The Production Process and Cost (I)

dokumen-dokumen yang mirip
*ANALISIS KORELASI* { }

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com

Gambar 4.3. Gambar 44

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

II. KINEMATIKA PARTIKEL

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

TEORI PRODUKSI DAN ESTIMASI

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

Pengantar Ekonomi Mikro

BAB 2 DASAR TEORI. on maka S 1. akan off. Hal yang sama terjadi pada S 2. dan S 2. Gambar 2.1 Topologi inverter full-bridge

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

ANALISA PENGARUH SISTEM MANAJEMEN TQC TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PRODUK (STUDI KASUS PADA PT. SINAR KAYU ABADI SURABAYA)

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

log log. log q 1 log. log15

ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Modul 5. Teori Perilaku Produsen

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

1 Sistem Koordinat Polar

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI MARJINAL DAN PRODUK RATA RATA Hints :

EKONOMI MIKRO TEORI PRODUKSI

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

Bahan Kuliah7:Ek_Manajerial

EVALUASI DANA PENSIUN DENGAN METODE BENEFIT PRORATE CONSTANT PERCENT. Abstrak

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGUKURAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS SOAL MATEMATIKA BIDANG TEKNIK UNTUK TES MASUK CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II URAIAN TEORITIS. pertanian yang memberikan arti sebagai berikut. Suatu ilmu yang mempelajari

Xpedia Fisika. Mekanika 03

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

SolusiPersamaanNirlanjar

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

PENGARUH MODEL PRODUK TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selular Merek Nokia Pada PT. Bimasakti

EKONOMI MIKRO TEORI PRODUKSI

MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

(A) (B) (C) (D) (E) Nilai... (A) 5 (B) 4 (C) 3

PERCOBAAN 14 RANGKAIAN BAND-PASS FILTER AKTIF

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : CIV 303. Tekuk Torsi Lateral. Pertemuan 13, 14, 15

Bab II. Konsep Dasar

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

BAB IV ANALISA PONDASI MESIN. Perencanaan pondasi mesin yang baik memerlukan data-data penunjang yang

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

Latihan Kuliah IV & Kuliah V-Analisis Fungsi Produksi dan Biaya Produksi

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

APLIKASI SISTEM INFERENSI FUZZY METODE SUGENO DALAM MEMPERKIRAKAN PRODUKSI AIR MINERAL DALAM KEMASAN

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LAPTOP ABSTRAK

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

Teori Produksi. Course: Pengantar Ekonomi.

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN PENDIRIAN LOKASI GRAMEDIA DI SUMATERA UTARA

Transkripsi:

The Poduction Pocess and Cost (I) Yang dimaksud dengan Input (Kobanan) misalnya Mesin sebagai Kapital (Capital) dan Tenaga Keja sebagai Labou (L), sedangkan Q = Tingkat Output (Poduksi) yang dihasilkan dalam poses tesebut. Poduction Function ( Fungsi Poduksi):= Fungsi yang menunjukkan jumlah maksimum poduksi (output) yang dapat dihasilkan dengan K unit modal (capital) dan L unit Tenaga Keja (L) Q= F (K,L) Sebagai manaje pengusaha dituntut haus bisa memakai fungsi poduksi tesbut secaa efisien. Efisien atinya, haus bisa menentukan beapa banyak pemakaian tiap-tiap input aga dapat menghasilkan output(poduksi) yang maksimum. Dengan catatan fakto poduksi itu adalah langka, mahal, dan tebatas (benda ekonomi) Sebagai Contoh: Pabik mobil : - mesin dalam jangka pendek adalah tetap( Fakto Tetap/Fix) - tenaga keja dapat beubah sesuai output yang akan dihasilkan, disebut : FAKTOR VARIABEL Fix Facto (faktot tetap) : input yang tidak dapat diubah-ubah dalam jangka pendek. Vaiable Facto (fakto vaiabel) : input yang dapat diubah-ubah oleh manaje dalam angka meubah poduksi demi mencai efisiensi. Kalau Capital (Kapital) (K) meupakan input yang fixed dalam jangka penedek (shot un), maka: Fungsi poduksi menjadi : Q=f(L) = F(K * L) lihat tabel 5.1 di slide, dimana K * = 2. Dimana pada saat L = 5, Output = 1100. Dan pada saat L= 8, Output = 1952. In the Long un (jangka Panjang) : manaje bisa saja meubah (meng-adjust) semua facto poduksi (baik yang fix maupun yang vaiable). Yaitu misalnya menambah mesin. Di pabik mobil Fod. Batasan dikatakan jangka pendek bila < 3 tahun. Tedapat 3 fakto penting yang diuku : (1) Total Poduct (Total Poduksi) (2) Aveage Poduct ( Rata-ata Poduksi), dan (3) Maginal Poduct (Poduksi majinal) Total poduct : maksimum tingkat output yang dapat dihasilkan dai input yang tetentu. (Lihat table 5.1) Aveage poduct : Output/ poduksi yang dihasilkan dai pe-unit input. AP L = Q AP K = Q L K Contoh pada table 5.1. : L =5 Output 1.100 AP L = 220. Maginal Poduct : Peubahan (petambahan) Total Output sebagai akibat dai peubahan (petambahan) input. 1

