BAB I P E N D A H U L U A N Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan Visi Departemen Kesehatan Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat dengan Misinya Membuat Rakyat Sehat diperlukan indikator. Indikator yang tercantum dalam pedoman ini merupakan penggabungan indikator Indonesia Sehat 2010 dan indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal yang meliputi : (1) Indikator Derajat Kesehatan yang terdiri atas indikator-indikator untuk Mortalitas, Morbiditas, dan Status Gizi; (2) Indikator -indikator untuk Keadaan Lingkungan, Perilaku Hidup, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan; serta (3) Indikator-indikator untuk Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Manajemen Kesehatan, dan Kontribusi Sektor Terkait Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan disebutkan pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Salah satu kebutuhan dalam pelaksanaaan pembangunan dan usaha mencapai tujuan pembangunan kesehatan adalah informasi yang valid dan akurat. Oleh karena itu pengembangan Sistim Informasi, khususnya di bidang kesehatan dewasa ini perlu semakin dimantapkan dan dikembangkan. Hal ini akan mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan dan pengembangan upaya-upaya kesehatan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk pengembangan sistem informasi di bidang kesehatan adalah menampilkan hasil pembangunan di bidang kesehatan, yang diwujudkan dalam penyajian data keberhasilan pencapaian program-program kesehatan yang sudah dilaksanakan di, yaitu dalam bentuk buku PROFIL KESEHATAN PUSKESMAS BONANG II TAHUN 2010. 1
Maksud dan tujuan penyusunan buku ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pembangunan kesehatan, program dan kebijakan yang dilaksanakan di. Manfaat yang dapat diambil adalah sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan, program dan kebijakan di bidang kesehatan. Untuk lebih menggambarkan situasi derajat kesehatan, peningkatan upaya kesehatan dan sumber daya yang ada serta situasi kesehatan secara umum tahun 2010 ini, maka disusunlah Buku Profil Kesehatan yang disusun secara sistematika sebagai berikut : BAB I Pendahuluan, yang berisi tentang maksud dan tujuan disusunnya profil, ringkasan isi dari profil kesehatan dan sistimatika penyusunan buku Profil Kesehatan Tahun 2010 ini. BAB II Gambaran Umum, Bab ini menyajikan tentang gambaran umum. Selain uraian tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya misal kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya. BAB III Situasi Derajat Kesehatan, Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi masyarakat BAB IV Situasi Upaya Kesehatan, Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan BAB V Situasi Sumber Daya Kesehatan, Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. BAB VI Kesimpulan dan Saran, yang menjelaskan kesimpulan tentang keadaan umum maupun kesimpulan tentang pencapaian 2
Lampiran pembangunan kesehatan dan kinerja pembangunan kesehatan. Selain keberhasilan-keberhasilan yang perlu dicatat, bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan 3
BAB II GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BONANG II A. Keadaan Geografis 1. Letak Geografi Luas wilayah kerja sebesar 2.444.745 M 2 dengan ketinggian 0,20 M dari permukaan laut. mempunyai 10 wilayah kerja / desa. terletak di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak dan berlokasi di sebelah timur Kecamatan Demak, sebelah selatan Puskesmas Bonang I. Puskesmas Bonang II merupakan Puskesmas induk dari 2 Puskesmas Pembantu di kecamatan Bonang, diantaranya Puskesmas pembantu Jali dan Jatimulyo. 2. Luas penggunaan Tanah Secara administratif luas wilayah adalah 2.444.745 M 2. Sebagai daerah agraris yang kebanyakan penduduknya bermatapencaharian bercocok tanam, sebagian besar wilayah Puskesmas Bonang II terdiri atas lahan tanah, yaitu tanah sawah dan tanah kering Grafik 2.1 Penggunaan luas tanah di wilayah 4
