PEDOMAN PERILAKU Modul Teh. Versi 1.1

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN PERILAKU Modul Kopi. Versi 1.1

PROTOKOL SERTIFIKASI. Versi 4.1 Januari 2016

STANDAR RANTAI PENELUSURAN + LAMPIRAN RANTAI PENGAWASAN KAKAO. Versi 1.1 Desember 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI.

Pujianto, SE DINAS PERINKOP DAN UMKM KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015

Lampiran 1. Pengukuran tingkat penerapan Good Manufacturing Practice

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi

INSTRUKSI KERJA PENANGANAN PASCAPANEN MANGGA GEDONG GINCU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Industri farmasi menurut SK Menkes No. 245/Menkes/SK/V/1990 adalah

PENGEMBANGAN PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA

LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan

FORMULIR PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA. Kabupaten / Kota Propinsi Nomor P-IRT. Penanggungjawab :

DOKUMEN PANDUAN UTZ. PREMI UTZ (Versi 1.0, ) Premi wajib bagi produsen bersertifikasi UTZ. Premi dibayarkan oleh pembeli pertama.

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 adalah industri obat jadi dan industri

TATA CARA PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA

Regulasi sanitasi Industri Pangan

BAB II TINJAUAN UMUM. Universitas Sumatera Utara

Secara harfiah berarti keteraturan, kebersihan, keselamatan dan ketertiban

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FORMULIR PROSEDUR OPERASI STANDAR RISIKO TINGGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SERTA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HASIL P

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Industri farmasi menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. 245/Menkes/V/1990 adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat.

PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

BAB II TINJAUAN UMUM. Industri farmasi menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik

Sanitasi Penyedia Makanan

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 14/Ka-BAPETEN/VI-99 TENTANG KETENTUAN KESELAMATAN PABRIK KAOS LAMPU

BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA. A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi,

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

2. Bagaimana Kami Menggunakan Informasi Anda

PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

TEKNIK PASCAPANEN UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MEMPERTAHANKAN MUTU KEDELAI DITINGKAT PETANI. Oleh : Ir. Nur Asni, MS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat.

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN menurut Peraturan (UE) No. 1907/2006

- 1 - PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PERMEN-KP/2017

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Jadi dan Industri Bahan Baku Obat. Definisi dari obat jadi yaitu

GOOD MANUFACTURING PRACTICES GOOD MANUFACTURING PRACTICES. Manajemen Mutu 11/17/2011

TUGAS AKHIR KULIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS TANAMAN ORGANIK. Disusun oleh : Petrus Wisnu Kurniawan NIM : S1TI2C

TEKNOLOGI PENGOLAHAN TEH HIJAU

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN menurut Peraturan (UE) No. 1907/2006

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang

PETUNJUK LAPANGAN 3. PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. (BUMN) dibentuk sebagai Perusahaan Perseroan pada tanggal 16 Agustus

MODUL POWER THRESHER. Diklat Teknis Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Pertanian dan BABINSA

No Kode DAR2/Profesional/582/010/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 010: CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sanitasi Dan Higiene Pada Tahap Penerimaan Bahan Baku.

BAB V PRAKTEK PRODUKSI YANG BAIK

Daftar Periksa Pembinaan Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Usaha Kecil dan Menengah dengan Metoda Pelatihan Partisipasi Aktif

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42,

Kata Pengantar. Daftar Isi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 sampai bulan Mei 2011 bertempat

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah-daerah yang rendah

Lembar Observasi. Hygiene dan Sanitasi Pedagang Minuman Teh Susu Telur (TST) yang Dijual di Kecamatan Medan Area di Kota Medan Tahun 2012

PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK (GOOD HANDLING PRACTICES/GHP) RIMPANG

Produksi di Industri Farmasi

BAB III PELAKSANAAN MAGANG

PENGGUDANGAN DAN PENYERAHAN

2014, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disin

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 27 TAHUN 2017 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

