4. Metode Mekanika Statistik

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk

2. Deskripsi Statistik Sistem Partikel

Gambar 5. Siklus Stirling. Sekarang kita lihat empat tingkat siklus Stirling. Misalkan silinder mesin berisi

BAB II LANDASAN TEORI

Chap 6 Model-Gas Real dan Ekspansi Virial. 1. Ekspansi Virial 2. Gugus Mayer

Mekanika Fluida 1. (Courtesy of Dr. Yogi Wibisono)

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

r, sistem (gas) telah melakukan usaha dw, yang menurut ilmu mekanika adalah : r r

Ade Reza Wijaya, Neva Satyahadewi, Setyo Wira Rizki INTISARI

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

LISTRIK STATIS (3) Potensial Listrik BAB 1 Fisika Dasar II 44

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

Statistik + konsep mekanika. Hal-hal yang diperlukan dalam menggambarkan keadaan sistem partikel adalah:

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

BAB - X SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

1 Sistem Koordinat Polar

ANALISIS DATA GEOFISIKA MONITORING GUNUNGAPI BERDASAR PENGEMBANGAN PEMODELAN ANALITIK DAN DISKRIT

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

IX. Aplikasi Mekanika Statistik

BAB 2 LANDASAN TEORI. Gambar 2.1. Proses fluoresensi dan fosforesensi [14].

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

3. Termodinamika Statistik

Konstruksi Fungsi Lyapunov untuk Menentukan Kestabilan

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

FI-5002 Mekanika Statistik SEMESTER/ Sem /2017 PR#1 : Review of Thermo & Microcanonical Ensemble Dikumpulkan :

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

II. KINEMATIKA PARTIKEL

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda

a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Tekuk Torsi Lateral Pertemuan 9, 10

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. 4-2 Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

LAMPIRAN A. (Beberapa Besaran Fisika, Faktor konversi dan Alfabet Yunani)

MODEL CAMPURAN LINEAR. Bab 6 Linear Mixed Models ( )

Jawaban. atau 1 xkt. h c = = = atau. 4,965k

Perancangan Poros Transmisi

Gambar 4.3. Gambar 44

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

SOLUTION QUIZ 1 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI FISIKA

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

Analisis Unjuk Kerja Motor Induksi Dengan Pengendali Thyristor Anti-Paralel

Fisika Dasar I (FI-321)

Perpindahan Panas Konduksi. Steady-state satu arah pada permukaan datar, silinder, dan bola

Ensembel Grand Kanonik (Kuantum) Gas IDeal

Konsep energi potensial elektrostatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dari r = ke r = r A Seperti digambarkan sbb :

III. METODE PENELITIAN

Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa 2012 ISBN : Surabaya, 25 Pebruari 2012

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

Teori Dasar Medan Gravitasi

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

log log. log q 1 log. log15

TEOREMA PEMBATASAN DIMENSI DUA. Hendra Gunawan Jurusan Matematika ITB Jl. Ganesha 10 Bandung

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

Solusi Persamaan Ricci Flow dalam Ruang Empat Dimensi Bersimetri Bola

BAB II DASAR TEORI. S 12 Gambar 2-1. Jaringan Dua Port dan Parameter-S

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

= = =

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.

ENERGI SIMETRI DAN ANTI-SIMETRI PADA ION MOLEKUL HIDROGEN H

BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA

BAB 2 DASAR TEORI. on maka S 1. akan off. Hal yang sama terjadi pada S 2. dan S 2. Gambar 2.1 Topologi inverter full-bridge

VI. Teori Kinetika Gas

*ANALISIS KORELASI* { }

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

KERETAKAN KRISTAL TUNGGAL LITHIUM NIOBATE YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE CZOCHRALSKI

Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

Fisika Dasar I (FI-321)

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

LAMPIRAN I. Alfabet Yunani

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

Efek de Haas-Van Alphen

BAB VII ANALISIS VARIANSI KLASIFIKASI 2 ARAH DENGAN INTERAKSI

EVALUASI DANA PENSIUN DENGAN METODE BENEFIT PRORATE CONSTANT PERCENT. Abstrak

OVERVIEW Persamaan keadaan adalah persamaan yang menyatakan hubungan antara state variable

Gelombang Elektromagnetik

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

V. Potensial Termodinamika

ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

II. TINJAUAN PUSTAKA

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

BAB 3 ANALISIS DAN MINIMISASI RIAK ARUS SISI AC

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari Gas elektron bebas yang mencakup: Elektron

Transkripsi:

4. Metode Mekanika Statistik Reesentatif ensemble ada bebeaa sistem Distibusi Kanonik Fungsi Patisi dan ntoi Sistem Kanonik Besa 4.1. Reesentatif nsemble ada Bebeaa Sistem Sistem teisolasi: Ada atikel beada dalam volume:v enegi antaa dan + δ Pada situasi keseimbangan, sistem daat ditemukan dengan eluang sama ada setia accessible states. Kemungkinan menemukan sistem dalam keadaan (dengan enegi ): P C bila < < +δ = 0 ada kondisi lain ilai C daat ditentukan dengan nomalisasi. disebut ensemble mikokanonik. Sistem dalam kontak dengan esevoi anas: A A (esevoi) Sistem gabungan A (0) A & A Konsevasi enegi: + = (0) Dai hal ini, kemungkinan menemukan sistem dalam keadaan : M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 37

