28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum 3.1.1 Objek Penelitian Untuk penulisan skripsi ini, penulis mengambil lokasi penelitian pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penghasil baja batangan yaitu PT.Krakatau Wajatama yang terletak di Jl. Industri No.5 Cilegon. 3.1.2 Sejarah Umum Perusahaan PT. Krakatau Wajatama adalah Salah satu anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (KS). Perusahaan ini didirikan untuk memproduksi baja batangan atau penyedia steel long product untuk kebutuhan konstruksi infrastruktur dan industri manufaktur. Tujuan Perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah dalam bidang ekonomi, khususnya dalam industri baja. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan diantaranya : Industri baja terpadu yang memproduksi besi spons, slab baja, baja lembaran panas, baja lembaran dingin, bilet baja dan batang kawat. Perdagangan, meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran, distribusi dan 28
29 keagenan baik dalam maupun luar negeri. Di bidang pemberian jasa seperti jasa desain dan rancang bangun, pemeliharaan mesin, konsultasi teknis maupun penyediaan prasarana dan segala fasilitas yang menunjang kegiatan usaha Perusahaan. Anak Perusahaan Dalam pelaksanaan kegiatannya, PT KS didukung oleh sepuluh anak perusahaan,yaitu : PT Krakatau Daya Listrik (KDL) bergerak di bidang distributor dan penghasil listrik, PT Krakatau Wajatama (KW) bergerak di bidang manufaktur baja tulangan, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) bergerak di bidang properti dan industri perumahan, PT Krakatau Engineering (KE) bergerak di bidang rekayasa dan rancang bangun, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) bergerak di bidang jasa pengelolaan pelabuhan, PT Krakatau Tirta Industri (KTI) bergerak di bidang distributor dan pengolahan air, PT Krakatau Medika (KM) bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan,
30 PT Krakatau Information Technology (KITech) bergerak di bidang pemasok teknologi komputer, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) bergerak di bidang manufaktur baja berlapis timah dan PT KHI Pipe Industries (KHIP) bergerak di bidang manufaktur pipa baja. Prosentase kepemilikan PT KS atas Sepuluh Anak Perusahaan tersebut pada umumnya sebesar 99,99%, kecuali kepemilikan atas PT KM sebesar 52,26%, PT Latinusa sebesar 93,87% dan PT KHI sebesar 93,20%. Tanggal 20 Mei 1962: Peletakan batu pertama proyek baja TRIKORA sebagai tindak lanjut kontrak antara pemerintah Republik Indonesia dengan All Union Impact Corporation tanggal 07 juni 1960, berdasarkan TAP MPRS No.II/1960. Tahun 1970 : PT Krakatau Steel didirikan berdasarkan Peraturan pemerintah No. 35 tanggal 31 Agustus 1970 dengan salah satu tujuanya untuk melanjutkan pembangunan proyek baja Trikora Unit Pabrik Kawat Baja (Cold Wire Drawing) beroprasi tahun 1972. Tahun 1975 ; Pembangunan Unit Bar Mill (Pabrik Baja Tulangan) dan Section Mill (Pabrik Baja Profil) bekas proyek baja Trikora dilanjutkan. berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 30/1975.
31 Tanggal 28 Agustus 1989; PT Krakatau Steel masuk ke dalam lingkungan Badan Pengelolaan Industri Strategis berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonsia No. 44/1989. Surat Menteri Keuangan RI No. S/1562/MK.013/1990 tanggal 30 November 1990 tentang Persetujuan Pemisahan Pabrik Rolling Mill Division PT Krakatau Steel menjadi PT Krakatau Wajatama, sebagai hasil pemisahan Divisi Rolling Mill dari lingkungan PT Krakatau Steel dengan fasilitas produksi : Bar Mill, kapasitas produksi : 150.000 ton/tahun Section Mill, kapasitas produksi : 45.000 ton/tahun Cold Wire Drawing Plant, kapasitas produksi 18.000 ton/tahun Akte Pendirian Perusahaan PT Krakatau Wajatama oleh notaris Rachmah Arie Soetardjo, SH. No. 96 tanggal 24 juli 1992; Keputusan Menteri Kehakiman RI nomor : C2-8933 HT. 01. 01 tahun 1992. Tanggal 02 Januari 2001 : New section Mill (pabrik Baja Profil) dengan kapasitas produksi 150.000 ton/tahun dinyatakan beroperasi secara komersial, setelah perusahaaan menyelesaikan proses pembangunannya yang berlangsung sejak juli 1997 menggantikan Section mill (Pabrik Baja Profil) lama.
