LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI

dokumen-dokumen yang mirip
BAN-PT PEDOMAN PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN REKOMENDASI PENDIRIAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI

2 Menetapkan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Pre

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2014 TENTANG AKREDITASI PROGRAM STUDI DAN PERGURUAN TINGGI

PEDOMAN PENGEMBANGAN JEJARING DAN ALIANSI STRATEGIS

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG AKREDITASI PROGRAM STUDI DAN PERGURUAN TINGGI

Oleh: Tim Pengembang SPMI Ditjen Dikti, Kemdikbud

PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL. Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD

Tabel 1. Penjabaran Langkah menjadi Kegiatan LAM-PTKes

SKEMA GRAND DESIGN LAM-PTKes

SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 011/ITDel/Rek/SK/I/18. Tentang SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL INSTITUT TEKNOLOGI DEL

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

PERATURAN BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KELOLA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI

KEBIJAKAN AKREDITASI PRODI DAN AKREDITASI INSTITUSI. Materi Workshop ITY

1. Jatidiri prodi 2. Makna tatapamong 3. Tatapamong dalam konteks SNP 4. Tatapamong dalam perspektif kegiatan akreditasi BAN PT

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG

PELUANG DAN TANTANGAN MENGHADAPI AKREDITASI PENDIDIKAN TINGGI BERDASARKAN UU 12/2012

KEBIJAKAN NASIONAL SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

Oleh: Tim Pengembang SPMI. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI

AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BARU INSTRUMEN AKREDITASI

PENDIRIAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI (LAM)

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

1. Pendirian LAM-PTPnb merupakan amanah dari UU Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 yang membagi dua lembaga akreditasi (BAN-PT dan LAM).

Oleh Pengurus LAM-PTKes

18/12/2016. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

SPMI Politeknik Negeri Jakarta

Peningkatan Kinerja Sistem Penjaminan Mutu Eksternal dalam Mewujudkan Perguruan Tinggi yang Bermutu dan Berdaya Saing

Rencana Strategis LAM-PTKes Jakarta, Juli 2014

BUKU KEBIJAKAN MUTU SPMI UMN AW BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR

ABDURAHMAN ADISAPUTERA BAN-PT

PANDUAN PELAKSANAAN KERJA

AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

MEMUTUSKAN PERATURAN REKTOR TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Studi di Lingkungan KOPERTIS VII Jawa Timur di Surabaya

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... BAB I PENDAHULUAN... 1

laporan hasil audit internal

PROFIL LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI TAHUN

STMIK MUSIRAWAS Jl. Jendral Besar H.M Soeharto RT.08 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau DOKUMEN STANDAR

BAB I KEBIJAKAN MUTU INTERNAL FAKULTAS A. Kebijakan Umum 1. Fakultas sebagai bagian dari Universitas Andalas berpartisipasi aktif dalam gerakan menjag

Persiapan Audiensi Task Force LAM-PTKes dengan Dirjen Dikti

LAMPIRAN II ORGANISASI LEMBAGA, UNIT SERTIFIKASI DAN KESEKRETARIATAN LEMBAGA

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

Pedoman Budaya Mutu Universitas FOR/SPMI-UIB/PED

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN

PETA MASALAH DALAM AKREDITASI PRODI BERDASARKAN ISIAN BORANG AKREDITASI

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

BUKU RENCANA PROGRAM KERJA LEMBAGA PENJAMIN MUTU DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA (LPMPSDM)

Bab II Model Dasar Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT)

2. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik.

WORKSHOP PENYUSUNAN BORANG AKREDITASI

Organisasi LAM-PTKes Jakarta, April 2015

AKREDITASI PROGRAM STUDI DAN INSTITUSI

Kebijakan Akreditasi BAN PT. Ir. Wahyu Catur Wibowo, M.Sc, Ph.D

PENJAMINAN MUTU DALAM MEMBANGUN UPI SEBAGAI A LEADING AND OUTSTANDING UNIVERSITY. Oleh Sunaryo Kartadinata

PERATURAN BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG KEBIJAKAN PENYUSUNAN INSTRUMEN AKREDITASI

DOKUMEN KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes)

STANDAR MUTU. Program Studi S1 Teknik Elektro. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Bidang keuangan terbukti dengan transparansi dalam penganggaran, pengelolahan, penggunaan dan pengawasan keuangan. Dalam hal

