BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1) Identitas Sekolah

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMPN 2 WATES Alamat : Jl. KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates, Kulon progo

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Kondisi Fisik Sekolah a. Jumlah Kelas b. Ruang Kepala Sekolah c. Ruang Guru d. Ruang Tata Usaha (TU)

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. SMA

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Kondisi Fisik Sekolah a. Jumlah Kelas b. Ruang Kepala Sekolah c. Ruang Guru d.

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Kondisi Fisik

IV. GAMBARAN UMUM. pembangunan negara yang Baldarun Toibatun Warrobbun Ghofur suatu

STATUS SEKOLAH: NEGERI TERAKREDITASI: A NILAI : 94

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Klakah ( SMAN 1 Klakah ), merupakan

BAB IV HASIL PENELITIAN. keadaan dari obyek yang erat kaitannya dengan penelitian. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 26 Surabaya

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMP NEGERI 1 PRAMBANAN KLATEN

dipraktikkan di sekolah atau lembaga pendidikan dengan program studi mahasiswa. Pada program PPL tahun 2015 ini, penulis mendapatkan lokasi

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. ANALISIS SITUASI 1. Kondisi Fisik Sekolah No. Nama Ruang Jumlah

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN. a. Riwayat Sekolah

BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN. A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan.

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB II. TINJAUAN SMPN 24 Bandung. 2.1 Sejarah SMPN 24 Bandung

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

2. Keadaan Fisik Sekolah

A. Analisis Situasi 1. Analisis Situasi Sekolah a. Letak Geografis b. Profil Sekolah

TERWUJUDNYA INSAN PENDIDIKAN YANG BERPRESTASI DALAM ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI

BAB II GAMBARAN UMUM SMA NEGERI 1 PETIR

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Latar Belakang

a. Keadaan Gedung Kondisi gedung sekolah dalam keadaaan baik meskipun ada beberapa ruangan yang masih dalam tahap pembangunan. Bangunan gedung yang

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN. SMA Negeri 87 didirikan tahun Semula berlokasi di Jalan Ulujami Raya

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI RAYON 08 JAKARTA BARAT

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum SMAK Untung Suropati Sidoarjo. siswa untuk memperoleh prestasi di sekolah maupun di luar sekolah.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pojok Harjobinangun Pakem dengan batas wilayah sebagai berikut,

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 1.1 Sejarah SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. 1.2 Logo SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN. 1. Sejarah Berdirinya SMP AL-WACHID SURABAYA 1

BAB IV HASIL PENELITIAN

KULIAH PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA Negeri 2 Wates

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

STRUMEN PEDOMAN WAWANCARA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH

BAB 4 HASIL PENELITIAN. SMA 65 merupakan salah satu SMA Negeri di Jakarta Barat, di dirikan pada

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH*)

FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK

Lampiran 1 KUISIONER APLIKASI SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PROMOSI SEKOLAH SMP CENDERAWASIH I JAKARTA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Analisis Situasi 1. Profil SMA N 1 Banguntapan

BAB III LAPORAN PENELITIAN. Surya. Menempati SD Wisma Surya selama 2 tahun yakni pada tahun 1977-

BAB II HASIL SURVEY. dengan visi Prima dalam layanan, unggul dalam berprestasi dalam membangun

A. ANALISIS SITUASI. a. Visi : Unggul dalam prestasi, mampu bersaing di era Global dan terpuji dalam budi pekerti.

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH. saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan

BAB III KONDISI OBJEKTIP PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat SMP Negeri Karang Dapo. 2. Letak Geografis Sekolah SMP Negeri Kecamatan Karang Dapo

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 10 Bandar Lampung

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. 2. Mulai tahun pelajaran SMA Hang Tuah 2 dipimpin oleh Drs.

