BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Sri Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi pada hakekatnya merupakan kebutuhan utama setiap manusia sebagai makhluk sosial. Artinya, setiap manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lain. Manusia sebagai komunikator atau komunikan dapat dibedakan atas satu orang, banyak orang (kelompok kecil, kelompok besar, atau organisasi), dan massa. Menurut De Vito (2013), komunikasi dapat dikatakan sebagai sebuah transaksi yang artinya komunikasi merupakan sebuah proses dimana manusia di dalamnya merupakan komponen yang saling terkait. Setiap pelaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan. Artinya, ada ketergantungan antara komponen satu dengan komponen lain dan saling mengikat. Manusia membutuhkan manusia lain untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dan hidup berorganisasi satu sama lain. Di dalam sebuah organisasi, komunikasi memegang peranan sangat penting. Komunikasi organisasi berfungsi agar individu-individu di dalamnya dapat mencapai tujuan baik tujuan pribadi maupun organisasi, selain itu untuk merespon dan mengimplementasikan perubahan organisasi, dan berperan dalam setiap kegiatan organisasi (Romli, 2014). Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2006). Perusahaan atau suatu organisasi merupakan sebuah wadah bagi manusia untuk mengkoordinasikan tindakannya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan dianggap bernilai (Jones, 2013). Organisasi memungkinkan manusia untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan komunikasi merupakan penghubung yang menentukan apakah masing-masing individu telah melakukan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu, demi tercapainya suatu tujuan bersama, keberhasilan komunikasi dalam suatu organisasi merupakan aset penting dan berharga bagi pencapaian tujuan organisasi tersebut. Pentingnya komunikasi dalam kesuksesan sebuah organisasi juga dikuatkan dengan beberapa hasil penelitian seperti yang dikemukakan 1
2 2 Morreale & Pearson (2008) dalam jurnalnya Why Communication Education is Important: The Centrality of the Discipline in the 21st Century mengumpulkan sejumlah data-data diantaranya yang didapat menurut survey yang dilakukan CCH (2000), sebanyak 72% responden mengatakan perbaikan komunikasi dan kemampuan komunikasi merupakan kunci mempertahankan karyawan. Komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan kerja yang baik dan membuat karyawan merasa dihargai, dan memahami bagaimana pekerjaan mereka memiliki kontribusi dalam tujuan organisasi merupakan hal penting terkait kepuasan karyawan. Selanjutnya, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Hart Research Associates (2010), sebanyak 89% memilih kemampuan berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan sebagai kemampuan utama yang harus dimiliki pelamar kerja. Jumlah ini paling tinggi dibandingkan daftar kemampuan yang lain. Jadi, berdasarkan beberapa fakta di atas, dapat dikatakan bahwa kemampuan berkomunikasi secara efektif merupakan kunci utama menciptakan hubungan kerja yang baik antar karyawan yang merupakan hal penting terkait kepuasan karyawan dan dapat memepertahankan karyawan. Selain itu, kemampuan berkomunikasi juga merupakan kualitas utama yang harus dimiliki pelamar kerja. Komunikasi efektif akan mendukung pengambilan keputusan yang efektif juga. Selain itu pengambilan keputusan juga didukung oleh iklim komunikasi kelompok yang efektif misalnya sikap suportif, partisipatif, rasa saling percaya, terbuka dan jujur, memiliki tujuan high performance (Gamble & Gamble, 2012). Komunikasi dalam sebuah organisasi hampir sama dengan hubungan pertemanan sehari-hari. Namun, ada dua karakteristik orientasi tugas yang membedakannya. Pertama, komunikasi yang dilakukan di dalam organisasi berorientasi pada tujuan dengan perhatian pada hasil. Jadi, orang-orang dipekerjakan untuk mencapai suatu tujuan spesifik yang telah ditetapkan. Kedua, organisasi menuntut perilaku saling berkoordinasi untuk pencapaian tujuan yang diakui bersama (Harris & Nelson, 2008). Bentuk komunikasi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah komunikasi kelompok karena tentunya dalam setiap organisasi dibagi lagi ke dalam beberapa tim atau divisi yang di dalamnya terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Menurut Goodall, Goodall, & Schiefelbein (2010), gangguan besar dalam komunikasi
