BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
|
|
|
- Erlin Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Latar Belakang Objek Penelitian 1. Identitas Sekolah Penelitian untuk tugas akhir dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan dengan Nomor Statistik Sekolah / NPSN : / Lokasi sekolah ini terletak di kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan tepatnya di desa Lamongrejo kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur, dengan koordinat Longitude : , Latitude : , telp. (0322) Lokasi sekolah memang berada di daerah pedesaan yang jauh dengan fasilitas umum, akan tetapi keberadaannya sangat membantu anak-anak daerah setempat yang ingin melanjutkan sekolah tanpa harus menempuh jarak yang jauh. SMP 2 Ngimbang berstatus sekolah Negeri dengan nilai akreditasi sekolah 90,84 (Akreditasi A). Sekolah ini dibangun di atas tanah seluas m 2. Uraian selengkapnya akan dipaparkan pada bab sarana dan prasarana. 1 1 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/
2 81 2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah a. Visi Terdidik dan Berprestasi Berdasarkan Imtaq b. Misi 1) Mewujudkan pengembangan kurikulum adaftif dan proaktif 2) Mewujudkan pengembangan silabus berkarakter 3) Mewujudkan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkarakter 4) Mewujudkan proses pembelajaran efektif dan efisien 5) Mewujudkan pengembangan strategi pembelajaran yang berbasis CTL 6) Mewujudkan pengembangan budaya membaca dan menulis yang kreatif 7) Mewujudkan lulusan yang kompetitif 8) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang akademik yang kompetitif 9) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang olahraga yang tangguh dan kompetitif 10) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang kesenian yang tangguh dan kompetitif 11) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang budi pekerti dan disiplin yang tinggi
3 82 12) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang keterampilan yang mempunyai nilai jual 13) Mewujudkan sumber daya manusia yang beretos kerja tinggi 14) Mewujudkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang tangguh 15) Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir 16) Mewujudkan pengembangan media pembelajaran yang lengkap dan mutakhir 17) Mewujudkan pengembangan sarana prasarana pendidikan yang memadai 18) Mewujudkan pengembangan bahan ajar yang relevan 19) Mewujudkan bidang pengelolaan sekolah yang tangguh 20) Mewujudkan implementasi MBS yang tangguh 21) Mewujudkan pengelolaan administrasi sekolah yang berbasis ICT 22) Mewujudkan penggalangan bidang pembiayaan pendidikan yang memadai 23) Mewujudkan pengembangan jalinan kerja dengan orang tua siswa yang baik 24) Mewujudkan penggalangan dana dari berbagai sumber yang tidak mengikat 25) Mewujudkan nilai akademik dan non akademik yang tinggi
4 83 26) Mewujudkan pengembangan perangkat penilaian berbasis ICT c. Tujuan 1) Tujuan Jangka Pendek (Tahun Pelajaran 2012/2013) 2) Tujuan Jangka Panjang (4 Tahun) 2 3. Struktur Organisasi Organisasi merupakan salah satu hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap lembaga khususnya sekolah, ibaratnya seperti tiang dalam suatu bangunan maka organisasi merupakan penyangga dalam suatu lembaga atau institusi yang bertujuan memperlancar program kerja yang dirancang sekolah. Dengan adanya struktur organisasi sekolah maka pembagian kerja akan jelas dan tidak terjadi penumpukan pekerjaan oleh seorang pelaksana / double job, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan fokus terhadap satu jenis pekerjaan saja. SMP 2 Ngimbang membentuk struktur organisasi sekolah di bawah naungan dinas pendidikan kabupaten Lamongan mulai dari kepala sekolah yang memimpin guru dan pegawai untuk melaksanakan program sekolah. Dalam struktur sekolah ini dijelaskan bahwa kepala sekolah memimpin wakil kepala sekolah, kemudian bagian kurikulum, kesiswaan, humas, sarpras, wali kelas, dewan guru dan bagian BP/BK. Dalam usaha menjalankan program sekolah kepala sekolah bekerjasama dengan komite sekolah dan tata usaha. Jika setiap pelaksana bekerja sesuai dengan tugas 2 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013
5 84 masing-masing, maka diharapkan program sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar Sarana dan Prasarana Faktor penunjang pelaksanaan pendidikan selain struktur organisasi adalah sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Pelaksanaan proses pembelajaran memerlukan fasilitas-fasilitas sebagai pendukung supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Fasilitas atau sarana tersebut meliputi : a) Ruang Kelas dan Ruang Penunjang Lain SMP 2 Ngimbang memiliki 13 ruang kelas untuk belajar. Selain ruang kelas untuk belajar, sekolah ini juga mempunyai ruang penunjang lain yaitu laboratorium IPA, ruang keterampilan, ruang kesenian, perpustakaan, Multimedia, BK, Kantor (Ruang Kepala sekolah, Ruang Wakil Kepala sekolah, Ruang Guru, Ruang TU, Ruang Tamu), UKS, pramuka/pmr, musholla, Dapur, dan lain-lain yang masing-masing berjumlah satu buah. b) Lapangan Sekolah ini memiliki 1 buah lapangan olahraga (volli, basket dan bulu tangkis) yang sekaligus digunakan untuk upacara. Lapangan ini terletak di tengah-tengah sekolah dengan ukuran 110x20 pxl. 3 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013.
