SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

dokumen-dokumen yang mirip
SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK. : Tingkat Pemula dan Tingkat I (Tenaga Terampil) Kode Jabatan Kerja : Kode Pelatihan :

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Sipil / Bangunan Gedung

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Mekanikal / Bangunan Gedung

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

STANDAR LATIHAN KERJA

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

(Project Claim Management) Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi. Kode : INA Judul : Sistem Manajemen Klim

STANDAR LATIHAN KERJA

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi. Kode : INA Judul : Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Management Project)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Konstruksi Khusus. Kode Jabatan Kerja : F Kode Pelatihan :

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi. Kode : INA Judul : Sistem Manajemen Ruang Lingkup Proyek (Scope Management Project)

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Permasalahan pelatihan tenaga konstruksi adalah masih rendahnya jumlah tenaga

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Sub Sektor/ Bidang Pekerjaan : Sipil / Pengairan. Kode Pelatihan :

STANDAR LATIHAN KERJA (S L K)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : MEKANIK KAPAL KERUK (DREDGER MECHANIC)

Kontraktor. Konsultan Pengawas. Konsultan Perencana

STANDAR LATIHAN KERJA (S L K)

MANAJEMEN PROYEK DALAM PRAKTEK

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : PELAKSANA PEMASANGAN PINTU AIR

CM-06 = Sistem Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management) Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

BAB II LANDASAN TEORI

CM-10 = Sistem Manajemen Pengadaan Barang & Jasa Proyek (Project Procurement Management) Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management. Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang

PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (SITE INSPECTOR OF ROADS)

ANALISIS KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA KONTRAKTOR DI SURABAYA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT)

MODUL SIB 01 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA AHLI MUDA PERENCANA BETON PRACETAK UNTUK STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 5 TEMUAN DAN PEMBAHASAN

2016, No Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan

ROADMAP PENELITIAN KOMUNITAS BIDANG ILMU MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI TAHUN

Manajemen Proyek. Dosen : Mila Faila Sufa

PELATIHAN AHLI K3 KONSTRUKSI

Manajemen Proyek Perangkat Lunak Minggu 1

PELATIHAN SOIL MECHANICS OF ROAD CONSTRUCTION ENGINEER

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA MANAJER PELAKSANA KONSTRUKSI SISTEM PRODUKSI AIR MINUM

BAB I PENDAHULUAN. berkembang, terdapat tiga kali lipat tingkat kematian dibandingkan dengan di

BAB I PENDAHULUAN. 2007,segmen INFORMASI, hal A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide) Third Edition 2004

PENGANTAR MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK

PELATIHAN PENGENDALI BIAYA PEKERJAAN (COST CONTROLLER) PEKERJAAN SUMBER DAYA AIR

PELATIHAN AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN (SUPERVISION ENGINEER OF ROADS CONSTRUCTION) MODUL MODUL SE 10 PENYERAHAN PEKERJAAN SELESAI

2 Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Pemerintah ini meliputi pembangunan Tenaga Kerja Industri dan penggunaan konsultan Industri, pemanfaatan dan

MODUL STEBC 07 : PERMASALAHAN PELAKSANAAN JEMBATAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

KONTEKS & PROSES MANAJEMEN PROYEK. PERTEMUAN 2 Heru Lestiawan, M.Kom

SCHEDULE TRAINING 2016

PELATIHAN PENGENDALI BIAYA PEKERJAAN (COST CONTROLLER) PEKERJAAN SUMBER DAYA AIR

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c periu ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peru

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG

BAB I STANDAR KOMPETENSI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang marak dengan

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

CM-07 = Sistem Manajemen Mutu Proyek (Project Quality Management) Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

MODUL SIB 10 : PEMELIHARAAN JALAN DARURAT DAN PEMELIHARAAN LALU LINTAS

STUDI KASUS : KELOMPOK PROSES MANAJEMEN PROYEK PROJECT MANAGEMENT, THIRD EDITION 1

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pekerja Domestik Jabatan Housekeeping, Laundry dan Family Cook

Chapter 3: Studi Kasus : Kelompok Proses Manajemen Proyek. IT Project Management, Third Edition Chapter 3

MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI. Oleh : Dr. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T. MAGISTER SISTEM INFORMASI UNDIP

AHLI PEMERIKSA KELAIKAN FUNGSI MEKANIKAL BANGUNAN GEDUNG

PELATIHAN AHLI PENGAWAS KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG (CONSTRUCTION SUPERVISION ENGINEER OF BUILIDINGS)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. setiap pelaku bisnis di berbagai sektor industri. Era globalisasi memungkinkan

MENEJEMEN PROYEK MONITORING dan EVALUASI

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/ /JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 PELAKSANA PRODUKSI CAMPURAN ASPAL PANAS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODOLOGI. Teori yang digunakan sebagai acuan untuk penyusunan tesis ini adalah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

3/14/16 Manajemen Proyek IT - Universitas Mercu Buana Yogyakarta

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KODE UNIT KOMPETENSI INA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

COST CONTROL Rencana Anggaran Pelaksana

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN

Transkripsi:

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) Judul Pelatihan : Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) Kode Jabatan Kerja : INA. 563.13.09 Kode Pelatihan : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI 2007

A. PENDAHULUAN Standar Latih Kompetensi disusun mengacu SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang disyahkan oleh Menteri berdasarkan hasil Konvensi Nasional. Sedang konsep SKKNI disusun berdasarkan hasil analisis kompetensi jabatan kerja yang melibatkan para ahli yang mempunyai pengalaman kerja (pelaku langsung) dibidang pekerjaan yang dianalisis. Karena unit-unit kompetensi setiap bidang tugas sektor konstruksi sangat banyak, maka proses analisis kompetensi jabatan kerja difokuskan pada jabatan kerja yang diprioritaskan. Dalam penyusunan SKKNI telah dirumuskan : unit kompetensi, elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja yang merupakan transformasi dari hasil analisis kompetensi. Berdasarkan rumusan kriteria unjuk kerja, setiap elemen kompetensi dianalisis kompetensinya yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dipersyaratkan untuk dipergunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum dan silabus SLK (Standar Latih Kompetensi) seperti tertuang dalam lampiran tentang : Kerangka Acuan Penyusunan Kurikulum Pelatihan. B. JABATAN KERJA 1. Nama Jabatan : Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 2. Kode Jabatan : INA. 563.13.09 3. Uraian Jabatan : Mengelola pelaksanaan proyek konstruksi Bangunan Gedung. C. TUJUAN PELATIHAN Perumusan tujuan pelatihan mengacu kepada pencapaian minimal kompetensi yang ditentukan, dan indikator kompetensi yaitu : Dalam kondisi (K), mampu dan mau melakukan (X), sebanyak (Y) dengan kualitas (Z) selesai dalam tempo (T). Tentang kondisi (K) yang diwarnai oleh variabel-variabel tingkat produktivitas tenaga kerja dan latar belakang/tingkat/mutu pendidikan formal serta pengalaman kerja, maka penetapan waktu / lama dan metodologi pelatihan dapat disesuaikan dengan kondisi peserta pelatihan dan tersedianya sarana pelaksanaan pelatihan. SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 1

Namun paling penting tetap berpegang teguh kepada tercapainya tujuan pelatihan. 1. Tujuan Umum Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu : Mengelola pelaksanaan proyek konstruksi Bangunan Gedung. 2. Tujuan Khusus Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta mampu : 1. Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / SMK3 (Safety & Health. 2. Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental. 3. Menerapkan Sistem Manajemen Keuangan (Financing. 4. Menerapkan Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope. 5. Menerapkan Sistem Manajemen Waktu (Time. 6. Menerapkan Sistem Manajemen Biaya (Cost. 7. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality 8. Menerapkan Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia (Human Resources. 9. Menerapkan Sistem Manajemen Komunikasi (Communication. 10. Menerapkan Sistem Manajemen Pengadaan (Procurement. 11. Menerapkan Sistem Integrasi (Integration diberikan tanggung jawab kepada tingkat Ahli Madya dan Utama. 12. Menerapkan Sistem Manajemen Risiko (Risk. 13. Menerapkan Sistem Manajemen Klaim (Claim. D. PERSYARATAN PELATIHAN 1. Pendidikan minimal : S1 Teknik 2. Pengalaman kerja : - S1 Teknik, Minimal 6 (enam) tahun dibidang pelaksanaan proyek bangunan gedung sebagai Ahli Muda Manajemen Konstruksi. - D3 Teknik, Minimal 8 (delapan) tahun dibidang pelaksanaan proyek bangunan gedung sebagai Ahli Muda Manajemen Konstruksi. 3. Kesehatan : Tidak Buta Warna dan Sehat jasmani rohani, bila perlu keterangan dokter dan psikiater. SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 2