3 3 organisasi terjadi ketika tim atau kelompok dalam organisasi harus mengambil langkah pemecahan masalah yang mempengaruhi lebih dari satu tim. Mungkin anggota tim mampu berkomunikasi dengan baik dalam satu tim, namun jika sesama tim tidak dapat berkomunikasi dengan baik maka salah satu tim atau lebih dapat mengalami kegagalan khusunya komunikasi yang dilakukan dalam pengambilan keputusan. Apabila keputusan yang diambil kurang tepat maka akan berdampak pada aktivitas organisasi dan menurunkan produktivitas sebuah organisasi tersebut. Dengan menganalisis proses komunikasi organisasi yang terjadi, penelitian ini akan meneliti bagaimana bagaimana fungsi komunikasi organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan. Menurut Miller (2012), salah satu aktivitas yang paling kritis dalam organisasi manapun adalah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan melibatkan arah strategis organisasi atau secara sederhana melibatkan aktivitas sehari-hari karyawan. Di Indonesia, organisasi atau perusahaan yang sekarang sedang berkembang adalah perusahaan yang masuk dalam kategori perusahaan startup. Mungkin di Indonesia masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Menurut Oxford Dictionaries, kata startup memiliki arti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Biasanya yang tergolong kategori startup adalah perusahaan yang berumur kurang dari tiga tahun dengan jumlah pegawai kurang dari 20 orang dan masih dalam taham berkembang biasanya beroperasi di bidang teknologi menggunakan website dengan produk yang dijual berupa aplikasi dalam bentuk digital. (Sumber: diunduh pada Selasa, 10 Maret 2015, Pk WIB). Kemunculan perusahaan-perusahaan startup di Indonesia tidak terlepas dari pertumbuhan pengguna internet yang meningkat selama beberapa tahun terakhir yang memicu bertumbuhnya perusahaan startup khususnya di bidang teknologi dan e-commerce yang memanfaat kan internet sebagai platform-nya. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh APIJI (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan sejak tahun 2011 hingga 2014 lalu jumlahnya mencapai 82 juta orang. (Sumber:
4 4 diunduh pada Selasa, 10 Maret 2015, Pk WIB). Perusahaan startup di Indonesia terus berkembang hingga sekarang tercatat ada sekitar 2500 startup lokal di Indonesia. Jumlah ini juga terus meningkat ditandai dengan kemunculan startup founder baru setiap bulannya. (Sumber: diunduh pada Selasa, 10 Maret 2015, Pk WIB). Berdasarkan fakta di atas, pertumbuhan pebisnis yang mendirikan perusahaan startup menjadi meningkat. Hal ini kedepannya dinilai dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang serta menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan startup berkembang lebih maksimal, maka didirikanlah pusat inkubasi bisnis atau business incubator yang mana salah satunya adalah Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) merupakan organisasi nirlaba berbadan hukum yang resmi didirikan pada Januari 2011 oleh 13 pemimpin bisnis terkemuka di Indonesia. GEPI juga merpakan bagian dari inisiatif program internasional Global Entrepreneurship Program (GEP), yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton. Sejak saat itu, program ini telah menjadi bagian inti dari Department Luar Negeri AS dengan tujuan mengembangkan entrepreneurship (kewirausahaan) sebagai pilar utama pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. GEPI sendiri memiliki visi untuk meningkatkan kemajuan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan sosial melalui kewirausahaan serta misi untuk meningkatkan kesuksesan startup (pebisnis pemula) di Indonesia, melalui pengembangan startup pada tahap awal (Sumber: diunduh pada Senin, 2 Februari 2015, Pk WIB ). Dalam mewujudkan visi dan misinya, GEPI memiliki dua program utama. Pertama adalah CGI (Ciputra GEPI Incubator) yang menyediakan fasilitas co-working space serta incubation program dimana startup yang tergabung akan mendapatkan mentoring session dengan entrepreneur terkemuka di Indonesia. Kedua, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) yang menaruh fokus pada pendanaan dan mentoring bagi startup.