A. Analisis Situasi 1. Profil SMP Negeri 1 Jetis

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. berusaha mendirikan sekolah sendiri yang muridnya dari para tentara pelajar

BAB IV GAMBARAN UMUM SMP ASA CENDIKIA SEDATI. A. Sejarah Singkat SMP Asa Cendikia Sedati Sidoarjo

PROFIL SEKOLAH. YAYASAN HANG TUAH CABANG JAKARTA SD HANG TUAH 3 Jl. Teluk Mandar No. 70 Komp. TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Telp.

PEDOMAN OBSERVASI KONDISI DAN SITUASI SEKOLAH

BAB IV PROFIL LOKASI PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

tempat mahasiswa praktikan untuk melangsungkan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan.

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN

Format Observasi Kondisi Sekolah. Universitas Negeri Yogyakarta. Nama Sekolah : SMP MUH 2 DEPOK Alamat Sekolah : Tanggal :

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH. School, yaitu Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan juga Sekolah Dasar

PERSIAPAN AKREDITASI. 2. Berita Acara Penyelenggaraan Rapat Penyusunan dan tanda tangan Komite, KS, Wakasek, Kaur, Guru dan guru BK

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH *) Universitas Negeri Yogyakarta. : Jalan Raya Solo-Yogya km. 47 Kongklangan, Sanggrahan, Prambanan, Klaten

BAB II HASIL SURVEY. 2.1 Gambaran Umum SMK Prapanca 2 Surabaya oleh Drs. H.Suwandi di bawah kepengurusan Yayasan Pendidikan

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN

Profil Sekolah Tahun 2016 SMPN 1 Kayen Kidul kab kediri 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian. SMP Negeri 2 Klaten terletak di Jalan Menjangan no.

BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN. Baik tulis, dan jam dinding. Meja, kursi, almari, buku, televisi, dan etalase piala.

BAB III TINJAUAN ORGANISASI. sejarah SKPPN III sesuai SK Menteri P dan K RI Nomor 0189/O/1979,sekolah

LAMPIRAN. Fasilitas Akademik Sekolah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum SMAN 1 Rejotangan. SMPN 1 Rejotangan, dan SMK Rejotangan.

BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI. 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Tuhan turut campur tangan memberkati program ini.

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. kelas dan ruang serbaguna yang memiliki luas 324 m 2.

Transkripsi:

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 3.1 Profil Responden 3.1.1 Sejarah Singkat SMP Negeri 127 Jakarta terletak di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 126 A, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta. Karena itu lokasi sekolah ini berada di lingkungan yang kondusif untuk belajar dan mudah dijangkau angkutan umum. SMPN 127 merupakan sekolah negeri tingkat pertama dengan akreditasi A. Sekolah ini terdiri atas bangunan yang memiliki tiga lantai dengan luas tanah sekitar 6457 m2 dan luas bangunan sekitar 1105,4 m2. SMP Negeri 127 sampai saat ini terus berbenah diri untuk memberikan pelayanan pendidikan agar meningkatkan motivasi dan prestasi siswa serta menjawab berbagai tuntutan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. 3.1.2 Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan SMP Negeri 127 sebagai salah satu institusi pendidikan memiliki visi dan misi untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yaitu : VISI Terwujudnya sekolah kebanggaan yang unggul dalam IPTEK dan IMTAQ serta berwawasan GLOBAL 28

29 MISI 1. Meningkatkan proses blajar mengajar ( PBM ) yang berkualitas. 2. Memberikan pelayanan pendidikan yang memungkinkan berkembangnya seluruh potensi siswa secara maksismal baik akademik maupun non akademik. 3. Membina Iman dan Taqwa ( IMTAQ ) siswa secara intensif. 4. Menjadi sekolah sehat, indah yang membuat siswa betah atau senang berada di sekolah. 5. Menyelenggarakan program English Day School untuk menghadapi Era Globalisasi. 6. Menyelenggarakan kegiatan kegiatan Ekstra Kurikuler untuk mendukung kegiatan kurikuler. 3.1.3 Penyelenggaraan Pendidikan A. Staf Pengajar 1. Pendidikan S3 / S2 berjumlah 4 orang. 2. S1 berjumlah 30 orang. 3. Pendidikan D3 / Sarjana muda berjumlah 4 orang. 4. Pendidikan D1 berjumlah 4 orang. B. Pengembangan kompetensi profesionalisme guru 1. KBK / KTSP : 41 orang. 2. Penataran metode pembelajaran : 41 orang. 3. Penataran PTK : 3 orang. 4. Penataran karya tulis ilmiah : 3 orang. 5. Sertifikasi profesi / kompetensi : 3 orang. 6. Penataran PTBK : 8 orang.

