PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL PT PERUM BULOG

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)

BAB I PENDAHULUAN. bukti nyata yang diciptakan oleh organisasi tersebut dan. dikomunikasikan kepada beragam konstituen. 1

Perancangan Ulang Identitas Visual PT Elnusa,Tbk

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL ASURANSI JIWASRAYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Branding

BAB III METODE KERJA PRAKTEK. ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada di Binus Center

BAB I PENDAHULUAN. PT. Globalindo 21 Express atau yang lebih familiar disebut PT. 21 Express ini

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB III METODE KERJA PRAKTEK. ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada di PT Siap

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Logo, sebuah istilah sejak awal dari Bahasa Yunani logos sampai

BAB I PENDAHULUAN. usaha logistik/pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung

BAB IV KONSEP PERANCANGAN


BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

1. PENDAHULUAN. Kata Kunci: corporate identity, redesain, logo

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Branding. Corporate Identity merupakan identitas brand sebuah perusahaan,

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori / Metode Corporate Identity

BAB 4 KONSEP DESAIN. Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah

BAB I PENDAHULUAN. berupa logo sebagai pembeda antara perusahaan yang dikelolanya dengan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

PROSEDUR PENCATATAN PIUTANG KLAIM PADA KARYAWAN DI PERUM BULOG JAKARTA

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS SEPATU SAT.UR.DAY

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

D E C R A Z I O N E. C o m f o r t a b l e W i t h H a p p i n e s s GRAPHIC STANDARD MANUAL

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Burgerman adalah salah satu kafe burger di Surabaya yang bermaksud

BAB 4 KONSEP. Tetapi, kejelekan dari pendekatan ini adalah meskipun dalam bentuk yang

BAB I PENDAHULUAN. lembaga riset pemasaran Euro Monitor International, nilai industri kosmetik

BAB 4 HASIL KERJA PRAKTEK

IV. KONSEP PERANCANGAN

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI DAN KONSEP VISUAL

Biodata Penulis. Nama : Priyo Harsentyas. Tempat & Tgl lahir : Jakarta, 4 April 1987 NIM : Program Studi : Desain Komunikasi Visual

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV ANALISA DATA. Analisa Data

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB III KONSEP, PROSES PERANCANGAN DAN VISUALISASI KARYA

Desain Grafis Untuk Media Promosi Pada Nusantara English Centre

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA

BAB II KAJIAN MASALAH

BAB IV VISUALISASI A.LOGO. 1.Studi Tipografi

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL PHILLIP SECURITIES INDONESIA

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang bergerak di bidang suplai material khususnya di batu kapur,

BAB 4 KONSEP DESAIN. adanya persepsi (yang berkembang dalam benak publik) terhadap realitas (yang

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan Corporate Identity CV. Inti Calcium

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Gregory Thomas, ada 10 kriteria yang harus diperhatikan dalam

SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA. NAMA : RINI WIDODO NPM : PEMBIMBING : Dr. IMAM SUBAWEH

BAB 5 PEMBAHASAN VISUAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa

BAB 4 KONSEP DESAIN. Jika berbicara tentang brand, pastilah selalu dihubungkan dengan corporate

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. Dalam perancangan media kampanye sosial ini diperlukan adanya

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dan perekonomian di Indonesia. Perum BULOG Divisi Regional Sumbar adalah salah satu perusahaan

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Brand Teori Logo

BAB I PENDAHULUAN. dan dampaknya bagi perusahaan adalah semakin beragam pilihan jenis media

BAB I PENDAHULUAN. seringkali diwakilkan ke dalam identitas visual perusahaan. Salah satu jenis

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN STRATEGI KREATIF

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V VISUALISASI KARYA. A. Perancangan Visual Branding Pasar Festival Nusukan

Menggambar Simbol dan Logo / Stefanus Y. A. D / 2013

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV ANALISIS DATA. data yang diperoleh. Analisis data ini sudah dilakukan sejak awal penelitian

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Konsep Karya

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan teori

Unika. Petunjuk Manual CORPORATE IDENTITY SOEGIJAPRANATA UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG. Disusun oleh :

BAB I PENDAHULUAN. dikenal masyarakat. Hal ini biasanya telah dikemas dalam bentuk brand dengan

BAB 4 KONSEP DESAIN. Istilah branding seringkali salah dimengerti dengan istilah corporate identity

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB IV KONSEP DESAIN. Menurut Oxford Dictionary, kemasan (packaging) adalah bahan-bahan. kemasan adalah ilmu, seni, dan teknologi yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. tidak semuanya dapat dikenal oleh masyarakat. Brand image yang tepat dan kuat. tersebut dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Krisis ini terjadi karena adanya kegagalan GCG yang diterapkan oleh perusahaan.

