BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

PENGUJIAN AMDK. Disampaikan dalam Pelatihan AIR MINUM

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENTUAN KADAR KLORIDA. Senin, 21 April Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH KELOMPOK 1

Air dan air limbah Bagian 20 : Cara uji sulfat, SO 4. secara turbidimetri

BAB III BAHAN DAN METODE. Lokasi pengambilan sampel diambil dibeberapa toko di kota Medan dan

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PERCOBAAN IV PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A


BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Juni 2015 di

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

ACARA IV PERCOBAAN DASAR ALAT SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITATIF ANION

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK DASAR PENENTUAN KADAR NIKEL SECARA GRAVIMETRI. Pembimbing : Dra. Ari Marlina M,Si. Oleh.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN RUMUS ION KOMPLEKS BESI DENGAN ASAM SALISILAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. waterbath, set alat sentrifugase, set alat Kjedalh, AAS, oven dan autoklap, ph

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel dan Tempat Penenlitian. Sampel yang diambil berupa tanaman MHR dan lokasi pengambilan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan

PENENTUAN KADAR KLORIDA DALAM MgCl 2 DENGAN ANALISIS GRAVIMETRI

BAB 3 METODE DAN BAHAN PENELITIAN

ANALISIS DUA KOMPONEN TANPA PEMISAHAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

GRAVIMETRI PENENTUAN KADAR FOSFAT DALAM DETERJEN RINSO)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Judul Percobaan B. Tujuan Percobaan

Air dan air limbah Bagian 19: Cara uji klorida (Cl - ) dengan metode argentometri (mohr)

Pupuk kalium sulfat SNI

3 Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metodologi Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi

PENGARUH ph DAN PENAMBAHAN ASAM TERHADAP PENENTUAN KADAR UNSUR KROM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA ANALITIK II. PENENTUAN KADAR KLORIDA Senin, 14 April 2014

BAB III METODE PENELITIAN

TITRASI PENETRALAN (asidi-alkalimetri) DAN APLIKASI TITRASI PENETRALAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober

Lampiran 1. Prosedur Analisis

HASIL DAN PEMBAHASAN. standar, dilanjutkan pengukuran kadar Pb dalam contoh sebelum dan setelah koagulasi (SNI ).

LAPORAN PRAKTIKUM STANDARISASI LARUTAN NaOH

3 Metodologi Penelitian

BAB IV ANALISIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KIMIA KUALITATIF

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia D III Analis Kesehatan Fakultas

PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT

BAB III METODE PENELITIAN

Spektrofotometri Serapan Atom

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian. Lokasi pengambilan sampel bertempat di sepanjang jalan Lembang-

KADAR ABU & MINERAL. Teti Estiasih - THP - FTP - UB

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Landasan Teori

Penentuan Kesadahan Dalam Air

BAB III METODE PENELITIAN. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Untuk sampel

Laporan Analisis Anion. Disusun Oleh : CHO MEITA BAB I PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penanaman kelapa (dataran tinggi dan dataran rendah) dapat

PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEREDUKSI Na 2 S 2 O 3 DAN K 2 C 2 O 4 PADA ANALISA KADAR TOTAL BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret Juli 2015 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN

HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

3 METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI )

ANION TIOSULFAT (S 2 O 3

Laporan Praktikum TITRASI KOMPLEKSOMETRI Standarisasi EDTA dengan CaCO3

Pembuatan Nikel DMG. dalam range konsentrasi yang lebar.

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

PEMBUANTAN NIKEL DMG KIMIA ANORGANIK II KAMIS, 10 APRIL 2014

Udara ambien Bagian 4: Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda dekstruksi basah menggunakan spektrofotometer serapan atom

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer

PENENTUAN KADAR BESI DALAM TABLET MULTIVITAMIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DAN UV-VIS

Pupuk super fosfat tunggal

III. REAKSI KIMIA. Jenis kelima adalah reaksi penetralan, merupakan reaksi asam dengan basa membentuk garam dan air.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012.

