BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdapat di Kabupaten Gorontalo, tepatnya jalan Raya Limboto No 10,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Desa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampel sebanyak 67 orang. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 1

BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

Sikap Sikap adalah perilaku wanita terhadap pemeriksaan mammografi a. Cara Ukur : metode angket

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. obyek dan subyek penelitian. Rancangan penelitian secara survei untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 9. Jumlah dan Presentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (orang) Presentase (%) Perempuan Laki-Laki

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terpadu kepada masyarakat dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serta

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu. Di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Sumber: Data primer Profil Kelurahan Lenteng Agung 2009.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang mengkaji hubungan antara variable dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian survei cross-sectional,

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah guru pembimbing dan siswa kelas XI di SMA

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA BASAWANG KECAMATAN TELUK SAMPIT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEBAGAI PENGOBATAN INFEKSI

BAB III METODE PENELITIAN. Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di. dibanding dengan desa lain di Kecamatan Sewon.

BAB V DESKRIPSI DATA KARAKTERISTIK PENDENGAR, PENGGUNAAN MEDIA RADIO, DAN KESENJANGAN KEPUASAN (GRATIFICATION DISCREPANCY)

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampel penelitian, dengan tetap memenuhi kriteria inklusi. Kuesioner ini diuji validitas dan

*Syafrianti Yatim, ,**Dr. Teti Sutriyati, M. Si, Apt***Madania, S.Farm, M.Sc., Apt. Program Studi Si, Jurusan Farmasi, FIKK, UNG

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL. independen (pengertian imuninisasi, tujuan imunisasi, manfaat imunisasi, jenis

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pekerjaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut :

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Syarat Rumah Sehat secara deskriptif sesuai dengan tujuan penelitian.

METODE PENELITIAN. Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdiri dari variabel independen yaitu pemberian reward dan variabel

BAB III METODE PENELITIAN. (Notoatmodjo, 2003). Metode pengambilan data dalam penelitian ini. dengan wawancara menggunakan kuesioner.

BAB VI HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN EFEK KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN LANTING UBI KAYU

METODE PENELITIAN Lokasi dan waktu Penelitian Desain Penelitian Populasi dan Sampel

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA AMOXICILLIN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian

BAB V ANALISA DATA PENELITIAN

BAB IV PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN. Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam

BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data pada penelitian tentang Faktor-

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM, Vol. 11 No. 2

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Konsumsi Pangan. Preferensi Pangan. Karakteristik Makanan:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang diperoleh

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

IV. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. semu (eksperimen quasi). Rancangan yang digunakan adalah One Group. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah penyuluhan.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan desain korelasional, pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. maka jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan studi

BAB III KERANGKA KONSEP. adalah tentang kanker payudara. Sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. Quasi Experiment (eksperimen pura-pura) disebut demikian karena

Gaya Hidup - aktivitas - minat - opini

JADWAL TENTATIF PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Yogyakarta. Hipotesis yang akan diuji dalam uji validitas ini adalah:

BAB III KERANGKA KONSEP KONSEPTUAL. Dari uraian terdahulu telah dijelaskan mengenai faktor- faktor yang

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Puskesmas Pakualaman merupakan puskesmas yang terletak di jalan jayeng

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. sidik jari yang sedang berjalan pada PUSLITBANG Sumber Data Air Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. 2010). Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survey

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian

ROKOK DAN IKLAN ROKOK

III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al-

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan

Gambaran Pengetahuan Klien tentang Swamedikasi di Apotek- Apotek Pekanbaru

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. explanatory study dengan pendekatan potong lintang (cross. simultan (dalam waktu yang bersamaan) (Notoatmodjo, 2010,

BAB V KETERDEDAHAN, PENILAIAN RESPONDEN TERHADAP PROGRAM SIARAN RADIO, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dikelilingi persawahan,dan dekat dengan jalan raya. Sekolah SMPN 2

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Maret-28 Mei tahun akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN

Saya sebagai mahasiswa Prodi D-III Keperawatan Fakultas Ilmu. Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo, bermaksud melaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Karakteristik Rumah Tangga Responden

METODE PENELITIAN. Desain Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan). Metode yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. 1 Jenis Pekerjaan dan Pendapatan Responden

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tingkat pengetahuan dan status gizi balita. Variabel independen dan variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran umum Objek/Subjek Penelitian. Bukalapak merupakan salah satu pasar online terkemuka di Indonesia.

