Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 ANCANG BANGUN SISTEM TANSMISI AT(Automatic Transmission), AMT(Automated Manual Transmission), dan CVT (Continuously Variable Transmission) untuk MOBIL LISTIK dan MOBIL HYBID Dalmasius Ganjar Subagio * Agus Salim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) Komlek LIPI Jl. Cisitu No 1/154 D, Bandung 40135 E Mail : @lii.go. ABSTAK Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan dalam enentuan tingkat erceatan dan laju keceatan kendaran mobil listrik dan kendaraan hybrid sekaligus juga untuk menunjang kegiatan enelitian dan engembangan mobil listrik yang telah dilakukan selama beberaa tahun terakhir ini. Penelitian ini meliuti studi literature, erancangan dan enentuan sistim erceatan dan erbandingan gigi transmisi dengan mengacu ada mobil listrik yang sudah ada di asaran dan rancang bangun satu unit rototye. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memelajari system yang telah ada kemudian dilakukan analisis terhada system kerja dari transmisi tersebut (reverse engineering). Untuk mendaatkan kesemurnaan, data yang dieroleh ada hasil engujian dijadikan acuan untuk menentukan erubahan yang selanjutnya akan dibuat rototye baru. Pada akhir kegiatan ini dihasilkan sebuah desain transmisi roda gigi lanet yang akan digunakan ada mobil listrik dan mobil hybrid. Keberhasilan dalam kegiatan ini diharakan memerkuat osisi negara kita dalam engembangan teknologi kendaraan listrik dan daat menjadi sarana strategis dalam melindungi negara kita dari serbuan roduk sejenis dari luar negeri. Kata kunci : mobil listrik, mobil hybrid, transmisi, rancang bangun
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 PENDAHULUAN Sistem transmisi ada suatu kendaraan berfungsi untuk meneruskan daya dari sumber enggerak kendaraan ke roda dengan mengatur utaran sesuai tingkat keceatan yang diinginkan. Sumber enggerak ada mobil listrik berua motor listrik yang memiliki karakteristik berbeda dengan enggerak ada mobil konvensional yang berua mesin motor bakar. Motor listrik DC memiliki keuntungan ada kemudahan engontrolan utaran dengan daya yang relatif konstan ada berbagai keceatan, sehingga transmisi untuk mobil listrik daat dibuat dengan hanya mengandalkan ada rasio transmisi tunggal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengantasi kesulitan dalam enentuan tingkat erceatan dan laju keceatan kendaran mobil listrik dan kendaraan hybrid sekaligus juga daat diimlementasikan ada hasil rototye mobil listrik yang dihasilkan ada kegiatan enelitian dan engembangan mobil listrik yang telah dilakukan selama tiga tahun di Puslit Telimek LIPI. Kegiatan ini meliuti rancang bangun transmisi untuk mobil hybrid dengan target embuatan rototie samai ada engujian sehingga daat menguasai teknologi transmisi untuk mobil listrik dan mobil Hybrid. Keberhasilan dalam kegiatan ini diharakan memerkuat osisi negara dalam engembangan teknologi kendaraan listrik dan daat menjadi sarana strategis dalam melindungi negara dari serbuan roduk sejenis dari luar negeri. Landasan Teori Dari desain lanetary gear box bagian yang enting adalah erhitungan roda gigi lanet, roda gigi matahari, roda gigi ring serta jarak sumbu masing masing roda gigi. Selain itu erbandingan utaran juga sangat enting dalam sebuah sisitem gear box. Adaun landasan teori yang diakai ada erhitungan roda gigi yaitu : t Modul (M) M π D D0 (5).... (1) Z Z + Diameter itch ( ) Z. M... () Diameter uncak ( ) +.... (3)