Q Q L = K = L K (Lihat table 5.1. Kalau Q= 76, dan Q dinaikkan menjadi Q 248, maka Q = 172, L= 1. Jadi L = 172 Pean manaje dalam poses poduksi: 1. Memastikan baha peusahaan(pabik) beopeasi sesuai dengan kaidah : Output haus maksimum dengan input yang tetentu. Contoh: Tenaga Keja haus di-motivasi aga bekeja maksimal ( full potensial) 2. Memastikan baha pabik sudah beada di titik fungsi poduksi yang tepat atau. mempegunakan input yang tepat yaitu input yang efisien.. Value Maginal Poduct (Nilai Majinal Poduk) = Nilai dai poduk (output) yang dihasilkan oleh input yang teakhi. (Lihat Tabel 5-2 dan Figue 5-2) V L = P x L Linea Poduction Function : : Adalah fungsi poduksi yang mengasumsikan baha input yang dipegunakan dalam poses poduksi pebandingannya tetap (poposinya tetap), dan antaa input saling subtitusi.. Q = F(K,L) = ak + bl ( a dan b adalah angka konstan) Contoh : Suatu baang untuk dipoduksi dipelukan tenaga keja selam 4 jam, kalau dikejakan dengan mesin hanya 1 jam. Ini beati mesin (capital 4x lebih poduktip daipada tenaga keja (L). Maka Q=F(K,L) = 4(5) +!(2) = 22. Jadi 5 unit kapital.dan 2 unit tenaga keja menghasilkan output 22 unit. Rumus Q = F(K,L)= min (bk + cl), dimana b& c adalah konstant, dan fungsi ini disebut juga sebagai Fixed-popotion poduction function.. Contoh Soal : Suatu industi benama Mois mempunyai Fungsi Poduksi sebagai beikut, Q= F (K,L) = min (3K, 4 L) Petanyaan : Beapa poduksi (output) nya, bila menggunakan 2 unit tenaga keja, dan 5 unit kapital? Jaab : F(5,2) = min {3(5), 4(2)} = min {15,8}. Selama jumlah minimum 15 dan 8, maka 5 unit kapital dan 2 unit TK akan menghasilkan 8 unit output.. 2

FUNGSI PRODUKSI COBB- DOUGLAS (Cobb-Douglas Poduction Function) Fungsi poduksi ini teletak diantaa dua eksteem yaitu Linea Poduction Functin dan Leontief Poduction Function disebut Cobb- Douglas Poduction Function. Dengan umus Q = F (K,L) = K a L b, dimana a & b adalah angka konstan. Cii dai Cobb- Douglas : 1. Tidak sepeti halnya Linea Poduction Function, dimana hubungan antaa input-input tidak linea. 2. Tidak pula sepeti Leontief Poduction Function, dimana input tidak pelu meupakan poposi yang tetap (fix popotion). 3. Pada Cobb-Douglas : input-input sedikit substitusi, tetapi tidak pefect substitusi.. Contoh : Konsultan meneliti suatu peusahaan, tenyata peusahaan tesebut mempunyai Poduction Function Cobb- Douglas sebagai beikut: Q = F(K,L) = K 1/2 L 1/2 Petanyaan: Beapa ata-ata poduktivitas tenaga keja, bila dipekejakan 4 unit tenaga keja dan 9 unit kapital? Jaab : Maka F(9,4) = 9 1/2. 4 1/2 = (3)(2) = 6 Jadi 4 unit tenaga keja dan 9 unit kapital mempoduksi 6 unit output. Jadi ata-ata poduktivitas tenaga keja = 6/4 = 1.5 unit output. Rumus Maginal Poduct untuk Linea Poduction Function : maka K = a, dan L = b Q= F(K,L) = ak + bl, Maginal Poduct of Labo = L = K = a, dan Maginal Poduct of Capital = K = L = b. Jadi maginal poduct dai input K atau L adalah koefisien a atau b.. Maginal Poduct dai Cobb-Douglas poduction Function ; Q= F9K,L) = K a L b,maka L = b K a L b-1,, dan K = a K a-1 L b Jadi Maginal Poduct-nya adalah tuunan petama dai fungsi-nya. L = L = bk a L b-1 dan K = = ak a-1 L b K 3