Keberadaan ED dalam AIPT

Laporan Kinerja Tahun 2017 Universitas Negeri Malang (UM)

MANUAL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI. Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi

Organisasi LAM-PTKes Jakarta, Juli 2014

PROGRAM KERJA UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING

1 DESEMBER Tim P

IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Tata Cara Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau(RPL) BAGIAN 2: RPL TIPE B & RPL DOSEN dalam TUGAS

36 BAB III. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

KEBIJAKAN AKREDITASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL TAHUN 2018

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

DIREKTORAT KELEMBAGAAN DAN KERJA SAMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2015

BAB I STANDAR PENDIDIKAN STANDAR 1 : STANDAR KOMPETENSI LULUSAN NO. KATEGORI ISI 1. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran

BAB I PENDAHULUAN. bisnis dan industri yang bergantung pada kepuasan pelanggan atau konsumen,

BUKU PROSEDUR MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi (Pengalaman Praktis di Universitas Warmadewa Denpasar)

Visi Universitas Almuslim: Visi Universitas Almuslim adalah menjadi universitas unggul, professional, dan islami

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... BAB I PENDAHULUAN... 1

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH

KEBIJAKAN MAJELIS AKREDITASI BAN-PT TENTANG PENYUSUNAN INSTRUMEN AKREDITASI

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN TANTANGAN BAGI TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Oleh Dr. Drs. I Gde Made Metera, M.Si. 15

AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 37/SK/K01-SA/2006 TENTANG PEDOMAN EVALUASI KURIKULUM

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD DAN PNF TAHUN 2018 BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL

Standar Mutu Universitas dan Fakultas/Program

Tugas Per Unit Berdasarkan Organogram LAM-PTKes. 21 September 2012 Gedung Dikti lantai 3 Jakarta

LEMBAR PENGESAHAN. Semarang, 19 Desember 2013 Kepala Kantor Penjaminan Mutu

Transkripsi:

LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PEDOMAN DAN PROSEDUR PENDIRIAN SEMINAR DAN LOKAKARYA NASIONAL FKPT-TPI SURABAYA, 2 SEPTEMBER 2015 1

UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan - Pasal 60 (1). Ketentuan mengenai akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah - Pasal 60(4) UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 55(3): Pemerintah membentuk Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi untuk mengembangkan sistem akreditasi 2

Otoritas ditetapkan oleh UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 55 yang menyatakan hal-hal pokok sebagai berikut: Pemerintah membentuk Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi untuk mengembangkan sistem akreditasi; akreditasi Perguruan Tinggi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ; akreditasi Program Studi sebagai bentuk akuntabilitas publik dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM); LAM merupakan lembaga mandiri bentukan Pemerintah atau lembaga mandiri bentukan Masyarakat yang diakui oleh Pemerintah atas rekomendasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 3

menentukan kelayakan dan mutu Program Studi dan institusi Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi; menjamin mutu Program Studi dan institusi Perguruan Tinggi secra eksternal baik di bidang akademik maupun non akademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat; dan mendorong peningkatan/perbaikan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan Pengubahan perilaku yang menunjukkan komitmen mutu yang tinggi dari PT dan PS Menjaga dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan 4

independen akurat obyektif transparan akuntabel kredibel imparsial 5

6

Amanah (trustworthy). Sistem Akreditasi Nasional dikembangkan untuk mewujudkan keterpercayaan dan tanggung jawab dalam memberi penjaminan kepada para stakeholders akreditasi; Peningkatan Mutu Berkelanjutan (Continuous Quality Improvement). Sistem Akreditasi Nasional mendorong tumbuh kembangnya dorongan internal dalam institusi maupun program studi untuk melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan; Akreditasi dilaksanakan secara komprehensif mencakup seluruh sistem manajemen dan penjaminan mutu program studi dan perguruan tinggi (masukan, proses, keluaran, capaian, dan dampak serta sistem analisa dan umpan-balik/umpan ke depan dalam proses menjaga dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Penjaminan Mutu Bertahap dan Berantai. Sistem Akreditasi Nasional diselenggarakan untuk memberi penjaminan mutu secara bertahap dan berkelanjutan dalam suatu siklus penjaminan mutu yg komprehensif, baik internal maupun eksternal. 7