PENDAHULUAN. Gambar 1 Ilustrasi hukum Lambert Beer (Sabrina 2012) Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum lambert Beer, yaitu:

A. Judul B. Tujuan C. Dasar Teori

Analisis Kation Golongan III

PENENTUAN KADAR BESI DALAM SAMPEL AIR SUMUR SECARA SPEKTROFOTOMETRI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. telah tercemar logam merkuri oleh limbah pertambangan emas tradisional.

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2. Titrasi Permanganometri. Selasa, 6 Mei Disusun Oleh: Yeni Setiartini. Kelompok 3: Fahmi Herdiansyah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan bagan alir yang ditunjukkan pada gambar 3.1

PEMBUATAN REAGEN KIMIA

Udara ambien Bagian 1: Cara uji kadar amoniak (NH 3 ) dengan metoda indofenol menggunakan spektrofotometer

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 dengan

SNI Standar Nasional Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. Ubi jalar ± 5 Kg Dikupas dan dicuci bersih Diparut dan disaring Dikeringkan dan dihaluskan Tepung Ubi Jalar ± 500 g

dimana a = bobot sampel awal (g); dan b = bobot abu (g)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Pendidikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. USU, Lembaga Penelitian Fakultas MIPA USU, dan PT. AIRA Chemical Laboratories.

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kualitatif

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga dapat memahami objek sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai tujuan pemecahan permasalahan.1 Sedangkan penelitian itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan, atau suatu untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan.2 Menurut Webster s kamus International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip, suatu penyelidikan yang amat cerdikuntuk menetapkan sesuatu.3 Secara umum, metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.4 A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian murni (pure research), yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk 1 Joko subagyo, Metode Penelitian, (Dalam Teori dan Praktek), (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), hlm. 1 2 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi Offset, 1989), hlm.4 3 Melati Ferianita Fachrul, Metode Sampling Bioekologi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 3 4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm.3 59

menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu.5 Penelitian ini dimaksudkan hanya untuk mengetahui keberadaan dan kadar mineral sulfat, klorida, magnesium, dan kalsium pada air panas sumber pancuran 13, terlepas dari bagaimana proses terlarutnya mineral-mineral tersebut dan manfaatnya secara pasti bagi kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium. Metode eksperimen adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.6 Metode eksperimen laboratorium digunakan untuk mengumpulkan data berkaitan dengan eksperimen di lapangan yang kemudian hasilnya dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. B. Tempat dan waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas Tarbiyah Ilmu dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang pada 17-25 Oktober 2013. Penentuan titik pengamatan pada lokasi penelitian didasarkan pada lokasi yang dapat menggambarkan karakteristik keseluruhan badan air yang digunakan untuk pemandian pancuran 13. Lokasi pengambilan sampel terdiri dari 5 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm.5 6 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm.107 60

tiga titik pengamatan, yaitu 3 sumber keluarnya air panas yang yang nantinya akan mengalir ke pemandian pancuran 13. C. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.7 Adapun populasi pada penelitian ini adalah sumber pancuran 13 obyek wisata Guci. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.8 Sampel dalam penelitian ini adalah air panas sumber pancuran 13 sebanyak 350 ml yang diambil pada tiga titik. D. Sumber Data Data yang digunakan sebagai data pendukung dari hasil penelitian, yaitu: 1. Data primer Data primer didapatkan dari hasil tinjauan lapangan berupa pengambilan sampel air panas dan pengukuran kondisi fisika dan kimia air panas pada pancuran 13, serta dari hasil eksperimen. 7 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, hlm.117 8 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, hlm.118 61