P = C Ω ( (0) ) Seeti biasanya C daat dieoleh dengan nomalisasi: P = 1 Sekaang kita angga bahwa A jauh lebih kecil dai A, sehingga << (0), oleh kaena itu: (0) (0) ln Ω' ln Ω'( ) = ln Ω'( )... ' 0 dengan menuliskan: ln Ω' β ' kaakteistik esevoi A 0 maka: atau ln Ω ( (0) ) = ln Ω ( (0) ) β Ω'( ) =Ω '( ) e (0) (0) Dai hal ini, esamaan P = C Ω ( (0) ) daat ditulis: P = Ce Sekali lagi C meuakan konstanta yang tidak tegantung : C = e 1 Dengan demikian obabilitas daat dituliskan secaa ekslisit: P e = e Fakto eksonensial distibusi kanonik. disebut fakto Boltzmann dan distibusi P = Ce disebut e β P bekaitan dengan enegi tunggal. Sekaang obabilitas P() untuk menemukan A memiliki enegi antaa dan +δ P ( ) = P disini < <+δ. Seteusnya daat ditulis: P( ) = CΩ ( ) e Bebagai haga ata-ata daat dicai: M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 38

y = e e y 4.. Contoh-contoh Pemakaian 4..1. Paamagnetisme H Sejumlah a atom besin memiliki momen magnetik intinsik Dua kemunngkinan keadaan: + : sin u (aalel H) : sin u (anti aalel H) negi: = μ H Jadi: + = μh - = + μh Pobabilitas Pi = Ce i P + = C e -β P = C e β Haga ata-ata momen magnetik: Pμ P+ μ + P ( μ) μ H = = P P + P μh = μ tanh + M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 39

Pehatikan dua kondisi ekstim tanh y: y << 1 tanh y y y >> 1 tanh y 1 Jadi untuk μh μ H << 1 μ H = μh >> 1 μh = μ Kalau kita definisikan χ : susetibilitas magnetik M = χ H M : magnetisasi 0μ H 0μ μh χ = untuk <<< 1 Sesuai dengan hukum Cuie. μh Untuk >>> 1 dieoleh M o o μ Telihat bahwa M 0 tidak tegantung H, disini M 0 mengalami satuasi. M 0 μ M maks M H μh M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 40

4... Molekul ada Gas Ideal Molekul-molekul teus meneus dalam kotak tana inteaksi lua enegi hanya tedii dai enegi kinetik k = ½ mv = m Posisi: dan + d Momentum: dan + d Volume dai uang fasa: d 3 d 3 = dx dy dz d x d y d z Poblem Fisika statistik tentu saja untuk mencai obabilitas: 3 3 3 3 d d m 3 h 0 P(, ) d d e Untuk momentum saja: 3 3 3 m 3 = P( ) d P(, ) d d e d Daat dituunkan untuk keceatan: m 3 3 3 P( v) d v = P( ) d = Ce d v Kalau dinomalisasi 3 3 P(, v) d d v = 3/ mv 3 3 m 3 3 dihasilkan: P( v) d d v = e d d v V π Distibusi Maxwell-Boltzmann M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 41

4..3. Molekul Gas Ideal dalam Pengauh Gavitasi = + mgz m z 3 3 β mgz 3 3 d d + m P(, ) d d e 3 h 0 Untuk momentum saja: 3 m 3 P( ) d = Ce d Untuk suatu ketinggian z: P(z) dz : kemungkinan suatu molekul beada diantaa z dan z+dz 3 3 Pzdz ( ) = xy, P(, ) dd menghasilkan: mgz / P( z) dz = C ' e dz mgz / P( z) dz = P(0) e dz (law of atmoshee) 4.3. Pengetian Fungsi Patisi Sistem dengan negi Rata-ata Tetentu M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 4

ambil a sebagai jumlah sub-sistem dengan enegi, maka: Σ a = konstan Kalau kita gunakan distibusi kanonik: P e e = (es. (1)) e Sekaang kita lakukan ehitungan enegi ata-ata: e P = Ce = e valuasi embilang ada es. (1) dieoleh: Z e = ( e ) = β β = β Z e dengan ( ) Bandingkan kembali dengan esamaan (1), dieoleh: 1 Z ln Z = = Z β β Z disebut sebagai fungsi atisi (sum ove states, Zustand Summe) Dai Z ini bebagai besaan Fisika daat dituunkan. (Ruanya besaan ini kometito Ω()!!) Pehatikan bebeaa contoh beikut: Disesi : ( Δ ) = ln Z = = β β (Poof this!, if you can t do it, lease consult Reif. 13) Keja: d' W = ~ Xdx ~ disini: X = x seteusnya daat ditunjukkan: M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 43

