Daftar Pustaka

dokumen-dokumen yang mirip
Peningkatan Hasil Belajar Matematika. Daftar Pustaka

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kegiatan dari setiap siklus misalnya wawancara, observasi dan hasil belajar.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. and Satisfaction) ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian tentang Peningkatan Hasil

Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Badrussalam Surabaya. Hasil penelitian diuraikan dalam bentuk tahapan proses

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK). Karena penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

Lathifatus Sa adah 1 Soewalni Soekirno 2 dan Anggit Grahito Wicaksono 3 ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tentang kemampuan menjelaskan penguasaan konsep ketentuan puasa Ramadhan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. metode penelitian tindakan kelas atau yang lebih sering disebut dengan

PEDOMAN OBSERVASI PENDAHULUAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE (TAI) TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL INQUIRY PADA MATA PELAJARAN IPA

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research memiliki

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN MELALUI MODEL BERMAIN PERAN. Bambang Turjayus

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kurt

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif. luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI KOTA TEBING TINGGI

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT WIRAUSAHAWAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL SFE PADA SISWA KELAS VIII D SMP N 15 PURWOREJO

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN ALAT PERAGA BATANG NAPIER. Nur Waqi ah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran IPA siswa belajar dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran menurut bahasa adalah proses, cara menjadikan orang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR. Oleh SUHARNI L G2G

BAB IV DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA PERSIKLUS DAN ANALISIS DATA AKHIR

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa pihak. 27

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUME PRISMA SEGITIGA DAN TABUNG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBI. Nur Aini Yuliati

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN MELALUI METODE DEMONSTRASI. Mubarokah

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V. Pri Subekti

2014 PENGGUNAAN ALAT PERAGA TULANG NAPIER DALAM PEMBELAJARAN OPERASI PERKALIAN BILANGAN CACAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK

Sumono 38. Kata kunci : Metode STAD, Hasil Belajar, IPA. 38 Guru Kelas VI SDN Darungan 02 Tanggul Kabupaten Jember

BAB III PROSEDUR PTK. Inggris Classroom Action Research (CAR). Penelitian ini juga termasuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penerapan Strategi Pembelajaran Time Token untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Kelas V MI Miftahul Huda Lamongan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN PARAGRAF PADA KELAS III SDN KEBOANSIKEP

Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN 10 Gadung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Jurnal Santiaji Pendidikan, Volume 7, Nomor 1, Januari 2017ISSN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah MIN Ilung yang beralamat di Jalan H. Damanhuri

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GARIS BILANGAN SISWA KELAS V SDN 2 SIDOHARJO POLANHARJO KLATEN TAHUN AJARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Peningkatan Pemahaman Materi Sistem Peredaran Darah Manusia

ROSLIANA SITOMPUL* DAN DEBBIE GUSTRINI ARUAN**

JUPENDAS, Vol. 3, No. 1, Maret 2016 ISSN:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pemahaman siswa sebelum maupun sesudah diterapkannya strategi Everyone

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Oleh: Sri Isminah SDN 2 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN KONSEP PADA SISWA

PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF

Penerapan Metode Smart Games untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bilangan Berpangkat Pada Siswa Kelas IX SMPN 1 Kalidawir.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh: Katriani SD Negeri 3 Margomulyo Trenggalek

PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGHITUNG BILANGAN DUA ANGKA MENGGUNAKAN METODE DRILL. Mundasah SD Negeri 02 Wiradesa Pekalongan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Pekerjaan Pada Siswa Kelas III A MI Darussalam Pagesangan-Surabaya.

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN IPS MELALUI KELOMPOK KECIL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala Sulawesi Tengah ABSTRAK

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar dan Segi Banyak Melalui Pendekatan Quantum Learning

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32

Oleh: Yuniwati SDN 2 Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

BAB III. Metode dan Rencana Penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini

BAB I PENDAHULUAN. kritis, kreatif dan mampu bersaing menghadapi tantangan di era globalisasi nantinya.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan- tindakan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

Transkripsi:

Heni Listiyana wudhu maka dia harus bisa melakukan wudhu dengan benar. Wudhu dengan benar itu dapat di lakukan dengan latihan atau pembiasaan diri. Semakin sering orang berlatih semakin mahir dia dalam hal yang dia pelajari. Pembiasaan diri ini merupakan hal yang paling banyak diperhatikan oleh guru. Karena pembiasaan diri merupakan wujud atau implementasi tertinggi kemampuan siswa dalam satu materi. Anak MI harus di latih atau dibiasakan. Karena mereka belajar dengan pola yang sama dan teratur. Waktu belajar mereka juga masih terbatas. Oleh karenanya guru harus membuat jadwal khusus untuk menerapkan pembiasaan diri kepada siswa. Misalnya saja waktu belajar siswa kelas satu dengan kelas dua berbeda, baik lama belajarnya, materinya dan suasana lingkungannya. Oleh karenanya butuh perhatian khusus dari guru untuk membiasakan anakanak dengan halhal baik yang dapat membuat mereka mengerti dan memahami bahwa sesuatu yang dibiasakan adalah hal baik yang harus dijalankan seumur hidup. c. Pengontrolan Setelah melakukan pembiasaan, maka hal berikut yang harus dibangun adalah control. Siapa yang melakukan control yaitu mereka yang telah menjadwalkan dan menerapkan pembiasaan. Guru memiliki peran penting untuk mengontrol semua kegiatan siswa di madrasah, dari kegiatan belajar sampai pada evaluasi. Tidak hanya evaluasi pada kegiatan belajar mengajar di kelas tapi juga pada kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar selama di lingkungan madrasah. Jika madrasah berkeinginan membentuk siswa menjadi disiplin. Maka terapkanlah kedisiplinan kepada semua siswa. Berikan hadiah kepada siswa yang telah melakukan disiplin, dan berikan hukuman bagi mereka yang tidak menerapkan disiplin. Agar jelas nilai yang harus diterapkan dan nilai yang harus ditinggalkan. Pelaksanaan hadiah dan hukuman hendaknya dituangkan dalam tata tertib sekolah. Dengan demikian semua warga sekolah mulai dari kepala madrasah sampai siswa akan mendapat perlakuan yang sama jika mereka melaksanakan atau melanggar tata tertib. Tata tertib yang dimaksud adalah berlaku untuk semua, tidak ada Hal. 81 97