2. Data sekunder. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti hasil penelitian terdahulu, hasil studi pustaka, laporan, jurnal, skripsi, dan tesis. E. Metode Pengumpulan Data 1. Penentuan titik sampel air panas pancuran 13 Penentuan titik sampel yang dilakukan berdasarkan metode sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.9 Adapun yang menjadi pertimbangan dalam penentuan titik pengambilan sampel adalah sampel yang akan diambil berasal dari sumber mata air sehingga untuk titik pengambilan sampelnya ditentukan sesuai dengan keperluan penelitian, dan juga penentuan titik sampel pada air panas sumber pancuran 13 karena sumber pancuran 13 adalah sumber yang digunakan untuk kolam-kolam pemandian gratis, sehingga air dari pancuran 13 ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat. 2. Pengambilan sampel air panas pancuran 13 Menurut sugiarto (2001), pengambilan sampel adalah proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel secara benar dari populasi, sehingga dapat digunakan sebagai 9 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, hlm.124 62

wakil yang dapat mewakili populasi tersebut.10 Karena sampel air yang akan diambil berasal dari sumber mata air yang merupakan jenis air tanah, maka pengambilan sampel air mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu yang telah ditetapkan, yaitu sampel diambil pada kedalaman 20 cm dibawah permukaan air, dan pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari.11 Pengambilan sampel air dilakukan di tiga titik, sampel ini hanya menggambarkan karakteristik pada saat pengambilan sampel, sehingga jumlah sampel air yang diambil sebanyak 350 ml dimasukkan ke dalam botol yang sudah disterilkan dan ditambahkan dengan asam nitrat sebagai pengawet dan dimasukkan ke dalam coolbox. Pengambilan sampel dilakukan pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air. Alasan pengambilan sampel pada kedalaman 20 cm adalah karena sampel lingkungan cenderung mengabsorpsi gas-gas dari atmosfer, misalnya oksigen, karbon dioksida, atau senyawa pada fase uap yang berada disekitar sampel tersebut. Absorpsi dapat mempengaruhi sampel secara nyata dengan terjadinya reaksi ion logam sampel dengan oksigen membentuk oksida logam (MxOy) atau hidroksida logam (Mx(OH)y). Pengaruh absopsi tersebut dapat mengubah senyawa kimia dalam sampel, misalnya mengubah sulfit 10 Melati Ferianita Fachrul, Metode Sampling Bioekologi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm.4 11 Hefni Efendi, TELAAH KUALITAS AIR bagi pengelola sumber daya dan lingkungan perairan. hlm.20 63

menjadi sulfat karena terjadi reaksi oksidasi.12 Penambahan pengawet berupa asam nitrat dapat meminimalisir terabsorpsinya sampel ke dinding wadah yang digunakan, yaitu dengan mengubah ion logam menjadi garam, reaksinya yaitu: Mg2+ + 2HNO3 Mg(NO3)2 + 2H+ Ca2+ + 2HNO3 Ca(NO3)2 + 2H+ 3. Pengukuran parameter fisika dan kimia Pengukuran langsung di lapangan (insitu) dilakukan terhadap parameter suhu, dan ph. Analisis kualitatif dan kuantitatif mineral yang terdapat di dalam air dilakukan di Laboratorium Kimia (exsitu) FITK IAIN Walisongo Semarang. Tabel 8. Berikut adalah petunjuk pengukuran Parameter fisika dan kimia: Tabel 8. Pengukuran Parameter Fisika dan Kimia Parameter ph Satuan Metode/alat Analisis - Indikator ph universal Insitu Suhu ( C) Thermometer air raksa Insitu Mg2+ mg/l AAS Exsitu (laboratorium) Ca 2+ mg/l AAS Exsitu (laboratorium) Cl- 12 mg/l Spektrofotometer UV- Exsitu Anwar Hadi, Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan, (Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama, 2005), hlm.43 64

