3. Kerangka Regulasi. 99 Polres Sidoarjo dalam rangka menjalankan roda organisasi memerlukan pedoman-pedoman maupun aturan-aturan yang mengikat bagi anggotanya sendiri maupun terhadap masyarakat, karena tugas dan wewenang Polri yang diemban berkaitan dengan kepentingan masyarakat di bidang keamanan maupun penegakan hukum. Aturan atau regulasi yang ada pada Polri ditujukan dalam rangka mendukung tercapainya sasaran pembangunan nasional jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek. Rencana Strategis Polres Sidoarjo merupakan penjabaran dan alat untuk mencapai tujuan pembangunan jangka menengah propinsi selain berisi perencanaan strategis, juga berisi tentang instrumen strategis yang berfungsi untuk memecahkan permasalahan yang penting, mendesak dan memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional yang tersusun dalam kerangka regulasi. Kerangka regulasi pada Renstra berisi tentang kebutuhan regulasi di lingkungan Polres Sidoarjo yang bersifat mengikat kepada personel Polres Sidoarjo maupun masyarakat yang berbentuk peraturan perundang-undangan yang direncanakan akan dibuat selama 5 (lima) Tahun ke depan yang sejalan dengan kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan Renstra Polri Tahap III Tahun 2015-2019. Capaian Polri selama tahun 2010-2014 di bidang legislasi telah berhasil menyusun dan menetapkan 105 Peraturan Kapolri (Perkap), dengan rincian tahun 2010 sebanyak 27 Perkap, tahun 2011 sebanyak 26 Perkap, tahun 2012 sebanyak 21 Perkap, tahun 2013 sebanyak 16 Perkap dan tahun 2014 sebanyak 15 Perkap. Perkap tersebut dibuat dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah yang mengatur dan mengikat bagi internal Polri maupun masyarakat dalam mendukung tercapainya pembangunan nasional. Kerangka..
100 Kerangka regulasi pada berisi tentang kebutuhan regulasi di lingkungan Polres Sidoarjo yang berupa peraturan Kapolres Sidoarjo, SOP Kasatker/Kasatfung yang ada di Lingkungan Polres Sidoarjo, yang memuat rencana pembuatan, penyempurnaan atau revisi peraturan Kapolres Sidoarjo dan SOP Kasatker/Kasatfung yang dinilai perlu dan masih valid dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri selama 5 (lima) tahun kedepan terutamanya dalam rangka mendukung RPJMN tahun 2015-2019. Dari isu strategis di bidang pertahanan dan keamanan terhadap peningkatan kapasitas dan stabilitas keamanan maka dalam penguatan terhadap isu strategis tersebut disusun kerangka regulasi berdasarkan prioritas, antara lain: a. pemenuhan Almatsus Polri yang didukung Industri Pertahanan. Kebutuhan regulasi yang dibuat antara lain: Perkap tentang pemenuhan Almatsus Polri dengan menitikberatkan pada industri pertahanan lokal, Perkap tentang pengadaan barang/jasa Almatsus Polri dan SOP layanan pengadaan secara elektronik; b. peningkatan kesejahteraan dalam rangka pemeliharaan profesionalisme personel Polres Sidoarjo. Disamping peraturan perundang-undangan berupa Undang-Undang mor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Kebutuhan regulasi yang diperlukan adalah Rancangan Peraturan Pemerintah tentang administrasi keanggotaan Polri; c. peningkatan Kepercayaan Masyarakat terhadap Polres Sidoarjo. Kebutuhan regulasi yang dibuat adalah amandemen Undang-Undang mor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah disahkannya revisi KUHP dan KUHAP; d. penguatan..
101 d. penguatan Intelijen. Kebutuhan regulasi yang dibuat oleh Pemerintah adalah Undang-Undang Tentang Persandian sebagai payung hukum operasional sistem persandian, Polri membutuhkan regulasi pembentukan Undang- Undang tentang senjata api dan bahan peledak; e. penguatan Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba. Kebutuhan regulasi yang dibuat pemerintah antara lain Perubahan Peraturan Presiden mor 12 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan P4GN Tahun 2011-2015, Polri membutuhkan regulasi dalam bentuk peraturan Kapolri dalam rangka pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba, yang selanjutnya akan dijabarkan menjadi peraturan Kapolres Sidoarjo. Kerangka..
