BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
PENGANTAR BUSINESS PLAN

BAB I PENDAHULUAN. berdaya saing. Kondisi demikian menuntut perusahaan untuk selalu

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN

BAB I PENDAHULUAN. PT. Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company, Tbk merupakan

Modul ke: Pengantar Bisnis. Merencanakan Bisnis. Fakultas FEB. Irwan Mangara Harahap, SE, MSi. Program Studi Manajemen

Be Amazing. Action With Passion TM. Training Coaching Consultation Personal Mapping & Profiling

BAB I PENDAHULUAN. Masih terbayang dibenak kita aksi protes yang dilakukan salah satu nasabah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata To Manage yang berarti mengatur,

BAB I PENDAHULUAN. era globalisasi yang penuh persaingan. Ritel adalah salah satu cara pemasaran

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 73 /POJK.05/2016 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. bergantung kepada perkembangan dan kontribusi dari sektor perbankan (Levine

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

Kewirausahaan. Firdaus,S.Kom,M.Kom. Minggu, 19 Maret

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan sektor bisnis sekarang ini semakin pesat sehingga menimbulkan

BENEFIT dan TUNJANGAN

Analisa Rencana Bisnis Kedepan

BAB I PENDAHULUAN. Dinamika pertumbuhan perekonomian di Indonesia sangatlah pesat. Manajemen

Virtual Psychology. Business Plan. I. Ikhtisar (executive summary)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk menjadikan negara

BAB I PENDAHULUAN. GAMBAR 1.1 LOGO PT. BANK CIMB NIAGA TBK. Sumber :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

PEMBEKALAN PRA-PENSIUN MELALUI POTENSIPRENEUR

Alasan 08/01/2015. Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc. Undangundang. Keinginan karyawan. Keinginan perusahaan. Kontrak kerja berakhir

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi

PROPOSAL MARI SIAPKAN DANA PENDIDIKAN PUTRA/PUTRI KITA, DANA HARI TUA KITA, DANA IBADAH, DANA BERLIBUR, DAN LAINNYA MELALUI PROGRAM INI

BAB I PENDAHULUAN. memasuki dunia pekerjaan. Mendapatkan predikat lulusan terbaik dari suatu

DAFTAR PERTANYAAN (Kuesioner) a. Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang sebenarnya.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Gejala globalisasi mengakibatkan semakin banyaknya

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN. pemberi kerja, sedangkan pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan

Due Diligence. Uji Tuntas dalam Perdata

Bab VI. Kesimpulan dan Rekomendasi. Sepakbola profesional di Indonesia saat ini menjadi perhatian. Klub-klub

BAB I PENDAHULUAN. bertahan, berkembang atau keluar (tutup). Keadaan tersebut menuntut setiap

SKS KP HARI WAKTU RUANG NO. KODE MK MATA KULIAH

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat telah mengalami empat fase ekonomi-sosial sepanjang sejarah

RUANG LINGKUP JASA HUKUM LAW OFFICE J.P. ARSYAD & ASSOCIATES ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION (ADR) HUKUM PIDANA HUKUM BISNIS DAN INDUSTRIAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. PT. Bakrie and Brothers Tbk adalah perusahaan investasi strategis internasional

variasi produk mereka. Untuk proses PHK karyawan akan dilakukan pembayaran Untuk dampak lingkungan, perusahaan tidak memiliki masalah dengan

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan hidup. Manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Penelitian 1 BK Model-model Metroplex Model: Dalam Bimbingan Karir Mahasiswa PLB Oleh Drs. Dudi Gunawan, M.Pd

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY

BAB 1 PENDAHULUAN. Untuk membantu dan mendorong kegiatan ekonomi perkembangan dunia

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya komunikasi dan teknologi, perusahaan dihadapkan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan pun dituntut untuk bergerak lebih cepat dibandingkan yang

BAB I PENDAHULUAN. Topik yang diangkat dalam penulisan ini, yaitu mengenai backdoor listing,

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2017 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN MODAL VENTURA

BAB I PENDAHULUAN. arah tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu peranan manusia sebagai tenaga

Manajemen SDM. 1 st Week

Brian Aprinto, SPHR Fonny Arisandy Jacob

BAB I. dibutuhkan karena strategi ini merupakan salah satu dari beberapa langkah kritis

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Prinsip-prinsip GCG 1. Transparansi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN YANG DIUKUR DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS RENCANA PROGRAM & KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB 3 DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN

Enterprise Resource Planning

BAB I PENDAHULUAN. disebut Enterprise Governance dan yang kedua merupakan lingkungan yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Kecemasan

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

PENSION & EXIT SYSTEM. Prodi Administrasi Bisnis

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

`BAB I PENDAHULUAN. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah topik yang hangat dikalangan

BAB I PENDAHULUAN. untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat". untuk kebutuhan sendiri atau untuk masyarakat.

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai program persiapan masa pensiun ini, terlebih dahulu pada bab ini akan dibahas mengenai teori apa saja yang terkait dengan program ini. Diantaranya adalah teori tentang pensiun dan program outplacement. Program outplacement dijadikan sebagai landasan teori karena program pembekalan pensiun yang dirancang untuk PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk pada penulisan tesis ini mengacu kepada program outplacement. 2.1 Definisi Pensiun Pensiun memiliki arti tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000, hal 850). Menurut Wordnet yang merupakan kamus inggris online dalam websitenya ( www.cogsci.princeton.edu/cgi-bin/webwn), definisi pensiun adalah merupakan suatu kondisi dimana seseorang telah berhenti dari suatu pekerjaan. Sedangkan definisi pensiun menurut Saskatchewan komisi keuangan Kanada pada website mereka ( www.sfsc.gov.sk.ca/pensions/glossary.shtml) adalah berhenti dari pekerjaan karena masalah umur, dan juga karena masalah lain, termasuk karena masalah cacat.