Motivasi/dorongan utk meningkatkan daya saing STANDAR, NILAI DAN PERINGKAT SPT SN-Dikti S T A N D A R S P M I A KR E D I T A S I Unggul Sangat Baik Baik Daya Saing Internasional Daya Saing Nasional Daya Saing Lokal Tak Terakreditasi 8 8

LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI MASYARAKAT (LAM MASYARAKAT) PEMRAKARSA PENDIRIAN LAM PERSYARATAN PENDIRIAN LAM STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN LAM PROSEDUR MENGAJUKAN PENDIRIAN LAM 9

I. PEMRAKARSA PENDIRIAN LAM Permendikbud No.87 tahun 2014, Pasal 36, 1) LAM Masyarakat berbentuk badan hukum nirlaba 1) Badan hukum nirlaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk oleh pemrakarsa yang terdiri atas organisasi profesi dan asosiasi institusi pendidikan tinggi berbadan hukum dari suatu cabang ilmu dan/atau rumpun ilmu. Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi harus berbentuk badan hukum Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi harus dari suatu cabang ilmu dan/atau rumpun ilmu sejenis Memiliki nota kesepakatan dari Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Memiliki dukungan dari prodi yang masuk dalam lingkup LAM yang akan dibentuk 10

II. PENDIRIAN LAM MASYARAKAT Permendikbud No.87 tahun 2014, Pasal 37, ayat 1 Persyaratan pendirian LAM Masyarakat wajib memiliki: a. rencana sumber daya manusia yang diperlukan untuk melakukan akreditasi Program Studi; b. rancangan prosedur operasi standar (POS) akreditasi Program Studi; c. sumber pendanaan paling sedikit untuk 3 (tiga) tahun anggaran LAM Masyarakat; d. perhitungan satuan biaya pelaksanaan akreditasi Program Studi sesuai bidangnya; e. mekanisme pendanaan untuk menutup defisit biaya pelaksanaan akreditasi Program Studi sesuai bidangnya; f. sarana dan prasarana LAM Masyarakat; g. sistem penjaminan mutu internal LAM Masyarakat; dan h. rancangan mekanisme penanganan keberatan yang diajukan atas status akreditasi dan/atau peringkat terakreditasi Program Studi, baik dari pemimpin perguruan tinggi maupun dari masyarakat. 11

III. STUDI KELAYAKAN PENGAJUAN PENDIRIAN LAM Permendikbud No.87 tahun 2014, Pasal 37, ayat (2) huruf a : Pemrakarsa mengusulkan pendirian LAM Masyarakat kepada Menteri dilengkapi dengan studi kelayakan untuk memperoleh pengakuan Pasal 38, ayat (1) : Studi kelayakan paling sedikit berisi tentang a. Latar belakang dan tujuan pendirian LAM Masyarakat; b. Visi dan misi LAM Masyarakat; c. Nama LAM Masyarakat yang akan digunakan; d. Rencana ruang lingkup cabang ilmu dan/atau rumpun ilmu yang dibina Program Studi yang akan diakreditasi LAM Masyarakat; e. Bukti sumber pendanaan LAM Masyarakat paling sedikit untuk 3 (tiga) tahun anggaran LAM Masyarakat; f. Rancangan alur proses akreditasi LAM Masyarakat; g. Rancangan tata kelola LAM Masyarakat; dan h. Rancangan sistem penjaminan mutu di internal LAM Masyarakat. 12

a. Latar belakang dan tujuan pendirian LAM Masyarakat Rasional pendirian LAM (Benchmarking) Rujukan yuridis (Dasar Hukum) Rujukan Mutu Tujuan umum dan khusus Pendirian LAM b. Visi dan misi LAM Masyarakat Menjelaskan mekanisme penyusunan visi misi LAM dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses penyusunannya Visi LAM dinyatakan secara jelas yang memberikan gambaran tentang masa depan yang dicita-citakan untuk diwujudkan dalam kurun waktu yang tegas dan jelas. Misi LAM dinyatakan secara spesifik mengenai apa yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi Tujuan dan sasaran yang dimiliki LAM dirumuskan secara jelas, spesifik, dapat diukur ketercapaiannya dalam kurun waktu yang ditentukan, relevan dengan visi dan misinya 13