102 Kerangka regulasi Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan 1. Terpenuhinya Alpalkam /Almatsus dan Kapor Polri guna mendukung penguatan tupoksi Polri di Polres Sidoarjo. Perpres 54 tahun 2010 sebagaimana diubah oleh Perpres 35 tahun 2011 dan Perpres 70 Tahun 2012. Perkap tentang Almatsus; Perkap tentang Tata cara Pengelolaan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) di lingkungan Polri; Perkap tentang Tata cara Pengelolaan barang Persediaan; Perkap tentang Pembinaan Materiil Polri; Subbag sarpras. Perkap tentang Pokokpokok Penyelenggaraan Standarisasi Materiil Logistik di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia; SOP pengamanan Mako subbagsarpras; SOP urusan pergudangan. SOP penghapusan barang milik negara di lingkungan Polres Sidoarjo; SOP pinjam pakai dan perpanjangan Senpi dinas anggota Polri di Polres Sidoarjo dan jajaran;
103 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan SOP penerimaan, pengepakan dan pengiriman barang; SOP layanan pengadaan secara elektronik; MoU dengan PT. Pertamina tentang pengadaan BBM. 2. Terbangunnya UU mor 2 Rancangan Perpres Sumda. Postur Polri Tahun 2002. tentang Ikatan dinas Polri; yang profesional, bermoral, modern dan unggul melalui perubahan mind set dan UU mor 2 Tahun 2002. Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Administrasi keanggotaan Polri; Perkap tentang penerimaan anggota Polri; culture set di Polres Sidoarjo. Perkap tentang Seleksi pengendalian pendidikan pengembangan Polri; Perkap tentang mutasi jabatan di lingkungan Polres Sidoarjo; SOP tentang seleksi penerimaan anggota Polri; SOP tentang mutasi jabatan di lingkungan
104 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Polres Sidoarjo; Perkap tentang penjaminan mutu pendidikan dan pelatihan Polri; Perkap mor 4 Tahun 2010. Perkap mor 20 Tahun 2007. Perkap mor 4 Tahun 2009. Revisi Perkap 4 Tahun 2010 tentang Sisdik Polri; Revisi Perkap 20 Tahun 2007 tentang Standar komponen Pendidikan pembentukan pangembangan di lingkungan Polri; Revisi Perkap 4 Tahun 2009 tentang Dewan pendidikan dan pelatihan Polri; Perkap tentang Penilaian pendidikan Polri; Perkap nomor 19 Tahun 2010. Perkap tentang Penjaminan Mutu pendidikan dan pelatihan Polri; Revisi Perkap 19 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan pelatihan
105 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Polri; Perkap 19 Tahun 2006. Perkap 20 Tahun 2007. Revisi Perkap 19 Tahun 2006 tentrang Pedoman pelaksanaan pelatihan penggunaan VCD fungsi teknis kepolisian; Perkap tentang Gratifikasi di lingkungan Polri; SOP tentang verifikasi; Perkap 4 Tahun 2009. SOP tentang Wasrik; SOP tentang Wasyek; SOP tentang Reviu Lapkeu; SOP tentang evaluasi Sakip; SOP tentang Wasriksus; Revisi Perkap tentang SOTK Polri; Perkap 21, 22 dan 23 Tahun 2010. Revisi Perkap tentang HTCK di lingkungan Polres Sidoarjo SOP tentang peningkatan Tipologi Polsek. Perkap tentang Pedoman Penyusunan Standar dan Akreditasi Profesi Polri;
106 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Perkap tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Anggota Polri; Kep Kapolri.Pol : Kep/12/II/2004. Kep Kapolri : Kep/42 /IX/2004, :Kep/43/IX/2004 dan : Kep/44/IX/2004. SOP tentang pengamanan Mako; SOP tentang audit investigasi; Peraturan Kasatfung tentang HTCK Propam Polres Sidoarjo. 3. Terbangunnya teknologi Kepolisian dan sistem informasi secara berkelanjutan yang terintegrasi melalui penelitian dan kajian ilmiah dalam mendukung kinerja Polri yang optimal. Perkap tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi di Lingkungan Polres Sidoarjo; Perkap tentang Penggunaan dan Alokasi Frekuensi Radio di Lingkingan Polres Sidoarjo; Perkap tentang Penggunaan dan Alokasi Internet Protokol (IP) Address di Lingkungan Polres Sidoarjo; SOP tentang dukungan komunikasi pada operasi khusus Kepolisian Subbag Humas. Bid TI. Bid TI.
