ANALISIS DATA KATEGORIK

dokumen-dokumen yang mirip
Analisis Data kategorik tidak berpasangan skala pengukuran numerik

UJI CHI-SQUARE. 1. Skala pengukuran. ada 4 jenis skala pengukuran yaitu nominal, ordinal (bertingkat), interval, rasio

Prosedur Uji Chi-Square

UJI CHI SQUARE. (Uji data kategorik)

IV. TEST UNTUK DATA NOMINAL DAN ORDINAL 14 Desember 2005

Uji Statistik yang Digunakan Untuk ANALISA BIVARIAT

Dua sampel independen, tidak terikat, tidak

Crosstab dan Chi-Square: Analisis Hubungan Antarvariabel Kategorikal

BAB II TABEL KATEGORIK 2 x 2

Pendahuluan RRL Model Pengaruh Tetap Model Pengaruh Random

UJI CHI SQUARE DAN FISHER EXACT

Aplikasi di Bidang Politik

Analisis Data Kategorikal

MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN

STMIK STIKOM BALIKPAPAN 1 CHI SQUARE

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian. Nim :

CHI-SQUARE: GOODNESS OF FIT TEST

Jika terdapat k variabel bebas, x dan Y merupakan variabel tergantung, maka diperoleh model linier dari regresi berganda seperti rumus [3.1]. [3.

Uji Perbandingan Rata-Rata

ANALISIS DATA EKSPLORATIF MODUL 3 TABEL KONTIGENSI DALAM SPSS

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei 2013.

MODUL UJI NON PARAMETRIK (CHI-SQUARE/X 2 )

Analisis Korelasi dan Regresi Sederhana

MATERI PERTEMUAN KE 3 SABTU, 5 APRIL 2014 EXPLORER. Buka kembali contoh soal pada pertemuan kedua minggu kemarin sbb:

Uji Perbandingan Rata-Rata

GUIDELINE PENGUJIAN MENGGUNAKAN SPSS

ANALISIS DATA KATEGORIK

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELETIAN

MENGOLAH DATA PENELITIAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN MINITAB. Menjadi Penting itu memang BAIK, namun lebih Penting menjadi BAIK

KUESIONER PENELITIAN


UJI HIPOTESIS UNTUK PROPORSI

10+ Departemen Statistika FMIPA IPB

Universitas Sumatera Utara

Mendesain Tabel Statistik Secara Profesional

STK511 Analisis Statistika. Pertemuan 12 Nonparametrik-Kategorik-Logistik

ISSN : Uji Chi-Square pada Statistika dan SPSS Ari Wibowo 5)

METODE PENELITIAN. cross sectional, dimana variabel bebas yaitu perilaku makan pagi (sarapan)

UJI NONPARAMETRIK (CHI SQUARE / X2)

Statistik Uji Kruskal-Wallis

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

TABEL 3 DATA PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN. PT. Adhi Karya Tbk Duri, Riau kerja dengan gejala photokeratitis pada pekerja las PT. Adhi Karya Persero Tbk Duri, Riau

Uji uji non parametrik Wilcoxon Uji beda data berpasangan. Oleh: Roni Saputra, M.Si

PRAKTIKUM ANALISIS DATA EKSPLORATIF

MATERI PERTEMUAN KE 3 EXPLORER. Buka kembali contoh soal pada pertemuan kedua minggu kemarin sbb:

PERNYATAAN SEBAGAI RESPONDEN

BAB II. Transformasi Data. Pedoman Memilih Teknik Statistik. Transformasi Data Compute Data Recode Data Tabulasi Silang Output dan Interpretasi

ANALISIS REGRESI DENGAN EXCEL

Pemanfaatan Excel untuk Analisis Data

PERILAKU MAHASISWA GUNADARMA KAMPUS DEPOK KREDIT DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU KREDIT. Hertyn Frianka/ /3EA12

faktornya berbeda, misalnya 2 taraf untuk faktor A dan 3 taraf untuk 2x2x3 maksudnya percobaan faktorial yang terdiri dari 3 faktor dengan taraf

Komputer Aplikasi MI. Mia Fitriawati, S.Kom. Pertemuan 5 & 6 : Tabel, Grafis, Daftar Isi- Tabel/Gambar & Mail Merge 2013/2014