6 85 5. Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dalam proses pembelajaran, guru yang profesional dan kompeten sangat dibutuhkan untuk membantu siswa dalam belajar. Pembelajaran akan berjalan dengan baik manakala guru mengajar memiliki riwayat pendidikan sesuai dengan yang diajarkannya dalam arti lain guru mengajar sesuai dengan keahliannya dan bidangnya. Siswa membutuhkan guru sebagai pembimbing dalam belajar, sumber informasi ilmu dan pastinya guru yang mempunyai riwayat pendidikan sesuai yang dibutuhkan oleh siswa. Selain guru, di dalam suatu sekolah tentulah membutuhkan karyawan yang mengurus urusan di luar proses belajar mengajar yang notabene mendukung proses pembelajaran. Misalnya karyawan Tata Usaha yang mengurusi administrasi dan arsip sekolah, mendata siswa, membantu menyediakan fasilitas dan lain sebagainya. Guru di SMP 2 ini berjumlah 32 orang dengan rincian 5 orang lulusan S2, 27 orang lulusan S1. 9 orang dari jumlah guru tersebut masih tercatat sebagai guru tidak tetap (GTT), sedangkan 23 orang lainnya sudah tercatat sebagai guru tetap atau PNS. Guru-guru juga banyak yang mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi / profesionalisme guru seperti penataran KBK / KTSP, penataran metode pembelajaran, penataran PTK, penataran karya tulis ilmiah, sertifikasi profesi/kompetensi, penataran PTBK dan penataran-penataran yang lain. Sedangkan karyawan di SMP ini berjumlah 9
7 86 orang dengan pendidikan terakhir S1 3 orang, 4 orang lulusan SMA, dan 2 orang lulusan SMP. 4 Guru PAI di sekolah ini berjumlah 3 orang, yaitu bapak Nasto Utomo, S.Pd.I, yang mengajar 5 kelas yaitu kelas VII A, VII C dan kelas IX B, IX C, IX D. Ibu Siti Cholifah, S.Pd yang mengajar kelas VIII A sampai VIII E, dan bapak Bambang Heru S.Ag yang mengajar kelas VII B, VII D, VII E dan kelas IX A, IX E. 6. Data Siswa Th. Pelajaran Tabel 4.1 Data Siswa SMP N 2 Ngimbang empat tahun terakhir Jml Pendaftar (Cln Siswa Baru) Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah (Kls. VII + VIII + IX) Jumlah Jml Jumlah Jml Jumlah Jml Siswa Siswa Rombel Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel 2008/ / / / Data siswa selama 4 tahun terakhir di SMP 2 ini menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2011/2012 siswa keseluruhan sekolah ini berjumlah 502 dengan 15 rombongan belajar dalam dua angkatan terakhir. Bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya ada perbedaan dalam rombongan belajar,. Kalau pada tahun 2008/2009 jumlah siswa 512 dengan 12 rombongan 4 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013.