NATA DE COCO 1. PENDAHULUAN

1 dari1717 I. PENDAHULUAN. I. Latar Belakang

Gambar. Diagram tahapan pengolahan kakao

BAB IX SANITASI PABRIK

RINGKASAN BAKING AND ROASTING

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN. Produksi. Pangan Olahan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

128 Universitas Indonesia

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN menurut Peraturan (UE) No. 1907/2006

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB I PENDAHULUAN. Kopi merupakan komoditas sektor perkebunan yang cukup strategis di. Indonesia. Komoditas kopi memberikan kontribusi untuk menopang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Proses pengolahan simplisia di Klaster Biofarmaka Kabupaten Karanganyar I-1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 terdiri dari industri obat jadi dan

Gambar lampiran 1: Tempat Pencucian Alat masak dan makan hanya satu bak

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN menurut Peraturan (UE) No. 1907/2006

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 038 TAHUN 2016

PANDUAN MANAJEMEN RESIKO PUSKESMAS CADASARI PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS CADASARI

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA

SOP PENANGANAN PASCAPANEN JAMUR TIRAM

Catatan Pengarahan FLEGT

2 ekspor Hasil Perikanan Indonesia. Meskipun sebenarnya telah diterapkan suatu program manajemen mutu terpadu berdasarkan prinsip hazard analysis crit

PASCAPANEN MANGGA GEDONG GINCU

Persyaratan RSPO-RED yang disesuaikan dengan Persyaratan Undang-Undang Tentang Energi Terbarukan Uni Eropa (UE)

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN menurut Peraturan (UE) No. 1907/2006

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

FORMULIR PEMANTAUAN SELAMA RENOVASI / KONSTRUKSI BANGUNAN

BAB I PENDAHULUAN I.1

2 Presiden Nomor 55 Tahun 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 125); 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,

Transkripsi:

PEDOMAN PERILAKU Modul Teh Versi 1.1

Salinan dan terjemahan dokumen ini tersedia dalam format elektronik di Situs web UTZ: www.utz.org Silakan kirim komentar dan saran Anda ke: teacertification@utz.org Atau lewat pos ke: UTZ Standards and Certification Department De Ruyterkade 6 bg 1013 AA Amsterdam The Netherlands UTZ 2015 Tidak ada bagian dari publikasi ini yang boleh direproduksi ulang, disimpan dalam sistem yang dapat diakses kembali, atau dikirimkan dalam bentuk atau cara apapun, baik elektronik, mekanis, fotokopi, rekaman, atau apa saja tanpa menyebutkan sumbernya dengan lengkap. www.utz.org 1

Pendahuluan Modul Teh ini digunakan bersama dengan Pedoman Perilaku Inti dan di dalamnya terdapat berbagai persyaratan yang berlaku seluruh kegiatan rantai pasokan, sampai pada saat pengolahan daun-daun teh hijau berubah menjadi produk teh seduh. Modul ini digunakan oleh seluruh produsen/kelompok produsen teh (dengan atau tanpa pabrik mereka sendiri) yang ingin mendapatkan sertifikasi Pedoman Perilaku. Modul ini juga berlaku bagi para pelaku yang mengolah daun-daun teh hijau hingga menjadi produk teh seduh dan para pelaku yang tidak memproduksi daun-daun teh hijau mereka sendiri, namun membeli daun-daun teh hijau dari produsen atau kelompok produsen bersertifikasi UTZ. Tergantung dari kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan, para produsen/kelompok produsen mengkaji poin-poin kontrol mana yang berlaku bagi mereka. Judul Blok dapat menunjukkan suatu poin kontrol berlaku jenis kegiatan yang mana, dengan kata lain, berlaku atau tidaknya suatu poin kontrol diindikasikan oleh poin kontrol itu sendiri atau pada kolom penjelasan terhadap kepatuhan. Contoh 1: bagi produsen/kelompok produsen yang tidak mengolah daun-daun teh hijau, poin-poin kontrol di bawah judul Blok Pengolahan menjadi tidak berlaku. Contoh 2: bagi para pelaku yang melakukan pengolahan daun-daun teh segar namun tidak memproduksi daun-daun teh tersebut, dan hanya membeli daun-daun tersebut dari produsen atau kelompok produsen bersertifikasi UTZ, poin kontrol TE.B.1 mengenai pemanenan daun-daun teh hijau menjadi tidak berlaku. Kolom mengindikasikan apakah suatu poin kontrol berlaku kelompok dan/atau anggota kelompok yang disertifikasi terhadap Pedoman Perilaku Inti sertifikasi kelompok. Para produsen teh yang disertifikasi terhadap Pedoman Perilaku Inti sertifikasi individu wajib mematuhi seluruh poin kontrol yang berlaku bagi mereka dalam Modul ini. Apabila terdapat suatu kontradiksi antara apa yang disyaratkan oleh Pedoman Perilaku Inti dan apa yang disyaratkan dalam Modul Teh, persyaratan dalam Modul Teh yang dijadikan acuan. www.utz.org 2