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PERAWAT DI RS MEDISTRA, JAKARTA

ANALISIS DATA KOMPARATIF (T-Test)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Metode statistik non parametrik atau sering juga disebut metode bebas sebaran

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU GIZI UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2016

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

II. MENDESKRIPSIKAN DATA 13 Desember 2005

BAB IV. Statistik Parametrik. Korelasi Product Moment. Regresi Linear Sederhana Regresi Linear Ganda Regresi Logistik

BAB IV HASIL PENELITIAN. bidang penggilingan padi. Penggilingan Padi Karto terletak di Desa Bangun

Case Processing Summary. Cases. Valid Missing Total. PenolongPersalinan. Tenaga Kesehatan. Chi-Square Tests. Asymp. Sig. (2-

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIK ELEMENTER UJI ANALISIS VARIAN DUA ARAH (TWO WAY ANOVA) Dosen Pengampu Dr. Sri Harini, M.Si

Pengujian Chi-Square Untuk Asosiasi

Oleh : Silvira Ayu Rosalia ( ) Pembimbing : Ir. Sri Pingit Wulandari, M.Si

10 Departemen Statistika FMIPA IPB

PERTEMUAN 8: MENGOPERASIKAN DASAR DASAR MICROSOFT OFFICE EXCEL 2007

5 Departemen Statistika FMIPA IPB

TUGAS 1 SPSS STUDI KASUS STATISTIK PROFESI LULUSAN UNIKOM KELAS SISTEM INFORMASI 8 MENGGUNAKAN SPSS V.22

Inferensia Statistik parametrik VALID?? darimana sampel diambil

KUESIONER TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA

BAB IV METODE PENELITIAN. dengan perilaku pencegahan DBD pada murid sekolah dasar di Kota Depok.

PEDOMAN PENGAMATAN PERAWAT HUBUNGAN PELAKSANAAN EDUKASI PERAWAT TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN PASCA TINDAKAN NASOLARINGOSCOPY

Uji OR dan Regresi Logistik Sederhana

MAKALAH REGRESI LOGISTIK DAN REGRESI DENGAN VARIABLE DUMMY

Teknik Analisis Dampak Pendampingan

Uji Validitas Instrumen. by Ifada Novikasari

PENGARUH PERILAKU DOKTER TERHADAP KELENGKAPAN PENULISAN DATA REKAM MEDIS PADA RESUME PASIEN RAWAT INAP DI RSU IPI MEDAN TAHUN 2015 ERLINDAI ABSTRAK

UJI NONPARAMETRIK. Gambar 6.1 Menjalankan Prosedur Nonparametrik

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan suatu penelitian, seorang peneliti harus menentukan

Model Regresi Binary Logit (Aplikasi Model dengan Program SPSS)

Pengantar Pengolahan Data Statistik Menggunakan SPSS 22. Isram Rasal ST, MMSI, MSc

LEMBAR PERSETUJUAN PENELITI. Alamat: Jln Patra Raya Kp.Guji Rt 03/02 Kelurahan Duri Kepa Kecamatan Kebon

Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan penelitian dan tujuan yang hendak dicapai, jenis penelitian ini

MODUL III UJI HIPOTESIS DENGAN CHI-KUADRAT. TUJUAN 1. Memahami pengertian Uji Kebaikan Suai (goodness of fit test) dan Uji Kebebasan (Independensi)

Nandang Arif Saefuloh, M.Pd. *) Universitas Islam Nusantara, Jl. Soekarno-Hatta No. 530, Bandung, Abstrak

BAB IV. STATISTIK PARAMETRIK. KORELASI PRODUCT MOMENT. REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR GANDA REGRESI LOGISTIK

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional. Dalam penelitian cross sectional peneliti melakukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Modul Praktikum 4 Dasar-Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi

DIKTAT MATA KULIAH STATISTIKA PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

- Umur : tahun. - Pendidikan Terakhir : 1. SD 2. SMP 3. SMA 4. Akademi/Diploma 5. Perguruan Tinggi

Uji Z atau t Uji Z Chi- square

Transkripsi:

ANALISIS DATA KATEGORIK 7.1 Uji Independensi Khi Kuadrat Adakalanya kita menjumpai data yang bersifat kategorikal. Yang dimaksud dengan kategorikal di sini adalah data terkelompokkan berdasarkan kategori unit-unit eksperimen tertentu dan dihitung jumlahnya berdasarkan pengkategorian tersebut. Apabila data didasarkan menurut dua variabel kategori maka kita dapat menyusun tabel kontingensi 2 x 2. Misalkan dari data tersebut, kita ingin mengetahui indepedensi antara dua varibel, maka kita dapat menganalisisnya menggunakan uji khi kuadrat sebagai alternatif uji independensi. Contoh 7.1 Sebuah pabrik konveksi home industri mencatat ada 300 konveksi yang rusak dalam kurun satu bulan. Kerusakan ini kemudian dikelompokkan pada 4 jenis berdasarkan tingkat kerusakan (misal kerusakan I, II, III, dan IV). Si QC pabrik tersebut menduga jenis kerusakan berhubungan dengan shift karyawan yang terbagi menjadi 3, yaitu shift pagi, siang, dan malam. Untuk menguji dugaan QC, diperoleh data sesuai dengan Tabel 7.1. Tabel 7.1. Tabel Data Contoh 7.1. Kerusakan Shift I II III IV Pagi 15 21 45 13 Siang 26 31 34 5 Malam 33 17 49 11 141

Dengan tingkat signifikansi 5%, QC pabrik akan mencoba menguji dugaannya. Penyelesaian: 1. Konversi Data Sebelum input data ke worksheet Minitab, data pada Tabel 7.1 perlu dikonversi ke dalam bentuk Tabel 7.2 di bawah ini. Tabel 7.2. Konversi Data Tabel 7.1. K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 No shift tipe No shift tipe No shift tipe 1 1 1 101 2 1 201 3 1 2 1 1 102 2 1 202 3 1 3 1 1 103 2 1 203 3 1 4 1 1 104 2 1 204 3 1 5 1 1 105 2 1 205 3 1 6 1 1 106 2 1 206 3 1 7 1 1 107 2 1 207 3 1 8 1 1 108 2 1 208 3 1 9 1 1 109 2 1 209 3 1 10 1 1 110 2 1 210 3 1 11 1 1 111 2 1 211 3 1 12 1 1 112 2 1 212 3 1 13 1 1 113 2 1 213 3 1 14 1 1 114 2 1 214 3 1 15 1 1 115 2 1 215 3 1 16 1 2 116 2 1 216 3 1 17 1 2 117 2 1 217 3 1 18 1 2 118 2 1 218 3 1 19 1 2 119 2 1 219 3 1 20 1 2 120 2 1 220 3 1 21 1 2 121 2 2 221 3 1 22 1 2 122 2 2 222 3 1 23 1 2 123 2 2 223 3 1 24 1 2 124 2 2 224 3 2 25 1 2 125 2 2 225 3 2 142

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 No shift tipe No shift tipe No shift tipe 26 1 2 126 2 2 226 3 2 27 1 2 127 2 2 227 3 2 28 1 2 128 2 2 228 3 2 29 1 2 129 2 2 229 3 2 30 1 2 130 2 2 230 3 2 31 1 2 131 2 2 231 3 2 32 1 2 132 2 2 232 3 2 33 1 2 133 2 2 233 3 2 34 1 2 134 2 2 234 3 2 35 1 2 135 2 2 235 3 2 36 1 2 136 2 2 236 3 2 37 1 3 137 2 2 237 3 2 38 1 3 138 2 2 238 3 2 39 1 3 139 2 2 239 3 2 40 1 3 140 2 2 240 3 2 41 1 3 141 2 2 241 3 3 42 1 3 142 2 2 242 3 3 43 1 3 143 2 2 243 3 3 44 1 3 144 2 2 244 3 3 45 1 3 145 2 2 245 3 3 46 1 3 146 2 2 246 3 3 47 1 3 147 2 2 247 3 3 48 1 3 148 2 2 248 3 3 49 1 3 149 2 2 249 3 3 50 1 3 150 2 2 250 3 3 51 1 3 151 2 2 251 3 3 52 1 3 152 2 3 252 3 3 53 1 3 153 2 3 253 3 3 54 1 3 154 2 3 254 3 3 55 1 3 155 2 3 255 3 3 56 1 3 156 2 3 256 3 3 57 1 3 157 2 3 257 3 3 58 1 3 158 2 3 258 3 3 59 1 3 159 2 3 259 3 3 143

