BAB 2. GAMBARAN UMUM WILAYAH

dokumen-dokumen yang mirip
Gambaran Umum Wilayah

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan BAB I PENDAHULUAN. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013 I - 1

DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH

Jumlah Anggaran 1 BELANJA , ,00 97, ,95

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI KALBAR

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

BAB 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH


BUPATI SERAM BAGIAN BARAT

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA TASIKMALAYA A. BAGAN STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 130 TAHUN 2016 T E N T A N G POLA KOORDINASI PERANGKAT DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN SOPPENG

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

RINGKASAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI

Gambaran Umum Wilayah`

APBD KOTA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2018

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN

ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN BLORA TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 5 TAHUN 2008

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA PRIORITAS PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

BUPATI WONOGIRI PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN...I.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG

Daftar Isi. KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH JEMBER TAHUN ANGGARAN 2016

BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERUYAN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015

RINGKASAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013

REALISASI APBD PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN ANGGARAN 2013 TRIWULAN I

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

KEPUTUSAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR : PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI ( PPID ) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG WALIKOTA SEMARANG,

REALISASI PENCAIRAN DANA APBD PROVINSI KALIMANTAN TENGAH S.D. TRIWULAN IV TA 2015

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Pelalawan

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 33 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN KOORDINASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB VII PENUTUP KESIMPULAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 4 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN

BUKU PUTIH SANITASI (BPS) Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banggai

BUPATI KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

POKJA AIR MINUM DAN SANITASI KABUPATEN KEPULAUAN ARU

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB IV PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/KEGIATAN

D A F T A R I S I Halaman

PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL RINGKASAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2014

BUPATI TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 09 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

Kata Pengantar. Kupang, Februari 2014 KEPALA BAPPEDA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 03 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG

WALIKOTA JAMBI PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 63 TAHUN 2016

RINGKASAN RANCANGAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

BUPATI KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KUDUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUDUS,

WALIKOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

RINGKASAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI SKPD TAHUN ANGGARAN 2013

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 06 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 06 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA

bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan

BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

Transkripsi:

BAB 2. GAMBARAN UMUM WILAYAH 2.1 Geografis, Administratif, dan Kondisi Fisik Kabupaten Kepulauan Aru dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2003 dengan maksud mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintah. meningkatkan pelayanan agar lebih efektif dan efisien. serta memperluas jangkauan dan mutu pelayanan publik. Kabupaten Kepulauan Aru merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku dan berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai tugas dan tanggungjawab yang sama untuk mewujudkan tujuan nasional seperti yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. yaitu melindungi segenap bangsa Indonesi dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian. sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan nasional. memberikan kewenangan yang lebih luas dan nyata bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam menjalankan urusan pemerinahaan. Kabupaten Kepulauan Aru menurut Astronomi terletak Antara 5 sampai 8 Lintang Selatan dan 133.5 sampai 136.5 Bujur Timur. Sedangakan secara geografis batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Selatan : Arafura Sea. Sebelah Utara : Papua Province. Sebelah Timur : Papua Province. dan Sebelah Barat Kei Besar Island. Luas daratan di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru ± 6.426.77 Km². 2.1.1 Iklim Iklim dipengaruhi oleh laut banda. laut Arafura dan Samudra Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan. sehingga sewaktu-waktu perubahan ; a. Musim 1. Keadaan musim teratur. Musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah Musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Pebruari. Musim ini, Musim Hujan pada Bulan Desember dan Pebruari Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 11

2. Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret/April dan Oktober/Nopember. 3. Bulan April sampai Oktober, bertiup Angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Pebruari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora. 4. Bulan April sampai September bertiup Angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan Angin Tenggara dominan 61%. 5. Bulan Oktonber Sampai Maret bertiup Angin Barat Laut sebanyak 50% dengan Angin Barat Laut dominan 28%. b. Tipe Iklim Berdasarkan klasifikasi Agroklimat menurut OlLDEMAN IRSAL dan MULADI (1981). Kepulauan Aru terbagi dalam dua Zona Agroklimat C2 yaitu bulan basah sebanyak 5 6 bulan dan bulan kering sebanyak 2 3 bulan. 2.1.2 Kondisi Topografi Topografi Kepulauan Aru pada umunya dataran dan berawa-rawa. 2.1.3 Kodisi Geologi Menurut Peta Geologi Indonesi (1965). Pulau/Kepulauan Aru terbentuk/tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 2 jenis tanah dan 5 jenis batuan 2.1.4 Kondisi Hidrologi Pembahasan terhadap aspek hidrologi adalah pembahasan terhadap pola aliran (drainage patern). keadaan run off. ketersedian sumber daya air. dan daerah aliran sungai. Beberapa factor yang mempengaruhi keadaan hidrologi yaitu curah hujan. tipe iklim. dan sungai. Lihat table (2.1). Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 12

Tabel 2.1: Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru Nama DAS Letak DAS Kola Werilau Kec. Aru Utara DAS Sisirwatu Kec. Aru Utara DAS Jarangjin Kec. Aru Utara & Kec. PP. Aru DAS Tunguwatu Kec. Pulau-Pulau Aru DAS Manumbai Kec. PP. Aru. Kec. Aru Tengah & Kec. Aru Tengah Timur. DAS Warloy Kec. Aru Tengah Timur & Kec. Aru Tengah Selatan DAS Workai Kec. Aru Tengah DAS Maikoor Kec. Aru Tengah & Kec. Aru Selatan Timur DAS Serwatu Kec. Aru Selatan & Kec. Aru Selatan Timur DAS Tafermaar Kec. Aru Selatan & Kec. Aru Selatan Timur Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku (2006). 2.1.5 Administratif Kabupaten Kepulauan Aru. yang berikut di Dobo. pada awalnya merupakan satu wilayah kecamatan induk yang ada sejak Kabupaten Maluku Tenggara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten. yaitu : Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada tahun 2000. Setelah Kabupaten Maluku Tenggara dimekarkan. kabupaten tersebut hanya terdiri dari 3 (tiga) kecamatan. yaitu: 1. Kecamatan Kei Kecil 2. Kecamatan Kei Besar. dan 3. Kecamatan PP Aru Kecamatan Pula-pulau Aru saat itu membawahi 117 Desa dan 2 Kelurahan.Beberapa waktu kemudian Kecamatan Pulau-pulau Aru dimekarkan kembali menjadi 3 kecamatan yaitu : 1. Kecamtan Pulau-Pulau Aru beribukota di Dobo. 2. Keamatan Aru Tengah beribukota di Benjina 3. Kecamatan Aru Selatan beribukota di Jerol. Pada tahun 2003. Kabupaten Maluku Tenggara dimemakarkan kembal menjadi 2 (dua) kabupaten. yaitu : Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru. Kabupaten Kepulauan Aru yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2003 membawahi 3 kecamatan tersebut. Kabupaten Kepulauan Aru saat ini membawahi 7 (tujuh) keamatan Yaitu; 1. Kecamatan Pulau-Pulau Aru 2. Kecamatan Aru Utara Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 13

3. Kecamatan Aru Tengah 4. Kecamtan Aru Tengah Timur (pemekaran kecamatan aru tengah) 5. Kecamatan Aru Tengah Selatan ( pemekaran kecamtan aru tengah) 6. Kecamatan Aru Selatan 7. Kecamatan Aru Selatan Timur Pada tahun 2012 terjadi pemekaran kecamatan kembali menjadi 10 kecamatan yaitu: 1. Kecamatan Pulau-Pulau Aru table (2.2). 2. Kecamatan Aru Utara 3. Kecamatan Sir Sir 4. (pemekaran Kecamatan Aru Utara) 5. Kecamatan Aru Utara Timur Batuley 6. (pemekaran Kecamatan Aru Utara) 7. Kecamatan Aru Tengah 8. Kecamatan Aru Tengah Timur 9. Kecamatan Aru Tengah Selatan 10. Kecamatan Aru Selatan 11. Kecamatan Aru Selatan Utara 12. (pemekaran Kecamatan Aru Selatan) 13. Kecamatan Aru Selatan Timur. Jumlah Kelurahan/Desa. Luas wilayah per Kecamatan dapat dilihat pada Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 14