Definisi Aktivitas stok Campur Klaim retroaktif Konfirmasi pembeli Konversikan Segala kegiatan, kecuali pengumuman jual atau beli serta konfirmasi-konfirmasi pembeli yang dilakukan atas stok produk bersertifikasi UTZ milik anggota. Aktivitasaktivitas stok termasuk Konversikan, Turunkan peringkat, Campur, Hapus, dan Lacak. Aktivitas stok dalam sistem keterlacakan UTZ (IP). Ketika seorang SCA mencampur teh seduh (pada tingkat keterlacakan Identitas Terpelihara (IP)) dari produsen/kelompok produsen berbeda, mereka melakukan aktivitas stok campur. Volume campuran akan tetap menampilkan informasi mengenai nama-nama produsen dan volume mereka masing-masing yang disatukan ke dalam campuran. Ketika suatu produk diklaim sebagai produk bersertifikasi UTZ beberapa saat setelah pembelian/penjualan pertama produk tersebut, atau setelah lisensi telah kedaluwarsa. Pada kasus dimana pemasok atau pembeli tidak lagi memegang lisensi yang berlaku, sebuah formulir mengajukan klaim retroaktif (hitung mundur) wajib dikirimkan kepada UTZ, dan beberapa ketentuan harus dipenuhi agar klaim tersebut dapat disetujui. Misalnya, seorang pembeli pertama membeli produk UTZ pada tanggal 1 April, namun baru menerima audit sertifikasi pertama pada tanggal 1 Juni. Sertifikat dan lisensi mulai berlaku pada tanggal 15 Juni. Setelah pembeli pertama memiliki lisesnsi yang resmi berlaku pada tanggal 15 Juni, pembeli pertama dapat mengajukan klaim retroaktif yang menyatakan bahwa volume UTZ yang dibeli pada tanggal 1 April merupakan volume bersertifikasi. Konfirmasi pembelian produk UTZ di IP Aktivitas stok dalam sistem keterlacakan UTZ (IP). Otorisasi Atas Nama Pengguna Pelaku Pasokan Supply Actors) Rantai (SCA- Chain Pembeli pertama Pengumuman beli Ketika teh seduh diolah menjadi teh rendah kafein, SCA (Supply Chain Actors- Pelaku Rantai Pasokan) melakukan aktivitas stok konversikan. Otorisasi yang ditandatangani oleh seorang pemasok (produsen/kelompok produsen) dan seorang pembeli pertama, dimana pemasok memberikan otorisasi bagi pembeli utama mendaftarkan segala transaksi ke dalam IP atas nama produse/kelompok produsen. Pihak yang beroperasi dalam rantai pasokan UTZ dan bukan merupakan seorang produsen/kelompok produsen. Misalnya, suatu SCA mengelola fasilitas pengolahan yang membeli.daun-daun teh hijau dari seorang produsen/kelompok produsen bersertifikasi UTZ. SCA yang merupakan pembeli pertama produk bersertifikasi UTZ. Pembeli pertama membeli produk dari seorang produsen/kelompok produsen yang disertifikasi terhadap Pedoman Perilaku UTZ. Transaksi dalam sistem keterlacakan UTZ (IP). Ketika seorang pembeli pertama membeli teh seduh dari produsen/kelompok produsen, dan mereka telah menerima otorisasi mendaftarkan segala transaksi ke dalam IP atas nama produsen/kelompok produsen, pembeli pertama melakukan pengumuman beli. Lembar formulir otorisasi atas nama pengguna yang ditandatangai oleh kedua pihak harus dimiliki agar transaksi ini dapat dilakukan. www.utz.org 3