Membangun Karakter Siswa pengecualian. Oleh karenanya menuntut kesadaran dari para guru untuk menaati peraturan. Jika guru melaksankan peraturan, maka guru itu telah melakukan pemberian contoh dan juga guru telah menjadikan aturan menjadi bagian dalam kehidupannya. Dibutuhkan kerja keras dari semua pihak untuk membangun karakter anak. Mulai dari tahap perencanaan hingga pada tahap evaluasinya. Karena pada hakikatnya pendidikan karakter itu bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Jadi bukan hanya tanggung jawab guru agama atau hanya tanggung jawab moral. Kesimpulan Dari pemaparan di atas maka dapat disimpilkan bahwa karakter atau akhlak itu dapat di rubah. Dan cara merubahnya adalah melalui proses pembelajaran, yang meliputi pemberian contoh, pembiasaan diri dan pengontrolan. Ada banyak kegiatan pembiasaan diri di MI yang meliputi: baris bersama, membaca senyap, berwudhu, sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, berinfaq, jumat bersih, mengaji alquran dan belajar nahwu shorof. Jadi seyogyanya guru memberikan bimbingan kepada siswanya agar memiliki karakter yang kuat bagi kehidupan mereka berikutnya. Selain kegiatan di atas tentunya masih banyak lagi kegiatan yang dapat menunjung terlaksananya pendidikan karakter bagi siswa MI. Perlu kerjasama semua pihak agar kelak terlahir generasi penerus bangsa yang memiliki ketangguhan prinsip dan sikap. Daftar Pustaka http://id.shvoong.com/writingandspeaking/2038288fitrahmenurutbahasaistilahdan/#ixzz1xsb2tfba Akhmadsudrajat.worpress.com/2010/08/20/pendidikankarakterdismp Rumahinspirasi.com/18nilaidalampendidikankarakterbangsa Hamid Fahmi Zarkasyi,Konsep Akhlak Perspektif al Ghazali, www.oaseiman.com/konsepakhlakperspektifalghazali.html Kerliplintang.blogspot.com/2012/01/karaktertidakbisadiubah.html Hal. 81 97

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN DENGAN MEDIA KARTU HITUNG KELAS IV MI MIFTAHUL HUDA PERAK JOMBANG Euis Puspitasari Abstrak: Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana hasil belajar Matematika pada materi Operasi Hitung Campuran kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang; (2) Bagaimana penerapan Media Kartu Hitung pada materi Operasi Hitung Campuran kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang; (3) Bagaimana peningkatan hasil belajar Matematika pada materi Operasi Hitung Campuran dengan Media Kartu Hitung kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan sebelumnya dilakukan pra siklus untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum adanya penelitian tindakan kelas. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang pada pra siklus belum maksimal, dilihat dari prosentase ketuntasan hanya 43,75% (dari 16 siswa hanya 7 siswa yang tuntas); (2) Penerapan media Kartu Hitung dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran matematika, dari lembar observasi aktivitas guru dan siswa dapat diketahui prosentase aktivitas guru meningkat pada siklus I 76,6% menjadi 83,39% pada siklus II, sedangkan prosentase aktivitas siswa dari 75% pada siklus I menjadi 84,1% pada siklus II; (3) Media Kartu Hitung dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang. Hal ini ditunjukkan dengan diketahui prosentase ketuntasan pada siklus I mencapai 68,75% dan pada siklus II mencapai 93,75% yang dikategorikan sangat baik karena telah mencapai indikator yang ditetapkan. Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Media Kartu Hitung Pendahuluan Peningkatkan mutu pendidikan merupakan salah satu program pembangunan nasional. Peningkatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hanya dengan sumberdaya manusia yang berkualitas sajalah, bangsa Indonesia dapat bersaing di era globalisasi.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peningkatan mutu pendidikan ini disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Peningkatan ini aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilainilai. Selain itu aspek lain yang perlu diperhatikan yaitu strategi baru yang diciptakan oleh para pelaku pendidikan. Untuk menunjang hal tersebut, maka diperlukan suatu pemikiran yang sistematis, logis, dan kritis yang terimplementasikan melalui mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang harus memperhatikan strategi baru di Madarasah Ibtidaiyah adalah Matematika. Dengan demikian, maka seorang guru Matematika MI dituntut untuk memahami tentang hakikat matematika dan bagaimana matematika yang memiliki karakteristik unik dan khas harus diajarkan kepada siswasiswi. Pemahaman tentang hakikat matematika dan pembelajaran matematika merupakan syarat mutlak bagi guru untuk dapat mengajar dengan baik.37 Pada tingkat SD/MI mata pelajaran matematika diberikan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selain untuk mengembangkan kemampuan tersebut, dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.38 Masalah utama dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini tampak dari rerata hasil belajar peserta didik yang masih sangat memprihatinkan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa pembelajaran matematika selama ini sulit bagi peserta didik. Di sekolah, banyak siswa tampaknya menjadi tidak tertarik dengan matematika ini dikarenakan belum 37 1 TIM LAPISPGMI. Pembelajaran Matematika MI. (Surabaya: Amanah Pustaka) Paket 38 Standar isi 2006 Hal. 98 126