E. LAMA PELATIHAN Selama = 73 jam pelajaran terdiri dari mata pelatihan : a. Mata Pelatihan umum =14 jam pelajaran teori, - jam pelajaran praktek b. Mata Pelatihan Inti = 31 jam pelajaran teori,- jam pelajaran praktek c. Mata Pelatihan Pilihan / Khusus =8 jam pelajaran d. Praktek/studi kasus/peninjauan lapangan = 0 jam pelajaran e. Magang = 8 jam pelajaran f. Evaluasi / test akhir = 6 jam pelajaran teori, 6 jam pelajaran praktek Catatan : 1 Jam Pelajaran (JP) = 45 menit SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 3

F. KURIKULUM PELATIHAN : Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) NO MATERI LATIHAN TEORI JAM LATIHAN PRAKTEK JUMLAH I. MATA LATIHAN UMUM 1. Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / SMK3 (Safety & Health 2. Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental 3. Sistem Manajemen Keuangan (Financing 5-5 5-5 JUMLAH I 14-14 II. MATA LATIHAN INTI 1. Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope 2. Sistem Manajemen Waktu (Time 3. Sistem Manajemen Biaya (Cost 4. Sistem Manajemen Mutu (Quality 5. Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HR 6. Sistem Manajemen Komunikasi (Communication 7. Sistem Manajemen Pengadaan (Procurement 8. Menerapkan Sistem Integrasi (Integration diberikan tanggung jawab kepada tingkat Ahli Madya dan Utama. 5-5 6-6 - - - JUMLAH II 31-31 III MATA LATIHAN PILIHAN/KHUSUS 1. Menerapkan Sistem Manajemen Risiko (Risk SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 4

NO MATERI LATIHAN TEORI JAM LATIHAN PRAKTEK JUMLAH 2. Menerapkan Sistem Manajemen Klaim (Claim JUMLAH III 8-8 IV ON THE JOB TRAINING (OJT)/STUDI KASUS 8-8 V EVALUASI / TES AKHIR 6 6 12 JUMLAH TOTAL : (I s/d V) 67 6 73 SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 5

6.1 MATA UMUM PELATIHAN NO URAIAN JAM LATIHAN 1. Mata Latihan : Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / SMK3 (Safety & Health Perencanaan K-3 Pelaksanaan dan Pengendalian K3 Hasil Pelaksanaan K3 Teori: 4 Praktek: - Jumlah No.1 4 2. Mata Latihan: Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental 04 Identifikasi dampak pelaksanaan proyek terhadap proyek Pengelolaan lingkungan proyek Pemantauan lingkungan proyek Audit lingkungan proyek Teori: 5 Lingkungan Praktek - Jumlah No.2 5 3. Mata latihan: Sistem Manajemen Keuangan (Financing Perencanaan Keuangan proyek Proses pengendalian Keuangan proyek Mencatat dan administrasi keuangan proyek Teori: 5 Praktek: - Jumlah No.3 5 JUMLAH 6.1 14 SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 6

6.2 MATA LATIHAN INTI KEAHLIAN NO URAIAN JAM LATIHAN 1. Mata Latihan: Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope Perencanaan dan definisi Ruang Lingkup proyek Ruang lingkup proyek Pengendalian Ruang lingkup proyek Teori: 4 Praktek - Jumlah No.1 4 2. Mata latihan: Sistem Manajemen Waktu (Time Teori: 5 Penetapan Jadwal Waktu Pelaksanaan Proyek Penerapan dan Pengendalian Jadwal Waktu Pelaksanaan Proyek Penilaian hasil/progress jadwal waktu pelaksanaan proyek Praktek: - Jumlah No.2 5 3. Mata latihan: Sistem Manajemen Biaya (Cost Teori : 6 Perencanaan anggaran proyek Monitor dan Pengendalian Biaya Proyek Penilaian hasil/progress jadwal waktu pelaksanaan proyek Praktek: Jumlah No.3 6 4. Mata Latihan: Sistem Manajemen Mutu (Quality Perencanaan mutu Pelaksanaan Jaminan Mutu Proyek Proses Peningkatan Mutu Secara Terus Menerus Teori : 4 Praktek : - Jumlah No.4 4 SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 7

