PERENCANAAN PROSES. Arif Rahman

dokumen-dokumen yang mirip
PERENCANAAN PERUSAHAAN

LINGKUP TEKNIK INDUSTRI. Arif Rahman

INDUSTRIAL ENGINEERING

PERANCANGAN TATA LETAK. Arif Rahman

Sistem Produksi. Produksi. Sistem Produksi. Sistem Produksi

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEKNIK INDUSTRI

Minggu 11: Perencanaan Kegiatan Produksi

PERANCANGAN PRODUK. Chapter 3. Gasal 2014

Ganjil 2017/2018 Jurusan Teknik Industri UB

BAB 2 LANDASAN TEORI

Teknik Industri. Universitas Indonesia. i/ndustrial e/ngineering ui - where the science of engineering and management blends

PERENCANAAN & PENGENDALIAN OPERASI

Ratih Wulandari, ST., MT

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

Week 11 SIA SIKLUS PRODUKSI. Awalludiyah Ambarwati

Pengantar Manajemen Produksi & Operasi

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #1 Ganjil 2016/2017. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

OPTIMASI DAN HEURISTIK DALAM PENDEKATAN SISTEM. Arif Rahman

BAB 1 PENDAHULUAN. besar yang kompleks. Pertama, keterbatasan dana yang diperoleh lembaga-lembaga

Pengantar Teknik Industri. Pengantar Teknik Industri. Literatur. Hubungan TI dan Ilmu Lain

BAB 2 STUDI LITERATUR. Tanggungjawab seorang pemimpin perusahaan adalah mengatur seluruh

ANALISIS PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING

DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA #5_ANALISA OPERASIONAL (PETA KERJA) ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1

Pengenalan Program Studi Teknik Industri

PENGANTAR PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan

PERENCANAAN TEKNOLOGI OLEH: MEGA INAYATI RIF AH, ST., M.SC.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan produksi dan operasi merupakan kegiatan yang paling pokok

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Pengukuran Kinerja SCM

ANALISA PROSES BISNIS

Pengantar Sistem Produksi Lanjut. BY Mohammad Okki Hardian Reedit Nurjannah

Perancangan Tata Letak

Lab. Teknik Industri Lanjut LEMBAGA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI. p j UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PRODUCT PLANNING. Produk Manufaktur. Gambar : Produk Manufaktur

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Lean Thinking dan Lean Manufacturing

Manajemen Operasional PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI

Tinjauan Umum Functional Strategy Riri Satria

Analisis Operasional (Peta Kerja) ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA

PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PERTEMUAN #2 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

BAB 3 LEAN PRODUCTION SYSTEM

Ganjil 2016/2017 Jurusan Teknik Industri UB

PERANCANGAN PROSES 81

LAPORAN AKHIR PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PEMANFAATAN ENERGI DI INDONESIA

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGANTAR ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA. Dosen Pengampu : Amalia, S.T., M.T.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PERANCANGAN PRODUK. Chapter 3. Gasal 2014

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Software Proses. Model Proses Perangkat Lunak. Pengembangan Perangkat Lunak. Framework activities 3/20/2018. System Development Life Cycle (SDLC)

ABSTRAK. Kata Kunci: Sistem informasi, produksi, peramalan, bahan, baku. Universitas Kristen Maranatha

ENGINEERING MASTER 1. MASTER/WORK ORDER 2. MENGENALI MASTER/WORK ORDER 3. JUMLAH MASTER/WORK ORDER 4. BIAYA MASTER/WORK ORDER

Diskusi mengenai topik minggu lalu.