30 C. Jam Belajar Senin Kamis : 6.30-12.45 Jumat : 6.30-11.45 D. Akademis 1. Intrakurikuler Kelas VII, VIII dan IX menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan sesuai Permen 22 tahun 2006 Laporan hasil belajar siswa secara komputerisasi dengan sistem SAS ( Sistem Administrasi sekolah ) 2. Ekstrakurikuler Paskibra PMR Pramuka Rohis Marawis UKS Kesenian Bola Basket Bola Voli Futsal 3. Pembinaan Siswa Tadarus Al- Quran : Senin - Kamis jam 06.30 06.45 Senam antar siswa, guru, dan seluruh karyawan : Jumat jam 6.30 7.30 English Day : Jumat 7.30-8.30 Persiapan Ujian Nasional kelas IX meliputi :

31 o Pendalaman materi ( Intensif ) pilihan waktu : Senin Kamis : jam 5.45 6.30 atau jam 13.00 14.00. o Evaluasi Pendalaman Materi : Jumat, jam 13.00 14.00 o Try Out UN. Peningkatan kemampuan pemanfaatan komputer Program Lifeskill, MULOK 4. Sarana penunjang pendidikan 1. Ruang belajar sebanyak 18 ruang. 2. Perpustakaan memakai AC dan kipas angin dengan berbagai macam koleksi buku. 3. Lab komputer, lab IPA, lab bahasa, ruang keterampilan dan ruang multimedia. 4. Mushola. 5. Kebun tanaman obat. 6. Lapangan olahraga. 3.1.4 Sarana dan Prasarana A. Gedung SMPN 127 Jakarta memiliki gedung berlantai 3 berdiri di atas lahan seluas 6457 m 2 dan luas tanah terbangun 1105.4 m 2, dengan letak yang cukup strategis dan sangat terjangkau oleh kendaraan umum yang beralamat di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 126A, Jakarta Barat. Lingkungan gedung SMPN 127 cukup nyaman, asri dan tenang yang cocok untuk lingkungan pendidikan.

32 B. Sarana ibadah SMPN 127 memiliki sarana ibadah seperti mushola yang memiliki 2 lantai yang dapat menampung banyaknya jumlah jamaah. Di mushola ini biasanya siswa dan guru melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. C. Ruang Belajar SMPN 127 memiliki 18 ruang kelas sengan komposisi kelas VII, VIII, dan IX masing-masing berjumlah 6 kelas yang tiap kelasnya dapat menampung 40 orang siswa. D. Sarana Olahraga Sarana olahraga yang dimiliki SMPN 127 adalah lapangan basket dan lapangan futsal yang juga bisa digunakan sebagai lapangan voli. Sarana ini disediakan untuk mendukung kegiatan eskul. E. Ruang Perpustakaan Ruang perpustakaan SMPN 127 terletak di lantai 2 dengan fasilitas AC dan kipas angin, satu buah televisi, satu DVD/ VCD player. Berikut koleksi buku yang dimiliki beserta jumlahnya : a. Buku siswa / pelajaran 8640 eksemplar b. Buku bacaan 1250 eksemplar c. Buku referensi 10 judul d. Majalah 2 judul e. Surat kabar 1 judul F. Kantin Kantin SMPN 127 berada di belakang sekolah dengan jumlah stand 8. Kantin menunjang siswa untuk mengisi waktu istirahat setelah jam belajar yang telah ditentukan.