Euis Puspitasari tepatnya cara penyampaian materi kepada siswa sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam menerima pelajaran. Selain itu pembelajaran matematika juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered). Kondisi demikian itu tentu membuat proses pembelajaran hanya dikuasai guru. Sehingga minat siswa dalam pembelajaran matematika kurang yang mengakibatkan pemahaman dan penguasaan materi cenderung rendah. Dan kondisi tersebut akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Menurut Muchtar A Karim, Guru matematika sekolah dasar harus memahami materi yang akan diajarkan, memahami dan memanfaatkan dengan baik cara peserta didik belajar matematika, serta memahami dan menerapkan cara memanfaatkan alat bantu belajar mengajar matematika. Semua hal tersebut diatas sangat mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika. Keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dapat dilihat dari keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan metematika. Tidak sedikit siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah tersebut karena tingkat pemahaman siswa terhadap materi tersebut masih kurang.39 Berdasarkan pengamatan peneliti, permasalahan tersebut juga terjadi di kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi materi yang digunakan selama penelitian berlangsung, dan materi yang akan digunakan yaitu Operasi Hitung Campuran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi Matematika, siswa masih kesulitan pada materi tersebut. Dari hasil pre tes dapat diketahui dari16 siswa yang terdiri dari 6 putri dan 10 putra, hanya 7 siswa (43,75 %) yang mencapai bisa mencapai KKM 60. Dikarenakan siswa tidak terampil dalam mengerjakan latihan soal, padahal dengan terampil mengerjakan latihan soal secara tidak langsung dapat memahami materi tersebut. 39 Siti Maryam, Upaya Meningkatkan Pemahaman Aturan Pengerjaan Operasi Hitung Campuran dengan Metode Latihan pada Siswa Kelas II SD Negeri Semawung Kembaran Tahun Pelajaran 2010/2011, Usulan Penelitian UNMUH Purworejo, 2010 Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika masih dibutuhkan suatu media atau metode pembelajaran yang efektif, menarik dan menyenangkan untuk siswa. Dalam hal ini peneliti menggunakan media Kartu Hitung, dengan penggunaan media tersebut diharapkan siswa bisa lebih aktif, kreatif, serta dapat menguasai pengetahuan mata pelajaran Matematika, sehingga permasalahan rendahnya hasil belajar siswa dapat diatasi. Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 40 Sedangkan media kartu hitung adalah suatu media yang didesain untuk memecahkan masalah pembelajaran matematika. Penggunaan media kartu hitung pada proses pembelajaran matematika merupakan variasi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Media kartu hitung ini terdiri dari beberapa kartu yang terbuat dari kertas berwarna yang berisi soalsoal operasi hitung campuran. Penggunaan media ini diciptakan dengan suasana bermain sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran matematika dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana hasil belajar Matematika pada materi Operasi Hitung Campuran kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang? 2. Bagaimana penerapan Media Kartu Hitung pada materi Operasi Hitung Campuran kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang? 40 H. Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal. 11 Hal. 98 126