BAB I PENDAHULUAN. yang lebih dari penjualan produk tersebut. Perusahaan harus memperhatikan nilai

SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)

Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera

Perancangan Tata Letak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Perusahaan yang dapat. jumlah konsumennya. Salah satu usahanya adalah dengan

BAB II LANDASAN TEORI

Introduction to. Chapter 9. Production Management. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

APLIKASI SIKLUS PRODUKSI DAN SIKLUS KEUANGAN KONSEP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Permasalahan yang akan dijadikan objek penelitian ini adalah keterlambatan pengerjan proyek pembuatan High Pressure Heater (HPH) di PT.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LANJUTAN. Dea Arri Rajasa, SE., S.Kom

Perbaikan Fasilitas dan Proses untuk Meningkatkan Produktivitas di Industri Die Shop

BAB 2 LANDASAN TEORI


EXECUTIVE SUMMARY MARKETING PLAN. Business Plan Salon Mobil ++ Kewirausahaan/Contoh Proposal Usaha/ BDS-Doc. Latar belakang. Tujuan dan Manfaat Bisnis

BAB 1 PENDAHULUAN. sebuah perusahaan kini telah menjadi sebuah tuntutan. Penerapan Teknologi

BAB II LANDASAN TEORI. semacam ini sering disebut juga unit based system. Pada sistem ini biaya-biaya yang

Sekolah Tinggi Manajemen Bandung LOGISTICS MANAGEMENT

Addr : : Contact No :

PERANAN SIM DALAM KEGIATAN MANAJEMEN. Nurochman, SST,.Akt,.MT

Proses Bisnis. Mia Fitriawati M.Kom

Proces Design. Bentuk Mutu. Volume Type. Bentuk. Volume. Bahan. Mutu. Type. Bahan. Plant. Plant

MANAJEMEN PRODUKSI. Drh. Isnardono MM LEMBAGA PELATIHAN KERJA MANAJEMEN WIRAUSAHA DAN PRODUKTIVITAS PBM TAHUN 2015

BAB II LANDASAN TEORI

APLIKASI PREDETERMINED TIME SYSTEM DAN RANKED POSITIONAL WEIGHT PADA OPTIMALISASI LINTASAN PRODUKSI UPPER-SHOE DI PT. ECCO INDONESIA, SIDOARJO

Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MANAJEMEN PRODUKSI Dalam AGRIBISNIS

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7

Transkripsi:

PERENCANAAN PROSES Arif Rahman

INDUSTRIAL ENGINEERING..is concerned with the design, improvement, and installation of integrated systems of men, materials, information, energy, and equipments. It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design to specify, predict and evaluate the result to be obtained from such systems

Knowledge & Skill Mathematical Physical Sciences Social Sciences Industrial Engineering Engineering Specify Predict Evaluate Optimal Result Design Integrated Systems Improvement Installation

LINGKUP TEKNIK INDUSTRI Work Breakdown System Ergonomic Demand Forecasting Voice of Customer Work Studi Make or Buy Analysis Division of Work Differentiation / Product Variants Capacity Planning Organization Development PRODUCT DESIGN PROCESS PLANNING FACILITY PLANNING WORK STATION DESIGN LAYOUT DESIGN PRODUCTION PLANNING ENTERPRISE BUSINESS PLAN Function Analysis & Morphology Quality Function Deployment General/ Special Purposes Job Analysis Serial / Parallel Machines Inventory Planning Competitive Analysis Personnel Planning Distribution Planning Financial Feasibility

PERENCANAAN PROSES

BUAT MIND MAPPING : PERENCANAAN PROSES Apa saja yang berkaitan dengan Perencanaan Proses? Misalnya : 1. Informasi apa saja yang diperlukan dalam merencanakan proses? 2. Aspek apa saja yang dipertimbangkan untuk merencanakan proses? 3. Siapa saja yang berkepentingan dengan perencanaan proses? 4. Bagaimana langkah-langkah perencanaan proses?

