Bukopin Dana Dana Dana Dana kebajikan kebajikan kebajikan kebajikan dan dana dan dana dan dana dan dana zakat - Yayasan perusahaan - Badan amil zakat pemerintah zakat - Badan amil zakat swasta nasional zakat - Langsung oleh perusahaan zakat - Badan amil zakat swasta nasional - Langsung oleh perusahaan Bank BRI Syariah Dana kebajikan dan dana zakat - Badan amil zakat swasta nasional Sifat Wajib Wajib Wajib Wajib Wajib Pelaporan Keluasan Laporan Sangat bervariasi Sangat bervariasi Cukup bervariasi Cukup bervariasi Sangat terbatas Divisi Khusus CSR Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Sumber: Data diolah 2013 47

Tabel 4.1 memperlihatkan bahwa masing-masing bank syariah mempunyai kebijakan yang berbeda-beda dalam mengimplementasikan konsep tanggung jawab sosial. Hal itu sesuai dengan penelitian terdahulu oleh Soraya Fitria dan Dwi Hartanti (2010), bahwa pola pelaksanaan CSR di lembaga syariah dipengaruhi oleh kebijakan pimpinan perusahaan tersebut. B. Perbandingan Tingkat Pengungkapan CSR pada Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Berdasarkan Indeks GRI Hasil skoring pengungkapan CSR pada perusahaan sampel berdasarkan indeks GRI dapat dilihat pada tabel 4.2. 48

Tabel 4.2 Skor Indeks GRI No Bank Tahun Skor Indeks GRI Indeks GRI 1 Danamon 2009 96 1,30 2 2010 115 1,55 3 2011 119 1,61 4 Mandiri 2009 103 1,40 5 2010 108 1,46 6 2011 112 1,51 7 Mega 2009 106 1,43 8 2010 108 1,46 9 2011 108 1,46 10 Bukopin 2009 105 1,42 11 2010 105 1,42 12 2011 105 1,42 13 DKI 2009 106 1,43 14 2010 115 1,55 15 2011 118 1,60 16 Muamalat Indonesia 2009 110 1,49 17 2010 110 1,49 18 2011 116 1,57 19 Syariah Mandiri 2009 103 1,40 20 2010 108 1,46 21 2011 114 1,54 22 Mega Syariah 2009 83 1,12 23 2010 82 1,11 24 2011 91 1,23 25 Syariah Bukopin 2009 88 1,19 26 2010 88 1,19 27 2011 90 1,22 28 BRI Syariah 2009 80 1,08 29 2010 89 1,20 30 2011 91 1,23 Sumber: Data diolah 2013 Rata-rata 1,49 1,46 1,45 1,42 1,53 1,52 1,47 1,15 1,20 1,17 49

Dari tabel skor indeks GRI tersebut, diperoleh rata-rata nilai tertinggi indeks GRI yaitu pada Bank Umum Konvensional, Bank DKI sebesar 1,53. Nilai ini sudah mendekati angka sempurna yaitu 148 (jumlah keseluruhan indikator 74 dikali skor maksimum pada tiap indikator yaitu 2) atau rata-rata indeks GRI yang sempurna yaitu 2,00. Sedangkan nilai terendah diperoleh Bank Umum Syariah yaitu Bank Mega Syariah sebesar 1,15. Penyebab rendahnya nilai tersebut terletak pada minimnya pengungkapan pada hal prosedur dewan direksi untuk mengawasi kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan, total jumlah jam untuk kebijakan dan prosedur pelatihan, serta praktik yang terkait dengan kepuasan konsumen. Keseluruhan nilai ini menunjukkan bahwa pengungkapan pada kesepuluh bank yang menjadi sampel penelitian sudah cukup baik. Bahkan, terdapat selisih 0,01 untuk nilai tertinggi pada hasil pengungkapan Bank Umum Konvensional dengan Bank Umum Syariah, yaitu Bank DKI sebesar 1,53 dan Bank Muamalat Indonesia sebesar 1,52. Hasil perbandingan pada kedua bank umum ini memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang cukup signifikan, tetapi jika kita hanya melihat nilai terbesar dan terkecil, maka Bank Umum Konvensional lebih baik dibandingkan Bank Umum Syariah. Untuk mempertajam analisa yang ada, dilakukan perbandingan untuk tiap kelompok indikator yang disajikan pada tabel 4.3. 50