107 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan menggunakan mobil komobs; SOP tentang sistem pengoperasional video conference (Vicon) Polres SIdoarjo; MoU dengan PT. Telkom tentang penggunaan dan pembiayaan jasa telekomunikasi di Polres Sidoarjo. 4. Meningkatnya UU mor 2 SOP tentang saran dan Subbag pelayanan prima dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung oleh penegakan hukum yang tegas Tahun 2002. pendapat hukum; SOP tentang pemberian bantuan hukum perkara pidana Polres Sidoarjo; SOP tentang pemberian bantuan hukum perkara perdata; SOP tentang pemberian bantuan hukum perkara praperadilan; SOP tentang pemberian bantuan hukum perkara PTUN; SOP tentang pemberian bantuan hukum perkara hukum. Sat Reskrim Sat Sabhara pengadilan agama;
[[ 108 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Perkap mor 3 Tahun 2008. UU mor 14 Tahun 2008. UU mor 40 Tahun 1999 dan UU mor 14 Tahun 2008. Perkap mor 8 Tahun 2010. Revisi Perkap tentang pembentukan ruang pelayanan khusus dan tata cara pemeriksaaan saksi dan atau korban tindak pidana; Perkap tentang Layanan Polisi 110; Perkap tentang Pengamanan VIP dan Capres/Cawapres; Perkap tentang pengamanan kepariwisataan; Perkap tentang pengamanan kawasan tertentu; SOP tentang Sispam manajemen Obyek vital/ khusus; Perkap tentang Tata cara Penanganan Pengaduan di Lingkungan Polri; Perkap tentang Penyelesaian Sengketa Informasi; Perkap tentang Tata Cara
109 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Pelayanan Informasi Media Massa oleh Polri; Revisi Perkap mor 8 Tahun 2010 tentang Tata Cara Lintas Ganti Dan Cara Bertindak dalam Penanggulangan Huru Hara. 5. Meningkatnya UU darurat mor UU tentang Senjata Api; Intelkam. peran intelijen dalam mendukung upaya mengelola keamanan dan ketertiban 12 tahun 1951. UU darurat mor 12 tahun 1951. UU tentang Bahan Peledak; Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perizinan dan Kegiatan Masyarakat; Bagops masyarakat Perkap tentang Sistem dan Manajemen Operasional Polri.