WORK BREAKDOWN SYSTEMS PROGRAM PROJECT FUNCTION PROCESS OPERATION TASK WORK ELEMENT

MAKE OR BUY ANALYSIS

CAPABILITY MATURITY MODEL Level 1 : Initial. Pengerjaan proses tanpa ada pengalaman pendahulunya. Pelaksana memulai dengan alat dan metode sendiri. Level 2 : Repeatable. Pengalaman proses sebelumnya mulai membentuk kematangan pembelajaran yang menjadi dasar pengerjaan proses berikutnya. Level 3 : Defined. Pembakuan pengerjaan proses telah terbentuk. Pengerjaan proses konsisten berpanduan standar yang ada. Level 4 : Managed. Proses dan keluaran terukur dalam kualitas dan produktivitas. Proses terdokumentasi dan dikembangkan secara proaktif. Level 5 : Optimized. Standar pengerjaan proses terus diperbaiki berkelanjutan. Pembelajaran bersama mengurangi ketidakefisienan.

CAPABILITY MATURITY MODEL

Extent of Product Changes BISNIS INTI DAN KEUNGGULAN BERSAING Research and Technology Development New Core Process Extent of Production Process Changes Next GenerationSingle Department Tuning and No Process Process Upgrade Incremental Changes Change New Core Product Next Generation Product Addition to Product Family Breakthrough Development Projects Foundation / Platform Development Projects Incremental / Derivative Product Development Minor Product Enhancement No Product Change Current Product / Process Support

PROCESS MAPPING Peta Kerja Keseluruhan Operation Process Chart Flow Process Chart Flow Diagram Precedence Diagram Assembly Chart Value Stream Mapping Value Chain SIPOC Diagram String Diagram Peta Kerja Sebagian Gang Process Chart Man-Machine Chart Operator Chart Left-Hand Right-Hand (Two Handed Process) Chart SIMO Diagram Flow Chart

PENGUKURAN WAKTU KERJA PENGUKURAN LANGSUNG STOPWATCH TIME STUDY (Snapback / Continuous) WORK SAMPLING PENGUKURAN TAK LANGSUNG PREDETERMINED TIMES STANDARD TIME DATA SYSTEMS MOTION TIME DATA SYSTEMS Motion Time Analysis (MTA) Motion Time Standard (MTS) Dimensional Motion Time (DMT) Work Factor (WF) Methods Time Measurements (MTM) Maynard Operation Sequence Time (MOST)

METHOD ENGINEERING

SISTEM PRODUKSI INVENTORY Raw Material Part Finished Good Product Positioning Strategy Engineer To Order Make To Order Assembly To Order Make To Stock K O N S U M E N ACTIVITY Design Procurement Fabrication Assembly Delivery

SISTEM PRODUKSI Volume Continuous Flow Shop Intermittent Flow Shop Batch Production Process Positioning Strategy Cell Manufacturing Job Shop Project Product Variety

SISTEM PRODUKSI Berdasarkan interaksi manusia mesin Produksi manual Produksi semi otomatis Produksi otomatis Berdasarkan aliran material Sistem produksi diskrit (intermittent/discrete production) Sistem produksi kontinyu (flow/continuous production) Berdasarkan urutan pengerjaan operasional Sequential Processing Overlapped Processing Concurrent Processing Berdasarkan kapasitas sumber daya Kapasitas berimbang (balanced capacity) Proses selaras (synchronous processing) Proses tak selaras (asynchronous processing)

SISTEM PRODUKSI

ASPEK PERENCANAAN PROSES Potensi bisnis (business prospective) Memperkuat kompetensi inti (core competency) atau mengembangkan kompetensi baru (extent competency) aspek platform kompetensi Memperbaiki mutu dan kapabilitas proses aspek penetrasi atau ekspansi pasar Mampu dilaksanakan (executable) Inovasi atau adopsi teknologi proses aspek availability Material dan energi menunjung aspek supportability SDM menjalankan dan merawat proses aspek knowledge dan skill