Euis Puspitasari 3. Bagaimana peningkatan hasil belajar Matematika pada materi Operasi Hitung Campuran dengan Media Kartu Hitung kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang? Hasil Belajar Belajar secara umum diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir. Manusia banyak belajar sejak lahir dan bahkan ada yang berpendapat sebelum lahir. Bahwa antara belajar dan perkembangan sangat erat kaitannya. Proses belajar terjadi melalui banyak cara baik disengaja maupun tidak disengaja dan berlangsung sepanjang waktu dan menuju perubahan pada diri pembelajar. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan perilaku tetap berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh individu. Sedangkan pengalaman merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sebagai sumber belajarnya. Jadi, belajar disini diartikan sebagai proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan maupun individu itu sendiri.41 Proses kedewasaan manusia yang hidup dan berkembang adalah manusia yang selalu berubah dan perubahan ini merupakan hasil belajar.42 Hasil Belajar dapat diartikan sebagai kemampuankemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh Sudjana. Menurut Sudjana hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan citacita. 41 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran InovatifProgresif, (Jakarta: Kencana Predana Media Group, 2010), hal. 16 42 Lisnawati, Simanjuntak,Metode Mengajar Matematika 1, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hal. 52 Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan seharihari.43 Proses pembelajaran melibatkan dua subjek, yaitu guru dan siswa akan menghasilkan suatu perubahan pada diri siswa sebagai hasil dari pembelajaran. Perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat kegiatan pembelajaran bersifat nonfisik seperti perubahan sikap, pengetahuan, maupun kecakapan. Pembelajaran Matematika Sampai saat ini belum ada definisi tunggal tentang matematika. Namun yang jelas, hakikat matematika dapat diketahui, karena objek penelaahan matematika yaitu sasarannya telah diketahui sehingga dapat diketahui pula bagaimana cara berpikir matematika itu. Menurut Tinggih (dalam Hudojo, 2005) matematika tidak hanya berhubungan dengan bilanganbilangan serta operasioperasinya, melainkan juga unsur ruang sebagai sasarannya. Namun penunjukan kuantitas seperti itu belum memenuhi sasaran matematika yang lain, yaitu yang ditujukan kepada hubungan, pola, bentuk, dan struktur. Begle (dalam Hudojo, 2005) menyatakan bahwa sasaran atau objek penelaahan matematika adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip. Objek penelaahan tersebut menggunakan simbolsimbol yang kosong dari arti, dalam arti ciri ini yang memungkinkan dapat memasuki wilayah bidang studi atau cabang lain.44 Dari uraian tersebut, jelas bahwa penelaahan matematika tidak sekedar kuantitas, tetapi lebih dititikberatkan kepada hubungan, pola, bentuk, struktur, fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Sasaran kuantitas tidak banyak artinya dalam matematika. Hal ini berarti bahwa matematika itu berkenaan dengan gagasan yang 43 http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertiandefinisihasilbelajar.html diakses pada tanggal 28032012 44 LAPISPGMI. Pembelajaran Matematika MI. (Surabaya : Aprinta, 2009). Paket 1 hal.7 Hal. 98 126

Euis Puspitasari berstruktur yang hubunganhubungannya diatur secara logis, dimana konsepkonsepnya abstrak dan penalarannya deduktif. Media Kartu Hitung Media ini merupakan suatu media yang didesain untuk memecahkan masalah pembelajaran matematika. Penggunaan media kartu hitung pada proses pembelajaran matematika merupakan variasi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Media kartu hitung terdiri dari beberapa kartu yang di dalamnya terdapat soalsoal operasi hitung campuran yang harus diselesaikan oleh peserta didik. Pembelajaran matematika dengan menggunakan media kartu hitung menerapkan proses pembelajaran dengan cara bermain. Dengan bermain kartu hitung dalam pembelajaran diharapkan dapat memicu semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Langkahlangkah pembelajaran dengan menggunakan media kartu hitung adalah sebagai berikut: a. Langkahlangkah pembelajaran guru 1) Guru menyediakan kartu hitung, cara membuatnya yaitu dengan membuat kartu dari kertas karton warnawarni dan menuliskan soalsoal materi operasi hitung campuran dengan soalsoal yang berbeda pada setiap kartunya. 2) Guru menjelaskan konsep operasi hitung campuran. 3) Guru membagi kartu hitung kepada setiap siswa. 4) Guru menjelaskan tata cara mengerjakan kartu hitung. 5) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang dapat mengerjakan kartu hitung dengan cepat dan benar. Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Gambar Media Kartu Lembar Kerja Sebelum Lembar Kerja sesudah dikerjakan dikerjakan Gambar 1 Media Kartu Hitung b. Langkahlangkah pembelajaran siswa 1) Memperhatikan penjelasan guru. 2) Mendapat satu kartu hitung. 3) Mengerjakan kartu hitung pada lembar kerja yang disediakan guru kemudian secara searah jarum jam bergantian dengan kartu hitung siswa lain sebanyak empat kali berturutturut. 4) Mengumpulkan lembar kerja. 5) Penerimaan hadiah dari guru. Kartu hitung sebagai media pembelajaran memiliki dampak positif dalam pembelajaran matematika khususnya materi operasi hitung campuran, diantaranya yaitu: siswa lebih mudah memahami konsep berhitung, siswa lebih termotivasi Hal. 98 126