5. Mata Latihan: Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HR Pekerjaan Dalam Lingkungan Kelompok Pengembangan Tim Proyek Pengembangan Kebutuhan Pelatihan Teori : 4 Praktek : Jumlah No.5 4 6. Mata Latihan: Sistem Manajemen Komunikasi (Communication Perencanaan Komunikasi Pengelolaan Komunikasi Proyek Pencapaian Hasil-Hasil Pengelolaan Komunikasi Teori : 4 Praktek : - Jumlah No.6 4 7. Mata Latihan: Sistem Manajemen Pengadaan (Procurement Perencanaan Pengadaan Barang Dan Jasa Proses Pemilihan Penyedia Jasa / Kontraktor Pengelolaan Kontrak/Administrasi Kontrak Teori : 4 Praktek : - Jumlah No.7 4 8. Mata Latihan: Menerapkan Sistem Integrasi (Integration diberikan tanggung jawab kepada tingkat Ahli Madya dan Utama Teori : - Praktek : - Jumlah No.8 0 JUMLAH 6.2 31 SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 8

6.3 MATA PELATIHAN PILIHAN / KHUSUS NO URAIAN JAM LATIHAN 1. Mata Latihan : Menerapkan Sistem Manajemen Risiko (Risk Identifikasi Risiko Proyek Pengawasan Risiko Pencampaian Hasil-Hasil Pengelolaan Risiko Teori: 4 Praktek: - Jumlah No.1 4 2. Mata Latihan: Menerapkan Sistem Manajemen Klaim (Claim 04 Identifikasi Klim Pencegahan Klim / Sengketa Proses Penghitungan Klim Penyelesaian Klim / Sengketa Teori: 4 Praktek - Jumlah No.2 4 JUMLAH 6.3 8 6.4 ON THE JOB TRAINING (OJT)/STUDI KASUS - 6.5 EVALUASI / TES AKHIR NO URAIAN JAM EVALUASI Mata latihan: UJIAN 1. 2. Ujian Tertulis Ujian Praktek JUMLAH 6.5 12 6 6 SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 9

G. HASIL BELAJAR Setelah menyelesaikan pelatihan peserta : 1. Mata Pelatihan Umum 1.1 Mampu Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / SMK3 (Safety & Health 1. Mampu memberikan kontribusi dalam perencanaan K-3 2. Mampu melaksanakan dan mengendalikan K-3 3. Mampu berperan dalam pencapaian hasil pelaksanaan K-3 1.2 Mampu Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental. 1. Mampu mengidentifikasi dampak pelaksanaan proyek terhadap Lingkungan proyek 2. Mampu melakukan upaya pengelolaan lingkungan proyek 3. Mampu melakukan upaya pemantauan lingkungan proyek 4. Mampu melakukan audit lingkungan proyek 1.3 Mampu Menerapkan Sistem Manajemen Keuangan (Financing. 1. Mampu memberikan kontribusi dalam perencanaan Keuangan proyek 2. Mampu memberikan kontribusi dalam proses pengendalian Keuangan proyek 3. Mampu memberikan kontribusi dalam mencatat dan administrasi keuangan proyek 2. Mata Pelatihan Inti 2.1 Mampu menerapkan Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope. 1. Mampu memberikan kontribusi dalam perencanaan dan definisi ruang lingkup proyek 2. Mampu menerapkan ruang lingkup proyek 3. Mampu mengendaliakan ruang lingkup proyek 2.2 Mampu menerapkan Sistem Manajemen Waktu (Time. 1. Mampu memberikan kontribusi terhadap penetapan jadwal waktu pelaksanaan proyek SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 10