c. Nama LAM Masyarakat yang akan digunakan Nama menggunakan bahasa Indonesia (dapat nama dalam bahasa asing untuk kepentingan internasionalisasi) Nama yang akan digunakan menggambarkan ruang lingkup cabang dan/atau rumpun ilmu yang akan menjadi proses bisnis utama d. Rencana ruang lingkup cabang ilmu dan/atau rumpun ilmu yang dibina Program Studi yang akan diakreditasi LAM Masyarakat Penentuan ruang lingkup cabang dan/atau rumpun ilmu mengikuti peraturan menteri tentang cabang ilmu dan / atau rumpun ilmu Hasil kajian tentang jumlah program studi yang masuk dalam cabang ilmu dan atau rumpun ilmu yang sudah ditentukan di seluruh wilayah Indonesia, sebaran wilayah kedudukan program studi dan status akreditasi dari program studi Kelayakan ukuran terkait dengan populasi program studi (batas terlalu kecil dan batas terlalu besar) yang disesuaikan dengan sumber daya, kemampuan keuangan, jumlah asesor, dan teknologi informasi dan komunikasi 14

e. Bukti sumber pendanaan LAM Masyarakat paling sedikit untuk 3 (tiga) tahun anggaran LAM Masyarakat Proyeksi keuangan Jumlah sumber dana awal yang cukup untuk opersional LAM dan operasi 3 tahun anggaran disertai bukti-bukti. Penjelasan Proyeksi Keuangan untuk minimum 5 tahun, Proyeksi Keuangan disusun berdasarkan asumsi dasar perhitungan keuangan yang jelas dan informatif Proyeksi Keuangan didukung dengan bukti-bukti minimal untuk kegiatan operasional 3 (tiga) tahun pertama Daftar asset yang telah dimiliki (bukti kepemilikan) Sumber pendanaan jelas,sah dan tidak mengikat (Pemerintah/ Masyarakat/ Lainnya yang tidak mengikat) Perhitungan satuan biaya pelaksanaan akreditasi Program Studi dan aktivitas lain LAM Perhitungan Satuan Biaya dihitung secara wajar, sesuai dengan asumsi masing-masing aspek dalam studi kelayakan 15

Biaya pelaksanaan akreditasi per tahap: 1. Administrasi Proses akreditasi 2. Penilaian Kelayakan (AK) 3. Penilaian Lapangan (AL) 4. Penelaahan dan validasi 5. Administrasi hasil akreditasi Biaya pelaksanaan aktivitas lainnya per tahap Biaya overhead operasional kantor (rutin) Mekanisme pendanaan untuk menutup defisit biaya pelaksanaan akreditasi Program Studi Rencana tertulis Kebijakan dan Mekanisme pendanaan untuk menutup deficit disertai bukti-bukti pendukung f. Rancangan alur proses akreditasi LAM Masyarakat Dalam menjalankan Sistem dan proses akreditasi, LAM memiliki 1. Instrumen akreditasi 2. Asesor 3. Alur proses, yang meliputi tahapan : a. Penerimaan berkas pengajuan akreditasi Prodi meliputi prosedur, persyaratan,waktu proses berkas permohonan 16

b. Pelaksanaan asesmen kecukupan (AK) meliputi pemilihan / penentuan asesor, jumlah asesor, pemanggilan asesor, penugasan asesor dan waktu asesmen kecukupan c. Pelaksanaan asesmen lapangan (AL) setelah memenuhi persyaratan kelayakan untuk di visit d. Validasi hasil asesmen lapangan e. Menetapkan hasil akreditasi f. Kemungkinan pengaduan Program Studi untuk Banding g. Rancangan tata kelola LAM Sistem tata kelola LAM Masyarakat harus mencakup a. susunan organisasi Mempunyai Struktur Organisasi Mempunyai tata kerja,tugas pokok fungsi Analisis jabatan Kebutuhan tenaga (jumlah dan kwalifikasi) Menjalankan prinsip prinsip impartiality, kompeten, terbuka, bertanggung jawab,menjaga confidensiality dan responsive terhadap complain 17