32 3.1.3 VISI dan MISI PT. Krakatau Wajatama. PT. Krakatau Wajatama, mempunyai visi dan misi. Visinya yaitu Adalah Menjadi pemain Baja batangan yang terdepan di Pasar Domestik,untuk Tahun 2013. Dan Menjadi pemain Baja Batangan yang diperhitungkan di Pasar Regional, untuk Tahun 2020. Sedangkan misinya yaitu adalah Menjadi perusahaan Penyedia Steel Long Product untuk Kebutuhan Konstruksi Infrastruktur dan Industri Manufaktur. 3.1.4 Struktur Organisasi dan Uraian tugas. Untuk menghasilkan produktivitas yang lebih baik, efektif dan efisien, maka diperlukan sutu pembagian tugas dan pelimpahan wewenang yang jelas kepada bagian bagian dalam struktur organisasi perusahaan. Pembentukan struktur organisasi perusahaan yang baik dapat terlihat dari koordinasi setiap perusahaan, baik pada fungsi lini maupun pada fungsi staff. Adapun uraian dari setiap pekerjaan yang ada di PT.Krakatau Wajatama adalah sebagai berikut. a. Pemegang Saham Individu atau badan hukum yang melakukan penyetoran modal saham terhadap perusahaan sebagaimana tercantum dalam AD/RT perusahaan.
33 b. Komisaris. Organ perseroan ( Krakatau Wajatama ) yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan / atau khusus serta memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan perseroaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan. c. Direksi Organ perseroaan ( PT Krakatau Wajatama ) yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroaan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai denganketentuan anggaran dasar perusahaan. d. Direktur Utama a) Bertugas dan bertanggung jawab dalam mengendalikan perusahaan dengan mendelegasikan wewenang ke bagian bagian yang berada di bawahnya. b) Mengesahkan dan mengawasi anggaran jangka panjang dan jangka pendek perusahaan, serta rencana rencana operasional lainya. c) Menerima masukan masukan dari bagian bagian yang berada di bagian bawahannya guna membuat strategi yang berpandang kedepan.
34 e. Staff Ahli Bertugas menangani menangani segala kegiatan perusahaan dalam produksinya.dan menentukan dan menetapkan strategi,tujuan utama terhadap pengembangan usaha. f. Direktur komersial Pimpinan yang Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan pembelian dan penjualan serta segala keperluan untuk produksi serta pemasaranya. 1). Kadiv Penjualan. Yang bertanggung jawab untuk penjualan hasil produksi a. Staff penjualan produk cilegon Staff yang ditugaskan sebagai penjual hasil produksi untuk di daerah cilegon. b. Staff penjualan baja tulangan Staff yang ditugaskan sebagai penjual hasil produksi, yang berupa baja tulangan. c. Staff penjualan baja profil. Staff yang ditugaskan sebagai penjual hasil produksi yang berupa baja profil. d. Staff pemasaran. Staff yang bertugas untuk memasarkan hasil hasil dari produksi perusahan.
35 2). Kadiv Logistic. Yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan kebutuhan untuk produksi. a. kadis pembelian. Kadis yang bertanggung jawab terhadap pembelian pembelian untuk kebutuhan produksi. b. Kadis perencanaan pembelian logistic. Kadis bertugas merencanakan pembelian logistic untuk kebutuhan produksi. g. Direktur Keuangan & Umum. 1. Mengawasi pemasukan dan pengeluaran uang kas dan uang di bank. 2. Menyetujui anggaran keuangan tiap bagian 3. Meminta laporan setiap bulan serta meneliti penyimpangan yang terjadi. 1). Kadiv SDM & Umum Kadiv yang bertanggung jawab atas kegiatan kegiatan kepegawaian. a. Kadis SDM. Yang bertugas untuk mengurusi segala permasalahan di kepegawaian. b. Kadis Keamanan & Umum Yang bertugas untuk mengurusi keamanan di perusahaan
36 2). Kadiv Perbendaharaan Kadiv yang bertanggung jawab mengenai segala perbendaharaan perusahaan. a. Kadis pajak, asuransi & faktur. Yang bertanggung jawab atas masalah asuransi dan faktur faktur perusahaan. b. Ahli penagihan. Yang bertugas sebagai penagih ke perusahaan lain c. Kadis pendanaan. Kadis yang bertanggung jawab atas pendanaan produksi. 3). Kadiv akuntansi & sistim informasi. 1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dan direktur keuangan. 2. Mengajukan anggaran penerimaan dan pengeluaran dana secara periodic kepada dewan direktur dengan menetapkan rencana kerja bagian keuangan. 3. Melakukann penelitian dan melaporkan secara berkala mengenai penyimpangan anggaran yang digunakan dan melakukan tindak koreksi. a. Kadis akuntansi keuangan. Kadis yang bertugas mencatat data data keuangan perusahaan.pencatatan penggolongan penyajian laporan keuangan