Euis Puspitasari untuk belajar menghitung, memberikan warna dan cara yang menarik untuk belajar, dapat menumbuhkan minat untuk belajar berhitung.45 Dengan menggunakan media kartu hitung diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, tidak monoton dan tidak membosankan sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa memuaskan. Pelaksanaan Penelitian Siklus penelitian tindakan kelas yang digunakan peneliti yaitu model Kurt Lewin yang menyatakan bahwa dalam satu siklus, terdiri dari empat langkah pokok, yaitu: Perencanaan (planning), Aksi atau Tindakan (acting), Observasi (observing), dan Refleksi (Reflecting). Adapun penerapan model di atas dilakukan dengan dua siklus yang sebelumnya dilakukan pra siklus sebagai tolak ukur perbandingan hasil belajar siswa sebelun ada penelitian tindakan kelas dan sesudah ada penelitian tindakan kelas, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan sebagai bentuk langkah atau tindakan. Adapun dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Hasil Penelitian Persiklus Hasil penelitian ini diuraikan dalam tahapan yang berupa siklussiklus penelitian yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus, dan sebelum pelaksanaan siklus I dan siklus II dilakukan pra siklus sebagaimana pemaparan berikut ini: Pra Siklus Pra siklus dilaksanakan pada hari Jum at, tanggal 13 Juli 2012. Pra siklus dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 45 Zuhrotul Komariyah dan Soeparno, Pengaruh Pemanfaatan Media Permainan Kartu Hitung Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Ajar Operasi Hitung Campuran Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN Babat Jerawat I Surabaya, Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No. 1, April 2010 (63 73) UNESA Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika 35 menit). Materi yang dibahas adalah operasi hitung campuran dengan menggunakan metode konvensional, yaitu metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Dan pada akhir pembelajaran siswa diberi tugas mengerjakn Lembar kerja Siswa (pre tes) yang digunakan sebagai tolak ukur perbandingan hasil belajar siswa sebelum adanya penelitian tindakan kelas dan sesudah ada penelitian tindakan kelas. Adapun hasil pra siklus pada materi operasi hitung campuran adalah sebagai berikut: Observasi Aktivitas Guru Pengamatan dilakukan oleh peneliti, data hasil pengamatan kemampuan guru mengelola pengajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Observasi Guru dalam Mengelola Pembelajaran Pra Siklus No 1. Penilaian Aspek Yang Diamati 1 2 3 4 Pendahuluan Memberi gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Menggali pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Menjelaskan materi operasi hitung campuran. Memberikan beberapa contoh soal. Memberi tugas siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Membimbing siswa mengerjakan tugas. Hal. 98 126

Euis Puspitasari 3. Kegiatan Penutup Mengakhiri pelajaran Memotivasi siswa untuk selalu rajin belajar. 4. Pengelolaan Waktu 5. Suasana Kelas a.antusias siswa b.antusias guru Jumlah 27 Ratarata 2,5 Prosentase 61,4 % Observasi Aktivitas Siswa Hasil observasi terhadap siswa dalam mengikuti pembelajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 3 Hasil observasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pre tes No 1. Aspek Yang Diamati Penilaian 1 2 Pendahuluan Siswa memperhatikan gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Siswa bertanya jawab pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Siswa memperhatikan Hal. 98 126 3 4

Peningkatan Hasil Belajar Matematika penjelasan guru. Siswa memperhatikan beberapa contoh soal yang diberikan guru. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. 3. Kegiatan Penutup Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Siswa mendengarkan motivasi guru. 4. Mengikuti pelajaran dengan baik 5. Suasana Kelas a.antusias siswa Jumlah 20 Ratarata 2,2 Prosentase 55,6 % Tes Hasil Belajar Pada tahap pra siklus siswa diberi Lembar Kerja Siswa (pre tes) untuk mengetahui hasil belajar materi operasi hitung campuran pada akhir pembelajaran. Adapun data nilai pre tes adalah sebagai berikut: Tabel 4. Nilai Pre Tes Siswa Kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang No. Nama Nilai Keterangan 1. Aminatus Sa'diyah 50 Tidak 2. Angga Setyo Prayogo 40 Tidak Hal. 98 126

Euis Puspitasari 3. Fiki Bagas Gumilang 10 Tidak 4. Hernanda Setia Rindi 60 5. Inanda Viva Oktavia 60 6. Iqbal Alfredo 40 Tidak 7. Januar Priyambodo 50 Tidak 8. Muhammad Fikri Haikal 50 Tidak 9. Muhammad Maulana Rafly 40 Tidak 10. Nisfatul Aisyah 60 11. Rangga Putra Ramadhan 30 Tidak 12. Rohman Adi Wicaksono 50 Tidak 13. Taman Samsul Akbar 60 14. Vivi Tri Agustina 70 15. Wayan Bekti Arsana 60 16. Zakia Verina 60 Jumlah Nilai 790 Ratarata Kelas 49,4 Ketuntasan Belajar (%) 43,75 % Dari paparan data di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian metode ceramah dan demonstrasi dalam pembelajaran kurang cocok digunakan dalam pembelajaran matematika, dilihat dari prosentase observasi aktivitas guru yang hanya mencapai 61,4 % dan observasi aktivitas siswa 55,6 %. Sedangkan ratarata hasil tes belajar siswa hanya sebesar 49,4 dengan prosentase ketuntasan 43,75 % atau dari 16 siswa hanya 7 siswa yang tuntas. Sangat jauh dengan yang diharapkan yakni siswa dapat mencapai nilai 60 dengan prosentase ketuntasan belajar 80 %. Dengan hasil tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan siklus I. Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Hasil Penelitian Siklus I Perencanaan Menindak lanjuti hasil pra siklus peneliti menerapkan Media Kartu Hitung pada pembelajaran siklus I, hal ini dikarenakan hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan metode konvensional seperti ceramah dan demonstrasi belum bisa maksimal. Berikut ini adalah perencanaan siklus I: 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2) Membuat Lembar Kerja Siswa. 3) Membuat media Kartu Hitung. 4) Membuat lembar observasi guru dan siswa selama pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas pada siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 14 Juli 2012. Siklus I dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Materi yang dibahas adalah operasi hitung campuran dengan menggunakan media kartu hitung. Pelaksanaan tindakan siklus I diawali dengan guru memberi salam pembuka dan doa bersama. Kemudian guru memberi gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Guru bersama siswa melakukan tanya jawab untuk mengetahui kemampuan awal siswa seputar operasi hitung. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal yang ada di papan tulis. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi operasi hitung campuran dan memberikan beberapa contoh soal. Setelah siswa memahami konsep operasi hitung campuran guru membagikan kartu hitung kepada setiap siswa. Guru memberi penjelasan tata cara mengerjakan kartu hitung, yaitu setelah mengerjakan kartu hitung yang telah diberikan, siswa bertukar kartu dengan siswa lain sebanyak empat kali, hal ini dilakukan agar siswa mendapat jenis soal yang berbeda. Siswa diminta mengerjakan kartu hitung yang telah diberikan pada lembar kerja yang disediakan guru dengan waktu secepat mungkin dan benar. Guru memberi penghargaan kepada siswa yang dapat mengerjakan dengan cepat dan benar. Hal. 98 126