b. Sistem tata kelola Sumberdaya manusia serta pengembangannya Mempunyai kriteria kompetensi : Majelis, Eksekutif, Asesor Mempunyai status kepegawaian Mempunyai jenjang karir Kecukupan sumber daya manusia, anggota, staf sekretariat dan asesor LAM Memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota LAM; Memiliki kapasitas dan kemampuan serta dapat menjaga diri dari konflik kepentingan untuk melakukan penjaminan mutu eksternal; Berpengalaman dalam melaksanakan penjaminan mutu (internal maupun eksternal) Staf administrasi yang cukup dan memiliki kemampuan untuk mendukung kerja anggota majelis LAM. c. Sistem pengelolaan keuangan Kecukupan sumber daya finansial adalah kecukupan dana yang memungkinkan LAM dapat mengorganisir dan menjalankan semua proses penjaminan mutu internalnya secara efektif dan efisien; LAM harus menunjukkan sumber pendanaan yang mandiri, sah, tidak mengikat dan bebas dari konflik kepentingan; 18

LAM memiliki analisis biaya operasional, termasuk satuan biaya akreditasi per program studi dan rekapitulasi akhir keuangan; Dalam setiap akhir periode LAM harus melakukan audit keuangan secara menyeluruh. Kecukupan sumber daya finansial harus mencerminkan kecukupan terhadap kebutuhan adanya LAM wilayah jika membentuk LAM wilayah. LAM harus menunjukkan skema kemampuan untuk mengatasi deficit anggaran dalam kondisi darurat d. Sistem pengelolaan sarana dan prasarana Sarana dan prasarana yang memadai dan cukup untuk mengakomodasi kerja para anggota dan staf sekretariatnya Memiliki peralatan dan perlengkapan yang cukup untuk mendukung kerja dan program yang akan dilaksanakan; Memiliki rencana pengembangan sarana dan prasarana untuk keberlanjutan Memiliki Sistem pengelolaan sarana dan prasarana (pengelolaan aset) harus mencakup kegiatan pengadaan, pembukuan, penggunaan, pengamanan, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusannya 19

h. Rancangan sistem penjaminan mutu di internal LAM Masyarakat Rancangan sistem penjaminan mutu internal LAM, mencakup antara lain 1. Kebijakan sistem penjaminan mutu internal, berisi rincian pernyataan mutu yang menjadi orientasi sekaligus kebijakan tata kelola 2. Tujuan mutu, menjelaskan tentang daftar target untuk apa mutu dicanangkan sehingga menjadi dasar penyelenggaraan dalam tata kelola 3. Sasaran mutu, menguraikan tentang rincian target dan capaian pertahun, yang menjadikan tahap-tahapan sebagai penerjemahan dari Renstra LAM 4. Manual sistem penjaminan mutu internal 5. Standar dalam sistem penjaminan mutu untuk menjaga kesamaan (uniformity) kualitas. 6. Formulir dalam sistem penjaminan mutu, yang memungkinkan manual mutu dapat dijalankan dengan baik (check sheet, dll.) 20

1. Pemrakarsa mempelajari pedoman tentang pendirian LAM, dalam hal ini adalah Buku Pedoman Penyusunan Studi Kelayakan Sebagai Dasar Untuk Pemberian Rekomendasi Pengakuan LAM 2. Pemrakarsa melakukan dan menyusun studi kelayakan pendirian dan pengoperasian LAM PS sesuai dengan pedoman yang berlaku 3. Pemrakarsa mengajukan rekomendasi pendirian LAM Masyarakat kepada Menteri beserta lampiran berkas-berkas studi kelayakan dan data pendukung lainnya untuk memperoleh pengakuan; 4. Menteri menugaskan BAN-PT untuk melakukan penilaian terhadap studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada huruf ; 5. BAN-PT memberikan rekomendasi kepada Menteri tentang persetujuan pengakuan LAM Masyarakat; 6. BAN PT menerima, memeriksa persyaratan dan menilai usulan pendirian LAM. Pemeriksaan pertama adalah syarat legalitas pemrakarsa. Hanya yang memenuhi syarat legalitas yang akan dinilai; 21