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 No shift tipe No shift tipe No shift tipe 60 1 3 160 2 3 260 3 3 61 1 3 161 2 3 261 3 3 62 1 3 162 2 3 262 3 3 63 1 3 163 2 3 263 3 3 64 1 3 164 2 3 264 3 3 65 1 3 165 2 3 265 3 3 66 1 3 166 2 3 266 3 3 67 1 3 167 2 3 267 3 3 68 1 3 168 2 3 268 3 3 69 1 3 169 2 3 269 3 3 70 1 3 170 2 3 270 3 3 71 1 3 171 2 3 271 3 3 72 1 3 172 2 3 272 3 3 73 1 3 173 2 3 273 3 3 74 1 3 174 2 3 274 3 3 75 1 3 175 2 3 275 3 3 76 1 3 176 2 3 276 3 3 77 1 3 177 2 3 277 3 3 78 1 3 178 2 3 278 3 3 79 1 3 179 2 3 279 3 3 80 1 3 180 2 3 280 3 3 81 1 3 181 2 3 281 3 3 82 1 4 182 2 3 282 3 3 83 1 4 183 2 3 283 3 3 84 1 4 184 2 3 284 3 3 85 1 4 185 2 3 285 3 3 86 1 4 186 2 4 286 3 3 87 1 4 187 2 4 287 3 3 88 1 4 188 2 4 288 3 3 89 1 4 189 2 4 289 3 3 90 1 4 190 2 4 290 3 4 91 1 4 191 3 1 291 3 4 92 1 4 192 3 1 292 3 4 93 1 4 193 3 1 293 3 4 144

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 No shift tipe No shift tipe No shift tipe 94 1 4 194 3 1 294 3 4 95 2 1 195 3 1 295 3 4 96 2 1 196 3 1 296 3 4 97 2 1 197 3 1 297 3 4 98 2 1 198 3 1 298 3 4 99 2 1 199 3 1 299 3 4 100 2 1 200 3 1 300 3 4 Keterangan: K2, K5, K8 adalah kolom shift dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk shift Pagi. Label 2: shift Siang, dan label 3: shift Malam. K3, K6, K9 adalah kolom kerusakan dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk Kerusakan jenis I. Label 2: Kerusakan jenis II. Label 3: Kerusakan jenis III, dan label 4: Kerusakan jenis IV. 2. Input Data Setelah konversi data, selanjutnya yang kita lakukan adalah input data dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut. Buka Minitab 15. Arahkan kursor pada Worksheet 1***. Beri Nama kolom C1: No dan isi sel-sel pada kolom C1 sesuai data pada kolom K1, K4, K7 pada Tabel 7.2. Beri Nama kolom C2: Shift dan isi sel-sel pada kolom C2 sesuai data pada kolom K2, K5, K8 pada Tabel 7.2. Beri Nama kolom C3: Kerusakan dan isi sel-sel pada kolom C3 sesuai data pada kolom K3, K6, K9 pada Tabel 7.2. Simpan file dengan nama: Chi1. Data dapat dibuka pada bonus CD dengan nama Chi1.MPJ. Tampilan worksheet 1*** seperti Gambar 7.1. 145

3. Analisis Data Gambar 7.1 Input data Chi1 Pilih menu Stat Tables Cross Tabulation and Chi -Square..., tampilan seperti Gambar 7.2. Gambar 7.2 Stat Tables Cross Tabulation and Chi-Square... 146

Isi kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square dengan mengisikan: For rows: Shift, dengan cara arahkan kursor pada For rows kemudian dobel klik pada C2 Shift, sehingga Shift secara otomatis masuk pada For rows. For column: Kerusakan, dengan cara arahkan kursor pada For column kemudian dobel klik pada C3 Kerusakan sehingga Kerusakan secara otomatis masuk pada For column. Tampilan kotak dialog Display Descriptive Statistics seperti Gambar 7.3. Gambar 7.3 Kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square Klik Chi Square... Klik Chi-Square analysis. Klik Expected cell counts. Klik OK, tampilan seperti Gambar 7.4. Gambar 7.4 Kotak dialog Cross Tabulation - Chi-Square 147