8 87 belajar, dan pada tahun berikutnya berjumlah 503 dengan 14 rombongan belajar. 7. Prestasi Sekolah/Siswa Prestasi yang paling menjadi sorotan masyarakat terhadap suatu sekolah adalah sejauh mana dalam menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa sekolah ini memperoleh kenaikan prestasi yang bagus dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010/2011 rata-rata nilai ujian nasional yaitu 7,85 dan pada tahun berikutnya menjadi 8,17. Pada prestasi akademik nilai ujian sekolah, SMP ini juga menunjukkan adanya peningkatan nilai pada setiap mata pelajaran yang diajarkan. Hanya ada satu mata pelajaran yang mengalami penurunan prestasi belajar yakni Penjas Orkes, namun secara keseluruhan mengalami peningkatan yang signifikan. B. Sajian Data 1. Kurikulum PAI di SMPN 2 Ngimbang Lamongan SMPN 2 Ngimbang menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yaitu kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah ), h Masnur Muslich, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), (Jakarta : Bumi Aksara,
9 88 Dalam kurikulum tahun 2012 SMP Negeri 2 Ngimbang memasukkan secara eksplisit pendidikan karakter. Hal tersebut sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun Dengan demikian penyusunan kurikulum SMP Negeri 2 Ngimbang memungkinkan adanya penyesuaian program pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dengan kebutuhan dan potensi daerah. Struktur kurikulum di sekolah ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang tertuang dalam kurikulum 2012 bertujuan (1) Memberi wawasan terhadap keberagan agama di Indonesia, (2) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa sesuai agamanya masing-masing. Karena tidak semua siswa SMP 2 Ngimbang beragama Islam, sebagian ada yang berumat kristiani. SMP 2 Ngimbang juga mengembangkan isi kurikulumnya melalui kegiatan pengembangan diri, hal ini disesuaikan dengan kondisi objektif sekolah. Kegiatan pengembangan diri ini terbagi dalam dua jenis yakni terprogram dan tidak terprogram. Untuk kegiatan pengembangan diri terprogram ini pihak sekolah mewajibkan siswa untuk mengikuti, tidak boleh tidak. Pengembangan diri yang berhubungan dengan pembelajaran PAI adalah Baca Tulis Al Qur an dan Khitoba. Baca Tulis Al Qur an ini
10 89 bertujuan melatih siswa dalam membaca Al Qur an sesuai dengan ilmu tajwid, melatih siswa dalam menulis ayat-ayat Al Qur an. Sedangkan khitoba bertujuan melatih siswa menguasai tata cara berpidato dan melatih siswa berani tampil di depan umum. Kemudian kegiatan pengembangan diri tidak terprogram diklasifikasikan dalam dua bentuk, yakni rutin dan spontan. Yang termasuk dalam kegiatan rutin adalah sholat berjamaah yang dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan pengembangan diri secara spontan dengan mengucap salam, tujuannya adalah membiasakan siswa mengucapkan salam saat bertemu dengan teman dan guru, menumbuhkan siswa dalam beretika baik dengan sesama. 2. Upaya Guru dalam Mengembangkan Desain Kurikulum PAI di SMPN 2 Ngimbang Lamongan Pembelajaran PAI di SMPN 2 Ngimbang dilaksanakan selama 2 jam pelajaran atau 80 menit setiap kali tatap muka pada tiap kelas per minggunya. Menurut guru PAI di SMPN 2 Ngimbang, Bapak Nasto Utomo S. Pd.I, waktu pembelajaran ini tergolong sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah jam pembelajaran per minggu 36 jam pelajaran. Hal ini memang sudah sesuai dengan aturan pemerintah bahwa pembelajaran PAI di sekolah umum mendapat jatah waktu 2 jam pelajaran. Berbeda dengan mata
11 90 pelajaran PAI yang berlangsung di madrasah bisa sampai jam pelajaran per minggu. Sesuai dengan hasil wawancara dengan beliau Kalau masalah waktu, memang sangat kurang, hanya dua jam setiap kelasnya. Kalau dibandingkan dengan mata pelajaran yang di UNASkan (Ujian Nasional) tentu berbeda. Tapi itu sudah sesuai dengan aturan pemerintah. Kalau di sekolah-sekolah lain seperti madrasah ya jelas beda, mata pelajarannya bentuknya juga bukan PAI tapi lebih spesifik lagi, di preteli tiap-tiap konsentrasi. Ada akidah, Sejarah kebuadayaan Islam (SKI), bahasa arab, fiqih dan Qur an Hadits. 6 Karakteristik yang berbeda dari keadaan peserta didik dan materimateri yang ada, membuat guru PAI harus benar-benar kreatif dalam menyusun kurikulum. Karena belum tentu kurikulum yang disusun sedemikian rupa manis dan indah dalam konsep akan mudah pula dalam tataran praktisnya. Hal tersebut membuat guru PAI melakukan upaya-upaya sebaik mungkin dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum. Upayaupaya tersebut yaitu dengan Memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan menguasai metode pembelajaran yang mutakhir. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Nasto yaitu : Upaya saya itu apa ya gaya mengajar saya itu, saya putarkan film, saya ajak nyanyi, saya ajak senam-senam seperti itu. Yang terpenting buat saya itu apa, bukan nilai, percuma nanti nilainya bagus tapi tidak bisa sholat. Malah untuk sholat ini saya buatkan absen khusus, Absen sholat. Kalau ada anak yang rutin jamaah sholat, itu saya kasih nilai plus. Kenapa kok seperti itu? jadi nilai itu tidak terpatok angka saja. Ya kebanyakan kita itu mengandalkan angka saja, padahal di luar angka itu justru lebih berat. Misalnya ada materi sholat wajib, anakanak nilainya bagus, tidak cukup sampai di situ, tapi ditanyai juga 6 Hasil Wawancara dengan salah satu Guru PAI di musholla SMPN 2 Ngimbang.