7. Jika persyaratan legalitas pemrakarsa tidak terpenuhi, BAN-PT melaporkan kepada menteri, dan menteri menyampaikan keputusan kepada pemrakarsa. 8. Jika persyaratan pemrakarsa terpenuhi, BAN PT melakukan penilaian kecukupan studi kelayakan pendirian LAM. Jika tidak mencukupi dan memenuhi kriteria untuk diberi kesempatan perbaikan, maka Pemrakarsa melakukan perbaikan studi kelayakan dan menyampaikan kembali kepada BAN PT sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Jika tidak mencukupi dan tidak memenuhi kriteria untuk diberi kesempatan perbaikan, maka BAN-PT melaporkan kepada menteri dan selanjutnya menteri menyampaikan keputusan kepada pemrakarsa. Jika sudah mencukupi maka BAN-PT menyampaikan ke Pemrakarsa untuk melanjutkan penyiapan LAM, sehingga siap dikunjungi untuk penilaian lapangan (seperti dokumen pedoman dan instrumen akreditasi, asesor, prasarana fisik, SDM, sistem dan sarana administrasi serta Teknologi Informasi) 9. Pemrakarsa menyiapkan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan akreditasi program studi dan melaporkan ke BAN-PT bahwa siap dilakukan penilaian lapangan. 10. BAN PT menugaskan asesor untuk penilaian lapangan. 22

11. Pemrakarsa menerima kunjungan penilaian lapangan dan menunjukkan buktibukti kesiapan melaksanakan akreditasi PS. Jika dinyatakan belum siap, maka pemrakarsa melakukan perbaikan dan mengajukan lagi untuk dinilai kesiapan beroperasi sebelum batas waktu yang telah ditetapkan Jika dinyatakan siap BAN-PT menetapkan hasil penilaian kesiapan operasional LAM. 12. BAN-PT melaporkan kepada menteri hasil penilaian kelayakan dan kesiapan operasional LAM dalam bentuk rekomendasi 13. Menteri mengeluarkan keputusan yang disampaikan kepada pemrakarsa 14. Pemrakarsa menerima keputusan menteri tentang penetapan pengakuan LAM. 23

24

NATIONAL ACCREDITATION AGENCY FOR HIGHER EDUCATION Address: Kompleks Mandikdasmen Kemdikbud Gedung D Lantai 1 Jalan R.S. Fatmawati, Cipete Jakarta 12410 http://www.ban-pt.or.id e-mail: sekretariat.banpt@gmail.com Phone (Secretariate): (+62-21) 7668791, 7694403, 7698035 Facsimile: (+62-21) 7668690, 7668790

» Mansur Ma shum lahir di Rensing, Sakra Barat, Lombok Timur, 18 November 1951. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Muda Pertanian (B.Sc) di Universitas Mataram tahun 1974, Sarjana Pertanian (Ir,) di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1978 dengan predikat kelulusan cum laude, dan Doctor of Philosophy (Ph.D) di University of Adelaide Australia tahun 1989.» Memperoleh K.P. Barley Price dari University of Adelaide atas prestasi sebagai peneliti terbaik untuk mahasiswa pascasarjana tahun 1987 dan mendapatkan penghargaan dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta tahun 2010 sebagai finalis Australian Alumni Award atas capaiannya dalam bidang pendidikan di Indonesia.» Bekerja di Universitas Mataram sejak tahun 1975 dengan jabatan Asisten (II/b) sampai sampai saat ini dengan jabatan Guru Besar (IV/e). Mengajar mata kuliah Kesuburan Tanah, Biologi Tanah, Pengelolaan Tanah, Agroklimatologi, Agrohidrologi, Pengantar Ilmu Pertanian, dan Bahasa Indonesia untuk Tulisan Ilmiah 26

» Aktif meneliti dalam bidang kajian Ilmu Tanah, Meteorologi dan Hidrologi Pertanian, dan Pengelolaan Sumberdaya Alam didanai oleh berbagai sumber antara laian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Pertanian, dan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Menulis buku Biologi Tanah (2003), Kesuburan Tanah (2005), dan Pengelolaan Tanah (2012). Sebagai co-editor buku Will It Rain? The effect of the Southern Oscillation and El-Nino in Indonesia (2002).» Aktif menjadi anggota Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI), dan berbagai organisasi kemasyarakatan antara lain sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. 27

» Pernah menjabat Pembantu Dekan III (1981-1983), Dekan Fakultas Pertanian (1992-1995), Pembantu Rektor I (1994-2001), dan Rektor Universitas Mataram (2001-2009). Pernah menjadi Anggota MPR-RI tahun 1998-1999 dan Tim Ahli BSNP 2011-2013.» Sekarang bertugas sebagai Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) periode 2012-2017 dan Board Member of Association of Quality Assurance Agencies for Islamic World (AQAAIW= Islamic-QA) 2012-2015. 28