Tabel 2.2: Luas wilayah per-kecamatan dan jumlah kelurahan Jumlah Luas Wilayah Nama Kecamatan Kelurahan Administrasi Terbangun /Desa (%) thd (%) thd (Ha) (Ha) total total Pulau-Pulau Aru 15 90.739 13,8 245 40,79 Aru Utara 12 53.228 8,31 43 7,8 Aru Utara Timur Batuley 9 30.478 4,76 19 3,15 Sir Sir 9 57.255 8,93 23 3,82 Aru Tengah 22 137.206 21,41 103 17,23 Aru Tengah Timur 13 65.975 10,30 67 11,11 Aru Tengah Selatan 7 29.511 4,6 20 3,25 Aru Selatan 15 78.812 12,30 39 6,42 Aru Selatan Utara 7 47.831 7,47 18 2,97 Aru Selatan Timur 10 51.688 8,1 25 4,18 Total 119 642.723 100 600 100 Sumber: BAPPEDA Kabupaten Kepulauan Aru. Diolah tahun 2014 Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 15

Peta 2.1: Peta Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 16

Peta 2.2: Peta Administrasi Kabupaten Kepulauan Aru Sumber: RTRW Kabupaten Kepulauan Aru. BAPPEDA. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 17

2.2 Demografi Tabel 2.3: Jumlah penduduk dan kepadatannya 3-5 tahun terakhir Nama Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga Tingkat Kepadatan Pertumbuhan penduduk Tahun Tahun Tahun Tahun 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 Pulau-Pulau Aru 35870 36979 38123 8967 9245 9531 3 3 3 38 39 Aru Utara 5073 5230 5392 1268 1308 1348 3 3 3 8 9 Aru Utara Timur Batuley 4192 4321 4455 1048 1080 1114 3 3 3 12 14 Sir Sir 2631 2712 2796 658 678 699 3 3 3 4 4 Aru Tengah 12520 12907 13306 3130 3227 3327 3 3 3 8 9 Aru Tengah Timur 4282 4414 4551 1071 1104 1138 3 3 3 5 6 Aru Tengah Selatan 5047 5203 5364 1262 1301 1341 3 3 3 15 17 Aru Selatan 6678 6884 7097 1669 1721 1774 3 3 3 7 8 Aru Selatan Utara 3340 3444 3550 835 861 888 3 3 3 5 6 Aru Selatan Timur 3862 3982 4105 995 995 1026 3 3 3 6 7 TOTAL 83495 86077 88739 20903 21519 22185 30 30 30 108 119 Sumber: KECAMATAN DALAM ANGKA 2014 (PAKAI DATA 2011. 2012. 2013) Keterangan: Periode waktu disesuaikan dengan sistem penyusunan data statistik dimana dokumen tahun n menyajikan data tahun n-1 sebagai data terkini. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 18

Tabel 2.4: Jumlah penduduk proyeksinya untuk 5 tahun Nama Kecamatan Tingkat Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga Kepadatan Penduduk (Ha) Pertumbuhan Tahun Tahun Tahun Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Pulau-Pulau Aru 41322 44520 47719 50917 54116 8264 8904 9544 10183 10823 616 663 711 759 806 42 43 45 47 48 Aru Utara 5403 5415 5426 5437 5449 1081 1083 1085 1087 1090 81 81 81 81 81 10 11 13 15 17 Aru Utara Timur Batuley 4507 4561 4614 4668 4721 901 912 923 934 944 67 68 69 70 70 15 16 18 19 20 Sir Sir 2824 2850 2877 2903 2930 565 570 575 581 586 42 42 43 43 44 5 7 9 10 11 Aru Tengah 13419 13532 13645 13758 13872 2684 2706 2729 2752 2774 200 202 203 205 207 10 12 14 16 18 Aru Tengah Timur 4576 4600 4625 4649 4674 915 920 925 930 935 68 69 69 69 70 7 8 10 11 13 Aru Tengah Selatan 5442 5521 5599 5677 5756 1088 1104 1120 1135 1151 81 82 83 85 86 18 19 21 22 24 Aru Selatan 7129 7161 7193 7225 7257 1426 1432 1439 1445 1451 106 107 107 108 108 9 10 11 11 14 Aru Selatan Utara 3566 3582 3598 3614 3630 713 716 720 723 726 53 53 54 54 54 7 8 12 12 15 Aru Selatan Timur 4121 4136 4152 4167 4183 824 827 830 833 837 61 62 62 62 62 8 10 12 16 19 TOTAL 92308 95878 99447 103016 106586 18462 19176 19889 20603 21317 1375 1429 1482 1535 1588 131 144 165 179 199 Sumber: Hasil Analisis Sub Bidang Analisis dan Statistik. Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Kepulauan Aru. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 19