2.2 Definisi Program Outplacement Menurut Manpower Indonesia di dalam websitenya (http://www.manpowerindoensia.com/jasa.html) definisi dari program outplacement adalah suatu program pelayanan yang disediakan oleh manajemen perusahaan dengan atau tanpa melibatkan konsultan independen, untuk memberikan bimbingan bagi karyawan yang akan di PHK karena restrukturisasi organisasi, reorganisasi, rasionalisasi, efisiensi, peningkatan produktivitas, merger, akuisisi, penutupan perusahaan, pensiun normal atau pensiun dini, atau kelebihan tenaga kerja, dalam berbagai bentuk bantuan dan penyuluhan yang praktis. Lalu menurut Chiumento salah satu konsultan sumber daya manusia di dalam websitenya (http://www.chiumento.co.uk/page.php?cid=10), definisi dari program outplacement adalah pelatihan profesional, pedoman praktis dan fasilitas yang perlu untuk membantu orang untuk maju ke tahap selanjutnya dari karir mereka setelah mereka di berhentikan. Sedangkan menurut Richard Ivey School of Business dalam websitenya(http://www.ivey.uwo.ca/intl_students/dictionary/ob_dic.htm), program outplacement adalah suatu program yang berupa bantuan konseling dan juga bantuan yang berhubungan dengan masalah karir yang diberikan kepada karyawan yang diberhentikan. Dari banyak definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa program outplacement adalah suatu program yang diadakan oleh perusahaan, dengan atau tanpa melibatkan konsultan independen, dengan memberikan bantuan konseling dan pelatihan kepada karyawan yang akan di PHK, agar karyawan yang akan di

PHK ini dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan karyawan itu atau dapat membangun usaha yang berhasil setelah di PHK atau dapat menginvestasi uang pesangon yang didapat ke tempat yang tepat. Dimana pelatihan yang diberikan oleh perusahaan dilihat dari karakteristik diri yang dimiliki oleh karyawan yang akan di PHK tersebut, dimana karakteristik diri dari karyawan itu bisa berupa seorang entrepreneur, seorang investor, atau seorang pekerja profesional. Program pembekalan pensiun yang dirancang pada penulisan tesis ini akan mengacu kepada definisi dari program outplacement ini. 2.3 Manfaat Dari Program Outplacement Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari program outplacement ini, baik bagi karyawan yang akan di PHK dan juga bagi perusahan. Menurut CDL Human Resource Consultant dalam websitenya (http://www.cdlhr.co.nz/services/careertransition.html), keuntungan yang didapat perusahaan dengan mengadakan program outplacement adalah : 1. Bantuan program outplacement mengurangi kemungkinan terjadinya aksi dan masalah dari serikat pekerja. 2. Permasalahan dan tuntutan hukum dari karyawan yang di PHK di kurangi. 3. Pandangan masyarakat yang positif terhadap perusahaan sebagai perusahaan yang peduli terhadap karyawannya.

4. Survivor Syndrome diatasi dengan mengurangi efek negatif dan perasaan takut akan PHK pada yang masih tinggal dalam perusahaan. 5. Menyediakan bantuan yang nyata dan dapat dilihat kepada karyawan yang di PHK mempunyai pengaruh yang positif untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang berpotensi. 6. Meningkatkan hubungan dengan serikat pekerja. Dan bagi karyawan, keuntungan yang didapat adalah : 1. Program outplacement dapat mengembalikan rasa percaya diri dan kemampuan diri karyawan yang di PHK. 2. Perasaan dan sikap yang negatif akan dikenali secara cepat dan segala perasaan yang mempengaruhi mental dapat lebih mudah diatasi. 3. Pelatihan yang diberikan membuat karyawan yang di PHK lebih fokus kepada masa depan bukan kepada masa lalu. 4. Karyawan bisa merencanakan secara jelas rencana ke depan setelah karyawan itu di PHK. 5. Baik membuka usaha, bekerja kembali atau melakukan investasi, karyawan bisa mendapatkan pelatihan yang tepat dan sangat berguna sesuai dengan rencana ke depan dari karyawan itu.

2.4 Tahap-Tahap Dalam Program Outplacement Tahap tahap yang dilakukan dalam program outplacement menurut Hudson sebagai konsultan sumber daya manusia, dalam websitenya (http://www.hudsonresourcing.com.au/node.asp?kwd=careermanagement) adalah sebagai berikut: 1. Mengatasi perubahan. Dalam tahap ini yang dilakukan adalah membantu karyawan karyawan yang di berhentikan untuk mengatasi masalah emosi yang timbul akibat kehilangan pekerjaan. 2. Self-Assessment Dalam tahap ini karyawan yang akan diberhentikan di kaji keahliannya, dan juga dalam tahap ini karyawan difokuskan untuk menrancang rencana mereka kedepan. 3. Pelatihan Dalam tahap ini karyawan yang akan diberhentikan diberikan pelatihan sesuai dengan hasil dari tahap self-assessment sebelumnya. Apabila hasil dari self-assessment, karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang entrepreneur, maka dia akan diberikan pelatihan membuat suatu business plan, teknik memasarkan produk atau jasanya, dan lainnya. Apabila karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang investor maka akan diberikan pelatihan pengenalan macam macam produk investasi, tapi apabila karyawan tersebut mempunyai karakteristik seorang profesional, maka dia

akan diberikan pelatihan membuat resume, menulis surat lamaran, teknik wawancara, dan sebagainya.