MARKET UPDATE UTANG JUNI 2011 Ringkasan: Tingkat Imbal Hasil SUN mengalami penguatan pada bulan Mei dibanding April dan terjadi Net Foreign Buying pada SUN sebesar Rp3,90 Trilliun selama bulan Mei. Tingkat Imbal Hasil Internasional Bond mengalami penguatan. Yield Internasional Bond 10Y turun sebesar 0,076 poin ke posisi 4,483% dibandingkan bulan April. CDS 10Y Indonesia pada bulan Mei di posisi 185,07 melemah dari 183,88 di bulan April. Lelang SPN 3 bulan telah dilakukan sebanyak 4 kali dengan rata-rata Yield tertimbang keseluruhan 5,07%. Dengan dana diserap mencapai Rp6,6 trilyun dan per 30 Mei 2011 dimiliki asing sebesar Rp6,347 trilyun (96,16%) sedangkan perbankan Rp253 milyar. Posisi Utang Luar Negeri Indonesia per Maret 2011 mencapai USD209,3 milliar. Penarikan Utang Luar Negeri oleh Pemerintah pada bulan Maret sebesar USD253 juta, sedangkan pembayarannya mencapai USD429 juta. Sementara itu Swasta melakukan penarikan sebesar USD6,736 milliar dengan pembayaran USD4,764 milliar. Pada 2011, sampai dengan bulan Maret Pemerintah telah melakukan pembayaran pokok utang sebesar USD471 juta, dari rencana USD 5,237 milliar di 2011, sedangkan Pembayaran Bunga Utang mencapai USD 593 juta dari USD 2,878 milliar yang direncanakan. Perekonomian Dunia Krisis Keuangan di Eropa belum menunjukkan penyelesaian. Penurunan peringkat Yunani 2 notches oleh S&P (BB- B) Ekspektasi Investor terhadap the Fed untuk melakukan normalisasi kebijakan Moneter akibat adanya ancaman risiko inflasi. IMF kembali memberikan dana talangan untuk mengatasi krisis utang yang terjadi di beberapa negara Eropa. Paket bantuan baru untuk Yunani kemungkinan mencapai lebih dari 100 miliar euro atau setara US$ 146 miliar. IMF masih membahas dana talangan yang akan diberikan kepada Ukraina sebesar US$15,6 miliar, setelah pada Oktober 2008 Ukraina memperoleh dana talangan sebesar US$16,5 miliar. Peningkatan defisit anggaran tersebut membuat IMF memberikan pinjaman kepada Mesir sebesar US$3 miliar.
Kinerja Yield SUN pada bulan Mei 2011 menguat jika dibandingkan dengan bulan April 2011. Yield SUN 5Y mengalami penurunan 0,069 poin ke posisi 6,875% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir April lalu yang berada pada posisi 6,944%. Yield SUN 10y berada pada 7,394 % turun 0,285 poin jika dibandingkan posisi pada akhir bulan April lalu yang berada pada 7,679%. Sementara itu untuk SUN bertenor panjang (30Y) juga mengalami penurunan 0,034 poin jika dibandingkan dengan posisi pada akhir April. Penurunan Yield terbesar terjadi pada SUN 10Y yang mencapai 0,285 poin yang kemudian disusul oleh SUN 8Y yang mencapai 0,279%. Periode 5 Y 31 Dec'10 6.828-1 year 8.55-1 month 6.944 31-May-11 6.875 Penurunan Yield SUN ini didorong oleh terus masuknya Capital Inflow di bulan Mei ini akibat dipengaruhi berita krisis 10 Y 7.606 8.943 7.679 7.394 keuangan di Eropa yang belum 30 Y 9.695 10.33 9.262 9.228 menunjukkan penyelesaian sehingga S&P menurunkan peringkat Yunani 2 nothes dan IMF yang kembali memberikan dana talangan untuk mengatasi krisis utang yang terjadi di beberapa negara Eropa, serta adanya ekspektasi the Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter akibat risiko inflasi. YIELD SUN SUN NFB SUN Sepanjang bulan Mei ini terjadi net buying sebesar Rp3,90 Trilliun. Tercatat net selling terjadi pada minggu pertama sebesar Rp1,06 Trilliun. Dan Net Buying terbesar terjadi pada minggu kedua sebesar Rp3,78 Trilliun. Besarnya Net Foreign buying ini dipengaruhi berita krisis keuangan di Eropa yang belum menunjukkan penyelesaian sehingga S&P menurunkan peringkat Yunani 2 nothes, dan munculnya
paket penyelamatan oleh IMF kepada beberapa Negara Eropa, serta adanya ekspektasi the Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter akibat risiko inflasi. INTERNASIONAL BOND Yield International Bond 10Th Negara 31-Dec-10-1 year 30-Apr-11 31-May-11 Indonesia* 4.595 5.390 4.559 4.483 UST 3.294 3.285 3.286 3.061 Turkey** 4.982 5.715 5.069 4.965 Philipina** 4.360 #N/A N/A 4.480 4.345 * Maturity 2020 ** Maturity 2021 penurunan yang cukup besar pada UST. Kinerja Yield International Bond 10Y Indonesia membaik di bulan Mei 2011, ditandai dengan turunnya Yield sebesar 0,076 poin dari 4,559% di akhir bulan Apr ke 4,483%. Jika dibandingkan dengan negara lain, penurunan yield Indonesia tersebut cukup kecil, dibandingkan dengan Turkey (0,104), dan UST (0,226) dan Philipina (0,104). Penurunan Yield tersebut terjadi karena adanya Perkemb yield sovereign bond 10Y (1 Jan-31 Mei 11) Penurunan Sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi pada awal tahun, Yield International Bond 10Y turun sebesar 0,11 poin dibandingkan Turkey dan Philipina yang masing-masing 0,02%, dan 0,02%, namun penurunan ini masih lebih rendah dari UST yang mencapai 0,23 poin. Yield Spread Emerging Countries Bonds over UST 10Y Posisi Yield Spread International Bond 10Y Indonesia pada akhir Mei berada pada 142,23 naik dari posisi April 127,27. Sedangkan Turkey pada akhir Mei berada pada 190,43 naik dari 178,27 di akhir April. Sedangkan Philipina di posisi 128,43 dari 119,37di bulan lalu. Penurunan Yield Spread ini terdorong oleh membaiknya perekonomian Emerging Market serta adanya tekanan lambatnya pemulihan ekonomi Eropa.