37 b. Kadis akuntansi biaya Kadis yang bertugas mencatat data data biaya perusahaan c. Staff anggaran & laporan manajemen Kadis yang bertugas mencatat anggaran dan laporan manajemen d. Kadis sistim informasi manajemen. Kadis yang bertugas mencatat informasi mengenai informasi perusahaan h. Direktur Produksi Memimpin dan mengawasi seluruh kegiatan produksi sehingga seluruh kegiatan produksi dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. 1). Kadiv teknologi Kadiv yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan IT pada perusahaan, mengembangkan dan menerima laporan perkembangan teknologi IT dari IT departemen a. Kadis pengembangan & rekayasa Kadis yang bertugas mengembangkan dan merekayasa dalam teknologi. b. Staff tehnik industry Staff yang bertugas di bagian tehnik industry c. Kadis pk & ptp Kadis yang bertugas di bagian pk dan ptp
38 2). Kadiv produksi Yang bertanggung jawab terhadap direktur produksi a. Kadis pabrik baja profil Kadis yang bertugas terhadap produksi baja profil b. Kadis pabrik baja tulangan Kadis yang bertugas terhadap produksi baja tulangan c. Kadis bengkel roll dan & guide Kadis yang bertugas terhadap bengkel roll dan guide 3). Kadiv perawatan Bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan dan perbaikan bangunan, perusahaan seperti ; peralatan listrik, mesin produksi, dan peralatan perusahaan lainya. a. Kadis perawatan mekanik Kadis yang bertugas terhadap pemeliharaan mekanikal produksi b. Kadis perawatan listrik. Kadis yang bertugas terhadap pemeliharaan peralatan listrik c. Kadis workshop & utility. Kadis yang bertugas terhadap tempat karyawan bekerja 4). Kadiv ppp & php Bertanggung jawab terhadap direktur produksi dalam hal keselamatan kerja a. Kadis ppp. Kadis yang bertugas terhadap keselamatan pekerja
39 b. Kadis php & bb. Kadis yang bertugas dalam ruang lingkup ppp. i. Sekretaris Perusahaan Mengatasi segala masalah yang berkaitan dengan hukum seperti mengurus surat ijin dan masalah lainya masih ada urusanya dengan perusahaan. a. Staff hukum. Staff yang bertugas terhadap segala permasalahan yang menyangkut dengan hukum b. Staff humas. Staff yang bertanggung jawab terhadap kegiatan formal, eksternal dan internal perusahaan. c. Kadis sistim manajemen. Kadis yang bertugas terhadap sistim manajemen perusahaan j. Kepala SPI Bertanggung jawab segala kegiatan operasional produksi a. Ahli madya pemeriksa komersial. Yang bertugas sebagai analisi dalam kegiatan komersial b. Ahli madya operasional Yang bertugas menganalisa segala kegiatan oeperasional produksi.
40 k. Kadif Pengembangan Usaha. Bertanggung jawab terhadap pengembangan produksi agar tercapai hasil produksi yang maksimal, dan mengawasi segala kegiatan pengembangan produksi. a. Staff managemen proyek strategis. Staff yang bertugas menentukan berjalanya kegiatan managemen proyek strategis. b. Staff pengembangan usaha.dan manajemen resiko Staff yang menentukan dan menetapkan strategi tujuan utama dan kebijaksanaan pengembangan usaha serta majemen resiko yang dipilih. 3.2 Metode penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kausal. Penelitian deskriptif adalah membuat deskripsi secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta fakta serta sifat- sifat dari populasi (objek) penelitian. Sedangkan penelitian kausal adalah penelitian untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (Independent Variables) terhadap variabel terikat (Dependent Variable).
41 3.3 Hipotesis Hipotesis merupakan kesimpulan atau jawaban sementara (tentative) terhadap permasalahan yang diteliti yang kebenaranya perlu di uji secara empiris. Dalam penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : Di duga terdapat pengaruh antara variabel x (pemberian motivasi) terhadap variabel y (produktivitas kerja karyawan) PT. Krakatau Wajatama. Menurut j. Supranto (2001 : 188) pengujian hipotesis tentang B (=koefisien regresi) adalah sebagai berikut : 1. Ho : B = 0 (adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y positif) 2. Ho : B = 0 (adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y negatif) 3.4 Sampel Penelitian Populasi penelitian merupakan keseluruhan subjek penelitian yang mempunyai yang mempunyai kesamaan karakteristik tertentu. Sedangkan sampel penelitian merupakan sebagian subjek yang akan digunakan sebagai dasar pengujian hipotesis, sehingga kesimpulan yang diperoleh dari sampel dianggap berlaku juga untuk populasi. dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah karyawan divisi HRD pada PT. KRAKATAU WAJATAMA. Yang berjumlah 30 responden. Jumlah Pengambilan sampling ini dikarenakan jumlah karyawan di bagian HRD berjumlah 30 karyawan.