12 91 sudah sholat lima waktu? belum pak. Kenapa kok belum? Ada lagi anak yang tidak bisa bacaan sholat, kalau mengajar sesuai SK dan KD saja itu tidak bisa. Sebenarnya kita belajar itu untuk apa? untuk kita amalkan. 7 Karakteristik siswa yang berbeda membuat pemahaman siswa terhadap materi juga berbeda, meskipun upaya-upaya sudah dilakukan tetapi jika masih ada siswa yang ketinggalan memahami pelajaran ada upaya tambahan yang dilakukan oleh guru. Misalnya dengan memberikan jam belajar tambahan setiap pulang sekolah, memberikan remidi, dan sharing bebas. Guru merumuskan tujuan atau kompetensi pembelajaran dalam perangkat pembelajaran. Guru mengolah SK/KD yang telah ditetapkan oleh pemerintah disesuaikan dengan kalender akademik dalam bentuk Prota dan Promes. Selain itu guru juga menyusun rencana implementasi pembelajaran yang tertuang dalam RPP. Untuk perangkat pembelajaran tahun ini, semua sudah lengkap, dari RPE, Prota, Promes, Silabus, RPP hanya pemetaan SK KD yang belum sempurna. Di dalam perangkat yang telah dibuat, terlihat banyak metodemetode yang variatif digunakan. Seperti metode tanya jawab, inquiry, problem solving, dan lain sebagainya. Untuk media, hanya menggunakan papan tulis dan CD/DVD player karena belum mempunyai LCD. pukul Hasil wawancara dengan salah satu guru PAI di musholla SMPN 2 Ngimbang hari rabu
13 92 Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa komponen kurikulum selain Tujuan, Isi atau materi, dan metode adalah evaluasi yang memegang peranan seperti goalkeeper dalam kesebelasan sepak bola. Evaluasi terhadap program-program yang sudah disusun dan dilaksanakan sebelumnya sangatlah penting. Hal ini dilakukan sebagai rujukan pembuatan rancangan pembelajaran dan penyusunan serta pengembangan kurikulum yang akan datang. Apa saja kurangnya, yang dapat diperbaiki pada masa berikutnya, apakah masih relevan dipakai. Apa yang baik dan berhasil dan apakah masih mungkin untuk dipertahankan. Untuk penilaian pembelajaran, guru memberikan melalui tes dan non tes. Penilaian mencakup tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Juga menggunakan sistem penilaian berkelanjutan, program pengayaan dan program remedial. Secara umum upaya yang dilakukan oleh guru PAI dalam mengembangkan desain kurikulumnya dapat dikelompokkan dalam tiga jenis. Yang pertama adalah pengembangan secara individual, yang kedua secara institusional dan yang ketiga pengembangan dengan mengadakan lesson study. Yang pertama, pengembangan desain kurikulum secara individual dilakukan guru dengan cara memperbaiki perangkat pembelajaran dan penerapan konsep yang telah tertulis dalam perangkat pembelajaran. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada tujuan nasional,
14 93 tujuan institusional, tujuan umum, tujuan khusus serta visi misi sekolah. Menyusun materi ajar berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Memilih dan menggunakan metode-metode dan media pembelajaran yang relevan untuk proses pembelajaran serta mengadakan proses evaluasi pada setiap beberapa tahap pencapaian tujuan. Yang kedua, pengembangan institusional. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa guru PAI dalam suatu lingkup sekolah dalam menyusun desain kurikulum. Dengan mengadakan rapat antar guru sesama mata pelajaran merumuskan tujuan dan materi-materi pembelajaran dengan tetap mengacu pada tujuan nasional dan tujuan institusional. Mengevaluasi setiap kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran. Yang ketiga adalah lesson study yakni mengadakan penelitian dengan bekerja sama dengan guru atau dosen dari sekolah lain. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten yang dikemas dalam bentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), workshop dan pelatihan-pelatihan kurikulum. Untuk penerapan atau implementasi konsep yang dibuat, peneliti menggunakan lembar observasi kurikulum untuk mengetahui sejauh mana guru menyesuaikan desain dengan aplikasi di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, dari segi administrasi, dalam tahap persiapan mengajar sudah baik hanya kurang pada analisis SK dan KD yang belum selesai dikerjakan. Pada kegiatan pembelajaran juga sudah baik, bisa menghidupkan
15 94 suasana kelas, memberi kesempatan peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan aktif di kelas. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa SMPN 2 Ngimbang yang diambil secara acak, sebagian besar belum mengerti mengenai maksud dari pembelajaran PAI itu sendiri. Dan saat ditanya bagaimana cara guru PAI mengajar, sebagian besar mereka menjawab biasa-biasa saja tidak terlalu menyenangkan juga tidak terlalu membosankan. Hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran PAI adalah masih banyaknya siswa yang rame pada guru tertentu sehingga membuat beberapa peserta didik lain sulit untuk fokus dan memahami pelajaran.