Tabel 4.3 Perbandingan Tiap Indikator Berdasarkan Indeks GRI Indikator Profil dan Strategi Organisasi - Strategi dan Analisa - Profil - Parameter Laporan - Tata Kelola, Komitmen, dan Keterlibatan Stakeholder Skor Bank Umum Bank Umum Konvensional Syariah Strategi dan Analisa 1,93 1,73 Profil 1,97 1,97 Profil Laporan 1,69 1,67 Jangkauan dan Batas Laporan 1,40 1,35 GRI Content Index 0,53 0,07 Tata Kelola Organisasi 1,54 1,29 Komitmen Untuk Inisiatif Eksternal 1,97 1,60 Keterlibatan Pemegang Saham 1,60 1,38 Lingkup Ekonomi Kinerja Ekonomi 1,48 1,35 Keadaan Pasar 0,00 0,00 Implikasi Keadaan Ekonomi Secara Tidak 1,97 1,67 Langsung Lingkup Lingkungan Kinerja Lingkungan 1,80 1,40 Lingkup Sosial - Praktik Tenaga Kerja Tenaga Kerja 0,92 0,80 Hubungan Manajemen dan Tenaga Kerja 1,80 1,73 Keselamatan dan Keamanan Kerja 2,00 2,00 Pelatihan dan Pendidikan 1,38 1,27 Keberagaman dan Kesamaan 0,90 0,57 Kesempatan - Hak Asasi Manusia Prosedur Investasi dan Pengawasan 1,47 1,40 Non-Diskriminasi 2,00 0,93 Hak Asasi Manusia Murni 1,00 0,40 - Kemasyarakatan Komunitas 1,53 1,60 Korupsi 0,10 0,13 Kebijakan Publik 0,00 0,00 Kepatuhan 1,07 0,67 51

- Kewajiban Produk Pelabelan Produk dan Jasa 1,60 0,80 Rahasia Konsumen 1,07 0,20 Sektor Pelayanan Jasa Keuangan: Pengungkapan Khusus 1,57 1,57 pada Pendekatan Manajemen Sektor Pelayanan Jasa Keuangan: Indikator Dampak Produk dan Jasa 1,33 1,15 Sumber: Data diolah 2013 Kelompok Profil dan Strategi Organisasi Untuk kelompok profil dan strategi organisasi secara umum seluruh bank, baik Bank Umum Konvensional maupun Bank Umum Syariah, menunjukkan telah melakukan pengungkapan yang cukup baik walaupun belum maksimal. Hasil skor kedua bank umum ini tidak terpaut jauh, Bank Umum Syariah memiliki nilai yang sama dengan Bank Umum Konvensional pada indikator profil yaitu sebesar 1,97. Pengungkapan indikator strategi dan analisa, profil laporan, jangkauan batas laporan, tata kelola organisasi, komitmen untuk inisiatif eksternal, dan keterlibatan pemegang saham diungguli oleh Bank Umum Konvensional. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini indikator GRI Content Index diungkapkan oleh kedua bank umum walaupun hasilnya masih sederhana, 0,53 untuk Bank Umum Konvensional dan 0,07 untuk Bank Umum Syariah. 52

Kelompok Lingkup Ekonomi Pengungkapan pada indikator lingkup ekonomi sudah cukup baik walaupun skor item tiap bank bukanlah skor maksimal. Indikator keadaan pasar adalah indikator yang tidak diungkapkan sama sekali oleh kedua bank umum, hal ini berkaitan dengan perbandingan antara gaji perusahaan dengan standar gaji minimum pada lokasi usaha yang sama, dimana indikator ini sebenarnya berkaitan erat dengan konsep tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapan yang lebih baik dalam kelompok ini dilakukan oleh Bank Umum Konvensional. Kelompok Lingkup Lingkungan Pengungkapan pada kelompok lingkup lingkungan berkaitan dengan keseluruhan pengeluaran sebagai perlindungan terhadap lingkungan, dimana merupakan keberlanjutan perusahaan yang berdampak pada ekosistem sekitar. Indikator ini diungkapkan secara lebih baik oleh Bank Umum Konvensional yang memiliki nilai 1,80 dibandingkan Bank Umum Syariah yang hanya bernilai 1,40. 53

Kelompok Lingkup Sosial Pada hakekatnya kelompok lingkup sosial merupakan indikator yang berkaitan erat dengan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Dilihat dari hasil perhitungan berdasarkan indeks GRI ini kedua bank umum melakukan pengungkapan yang cukup baik walaupun ada beberapa indikator yang tidak diungkapkan sama sekali, tetapi ada indikator yang diungkapkan secara maksimal. Pada indikator praktik tenaga kerja terdapat beberapa item yang masih minim pengungkapannya, seperti item tenaga kerja khususnya mengenai total tenaga kerja berdasarkan jenisnya dan keuntungan bagi tenaga kerja full-time yang tidak diberikan kepada pekerja kontrak dan paruh waktu, serta pada item keberagaman dan kesamaan kesempatan mengenai rasio dari gaji awal untuk pria dan wanita berdasarkan kategori tenaga kerja. Tetapi item keselamatan dan keamanan kerja diungkapkan secara maksimal sebesar 2,00 pada kedua bank umum. Untuk indikator Hak Asasi Manusia terdapat pengungkapan yang dilakukan secara maksimal dan ada pula yang masih sangat terbatas. Pengungkapan maksimal dilakukan oleh Bank Umum Konvensional pada item non-diskriminasi, dan item Hak Asasi Manusia murni diungkapkan oleh Bank Umum Syariah secara terbatas. 54