Klik OK. 4. Output Analisis Data Tabulated statistics: shift, Kerusakan Rows: shift Columns: Kerusakan 1 2 3 4 All 1 15 21 45 13 94 23.19 21.62 40.11 9.09 94.00 2 26 31 34 5 96 23.68 22.08 40.96 9.28 96.00 3 33 17 49 11 110 27.13 25.30 46.93 10.63 110.00 All 74 69 128 29 300 74.00 69.00 128.00 29.00 300.00 Cell Contents: Count Expected count Pearson Chi-Square = 16.273, DF = 6, P-Value = 0.012 Likelihood Ratio Chi-Square = 16.804, DF = 6, P-Value = 0.010 5. Interpretasi Output Data 5.1. Frekuensi Amatan dan Estimasi Data Rows: shift Columns: Kerusakan 1 2 3 4 All 1 15 21 45 13 94 (23.19) (21.62) (40.11) (9.09) 94.00 2 26 31 34 5 96 (23.68) (22.08) (40.96) (9.28) 96.00 3 33 17 49 11 110 (27.13) (25.30) (46.93) (10.63) 110.00 All 74 69 128 29 300 74.00 69.00 128.00 29.00 300.00 148

Analisis: Dari informasi di atas nampak bahwa jumlah (frekuensi) tiap sel yang teramati sudah sesuai dengan data Tabel 7.1. Apabila dibandingkan dengan dua shift lainnya, nampak jumlah kerusakan terbanyak terjadi pada shift malam, yaitu sebanyak 110 kerusakan. Adapun angka di dalam kurung menunjukkan frekuensi yang diestimasi. Misal frekuensi estimasi untuk kerusakan jenis I adalah 23.19 dan seterusnya. 5.2. Uji Khi Kuadrat Selanjutnya untuk menguji dugaan QC, dapat dilakukan uji Khi Kuadrat dengan langkah-langkah sebagai berikut. i. Susun Hipotesis: H 0 : Faktor shift dan kerusakan konveksi saling independen H 1 : Faktor shift dan kerusakan konveksi tidak saling independen ii. Tingkat Signifikansi α = 0. 05 iii. Hitungan: Pearson Chi-Square = 16.273, DF = 6, P-Value = 0.012 Likelihood Ratio Chi-Square = 16.804, DF = 6, P-Value = 0.010 iv. Kesimpulan: Dari tabel di atas dapat diperoleh kesimpulan, yaitu: Karena Pearson Chi- Square= χ 2 = 16.273 dan tolak H 0 jika 2 2 2 > χ ( r 1)( c 1), α = χ (3 1)(4 1),0.05 = χ 6,0.05 = 12. 5916 maka H 0 ditolak. Karena P-Value =0.012 dan tolak H 0 jika maka H 0 ditolak. α = 2 χ 0.05 > P Value Dengan kata lain, faktor shift dan kerusakan saling dependen, QC bisa mengatakan bahwa kerusakan konveksi yang terjadi berkaitan 149

dengan shift karyawan yang diberlakukan pada pabrik tersebut. Apabila diperhatikan dengan jumlah kerusakan pada tiap shift-nya, QC dapat memfokuskan perhatiannya pada shift malam dengan memberikan perlakuan tertentu pada karyawan, mengingat pada shift tersebut kerusakan terjadi paling banyak. 7.2 Uji Homogenitas Khi Kuadrat Khi Kuadrat dapat pula digunakan untuk menguji apakah sampel yang diambil secara acak oleh eksperimenter sudah homogen sesuai dengan populasinya. Contoh 7.2 Data diambil dari Bhisma Murti (1996). Suatu hipotesis menyatakan bahwa insidensi depresi di antara penderita hipoglikemia, lebih tinggi yang tidak menderita hipoglikemia. Sebanyak 200 orang diobservasi dan diperoleh data sesuai Tabel 7.3. Tabel 7.3. Tabel Data Contoh 7.2. Sampel Depresi Ya Tidak Hipoglikemia 30 20 Tidak Hipoglikemia 72 78 Dengan tingkat signifikansi 5%, akan dilakukan uji homogenitas antara kedua sampel tersebut! Penyelesaian: 1. Konversi Data Sebelum input data ke worksheet Minitab, data pada Tabel 7.3 perlu dikonversi ke dalam bentuk Tabel 7.4 di bawah ini. 150