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Limboto Barat Desa Daenaa selama ± 1 minggu. Sampel dihitung dengan menggunakan tabel penentuan besarnya sampel menurut Yount, yaitu (Anonim, 2009). Besarnya Populasi Besar Sampel 0 100 100 % 101 1000 10 % 1001 5000 5 % 5001 10000 2 % >10000 1% Dengan jumlah penduduk 1.566 sampel diambil dengan teknik cluster sampling, maka sampel yang diambil menjadi 78 orang. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden yang kemudian hasilnya dikumpulkan dan diolah, sehingga hasilnya dapat disajikan di bawah ini. 4.1.1 Hasil Uji Validasi dan Reliabilitas 4.1.1.1 Hasil Uji Validasi Kuesioner

Validasi adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini uji validasi menggunakan software SPSS 17,0. Dalam uji validasi ini dinyatakan bahwa butirbutir pertanyaan pada kuesioner seluruhnya valid karena koefisien korelasinya > 0,3. 4.1.1.2 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Notoatmodjo, 2010). Pengujian reliabilitas ini menggunakan software SPSS 17,0. Dalam uji reliabilitasi ini dinyatakan bahwa butir-butir pertanyaan pada kuesioner seluruhnya reliabel karena koefisien alpha adalah 0,6. 4.1.2 Analisa Data Data yang diambil dari masyarakat Kecamatan Limboto Barat Desa Daenaa yang meliputi data demografi jenis kelamin, pekerjaan, umur, dan pendidikan. Tabel 1 : Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%) Laki-Laki 27 34,62 % Perempuan 51 65,38 % Total 78 100% Sampel yang diperoleh 78 orang dari masyarakat Desa Daenaa dengan lakilaki berjumlah 27 orang (34,62 %) dan perempuan 51 orang ( 65,38 % ).

Tabel 2 : Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Presentase (%) PNS 14 17,95 % Mahasiswa 7 8,97 % Aparat Desa 12 15,38 % Polri 1 1,28 % Perawat 1 1,28 % Petani 13 16,67 % URT 24 30,77% Pedagang 4 5,13% Tidak bekerja 2 2,57 % Total 78 100 % Sampel yang diperoleh berdasarkan pekerjaan PNS berjumlah 14 orang (17,95 %), Mahasiswa berjumlah 7 orang (8,97 %), Aparat Desa berjumlah12 orang (15,38 %), Polri berjumlah 1 orang (1,28 %), Perawat berjumlah 1orang (1,28 %), Petani berjumlah 13orang (16,67 %), URT berjumlah 24 orang (30,77 %), Pedagang berjumlah 4 orang (5,13 %), dan tidak bekerja 2 orang (2,57%). Tabel 3 : Distribusi Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Presentase (%) 20-29 13 16,67 % 30-39 24 30,77 % 40-49 24 30,77 % 50-59 10 12,82 % 60-70 7 8,97 % Total 78 100 % Berdasarkan tabel diatas diperoleh responden yang berumur 20-29 berjumlah 13 orang (16,67 %), umur 30-39 berjumlah 24 orang (30,77 %), umur 40-49 berjumlah 24 orang (30,77%), umur 50-59 berjumlah 10 orang (12,82%), dan umur 60-70 berjumlah 7 orang (8,97 %). Tabel 4 : Distribusi Responden Berdasarkan pendidikan Pendidikan Frekuensi Presentase (%) SD 24 30,77 % SMP 12 15,39 % SMA 17 21,79%