BAB V PEMBAHASAN. akhir ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ngimbang dengan nomor Statistik Sekolah /
BAB V PEMBAHASAN A. Kurikulum di SMPN 2 Ngimbang Lamongan Analisis data pada bab ini didasarkan pada data penelitian lapangan yang telah dibahas pada bab 4 dengan kajian teori pada bab 2. Penelitian untuk
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 3.1 Profil Responden 3.1.1 Sejarah Singkat SMP Negeri 127 Jakarta terletak di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 126 A, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta.
KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282) Cilacap
KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282)531155 Cilacap PENILAIAN SEKOLAH /MADRASAH BERDASARKAN STANDAR NASIONAL
BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kelas Akselerasi di SMA
113 BAB V PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti akan menyajikan uraian bahasan sesuai dengan temuan penelitian. Seperti yang ditegaskan dalam teknik analisis kualitatif deskriptif (pemaparan) dari data yang
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMPN 2 WATES Alamat : Jl. KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates, Kulon progo
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Analisis dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh informasi tentang situasi di SMP Negeri 2 Wates. Hal ini penting dilakukan karena dapat digunakan sebagai acuan untuk
PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG. A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang
BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang didirikan oleh Bapak Ahmad Ramson, B.Sc pada tahun
BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN. A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan.
BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan. Sebelum dikemukakan sejarah berdirinya SMP N 1 Tragah Bangkalan, terlebih dahulu penulis kemukakan
BAB V PENUTUP. Pendidikan Agama Islam hendaknya tujuan pengajaran PAI diarahkan: 1) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efesian
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari permasalah terkait dengan fokus penelitian diatas dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya: Dalam rangka untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran Pendidikan Agama
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 19 Banjarmasin Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Banjarmasin adalah merupakan salah satu lembaga
PROPOSAL USULAN PEMBANGUNAN DAN RUANGAN SEKOLAH SMP NEGERI 1 PASIR BELENGKONG TAHUN ANGGARAN 2018
PROPOSAL USULAN PEMBANGUNAN DAN RUANGAN SEKOLAH SMP NEGERI 1 PASIR BELENGKONG TAHUN ANGGARAN 2018 PEMERINTAH KABUPATEN PASER DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMPN 1 PASIR BELENGKONG TAHUN 2018 PEMERINTAH
BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Sejarah Berdirinya MI Nurussalam Sidogede
51 BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN A. Letak Geografis dan Sejarah Berdirinya MI Nurussalam Sidogede MI Nurussalam Sidogede terletak di desa Sidogede Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
1. STANDAR ISI. 1. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi sikap spiritual siswa sesuai dengan tingkat kompetensi.
1. STANDAR ISI 1. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi sikap spiritual siswa sesuai dengan tingkat kompetensi. E. 91%-100% guru mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai tingkat
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan Pekapuran A RT. 18 No. 84 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA A. Landasan 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Than 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12, 35, 37, dan 38; 2. Peraturan Pemerintah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Profil SMP Negeri 1 Bandungan SMP Negeri 1 Bandungan adalah Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Desa Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil SMP Negeri 5 Ambarawa 1. Visi SMP Negeri 5 Ambarawa Visi dari SMP Negeri 5 Ambarawa adalah Membentuk manusia yang berbudi luhur, beriman, terampil dan
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN. A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan 1. Sejarah MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan Mengenai sejarah berdirinya MTs Salafiyah Wonoyoso
BAB IV UPAYA KETELADAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MI MUHAMMADIYAH KARANGASEM UTARA BATANG TAHUN 2010
BAB IV UPAYA KETELADAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MI MUHAMMADIYAH KARANGASEM UTARA BATANG TAHUN 2 A. Deskripsi Kondisi Awal Kedisiplinan Siswa di MI Muhammadiyah Karangasem Utara Batang.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum
BAB IV ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN. A. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru MIS Sembungjambu Bojong
BAB IV ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN A. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru MIS Sembungjambu Bojong Kabupaten Pekalongan Berdasarkan hasil observasi dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum SMAN 1 Rejotangan. SMPN 1 Rejotangan, dan SMK Rejotangan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum SMAN 1 Rejotangan a. Letak geografis SMAN 1 Rejotangan terletak di Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan Kabupaten
BAB III LAPORAN PENELITIAN
60 BAB III LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SLTP Negeri 1 Mojokerto Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri I sebagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
STATUS SEKOLAH: NEGERI TERAKREDITASI: A NILAI : 94
STATUS SEKOLAH: NEGERI TERAKREDITASI: A NILAI : 94 unggul dalam prestasi berlandaskan imtaq dan iptek Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara
Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas
PAPARAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 1 PERTAMA: KONSEP DASAR 2 Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMP 4 Kudus 1. Sejarah Berdirinya SMP 4 Kudus sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang didirikan pada Tahun Pelajaran