Pengumuman jual Penurunan peringkat Teh Seduh / Teh Jadi Transaksi Transaksi dalam sistem keterlacakan UTZ (IP). Ketika seorang produsen/kelompok produsen ataupun seorang pelaku yang mengolah daun-daun teh hijau menjadi teh seduh kemudian menjual teh seduh tersebut kepada pelaku lain, mereka melakukan transaksi pengumuman jual. Aktivitas stok dalam sistem keterlacakan UTZ (IP). Ketika seorang pelaku rantai pasokan (SCA) ingin menurunkan tingkat keterlacakan (dari Identitas Terpelihara Identity Preserved menjadi Segregasi) suatu volume produk Teh Seduh dalam stok mereka, mereka melakukan transaksi penurunan peringkat. Istilah kemasan menunjukkan produk teh kering yang diperoleh melalui berbagai kegiatan pengolahan daunt eh segar. Dalam IP, berbagai jenis Teh Seduh adalah: teh hijau, teh hitam CTC (Crush, Tear, Curl hancur, sobek, keriting), teh hitam tradisional, teh hitam STP (LTP), teh kuning, teh putih, teh oolong, teh mentah pu er dan teh matang pu er. Transaksi komersial dari produk bersertifikasi UTZ yang diperdagangkan di dalam IP. Mencakup pengumuman jual, pengumuman beli, dan konfirmasi pembeli. PK # Penjelasan Kepatuhan BLOK B - PRAKTIK-PRAKTIK PERTANIAN Panen TE.B.1 Pascapanen TE.B.2 Pengolahan TE.B.3 TE.B.4 TE.B.5 Daun-daun dipetik dan dipanen pada waktu yang tepat mengoptimalkan mutu dan kesehatan tanaman. Langkah-langkah dilaksanakan mencegah terjadinya pemadatan dan hancurnya daun-daun hijau. Terdapat aturan-aturan baku menghitung pengurangan berat, termasuk pengurangan maksimal Pengendalian mutu secara berkala termasuk, mis. hitungan daun, dilakukan ketika daun-daun dikirim ke unit pengolahan. Langkah-langkah dilaksanakan mencegah tercemarnya teh selama penyimpanan dan pengolahan. +M +M +M Daun-daun dipetik dan dikirim ke pabrik pada hari yang sama, idealnya dalam waktu 6 jam. Langkah-langkah ini termasuk: - menetapkan berat maksimal per kantong petik, - menghindari penumpukan dan pengemasan berlebih, - menggunakan bahan kemasan yang memungkinkan aerasi, dan - sebuah tata cara pengangkutan yang tepat. Contohnya, dalam hal daun basah. Tersedia berkas-berkas pengendalian mutu. Langkah-langkah ini termasuk setidaknya: - pencegahan akses hewan, dan - pencegahan kontaminasi asap. www.utz.org 4