Sasaran Strategis 6. Terbangunnya kerjasama dengan instansi pemerintah/sw asta/tokoh masyarakat/to koh agama/ LSM/Stakehol ders di daerah Jawa Timur dalam rangka sinergi polisional. 110 Regulasi Terkait Yang Sudah Ada UU mor 2 Tahun 2002 Pasal 41. UU mor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Kebutuhan Regulasi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perbantuan TNI; Perkap tentang MOU antara Polres Sidoarjo dengan instansi pemerintah/swasta/ LSM/stakeholders; Perkap tentang kerja sama antara Polres Sidoarjo dengan instansi pemerintah/swasta/ LSM/stakeholders; Perkap tentang Penugasan anggota Polres Sidoarjo di luar struktur Organisasi Polri; Keterangan Subbag hukum Binmas. Sumda Perkap tentang Mekanisme Perizinan/Rekomendasi Pengambilan Gambar/ Filming/Shooting yang berkaitan dengan tugastugas Kepolisian. humas. 7. Tergelarnya Perkap mor 23 Revisi Perkap tentang binmas. Bhabinkamtib Tahun 2007. Sistem Keamanan mas di seluruh Lingkungan;
[ Sasaran Strategis desa/ kelurahan dalam rangka implementasi Polmas dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan gejala sosial masyarakat di wilayah Sidoarjo Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Perkap mor 24 Tahun 2007. PP 43 Tahun 2012 tentang tata cara pelaksanaan Korwa Bin Polsus, PPNS dan bentuk- bentuk PAM Swakarsa. Perkap mor 2 Tahun 2014 tentang Bintek Polsus. 111 Kebutuhan Regulasi Penyusunan Pedoman Penilaian Penerapan Sistem manajemen Swakarsa berdasarkan Perkap mor 24 Tahun 2007; Penyusunan Pedoman Pelatihan Sistem Manajemen Pengamanan Swakarsa organisasi, perusahaan dan atau instansi/lembaga pemerintah; SOP tentang operasi bina waspada; SOP tentang operasi bina Karuna; SOP tentang Turjawali bagi Polsus; SOP Penyimpanan, Pemeliharaan dan penggunan Senpi bagi Polsus; SOP tentang kebersihan lingkungan Ditbinmas Polda Jatim; SOP tentang keamanan lingkungan kantor Keterangan
112 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Satbinmas Polres Sidoarjo. 8. Meningkatnya Perkap mor 9 Perkap tentang Penandaan Lalu Lintas. keselamatan Tahun 2012. SIM pelanggar lalu lintas. lalu lintas dalam rangka mendukung program Decade of Action For Road Safety 2011-2020. Perkap mor 9 Tahun 2012, Perkap Nmor 12 Tahun 2007. Perkap tentang Penindakan pelanggaran lalu lintas dengan Electronic Law Enforcement (EtLE); Perkap tentang Pengaturan, penjagaan dan patroli (TURJALI) Lalu lintas Perkap tentang Pengawalan Lalu Lintas; Perkap tentang Lampu isyarat dan Sirine; Revisi Perkap 12 Tahun2007 tentang Mobil Unit Pelayanan SIM Keliling. 9. Meningkatnya Perkap mor 3 Revisi Perkap 3 Sat Reskrim. penyelesaian Tahun 2008. Tahun2008 tentang dan pengung- Pembentukan Ruang kapan, serta Pelayanan Khusus Dan terciptanya Tata Cara Pemeriksaan rasa aman Saksi dan atau korban terhadap 4 Tindak Pidana; (empat) jenis kejahatan Perkap mor 10 Tahun 2009. Revisi Perkap mor 10 Tahun 2009 tentang Tata
113 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan (kejahatan Cara dan Persyaratan konvensional, Permintaan Pemeriksaan kejahatan Tehnis Kriminalistik TKP terhadap dan Laboratoris kekayaan Kriminalistik Barang Bukti negara, kepada Laboratorium kejahatan Perkap mor 10 Forensik Surabaya; transnasional dan kejahatan berimplikasi kontinjensi) di wilayah Polres Sidoarjo Tahun 2010. Perkap mor 15 Tahun 2010. Revisi Perkap 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Polri; Revisi Perkap 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pusat Informasi Kriminal di Perkap mor 20 Lingkungan Polri; Tahun 2010. Revisi Perkap 20 Tahun Perkap mor 14 Tahun 2012. 2010 tentang Korwas PPNS; Revisi Perkap 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Perkap tentang Standart Kompetensi Penyidik Polri; Perkap tentang Mekanisme Pengangkatan Penyidik dan Penerbitan Keputusan