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 Diameter kaki ( ).... (4) Jarak antar gigi (t) π. D t... (5) Z Tebal gigi (b) b ½. t... (6) Jarak antar sumbu a D D 1... (7) M Z t b a : Modul : Diameter itch : Diameter uncak : Diameter kaki : Jumlah gigi : Jarak antar gigi : Tebal gigi : Jarak sumbu oros Pembahasan dan Hasil Data awal untuk erhitungan dan desain system transmisi ini dieroleh dari hasil engukuran dan engamatan sebagai berikut : Jumlah gigi matahari ( ) : 4 Jumlah gigi lanet ( ) : 0 Jumlah gigi ring ( ) : +. 4+.0 64 Modul ( M ) : Sudut tekan normal ( α ) : 0 oda Gigi Matahari D M M. Z Z Diameter itch ( ) M. Z. 4 48 mm Dimeter uncak ( ) +. 48 +. 5 mm(h lihat tabel)
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 Diameter kaki ( ). 48.,333 43, 34 mm ( lihat tabel ) Jarak antar gigi ( t ) π. D 3,14x48 t 6, 8mm Z 4 Tebal gigi ( b ) b ½. t ½. 6,8 3,14 mm oda Gigi ing D M M.Z Z Diameter itch ( ) M.Z. 64 18 mm Dimeter uncak ( ) +. 18 +. 13 mm ( H lihat tabel ) Diameter kaki ( ). 18.,333 13,34 mm ( lihat tabel ) Jarak antar gigi ( t ) π. D 3.14.18 t 6, 8mm Z 64 Tebal gigi ( b ) b ½. t ½. 6,8 3,14 mm
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 oda Gigi Planet D M M.Z Z Diameter itch ( ) M.Z. 0 40 mm Dimeter uncak ( ) +. 40 +. 44 mm(h lihat tabel) Diameter kaki ( ). 40.,333 35,34 mm ( lihat tabel ) Jarak antar gigi ( t ) π. D 3.14.40 t 6, 8mm Z 0 Tebal gigi ( b ) b ½. t ½. 6,8 3,14 mm Jarak Antara Sumbu Gigi ing dan Sumbu Gigi Planet ( a ) a a D D P 18 44
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 a D D P 18 44 a 44 mm a 44 mm Tabel Modul dalam Perancangan oda Gigi Modul ( M ) Jarak Antara ( g ) Tinggi Gigi ( H ) 0, 0,68 0,433 0,5 0,785 0,54 0,3 0,943 0,650 0,4 1,53 0,867 0,5 1,571 1,038 0,6 1,885 1,300 0,7,199 1,517 0,75,356 1,65 0,8,513 1,733 0,9,87 1,957 1 3,14,167 1, 3,937,708 1,5 4,71 3,50 1,75 5,498 3,79 6,83 4,333,5 7,069 4,875,5 7,854 5,417,75 8,638 5,958 3 9,45 6,500 Tinggi Puncak ( ) 0, 0,5 0,30 0,40 0,5 0,6 0,7 0,75 0,8 0,9 1 1, 1,5 1,75,5,5,75 3 Tinggi Kaki ( ) 0,33 0,95 0,350 0,467 0,583 0,70 0,817 0,875 0,933 1,050 1,107 1,458 1,750,04,333,65,917 3,08 3,50
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 3,5 10,995 7,585 3,5 4,083 4 4,5 5 6 7 1,566 14,137 15,708 18,850 1,997 8,666 9,750 10,833 13,00 15,166 4 4,5 5 6 7 4,666 5,50 5,833 7 8,166 Perbandingan Putaran Persamaan Umum V V S V P V xvs. + S. s + S. + S. s + S 64. + 4. 64 + 4 S Pada Kondisi Poros oda Gigi ing diam ( 0)
... ;... : Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 V P V S ½ V Vs s ½. s.. s s. 4.44 0,7 jadi erbandingan 1 : 3,6 3. Pada Kondisi Poros oda Gigi Planet diam ( 0) V s. s
. ; ;. : : Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 s. 4 40 + 4 0,37 jadi erbandingan 1 :,6 4. Pada Kondisi Poros oda Gigi Matahari diam ( 0) V ½ ½.... 64.44 0,7 jadi erbandingan 1 : 1,3 BAHAN DAN METODA Metode erancangan dalam enelitian ini didaat dari hasil survey tentang mobil listrik dan hybrid juga dari buku-buku yang berhubungan dengan erancangan mesin tersebut, diantaranya buku Gambar Teknik, Mekanika Teknik, Elemen Mesin, dan lain-lain. Dari hasil survey dan kajian ustaka maka didaat sebuah desain gear box system lanetary adaun desainnya adalah sebagai berikut :
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik ISSN : 089-4767 Deartemen Perindustrian I Vol. 1 No. 5 Tahun 011 Hal. 9-35 KESIMPULAN Dalam sistem lanetary gear box terdaat 3 (tiga) erbandingan utaran aabila salah satu oros roda gigi di rem, jadi sistem lanetary gear box meruakan sistem transmisi yang aling sederhana untuk sebuah mobil listrik atauun mobil hybrid. DAFTA PUSTAKA 1. George Granger Brown, Unit Oerations, Jaan. Joseh E. Shigley Larry D. MitChel, 1995. Perencanaan Teknik Mesin Edisi 4 Jilid. 3. Ken Hurst, otary Power Transmission Desain. SEED 4. Metrologie, Mitutoyo.MGF.CO. LTD. Tokyo Jaan 5. obert H. ichards, S.B., 1940. Ore Dressing, New York & London 6. ochim, T, 1993. Proses Pemesinan, Higher Education Develoment suort roject, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITB Bandung. 7..sunandlanetgaer.