ASPEK PERENCANAAN PROSES Sanggup terbiayai (affordable) Inovasi / adopsi, instalasi aspek investasi Pelatihan, pengoperasian dan perawatan teknologi aspek aliran finansial Menguntungkan (profitable) Mereduksi losses dan memaksimalkan utilisasi aspek effectiveness Memaksimalkan keuntungan dan mereduksi waste aspek efficiency

Economic and Financial Viability

KELAYAKAN BISNIS (business viability) Membentuk kematangan kompetensi menjadi keunggulan bersaing (competitive adavantage). Kualitas dan kapabilitas proses mampu memenuhi keinginan konsumen (voice of customer) dan merespon perilaku konsumen (consumer behavior). Mempertimbangkan peluang usaha dan potensi pasar berdasarkan siklus hidup produk (product life cycle) dan portofolio usaha (business portfolio). Perencanaan kapasitas untuk memenuhi pertumbuhan demand, termasuk upaya dalam penetrasi dan ekspansi pasar. Mempersiapkan platform kompetensi untuk membuka peluang pasar di masa depan.

KELAYAKAN TEKNIS (technical viability) Proses (general / specific purposes) dan metode kerja sesuai dengan kebutuhan desain dan spesifikasi produk. Teknologi proses available melalui adopsi, adjustment, upgrade, reenginering dan inovasi. Pengetahuan dan keterampilan tenaga operator dan teknisi maintenance untuk operasional dengan didukung pelatihan dan pembelajaran. Material dan energi dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dapat diperoleh dan dijamin pengendaliannya. Outsourcing memungkinkan untuk mendukung kebutuhan proses.

KELAYAKAN EKONOMIS DAN FINANSIAL (economic & financial viability) Evaluasi investasi teknologi proses dibandingkan nilai manfaatnya berdasarkan produktivitas (efektivitas & efisiensi), utilisasi (kapabilitas & kapasitas), dan umur ekonomis (keandalan & keusangan). Evaluasi biaya operasional dibandingkan dengan keuntungan. Biaya operasional mencakup pelatihan, pengoperasian dan perawatan. Analisa losses dan waste untuk menaikkan keuntungan. Analisa finansial: produksi impas (break event point), saat pengembalian modal (payback period), analisa perbandingan manfaat-biaya (benefit cost ratio), dan analisa ekonomi teknik lainnya.

Pemasaran Perencanaan & Pengendalian Produksi Kewirausahaan Perancangan Produk Pengendalian Kualitas Material Teknik Elemen Mesin Kimia Industri Menggambar Teknik Proses Manufaktur Sistem Manufaktur Analisa & Perancangan Kerja Ekonomi Teknik Akuntansi Biaya

ILMU YANG PERLU DIPELAJARI MENGGAMBAR TEKNIK Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa mengenal dan mampu menguasai prinsipprinsip menggambar Teknik dan Mesin. Mahasiswa dapat menggambar proyeksi sebagai cetak biru produk atau mesin. MATERIAL TEKNIK Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan memahami sifat dan perilaku berbagai jenis material. Mahasiswa dapat menunjukkan dan membandingkan keunggulan dan kelemahan dari material. Mahasiswa dapat menentukan dan menerangkan proses pengerjaan dan kebutuhan penggunaan yang spesifik. ELEMEN MESIN Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami dasar-dasar pertimbangan perencanaan suatu elemen/komponen. Mahasiswa mampu menganalisis gayagaya kerja pada suatu elemen yang mendapat beban statik maupun dinamik. Mahasiswa mampu merancang elemen mekanik

ILMU YANG PERLU DIPELAJARI KIMIA INDUSTRI Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami ilmu kimia dasar dan aplikasinya di industri. Mahasiswa memahami proses kimia industri dan peralatannya. Mahasiswa mampu menjelaskan aliran proses di industri kimia. PROSES MANUFAKTUR Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami spesifikasi geometris dan metode pengukuran yang benar, serta mampu menganalisis data hasil pengukuran. Mahasiswa memahami proses pembuatan atau pengerjaan mempergunakan mesin konvensional dan modern. Mahasiswa memahami konsep dasar sistem manufaktur modern serta penggunaan komputer dalam manufaktur secara integral. SISTEM MANUFAKTUR Keluaran Pembelajaran : Memahami konsep dasar sistem produksi dan komponen-komponennya yang terdiri peralatan manufaktur, teknologi penanganan material dan penyimpanan, teknologi inspeksi dan sistem pendukung manufaktur.