5 5 Saat ini terdapat 15 investor yang tergabung dalam ANGIN. Pendanaan yang diberikan mencapai hingga 1.5 milyar. Dalam mengoperasikan organisasinya, GEPI memiliki tiga divisi utama, yaitu Ciputra GEPI Incubator (CGI), Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) dan Digital. Ketiga divisi ini bekerja sama di bawah naungan GEPI agar program-program di dalamnya dapat berjalan dengan baik. Dalam menjalankan fungsinya, setiap divisi perlu berkomunikasi satu sama lain agar masing-masing divisi dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Dalam hal ini penelitian akan membahas komunikasi organisasi yang terjadi dan kaitannya dalam mendukung pengambilan keputusan di GEPI. Pengambilan keputusan yang dimaksud penting untuk diteliti karena akan mempengaruhi arah organisasi dalam pencapaian tujuan yang dituangkan ke dalam dua program utama GEPI seperti yang telah dijelaskan di atas. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilakukan dengan judul Implementasi Fungsi Komunikasi Organisasi Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Di Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). 1.2 Fokus Penelitian Berdasarkan uraian latar belakang yang telah disampaikan, penelitian akan membahas komunikasi organisasi yang terjadi di Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). Penelitian ini menaruh fokus pada bagaimana implementasi fungsi komunikasi organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan di Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). 1.3 Pertanyaan Penelitian Bagaimana implementasi fungsi komunikasi organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan di Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI)? 1.4 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui bagaimana implementasi fungsi komunikasi organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan di Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI).
6 6 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat Akademis 1. Bagi Penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta membantu untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di Universitas Bina Nusantara. 2. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti mengenai komunikasi organisasi. 3. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya keilmuan, terutama pada bidang ilmu komunikasi organisasi Manfaat Praktis 1. Bagi Pihak GEPI, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan sumber data untuk mengevaluasi komunikasi organisasi yang terjadi di perusahaan. 2. Mengetahui dan mengerti bagaimana implementasi fungsi komunikasi organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan di GEPI Masyarakat/ Umum Masyarakat mengetahui dan memahami pentingnya implementasi fungsi komunikasi di dalam sebuah organisasi dalam mendukung pengambilan keputusan serta penerapannya dalam dunia kerja. 1.6 Sistematika Penulisan Dalam sistematika penulisan akan diuraikan secara terperinci setiap sub bab agar memudahkan pemaknaan, yaitu sebagai berikut: BAB 1 : PENDAHULUAN Pada bab ini, akan dijabarkan mengenai latar belakang penelitian, fokus penelitian. Kemudian pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
7 7 BAB 2 : KAJIAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan mengenai penelitian sebelumnya yang telah diteliti oleh orang lain, berupa skripsi nasional, jurnal nasional dan internasional. Selain itu, bab ini juga berisi tentang landasan konseptual berupa teori-teori yang digunakan sebagai dasar penelitian untuk dihubungkan dengan data hasil penelitian serta kerangka pemikiran. BAB 3 : METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang pendekatan dan jenis penelitian yang dilakukan serta metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa data, serta mendapatkan keabsahan data. BAB 4 : HASIL PENELITIAN Bab ini menguraikan mengenai obyek penelitian yang mencakup pada sejarah perusahaan, visi, misi dan struktur organisasi perusahaan. Bab ini juga berisikan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Di dalamnya terdapat penyajian data penelitian dari hasil wawancara dengan narasumber, hasil observasi partisipan, dokumentasi dan studi pustaka dari sumber-sumber yang terkait. BAB 5 : PENUTUP Bab ini akan memberikan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
8 8
BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan internet kini juga menjadi salah satu kekuatan pendukung dalam dunia bisnis, terutama kegiatan jual - beli. Sudah banyak tersedia di pasaran
FAKTOR KESUKSESAN DAN KEGAGALAN INKUBATOR BIDANG ICT
FAKTOR KESUKSESAN DAN KEGAGALAN INKUBATOR BIDANG ICT Penelitian Joint Research Pendahuluan 1 Metode Penelitian 2 Hasil dan Pembahasan 3 Rekomendasi 5 Tim Peneliti Puslitbang Aptika dan IKP Balitbang SDM,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era perkembangan kemajuan teknologi dan pengetahuan, semua arus
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era perkembangan kemajuan teknologi dan pengetahuan, semua arus informasi mengalir secara tidak terbatas. Aliran informasi ini disertai dengan perubahan yang signifikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi dapat dilakukan dari cara yang sederhana, hingga yang kompleks. Namun, karena perkembangan zaman yang semakin ekstensif saat ini, komunikasi menjadi semakin
BAB I PENDAHULUAN. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mempunyai peranan penting. dalam kemajuan perekonomian Indonesia dimana pertumbuhan terus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mempunyai peranan penting dalam kemajuan perekonomian Indonesia dimana pertumbuhan terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, komunikasi merupakan suatu hal yang penting bagi terlaksananya hubungan sosial yang baik khususnya di lingkungan kerja. Tanpa adanya kemampuan komunikasi
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Perusahaan Startup ICT
BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 1.1.1 Perusahaan Startup ICT Perusahaan startup atau startup merupakan sebuah perusahaan dengan pengalaman beroperasi yang terbatas. Perusahaan-perusahaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. PT Semen Indonesia pertama diresmikan pada tanggal 7 Agustus 1957
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT Semen Indonesia pertama diresmikan pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun, dan di tahun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting dalam kehidupan perekonomian suatu negara, sehingga merupakan harapan bangsa dan memberikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Peningkatan kualitas hidup suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, hal tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi adalah media yang paling mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, baik kalangan atas, menengah, maupun kalangan bawah. Harga televisi yang ramah di kantung
TERMS OF REFERENCE - IGNITION
TERMS OF REFERENCE - IGNITION Latar Belakang Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat
BAB I PENDAHULUAN. negara-negara miskin dan negara baru berkembang, Indonesia sebagai negara
i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah yang sering dijumpai di negara-negara miskin dan negara baru berkembang, Indonesia sebagai negara berkembang
BAB I PENDAHULUAN. memerlukan perhatian khusus karena unsur tersebut yang mengendalikan unsur-unsur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan elemen organisasi yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus karena unsur tersebut yang mengendalikan unsur-unsur yang lainnya.sumber
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah mempunyai strategi agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Selain
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penampilan atau biasa disebut dengan istilah appearance merupakan hal yang perlu di perhatikan ketika seseorang memutuskan untuk bertemu dengan orang lain
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang metodologi yang dilakukan dalam penelitian dan dapat dijabarkan seperti pada gambar 3.1 berikut: Gambar. 3.1. Metodologi Penelitian Keterangan
Abdul Halim Muhammad Iqbal
ISEA (Indonesian Student Entrepreneurship Award) merupakan sebuah kompetisi bagi seluruh mahasiswa se-indonesia yang memiliki passion di bidang kewirausahaan. Kompetisi ini menjadi wadah untuk mengembangkan
Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN
Modul ke: 10 Eko Fakultas EKONOMI & BISNIS Kewirausahaan I Perencanaan, operasionalisasi, kaidah, lokasi dan fasilitas pendukung, pengorganisasian dan pengelolaan SDM, dan kepemimpinan wirausaha Putra
BAB I. pada bab XIII Pendidikan Dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 1 setiap Warga Negara