42 3.5 Variabel dan Pengukuranya Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian yang berupa suatu konsep yang mempunyai variasi nilai. Dalam penelitian ini ada dua variabel yang dapat diukur, yaitu : 3.5.1 Variabel bebas (Independent Variables) Adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel terikat (dependent).dalam hal ini pemberian motivasi sebagai variabel x. 3.5.2 Variabel terikat (Dependent Variabel) Adalah merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dimana variabel terikat dalam penelitian ini adalah variabel produktivitas kerja karyawan sebagai variabel Y. Skala yang digunakan adalah Skala Likert,yang bertujuan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang dengan menyatakan setuju atau ketidak setujuan terhadap kejadian tertentu. Skala Ukuran Likert (Moh Nazir : 1999) yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sangat Setuju ( SS ) = 5 2. Setuju ( S ) = 4 3. Cukup Setuju ( CS ) = 3 4. Kurang Setuju (KS ) = 2 5. Tidak Setuju ( TS ) = 1
43 3.6 Defenisi Operasional Variabel Defenisi Operasional Variabel merupakan penjelasan dari pengertian teoritis variabel sehingga dapat diamati dan diukur. Variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.6.1 Motivasi Adalah dorongan yang di berikan perusahaan pada karyawan untuk meningkatkan motivasi kerja sehingga meningkatnya produktivitas kerja. Indikator indikator dari motivasi. Variabel Indikator Motivasi Kebutuhan fisikologis Kebutuhan sosial. Jaminan keselamatan. Penghargaan. Aktualisasi diri. Kompensasi Kepuasan dalam melaksanakan pekerjaan Kondisi lingkungan kerja Mengembangkan diri dalam berkarir Tanggung jawab Sumber :PT. Krakatau Wajatama
44 3.6.2 Produktivitas kerja karyawan Adalah suatu konsep yang menunjang adanya keterkaitan hasil kerja dengan sesuatu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari tenaga kerja. Variabel Indikator Produktivitas Kemampuan. Sikap dalam bekerja Situasi dan keadaan lingkungan. Motivasi. Upah yang diterima karyawan Meningkatkan hasil yang dicapai Semangat kerja Pengembangan diri Mutu dan kualitas dalam bekerja Prestasi kerja karyawan Sumber: PT.Krakatau Wajatama 3.7 Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data yang digunakan adalah. 3.7.1 Penelitian Lapangan (Field Research) Dari penelitian ini dihasilkan atau diperoleh data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner. Kuesioner ini berisi pertanyaan dan beberapa alternatif jawaban yang diajukan
45 kepada responden untuk dijawab. Sedangkan dari data sekunder diperoleh berupa sejarah perusahaan dan struktur organisasi. 3.7.2 Penelitian kepustakaan (library research) Penelitian ini menyediakan data sekunder yaitu merupakan teori-teori yang dijadikan acuan dan pendukung skripsi sehingga memiliki landasan teori yang kuat dan yang diperoleh dengan membaca dari berbagai buku literatur yang berkaitan dengan penelitian. 3.8 Metode Analisis Data Untuk menganalisis data yang ada, penulis menggunakan rumus analisis regresi linear sederhana. metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.8.1 Regresi Linier Sederhana Regresi Linier Sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independent (X) dengan satu acuan untuk memutuskan apakah ada peningkatan atau penurunan pada variabel dependent (X), maka untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan. Penulis menggunakan persamaan umum regresi linier sederhana. Adapun rumusnya yaitu: Y = a + bx Dimana untuk a dan b dapat dicari dengan rumus:
46 dan Dimana Y = taksiran nilai produktivitas kerja karyawan (Y) pada pemberian motivasi (X) a = nilai produktivitas kerja karyawan (Y) apabila pemberian motivasi (X) =0 b = perubahan nilai produktivitas kerja karyawan apabila terjadi perubahan pemberian motivasi (X) = 1 X = Pemberian motivasi n = jumlah responden 3.8.2 Pengujian Hipotesis Koefisien Regresi a. Ho : b = 0 ( pemberian motivasi tidak akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan PT. KRAKATAU WAJATAMA) b. Ha : b 0 ( pemberian motivasi akan berpengaruh positif dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT. KRAKATAU WAJATAMA
47 c. Penentu titik Kritis ( t tabel ) Terima Ho Tolak ho T tabel (tα/1:dƒ) d.pengambilan Keputusan ( tolak / terima ) keputusan untuk menerima atau menolak Ho dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung (to) dengan tabel. 1) Jika to > t tabel maka keputusanya adalah menerima Ha dan menolak Ho 2) Jika to < t tabel maka keputusanya adalah menerima Ho dan menolak Ha Sedangkan to adalah Karena β0 = 0 maka rumus to menjadi
48 Dimana: b = koofisien regresi Sb = kesalahan baku koefisien regresi Semua analisis tersebut menggunakan alat bantu perangkat lunak (Soft Ware) program aplikasi SPSS.