ILMU YANG PERLU DIPELAJARI AKUNTANSI BIAYA Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa menguasai tentang penentuan harga pokok produk, pengendalian biaya serta perencanaan dalam keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan strategik dan alokasi sumber ekonomi perusahaan. EKONOMI TEKNIK Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami konsep dasar, teori, rumusrumus, serta teknik-teknik analisis ekonomik yang terkait dengan aspek teknik dari suatu sistem produksi, produk, dan jasa. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi kelayakan dari beberapa proposal teknik dalam kaitannya dengan dimensi nilai dan biaya, serta mampu membuat suatu keputusan ekonomik dan memahami resiko/dampak ekonomik dari suatu permasalahan aplikasi teknik (engineering application) di suatu industri. PEMASARAN Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami prinsip dasar pemasaran. Mahasiswa dapat melakukan penelitian pasar untuk mengetahui situasi pasar dan mengidentifikasikan kebutuhan konsumen, kondisi persaingan, perilaku konsumen dan ramalan permintaan. Mahasiswa dapat menganalisa pasar untuk melakukan segmentation, targeting, positioning, dan branding. Mahasiswa dapat merumuskan perencanaan strategis dan bauran pemasaran.

ILMU YANG PERLU DIPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa mengerti definisi dan terminologi kualitas. Mahasiswa memahami peranan kualitas dalam perencanaan strategis dan pengambilan keputusan manajerial. Mahasiswa mampu menerapkan metode dan alat statistik guna mengendalikan kualitas proses maupun produk. PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami konsep dasar sistem produksi. Mahasiswa mampu mengklasifikasi sistem produksi sesuai strategi posisi produk atau proses. Mahasiswa menguasai teknik-teknik perencanaan dan pengendalian produksi dan persediaan. Mahasiswa mampu melakukan perencanaan kapasitas. KEWIRAUSAHAAN Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa sadar dan memahami bahwa keberhasilan usaha ditentukan oleh kemampuan dan sikap kerja pegawai dan pimpinan untuk menciptakan dan memanfaatkan peluang. Mahasiswa termotivasi untuk mempelajari situasi bisnis dan perubahannya. Mahasiswa berani mengambil resiko untuk mempergunakan peluang dan melakukan perubahan sesuai dengan arah gerak peluang yang baru

ILMU YANG PERLU DIPELAJARI ANALISIS & PENGUKURAN KERJA Keluaran Pembelajaran : Mahasiswa memahami dasar penelitian dan perancangan kerja yang meliputi teknik tata cara dan pengukuran kerja. Mahasiswa mampu menyusun prosedur operasional estándar (SOP). Mahasiswa mampu menerapkan ekonomi gerakan dan pendekatan manajemen ilmiah untuk merancang sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.

STAKE HOLDER PERENCANAAN PROSES Bagian Pemasaran Tenaga pemasaran yang melakukan riset potensi dan pertumbuhan pasar Bagian Pengadaan Tenaga pengadaan material, atau termasuk supplier-nya Tenaga pengadaan fasilitas produksi, atau termasuk vendor-nya Bagian Perancangan Engineer sesuai dengan jenis proses produksinya Engineer di bidang energi Perencana pabrik Bagian Pembuatan Tenaga operator manufaktur Tenaga teknisi maintenance Mitra subkontrak atau outsourcing