Contoh : Suatu peusahaan menghasilkan baang yang laku dijual dengan haga $ 10.-. Fungsi poduksinya = Q = F(K,L) = K 1/2 L 1/2. Kapital ditetapkan oleh manaje 1 unit dalam jangka pendek. Petanyaan: beapa tenaga keja yang haus dipekejakan oleh peusahaan aga mencapai keuntungan yang maksimum, bila upah tenaga keja adalah $2.-? Jaab: Menuut Cobb-Douglas L = bk a L b-1, dai soal tenyata : a=1/2, b=1/2, dan K=1 Jadi L = 0.5(1) 1/2 L (1/2-1) = 0.5 L -1/2 V L = P x. L = 5 (L) -1/2, masukkan upah $2.- kedalam pesamaan itu. Jadi 5L -1/2 = 2 Jadi 25/L = 4. Keuntungan maksimum apabila tenaga keja menghasilkan = L = 25/4= 6,25 unit. Isoquant adalah = Kombinasi dai input-input yang menghasilkan tingkat poduksi (output)yang sama. MTRS ( Maginal Rate of Technical Substitution) : Adalah pebandingan dimana manaje dapat mensubstitusikan 2 input, tetapi tetap menjaga aga tingkat poduksi (output)-nya sama. MTRS KL = L Q = ak + bl Jadi L = b dan K = a K Oleh kaena itu MTRS = b a (Lihat Figue 5-4, Figue 5-5, dan Figue 5-6)) Isocost adalah = gais yang menunjukkan kombinasi input-input yang membeikan jumlah biaya yang sama. L + K = C dimana : = upah pe satuan aktu, dan = sea mesin Apabila dibagi dengan pesamaan diatas dibagi sisi kii dan kanannya dengan 1, maka didapatkan: C C L + K = K = L C Dai umus bau tesebut kita mendapatkan baha K = fungsi linie dai L; = titik pepotongan dengan sumbu vetikal (vetical intecept); dan = kemiingan gais fungsi pesamaan diatas (slope). 4

Untuk Figue 5-7 (a) (b) (c); aga Sd. Membuat intepetasi sendii. APABILA TERJADI PERUBAHAN HARGA PER UNIT DARI INPUT Apabila tejadi peubahan haga input, akan meubah kemiingan (slope) dai isocost. (Lihat Figue 5-8). MEMINIMUMKAN BIAYA (COST MINIMIZATION) Pehatikan Figue 5-8 Caa untuk mencai kombinasi biaya yang paling muah (minimum) untuk mempoduksi suatu baang adalah : Kemiingan (slope) dai gais Isoquant haus sama dengan kemiingan Isocost. Atau : syaat lain adalah L K Atau = MRTS KL = Atau L K = Contoh soal Suatu peusahaan pelayanan Mengetik Skipsi, mendapat pesanan mengetik. Untuk menyelesaikan pesanan tesebut peusahaan ini dapat mempegunakan 4 kompute dan 2 mesin tik biasa. Apabila Majinal poduk mesin tik = 50 halaman sehai, dan majinal poduk dai kompute =500 halaman sehai, dan biaya sea mesin tik = $1 sehai sedangkan sea kompute $ 50 sehai. Petanyaan : Untuk meminimumkan biaya, apakah peusahaan itu memekai kompute atau mesin tik biasa untuk mengejakan pesanan itu? Jaab : T = Majinal Poduk mesin tik biasa ; W = Majinal Poduk Kompute, maka : P T T P W =, setelah dimaukkan data-data dai soal diatas didapatkan : W 50 T W 500 = f = 1 PT PW 50 Kesimpulan : Kompute lebih poduktip 10 kali lipat dai mesin tik biasa, tetapi biaya sea kompute lebih mahal 50 kali dai mesin tik biasa. Jadi peusahaan itu lebih baik memakai lebih banyak mesin tik biasa daipada kompute. MENGGANTI SATU INPUT DENGAN INPUT LAIN (SUBTITUSI). Apabila tejadi kenaikan upah Tenaga keja, atau kenaikan haga sea Kapital, maka akan tejadi peubahan dalam usaha untuk meminimumkan biaya, untuk mempoduksi suatu baang. Coba anda intepetasikan sendii Figue 5-9 dan Figue 5-10 5