114 Sasaran Strategis Regulasi Terkait Yang Sudah Ada Kebutuhan Regulasi Keterangan Penyidik; Perkap tentang Pedoman administrasi penyidikan tindak pidana; Perkap tentang Standar Kompetensi Pemeriksa Forensik. 4. Kerangka Kelembagaan. Dalam memenuhi pelaksanaan pembangunan pemerintah yang efektif dan akuntabel, diperlukan suatu kerangka kelembagaan sesuai dengan program pembangunan Polres Sidoarjo yang telah ditetapkan. Kelembagaan merujuk pada organisasi, pengaturan hubungan inter dan antar organisasi, serta sumberdaya manusia. Organisasi Polres Sidoarjo mencakup tugas, fungsi, kewenangan, peran dan struktur, pengaturan hubungan inter dan antar organisasi mencakup tata hubungan kerja inter dan antar organisasi Polri/lembaga pemerintah, sedangkan sumberdaya manusia mencakup pejabat Polri dan aparatur sipil negara yang menjalankan organisasi tersebut. Aspek sumberdaya manusia Polri di dalam kerangka kelembagaan mencakup jumlah dan kualitas, yang meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitude). Tersedianya lembaga organisasi Polres Sidoarjo yang efektif dan akuntabel merupakan salah satu prasyarat keberhasilan Polres Sidoarjo dalam mengelola sumber daya yang ada untuk mewujudkan Polres Sidoarjo yang dapat melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Keberhasilan Polres Sidoarjo dalam membangun..
115 membangun organisasi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tepat struktur dan tepat fungsi. Penguatan kelembagaan Polres Sidoarjo tidak harus diartikan pembentukan organisasi baru, namun justru perlu dilakukan perampingan dan penyederhanaan untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan kinerja personel Polres Sidoarjo. Upaya penyederhanaan organisasi Polres Sidoarjo perlu dilakukan sesuai kebutuhan Polres Sidoarjo dengan berlandaskan pada pemenuhan SDM, sarana dan prasarana serta anggaran. Upaya penguatan kelembagaan di lingkungan Polres Sidoarjo masih perlu dilanjutkan, mengingat masih belum optimalnya kualitas pembangunan kelembagaan Polres Sidoarjo. Sesuai dengan arah kebijakan pemerintah dalam upaya penguatan kerangka kelembagaan pada kementerian/lembaga, maka revisi kelembagaan akan dilakukan untuk mewujudkan lembaga Polri dan Polres Sidoarjo yang berkualitas, yang ditandai dengan: a. Tugas pokok dan fungsi yang jelas tidak tumpang tindih, kewenangan yang tepat, serta struktur organisasi yang efisien, sehingga terhindar dari adanya duplikasi fungsi, benturan kewenangan dan inefisiensi belanja operasional; b. tata hubungan kerja (HTCK) yang efektif, efisien, transparan dan sinergis (well-connected governance system); c. profesionalisme, integritas dan kinerja SDM yang tinggi, sehingga mampu melaksanakan visi, misi, program dan kegiatan untuk mencapai sasaran strategis Polda Jatim dan Polres Sidoarjo. Penataan..
116 Penataan kelembagaan yang dilakukan melalui revisi/penyempurnaan dilakukan bersifat sangat selektif dan dilakukan untuk hal-hal yang sangat penting, mendesak, serta diyakini akan memberi manfaat yang lebih besar untuk mencapai arah kebijakan dan strategi Polda Jatim serta kebijakan dan strategi Polres Sidoarjo dalam rangka terwujudnya Kamtibmas yang kondusif, tegaknya hukum, serta terlindungi, terayomi dan terlayaninya masyarakat. Penguatan kelembagaan Polda Jatim dan Polres Sidoarjo juga dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. kebijakan pembangunan, yang meliputi sasaran, arah kebijakan, strategi, program dan kegiatan pembangunan, untuk memastikan bahwa postur kelembagaan Polres Sidoarjo yang dibentuk sejalan dan mendukung pelaksanaan pembangunan yang efektif, efisien dan akuntabel; b. peraturan perundangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan desentralisasi dan otonomi daerah, untuk memastikan keserasian antar tugas, fungsi dan kewenangan yang berlaku di lingkungan Polres Sidoarjo dengan peraturan perundangan yang berlaku dan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah; c. prinsip-prinsip pengorganisasian yang modern; d. penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintah yang baik (good governance); seperti transparansi,efektivitas, efisiensi dan penyesuaian dengan ketersediaan anggaran negara. Prioritas..