33 G. Koperasi Koperasi SMPN 127 terletak di lantai 1 yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan melengkapi kebutuhan yang diperlukan siswa. H. Laboratorium IPA Laboratorium IPA terletak di lantai 1. Laboratorium IPA digunakan untuk praktek pelajaran fisika, biologi dan kimia. Alat-alat yang terdapat di laboratorium ini adalah untuk menunjang pelajaran IPA. I. Laboratorium Bahasa Alat-alat penunjang yang terdapat di dalam laboratorium ini adalah : Master console, booth siswa, headset siswa, room speaker, TV, komputer dan dvd. Laboratorium ini digunakan untuk pelajaran bahasa indonesia dan bahasa inggris. J. Laboratorium Komputer Ruang komputer terletak di lantai 1. Laboratorium ini digunakan untuk pelajaran komputer yang dilengkapi 40 perangkat komputer dan dilengkapi dengan AC.

34 3.2 Proses Belajar Mengajar 3.2.1 Struktur Organisasi STRUKTUR ORGANISASI SMP NEGERI 127 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KOPERASI WAKASEK URUSAN TATA USAHA STAF URUSAN KURIKULUM STAF URUSAN KESISWAAN PERPUSTAKAAN LABORATORIUM WALI KELAS GURU MATA PELAJARAN GURU BIMBINGAN SISWA Gambar 3.1 Struktur Organisasi Sumber : SMP Negeri 127 Jakarta

35 3.2.2 Uraian Pekerjaan Berdasarkan surat keputusan kepala sekolah SMPN 127 No. : 007A / 073, 555 tanggal 14 juli 2009, uraian pekerjaan para pemegang jabatan pada struktur organisasi SMPN 127 Jakarta adalah : 1. Kepala Sekolah Bertugas untuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran BK SMPN 127, Menilai hasil peserta didik dan sebagai kepala sekolah. 2. Komite Sekolah Bertugas untuk membina dan menghimpun warga sekolah dalam rangka mendukung penyelenggaraan sekolah yang berkualitas. 3. Kepala urusan Tata Usaha Bertugas menyusun program tata usaha sekolah, mengurus administrasi ketenagaan dan siswa dan siswa, membina dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah, menyusun administrasi perlengkapan sekolah, menyusun dan penyajian data atau statistik sekolah, mengkordinasikan dan melaksanakan K6, membuat kegiatan tata usaha. 4. Wakil Kepala Sekolah Bertugas untuk mrencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran PKN, menilai hasil belajar peserta didik. 5. Staf Urusan Kurikulum Menyusun program pengajaran, pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, jadwal ulangan / evaluasi.

36 6. Staf Urusan Kesiswaan Menyusun program pembinaan OSIS, malaksanakan pembimbingan dan pengarahan OSIS, membuat kegiatan siswa secara berkala, program ekstrakurikuler. 3.2.3 Sistem Administrasi Dalam pelaksanaan keadministrasian, mencakup kegiatan di dalam lingkup SMPN 127 yang meliputi : 1. Bidang Ketata Laksanaan Fungsi bidang ketata Laksanaan adalah membuat / menyajikan Adm. Administrasi dan kelembagaan dan ketata laksanaan. Yang bertugas untuk : Penyebaran kalender pendidikan, pengetikan RPS atau RKS, pengetikan PPAS. 2. Bidang Adm. Ketenagaan / kepegawaian Fungsi bidang Adm. Ketenagaan / kepegawaian adalah membuat, menyimpan dan menyajikan data pegawai. Yang bertugas untuk : penataan pegawai, penyusunan DUK, pembagian tugas guru dan TU. 3. Bidang Adm. Persuratan Fungsi bidang Adm. Persuratan adalah menyimpan, meng-agendakan surat masuk dan keluar. Yang bertugas untuk : klasifikasi surat, agenda surat dan pengarsipan surat. 4. Bidang Adm. Hubungan Masyarakat Fungsi bidang Adm. Hubungan Masyarakat adalah membuat, mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.