SO42- mg/l VIS (laboratorium) Spektrofotometer Exsitu (Turbidimetri) (laboratorium) F. Uji Laboratorium 1. Analisis Kualitatif Tujuan utama analisis kualitatif adalah untuk mengidentifikasi komponen dalam zat kimia. Analisis kualitatif menghasilkan data kualitatif, seperti terbentuknya endapan, warna, gas maupun data non numerik lainnya.13 Umumnya dari analisis kualitatif hanya dapat diperoleh indikasi kasar dari komponen penyusun suatu analit. Analisis kualitatif digunakan sebagai langkah awal untuk analisis kuantitatif. a. Sulfat (SO42-) Analisis kualitatif untuk mengetahui keberadaan sulfat dalam suatu sampel, yaitu mereaksikan sampel dengan larutan BaCl2 untuk menghasilkan endapan putih BaSO4 yang tidak larut dalam aqua regia dan juga tidak larut dalam larutan ammonium asetat pekat.14 Selain itu, 13 Sodiq Ibnu, dkk, Kimia Analitik I, Jica (Common Textbook), edisi revisi, (Malang: Universitas Negeri Malang, 2004), hlm.1 14 Ervin Tri S, Petunjuk Praktikum Dasar Kimia Analitik, Analisis Kualitatif, (Semarang: Tadris Kimia FITK IAIN Walisongo, 2012), hlm. 2 65

sampel direaksikan dengan larutan argentum nitrat (AgNO3) terbentuk endapan kristalin putih Ag2SO4.15 b. Klorida (Cl-) Analisis kualitatif untuk mengetahui keberadaan klorida dalam suatu sampel, yaitu mereaksikan sampel dengan larutan AgNO3 untuk menghasilkan endapan putih AgCl yang mana endapan tersebut larut dalam amonia encer tetapi tidak larut dalam HNO3 encer.16 Selain itu, sampel direaksikan dengan larutan plumbum nitrat akan terbentuk endapan putih yang mana endapan tersebut akan larut dengan adanya pemanasan, namun ketika dididihkan akan terbentuk endapan yang berbentuk jarum.17 c. Magnesium (Mg) Analisis kualitatif untuk mengetahui keberadaan magnesium dalam suatu sampel, yaitu mereaksikan sampel dengan larutan HCl encer dan larutan Na2S sehingga terbentuk endapan putih, sampel juga direaksikan dengan larutan Na2CO3 akan terbentuk 15 Vogel, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, edisi kelima, bagian II, (Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka, 1990), hlm. 370 16 Vogel, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, edisi kelima, bagian II, hlm. 346 17 Ervin Tri S, Petunjuk Praktikum Dasar Kimia Analitik, Analisis Kualitatif, hlm. 3 66

endapan putih.18 Selain itu, sampel direaksikan dengan larutan NaOH akan terbentuk endapan putih.19 d. Kalsium (Ca) Analisis kualitatif untuk mengetahui keberadaan kalsium dalam suatu sampel, yaitu mereaksikan sampel dengan larutan HCl encer dan Na2S sehingga terbentuk endapan putih, sampel juga direaksikan dengan larutan K2CrO4 maka tidak terbentuk endapan kuning sebagai perbedaan dengan Ba.20 Selain itu, sampel direksikan dengan asam sulfat encer maka akan terbentuk endapan putih yang mana endapan tersebut tidak larut dalam aqua regia.21 2. Kalibrasi spektrofotometri dengan menentukan optimasi panjang gelombang (λ) dan waktu kestabilan kompleks Kalibrasi instrumen ini dimaksudkan untuk mendapatkan absorbansi maksimum sehingga konsentrasi yang didapatkan nantinya bisa dimaksimalkan. 18 Ervin Tri S, Petunjuk Praktikum Dasar Kimia Analitik, Analisis Kualitatif, hlm. 8 19 Vogel, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, edisi kelima, bagian I, (Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka, 1990), hlm. 305 20 Ervin Tri S, Petunjuk Praktikum Dasar Kimia Analitik, Analisis Kualitatif, hlm. 8 21 Vogel, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, edisi kelima, bagian I, hlm. 301 67