PERANCANGAN MEDIA KATALOG SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA AMARTA GALLERY

BAB 4 KONSEP DESAIN. consistently, clearly and visibly, act, dress and talk like one.

Transkripsi:

JURNAL ILMIAH DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL PT PERUM BULOG FARIZAL ANSYARI 210000016 PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS ILMU REKAYASA UNIVERSITAS PARAMADINA JAKARTA, 2014

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL PT PERUM BULOG Farizal Ansyari ABSTRAK BULOG adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak dibidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/ pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran. Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, BULOG tetap melakukan kegiatan menjaga Harga Dasar Pembelian untuk gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin (Raskin) dan pengelolaan stok pangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan aktivitas branding dengan melihat aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam perancangan suatu identitas visua/ logo dari PT. PRUM BULOG sebagai perusahaan yang berjalan dibidang logistik dan pangan. Dimulai dengan melakukan Perancangan ulang atau Re-desain Identitas Visual kedalam bentuk Graphic Standard Manual (GSM). Hal ini diharapkan mampu memperbaiki dan melengkapi kebutuhan komunikasi suatu perusahaan. Kata Kunci : Logo, Sistem Identitas, Brand, Corporate A. PENDAHULUAN Dalam era modern sekarang ini, identitas visual dalam suatu perusahaan, kelompok, atau individu merupakan salah satu cirri penting untuk dapat membedakan antara produk/ jasa satu dengan yang lainnya. Banyak sekali pada zaman sekarang ini persaingan di dunia perekonomian baik produk maupun jasa yang menyediakan dan menjual produk yang sama. Maka dari itu, dengan terbentuknya suatu identitas dari masing-masing perusahaan, kelompok, atau individu persaingan tersebut dapat diakali dengan suatu proses branding. Branding merupakan proses dimana suatu merek dari produk atau jasa akan dikomunikasiakan dan dipromosikan kepada masyarakat luas. Akan tetapi proses branding akan berjalan apabila suatu perusahaan memiliki identitas visual, baik itu berupa logo, element, font, tagline, packaging, jingle, atau penggabungan dari semuanya. Proses branding merupakan salah satu proses penting dimana suatu merek akan dikenal oleh masyarakat luas

dan suatu proses branding yang baik akan menghasilkan awareness terhadap audiens atau konsumen. Dalam perancangan sebuah indentitas visual, diawali atas dasar latar belakang dari suatu perusahaan, kelompok, atau individu, selain itu juga harus berdasarkan proses analisa data berdasarkan kinerja suatu perusahaan, visi misi perusahaan, dan barang atau jasa apa yang akan dipasarkan kepada masyarakat. Hal tersebut sangat penting untuk menentukan dan merancancang suatu identitas visual. Dan yang paling utama dalam merancang sebuah identitas visual, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan demi terbentuknya sebuah identitas dalam hal ini yiatu Corporate Identity yang baik sesuai dengan latar belakang suatu perusahaan. Melihat dari contoh kasus tentang identitas visual yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya yaitu kurangnya kesadaran akan suatu identitas visual yang harus diterapkan pada suatu produk/ jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Contoh kecilnya yaitu suatu perusahaan yang memiliki identitas yang kuat akan dikenali dan produknya baik barang/ jasa dari perusahaan tersebut akan dikonsumsi dan dibeli (memiliki nilai jual tinggi). Akan tepai sebaliknya, jika suatu perusahaan tidak memiliki identitas visual, bagaimana masyarakat akan mengenali, bahkan membeli produk/ jasa tersebut. Jadi melihat dari perkembangan era modern sekarang ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan produk baik itu barang atau jasa, perusahaan, kelompok atau individu haruslah memiliki suatu identitas visual selain sebagai pembeda, hal ini akan menambah kesan lebih, menambah nilai jual, dan akan dikenal sehingga berdampak positif bagi suatu perusahaan. Dengan penilitian ini diharapkan re-desain logo atau identitas visual dari PT PERUM BULOG akan lebih baik, komunikatif, mudah diingat (tertanam dalam benak masyarakat) dan meningkatkan awareness konsumen. B. PERMASALAHAN Identitas Visual Perusahaan atau Corporate Identity merupakan salah satu point penting yang harus diperharhatikan dalam suatu proses branding sebuah perusahaan, antara identitas, kinerja, visi dan misi haruslah memiliki kesinambungan. Selain itu suatu identitas visual atau logo haruslah memperhatikan 6 aspek penting dalam suatu perancangan identitas visual atau logo demi terciptanya suatu identitas yang kuat yang dapat tertanam dalam benak masyarakat. Selain itu juga meningkatkan awareness masyarakat terhadap perusahaan yang berjalan dibidang logistik dan ketahanan pangan ini.