Euis Puspitasari Sebagai penutup guru melakukan refleksi bersama siswa dengan menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah berlangsung. Guru menutup pelajaran dengan memotivasi siswa untuk selalu rajin belajar. Observasi dan Analisis Data Berikut ini adalah data hasil observasi yang dilakukan pada siklus I. Sesuai dengan yang direncanakan, observasi yang dilakukan yaitu terhadap observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa dengan media Kartu Hitung. Observasi Aktivitas Guru Data hasil pengamatan kemampuan guru mengelola pengajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Observasi Guru dalam Mengelola Pembelajaran Siklus I No 1. Aspek Yang Diamati Penilaian 1 2 3 4 Pendahuluan Memberi gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Menggali pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan materi operasi hitung campuran. Kemudian memberikan beberapa contoh soal. Membagikan kartu hitung Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada setiap siswa. Membimbing siswa pada saat mengerjakan tugas. Membahas hasil kerja. Memberi penghargaan kepada siswa yang mengerjakan tugas dengan baik. 3. Kegiatan Penutup Menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Mengevaluasi siswa dengan memberikan tugas mengerjakan lembar kerja yang dibagikan guru. Memotivasi siswa untuk selalu rajin belajar. 4. Pengelolaan Waktu 5. Suasana Kelas a.antusias siswa b.antusias guru c.kesesuaian dengan RPP Jumlah 41 Ratarata 3 Prosentase 73,2 % Hasil observasi aktivitas guru pada siklus pertama tergolong cukup dengan perolehan skor 41 atau 73,2 % sedangkan skor idealnya adalah 56. Akan tetapi dalam pembelajaran masih terdapat kekurangan, diantaranya guru tidak membahas hasil kerja siswa dan kurang memberi motivasi kepada siswa sehingga siswa tidak mengikuti pelajaran dengan baik. Hal. 98 126

Euis Puspitasari Observasi Aktivitas Siswa Hasil observasi terhadap siswa dalam mengikuti pembelajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 6 Hasil observasi siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus I No 1. Aspek Yang Diamati Penilaian 1 2 3 Pendahuluan Siswa memperhatikan gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Siswa bertanya jawab pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Siswa memperhatikan beberapa contoh soal yang diberikan guru dan bertanya jika belum paham. Siswa mengerjakan soal yang terdapat dalam kartu hitung dengan cara bertukar kartu dengan siswa lain sebanyak empat kali. Siswa bersamasama membahas hasil kerja. Siswa mengerjakan tugas dengan baik Hal. 98 126 4

Peningkatan Hasil Belajar Matematika 3. Kegiatan Penutup Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Siswa mengerjakan lembar kerja yang dibagikan guru. Siswa mendengarkan motivasi guru. 4. Mengikuti pelajaran dengan baik 5. Suasana Kelas a.antusias siswa Jumlah 31 Ratarata 3 Prosentase 70,45 % Pada siklus I menurut hasil observasi aktivitas siswa, tergolong cukup dilihat dari perolehan skor sebesar 31 atau 70,45 % dengan skor maksimal 44. Akan tetapi dalam pembelajaran kurang sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa menggunakan media kartu hitung sehingga pada siklus berikutnya guru harus membimbing siswa lebih baik lagi dan memotivasi siswa agar tidak segan bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Tes Hasil Belajar Pada siklus I siswa diberi Lembar Kerja Siswa untuk mengetahui hasil belajar materi operasi hitung campuran pada akhir pembelajaran. Adapun data nilai hasil belajar pada siklus I adalah sebagai berikut: Hal. 98 126