Kedua bank umum melakukan pengungkapan yang sangat minim terhadap tiga item indikator kemasyarakatan, yaitu pada item korupsi, kebijakan publik, dan kepatuhan. Pada item kebijakan publik tidak dilakukan pengungkapan karena tidak ada praktik distribusi finansial dan kontribusi kepada partai politik. Bank Umum Syariah unggul dalam melakukan pengungkapan terhadap indikator komunitas dan korupsi yaitu sebesar 1,60 dan 0,13. Indikator terakhir yang termasuk dalam indikator sosial yaitu mengenai kewajiban produk. Semua item pada indikator ini diungkapkan terkait dengan kepuasan konsumen dan total keluhan nasabah, walaupun hal tersebut bisa saja merusak image bank di mata stakeholder. Dalam indikator sosial terdapat indikator tambahan untuk sektor jasa keuangan yaitu mengenai pendekatan khusus pada pendekatan manajemen serta dampak produk dan jasa. Kedua bank umum memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 1,57 untuk pengungkapan mengenai pendekatan manajemen. Perbandingan tiap indikator pengungkapan tanggung jawab sosial pada kedua bank umum menunjukkan bahwa skor Bank Umum Konvensional lebih banyak unggul dalam melakukan pengungkapan berdasarkan indeks GRI. Dapat dilihat bahwa Bank Umum Syariah unggul dalam melakukan pengungkapan yang lebih baik atau yang bernilai sama dengan pengungkapan pada Bank Umum Konvensional yaitu pada indikator berikut: 55

- Profil. - Keselamatan dan Keamanan Kerja. - Komunitas. - Korupsi. - Sektor Pelayanan Jasa Keuangan: Pengungkapan Khusus pada Pendekatan Manajemen. Menurut Fitria dan Hartanti (2010) perbedaan hasil yang terjadi ini disebabkan karena masih belum umumnya penerapan indikator GRI bagi perusahaanperusahaan di Indonesia, hal ini bertolak belakang dengan landasan teori yang ada. Penyebab lainnya bisa terletak pada masih sempitnya pemahaman mengenai konsep CSR itu sendiri di kalangan perusahaan Indonesia, seperti pada Bank Umum Konvensional definisi praktik CSR erat dikaitkan berupa donasi, begitu pula pada Bank Umum Syariah praktik CSR dikaitkan dalam bentuk alokasi zakat. Dimana seharusnya konsep dan praktik CSR lebih luas dari hal-hal seperti itu. 56

C. Perbandingan Tingkat Pengungkapan CSR di Bank Umum Syariah Berdasarkan Indeks GRI dan Indeks ISR Hasil skor perbandingan indeks ISR dan indeks GRI pada Bank Umum Syariah dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Perbandingan Skor Indeks GRI dan Indeks ISR No Bank Tahun Indeks Indeks Rata-rata GRI ISR 1 Muamalat Indonesia 2009 1,49 0,73 2010 1,49 1,52 0,81 2011 1,57 0,81 2 Syariah Mandiri 2009 1,40 0,80 2010 1,46 1,47 0,80 2011 1,54 0,81 3 Mega Syariah 2009 1,12 0,62 2010 1,11 1,15 0,58 2011 1,23 0,69 4 Syariah Bukopin 2009 1,19 0,60 2010 1,19 1,20 0,58 2011 1,22 0,58 5 BRI Syariah 2009 1,08 0,54 2010 1,20 1,17 0,58 2011 1,23 0,60 Sumber: Data diolah 2013 Rata-rata 0,78 0,80 0,63 0,59 0,57 Dari hasil tersebut terlihat bahwa pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah berdasarkan indeks ISR lebih rendah dibandingkan indeks GRI. Hal ini disebabkan karena belum berkembangnya konsep ISR di Indonesia. 57