C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dilakukannya perancangan ulang atau re-desain pada identitas visual PT PERUM BULOG adalah agar perusahaan tersebut memiliki Identitas Visual baru yang baik yang tertanam dalam benak masyarakat, juga mengikuti perkembangan zaman. Pada awal perancangan identitas visual akan diaplikasikan pada Graphic Standar Manual (GSM) agar dapat menjadi acuan dalam pengaplikasian ke media-media lainnya. D. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitan yang digunakan untuk Perancangan Ulang Identitas Visual PT PERUM BULOG adalah menggunakan metode Kualitatif. Penelitian menggunakan metode kualitatif bersifat fleksibel dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi lapangan. Metode peneilian ini bersifat deskriptif dan tidak mengedepankan angka sebagai sebagai kajian dalam meneliti. E. PEMBAHASAN DAN ANALISA Perkembangan identitas visual semakin unik dan beragam satu sama lain. Beberapa diantaranya menambahkan elemen gambar, tulisan maupun gabungan keduanya. Menurut Surianto Rustan (2009:13) Fungsi dari identitas visual adalah sebagai berikut: 1. Identitas diri. Daya pembeda dengan identitas yang dimiliki oleh orang lain (personality). 2. Tanda kepemilikan. Membedakan kepemilikan antar satu dan lainnya. 3. Tanda jaminan kualitas, dan 4. Mencegah peniruan/pembajakan Menurut Surianto Rustan (2007:54), Brand memiliki makna yang jauh lebih dalam dan luas daripada logo. Logo dapat dilihat dan dapat dirasakan keberadaannya, sedangkan brand mencakup keseluruhan baik fisik, non-fisik, pengalaman/ sejarah perusahaan dan asosiasi suatu perusahaan. Surianto Rustan (2009:54) dalam bukunya yang berjudul mendesain logo memaparkan, dibutuhkan seperangkat elemen-elemen pendukung lainnya untuk menjaga konsistensi penerapan pada berbagai media, karena penerapan yang konsisten dapat meningkatkan brand awareness bagi perusahaan.

Brand Image yang ditimbulkan oleh konsumen pada sebuah corporate (perusahan) lahir melalui beberapa tahapan, yakni: 1. Visual. Contohnya: logo, tipografi, warna, packaging (kemasan), seragam, dan bangunan. 2. Komunikasi. Contohnya: iklan, annual report, press release, customer service, public relation. 3. Perilaku (behavior). Contohnya: corporate culture, dan norma. 4. Brand Image. Contohnya: munculnya sebuah persepsi. Brand Image pada perusahaan akan muncul apabila telah berkenalan, melihat penampilan, cara berkomunikasi dan perlakuan. Perusahaan hanya dapat membuat brand image yang positif namun penilainnya dikembalikan kepada konsumen atau audiens. Dijelaskan pula tentang aspek-aspek penting dalam perancangan suatu logo yang baik dalam proses perancangan logo (Ratno Suprapto, 2012). 1. Original an Destinctive Memiliki nilai kekhasan, keunikan dan daya pembeda yang jelas. 2. Legible Memiliki tingkat keterbacaan yang cukup tinggi meskipun logo diaplikasikan ke berbagai media. 3. Simple Sederhana, dalam artian mudah ditangkap dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat. 4. Memorable Mudah diingat, karena beberapa alasan seperti bentuk yang sangat unik. 5. Easily assosiated with the company Memiliki hubungan dengan jenis atau usaha suatu perusahaan, organisasi maupun instansi. 6. Easy Edabtable for all graphic media Memiliki kemampuan untuk dapat diaplikasikan ke berbagai macam media. BULOG adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak dibidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/ pergudangan, survei dan

pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran. Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, BULOG tetap melakukan kegiatan menjaga Harga Dasar Pembelian untuk gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin (Raskin) dan pengelolaan stok pangan. Visi Perusahaan Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan nasional. Misi Perusahaan Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kebijakan pangan nasional. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi dibidang pangan secara berkelanjutan yang memberikan manfaat kepada perekonomian nasional. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi dibidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders. Menjalankan usaha dalam bidang produksi, pemasaran dan jasa dibidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya pangan dan bidang lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas,efisiensi dan kemampuan menghasilkan laba Alasan utama me-redesain Logo PT PERUM BULOG adalah karena logo PT PERUM BULOG sudah tidak sesuai lagi dengan 6 aspek perancangan logo yang baik yaitu; Original and Destinctive Logo PT PERUM BULOG kurang mencirikan sebagai perusahaan yang menangani urusan logistic di bidang pangan, dan gaya logo era orde lama masih terlihat jelas disini. Legible Keterbacaan Logo lama masih cukup terlihat jelas jika diaplikasikan pada media yang kecil. Simple Logo lama terlalu simple dan logo kurang menunjukan bahwa perusahaan tersebut merupakakan perusahaan yang menangani urusan logistik di bidang pangan.

Memorable Logo mudah diingat akan tetapi jika orang tidak mengetahui bahwa logo tersebut menangani urusan dibidang logistik dan pangan, maka orang tidak akan mengetahuinya. Easily assosiated with the company Logo tidak mencirikan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang menangani urusan dibidang logistik dan pangan. Easy Edabtable for all graphic media Tidak konsisten dalam mengaplikasikan logo PT PERUM BULOG di beberapa media yang sudah dilakukan. Gambar: Analisa 6 aspek dalam mendesain logo Logo lama PT PERUM BULOG Setelah melihat dari beberapa analisa aspek dari logo Lama PT PERUM BULOG, logo lama ini masih menggunakan teknik warna gradasi, hal ini akan dapat menyulitkan pada pengaplikasian pada media kaos atau seragam, dan pada media dengan teknik sablon. Selain itu pada zaman sekarang ini suatu identitas visual baik pada suatu perusahaan yang menjual produk barang/ jasa penggunaan identitas visual menggunakan warna-warna yang tegas (tidak gradasi), karena selain mudah diaplikasikan pada media apapun, hal tersebut dapat membuat

sensor mata kita mudah untuk mencerna logo atau identitas visual tersebut, sehingga mudah diingat, menarik, dan mencolok. LOGO BARU PT PERUM BULOG Setelah meredesain logo baru PT PERUM BULOG penulis melakukan kembali analisa aspek dalam perancangan identitas visual, agar logo baru yang penulis rancang dapat menjadi logo yang sesuai dengan latar belakang perusahaan, dan mengikuti 6 aspek penting dalam perancangan identitas visual yang baik dan benar, agar sesuai dengan harapan perusahaan dan konsumen. Gambar: Logo Baru PT PERUM BULOG Analisa 6 aspek dalam merancang identitas visual akan dijelaskan pada table dibawah ini, yiatu; No Aspek Alasan 1 Original Sangat mencirikan sebagai perusahaan Logistik Pangan karena terdapat beberapa gambar atau icon yang mendukung seperi Padi dan Gear 2 Legible Keterbacaan cukup jika diterapkan pada berbagai media cetak seperti surat kabar, amplop, dll 3 Simple Logo sangat simple dibandingkan dengan perusahaan logistic pangan perusahaan lain 4 Memorable Logo mudah diingat karena logo sangat simple 5 Easily Associated With The Company Logo memiliki hubungan antara logo dengan kinerja perusahaan