2. Mampu menerapkan dan mengendalikan jadwal waktu pelaksanaan proyek 3. Mampu menilai hasil / progress jadwal waktu pelaksanaan proyek 2.3 Mampu menerapkan Sistem Manajemen Biaya (Cost. 1. Mampu memberikan kontribusi dalam perencanaan anggaran proyek 2. Mampu memonitor dan mengendalikan biaya proyek 3. Mampu memberikan kontribusi pada proses finalisasi biaya proyek 2.4 Mampu Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality. 1. Mampu memberikan kontribusi pada perencanaan mutu 2. Mampu memberikan kontribusi pelaksanaan jaminan mutu proyek 3. Mampu melakukan kontribusi pada proses peningkatan mutu secara terus menerus 2.5 Mampu menerapkan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (HR 1. Mampu bekerja dalam lingkungan kelompok 2. Mampu melakukan pengembangan tim proyek 3. Mampu melakukan pengembangan kebutuhan pelatihan 2.6 Mampu menerapkan sistem manajemen komunikasi (Communication 1. Mampu menyiapkan perencanaan komunikasi 2. Mampu memberikan kontribusi dalam pengelolaan komunikasi proyek 3. Mampu menyiapkan pencapaian hasil hasil pengelolaan komunikasi 2.7 Mampu menerapkan sistem manajemen pengadaan (Procurement 1. Mampu menyiapkan perencanaan pengadaan barang dan jasa 2. Mampu menyiapkan proses pemilihan Penyedia jasa / kontraktor 3. Mampu memberikan kontribusi dalam pengelolaan kontrak / administrasi kontrak SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 11

2.8 Mampu menerapkan sistem manajemen risiko (Risk 1. Ikut aktif mengidentifikasi risiko proyek 2. Mampu melakukan kegiatan pengawasan risiko 3. Mampu menyiapkan pencapaian hasil-hasil pengelolaan risiko 2.9 Mampu menerapkan sistem manajemen klaim (Claim 1. Mampu membantu mengidentifikasi klim 2. Mampu membantu mencegah klim / sengketa 3. Mampu membantu proses penghitungan klim 4. Mampu membantu melakukan penyelesaian klim / sengketa 3. Praktek / Studi Kasus / Peninjauan Lapangan 1. - H. STRATEGI PEMBELAJARAN 1. Strategi Pembelajaran Teori : Strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pelatihan harus sesuai, baik menurut teori. Proses pembelajaran teori disesuaikan dengan urutan materi pelatihan dengan : a. Metodologi : 1. Ceramah b. Media/ Bahan : 1. OHT + OHP atau LCD Laptop 2. Papan tulis lengkap dengan Flipchart dan alat tulis 3. Bahan ajaran/materi serahan 4. Ruang kelas 2. Strategi Pelaksanaan Praktek : Strategi pelaksanaan praktek dilakukan dengan praktek langsung di lapangan, baik pada operasional pelaksanaan konstruksi maupun yang disediakan oleh Lembaga Diklat : a. Peralatan dan perlengkapan : b. Bahan/material : c. Area lapangan praktek : SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 12

d. Metodologi : 1) Demonstrasi 2) Simulasi 3. Instruktur/Fasilitator : Konsisten mengacu SKKNI dan SLK. Pembelajaran modul-modulnya disertai dengan inovasi dan improvisasi yang relevan, dengan metodologi yang tepat. 4. Penyelenggara Konsisten dan disiplin dalam pencapaian tujuan pelatihan yang ditentukan (minimal kompetensi yang harus dicapai). 5. Referensi : SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Register Kode / Nama Jabatan Kerja : Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) Modul-modul pelatihan I. PENILAIAN HASIL PELATIHAN 1. Peserta latih mendapatkan sertifikat kompetensi bila hasil penilaian tingkat kompetensi telah mencapai minimal kompetensi yang ditentukan. 2. Evaluasi dilakukan sebagai uji kompetensi dengan Materi Uji Kompetensi (MUK), terdiri dari : a. Uji Teori selama : 6 JP b. Uji Praktek selama : 6 JP J. LEMBAGA PELAKSANA PELATIHAN 1. Asosiasi profesi terakreditasi. 2. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan terakreditasi. SLK Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management of Buildings) 13