2.3 Keuangan dan Perekonomian Daerah No Realisasi Anggaran Tabel 2.5: Rekapitulasi Realisasi APBD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2009 2013 Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 Rata2 pertum buhan A Pendapatan (a.1 + a.2 + a.3) 384.855.956.775 456.537.895.866 464.905.350.024 466.090.393.257 504.684.429.472 7.25 Pendapatan a.1 Asli Daerah 10.901.719.540 12.925.731.000 17.377.768.574 9.000.150.000 8.614.000.000 (PAD) a.1.1 Pajak daerah 1.094.594.540 1.171.731.000 3.012.904.100 1.095.000.000.00 885.000.000 a.1.2 Retribusi daerah 3.494.625.000 4.354.000.000 5.831.150.000 4.155.150.000.00 4.029.000.000 a.1.3 Hasil pengolahan kekayaan 375.000.000 400.000.000 400.000.000 250.000.000.00 200.000.000 daerah yang dipisahkan a.1.4 Lain-lain pendapatan daerah yang sah 5.937.500.000 7.000.000.000 8.133.714.474 3.500.000.000.00 3.500.000.000 Dana a.2 Perimbangan (Transfer) 332.928.123.235 370.486.569.130 389.080.675.450 436.063.480.257 471.812.611.168 a.2.1 Dana bagi hasil 18.859.520.265 67.838.105.506 50.467.180.450 33.019.365.257.00 24.147.174.168 a.2.2 Dana alokasi 356.469.535.000.0 265.082.900.000 271.811.328.000 302.931.395.000 umum 0 375.944.887.000 a.2.3 Dana alokasi khusus 48.985.702.970 30.837.135.624 35.682.100.000 46.574.580.000.00 71.720.550.000 Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 20

a.3 Lain-lain Pendapatan 41.026.114.000 73.125.595.736 58.446.906.000 21.026.763.000 24.257.818.304 yang Sah a.3.1 Hibah 7.500.000.000 59.967.959.000 54.446.906.000 - - a.3.2 Dana bagi hasil pajak dari provinsi kepada 3.950.000.000 4.230.288.336 4.000.000.000 7.500.000.000.00 7.500.000.000 kab./kota a.3.3 Dana penyesuaian dan dana 29.576.114.000 8.927.348.400-12.193.563.000.00 16.557.818.304 otonomi khusus a.3.4 Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi atau daerah lainnya - 1.333.200.000.00 200.000.000 B b.1 Belanja (b1 + b.2) Belanja Tidak Langsung 565.515.433.535 512.027.896.693 466.872.142.348 492.915.006.711 492.775.795.921 140.736.352.549 161.855.013.128 166.222.421.577 216.309.365.115 205.181.652.574 b.1.1 Belanja pegawai 87.949.751.013 110.407.821.059 108.822.178.508 184.991.508.046.1 7 199.633.008.443 b.1.2 Subsidi 900.000.000 - - - 3.216.240.619 b.1.3 Hibah 18.732.576.000 24.932.800.000 23.853.651.000 6.578.115.000.00 - b.1.3 Bantuan sosial 10.550.000.000 5.564.792.069 14.164.792.069 2.034.150.000.00 264.792.069 b.1.5 b.1.6 Belanja bagi hasil Belanja tidak terduga 19.841.400.000 19.449.600.000 17.881.800.000-2.762.625.536 1.500.000.000-18.146.592.069.00 - - Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 21