Berdasarkan gambar 2.1 bahwa penggunaan luas tanah di wilayah, sebagian besar lahan sawah yang digunakan berpengairan tadah hujan 53%, sawah sederhana 19 % dan setengah tehnis 6 %. Sedangkan untuk lahan kering 9 % digunakan untuk Pekarangan/bangunan, 5 % digunakan untuk tambak, 4% untuk kebun dan 4% digunakan untuk lain-lain seperti sungai, jalan. B. Pemerintahan Secara administratif wilayah terdiri atas 10 desa, 32 dusun serta 48 RW dan 211 RT. berlokasi di Desa Serangan RT 01 RW 02, Jl Raya Demak Wedung 10 KM. Wilayah mempunyai 2 Puskesmas Pembantu, yaitu Pustu Jali di desa Jali dan Pustu Jatimulyo di desa Jatimulyo. C. Keadaan Demografi dan Sosial Budaya 1. Kependudukan Jumlah penduduk wilayah berdasarkan data dari kantor Kecamatan Bonang, pada tahun 2010 berjumlah 43.644 orang, yang terdiri dari 22.098 (50,63%) orang laki-laki dan 21.546 ( 49,36%) orang perempuan. Secara berurutan Jumlah Penduduk terbanyak terdapat di desa Weding sejumlah 7.478 orang, Desa Betahwalang sejumlah 5.186 orang, dan desa Poncoharjo sejumlah 5.2063 orang. Sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di desa Krajanbogo sejumlah 3.227 orang. Menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk wilayah termasuk dalam usia produktif ( 15 64 tahun ) sebanyak 22.135 orang, dan sebagian kecil kelompok umur > 64 tahun sebanyak 1.677. Dari angka tersebut dapat diketahui angka beban tanggungan di wilayah adalah sebesar 539,85. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada grafik 2.2 5
Grafik 2.2. Distribusi Jumlah penduduk berdasarkan kelompok Umur 2. Pendidikan Kondisi Sosial Budaya di wilayah, dapat diketahui dari segi pendidikan yang sangat diperlukan oleh setiap penduduk. Setiap penduduk berhak untuk mengenyam pendidikan, khususnya penduduk usia 7 24 tahun. Pada tahun 2010 terdapat 9.157 orang tidak/belum pernah sekolah, 3.155 orang tidak/belum tamat SD, 17.702 orang masih bersekolah pada SD, SLTP sebanyak 3.305 orang, SLTA sebanyak 1.576 orang, sedangkan yang diploma sebanyak 268 orang. Sarana pendukung dalam bidang pendidikan adalah tersedianya 24 sekolah Dasar/MI, 3 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). 3. Agama Mayoritas penduduk wilayah beragama Islam, yaitu sebesar 99,9% total penduduk wilayah. Selebihnya penduduk yang beragama Kristen-katholik sebesar 0.02 %. Banyaknya tempat peribadatan di wilayah pada tahun 2008 mencapai 147 buah, yang terdiri atas masjid dan mushola. 6
BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN A. Angka Kematian 1. Angka Kematian Bayi. Salah satu indikator yang paling menonjol dalam menilai derajat kesehatan adalah Angka Kematian Bayi (AKB = IMR). Angka Kematian Bayi dihitung dari banyaknya kematian bayi berusia kurang 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada waktu yang sama. Manfaat dari IMR ini, adalah untuk mengetahui gambaran tingkat permasalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi Angka kematian bayi di selama tahun 2010 dapat dilihat pada tabel 3.1 Tabel 3.1 Angka Kematian Bayi di tahun 2010 No Desa Jumlah Bayi Jumlah bayi Prosentase mati 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Serangan Betahwalang Poncoharjo Weding Jali Wonosari Jatimulyo Krajanbogo Bonangrejo Jatirogo 84 103 88 122 89 78 64 78 77 74 0 2 4 2 0 3 0 1 2 1 0 1,9 4,5 1,6 0,0 3,8 0,0 1,2 2,5 1,3 Jumlah 857 15 1,7 7
Dari tabel 3.1 diketahui bahwa kematian bayi terbanyak di desa Poncoharjo dengan AKB 4,5%, sedangkan AKB tingkat Puskesmas sebesar 1,7%. 2. Angka Kematian Balita. Angka Kematian Balita Atau disebut juga Child Mortality Rate (CMR) merupakan jumlah kematian anak balita (1-4 tahun) pada suatu wilayah dan periode waktu tertentu per jumlah penduduk usia 1-4 tahun pada pertengahan tahun dalam wilayah yang sama kali 1.000 (Konstanta). Manfaat dari CMR ini adalah dapat diketahuinya gambaran tingkat permasalahan kesehatan anak balita, tingkat pelayanan dan keberhasilan kegiatan KIA/ Posyandu serta untuk menilai kondisi sanitasi lingkungan Angka kematian balita di selama tahun 2010 dapat dilihat pada tabel 3.2 Tabel 3.2 Angka Kematian Balita di tahun 2010 No Desa Jumlah Balita Jumlah balita Prosentase mati 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Serangan Betahwalang Poncoharjo Weding Jali Wonosari Jatimulyo Krajanbogo Bonangrejo Jatirogo 324 420 320 504 346 304 256 296 296 300 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,2 0,0 0,0 0,3 0,3 0,0 Jumlah 3.366 3 0,08 Dari tabel 3.2 diketahui bahwa kematian balita terbanyak di desa Krajanbogo dan Bonangrejo sebanyak 0,3%, sedangkan kematian balita tingkat Puskesmas sebesar 0,08%. 8