Tabel 7.4. Konversi Data Tabel 7.3. K1 K2 K3 K4 K5 K6 No Sampel Depresi No Sampel Depresi 1 1 1 101 2 1 2 1 1 102 2 1 3 1 1 103 2 1 4 1 1 104 2 1 5 1 1 105 2 1 6 1 1 106 2 1 7 1 1 107 2 1 8 1 1 108 2 1 9 1 1 109 2 1 10 1 1 110 2 1 11 1 1 111 2 1 12 1 1 112 2 1 13 1 1 113 2 1 14 1 1 114 2 1 15 1 1 115 2 1 16 1 1 116 2 1 17 1 1 117 2 1 18 1 1 118 2 1 19 1 1 119 2 1 20 1 1 120 2 1 21 1 1 121 2 1 22 1 1 122 2 1 23 1 1 123 2 2 24 1 1 124 2 2 25 1 1 125 2 2 26 1 1 126 2 2 27 1 1 127 2 2 28 1 1 128 2 2 29 1 1 129 2 2 30 1 1 130 2 2 31 1 2 131 2 2 32 1 2 132 2 2 33 1 2 133 2 2 151

K1 K2 K3 K4 K5 K6 No Sampel Depresi No Sampel Depresi 34 1 2 134 2 2 35 1 2 135 2 2 36 1 2 136 2 2 37 1 2 137 2 2 38 1 2 138 2 2 39 1 2 139 2 2 40 1 2 140 2 2 41 1 2 141 2 2 42 1 2 142 2 2 43 1 2 143 2 2 44 1 2 144 2 2 45 1 2 145 2 2 46 1 2 146 2 2 47 1 2 147 2 2 48 1 2 148 2 2 49 1 2 149 2 2 50 1 2 150 2 2 51 2 1 151 2 2 52 2 1 152 2 2 53 2 1 153 2 2 54 2 1 154 2 2 55 2 1 155 2 2 56 2 1 156 2 2 57 2 1 157 2 2 58 2 1 158 2 2 59 2 1 159 2 2 60 2 1 160 2 2 61 2 1 161 2 2 62 2 1 162 2 2 63 2 1 163 2 2 64 2 1 164 2 2 65 2 1 165 2 2 66 2 1 166 2 2 67 2 1 167 2 2 152

K1 K2 K3 K4 K5 K6 No Sampel Depresi No Sampel Depresi 68 2 1 168 2 2 69 2 1 169 2 2 70 2 1 170 2 2 71 2 1 171 2 2 72 2 1 172 2 2 73 2 1 173 2 2 74 2 1 174 2 2 75 2 1 175 2 2 76 2 1 176 2 2 77 2 1 177 2 2 78 2 1 178 2 2 79 2 1 179 2 2 80 2 1 180 2 2 81 2 1 181 2 2 82 2 1 182 2 2 83 2 1 183 2 2 84 2 1 184 2 2 85 2 1 185 2 2 86 2 1 186 2 2 87 2 1 187 2 2 88 2 1 188 2 2 89 2 1 189 2 2 90 2 1 190 2 2 91 2 1 191 2 2 92 2 1 192 2 2 93 2 1 193 2 2 94 2 1 194 2 2 95 2 1 195 2 2 96 2 1 196 2 2 97 2 1 197 2 2 98 2 1 198 2 2 99 2 1 199 2 2 100 2 1 200 2 2 153

Keterangan: K2, K5 adalah kolom sampel dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk Hipoglikemia. Label 2: Tidak Hipoglikemia K3, K6 adalah kolom depresi dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk depresi, label 2: tidak depresi. 2. Input Data Setelah konversi data, selanjutnya yang kita lakukan adalah input data dengan melakukan langkah-langkah berikut. Buka Minitab 15. Arahkan kursor pada Worksheet 1***. Beri Nama kolom C1: No dan isi sel-sel pada kolom C1 sesuai data pada kolom K1, K4 Tabel 7.4. Beri Nama kolom C2: Sampel dan isi sel-sel pada kolom C2 sesuai data pada kolom K2, K5 Tabel 7.4. Beri Nama kolom C3: Depresi dan isi sel-sel pada kolom C3 sesuai data pada kolom K3, K6 Tabel 7.4. Simpan file dengan nama: Chi2. Data dapat dibuka pada bonus CD dengan nama Chi1.MPJ. Gambar 7.5 Input data Contoh Kasus 7.2 154