37 Yang bertugas untuk : struktur organisasi komite, program kerja komite, persiapan pertemuan orang tua siswa awal tahun. 5. Keuangan Fungsi Keuangan adalah menyusun dan membuat data keuangan yang bertujuan untuk : RAPBS dan APBS, Program kebutuhan barang dan SPJ. 3.3 Analisis Masalah Pendidikan adalah sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang saling berkaitan. Jika unsur yang satu tidak berkaitan dengan unsur yang lain, maka pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Tapi juga sebaliknya, jika unsur-unsur tersebut dapat saling bekerjasama, maka tujuan pendidikan akan berhasil dan tercapai. Unsur-unsur tersebut diantaranya peserta didik, pendidik, kurikulum, media pembelajaran, sarana prasarana dan segala sesuatu yang menunjang keberhasilan pembelajaran. Sesuai dengan standar pendidikan dan visi SMP Negeri 127 Jakarta, maka diperlukan berbagai usaha untuk menunjang tujuan tersebut. Dengan makin meningkatnya standar kelulusan sekolah tingkat pertama tahun 2010 yang sekarang ini siswa harus mendapatkan nilai rata-rata 5.50 untuk mencapai kelulusan. Kondisi ini membuat SMPN 127 Jakarta untuk lebih meningkatkan mutu pendidikannya agar siswanya dapat lulus dan menjadi siswa yang berkualitas. Proses belajar mengajar adalah salah satu hal yang penting dalam menunjang keberhasilan prestasi akademik siswa. Namun kendala yang dialami sekolah adalah sebagai berikut : 1. Sistem belajar konvensional Sistem belajar yang konvensional terpaku pada ruang dan waktu yang telah ditetapkan pihak sekolah sehingga terbatas bagi siswa.

38 2. Kurangnya waktu untuk pemahaman materi Materi pelajaran yang cukup banyak tidak dapat dibahas semua di sekolah. 3. Proses belajar mengajar di sekolah tidak merata Proses belajar mengajar di sekolah tidak merata sama di semua kelas. Antara kelas satu dan lainnya pada tingkatan yang sama dapat terjadi perbedaan pembelajaran materi pembelajaran. 4. Variasi soal - soal yang beragam Murid akan lebih memahami materi pelajaran jika telah mengerjakan soal soal, maka diperlukan soal soal tambahan yang lebih beragam lagi. 5. Kurangnya materi tambahan Materi pelajaran dari buku pelajaran saja kurang cukup untuk menambah pengetahuan siswa. 6. Antusias siswa Siswa terkadang bosan dengan metode belajar yang konvensional dan membutuhkan metode belajar yang interaktif agar menumbuhkan semangat. 7. Kurangnya pemahaman materi pelajaran Materi pelajaran yang berasal dari buku lebih banyak teks dan teori, selain itu siswa memerlukan power point, gambar dan video. 8. Tidak terstandar-nya pembelajaran Siswa belajar di kelas bergantung pada pengajaran guru. cara guru mengajar berbeda-beda dan respon siswa juga berbeda beda. Begitu pula jika ada guru yang tidak masuk sekolah dan tidak ada guru pengganti siswa tidak belajar.

39 9. Kurangnya informasi bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Murid diberikan pengumuman segala hal yang berkaitan dengan akademis siswa tersebut. Bagaimana e-learning dapat diterapkan pada siswa dalam menentukan pelajaran yang cocok di jadikan e-learning dengan melihat hubungan antara : Mata pelajaran yang diminati siswa dengan mata pelajaran yang cocok dijadikan e-learning. Mata pelajaran yang penting dengan mata pelajaran yang cocok dijadikan e- learning. Mata pelajaran yang cocok dijadikan e-learning adalah sebagai variabel terikat atau dependen. Sedangkan mata pelajaran diminati dan mata pelajaran yang penting menurut siswa adalah sebagai variabel independen.