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seluruh warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 Republik Indonesia pada bab XIII Pendidikan
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang kian meningkat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini dapat ditandai dengan meningkatnya aktifitas bisnis di
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era informasi saat ini sebuah informasi merupakan hal yang sangat penting, agar masyarakat dapat mengikuti setiap perubahan dalam bidang apapun. Oleh karenanya sebuah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengetahuan merupakan informasi yang sudah menjadi komoditif yang memiliki nilai bagi pemiliknya. Pengetahuan dapat diperoleh atau diciptakan dan dibagikan dalam suatu
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi adalah badan kerjasama operasi yang dibentuk berdasarkan Production Sharing Contract antara perusahaan PT. Pertamina Hulu Energi
Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN
Modul ke: 13 Eko Fakultas EKONOMI & BISNIS Kewirausahaan I Kewirausahaan dan Lingkungan Global; Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian negara; Kebersamaan, etika dan tanggung jawab sosial kewirausahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Tangan Di Atas Visi dan Misi Tangan Di Atas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Profil Tangan Di Atas Tangan Di Atas atau sering disingkat TDA adalah sebuah komunitas bisnis yang bertujuan untuk membimbing para pengusaha
KEWIRAUSAHAAN MELALUI INTEGRASI E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Workshop KEWIRAUSAHAAN MELALUI INTEGRASI E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL Malang, 28 April 2017 OUTLINE 1 2 3 PROFIL KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk diperkirakan sebesar 231 juta jiwa pada tahun 2009 menurut perkiraan Badan Pusat Statistik Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. diprediksikan. Keadaan ini merupakan kelanjutan dari krisis moneter yang menimpa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era transformasi global khususnya dalam bidang ekonomi di Indonesia saat ini berada dalam situasi yang bergejolak, berubah sangat cepat, dan sulit diprediksikan.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Proses dalam organisasi adalah salah satu faktor penentu dalam mencapai organisasi yang efektif. Salah satu proses yang akan selalu terjadi dalam organisasi
Pengantar. Sekilas E-Bisnis. Fungsi E-Bisnis. Komponen-komponen E-Bisnis. Hubungan E-Bisnis dengan E-Commerce
Pengantar Sekilas E-Bisnis E-bisnis menghubungkan semua karyawan, pelanggan, pemasok, dan stakeholders lainnya tanpa pandang wilayah geografis. E-bisnis pakai standar data elektronik umum dan otomatisasi
BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM A. SASARAN STRATEJIK yang ditetapkan Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005-2009 disusun berdasarkan berbagai
AKSELERASI PERTUMBUHAN BISNIS ICT. PASCA PAKET EKONOMI JILID XIV tentang E-COMMERCE MIRA TAYYIBA ASDEP PENINGKATAN DAYA SAING EKONOMI KAWASAN
AKSELERASI PERTUMBUHAN BISNIS ICT PASCA PAKET EKONOMI JILID XIV tentang E-COMMERCE MIRA TAYYIBA ASDEP PENINGKATAN DAYA SAING EKONOMI KAWASAN disampaikan pada : Indonesia Internet Expo and Summit 2016 (IIXS
BAB I PENDAHULUAN. Krisis global telah memberikan dampak perekonomian negatif terhadap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Krisis global telah memberikan dampak perekonomian negatif terhadap negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Semua orang berusaha untuk mendapatkan penghasilan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1. Tentang Tokopedia 3.1.1. Sejarah Tokopedia Tokopedia.com resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat PT. Global Artha Futures
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah Singkat PT. Global Artha Futures PT. Global Artha Futures adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan keuangan
Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana
CAKUPAN PEKERJAAN KOORDINATOR SEKTOR DAN STAF ADMINISTRASI PADA SEKRETARIAT PELAKSANAAN PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI (STRANAS
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, masyarakat mulai mengembangkan bidang usaha-nya bukan hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya.