Euis Puspitasari Tabel 7 Nilai Hasil Belajar Siklus I Siswa Kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang Selama Proses Pembelajaran dengan Menggunakan Media Kartu Hitung No. Nama Nilai Keterangan 1. Aminatus Sa'diyah 55 Tidak 2. Angga Setyo Prayogo 75 3. Fiki Bagas Gumilang 70 4. Hernanda Setia Rindi 80 5. Inanda Viva Oktavia 70 6. Iqbal Alfredo 60 7. Januar Priyambodo 60 8. Muhammad Fikri Haikal 50 Tidak 9. Muhammad Maulana Rafly 70 10. Nisfatul Aisyah 55 Tidak 11. Rangga Putra Ramadhan 55 Tidak 12. Rohman Adi Wicaksono 60 13. Taman Samsul Akbar 90 14. Vivi Tri Agustina 80 15. Wayan Bekti Arsana 50 Tidak 16. Zakia Verina 70 Jumlah Nilai 1048 Ratarata Kelas 65,5 Ketuntasan Belajar (%) 68,75 % Dari tabel di atas bahwa penerapan media kartu hitung dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran pada siklus I, diperoleh nilai ratarata kelas siswa 65,5 dan ketuntasan belajar mencapai 68,75 % dengan jumlah siswa yang tuntas 11 dari 16 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal nilai yang diperoleh siswa belum tuntas karena siswa yang memperoleh nilai 60 hanya sebesar 68,75 %. Dari perolehan ketuntasan belajar Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika di atas menurut tabel tingkat keberhasilan belajar menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dikategorikan baik. Akan tetapi perlu diadakan perbaikan karena indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya ketuntasan belajar 80%. Refleksi Dari pelaksanaan tindakan pada siklus I dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dalam hasil belajar siswa dibanding dengan hasil pra siklus, akan tetapi hasil tersebut belum maksimal karena ketuntasan belajar hanya mencapai 68,75 % artinya dari 16 siswa ada 5 siswa yang belum tuntas dengan ratarata kelas 65,5. Sehingga perlu adanya revisi dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa, guru dan siswa belum memiliki kesiapan dalam pembelajaran dengan menggunakan media kartu hitung. Guru kurang memberi bimbingan kepada siswa, selain itu siswa juga kurang aktif dalam bertanya sehingga pada siklus berikutnya bimbingan kepada siswa harus ditingkatkan lagi. Hasil Penelitian Siklus II Perencanaan Perencanaan tindakan pada siklus II masih mengacu pada perencanaan siklus I, hanya saja ada sedikit perubahan yakni pada materi dan jenis soal yang akan digunakan pada siklus II. Berikut ini adalah perencanaan siklus II: 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2) Membuat Lembar Kerja Siswa. 3) Membuat media Kartu Hitung. 4) Membuat lembar observasi guru dan siswa selama pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 16 Juli 2012. Siklus II dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Materi yang dibahas adalah operasi hitung campuran dengan menggunakan media kartu hitung. Hal. 98 126

Euis Puspitasari Pelaksanaan tindakan pada siklus II pada dasarnya sama seperti siklus I, hanya saja ada sedikit perbedaan pada materi yang akan disampaikan dan pembiasaan pembelajaran dengan media kartu hitung. Pada siklus II guru lebih aktif dalam membimbing siswa dan memotivasi siswa agar aktif bertanya. Hal ini dilakukan sebagai perbaikan dari siklus sebelumnya sehingga siswa diharapkan lebih antusias dalam pembelajaran. Observasi dan analisis data Berikut ini adalah data hasil observasi yang dilakukan pada siklus II. Sesuai dengan yang direncanakan, observasi yang dilakukan yaitu terhadap observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa dengan media Kartu Hitung. Observasi Aktivitas Guru Data hasil pengamatan kemampuan guru mengelola pengajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Observasi Guru dalam Mengelola Pembelajaran Siklus II No 1. Aspek Yang Diamati Penilaian 1 2 3 4 Pendahuluan Memberi gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Menggali pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan materi operasi hitung campuran. Kemudian Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika memberikan beberapa contoh soal. Membagikan kartu hitung pada setiap siswa. Membimbing siswa pada saat mengerjakan tugas. Membahas hasil kerja. Memberi penghargaan kepada siswa yang mengerjakan tugas dengan baik. 3. Kegiatan Penutup Menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Mengevaluasi siswa dengan memberikan tugas mengerjakan lembar kerja yang dibagikan guru. Memotivasi siswa untuk selalu rajin belajar. 4. Pengelolaan Waktu 5. Suasana Kelas a.antusias siswa b.antusias guru c.kesesuaian dengan RPP Jumlah 47 Ratarata 3,4 Prosentase 83,93 % Hal. 98 126

Euis Puspitasari Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat peningkatan guru dalam melaksanakan pembelajaran mendapat skor perolehan sebesar 47 dari skor ideal 56 atau 83,93 %. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran dengan baik. Observasi Aktivitas Siswa Hasil observasi terhadap siswa dalam mengikuti pembelajaran diperoleh nilai ratarata sebagai berikut: Tabel 9 Hasil observasi siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus II No 1. Aspek Yang Diamati Penilaian 1 2 3 4 Pendahuluan Siswa memperhatikan gambaran tentang pelajaran yang akan berlangsung. Siswa bertanya jawab pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan berlangsung. 2. Kegiatan Inti Siswa memperhatikan beberapa contoh soal yang diberikan guru dan bertanya jika belum paham. Siswa mengerjakan soal yang terdapat dalam kartu hitung dengan cara bertukar kartu dengan siswa lain sebanyak empat kali. Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa bersamasama membahas hasil kerja. Siswa mengerjakan tugas dengan baik 3. Kegiatan Penutup Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Siswa mengerjakan lembar kerja yang dibagikan guru. Siswa mendengarkan motivasi guru. 4. Mengikuti pelajaran dengan baik 5. Suasana Kelas a.antusias siswa Jumlah 37 Ratarata 3,4 Prosentase 84,1 % Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat dengan skor perolehan 37 dari 44 skor maksimal atau 84,1 %. Dengan prosentase tersebut, maka pembelajaran sudah sesuai dengan harapan, karena indikator keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah mencapai 80 % Tes Hasil Belajar Pada siklus II siswa diberi Lembar Kerja Siswa untuk mengetahui hasil belajar materi operasi hitung campuran pada akhir pembelajaran. Adapun data nilai hasil belajar pada siklus II adalah sebagai berikut: Hal. 98 126