b.1.7 Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kab. - - 1.500.000.000 4.559.000.000.00 2.067.611.443 b.2 Belanja Langsung 424.779.080.986 350.172.883.565 300.649.720.771 276.605.641.595 287.594.143.347 b.2.1 Belanja pegawai 44.403.084.500 38.997.165.108 25.882.934.000 26.613.460.000.00 65.801.596.500 b.2.2 Belanja barang 139.736.048.856.4 129.278.100.914 125.307.825.484 113.348.303.221 dan jasa 4 130.625.473.892 b.2.3 Belanja modal 251.097.895.572 185.867.892.973 161.418.483.550 110.256.132.739 91.167.072.955 C Pembiayaan 84.929.364.374 55.490.000.827 65.191.337.265 26.824.613.454 51.042.614.964 Surplus/Defisit (180.659.476.760) (55.490.000.827) (1.966.792.324) (26.824.613.454) 11.908.633.551 Anggaran Sumber : Realisasi APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2009-2013.diolah Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 22

Tabel 2.6: Rekapitulasi Realisasi Belanja Sanitasi SKPD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2009-2013 Tahun Rata2 No SKPD pertum 2009 2010 2011 2012 2013 buhan 1 PU-CK 7.288.341.350 100.000.000-104.750.000 1.632.400.000 1.a Investasi 7.288.341.350 100.000.000-104.750.000 1.632.400.000 1.b operasional/pemeliharaan (OM) - - - - - 2 BPLH - 130.500.000 1.788.535.140 2.717.660.000 3.964.207.500 2.75 2.a Investasi - 130.500.000 - - - 2.b operasional/pemeliharaan (OM) - - 1.788.535.140 2.717.660.000 3.964.207.500 3 Kimtaru / BAPPEDA - - - - - 3.a Investasi - - - - - 3.b operasional/pemeliharaan (OM) - - - - - 4 Dinkes 100.805.000 60.960.000-78.195.000 71.895.000 4.a Investasi 100.805.000 60.960.000-78.195.000 71.895.000 4.b operasional/pemeliharaan (OM) - - - - - 5 Bappeda - - - - - 5.a Investasi 5.b operasional/pemeliharaan (OM) 6 Bapermas - - - - - 6.a Investasi 6.b operasional/pemeliharaan (OM) N SKPD lainnya (sebutkan) - - - - - n.a Investasi n.b operasional/pemeliharaan (OM) 8 Belanja Sanitasi (1+2+3+ n) 7.389.146.350 291.460.000 1.788.535.140 2.900.605.000 5.668.502.500 Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 23

9 Pendanaan investasi sanitasi Total (1a+2a+3a+ na) 7.389.146.350 291.460.000-182.945.000 1.704.295.000 10 Pendanaan OM (1b+2b+3b+ nb) - - 1.788.535.140 2.717.660.000 3.964.207.500 11 Belanja Langsung 14.778.292.700 582.920.000 3.577.070.280 5.801.210.000 11.337.005.000 12 Proporsi Belanja Sanitasi Belanja Langsung(8/11) (7.389.146.350) (291.460.000) (1.788.535.140) (2.900.605.000) (5.668.502.500) 13 Proporsi Investasi Sanitasi Total Belanja Sanitasi (9/8) - - (1.788.535.140) (2.717.660.000) (3.964.207.500) 14 Proporsi OM Sanitasi Total Belanja Sanitasi (10/8) (7.389.146.350) (291.460.000) - (182.945.000) (1.704.295.000) Sumber : Realisasi APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2009-2013. diolah Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 24