TAHAP PERENCANAAN PROSES Perencanaan Penjabaran detail kerja (work breakdown system) Analisa dikerjakan sendiri atau subkontrak (make or buy analysis) Studi telaah kerja (work study) Rekayasa metode kerja (methods engineering) Pengukuran kerja (work measurement) Pembakuan kerja (standardization) Perencanaan sumber daya (resource planning) Pengujian (testing & balancing) Persiapan produksi (production ramp)

TAHAP PERENCANAAN PROSES Planning Work Breakdown System Make or Buy Analysis Work Study Methods Engineering Work Measurement Standardization Resource Planning Testing & Balancing Production Ramp

TAHAP PERENCANAAN PROSES PERENCANAAN Mengumpulkan data input Data strategis perusahaan Visi dan misi perusahaan Platform / foundation dari kompetensi inti (core competency) Sistem produksi yang digunakan Data variasi produk (Product) Gambar visualisasi produk Deskripsi dan spesifikasi teknis produk Struktur produk, termasuk explode diagram, bill of material, dan part list Data permintaan tiap produk (Quantity) Peramalan permintaan Target produksi Kapasitas yang direncanakan Meninjau ulang kompetensi inti perusahaan dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan pertumbuhan pasar. Mengidentifikasikan aktivitas kerja yang selaras dengan visi-misi dan kompetensi inti perusahaan; serta berbasis pada sistem produksi, variasi produk dan permintaannya.

TAHAP PERENCANAAN PROSES PENJABARAN DETAIL KERJA Menjabarkan atau menguraikan aktivitas kerja menjadi beberapa aktivitas kerja yang lebih rinci. Penguraian aktivitas kerja secara bertahap dari program hingga work element Program : derivasi dari misi untuk mewujudkan visi yang menjadi unsur perencanaan jangka panjang Work element : bagian terkecil dari aktivitas kerja yang diurai secara logis dengan durasi yang relatif singkat, namun tetap mudah diidentifikasikan saat mulai dan berakhirnya. Aktivitas kerja hasil penguraian menjadi lebih sederhana dengan waktu pengerjaan lebih singkat dan sasaran / target lebih spesifik.

TAHAP PERENCANAAN PROSES ANALISA DIKERJAKAN SENDIRI ATAU SUBKONTRAK Menganalisa setiap aktivitas kerja hasil penguraian apakah akan dikerjakan sendiri atau subkontrak. Mengevaluasi pertukaran keunggulan dan kelemahan antara dikerjakan sendiri atau subkontrak. KEPUTUSAN BUAT SENDIRI KEUNGGULAN 1. Kompetensi sebagai keunggulan bersaing 2. Spektrum kapabilitas lebih lebar 3. Pengendalian langsung KELEMAHAN 1. Biaya : adopsi/inovasi, pelatihan, operasional, perawatan 2. Kapasitas terbatas KEPUTUSAN DIBUAT SUBKONTRAK KEUNGGULAN 1. Kemitraan sebagai keunggulan bersaing 2. Kapasitas mitra menjadi penyokong 3. Pengendalian lewat sanksi/penalty KELEMAHAN 1. Biaya : Pembelian atau subkontrak (fixed & variable cost) 2. Resiko konflik kepentingan

TAHAP PERENCANAAN PROSES STUDI TELAAH KERJA Menganalisa hubungan (relationship) dan urutan (sequence) antar aktivitas kerja hasil penguraian apakah akan dikerjakan berurutan (serial) atau bersamaan (paralel). Finish to Start Start to Start Start to Finish Finish to Finish Memetakan semua aktivitas kerja menggunakan peta jaringan kerja (network planning atau precedence diagram), termasuk menunjukkan aktivitas kerja yang dilakukan secara subkontrak.