Perguruan Tinggi 25 32,05 % Total 78 100 % Berdasarkan tabel 4 diatas diperoleh responden yang berpendidikan SD sebanyak 24 orang (30,77%), berpendidikan SMP sebanyak 12 orang (15,39%), berpendidikan SMA sebanyak 17 orang (21,79%) dan Perguruan Tinggi sebanyak 25 orang (32,05%) Tabel 5: Distribusi pertanyaan terbuka masyarakat yang menjadi sampel penelitian dari 78 responden di Desa Daenaa No Pertanyaan Jumlah (n = 78) % 1 Apakah anda pernah Semua responden menjawab 100 % mendengar obat pernah antibiotik? 2 Dari mana anda mendengar obat antibiotik? Responden yang menjawab dari Petugas Kesehatan yaitu sebanyak 51 orang, 65,38% Dari penyuluhan sebanyak 7 orang dari media Cetak sebanyak 7 orang 8,98% dari media Elektronik sebanyak 10 8,98% orang, dari tetangga sebanyak 1 12,82%

orang, 1,28% dari keluarga sebanyak 2 orang dan Tidak pernah mendapat informasi 2,56% tidak ada. 0% Apakah anda mengerti Semua responden menjawab ya 3 tentang antibiotik? 100 % Pernakah anda 74 responden yang menjawab membeli obat pernah 4 antibiotik? 3 responden yang menjawab tidak 94,87 % pernah 5,13 % Dimana biasanya anda membeli obat Responden yang menjawab di Apotek sebanyak 50 orang, antibiotik? yang menjawab di Puskesmas 5 sebanyak 11 orang dan yang 64,10 % menjawab di warung sebanyak 17 orang 14,11 % Apakah dalam Responden yang menjawab ya sebanyak 26 orang. dan 21, 79 pembelian obat Responden yang menjawab tidak

6 7 antibiotik, anda mendapatkan informasi tentang cara minumnya? Obat sejenis apa yang masuk dalam golongan antibiotik yang biasa anda konsumsi? sebanyak 52 orang Responden yang menjawab Amoxilin dan Ampisislin sebanyak 46 orang, yang menjawab Ampisilin sebanyak sebanyak 6 orang, yang menjawab amoxilin sebanyak 10 orang, Yang menjawab ciproloxasin sebanyak 3 orang Dan menjawab tidak tahu sebanyak 13 orang. 33,33 % 66,67 % 58,97 % 7,69 % Apakah anda mengerti tentang resistensi antibiotik? Responden yang menjawab ya sebanyak 72 orang dan Responden yang menjawab tidak sebanyak 6 orang. 12,82 % 3,85 % 16,67 %

8 92, 31 % 7,69 % Total 78 100 Dari 78 responden pada butir pertanyaan terbuka nomor pertama menjawab pernah mendengar tentang obat antibiotik yaitu semua (100 %). Untuk pertanyaan kedua yang menjawab dari petugas kesehatan yaitu sebanyak 51 orang (65,38%), dari penyuluhan sebanyak 7 orang (8,98%), dari media cetak sebanyak 7 orang (8,98%), dari media elektronik sebanyak 10 orang (12,82%), dari tetangga sebanyak 1 orang (1,28%), dari keluarga sebanyak 2 orang (2,56%) dan tidak pernah mendapat informasi tidak ada (0%). Untuk pertanyaan ketiga yang menjawab mengerti tentang antibiotik yaitu semua (100 %)). Untuk pertanyaan keempat yang menjawab pernah menjawab pernah membeli antibiotik yaitu sebanyak 74 (94,87 %) dan yang menjawab tidak pernah membeli yaitu 4 orang (5,13 %). Untuk pertanyaan kelima yang menjawab membeli antibiotik di apotek sebanyak 50 orang (64,10%), di puskesmas sebanyak 11 orang (14,11% ) dan di warung sebanyak 17 orang (21,79%).