Tabel 2.7 Perhitungan Pendanaan Sanitasi oleh APBD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2010 2014 No Uraian Belanja Sanitasi (Rp.) 2010 2011 2012 2013 2014 Ratarata Pertum buhan 1 Belanja Sanitasi ( 1.1 + 1.2 + 1.3 + 1.4 ) 291.460.000 1.788.535.140 2.900.605.000 5.668.502.500 7.882.190.000 1.1 Air Limbah Domestik 100.000.000-4.980.000 - - 1.2 Sampah rumah tangga 130.500.000 1.788.535.140 2.717.660.000 3.964.207.500 7.882.190.000 1.3 Drainase perkotaan - - 99.770.000 1.632.400.000-1.4 PHBS 60.960.000-78.195.000 71.895.000-2 Dana Alokasi Khusus ( 2.1 + 2.2 + 2.3 ) 543.927.570 632.380.000 - - 3.109.646.201 2.1 DAK Sanitasi 543.927.570 632.380.000 - - 3.109.646.201 2.2 DAK Lingkungan Hidup - - - - - 2.3 DAK Perumahan dan Permukiman - - - - - 3 Pinjaman/Hibah untuk Sanitasi 4 Bantuan Keuangan Provinsi untuk Sanitasi Belanja APBD murni untuk Sanitasi (1-2-3) (252,467,570) 1,156,155,140 2,900,605,000 5,668,502,500 4,772,543,799 Total Belanja Langsung % APBD murni terhadap Belanja Langsung Sumber : APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2010 2014. Diolah Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 25

Tabel 2.8 Belanja Sanitasi Perkapita Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2010-2014 No D e s k r i p s i Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata 1 Total Belanja Sanitasi Kabupaten/Kota 835.387.570 2.420.915.14 0 3.005.355.000 7.300.902.50 0 10.991.836.20 1 2 Jumlah Penduduk 84.138 86.468 88.692 90.421 92.195 Belanja Sanitasi Perkapita (1 / 2) 9.929 27.998 33.885 80.743 119.224 Sumber : APBD dan BPS Kabupaten Kepualauan Aru tahun 2010-2014. Diolah Tabel 2.9 Realisasi dan Potensi retribusi Sanitasi per Kapita No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) 2010 2011 2012 2013 2014 Pertum buhan (%) 1 Retribusi Air Limbah 1.a Realisasi retribusi - - - - - - 1.b Potensi retribusi - - - - - - 2 Retribusi Sampah 1.351.680.000.0 0 1.689.600.000 2.112.000.000 2.534.400.000 3.041.280.000 0.4 2.a Realisasi retribusi 391.680.000 489.600.000 612.000.000 734.400.000 881.280.000 0.2 2.b Potensi retribusi 960.000.000 1.200.000.000 1.500.000.000 1.800.000.000 2.160.000.000 0.2 Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 26

3 Retribusi Drainase 3.a Realisasi retribusi - - - - - - 3.b Potensi retribusi - - - - - - 4 5 Total Realisasi Retribusi Sanitasi (1a+2a+3a) 391.680.000.00 489.600.000.00 612.000.000.00 734.400.000.00 881.280.000.00 Total Potensi Retribusi Sanitasi (1b+2b+3b) 960.000.000.00 1.200.000.000.00 1.500.000.000.00 1.800.000.000.00 2.160.000.000.00 Proporsi Total 6 Realisasi Potensi (568.320.000.00 Retribusi Sanitasi (4/5) ) (710.400.000.00) (888.000.000.00) Sumber : BPS Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2014. Diolah (1.065.600.000.0 0) (1.278.720.000.0 0) No Tabel 2.10 Tabel Peta Perekonomian Kabupaten/Kota Tahun 2009-2012 D e s k r i p s i Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 1 PDRB harga konstan (struktur perekonomian) (Rp.) 2.358.179 2.481.000 2.550.728 2.648.486 2 Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota (Rp.) 4.358.313 4.805.844 5.305.618 6.001.520 3 Pertumbuhan Ekonomi (%) 4.77 5.21 2.81 3.83 Sumber :BPS Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2009 2012 Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 27

2.4 Tata Ruang Wilayah Peta 2.3: Rencana Struktur Ruang Kabupaten Kepulauan Aru Sumber: RTRW Kabupaten Kepulauan Aru Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 28

Peta 2.4: Rencana Pola Ruang Kabupaten/Kota Sumber: RTRW Kabupaten Kepulauan Aru Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 29