TAHAP PERENCANAAN PROSES REKAYASA METODE KERJA Mengklasifikasikan aktivitas kerja dalam aktivitas produktif (value added activities) atau aktivitas non-produktif (not value added activities). Menganalisa aktivitas kerja berdasarkan prinsip design for manufacture & assembly (DFMA) : Mengurangi banyaknya komponen atau part Menyeragamkan atau menggunakan interchangable part Mengurangi aktivitas (khususnya fastening) yang memerlukan alat bantu, dengan merancang ulang komponen. Merancang secara simetris Mempermudah operasi mengarahkan, misalnya dengan menggunakan chamfer atau taper Menganalisa aktivitas kerja berdasarkan prinsip method engineering : Mereduksi, menyederhanakan dan menggabungkan operasi. Serta menambahkan mekanisasi atau otomasi jika perlu. Menerapkan prinsip ekonomi gerakan Menerapkan prinsip SMED Menerapkan prinsip poka yoke

TAHAP PERENCANAAN PROSES PENGUKURAN KERJA Melakukan eksperimentasi dengan beberapa alternatif spesifikasi teknis dan perlakuan untuk mendapatkan aktivitas kerja yang efektif dan efisien. Melakukan pengukuran waktu kerja, serta penilaian performansi kerja dan kualitas hasil kerja. Menghitung waktu normal Menentukan kelonggaran dan menghitung waktu baku dan output baku.

TAHAP PERENCANAAN PROSES PEMBAKUAN KERJA Membuat deskripsi kerja yang meliputi penjelasan umum pekerjaan, tanggung jawab dan wewenang, serta spesifikasi personalia dan alat bantunya. Membuat standard operating procedure (SOP) yang menjelaskan urutan langkah-langkah pengerjaan aktivitas kerja, termasuk pengendalian spesifikasi teknis untuk material, proses dan produk Membuat peta kerja keseluruhan dan sebagian.

TAHAP PERENCANAAN PROSES PERENCANAAN SUMBER DAYA Menganalisa karakteristik aktivitas kerjanya. Interaksi manusia-mesin Manual Semi otomatis Otomatis Intensitas manusia-mesin Satu operator menangani satu mesin Satu operator menangani beberapa mesin Beberapa operator menangani satu mesin Beberapa operator menangani beberapa mesin Menentukan karakteristik sumber daya. Tenaga berkemampuan normal (average), atau mempunyai keahlian khusus (specialization), atau mempunyai keahlian jamak (multi-skill) Peralatan yang mempunyai fungsi tunggal (specific purpose) atau fungsi jamak (multi purposes). Merencanakan sumber daya, dengan cara : Untuk aktivitas-aktivitas yang mempunyai waktu baku relatif pendek dilakukan penugasan digabungkan untuk dikerjakan oleh satu orang, kelompok kerja atau stasiun kerja, dengan prinsip line balancing. Untuk aktivitas-aktivitas yang mempunyai waktu baku relatif panjang dikerjakan oleh sejumlah (sesuai kebutuhan) orang, kelompok kerja atau stasiun kerja dengan paralel.

TAHAP PERENCANAAN PROSES PENGUJIAN Menganalisa keseimbangan beban kerja antar orang, kelompok kerja atau stasiun kerja, agar sistem produksi berjalan sinkron dan berimbang, sehingga dapat mengurangi resiko losses. Menghitung keluaran sistem, dengan memperhatikan efisiensi atau quality rate setiap orang, kelompok kerja atau stasiun kerja. Memperbaiki keseimbangan lintasan produksi dengan Mengatur ulang (rearrange) perencanaan sumber daya, atau Menambahkan buffer antar stasiun kerja.

TAHAP PERENCANAAN PROSES PERSIAPAN PRODUKSI Membangun sistem produksi sesuai proses yang direncanakan Melakukan seleksi tenaga kerja sesuai persyaratan proses. Melatih tenaga kerja meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan dan mengendalikan proses produksi. Perbaikan berkelanjutan agar proses produksi efektif dan efisien

Explode Diagram dan Part List

Assembly Chart

OPC FPC

Multi Product Operation Process Chart

Value Stream Mapping

Value Chain

End of Slides...