Untuk pertanyaan keenam yang menjawab mendapatkan informasi tentang cara minum obat antibiotik yaitu sebanyak 26 orang (33,33%). dan yang menjawab tidak mendapatkan informasi tentang cara minum obat antibiotik yaitu sebanyak 52 orang (66,67%). Untuk pertanyaan ketujuh yang menjawab jenis obat yang masuk dalam golongan antibiotik yang biasa dikonsumsi yaitu obat Amoksilin dan Ampisilin sebanyak 46 orang (58,97%), yang menjawab ampisilin sebanyak 6 orang (7,69%), yang menjawab amoksilin sebanyak 10 orang (12,82%), yang menjawab ciproloxasin sebanyak 3 orang (3,85%) dan menjawab tidak tahu sebanyak 13 orang (16,67%). Untuk pertanyaan kedelapan yang mengerti tentang resistensi antibiotik yaitu sebanyak 72 orang (92,31%) dan yang menjawab tidak mengerti tentang resistensi antibiotik yaitu sebanyak 6 orang (7,69%). Tabel 6: Distribusi tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Desa Daenaa No Pengetahuan Jumlah % 1 Baik 31 39,75% 2 Cukup 35 44,87% 3 Kurang 12 15,38% Jumlah 78 100

Tabel 6 menujukkan bahwa persentase terbesar responden masyarakat Desa Daenaa yang dijadikan sampel, memiliki pengetahuan baik tentang penggunaan antibiotik sebanyak 31 orang (39,75 %), pengetahuan cukup 35 orang (44,87 %), dan 12 orang (15,38 %) yang pengetahuan kurang. Tabel 7 : Distribusi tingkat pengetahuan masyarakat tentang resistensi antibiotik di Desa Daenaa No Pengetahuan Jumlah % 1 Baik 30 38,46% 2 Cukup 40 51,28% 3 Kurang 8 10,26% Jumlah 78 100 Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari 78 responden masyarakat Desa Daenaa yang dijadikan sampel, yang memiliki pengetahuan baik mengenai resistensi antibiotik sebanyak 30 orang (38,46%), pengetahuan cukup sebanyak 40 orang (51,28%) dan pengetahuan kurang sebanyak 8 orang (10,26%). 4.2 Pembahasan Responden untuk penelitian ini diperoleh dari Tiga Dusun Dari Satu Desa yang sebagai lokasi untuk penelitian dipilih wilayah Desa Daenaa yang memiliki 1.566 warga. Untuk penelitian ini peneliti hanya mengambil 78 orang responden. Penentuan jumlah sampel ini didasarkan atas teori yount yakni jika besar populasi 1001 5000 maka sampel yang diambil adalah 5 % dari populasi.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat berupa kuesioner yang sebagian pertanyaannya di ambil dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hardiana Binti Hamzah seorang mahasiswa Universitas Sains Malaysia untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik, kuesioner tersebut dibagikan kepada masyarakat dengan cara mengantar ke rumah rumah, kuesioner tersebut terdiri dari 7 pertanyaan terbuka dan 11 pertanyaan obyektif, dan disetiap pertanyaan telah ditentukan skor yang sesuai dengan jawabannya, jadi responden yang sudah di tentukan dapat mengisi kuesioner yang sudah disediakan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa sebagian besar responden membeli obat antibiotik dari apotik tetapi mereka sering kali tidak mendapatkan tentang cara penggunaannya. Responden tersebut sebanyak 50 orang (64,10%), responden yang memperoleh obat antibiotik dari puskesmas sebanyak 11 orang (14,11%), adapun responden yang memperoleh obat antibiotik dari warung sebanyak 17 orang (21,79 %). Sedangkan yang memperoleh informasi tentang cara minumnya yaitu sebanyak 26 orang (33,33%) dan yang tidak memperoleh tentang cara minumnya sebanyak 52 orang ( 66,67%). Pada tabel 2 sampel yang diperoleh berdasarkan pekerjaan yaitu PNS berjumlah 14 orang (17,95 %), Mahasiswa berjumlah 7 orang (8,97 %), Aparat Desa berjumlah 12 orang (15,38 %), Polri berjumlah 1 orang (1,28 %), Perawat berjumlah 1 orang (1,28 %), Petani berjumlah 13 orang (16,67 %), URT berjumlah 24 orang (30,77 %), Pedagang berjumlah 4 orang (5,13 %), dan tidak bekerja 2 orang (2,57%). Manusia memerlukan suatu pekerjaan untuk dapat berkembang dan berubah.