Euis Puspitasari Tabel 10 Nilai Hasil Belajar Siklus II Siswa Kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang Selama Proses Pembelajaran dengan Menggunakan Media Kartu Hitung No. Nama Nilai Keterangan 1. Aminatus Sa'diyah 70 2. Angga Setyo Prayogo 80 3. Fiki Bagas Gumilang 80 4. Hernanda Setia Rindi 85 5. Inanda Viva Oktavia 80 6. Iqbal Alfredo 80 7. Januar Priyambodo 75 8. Muhammad Fikri Haikal 55 Tidak 9. Muhammad Maulana Rafly 75 10. Nisfatul Aisyah 65 11. Rangga Putra Ramadhan 65 12. Rohman Adi Wicaksono 65 13. Taman Samsul Akbar 95 14. Vivi Tri Agustina 90 15. Wayan Bekti Arsana 75 16. Zakia Verina 80 Jumlah Nilai 1215 Ratarata Kelas 75,9 Ketuntasan Belajar (%) 93,75 % Dari tabel di atas bahwa penerapan media kartu hitung dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran pada siklus II, diperoleh nilai ratarata kelas siswa 75,9 dan ketuntasan belajar mencapai 93,75 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal nilai yang diperoleh siswa sudah tuntas karena sebagian besar siswa yang memperoleh nilai 60 dan sudah mencapai prosentase ketuntasan yang dikehendaki yakni sebesar 80 %. Dari Hal. 98 126

Peningkatan Hasil Belajar Matematika perolehan ketuntasan belajar di atas menurut tabel tingkat keberhasilan belajar menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dikategorikan sangat baik. Refleksi Secara umum, penerapan media Kartu Hitung dapat disimpulkan sudah berjalan dengan baik sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun. Penggunaan media Kartu Hitung yang telah diterapkan dalam penelitian ini memberi dampak positif, yakni secara umum jumlah siswa yang tuntas belajarnya meningkat. Dengan meningkatnya ketuntasan belajar siswa dijadikan sebagai dasar untuk mengakhiri penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MI Miftahul Huda Perak Jombang. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam pra siklus dan dua siklus dengan menerapkan media Kartu Hitung dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran pada siswa kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa MI Miftahul Huda Perak Jombang pada saat sebelum adanya penelitian tindakan kelas (pra siklus) belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari ratarata nilai hasil belajar pre tes hanya mencapai 49,4 dengan prosentase ketuntasan sebesar 43,75% atau dari 16 siswa hanya 7 siswa yang tuntas belajar. 2. Penerapan media Kartu Hitung dalam pembelajaran matematika kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Hal ini berdampak positif terhadap ketuntasan belajar siswa yaitu yang dapat ditunjukkan dengan meningkatnya persentase pada setiap lembar pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu dari siklus I dan siklus II adalah 76,6% dan 83,39%. Dan berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang saat mengikuti pembelajaran matematika dengan media Kartu Hitung dapat dilihat Hal. 98 126

Euis Puspitasari peningkatan aktivitas siswa dari siklus I dan siklus II yaitu 75% dan 84,1%. Dengan media Kartu Hitung siswa merasa mudah dalam melakukan operasi hitung campuran, siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran, mempunyai semangat untuk belajar serta mempunyai rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media Kartu Hitung dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Miftahul Huda Perak Jombang. Hal ini dapat dilihat dari nilai ratarata tes hasil belajar mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II yaitu 65,5 dan 75,9. Serta ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan siklus II yaitu 68,75% dan 93,75% yang dikategorikan baik. Saran Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas tersebut, maka dapat disampaikan saransaran sebagai berikut: 1. Sekolah hendaknya bekerja sama dengan pihak lain (komite sekolah) untuk mengupayakan pengadaan media pembelajaran matematika. Sekolah senantiasa menyarankan kepada guru untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga konsep matematika yang diajarkan dapat benarbenar dipahami oleh siswa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika. 2. Dalam melaksanakan pembelajaran matematika guru hendaknya dapat menggunakan media, metode, pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi, agar proses pembelajaran yang dilakukan lebih aktif, efektif dan menyenangkan. Sehingga siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3. Siswa hendaknya dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas agar proses pembelajaran lebih interaktif dan dapat berjalan dengan lancar sehingga mendapatkan hasil belajar yang optimal Hal. 98 126