Melihat hasil skoring indeks ISR pada kelima Bank Umum Syariah, indikatorindikator yang telah diungkapkan dengan baik yaitu terdapat pada indikator masyarakat, produk dan jasa dengan nasabah, dan tata kelola perusahaan, hampir seluruh indikator tersebut mendapat nilai maksimal yaitu 1,00. Sebaliknya indikator-indikator yang masih minim pengungkapannya adalah indikator-indikator yang terkait dengan pendanaan dan investasi serta indikator mengenai karyawan. Bisa dikatakan indikator yang terkait dengan pemenuhan tanggung jawab terhadap stakeholder masih minim terpenuhi. Hal ini masih memperkuat analisa pada penelitian sebelumnya bahwa tekanan dari stakeholder yang minim pada Bank Umum Syariah membuat perusahaan tidak terlalu perlu mengungkapkan banyak hal. Terdapat kesamaan praktik dengan hasil penelitian sebelumnya khususnya dalam hal pengungkapan atas aktivitas yang bersifat sensitive. Dari hasil skoring penulis, pada beberapa Bank Umum Syariah yang menjadi penelitian terdapat pengungkapan terhadap aktivitas-aktivitas bank yang dapat mengundang kritik, tetapi hanya terbatas pada pengungkapan ada tidaknya jumlah denda yang kemudian dijadikan sebagai sumber bagi dana kebajikan. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum Bank Umum Syariah telah cukup baik melakukan pengungkapan terkait item denda walaupun hal tersebut dapat merusak image bank sendiri. 58

D. Hasil Uji Independent Samples t-test Analisis hasil output Independent Samples t-test dilakukan secara bertahap. Hasil output pertama yang akan dibahas yaitu t-test, hasil output akan disajikan dibawah ini. Tabel 4.5 Group Statistics Indeks_GRI Indeks_ISR Perbankan N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Bank Umum Konvensional 15 1,4680,08265,02134 Bank Umum Syariah 15 1,3013,17020,04395 Bank Umum Konvensional 15,7100,11129,02874 Bank Umum Syariah 15,6753,10616,02741 Sumber: Data diolah 2013 Jumlah sampel tiap-tiap Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah yaitu 15. Rata-rata Bank Umum Konvensional untuk indeks GRI adalah 1,4680 dan 1,3013 untuk Bank Umum Syariah, sedangkan pada rata-rata Bank Umum Konvensional pada indeks ISR adalah 0,71 dan 0,6753 untuk Bank Umum Syariah. Dengan demikian, indeks GRI dan Bank Umum Konvensional lebih unggul dibandingkan indeks ISR dan Bank Umum Syariah. Hasil output selanjutnya akan dibahas menjadi dua tahap yaitu hasil Levene s Test dan t-test dengan asumsi Equal variance assumed. Output akan disajikan dibawah ini. 59

Indeks_GRI Indeks_ISR Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed Sumber: Data diolah 2013 Tabel 4.6 Independent Samples Test Levene s Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Sig. (2- Mean Std. Error Interval of the Difference F Sig. t Df tailed) Difference Difference Lower Upper 17,785,000 3,412 28,002,16667,04885,06659,26674 3,412 20,255,003,16667,04885,06484,26849,061,806,873 28,390,03467,03971 -,04668,873 27,938,390,03467 0,3971 -,04669 Dapat dilihat dari hasil Levene s Test bahwa F hitung untuk indeks GRI dengan Equal variances assumed adalah 17,785 dengan P value 0, dimana P value 0 < 0,05 (α) yang artinya variansi indeks GRI pada Bank Umum Konvensional tidak sama (lebih unggul) dibanding variansi indeks GRI pada Bank Umum Syariah. Sementara F hitung untuk indeks ISR dengan Equal variances assumed adalah 0,061 dengan P value 0,806, dimana P value 0,806 > 0,05 (α) yang artinya variansi indeks ISR pada Bank Umum Konvensional sama (hampir sebanding) dengan variansi indeks ISR pada Bank Umum Syariah. Pada analisis t-test dengan asumsi Equal variances assumed dilakukan dengan melihat t hitung atau P value. Untuk indeks GRI hasil t hitung menunjukkan 3,412 dengan P value 0,002, dimana P value 0,002 < 0,005 (α) yang artinya rata-rata Bank Umum Konvensional tidak sama dengan rata-rata Bank Umum Syariah. 60,11601,11602

Sementara hasil t hitung untuk indeks ISR menunjukkan 0,873 dengan P value 0,390, dimana P value 0,390 > 0,005 (α) yang artinya rata-rata Bank Umum Konvensional hampir sama dengan rata-rata Bank Umum Syariah. Terlihat dari keseluruhan hasil uji Independent Samples t-test ini bahwa indeks GRI lebih unggul dibandingkan dengan indeks ISR dalam memperoleh nilai pengungkapan CSR pada kedua bank umum tersebut. Dan dapat dilihat pada Bank Umum Konvensional yang mengungguli dalam hal pelaporan CSR di laporan tahunannya sehingga memperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Umum Syariah. 61