Seseorang yang bekerja bertujuan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih dari keadaan sebelumnya. Dengan bekerja seseorang dapat berubah sesuatu yang bernilai, bermanfaat dan memperoleh berbagai pengetahuan. Dalam hal ini responden masih mempunyai ruang lingkup pengetahuan yang cukup karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai ibu rumah tangga sehingga mereka jarang mendapatkan informasi tentang cara penggunaan antibiotik karena waktu mereka lebih banyak dihabiskan dengan mengurus keluarga. Pada tabel 3 sampel yang diperoleh berdasarkan umur yaitu responden yang berumur 20-29 berjumlah 13 orang (16,67%), umur 30-39 berjumlah 24 orang (30,77%), umur 40-49 berjumlah 24 orang (30,77%), umur 50-59 berjumlah 10 orang (12,82%), dan umur 60-70 berjumlah 7 orang (8,97%). Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya. Hal ini dapat mencerminkan bahwa pengetahuan masyarakat masih tergolong baik karena dilihat dari sebagian besar umur responden masih tergolong umur yang produktif yang masih kuat daya tangkap dan pola pikirnya. Pada tabel 4 sampel yang diperoleh responden yang berpendidikan SD sebanyak 24 orang (30,77%), berpendidikan SMP sebanyak 12 orang (15,39%), berpendidikan SMA sebanyak 17 orang (21,79%) dan Perguruan Tinggi sebanyak 25 orang (32,05%). Makin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat

pengetahuannya ( notoadmodjo, 2002). Responden dengan latar belakang pendidikan yang tinggi akan lebih mudah untuk menerima dan memahami informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan demikian sebaliknya jika responden mempunyai pendidikan yang rendah maka sulit untuk memahami informasi yang diberikan. Latar belakang pendidikan pada penelitian ini sebagian besar adalah perguruan tinggi. Walaupun pendidikan seseorang tersebut tinggi belum tentu ia mengerti dan paham tentang suatu hal. Pada tabel 5 diatas pada pertanyaan terbuka diperoleh responden yang menjawab butir pertanyaan nomor pertama yaitu Apakah anda pernah mendengar obat antibiotik? yaitu semua pernah mendengar antibiotik ( 100 %). Untuk pertanyaan kedua yakni Dari mana anda mendengar obat antibiotik? yaitu Responden yang menjawab dari Petugas Kesehatan yaitu sebanyak 58 orang (65,38%), dari penyuluhan sebanyak 7 orang (8,98%), dari media Cetak sebanyak 7 orang (8,98%), dari media elektronik sebanyak 10 orang (12,82%), dari tetangga sebanyak 1 orang (1,28%), dari keluarga sebanyak 2 orang (2,56%) dan tidak pernah mendapat informasi tidak ada (0%). Untuk pertanyaan ketiga yakni Apakah anda mengerti tentang antibiotik? yaitu semua mengerti tentang antibiotik tapi sebanyak 16 orang (20,51%) yang sebenarnya belum mengerti tentang penggunaan antibiotik karena mereka tidak ingin mencari tahu dan tidak lagi membutuhkan informasi yang lebih tentang penggunaan antibiotik, mereka sudah merasa bahwa pengetahuan mereka sudah baik. Untuk pertanyaan keempat Pernakah anda membeli obat antibiotik? yaitu responden yang menjawab pernah sebanyak 74 orang (94,87%)

dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 4 orang (5,13%). Untuk pertanyaan kelima Dimana biasanya anda membeli obat antibiotik? yaitu responden yang menjawab di Apotek sebanyak 50 orang (64,10%), yang menjawab di Puskesmas sebanyak 11 orang (14,11%) dan yang menjawab di warung sebanyak 17 orang (21,79%). Untuk pertanyaan keenam Apakah dalam pembelian obat antibiotik, anda mendapatkan informasi tentang cara minumnya? yaitu responden yang menjawab ya sebanyak 26 orang (33,33%) dan responden yang menjawab tidak sebanyak 52 orang (66.67%) Untuk pertanyaan ketujuh Obat sejenis apa yang masuk dalam golongan antibiotik yang biasa anda konsumsi? yaitu responden yang menjawab Amoksilin dan Ampisilin sebanyak 46 orang (58,97%), yang menjawab Ampisilin sebanyak sebanyak 6 orang (7,69%), yang menjawab amoksilin sebanyak 10 orang (12,82%), yang menjawab ciproloxasin sebanyak 3 orang (3,85%) dan menjawab tidak tahu sebanyak 13 orang (16,67%). Untuk pertanyaan kedelapan Apakah anda mengerti tentang resistensi antibiotik? yaitu responden yang menjawab ya sebanyak 72 orang (92,31%) dan responden yang menjawab tidak sebanyak 6 orang (7,69%). Pada tabel 6 menujukkan bahwa persentase terbesar responden masyarakat Desa Daenaa yang dijadikan sampel, memiliki pengetahuan baik tentang penggunaan antibiotik sebanyak 31 orang (39,75%), pengetahuan cukup sebanyak 35 orang (44,87 %), dan yang pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (15,38%). Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Daenaa tentang penggunaan antibiotik dikategorikan cukup, karena mereka belum begitu mengerti dan paham tentang penggunaan antibiotik. Pengetahuan yang cukup ini dipengaruhi

oleh kurangnya penyuluhan oleh Dinas Kesehatan dan juga banyaknya masyarakat yang memperoleh obat antibiotik dari apotek tapi banyak masyarakat yang tidak memperoleh tentang cara penggunaannya. Pengetahuan dan pemahaman seseorang tentang penggunaan antibiotik sangat diperlukan mengingat banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik tidak sesuai dengan jenis kumannya sehingga akan menimbulkan resistensi, dengan timbulnya resistensi maka akan menbutuhkan antibiotik yang lebih mahal, hal ini akan merugikan masyarakat itu sendiri. Pada tabel 7 menujukkan bahwa persentase responden masyarakat Desa Daenaa yang dijadikan sampel, responden yang memiliki pengetahuan baik tentang resistensi antibiotik sebanyak 30 orang (38,46%), pengetahuan cukup 40 orang (51,28%), dan 8 orang (10,26%) yang berpengetahuan kurang. Sebagian besar masyarakat Desa Daenaa belum tahu dan paham tentang akibat yang ditimbulkan jika tidak menggunakan antibiotik secara tepat. Obat yang sering di konsumsi oleh responden sebagian besar adalah amoksilin dan ampisilin karena kedua obat itu mereka bisa peroleh dari warung. Dengan pengetahuan yang cukup tentang penggunaan antibiotik maka masyarakat lebih banyak mengikuti penyuluhan atau lebih banyak bertanya tentang penggunaan obat antibiotik, terlebih lagi jika mereka tidak memperoleh informasi tentang penggunaan antibiotik dari tenaga kesehatan. Pengetahuan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pendidikan, umur dan pekerjaan tetapi dari informasi dan wawasan responden dari pengalaman sendiri, keluarga atau tetangga. Responden juga memperoleh informasi dari membaca artikel dari koran, majalah atau mendengar dari radio dan melihat televisi. Seseorang yang tamat SD belum tentu memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal penggunaan obat yang baik terutama obat antibiotik dibandingkan dengan orang yang memiliki pendidikan

yang lebih tinggi karena bila orang tersebut rajin membaca, rajin mendengar informasi dan selalu turut serta dalam penyuluhan atau sering bertanya kepada petugas kesehatan tidak mustahil pengetahuan orang tersebut akan bertambah menjadi lebih baik ( Anonim, 2011).