US Treasury Notes Yield US Treasury Note UST Notes pada bulan Mei ini mengalami penguatan di semua maturity. Posisi UST 10Y pada bulan Mei berada pada posisi 3,06 turun dari 3.29 di bulan April 2011. Sedangkan UST dengan maturity 30Y mengalami penguatan dan berada pada posisi 4,22 dari 4,39% di bulan April. CDS CDS 10Y Indonesia pada bulan Mei masih menunjukkan tren menurun sejalan dengan philipina dibandingkan Turki, dan berada pada posisi 185,07 melemah dari 183,88 di bulan April. Sedangkan Philipina berada pada 182,61 sedikit menguat dari 186,165 di bulan April, sebaliknya Turki mengalami pelemahan dan berada pada 212,70 dari 184,57 di bulan April 2011. Sedangkan jika Dibandingkan dengan kondisi 1 Januari 2011 CDS 10Y Indonesia mengalami kenaikan 13,335 poin, lebih baik dari Philipina yang sebesar 45,26 poin dan Turki 14,045 poin. SPN 3 Bulan Lelang SPN 3 bulan telah dilakukan sebanyak 4 kali dengan rata-rata Yield tertimbang keseluruhan 5,07%. Adapun dana yang telah diserap mencapai Rp6,6 trilyun dari total Rp22,55 trilyun yang ditawarkan Investor. Dari total RP6,6 trilyun tersebut, per 30 Mei 2011 dimiliki asing sebesar Rp6,347 trilyun sedangkan perbankan hanya memiliki Rp253 milyar. Seri Tanggal Lelang Yield rata-rata Tertimbang (%) Dana diserap (Rp trilyun) Penawaran (Rp trilyun) Bid to Cover Ratio SPN20110623 22-Mar-11 5.18594 2.00 9.715 4.86 SPN20110706 5-Apr-11 5.02375 2.00 5.426 2.71 SPN20110720 19-Apr-11 5.19271 0.60 1.875 3.13 SPN20110804 3-May-11 4.87745 2.00 5.537 2.77
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia per Maret 2011 Posisi Utang Luar Negeri Indonesia per Maret 2011 mencapai USD209,3 milliar naik dibandingkan posisi Februari yang mencapai USD204,8 milliar. Pada bulan Maret Utang Luar Negeri Pemerintah mencapai USD109,7 Milliar dan Swasta mencapai USD84,7 milliar, sedangkan Bank Sentral mencapai USD 14,9 milliar. Penarikan dan Pembayaran Utang Luar Negeri per Maret 2011 Penarikan Utang Luar Negeri oleh Pemerintah pada bulan Maret 2011 sebesar USD253 juta, sedangkan dari Januari hingga Maret pemerintah telah menarik USD429 juta. Dan pada bulan Maret Pemerintah melakukan pembayaran sebesar USD556 juta, sedangkan Januari-Maret 2011 telah melakukan pembayaran sebesar USD1,086Milliar. Sementara itu swasta pada bulan Maret melakukan penarikan sebesar USD6,736 milliar dan pembayaran sebesar USD4,764 milliar. Sedangkan Januari-Maret 2011, swasta telah melakukan pembayaran sebesar USD13,310 milliar.
Rencana dan Realisasi Pembayaran Utang Luar Negeri 2010 dan 2011 Pada 2010 Pemerintah merencanakan pembayaran pokok utang sebesar USD5,555 Milliar, namun hanya terealisasi USD5,356 milliar, sedangkan Pembayaran Bunga Utang pemerintah mencapai USD 2,733 millir dari USD 2,572 milliar yang direncanakan. direncanakan. Sedangkan pada 2011,sampai dengan bulan Maret Pemerintah telah merealisasikan pembayaran Pokok Utang sebesar USD471 Juta dari rencana 2011 sebesar USD 5,237 milliar dan bunga Utang sebesar USD593 juta dari USD 2,878 milliar yang Swasta pada 2010 telah merealisasikan pembayaran pokok Utang sebesar USD 43,510 milliar dari USD 17,083 milliar yang direncanakan serta pembayaran bunga Utang USD 2,111 milliar dari USD 2,184 yang direncanakan. Dan pada tahun 2011, sampai dengan bulan Maret swasta telah melakukan pembayaran pokok Utang sebesar USD 12,811 milliar dari USD 18,140 milliar yang direncanakan di 2011 dan pembayaran bunga Utang sebesar USD 499juta dari USD 2,152 milliar yang direncanakan.