2.5 Sosial dan Budaya Tabel 2.11: Jumlah fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten/Kota Jumlah Fasilitas Pendidikan Nama Kecamatan Umum Agama SD SLTP SMA SMK MI MTs MA Pulau-Pulau Aru 27 7 5 5 1 2 1 Aru Utara 15 5 1 - - 1 - Aru Utara Timur Batuley 9 3 1 - - 1 - Sir Sir 6 1 - - - - - Aru Tengah 27 3 1 - - - - Aru Tengah Timur 12 2 1-1 - - Aru Tengah Selatan 7 1 1-2 - - Aru Selatan 15 4 1 - - - - Aru Selatan Utara 8 4 - - 1 1 - Aru Selatan Timur 10 4 - - - - - T O T A L 137 34 11 5 5 5 1 Sumber: BPS Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2013 Tabel 2.12: Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan Nama Kecamatan Jumlah keluarga miskin (KK) Pulau-Pulau Aru 2.288 Aru Utara 1.456 Aru Utara Timur Batuley 1.203 Sir Sir 844 Aru Tengah 3.593 Aru Tengah Timur 1.209 Aru Tengah Selatan 1.448 Aru Selatan 1.916 Aru Selatan Utara 959 Aru Selatan Timur 1.108 T O T A L 16.024 Sumber: PPLS 2011 dalam Analisis dan Perhitungan Tingkat Kemiskinan Kab.Kepulauan Aru. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 30

Tabel 2.13: Jumlah Rumah Tangga per Kecamatan Nama Kecamatan Jumlah Rumah Pulau-Pulau Aru 9.531 Aru Utara 1.348 Aru Utara Timur Batuley 1.114 Sir Sir 782 Aru Tengah 3.327 Aru Tengah Timur 1.120 Aru Tengah Selatan 1.341 Aru Selatan 1.774 Aru Selatan Utara 888 Aru Selatan Timur 1.026 T O T A L 22.249 Sumber: PPLS 2011 dalam Analisi dan Perhitungan Tingkat Kemiskinan Kab.Kepulauan Aru. 2.6 Kelembagaan Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam menjalankan roda pemerintahan.sejak tahun 2008 telah menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dengan Peraturan Daerah. yaitu dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Nomor : 40 Tahun 2008 sampai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan AruNomor 64 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten Kepulauan Aru. 1. Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah. yang terdiri dari Sekretaris Daerah (Sekda). 3 (tiga) Asisten Sekda. 6 (enam) Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten. Bagian yang dibentuk adalah : A. Asisten Bidang Pemerintahan terdiri dari : 1. Bagian Pemerintahan dan 2. Bagian Hukum dan Organisasi B. Asisten Bidang Pembangunan terdiri dari : 1. Bagian Perekonomian dan Pembangunan 2. Bagian Kesejahteraan Rakyat Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 31

C. Asisten Bidang Administrasi terdiri dari : 1. Bagian Keuangan. dan 2. Bagian Umum 2. Sekretariat DPRD terdiri dari : A. Sekretaris DPRD B. Bagian Umum. membawahi : 1. Sub Bagian Umum dan Perlengkapan. dan 2. Sub Bagian Humas dan Protokoler. C. Bagian Persidangan. membawahi : 1. Sub Bagian Persidangan dan Risalah. dan 2. Sub Bagian Perundang-undangan. D. Bagian Keuangan. membawahi : 1. Sub Bagian Anggaran dan Pembayaran. dan 2. Sub Bagian Akuntansi dan Pelaporan. 3. Pembentukan Organisasi Dinas Otonom Daerah sebanyak 15 Dinas Otonom Daerah. yaitu : 1. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. 2. Dinas Kesehatan. 3. Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 4. Dinas Perhubungan. Komunikasi dan Informatika. 5. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 6. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 7. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 8. Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah. Perindustrian dan Perdagangan. 9. Dinas Pertanian dan Kehutanan. 10. Dinas Kelautan dan Perikanan. 11. Dinas Pertambangan dan Energi. 4. Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah terdiri dari : 1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat. 3. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 4. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 5. Badan Kepegawaian Daerah. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 32

6. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana 7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah 8. Badan Pengelola Perbatasan Daerah 9. Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah 10. Inspektorat 11. Rumah Sakit Umum Daerah 12. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja 13. Kantor Kebersihan, Pertamanan Dan Pemakaman 14. Kantor Perpustakaan Daerah 5. Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kecamatan. 6. Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kelurahan. Dalam pelaksanaan pembangunan program sanitasi di Kabupaten Kepulauan Aru. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tugas pokok dan fungsi langsung dan tidak langsung terhadap pembangunan sanitasi antara lain : 1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2) Dinas Pendapatan Daerah. 3) Dinas Pekerjaan Umum. 4) Dinas Kesehatan. 5) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 6) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 7) Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga. 8) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluaga Berencana. dan 9) Bagian Keuangan. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 33

Gambar 2.1: Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru BUPATI SEKRETARIAT DPRD WAKIL BUPATI SEKRETARIAT DAERAH DPRD - Bagian Umum - Bagian Persidangan - Bagian Keuangan Asisten Bidang Pemerintahan Asisten Bidang Pembangunan Asisten Bidang Administrasi STAF AHLI - Bagian Pemerintahan dan - Bagian Hukum & Organisasi - Bagian Perekonomian dan Pembangunan - Bagian Kesejahteraan Rakyat - - Bagian Keuangan, dan - Bagian Umum. Dinas Daerah Lembaga Teknis Daerah KECAMATAN KELURAHAN 1. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, 2. Dinas Kesehatan, 3. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 4. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, 5. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 6. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, 7. Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, 8. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, 9. Dinas Pertanian dan Kehutanan, 10. Dinas Kelautan dan Perikanan Dan 11. Dinas Pertambangan dan Energi 1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, 2. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, 3. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, 4. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, 5. Badan Kepegawaian Daerah, 6. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana 7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah 8. Badan Pengelola Perbatasan Daerah 9. Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah 10. Inspektorat 11. Rumah Sakit Umum Daerah 12. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja 13. Kantor Kebersihan, Pertamanan Dan Pemakaman 14. Kantor Perpustakaan Daerah Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 34

Gambar 2.2: Struktur SKPD yang Terkait Dalam Pembangunan Sanitasi Kabupaten Kepulauan Aru BUPATI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BIDANG PERENCANAAN DINAS PENDAPATAN. DAERAH BIDANG PENDANAAN DINAS PEKERJAA N UMUM BIDANG TEKNIS DINAS KESEHATAN BIDANG PENYEHATAN. KOMUNIKASI DAN PEMBERDAYAAN BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BIDANG MONITORING DAN EVALUASI No Kegiatan Tahun 1 Promosi dan Penyuluh an PHBS 2.6 Komunikasi Media 2011 2012 2013 2014 2015 Tabel 2.14: Kegiatan Komunikasi terkait Sanitasi Dinas Tujuan Khalayak Pesan Pelak Kegiatan Sasaran Kunci sana DinKe s Meningkatka n peranserta masyarakat dalam membiasaka n PHBS di kehidupan sehari-hari. Serta Kesadaran Ibu-Ibu dalam menjaga Kesehatan Bayi dan Keluarga. - Banyaknya rumah tangga tidak sehat - Banyaknya bayi yang tidak mendapat ASI - Banyaknya keluarga yang tidak sadar gizi - Kurangnya Posyandu mandiri Sanitasi buruk dan perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat itu menjijikan. memalukan dan membuat sakit. karenanya perlu kita perbaiki sanitasi dan biasakan PHBS. Ketidaksadar an Ibu-ibu terhadap Kesehatan Bayi dan Keluarga. Sumber: Renstar SKPD Kabupaten Kepualauan Aru Tahun 2011 2015 Pembelajaran Terbatasnya tenaga sanitarian yang handal. membuat pemicuan di sejumlah RT kurang sukses. perlu peningkatan jumlah sanitarian handal. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 35

Tabel 2.15 Media Komunikasi dan Kerjasama terkait Sanitasi No Jenis Media a) Khalayak b) Pendanaan c) Isu yang Diangkat d) Pesan Kunci e) 1 Koran Intel - - - - - 2 Koran Hunter - - - - - 3 Radio - - - - - Keterangan: Diperoleh dari Sumber Media Terkait. Efektivitas f) Belum ada kerja sama pihak pemerintah dengan media cetak dan elektronik lokal terkait sanitasi di dalam Kabupaten Kepulauan Aru. Bab 2. Gambaran Umum Wilayah 36