a. Sulfat (SO42-) Analisis kuantitatif untuk sulfat menggunakan instrumen turbidimetri, yang mana sudah menggunakan sinar monokromatis yang spesifik sehingga tidak diperlukan adanya optimasi panjang gelombang. Dan untuk mendapatkan optimasi waktu kestabilan kompleks BaSO4, kalibrasi dilakukan pada kisaran 0 menit, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, dan 5 menit. b. Klorida (Cl-) Optimasi panjang gelombang untuk analisis klorida dilakukan pada kisaran panjang gelombang 546 nm, 550 nm, 554 nm, 558 nm, 562 nm, 566 nm, 570 nm, 574 nm, dan 578 nm. Dan untuk mendapatkan optimasi waktu kestabilan kompleks HgCl2, kalibrasi dilakukan pada kisaran 0 menit, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit, 6 menit, 7 menit, dan 8 menit. c. Magnesium (Mg) Analisis menggunakan kuantitatif instrumen AAS, untuk yang magnesium mana AAS menggunakan sinar monokromatis yang sudah spesifik sehingga tidak diperlukan adanya optimasi panjang gelombang. Untuk mendapatkan optimasi waktu analisis magnesium, kalibrasi dilakukan pada kisaran 0 menit, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, dan 5 menit. 68

d. Kalsium (Ca) Analisis kuantitatif untuk kalsium menggunakan instrumen AAS, yang mana AAS menggunakan sinar monokromatis yang sudah spesifik sehingga tidak diperlukan adanya optimasi panjang gelombang. Untuk mendapatkan optimasi waktu analisis kalsium, kalibrasi dilakukan pada kisaran 0 menit, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, dan 5 menit. 3. Analisis Kuantitatif Tujuan utama analisis kuantitatif adalah untuk mengetahui kuantitas dari setiap komponen yang menyusun analit. Analisis kuantitatif manghasilkan data numerik yang memiliki satuan tertentu. Data hasil analisis kuantitatif umumnya dinyatakan dalam satuan volume, satuan berat maupun satuan konsentrasi dengan menggunakan metode analisis tertentu.22 Metode analisis kuantitatif umumnya melibatkan proses kimia dan fisika, analisis kuantitatif yang melibatkan proses kimia seperti gravimetri dan volumetri, sedang analisis kuantitatif yang melibatkan proses fisika umumnya menggunaka prinsip interaksi materi dengan energi pada proses pengukurannya, metode ini umumnya menggunakan peralatan modern, seperti polarimetri dan 22 Sodiq Ibnu, dkk, Kimia Analitik I, Jica (Common Textbook), edisi revisi, hlm.1 69

spektrometer sehingga sering dikenal sebagai analisis instrumen. a. Sulfat (SO42-) Analisis kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi sulfat dalam sampel air didasarkan pada SNI (Standar Nasional Indonesia) cara uji air, Badan Standarisasi Nasional, 2006, yaitu menggunakan metode spektrofotometri (turbidimetri). Prinsip dari metode spektrofotometri ini adalah ion sulfat akan diendapkan dengan barium klorida (BaCl2) dalam suasana asam yang nantinya akan membentuk andapan putih barium sulfat (BaSO4). Absorben dari suspensi BaSO4 diukur dengan turbidimeter pada panjang gelombang 420 nm.23 Prosedur analisis kuantitatif sulfat menggunakan turbidimeter adalah sebagai berikut: 1) 100 ml larutan sampel dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml. 2) Ditambahkan 20 ml larutan bufer. Larutan buffer ini terbuat dari 30 g magnesium klorida (MgCl2.6H2O), 5 g natrium asetat (CH3COONa.3H2O), 1 g kalium nitrat (KNO3), dan 20 ml asam asetat (CH3COOH 99%) dalam 500 ml air suling dan dijadikan 1000 ml dengan air suling. 23 SNI, Cara Uji Air Minum Dalam Kemasan, (Badan Standar Nasional: 2006), hlm. 14 70