3. Analisis Data Pilih menu Stat Tables Cross Tabulation and Chi -Square... Gambar 7.6 Stat Tables Cross Tabulation and Chi-Square... Isi kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square dengan: For rows: Sampel, dengan cara arahkan kursor pada For rows kemudian dobel klik pada C2 Sampel, sehingga Sampel secara otomatis masuk pada For rows. For column: Kerusakan, dengan cara arahkan kursor pada For column kemudian dobel klik pada C3 Kerusakan sehingga Kerusakan secara otomatis masuk pada For column. Gambar 7.7 Kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square 155

Klik Chi Square... Klik Chi-Square analysis. Klik OK, tampilan seperti Gambar 7.8. Gambar 7.8 Kotak dialog Cross Tabulation - Chi-Square Klik OK. 4. Output Analisis Data Tabulated statistics: Sampel, Depresi Rows: Sampel Columns: Depresi 1 2 All 1 30 20 50 2 72 78 150 All 102 98 200 Cell Contents: Count Pearson Chi-Square = 2.161, DF = 1, P-Value = 0.142 Likelihood Ratio Chi-Square = 2.174, DF = 1, P-Value = 0.140 5. Interpretasi Output Data Rows: Sampel 1 2 All 1 30 20 50 2 72 78 150 All 102 98 200 Columns: Depresi 156

Analisis: Sebanyak 200 pasien diobservasi terdiri atas 50 orang sampel I yang merupakan penderita hipoglikemia dan 150 bukan penderita hipoglikemia. Dari 50 orang hipoglikemia tersebut sebanyak 30 orang mengalami depresi, dan dari 150 orang bukan penderita hipoglikemia sebanyak 72 orang menderita depresi. Selanjutnya uji homogenitas dapat dilakukan dengan langkah-langkah uji sebagai berikut. i. Susun Hipotesis: H 0 : Sampel I dan II homogen H 1 : Sampel I dan II tidak homogen ii. Tingkat Signifikansi α = 0. 05 iii. Hitungan: Pearson Chi-Square = 2.161, DF = 1, P-Value = 0.142 iv. Kesimpulan: Dari tabel di atas nampak dapat diperoleh kesimpulan, yaitu: Karena Pearson Chi- Square= χ 2 = 2.161 dan tolak H 0 jika 2 2 2 ( 1)( 1), (2 1)(2 1),0.05 1,0. 05 = 2 χ > χ r c α = χ = χ 3.84146 maka H 0 tidak ditolak Karena P-Value =0.142 dan tolak H 0 jika maka H 0 tidak ditolak. α = 0.05 > P Value Dengan kata lain, sampel I dan sampel II homogen, kita dapat mengatakan pula bahwa insidensi depresi penderita hipoglikemia belum tentu lebih tinggi daripada yang bukan penderita hipoglikemia. 7.3 Uji Pasti Fisher Menurut Fisher (1973), uji ini dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel yang bersifat kategorikal 157

(dalam Murti B, 1996). Masih diambil dari buku yang sama, akan diuraikan contoh kasus penggunaan uji pasti Fisher. Contoh 7.3 Data diambil dari buku Murti B (1996). Suatu eksperimen dilakukan untuk mengetahui manfaat pemakaian obat indomethacine atau plasebo pada bayi prematur terhadap penutupan ductus ateriosus. Data sesuai dengan Tabel 7.5. Tabel 7.5. Data Contoh Kasus 7.3. Penutupan Ductus Arteriosus Indomethacine Perlakuan Plasebo Ya 5 1 Tidak 2 7 Dengan tingkat signifikansi 5%, akan dilakukan uji pasti Fisher. Penyelesaian: 1. Konversi Data Sebelum input data ke worksheet Minitab, data pada Tabel 7.5 perlu dikonversi ke dalam bentuk Tabel 7.6 di bawah ini. Tabel 7.6. Konversi Data Tabel 7.5. No Penutupan Perlakuan 1 1 1 2 1 1 3 1 1 4 1 1 5 1 1 6 1 2 7 2 1 8 2 1 9 2 2 10 2 2 11 2 2 158