6 Easy Edaptable for All Graphic Media Mudah di aplikasikan di berbagai media baik cetak maupun elektronik Melihat dari 6 aspek penting dalam perancangan identitas visual/ logo pada logo baru PT PERUM BULOG yang penulis rancang. Logo baru PT PERUM BULOG secara keseluruhan sudah memenuhi syarat atau 6 aspek penting dalam merancang idnetitas visual/ logo yang baik. Karena dengan terciptanya identitas visual/ logo yang baik, maka akan berdampak pula pada pengkomunikasian atau promosi suatu perusahaan yang baik, dalam hal ini yaitu Corporate Branding. Berikut adalah makna dari identitas visual/ logo PT PERUM BULOG baru yang telah penulis rancang, hal ini perlu dilakukan demi tercitanya filosofi dari suatu logo perusahaan. Dari penjelasan logo diatas, penulis mengambil tone color untuk perancangan identitas visual baru PT PERUM BULOG, pewarnaan ini penulis ambil/ pilih berdasarkan latar belakang, sejarah dan visi misi dari PT PERUM BULOG. Berikut adalah warna yang dipilih;

TONE COLOR Gambar: Primarry Colour Pallete PT PERUM BULOG Menurut Tina Sutton dan Bride M. Whelan (2004:15) dalam bukunya yang berjudul color harmony mejelaskan bahwa aspek atau kualitas warna dilihat dari warna dan kombinasi warna yang membangkitkan tanggapan secara emosional. Kita menggunakan banyak katakata untuk menggambarkan sifat-sifat atau warna individu untuk membandingkan kontras pada suatu warna, akan tetapi pencahayaan terhadap terang dan gelap adalah perbedaan mendasar. Tanpa sinar matahari atau cahaya buatan, tidak akan ada atau menghasilkan warna. Jadi semuanya tergantung pada cahaya dalam menghasilkan warna. Tina Sutton, Bride M. Whelan (2004:15) Warna itu sangat sederhana dan kompleks, itu berarti hal yang berbeda untuk orang yang berbeda dalam budaya yang berbeda. Tidak ada warna yang terlihat dengan cara yang sama oleh dua orang. Warna memiliki karakteristik pribadi dan universal, dalam artian penuh variasi dan tak ada habisnya. Logo baru dari PT PERUM BULOG menggunakan tiga warna utama yang cenderung warna tua atau gelap yaitu; Hot Cinnamon Punya karakter yang mirip dengan merah tapi lebih feminim dan bersahabat. Warna yang melambangkan sosialisasi, penuh harapan dan percaya diri, membangkitkan semangat, vitalitas dan kreatifitas. Dapat menimbulkan perasaan positif, senang, gembira dan optimis, penuh energi, bisa mengurangi depresi/ perasaan tertekan. Bila berlebihan justru akan merangsang prilaku hiperaktif. Lucky Point Warna biru mencerminkan kreatifitas dan seni. Berhubungan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan musik dan seni. Imajinasi inilah yang membuat menjadi super kreatif. Orang yang menyukai warna biru, suka dengan alam, serta suasana yang

nyaman dan tenang, suasana seperti ini memang sangat mendukung imajinasi dan kreatifitas kamu. Warna biru juga dapat dipercaya, di andalkan dan jujur Fun Green Menunjukkan warna bumi, penyembuhan fisik, kelimpahan, keajaiban, tanaman dan pohon, kesuburan, pertumbuhan, muda, kesuksesan materi, pembaharuan, daya tahan, keseimbangan, ketergantungan dan persahabatan. Dapat digunakan untuk relaksasi, menetralisir mata, menenangkan pikiran, merangsang kreatifitas. PRIMARY SIGNATURE Setelah penjelasan tentang tone color dari identitas visual/ logo di atas, kali ini penjelasan dari Primary Signature. Primary Signature merupakan ketetapan konfigurasi symbol dan tulisan identitas menggunakan acuan skala, acuan skala tersebut memeberi konfigurasi antar setiap huruf dan antar lettermark dengan symbol. Berikut gambaran dari Primary Signature: Gambar: Primary Signature logo baru PT PERUM BULOG (Logo Grid) Logo Grid Ketetapan konfigurasi simbol dan tulisan identitas menggunakan acuan skala 'x'. Acuan skala 'x' tersebut memberi ketetapan konfigurasi jarak antar setiap huruf dan antara lettermark dengan symbol.