3) Diaduk menggunakan alat pengaduk dan ditambahkan 1 sendok spatula BaCl2.2H2O, pengadukan dilakukan selama 60 detik dengan kecepatan tetap. 4) Larutan sampel, blanko, dan juga larutan standar dianalisis dengan menggunakan turbidimeter pada panjang gelombang 420 nm. b. Klorida (Cl-) Analisis kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi klorida dalam sampel air didasarkan pada Vogel s text book of quantitative chemical analysis, 6th edition, 2000, yaitu menggunakan metode merkurium (II) tiosianat secara kolorimetrik. Untuk penetapan ion klorida dengan metode ini bergantung pada pergeseran ion tiosianat oleh ion klorida dari dalam merkurium (II) tiosianat. Dengan hadirnya ion besi (III) akan membentuk kompleks besi (III) tiosianat yang sangat berwarna, dan intensitas warnanya berbanding lurus dengan konsentrasi ion klorida yang asli, dan metode ini dapat diterapkan pada jangka kuantitas ion klorida 0.5 100 µg. Reaksi yang terjadi yaitu :24 2Cl- + Hg(SCN)2 + 2Fe3+ HgCl2 + 2[Fe(SCN)]2+ Pada metode ini, reagen yang digunakan adalah Cloride test kit-reagen Cl-1A dan Cloride test kit-reagen 24 Vogel, kimia analisis kuantitatif anorganik, (Jakarta: EGC, 2000), hlm. 879 71

Cl-2A, yang mana Cloride test kit-reagen Cl-1A terdiri dari asam nitrat dan besi (III) nitrat, sedangkan Cloride test kit-reagen Cl-2A terdiri dari merkurium (II) tiosianat, metanol, dan dimetil sulfoksida. Prosedur analisis kuantitatif klorida menggunakan spektrofotometer UV-VIS adalah sebagai berikut: 1) 20 ml larutan sampel dan dimasukkan ke dalam labu volumetri 25 ml 2) Ditambahkan beberapa tetes Cloride test kit-reagen Cl-1A dan Cloride test kit-reagen Cl-2A. 3) Larutan sampel, blanko, dan juga larutan standar dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UVVIS pada panjang gelombang 558 nm. c. Magnesium (Mg) Analisis kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi magnesium dalam sampel air didasarkan pada Vogel s text book of quantitative chemical analysis, 6th edition, 2000, yaitu menggunakan AAS. Sebelum analisis kuantitatif dilakukan maka perlu adanya menghilangkan unsur-unsur pengganggu yaitu dengan pengendapan ganda menggunakan larutan oksalat. Prosedur analisis kuantitatif magnesium menggunakan AAS adalah sebagai berikut: 1) 10 ml larutan sampel dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml 72

2) Diendapkan berganda menggunakan larutan amonium oksalat 3) Filtrat yang diperoleh diuapkan hingga kering untuk membuang ammoniumnya 4) Residu dibasahi menggunakan beberapa tetes aquadest, kemudian diencerkan menjadi 100 ml 5) Larutan sampel, blanko, dan juga larutan standar dianalisis dengan menggunakan AAS pada panjang gelombang 285.2 nm. d. Kalsium (Ca) Analisis kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi kalsium dalam sampel air didasarkan pada Vogel s text book of quantitative chemical analysis, 6th edition, 2000, yaitu menggunakan AAS. Analisis kuantitatif ini melibatkan bufer pengionan (larutan kalium induk) dengan menggunakan nyala asetilena-dinitrogen oksida.25 Prosedur analisis kuantitatif kalsium menggunakan AAS adalah sebagai berikut: 1) 25 ml larutan sampel dimasukkan ke dalam labu volumetri 100 ml dan diencerkan hingga tanda batas 2) Larutan sampel diambil 5 ml dan dimasukkan ke dalam labu volumetri 50 ml 3) Ditambahkan 10 ml larutan kalium induk. Larutan kalium induk terbuat dari 9,6 g kalium klorida p.a. 25 Vogel, kimia analisis kuantitatif anorganik, hlm. 974 73