117 Prioritas Penguatan Kerangka Kelembagaan Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut: a. prioritas penguatan kelembagaan sesuai dengan perkembangan administrasi pemerintah daerah maupun adanya tuntutan kebutuhan tugas terhadap ancaman gangguan Kamtibmas, akan difokuskan pada hal-hal sebagai berikut: 1) pembentukan/penataan satuan organisasi kewilayahan pada tingkat Polsek dan Polsubsektor; 2) implementasi penyusunan Daftar Susunan Personel (DSP) berdasarkan analisa beban kerja; 3) peningkatan tipologi satuan organisasi kewilayahan tingkat Polres dan Polsek; 4) implementasi revisi Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta monitoring pelaksanaannya; 5) penyusunan nomenklatur/titelatur sesuai dengan hasil revisi/penyempurnaan SOTK; 6) pemutakhiran Data Satuan Kewilayahan. Dari..
118 Dari arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang keamanan tersebut, maka untuk mewujudkan pencapaian sasaran dalam penguatan kelembagaan Polres Sidoarjo, dibutuhkan kerangka kelembagaan sebagai berikut: Kerangka Kelembagaan Sasaran Strategis 1. Terpenuhinya Alpalkam /Almatsus dan Kapor Polri guna mendukung penguatan tupoksi Polri di Polres Sidoarjo. Kelembagaan Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Sudah Ada a. sarpras. penguatan HTCK terhadap fungsi dan instansi terkait; b. Urkes. pembentukan/peningkatan fasilitas pelayanan Poliklinik Polres Sidoarjo; c. TI Pol. Peningkatan sarana dan prasarana yang berbasis teknologi dan informasi tingkat Polres sampai dengan tingkat Polsek. Ket 2. Terbangunnya Postur Polri yang profesional, bermoral, modern dan unggul melalui perubahan mind set dan culture set di Polres Sidoarjo. a. Bagsumda. a. penataan DSPP disesuaikan dengan ABK; b. penataan struktur jabatan; c. penataan standart kompetensi pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya personel Polres Sidoarjo;
119 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada d. implementasi ratio perbandingan Polri dengan jumlah penduduk di wilayah Polres Sidoarjo; e. peningkatan kualitas dan kuantitas masyarakat Sidoarjo yang menjadi anggota Polri; b. Bagren. a. penataan proporsionalitas belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal; b. perubahan nomenklatur disesuaikan dengan struktur dan ketentuan yang berlaku; c. peningkatan tipologi Polres dan Polsek; d. pembentukan/penataan satuan organisasi kewilayahan (Polres, Polsek, Polsubsektor); e. implementasi revisi SOTK serta memonitoring pelaksanaannya; f. penataan daerah hukum Polres; g. pemuktahiran data satwil;
120 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada h. peningkatan Pospol/Polsubsektor/ Polsek jajaran Polres Sidoarjo; c. Bagsumda. a. implementasi pelatihan mind set dan culture set personel Polres Sidoarjo; b. penataan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan dan pelatihan yang baru yang telah dilaksanakan di Polres Sidoarjo. 4. Terbangunnya teknologi Kepolisian dan a. Subbag sarpras. penguatan HTCK terhadap fungsi dan instansi terkait;
121 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada sistem informasi secara berkelanjutan yang b. TI Pol peningkatan pemenuhan teknologi terintegrasi melalui kepolisian dan sistem informasi; penelitian dan kajian ilmiah dalam mendukung kinerja c. humas. penguatan fungsi Humas pada tingkat Polri yang optimal. Polres Sidoarjo; d. SPKT. implementasi penyajian informasi kriminal nasional di Polres dan Polsek. 5. Meningkatnya pelayanan prima dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung oleh penegakan hukum yang tegas a. Siwas. peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian berdasarkan hasil survey; b. Sumda. penguatan Sumber Daya Polri pada tingkat Polres dan Polsek; c. Satreskrim peningkatan pemberian SP2HP Satrnarkoba, dibandingkan tahun sebelumnya; Satlantas. f. Intelkam. penatan perizinan yang tepat waktu sesuai SOP; g. Sabhara. peningkatan respon time kehadiran Polri di TKP;