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat
BAB III KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN. A. Profil MIS Sembungjambu Bojong Kabupaten Pekalongan
BAB III KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN A. Profil MIS Sembungjambu Bojong Kabupaten Pekalongan 1. Sejarah Berdiri Seiring dengan tekad dan perjuangan Nahdlotul Ulama
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MI Siti Mariam Banjarmasin Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA Kelurahan Kelayan
BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT
15 BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT 2.1 Standar Pengelolaan Pendidikan Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan menengah di wilayah kota Jakarta Barat berdasarkan
BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT
10 BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT 2.1 Standar Pengelolaan Pendidikan Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan menengah di wilayah kota Jakarta Barat berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Upaya mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia yang telah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia yang telah tertuang dalam fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional, yaitu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data MAN Purwodadi adalah Madrasah Aliyah Negeri yang terletak di kabupaten Grobogan jawa tengah, tepatnya di jalan diponegoro no. 22 Purwodadi. Sekolah tersebut
BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin
66 BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin SD Negeri 21 Sungai Kenten merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Departemen
Penyusunan KTSP Berbasis Kurikulum 2013 Dokumen 1 BIMBINGAN TEKNIS PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA SMP
Penyusunan KTSP Berbasis Kurikulum 2013 Dokumen 1 BIMBINGAN TEKNIS PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA SMP TUJUAN : Setelah mengikuti kegiatan bimtek diharapkan peserta mampu Menjelaskan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Faktor apa yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar siswa bidang studi SKI Belajar adalah hal yang menyenangkan dan kadang-kadang sedikit membosankan tergantung
BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI RAYON 08 JAKARTA BARAT
9 BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI RAYON 08 JAKARTA BARAT 2.1 Standar Pengelolaan Pendidikan Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan
MTs AL IKHLAS MAYUNG
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH ( RKJM ) TAHUN 203/204 s/d 206/207 MTs AL IKHLAS MAYUNG Alamat : Jl Ki Gede Mayung Desa Mayung Kec Gunung Jati Kab. Cirebon 455 Website : www.mtsmayung.sch.id e.mail : [email protected]
BAB IV ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SEJARAH ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA DI KELAS VII SMPN 36 SEMARANG
BAB IV ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SEJARAH ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA DI KELAS VII SMPN 36 SEMARANG A. Analisis Terhadap Pembelajaran PAI di SMPN 36 Semarang Perpindahan kurikulum
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SDN Pekapuran Raya 2 SDN Pekapuran Raya 2 berlokasi di Jl. Tunjung Maya AMD Gg. H. Hasan RT 30 No. 53 Kelurahan
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Manajemen pembelajaran adalah sebuah proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kegiatan pembelajaran sehingga akan didapatkan sistem pembelajaran
BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS VII DI MTS MIFTAHUL FALAH DAN PROBLEMATIKANYA SERTA SOLUSINYA
52 BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS VII DI MTS MIFTAHUL FALAH DAN PROBLEMATIKANYA SERTA SOLUSINYA A. Analisis Implementasi KTSP Mata pelajaran Fikih 1. Analisis Kurikulum
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DENGAN RAHMAT
BEST PRACTICE MBS TENTANG BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SDN SN PASAR LAMA 1 BANJARMASIN
BEST PRACTICE MBS TENTANG BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SDN SN PASAR LAMA 1 BANJARMASIN PROFIL SEKOLAH Nama Sekolah : SDN-SN Pasar Lama 1 A l a m a t : Jl. Letjen. S. Parman Banjarmasin B e r d i r i :
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH Disusun oleh: Eko Prastyo Herfianto 2101409072 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
1. Profil SMP Muhammadiyah 2 Depok. SMP Muhammadiyah 2 Depok terletak di Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condong Catur, Depok, Sleman.
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
61 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat tentang SMPN 26 Banjarmasin SMPN 26 Banjarmasin yang menjadi sasaran lokasi penelitian ini didirikan Tahun 1997,
RUMUSAN VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAYUNG. Pengambilan keputusan dalam perumusan visi-misi dan tujuan satuan
RUMUSAN VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAYUNG Pengambilan keputusan dalam perumusan visi-misi dan tujuan satuan pendidikan pengelolaan kurikulum 2013 1. Pengambilan Keputusan Dalam Perumusan Visi-Misi dan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff Deskripsi dan analisis data penelitian ini menggambarkan data yang diperoleh di lapangan melalui instrumen
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
46 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Awayan Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan SMP Negeri 1 Awayan di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. : Desa Pucakwangi, Kecamatan Babat. No. statistic sekolah : :
48 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Dalam deskrispsi data ini yang penulis sajikan adalah mengenai obyek penelitian 1. Profil Sekolah Nama sekolah Alamat sekolah : SMP NEGERI 4 BABAT :
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1
PANDUAN PENYUSUNAN KTSP DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.