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Kondisi Umum Kedudukan Propinsi DKI Jakarta adalah sangat strategis dan juga menguntungkan, karena DKI Jakarta disamping sebagai ibukota negara, juga sebagai pusat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan perusahaan yang terjadi, tidak pernah terlepas dari komunikasi. Setiap informasi biasanya dapat disampaikan apabila ada pengirim pesan dan penerima pesan.
BAB I PENDAHULUAN. semakin canggih dalam menunjang kegiatan sehari hari. Internet adalah. menggunakan teknologi informasi internet tersebut.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini semakin berkembang teknologi informasi yang semakin canggih dalam menunjang kegiatan sehari hari. Internet adalah teknologi informasi
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah perkembangan ekonomi pada negara-negara berkembang seperti Indonesia yaitu pengangguran. Masalah perkembangan ekonomi yang terus berkelanjutan tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN I.1.
BAB 1 PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang UMKM adalah salah satu sektor yang memiliki peran penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara Indonesia UMKM memiliki peranan penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan globalisasi berjalan dengan sangat pesat dan seiring dengan berjalannya waktu, manusia dituntut lebih aktif baik dalam kehidupan pribadi dan profesional.
BAB I PENDAHULUAN. kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan. Sangat ironis bila kita
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan kita telah berhasil menghasilkan lulusan dengan tanda lulus belajar untuk masuk ke pasar kerja namun sayangnya kenaikan jumlah lapangan kerja kalah
Bab 5 PEREKONOMIAN TERBUKA
Bab 5 PEREKONOMIAN TERBUKA Makroekonomi Perekonomian Terbuka : Konsep Dasar Perekonomian Tertutup dan Terbuka Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak berinteraksi dengan perekonomian lain
I. PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha menunjukkan terjadinya persaingan yang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia usaha menunjukkan terjadinya persaingan yang semakin tajam, yang diakibatkan oleh globalisasi dan deregulasi, yang dipercepat oleh perkembangan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. dilakukan seseorang untuk membangkitkan response orang lain. Komunikasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi diisyaratkan sebagai kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk membangkitkan response orang lain. Komunikasi dalam konteks ini dianggap sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Dewasa ini perkembangan perekonomian di Indonesia telah
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dewasa ini perkembangan perekonomian di Indonesia telah cukup membaik. Negara Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai negara yang berkembang, dimana sebagian besar perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi dewasa ini, sebuah perusahaan bertaraf nasional maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi dewasa ini, sebuah perusahaan bertaraf nasional maupun internasional harus bekerja secara kompetitif dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Berbagai cara dapat dilakukan oleh pelaku usaha untuk membuat nama perusahaannya berkembang luas dan mendapatkan citra yang baik dari masyarakat. Terlebih di jaman
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mengutip dari Ponijan Liaw dalam bukunya yang berjudul The Art of Communication that Works, communication is the key of success, kata-kata bijak ini menyatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebuah bangsa besar adalah bangsa yang memiliki masyarakat yang berilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalnya lembaga
BAB I PENDAHULUAN. menjadi bebas tanpa hambatan tarif maupun non-tarif. Dari total. penduduk Indonesia. Indonesia dengan SDM dan SDA nya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Suatu era dimana terjadinya pasar tunggal dan basis produksi bersama, yang tentunya akan membuat arus
BAB I PENDAHULUAN. dalam lingkup organisasi yang pada dasarnya membutuhkan komunikasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan dalam organisasi tidak bisa dipisahkan dari komunikasi. Karena komunikasi erat kaitannya dengan organisasi. Sebuah organisasi membutuhkan peran penting
GAMBARAN UMUM KEWIRAUSAHAAN. PERTEMUAN KEDUA UNIVERSITAS IGM BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si.
GAMBARAN UMUM KEWIRAUSAHAAN PERTEMUAN KEDUA UNIVERSITAS IGM BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. SUB POKOK BAHASAN INTI DAN HAKIKAT KEWIRAUSAHAAN JIWA DAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PROSES KEWIRAUSAHAAN FUNGSI DAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis di era modern ini semakin berkembang. Banyak perusahaan bermunculan baik perusahaan asing maupun perusahaan lokal. Hal ini disebabkan karena
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Era komunikasi interaktif merupakan salah satu bentuk dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era komunikasi interaktif merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi. Era komunikasi interaktif ini kemudian semakin berkembang pesat sejak kehadiran internet.
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini penggunaan teknologi internet menjadi sangat penting bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini penggunaan teknologi internet menjadi sangat penting bagi masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan bahwa pengguna
BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dasar dari setiap aspek kehidupan
BAB I 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Kemajuan suatu negara didasarkan atas seberapa jauh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh negara tersebut. Hal ini sangat beralasan dikarenakan ilmu pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi, namun juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusiaa, pendidikan adalah hak setiap warga negara sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang akan berpengaruh
SMART CITY - SMART ECONOMY
SMART CITY SMART ECONOMY MENGENAL IDEA Asosiasi E-Commerce Indonesia idea Indonesian E-Commerce Association Wadah komunikasi antar pelaku industri E-Commerce di Indonesia. Saat ini telah bergabung 255
BAB I PENDAHULUAN. langsung atau Foreign Direct Investment-FDI. Investasi yang dilakukan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi dalam dunia industri memacu perkembangan yang pesat pada bisnis internasional. Salah satunya ditandai dengan maraknya investasi asing langsung atau Foreign
BAB I PENDAHULUAN. terkadang UMKM seolah tidak mendapat dukungan dan perhatian dari. selama memiliki izin usaha dan modal cukup.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pilar perekonomian suatu negara tidak lepas dari bagaimana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjalankan perannya demi meningkatkan taraf hidup orang banyak.
Implementasi Go Digital Indonesia
Implementasi Go Digital Indonesia Jakarta, September 15 th, 2016 Industri e-commerce Indonesia ditargetkan menjadi terbesar di Asia Tenggara dalam lima tahun mendatang Pemerintah Indonesia telah menyusun
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENERIMAAN DAN PEMBERIAN SUMBANGAN OLEH ORGANISASI KEMASYARAKATAN DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME DENGAN RAHMAT
V. GAMBARAN UMUM. 5.1 Gambaran Umum Mengenai Pasar Modal Indonesia. Bursa Efek merupakan lembaga yang menyelenggarakan kegiatan
V. GAMBARAN UMUM 5.1 Gambaran Umum Mengenai Pasar Modal Indonesia Bursa Efek merupakan lembaga yang menyelenggarakan kegiatan sekuritas di Indonesia. Dahulu terdapat dua bursa efek di Indonesia, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. bisnis baru yang bermunculan dengan berbagai inovasi dan variasi terbarunya
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fenomena berwirausaha saat ini semakin marak, dilihat dari banyaknya unitunit bisnis baru yang bermunculan dengan berbagai inovasi dan variasi terbarunya di segala
BAB I PENDAHULUAN. Kognisi adalah Pengetahuan manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kognisi adalah Pengetahuan manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Efisiensi kinerja modal intelektual untuk 20 sampel perbankan di Indonesia pada periode 2003-2007
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis kurir dan logistik di Indonesia secara umum saat ini sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semakin banyaknya bisnis jual
BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan sosial, yaitu berupa kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu upaya untuk mencapai pertumbuhan kesejahteraan sosial, yaitu berupa kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan kegiatan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang terjadi saat ini menimbulkan persaingan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang terjadi saat ini menimbulkan persaingan yang ketat antar Negara. Dalam persaingan global yang semakin terbuka saat ini memiliki banyak tantangan