PK # Penjelasan Kepatuhan TE.B.6 Seluruh perlengkapan yang bersentuhan langsung dengan teh disucihamakan dengan uap atau air dengan pencuci hama mencegah kontaminasi mikroba. Perlengkapan termasuk misalnya meja putar, mesin CTC, lantai atau baki fermentasi, dan area lantai. TE.B.7 Kontaminasi dari bahan pembersih, pelumas, dan bahan-bahan lain yang dapat bersentuhan dengan teh selama pengolahan dihindari. Untuk seluruh pengolahan teh, diterapkan praktik-praktik yang baik. Hanya bahan pembersih,pelumas, dan bahan bahan lain yang aman makanan yang digunakan, dan digunakan sesuai dengan petunjuk label. Sebuah bagan alur pengolahan yang menunjukkan kondisi optimum (termasuk suhu dan waktu) setiap kegiatan dibuat dan dilaksanakan. TE.B.8 Kelembapan relatif dipantau dan dikendalikan mencegah penyerapan kelembapan yang berlebihan ketika dilakukannya penilaian/grading dan pengemasan. Air yang dapat diminum digunakan sebagai pelembap, mencegah kontaminasi. TE.B.9 Untuk pengolahan teh hijau: - penguapan (steaming)/pengayakan (panning) daun teh hijau dilakukan dengan kombinasi beban optimal, suhu dan waktu; - pemutaran (rolling) dilakukan dengan kombinasi beban optimal, kecepatan, dan waktu; - Pengeringan Putar/roll drying dikakukan dengan kombinasi beban optimal, suhu, dan waktu meningkatkan mutu dan mengoptimalkan penggunaan energi; -Penilaian (grading) dan Pengemasan (packing) dilakukan dengan kombinasi suhu optimal, dan kelembapan relatif. Noda asap dihindari pada saat pengayakan dan pengeringan putar. Segala pencatatan waktu pemutaran, suhu dan kelembapan relatif tersedia. www.utz.org 5

PK # Penjelasan Kepatuhan TE.B.10 Untuk pengolahan teh hitam: - pelayuan (withering) dilakukan dengan kombinasi beban optimal, suhu, kelembaban relatif, dan waktu memastikan keadaan layu fisik dan kimia yang optimal pada daun teh, di bawah kondisi yang higienis; - Pemutaran dan penghentian putaran (rolling and roll breaking)dilakukan dalam kombinasi beban optimal, kecepatan, dan waktu; -fermentasi dilakukan dalam kondisi higienis mencegah kontaminasi mikroba dan mendapatkan teh bermutu tinggi; -pengeringan dilakukan, dalam kombinasi suhu tertinggi dan waktu meningkatkan mutu dan mengoptimalkan penggunaan energi; - Penilaian (rading) dan Pengemasan (packing) dilakukan dengan kombinasi suhu optimal dan kelembapan relatif. Parameter udara (volume, suhu, kelembapan relatif) dan waktu pelayuan diikuti, sebagaimana diindikasikan dalam bagan alur proses. Untuk memastikan bahwa hasil akhir memenuhi persyaratan-persyaratan mutu, teh hijau dimuat dalam rata-rata laju yang terkendali, dan pelepasan daun yang layu pada pemutar ditangani. TE.B.11 Langkah-langkah diambil menekan risiko benda asing (mis. Batu dan potongan logam/plastik/kaca) dalam the. Suatu proses pengayakan atau 'jembatanudara'/air-bridge daun-daun yang layu sebelum diputar dilaksanakan demikian juga selama pemilahan dan penilaian (grading) akhir. TE.B.12 Hanya air bersih yang digunakan selama pengolahan. Hanya air yang boleh diminum (atau air dinyatakan cocok oleh otoritas yang kompeten) digunakan jika air atau mata air bersentuhan dengan teh selama pengolahan. TE.B.13 TE.B.14 TE.B.15 Sampel-sampel yang mewakili lot disimpan setidaknya selama setahun, dianalisis jika terjadi keluhan. Personel ahli secara teratur mengevaluasi mutu teh dan menyimpan berkas-berkas yang menuliskan rujukan ke kumpulan atau lot terkait. Seluruh pekerja menggunakan pakaian yang cocok melakukan kegiatan tertentu mencegah kontaminasi. Pakaian luar (misalnya baju luar, celemek, lengan, sarung tangan) dibersihkan secara teratur atau diganti menghindari kontaminasi silang. www.utz.org 6