Tugas pokok dan Fungsi Guru di SMPN 9 Cimahi
Tugas pokok dan Fungsi Guru di SMPN 9 Cimahi Kepala Sekolah : EMASLIMEF (educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, motivator, enterpreneur, fasilitator) Wakil Kepala Sekolah : a.
PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1
PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi
2. Keadaan Fisik Sekolah
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan suatu bentuk usaha peningkatan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yang merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa UNY
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin Penelitian ini dilaksanakan dikelas V B SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin tahun
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI 1. Kondisi Sekolah Keberadaan SMP N 2 Ngaglik Sleman sejak tahun 1967 yang sebelumnya merupakan Filial SMP N 1 Ngaglik Sleman. SMP N 2 Ngaglik Sleman dikenal luas
STRUMEN PEDOMAN WAWANCARA
STRUMEN PEDOMAN WAWANCARA 1. Responden : Kepala Sekolah/Guru 2. Hari/tgl/waktu :.. 3. Tempat : Pertanyaan: 1. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir SMP Negeri 9 memiliki prestasi yang membanggakan. Langkah
BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pada uraian ini, peneliti akan menyajikan uraian pembahasan sesuai
75 BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Pada uraian ini, peneliti akan menyajikan uraian pembahasan sesuai dengan hasil penelitian. Sehingga pembahasan ini akan mengintegrasikan hasil penelitian yang ada sekaligus
PROFIL SEKOLAH. YAYASAN HANG TUAH CABANG JAKARTA SD HANG TUAH 3 Jl. Teluk Mandar No. 70 Komp. TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Telp.
YAYASAN HANG TUAH CABANG JAKARTA SD HANG TUAH 3 Jl. Teluk Mandar No. 70 Komp. TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Telp.7817787 Jakarta PROFIL SEKOLAH Sekilas Tentang Sekolah No. Izin Operasional : 5525/-1.851.48
BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya MTs Miftahul Ulum Pangkalan Balai
64 BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN A. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya MTs Miftahul Ulum Pangkalan Balai Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Pangkalan Balai yang dirintis oleh ibu Dra. Rismawati
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan dasar terpenting dalam system nasional yang menentukan kemajuan bangsa. Dalam hal ini Pendidikan nasional sangat berperan penting untuk mengembangkan kemampuan dan
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA ANALISIS
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Sejarah Singkat SMP Negeri 15 Yogyakarta. terletak di jantung kota Yogyakarta yaitu di sebelah Stasiun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tempat Penelitian a. Sejarah Singkat SMP Negeri 15 Yogyakarta SMP N 15 Yogyakarta adalah sekolah menengah pertama yang terletak di
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060796 merupakan salah satu sekolah negeri yang beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sekolah
SOSIALISASI DAN PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 / 34
HALAMAN 1 / 34 1 2 3 4 5 Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit Waktu Pengembangan g Silabus 6 7 8 9 Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah Pengembangan Silabus Contoh Model HALAMAN
2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
TERWUJUDNYA INSAN PENDIDIKAN YANG BERPRESTASI DALAM ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA
TEGAR BERIMAN TERWUJUDNYA INSAN PENDIDIKAN YANG BERPRESTASI DALAM ILMU PENGETAHUAN, TEKLOGI DAN SENI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA Meningkatkan penghayatan dan pengamalan keagamaan Menumbuhkan rasa kebersamaan
A. Analisis Situasi BAB I PENDAHULUAN. 1. Analisis kondisi fisik sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Analisis kondisi fisik sekolah SMP Negeri 2 Gamping di bagian barat kota Yogyakarta, tepatnya di Trihanggo, Gamping, Sleman. Sekolah ini merupakan salah satu tempat
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 SEMARANG Disusun oleh : Nama : Yenni Indriyani NIM : 2401409019 Prodi. : Pendidikan Seni Rupa FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
BAB I PENDAHULUAN. adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa di masa depan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi sebuah bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Hal itu didukung oleh sejumlah fakta
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH. saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Umum SMA Negeri 14 Surabaya SMA Negeri 14 Surabaya berdiri pada tanggal 8 Oktober 1981. Pada saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN A. Sejarah Ringkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Medan diresmikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi pada tahun 1985. Perkembangan Sekolah Menengah
PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Marzuki
PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Marzuki A. Pendahuluan Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kelanjutan dari kurikulum tahun 2004
PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP
PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional a Pendidikan d Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar
BAB III PELAKSANAAN KTSP MATA PELAJARAN PAI SDN WATES 01 WONOTUNGGGAL. tahun 1919, dulu namanya Sekolah Angka II. Pada saat itu ada masa
BAB III PELAKSANAAN KTSP MATA PELAJARAN PAI SDN WATES 01 WONOTUNGGGAL A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Tinjauan Historis Sekolah Dasar Negeri Wates 01 Wonotunggal Batang berdiri pada tahun 1919, dulu
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 7 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 7 SEMARANG Disusun oleh: Nama : Avendi Supar NIM : 6101409135 Program Studi : PJKR FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012
1) Identitas Sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat sehingga kegiatan PPL ini harus senantiasa
INSTRUMEN PENELITIAN QUESIONER (ANGKET) PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PILKADA BUPATI
INSTRUMEN PENELITIAN QUESIONER (ANGKET) PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PILKADA BUPATI PONOROGO 2015 (STUDI KASUS SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 PONOROGO) A. Bentuk-bentuk partisipasi politik pemilih
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dalam bagian ini akan dikemukakan kesimpulan dan rekomendasi
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Dalam bagian ini akan dikemukakan kesimpulan dan rekomendasi penelitian yang dirumuskan dari deskripsi temuan penelitian dan pembahasan hasil-hasil penelitian dalam bab
LAPORAN KERJA TAHUNAN SMP NEGERI 05 BATU TAHUN
LAPORAN KERJA TAHUNAN SMP NEGERI 05 BATU TAHUN 2015 2016 OLEH: KEPALA SEKOLAH SMPN 05 BATU DINAS PENDIDIKAN KOTA BATU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 05 BATU (STATE JUNIOR HIGH SCHOOL) Jl. Lapangan Lemah
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. sungai Lahei yaitu di Desa Muara Inu. Berikut ini peneliti akan menguraikan secara
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMPN 4 Lahei adalah salah satu SMP Negeri yang berada di pedalaman sungai Lahei yaitu di Desa Muara Inu. Berikut ini peneliti akan menguraikan
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan
BAB IV GAMBARAN UMUM. Sekolah Dasar Negeri 2 Waringinsari Timur merupakan satu dari 4 sekolah yang
BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1 Profil SD Negeri 2 Waringinsari Timur 4.1.1 Sejarah SD Negeri 2 Waringinsari Timur Sekolah Dasar Negeri 2 Waringinsari Timur merupakan satu dari 4 sekolah yang berada dipekon Waringinsari
BAB IV HASIL PENELITIAN. keadaan dari obyek yang erat kaitannya dengan penelitian. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 26 Surabaya
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Yang dimaksud dengan gambaran umum obyek penelitian adalah gambaran yang menerangkan tentang keberadaan situasi dan kondisi atau keadaan dari obyek
BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dikhususkan bagi mereka pemuda indonesia yang ingin mengabdikan dirinya sebagai guru dan bagi mereka
BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah. Dalam perencanaan kurikulum lembaga pendidikan tahapan pertama
143 BAB V PEMBAHASAN A. Perencanaan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Dalam perencanaan kurikulum lembaga pendidikan tahapan pertama yang harus dilalui adalah pembentukan tim pengembang kurikulum. Dalam kegiatan
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. kelas dan ruang serbaguna yang memiliki luas 324 m 2.
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1 Sejarah SMA 17 Agustus 1945 SMA 17 Agustus 1945 didirikan pada tahun 1984 oleh Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 dengan Ketua Yayasan I.B. Alit, S.H. yang beralamat
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PELAJARAN BAHASA DI KELAS V SEKOLAH DASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PELAJARAN BAHASA DI KELAS V SEKOLAH DASAR Dyaristya P. E. Wismasari, Agus Wedi, Eka Pramono Adi Universitas Negeri Malang Email: [email protected],
BAB VI PENUTUP. berjalan sesuai pedoman. Madrasah ini juga sudah melaksanakan. silabus, guru-guru masih mengandalkan hasil dari MGMP (Musyawarah
137 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan 1. MTsN Model Darussalam Martapura sudah mampu menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sendiri. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam pembelajaran
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor Tahun 006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum.
Kompetensi Dasar. perencanaan program. rangka implementasi
MERENCANAKAN PROGRAM PEMBELAJARAN DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KTSP Pertemuan XI Desain Pembelajaran STAI SMQ Bangko Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami perencanaan program pembelajaran dalam rangka implementasi
PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016
PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang Sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas Nomor : 20 Tahun 2003 mengamanatkan bahwa : Pendidikan adalah usaha
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dalam bab ini dikemukakan beberapa simpulan dan rekomendasi yang
220 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Dalam bab ini dikemukakan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada analisis temuan-temuan penelitian Studi Tentang Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan
