BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai program persiapan masa pensiun ini, terlebih dahulu pada bab ini akan dibahas mengenai teori apa saja yang terkait dengan program ini. Diantaranya adalah teori tentang pensiun dan program outplacement. Program outplacement dijadikan sebagai landasan teori karena program pembekalan pensiun yang dirancang untuk PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk pada penulisan tesis ini mengacu kepada program outplacement. 2.1 Definisi Pensiun Pensiun memiliki arti tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000, hal 850). Menurut Wordnet yang merupakan kamus inggris online dalam websitenya ( www.cogsci.princeton.edu/cgi-bin/webwn), definisi pensiun adalah merupakan suatu kondisi dimana seseorang telah berhenti dari suatu pekerjaan. Sedangkan definisi pensiun menurut Saskatchewan komisi keuangan Kanada pada website mereka ( www.sfsc.gov.sk.ca/pensions/glossary.shtml) adalah berhenti dari pekerjaan karena masalah umur, dan juga karena masalah lain, termasuk karena masalah cacat.
2.2 Definisi Program Outplacement Menurut Manpower Indonesia di dalam websitenya (http://www.manpowerindoensia.com/jasa.html) definisi dari program outplacement adalah suatu program pelayanan yang disediakan oleh manajemen perusahaan dengan atau tanpa melibatkan konsultan independen, untuk memberikan bimbingan bagi karyawan yang akan di PHK karena restrukturisasi organisasi, reorganisasi, rasionalisasi, efisiensi, peningkatan produktivitas, merger, akuisisi, penutupan perusahaan, pensiun normal atau pensiun dini, atau kelebihan tenaga kerja, dalam berbagai bentuk bantuan dan penyuluhan yang praktis. Lalu menurut Chiumento salah satu konsultan sumber daya manusia di dalam websitenya (http://www.chiumento.co.uk/page.php?cid=10), definisi dari program outplacement adalah pelatihan profesional, pedoman praktis dan fasilitas yang perlu untuk membantu orang untuk maju ke tahap selanjutnya dari karir mereka setelah mereka di berhentikan. Sedangkan menurut Richard Ivey School of Business dalam websitenya(http://www.ivey.uwo.ca/intl_students/dictionary/ob_dic.htm), program outplacement adalah suatu program yang berupa bantuan konseling dan juga bantuan yang berhubungan dengan masalah karir yang diberikan kepada karyawan yang diberhentikan. Dari banyak definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa program outplacement adalah suatu program yang diadakan oleh perusahaan, dengan atau tanpa melibatkan konsultan independen, dengan memberikan bantuan konseling dan pelatihan kepada karyawan yang akan di PHK, agar karyawan yang akan di
PHK ini dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan karyawan itu atau dapat membangun usaha yang berhasil setelah di PHK atau dapat menginvestasi uang pesangon yang didapat ke tempat yang tepat. Dimana pelatihan yang diberikan oleh perusahaan dilihat dari karakteristik diri yang dimiliki oleh karyawan yang akan di PHK tersebut, dimana karakteristik diri dari karyawan itu bisa berupa seorang entrepreneur, seorang investor, atau seorang pekerja profesional. Program pembekalan pensiun yang dirancang pada penulisan tesis ini akan mengacu kepada definisi dari program outplacement ini. 2.3 Manfaat Dari Program Outplacement Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari program outplacement ini, baik bagi karyawan yang akan di PHK dan juga bagi perusahan. Menurut CDL Human Resource Consultant dalam websitenya (http://www.cdlhr.co.nz/services/careertransition.html), keuntungan yang didapat perusahaan dengan mengadakan program outplacement adalah : 1. Bantuan program outplacement mengurangi kemungkinan terjadinya aksi dan masalah dari serikat pekerja. 2. Permasalahan dan tuntutan hukum dari karyawan yang di PHK di kurangi. 3. Pandangan masyarakat yang positif terhadap perusahaan sebagai perusahaan yang peduli terhadap karyawannya.
4. Survivor Syndrome diatasi dengan mengurangi efek negatif dan perasaan takut akan PHK pada yang masih tinggal dalam perusahaan. 5. Menyediakan bantuan yang nyata dan dapat dilihat kepada karyawan yang di PHK mempunyai pengaruh yang positif untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang berpotensi. 6. Meningkatkan hubungan dengan serikat pekerja. Dan bagi karyawan, keuntungan yang didapat adalah : 1. Program outplacement dapat mengembalikan rasa percaya diri dan kemampuan diri karyawan yang di PHK. 2. Perasaan dan sikap yang negatif akan dikenali secara cepat dan segala perasaan yang mempengaruhi mental dapat lebih mudah diatasi. 3. Pelatihan yang diberikan membuat karyawan yang di PHK lebih fokus kepada masa depan bukan kepada masa lalu. 4. Karyawan bisa merencanakan secara jelas rencana ke depan setelah karyawan itu di PHK. 5. Baik membuka usaha, bekerja kembali atau melakukan investasi, karyawan bisa mendapatkan pelatihan yang tepat dan sangat berguna sesuai dengan rencana ke depan dari karyawan itu.
2.4 Tahap-Tahap Dalam Program Outplacement Tahap tahap yang dilakukan dalam program outplacement menurut Hudson sebagai konsultan sumber daya manusia, dalam websitenya (http://www.hudsonresourcing.com.au/node.asp?kwd=careermanagement) adalah sebagai berikut: 1. Mengatasi perubahan. Dalam tahap ini yang dilakukan adalah membantu karyawan karyawan yang di berhentikan untuk mengatasi masalah emosi yang timbul akibat kehilangan pekerjaan. 2. Self-Assessment Dalam tahap ini karyawan yang akan diberhentikan di kaji keahliannya, dan juga dalam tahap ini karyawan difokuskan untuk menrancang rencana mereka kedepan. 3. Pelatihan Dalam tahap ini karyawan yang akan diberhentikan diberikan pelatihan sesuai dengan hasil dari tahap self-assessment sebelumnya. Apabila hasil dari self-assessment, karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang entrepreneur, maka dia akan diberikan pelatihan membuat suatu business plan, teknik memasarkan produk atau jasanya, dan lainnya. Apabila karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang investor maka akan diberikan pelatihan pengenalan macam macam produk investasi, tapi apabila karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang profesional, maka dia
akan diberikan pelatihan membuat resume, menulis surat lamaran, teknik wawancara, dan sebagainya.