yang dilarutkan dengan aquades dan diencerkan menjadi 500 ml dengan labu volumetri. 4) diencerkan hingga tanda batas (50 ml) 5) Larutan sampel, blanko, dan juga larutan standar dianalisis dengan menggunakan AAS pada panjang gelombang 422.7 nm. 4. Alat dan Bahan Pada penelitian ini alat dan bahan yang digunakan adalah: a. Alat Termometer air raksa, botol kaca volume 350 ml, coolbox, pipet tetes, tabung reaksi, penjepit tabung, gelas beker, erlenmeyer, labu volumetri 1000 ml, 500 ml, 50 ml, dan 10 ml, pipet volume, pengaduk gelas, corong, neraca analitik, spektrofotometer serapan atom dan UVVIS, turbidimeter, pengaduk magnet, penangas, cawan porselen. b. Bahan ph universal, kertas saring, larutan asam nitrat, larutan BaCl2, aqua regia, larutan ammonium asetat pekat, larutan AgNO3, larutan ammonium hidroksida encer, larutan HNO3 encer, larutan plumbum nitrat, larutan HCl encer, larutan Na2S, larutan NaOH, larutan Na2CO3, larutan K2CrO4, larutan H2SO4 encer, garam magnesium klorida, garam natrium asetat, garam kalium nitrat, larutan 74

asam asetat (99%), garam barium klorida, garam natrium asetat anhidrat, Cloride test kit-reagen Cl-1A dan Cloride test kit-reagen Cl-2A, larutan ammonium oksalat, logam magnesium p.a., garam kalium klorida, garam kalsium karbonat p.a., dan aquadest. G. Analisis Data Analisis data adalah suatu langkah yang paling menentukan dalam suatu penelitian karena analisis data berfungsi untuk menyimpulkan hasil akhir penelitian. Prinsip penggunaan spektrum fotometer adalah berdasarkan hukum Lambert-Beer, sehingga analisis data didasarkan pada hukum Lambert-Beer. Hukum Lambert menyatakan bahwa setiap lapisan dengan ketebalan yang sama dari sebuah medium penyerap, akan menyerap sejumlah fraksi yang sama dari energi radiasi yang melewatinya. Fraksi energi radiasi yang dipancarkan oleh medium penyerap dengan ketebalan tertentu tidak bergantung pada intensitas radiasi yang datang dengan syarat radiasi tersebut tidak merusak secara fisik maupun kimia terhadap medium. Perumusan dari Hukum Lambert yaitu:26 =T I = Radiasi yang dipancarkan I0 = Radiasi yang datang T = Transmisi 26 Maria Bintang, BIOKIMIA Teknik Penelitian. Hlm.191 75

Hukum Lambert-Beer menyatakan bahwa konsentrasi larutan standar berbanding langsung dengan nilai serapan cahaya (absorban). Hukum ini berlaku bagi sinar monokromatik, yaitu cahaya dengan panjang gelombang tunggal atau yang memiliki pita panjang gelombang yang berdekatan.27 Persamaan Lambert-Beer: A = log = log =a b c A = Absorban T = Transmitan a = Konstanta yang disebut absorptivitas b = Tebal larutan c = Konsentrasi larutan Selain menggunakan persamaan di atas, dapat pula digunakan persamaan garis linier yang diperoleh dari suatu kurva kalibrasi dengan menggunakan deretan standar yang konsentrasinya diketahui. Untuk kerja yang seksama, tiap kurva kalibrasi hendaknya mencakup jangka pengenceran yang kemungkinan besar akan dijumpai dalam pembandingan yang senyatanya. Angka yang ditunjuk alat dialurkan sebagai ordinat berbanding konsentrasi sebagai absis.28 27 28 76 Maria Bintang, BIOKIMIA Teknik Penelitian. Hlm.192 Vogel, kimia analisis kuantitatif anorganik, hlm. 816

Persamaan garis linier: Y = ax + b Y = absorbansi X = konsentrasi (mg/l) a = nilai konstanta harga Y jika X = 0 b = nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan atau penurunan Y 77