3. Jumlah Kematian Ibu. Angka kematian ibu merupakan indikator kesehatan yang cukup penting. Angka kematian ibu diketahui dari jumlah kematian karena kehamilan, persalinan dan ibu nifas per jumlah kelahiran hidup di wilayah tertentu dalam waktu tertentu. Angka Kematian Ibu mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh : keadaan sosial ekonomi dan kesehatan menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetric Kematian ibu dikelompokkan menjadi 3, yaitu kematian ibu hamil, kematian ibu bersalin dan kematian ibu nifas. Grafik 3.1 Angka Kematian Ibu Tahun 2010 Dari grafik 3.1 terlihat bahwa kematian ibu hamil dan ibu bersalin tidak ada, sedangkan kematian ibu nifas sebanyak 1 orang. 9
B. Angka Kesakitan Angka kesakitan yang terjadi di selama tahun 2010 meliputi : Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA+, Persentase Balita dengan Pneumonia Ditangani, Persentase HIV/AIDS Ditangani, Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per-100.000 Penduduk, Persentase DBD Ditangani, Persentase Balita dengan Diare Ditangani, Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat, Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Besarnya angka penderita TB pada tahun 2010 terdapat 37 kasus baru dan ditangani 37 kasus, sedangkan kesembuhan untuk TB Paru pada tahun 2009 ada 29 orang. Jumlah penderita kusta selesai berobat 5 dan angka kesakitan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi tahun 2010 nihil. 10
C. Status Gizi Masyarakat Status gizi masyarakat tahun 2010 meliputi Status Persentase Kunjungan Neonatus, Persentase Kunjungan Bayi, Persentase BBLR Ditangani, Balita dengan Gizi Buruk.Kecamatan Bebas Rawan Gizi. Grafik 3.3 Prosentase balita dengan status gizi masyarakat tahun 2010 Dari grafik 3.3 terlihat bahwa pada tahun 2010 bayi yang mengalami BBLR sebanyak 1,54%. Status gizi baik sebesar 85,84% sedangkan status gizi buruk sebesar 0,93%. 11
BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN A. Pelayanan Kesehatan Cakupan hasil pelayanan kesehatan di tahun 2010 adalah sebagai berikut : No Indikator Hasil cakupan (%) 1 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 99,0 2 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 98,17 3 Persalinan oleh nakes 99,88 4 Pelayanan ibu nifas 100,0 5 Ibu hamil dengan imunisasi TT 2 104,40 6 Ibu hamil mendapat tablet Fe 98,17 7 Bumil Risti ditangani 122,99 8 Neonatal resti 100,0 9 Peserta KB Baru 11,02 10 Peserta KB aktif 93,66 11 Kunjungan neonates 1 (KN 1) 100,0 12 Kunjungan neonates 3 kali (KN Lengkap) 100,0 13 Kunjungan bayi (minimal 4 kali) 99,88 14 Cakupan imunisasi campak bayi 99,29 15 Bayi diberi ASI Eklusif 2,48 16 Pemberian MP-ASI pada anak 6-23 bulan dari gakin 100, 17 Cakupan pelayanan anak balita (minimal 8 kali) 97,13 18 Balita ditimbang 92,44 19 Balita berat badan naik 78 20 Balita berat badan di bawah garis merah 1 21 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100,0 22 Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 100,0 23 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 86,91 24 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0,4 25 SD/MI yang melakukan sikat gigi missal 100,0 26 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 15,02 27 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 100,0 28 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 100,0 29 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut 100,0 12