No Penutupan Perlakuan 12 2 2 13 2 2 14 2 2 15 2 2 Keterangan: Kolom penutupan dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk penutupan Dusctu s Arteriosus (Ya), dan label 2 menunjukkan nilai untuk penutupan Dusctu s Arteriosus (Tidak). Kolom perlakuan dengan pemberian label 1 menunjukkan nilai untuk Indomethacine dan label 2 menunjukkan nilai untuk plasebo. 2. Input Data Setelah konversi data, selanjutnya yang kita lakukan adalah input data dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut. Buka Minitab 15. Arahkan kursor pada Worksheet 1***. Beri Nama kolom C1: No dan isi sel-sel pada kolom C1 sesuai data pada kolom 1 Tabel 7.6. Beri Nama kolom C2: Penutupan dan isi sel-sel pada kolom C2 sesuai data pada kolom 2 Tabel 7.6. Beri Nama kolom C3: Perlakuan dan isi sel-sel pada kolom C3 sesuai data pada kolom 3 Tabel 7.6. Simpan file dengan nama: Fisher. Data dapat dibuka pada bonus CD dengan nama Fisher.MPJ. Tampilan worksheet 1*** seperti Gambar 7.9. 159

3. Analisis Data Gambar 7.9 Input data Fisher Pilih menu Stat Tables Cross Tabulation and Chi -Square..., tampilan seperti Gambar 7.10. Gambar 7.10 Stat Tables Cross Tabulation and Chi-Square... 160

Isi kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square dengan mengisikan: For rows: Penutupan, dengan cara arahkan kursor pada For rows kemudian dobel klik pada C2 Penutupan sehingga Penutupan secara otomatis masuk pada For rows. For column: Perlakuan, dengan cara arahkan kursor pada For column kemudian dobel klik pada C3 Perlakuan sehingga Perlakuan secara otomatis masuk pada For column. Gambar 7.11 Kotak dialog Cross Tabulation and Chi-Square Klik Other Stats... Klik Fisher s exact test for 2x2 tables. Klik OK, tampilan seperti Gambar 7.12. Gambar 7.12 Kotak dialog Cross Tabulation Other Statistics 161

Klik OK. 4. Output Analisis Data Tabulated statistics: Penutupan, Perlakuan Rows: Penutupan Columns: Perlakuan 1 2 All 1 5 1 6 2 2 7 9 All 7 8 15 Cell Contents: Count Fisher's exact test: P-Value = 0.0405594 5. Interpretasi Output Data Rows: Penutupan 1 2 All 1 5 1 6 2 2 7 9 All 7 8 15 Columns: Perlakuan Analisis: Dari tabel kontingensi di atas menunjukkan bahwa pemberian indomethacine pada bayi prematur, sebanyak 5 bayi mengalami penutupan Ductus Arteriosus dan 2 bayi tidak mengalaminya. Adapun dengan pemberian obat placebo, hanya 1 bayi yang mengalami penutupan Dustus Arteriosus, sedangkan 7 bayi tidak mengalaminya. Untuk menguji kemaknaan antara variable Penutupan dan Perlakuan dilakukan uji Pasti Fisher dengan langkahlangkah sebagai berikut. i. Susun Hipotesis: H 0 : Pemakaian obat Indomethacine dan Plasebo mempengaruhi pada penutupan Dustus Arteriosus bayi prematur. 162

1 H : Pemakaian obat Indomethacine dan Plasebo tidak mempengaruhi pada penutupan Dustus Arteriosus bayi prematur. ii. Dipilih tingkat signifikansi 1%. iii. Hitungan: Fisher's exact test: P-Value = 0.0405594 iv. Kesimpulan: Karena diperoleh Fisher s exact test: P-Value=0.0405594 dan H 0 ditolak jika α =0.01> P-Value maka diperoleh analisis bahwa H 0 tidak ditolak. Dengan kata lain, pemberian obat Indomethacine dan Plasebo dapat mempengaruhi penutupan Dustus Arteriosus pada bayi prematur. *** 163