Gambar: Primary Signature logo baru PT PERUM BULOG (Clear Space) Clear Space Agar logo PT PERUM BULOG tetap menonjol dan mudah dilihat meskipun di atas bidang ramai. Perlu adanya ruang kosong di sekitar logo. Satuan ukuran untuk memberi batas minimum identitas, menggunakan tinggi dari karakter huruf 'B' yang berasal dari tulisan BULOG. Primary Signature dalam perancangan identitas visual suatu perusahaan dibutuhkan untuk keperluan ke originalitasan suatu identitas visual/ logo. Hal ini dapat menjadi salah satu bukti dari proses perancangan suatu identitas perusahaan, bahwa dalam merancang identitas visual tersebut merupakan asli dari proses pembuatan berdasarkan proses analisis. CROOPNG Gambar: Proses Crooping Logo Baru PT PERUM BULOG

Gambar: Hasil Crooping Yang di Perbolehkan Untuk Logo Baru PT PERUM BULOG Ada tiga ketentuan yang diperbolehkan untuk meng-croop suatu identitas visual PT PERUM BULOG, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya suatu tindakan yang mengasal dalam penerapan atau pengaplikasian crooping logo PT PERUM BULOG. Selain itu dengan adanya proses ketentuan crooping diharapkan terjadinya kesatuan antara media satu dengan media lainnya. F. APLIKASI VISUAL Aplikasi Pada Media Stationary Gambar: Aplikasi Pada Media Stationary

Aplikasi pada media Mobil Pengangkut Barang dan Buku Agenda Kantor Gambar: Aplikasi Pada Mobil Pengangkut Barang dan Buku Agenda Kantor Aplikasi Pada Medai Merchaindise Gambar: Aplikasi Pada Media Merchainduse

Aplikasi pada media-media diatas merupakan sebagian contoh penerapan atau pengaplikasian pada suatu media. Untuk selanjutnya dan untuk keperluan yang nantinya disesuaikan dengan tema kegiatan, dan tema acara yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan, pasti akan lebih banyak pengaplikasian baik pada media stationary, media promosi seperi brosur, flyer, benner, dan lainnya, bahkan pada media merchaindise yang akan lebih beragam lagi. G. KESIMPULAN DAN SARAN Identitas visual dalam suatu perusahaan atau Corporate Identitty pada PT PERUM BULOG memiliki peranan yang sangat penting khususnya dalam suatu proses komunikasi dan promosi. Logo PT PERUM BULOG haruslah memperhatikan aspek-aspek dalam suatu perancangan identitas visual, agar suatu identitas visual mudah diingat, mudah diaplikasikan pada media apapun, memiliki folosofi yang sesuai dengan latar belakang perusahaan dan identitas visual atau logo yang baik akan tertanam dalam benak masyarakat. Bagaimana bisa suatu perusahaan melakukan suatu aktivitas branding apabila suatu idnetitas/ logo dan sistem identitas lain didalmnya dapat dikomunikasikan dengan baik apabila sepek-aspek dalam suatu perancanagn logo kurang atau tidak diperhatikan. Dapat disimpulkan dari penelitian mengenai Perancangan Identitas Visual PT PERUM BULOG yaitu, PT PERUM BULOG harus memiliki logo baru yang memperhatikan aspekaspek penting dalam perancangan suatu identitas visual demi terciptanya identitas visual yang baik yang sesuai dengan latar belakang atau filosofi suatu perusahaan. Selain itu juga harus ada kesinambungan antara jenis usaha atau kinerja, visi misi, dan filosofi perusahaan. Penentuan logo pada perusahaan hendaknya berdasarkan filosofi yang turut menyertai pembentukan logo tersebut. Pemilihan logo hendaknya tidak berdasarkan banyaknya suara yang memilih dari beberapa alternatif logo yang diberikan oleh pihak agency.

DAFTAR PUSTAKA Suprapto, Ratno. (ratno_dkv@yahoo.com). 10 februari 2012. Desain Komunikasi Visual III Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Rustan, Surianto. (2009). Layout Dasar dan Penerapannya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Tina Sutton, dan Bride M. Whelan. (2004) Color Harmony. Rockport Publisher Sumber Website: Perum BULOG website : http://www.bulog.co.id