B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Cakupan hasil akses dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Bonang II tahun 2010 adalah sebagai berikut : No Indikator Hasil cakupan (%) 1 Cakupan rawat jalan 113,01 2 Peserta jaminan pemeliharaan kes. Pra bayar 25,26 3 Penduduk Miskin dan hampir miskin dicakup 100,0 Askeskin/jamkesmas 4 Pasien Maskin dan hampir miskin mendapat pelayanan 100,0 rawat jalan di sarana kes. Strata 1 C. Perilaku Hidup Masyarakat 1. Rumah tangga ber-perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dari hasil pemeriksaan di pada tahun 2010, dapat diketahui bahwa dari 1.580 rumah tangga yang dipantau tedapat jumlah rumah tangga yang berperilaku sehat dan bersih kategori strata pratama adalah sebesar 23,04, strata madya sebesar 32,03% dan strata utama sebesar 44,94 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya penduduk wilayah masih kurang dan perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat berperilaku sehat. 2. Posyandu Aktif memiliki posyandu sebanyak 43. Dari 43 posyandu tersebut terdapat posyandu pratama sebanyak 35, posyandu madya sebanyak 5 dan posyandu purnama 3. Prosentase posyandu aktif sebesar 100,0%. Jumlah kader dengan pengabdian < 10 tahun sebanyak 68 orang sedangkan kader dengan pengabdian > 10 tahun sebanyak 138 orang. 13
D. Keadaan Lingkungan Cakupan hasil keadaan lingkungan di tahun 2010 adalah sebagai berikut : No Indikator Hasil cakupan (%) 1 Rumah Sehat 33,63 2 Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes 61,84 3 Keluarga memiliki jamban sehat 62,92 4 Keluarga memiliki tempat sampah sehat 63,00 5 Keluarga memiliki pengelolaan air limbah sehat 56,48 6 TUPM sehat 74,67 7 Institusi dibina kesehatan lingkungannya 97,06 14
BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN A. Sarana Kesehatan Luas wilayah kerja sebesar 2.444.745 M 2 dengan ketinggian 0,20 M dari permukaan laut. mempunyai 10 wilayah kerja / desa. terletak di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak dan berlokasi di sebelah timur Kecamatan Demak, sebelah selatan Puskesmas Bonang I. merupakan Puskesmas induk dari 2 Puskesmas Pembantu di kecamatan Bonang, diantaranya Puskesmas pembantu Jali dan Jatimulyo. Sumber daya manusia/tenaga berdasarkan profesi dan status kepegawaian Tabel 5.1. Jumlah tenaga karyawan/karyawati tahun 2010. NO TENAGA PNS PTT/NON PNS JUMLAH 1 Dokter Umum 1 0 1 2 Dokter Gigi 0 0 0 3 Bidan Puskesmas 2 0 2 4 Bidan Desa 7 5 11 5 Perawat Umum 5 4 9 6 Perawat Gigi 1 0 1 7 Pelaksana Gizi 0 0 0 8 Pelaksana H & S 1 0 1 9 Analis Obat 1 0 1 10 Analisa Kesehatan 0 0 0 11 Tata Usaha dan 2 0 2 administrator 12 Pekarya 2 1 3 TOTAL 22 10 32 15
Keadaan Sarana Fisik - Puskesmas Induk : di desa Serangan - Puskesmas pembantu : Pustu Jali dan Pustu Jatimulyo - PKD : 8 Desa Sarana Transportasi dan Komunikasi - Mobil Pusling : 1 buah (Kondisi baik) - Sepeda motor : 3 ( kondisi baik) - Sepeda bidan di desa : - - Pesawat Telepon : 1 (kondisi baik) - Pesawat radio : 1 (kondisi baik) Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta 1. RB Sehat alamat di desa Jatirogo Bonang Demak 2. Rumah Bersalin Bidan Ida alamat di Desa Bonangrejo 3. Dokter praktek swasta oleh dr. Arif Alamat di desa Jatirogo 4. Praktek swasta di desa Jali B. Pembiayaan Kesehatan Sumber dana di pada tahun 2010 sebesar Rp. 178.000.000, - terdiri dari : 1. Dana APBD kab/kota : Rp. 74.490.000, - 2. Dana APBN (Jamkesmas 2010) : Rp. 117.000.000, - 16
BAB VI KESIMPULAN Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan sangat terkait dalam konotasi dipengaruhi dan mempengaruhi aspek demografi, keadaan dan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan lingkungan baik fisik maupun biologik. Salah satu kebutuhan dalam pembangunan adalah tersedianya informasi yang valid dan akurat. Yang salah satu bentuknya dituangkan dalam buku Profil Kesehatan. yang merupakan gambaran secara garis besar tentang perkembangan derajat kesehatan, upaya kesehatan yang dilaksanakan dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Pada tahun 2010 berbagai peningkatan dan perbaikan terhadap derajat kesehatan masyarakat, upaya kesehatan, sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan kesehatan di Puskesmas Bonang II telah menunjukkan hasil yang memuaskan, meskipun demikian masih ada program kesehatan yang belum mencapai hasil yang optimal sehingga masih perlu perhatian yang serius. Pelaksanaan pembangunan kesehatan tersebut didukung dari berbagai pihak baik berupa alokasi dana APBD II, APBD I, maupun APBN. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari SDM, yaitu segenap karyawankaryawati. Kami sadari bahwa dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan ini masih jauh dari sempurna, dan masih ditemui hambatan hambatan, antara lain sebagai berikut : Pencarian / pengumpulan data, validasi data, dan ketepatan waktu penyerahan data serta ketepatan waktu dalam penyerahan analisa data hingga sampai saat ini masih perlu perhatian dan penanganan yang serius. Kurangnya perhatian, ketrampilan dan sikap petugas /personil pengumpul data di setiap jenjang administrasi serta ketepatan diagnosa dari petugas puskesmas, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada kualitas data. 17
Beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu Buku Profil Kesehatan antara lain adalah Penyusunan Profil Kesehatan seyogyanya dimulai dari tingkat bawah, yaitu Puskesmas pembantu dan polindes, sehingga diharapkan Puskesmas akan lebih mudah dan cepat dalam kompilasi data. Demikian, buku profil kesehatan 2010 ini kami susun, dengan harapan dapat digunakan dalam menentukan kegiatan-kegiatan yang akan datang. 18
KATA PENGANTAR Dalam Rencana Pokok Program Pembangunan jangka Panjang bidang Kesehatan, disebutkan bahwa Sistem Informasi Kesehatan (SIK) perlu dimantapkan dan dikembangkan untuk menunjang pelaksanaan dan pembangunan upaya kesehatan. Salah satu upayanya adalah penyusunan Buku Profil Kesehatan baik di tingkat Kecamatan (Puskesmas), Kabupaten, Propinsi maupun Nasional. Dewasa ini, Sistem Informasi Kesehatan mulai mengalami perkembangan yang pesat sehingga dapat berperan dalam menunjang program kesehatan, sejalan dengan hal tersebut kebutuhan akan data / informasi yang lengkap dan akurat semakin terasa diperlukan peranannya dalam perencanaan dan evaluasi program-program kesehatan sebagai upaya untuk mensukseskan pembangunan nasional khusunya di bidang kesehatan. Penyusunan Buku Profil Kesehatan merupakan salah satu upaya untuk memberikan gambaran / informasi hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Selanjutnya profil kesehatan dapat digunakan monitoring maupun evaluasi dari program-program serta sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan kegiatan di masa yang akan datang. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan 2010 ini masih terdapat kekurangan, untuk itu kami selalu mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan buku ini. Akhir kata ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan buku ini. KEPALA PUSKESMAS BONANG II KABUPATEN DEMAK dr. H. Anggoro Karya Adisarsono NIP. 197307102003121005 ii 19
DAFTAR ISI Halaman Judul... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... i ii iii iv v BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BONANG II... 4 A. Keadaan Geografis... 4 B. Pemerintahan... 5 C. Keadaan Demografi dan Sosial Budaya... 5 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN... 7 A. Angka Kematian... 7 B. Angka Kesakitan... 10 C. Status Gizi Masyarakat... 11 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN... 12 A. Pelayanan Kesehatan... 12 B. Akses dan Mutu pelayanan Kesehatan... 13 C. Perilaku Hidup Masyarakat... 13 D. Keadaan Lingkungan... 14 BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN... 15 A. Sarana Kesehatan... 15 B. Pembiayaan Kesehatan... 16 BAB VI KESIMPULAN... 17 LAMPIRAN iii 20
DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1 Angka Kematian Bayi di tahun 2010... 7 3.2 Angka Kematian Balita di tahun 2010... 8 5.1 Jumlah tenaga karyawan/karyawati tahun 2010... 15 iv 21
DAFTAR GRAFIK Grafik Halaman 2.1 Penggunaan luas tanah di wilayah... 4 2.2 Distribusi Jumlah penduduk berdasarkan kelompok Umur... 6 3.1 Angka Kematian Ibu Tahun 2010... 9 3.3 Prosentase balita dengan status gizi masyarakat tahun 2010... 11 v 22