122 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada h. Siwas/ peningkatan penyelesaian komplin propam. masyarakat terhadap pelayanan Polri; i. TI Pol. penguatan Teknologi Informasi dalam pelayanan publik. 6. Meningkatnya peran intelijen dalam mendukung upaya mengelola keamanan dan ketertiban masyarakat Intelkam. a. peningkatan produk intelijen yang dapat digunakan oleh pimpinan dalam kegiatan lintas sektoral; b. peningkatan produk intelijen yang dapat digunakan oleh fungsi Kepolisian lainnya dalam rangka Harkamtibmas; c. penurunan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Polda Jatim; d. penguatan fungsi Intelijen Polsek; e. penguatan koordinasi Intelijen. 7. Terbangunnya kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta/ a. Bagops. penguatan fungsi Kerma pada tingkat Polres Sidoarjo; b. Bagsumda. a. jumlah personel Polres Sidoarjo yang ikut dalam pasukan misi
123 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada tokoh perdamaian dunia; masyarakat/tokoh agama/ c. Satbinmas. b. jumlah MoU yang dibuat antara LSM/Stakeholders Polres Sidoarjo dengan instasi di daerah Sidoarjo pemerintah/swasta /LSM/ dalam rangka stakeholders; sinergi polisional. d. Satbinmas. c. jumlah kerja sama antara Polres Sidoarjo dengan instansi pemerintah/ swasta/lsm /stakeholders; 8. Tergelarnya Bhabinkamtibmas di seluruh desa/kelurahan dalam rangka implementasi polmas dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan gejala sosial masyarakat di wilayah Sidoarjo. a. Satbinmas a. penguatan fungsi preemtif dan preventif pada tingkat Polsek dengan penggelaran Bhabinkamtibmas; b. penguatan strategi Polmas tingkat Polres dan Polsek. b. Satbinmas a. peningkatan jumlah komunitas masyarakat dalam menciptakan iklim keamanan; b. implementasi penempatan 1 (satu) Bhabinkamtibmas di setiap desa; c. penguatan unit Binmas Polsek.
124 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada 9. Meningkatnya Satlantas. a. penguatan fungsi pencegahan dan keselamatan lalu rekayasa lalu lintas sampai dengan lintas dalam tingkat Polsek; rangka mendukung program Decade of Action For Road b. penguatan fungsi penegakan hukum dibidang lalu lintas sampai dengan tingkat Polsek; Safety 2011-2020. c. penurunan jumlah laka lantas; d. penurunan tingkat fatalitas korban laka lantas meninggal dunia; e. penurunan jumlah pelanggaran terhadap 5 jenis pelanggaran lalu lintas. 10. Meningkatnya a. Satreskrim, a. penguatan fungsi penyidikan penyelesaian dan Satresnarkoba sampai dengan tingkat Polsek; pengungkapan, ; serta terciptanya b. penguatan fungsi pengawasan rasa aman penyidikan pada tingkat Polres; terhadap 4 (empat) jenis kejahatan c. penguatan koordinasi dengan (kejahatan Criminal Justice System (CJS), konvensional, BNN, BPKP, Bea Cukai, PPNS kejahatan lainnya; terhadap kekayaan negara, kejahatan
125 Kelembagaan Sasaran Strategis Terkait Yang Kerangka Kelembagaan Ket Sudah Ada transnasional dan d. persentase pengungkapan dan kejahatan penyelesaian kasus tindak pidana. berimplikasi kontinjensi) di wilayah Polres Sidoarjo.