PK # Penjelasan Kepatuhan Para pekerja mempunya akses terhadap kamar mandi dan tempat cuci tangan yang bersih di sekitar tempat kerja mereka. Toilet dalam keadaan TE.B.16 higienis dan tidak secara langsung terbuka ke arah dimana teh ditangani, kecuali jika pintunya bisa menutup sendiri. Pengklaiman di IP TE.B.17 Semua daun teh hijau bersertifikasi UTZ termasuk premi, tercatat dengan baik dalam ood Inside Portal (IP). Segala catatan transaksi dan aktivitas stok disimpan dengan identitas transaksi IP (ID). Transaksi-transaksi dan aktivitas stok termasuk: - pengumuman-pengumuman penjualan - pengumuman-pengumuman pembelian - konfirmasi pembeli - konversi - pencampuran - penurunan tingkatan TE.B.18 Ketika teh diklaim sebagai teh bersertifikasi UTZ kelompok/produsen dan pembeli pertama harus menyepakati suatu prosedur pembayaran (yang mengatur jumlah dan waktu) agar Premi UTZ dibayarkan kepada kelompok/produsen. Hal ini juga berlaku ketika teh diklaim sebagai teh bersertifikasi UTZ di tahap lanjutan dalam rantai pasokan. Premi UTZ pada akhirnya merupakan nilai bersih (netto) dan tidak lagi dipotong berbagai pembayaran ulang dari barang atau jasa yang telah dianggarkan. Bukti pembayaran dan pembenaran dari produsen/kelompok produsen perihal telah diterimanya Premi UTZ disimpan. TE.B.19 Ketika teh diklaim sebagai teh bersertifikasi UTZ secara retroaktif, pengumuman penjualan atau pembelian, serta konfirmasi pembeli harus (secara retroaktif) dimasukkan dalam ood Inside Portal (IP). TE.B.20 Para pembeli pertama yang memiliki hak bertindak sebagai pengguna akun produsen/kelompok produsen dalam IP menginformasikan kepada para pemasok mereka tentang seluruh pengumuman penjualan (termasuk volume) yang dilakukan, serta memberikan konfirmasi kepada mereka perihal transaksi yang terjadi di IP selama 2 minggu setelah transaksi dikonfirmasi. www.utz.org 7

PK # Penjelasan Kepatuhan BLOK C - KONDISI KERJA DAN TEMPAT TINAL Kesehatan dan keselamatan TE.C.21 TE.C.22 Area-area pengolahan berventilasi baik, dan langkah-langkah diambil menekan kebisingan dan pencemaran debu. Pintu keluar darurat jika terjadi bahaya berfungsi baik dan memadai dan perlengkapan pemadam api disediakan di lokasi-lokasi pengolahan. Terdapat alarm api dan dilakukannya latihan pemadam kebakaran secara rutin. BLOK D - LINKUNAN HIDUP Limbah dan energi TE.D.23 TE.D.24 Air limbah dari pabrik diolah mencegah pencemaran ekosistem alam. Terdapat langkah-langkah menjaga dan menguji efisiensi energi yang digunakan dalam sistem penghasil udara panas dari mesin-mesing pengering. Terdapat alat penghisap udara yang memadai di atas radiator-radiator ketika sistem boiler/radiator digunakan. Pengujian perlengkapan pemadaman api dilakukan secara berkala dan berkasberkasnya tersedia. Pintu-pintu keluar darurat mudah dibuka dari dalam dan ditandai dengan jelas. Langkah-langkah ini termasuk mis.: - Kendali pembakaran - Penggunaan bahan bakar yang tepat - Isolasi menekan hilangnya panas, misalnya menutup kebocoran-kebocoran asap dalam tabung-tabung pertukaran panas, - Memastikan ventilasi yang memadai dalam gedung-gedung - Mencegah penyumbatan saringan, dan radiator dilapisi dengan serabut/limbah teh - "Uji asap Jumlah total poin wajib per tahun 13 21 23 24 Jumlah total poin kontrol tambahan per tahun 11 3 1 0 Jumlah poin kontrol tambahan yang harus dipatuhi 0 0 0 0 Total poin kontrol yang harus dipatuhi setiap tahun 13 21 23 24 www.utz.org 8