~ X 1 ln Z = β x Contoh untuk kasus tekanan: 1 ln Z d' W = dv = dv β V Jadi 1 ln Z = β V Hubungan dengan Temodinamika: d ln Z = βd' W dβ = β d' W d( β ) + βd d (ln Z + β ) = β ( d' W + d ) = βd' Q Bandingkan dengan d' Q ds = T daat disimulkan: S = (ln Z + β ) k 1 aabila digunakan β = dieoleh: TS = ln Z + negi bebas Helmholtz: F = TS = ln Z Telihat daat dituunkan langsung dai fungsi atisi. Pilih Z atau Ω??? ntoi daat dinyatakan: S k ln Ω() S k(ln Z + β ) atau Secaa matematik, ehitungan ln Z lebih mudah dibandingkan k ln Ω(). ln Z melibatkan jumlah ada semua keadaan, sedangkan Ω() meuakan jumlah keadaan antaa dan +δ yang cuku sulit ehitungannya. Secaa fisis, definisi S k ln Ω() lebih tansaan. M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 44

4.4. nsemble Kanonik Besa (Gand Canonical nsemble) Pada diskusi sebelumnya: A A Tejadi inteaksi temal: Konsevasi enegi: + = (0) Sekaang kita tinjau jenis sistem lain, disini bukan hanya enegi yang dietukakan tetai atikel juga diebolehkan beindah: A A Maka ada sistem A (0) = A + A : bukan hanya tejadi konsevasi enegi, tetai jumlah atikel ada kombinasi sistem ini juga teta: + = (0) = konstan + = 0) = konstan Sama seeti agumen tedahulu (detail baca di Reif!): P (, ) Ω ( (0), (0) ) dan seteusnya didaatkan distibusi Kanonik besa: P e α Seeti yang lalu β meuakan aamete temeatu, disini α daat dikaitkan dengan otensial kimia : μ = α negi dan jumlah atikel ata-ata: α e = ; α e e = e α α M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 45

Selanjutnya daat dibuktikan (bukti lengka ada ying et al., Statistical Mechanics and Dynamics, halaman 04-05) ln Z = V T, μ ( T ln Z) S = k V, μ ln Z = μ VT, dengan Z meuakan fungsi atisi gand canonic. Contoh-contoh soal: 1. Suatu sistem dua level dengan = n 1 +n atikel beenegi masing-masing 1 dan. Sistem ini beada dalam kontak dengan suatu esevoi anas besuhu T. Bila ada suatu emisi kuantum tejadi menuju ke esevoi, tejadi eubahan oulasi sistem n n - 1 dan n 1 n 1 + 1. (Angga n 1 dan n sangat besa) Hitung eubahan entoi: (a) ada sistem dua level (b) ada esevoi (c) dai (a) dan (b) fomulasikan asio n /n 1 (Qualifying xam in Univesity of Califonia at Bekeley) Jawab: Visualisasi oblem: n n 1 T esevoi (a) Peubahan entoi ada sistem dua level: ΔS = S akhi S awal!! = kln kln ( n 1)!( n1+ 1)! n! n1! n n = kln kln n1+ 1 n1 (b) Peubahan entoi ada esevoi: ΔQ Δ S = = 1 T T (c) dai (a) dan (b): ΔS 1 + ΔS = 0 dieoleh: M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 46

n ex 1 = n1. Pehatikan idealisasi suatu kistal yang memiliki buah titik kisi juga osisi intestisial (osisi anta titik kisi dimana atom juga daat menemati). Misalkan ε meuakan enegi yang dibutuhkan untuk memindahkan atom dai osisi titik kisi ke intestisial dan n meuakan jumlah atom-atom yang menemati osisi intestisial dalam keadaan keseimbangan (a) Hitung enegi intenal sistem! (misalkan U o meuakan enegi intenal bila semua atom menemati titik kisinya) (b) Beaa entoi S? beikan fomulasi asimtotik bila n>>>1? (c) yatakan oulasi n dalam suhu keseimbangan T! (Qualifying xam in Pinceton Univesity) Jawab: (a) Kaena ada n atom menemati osisi intestisial maka enegi dalam menjadi: = U o + nε (b) Kombinasi:! Cn = n!( n)! ada C n caa n atom menemati osisi kisi dan ada C n caa ula n atom menemati osisi intestisial, jadi jumlah keadaan mikoskoik: ( C ) n Ω=, sehingga:! S = kln n!( n )! Kalau n >>> 1, maka ln n! n ln n n S = k [ ln n ln n ( n) ln ( n)] (c) Pada keseimbangan, suhu dan volume teta, maka enegi bebas F minimum: F = TS = U o + nε Tk [ ln n ln n ( n) ln ( n)] F n = 0, dieoleh: n = e / + 1 M. Hikam, Fisika Statistik, Metode Mekanika Statistik 47