BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESIGN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. dengan buku panduan ini, sebagai salah satu dari media komunikasi visual buku

I. PENDAHULUAN. Lalu lintas jalan merupakan sarana masyarakat yang memegang peranan penting

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 5 METODE PERANCANGAN

1. Masuk ke dalam file explorer atau file commander pada smartphone. 2. Cari file Mojo.apk kemudian pilih file Mojo.apk.

Perpustakaan Unika SKALA DISIPLIN

LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II

BAB I PENDAHULUAN. Aman dalam berkendara, bukanlah sebuah slogan sebuah instansi

Mengenal Undang Undang Lalu Lintas

BAB III LANDASAN TEORI. Jalan Wonosari, Piyungan, Bantul, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang

BAB II TATA TERTIB LALU LINTAS BAGI KENDARAAN BERMOTOR. yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III LANDASAN TEORI. hanya melibatkan satu kendaraan tetapi beberapa kendaraan bahkan sering sampai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara

PENDAHULUAN. Traffic Light adalah suatu lampu indikator pemberi sinyal yang di tempatkan di

BAB I PENDAHULUAN. Telepon genggam atau yang lebih dikenal dengan handphone (HP) merupakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. dan mencerminkan kehendak rambu-rambu hukum yang berlaku bagi semua subyek

BAB 5 PENJELASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. Kota Yogyakarta merupakan kota pendidikan dan wisata. Dengan. meningkatnya populasi penduduk di kota Yogyakarta mengakibatkan

KUESIONER. Identitas Responden

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Berdasarkan Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pentingnya keamanan mengendarai mobil saat ini sudah tidak di ragukan

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Saat ini manusia dituntut untuk bisa berpindah-pindah tempat dalam waktu

BAB I PENDAHULUAN. Dunia oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 2004 merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. lintas merupakan hal yang tidak asing lagi.

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN

BAB III LANDASAN TEORI. diangkut selalu bertambah seperti pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi,

BAB I PENDAHULUAN I-1

EFEKTIVITAS PEMBERLAKUAN HELM SNI TERHADAP TINGKAT KETAATAN MASYARAKAT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN FUNGSI HUKUM SEBAGAI ALAT PENGENDALI SOSIAL

BAB V PEMBAHAS AN DES AIN. dengan bentuk persegi panjang dan bulat. Font yang digunakan dalam kampanye :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Kesenjangan antara Das Sein dengan Das Sollen adalah suatu hal yang

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan keterangan dan fakta yang terdapat dalam pembahasan,

BAB IV STATEGI KREATIF

BAB I PENDAHULUAN. menurut data statistik dari OICA (Organisation Internationale des Constructeurs

Masyarakat Transparansi Indonesia Kajian Page 1 of 6

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB III LANDASAN TEORI

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB V PENUTUP. Dari hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan pada bab. sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. berpenduduk di atas 1-2 juta jiwa sehingga permasalahan transportasi tidak bisa

BAB I PENDAHULUAN. Akhir-akhir ini tingkat kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kelalaian

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

Samurai PKK (Sistem Palang Pintu Pencegah Kecelakaan Kereta Api) dengan Control Room dan Wifi Signal

BAB I PENDAHULUAN. dalam 72 Persen Keluarga Indonesia Pengguna Sepeda

Perancangan Buku Panduan Dalam Meningkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berkendara (Safety Riding) Untuk Kendaraan Roda Dua (Motor)

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

Retno Murti

BAB V ANALISIS DAN UJI COBA. Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian dan analisa pada hardware

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Lalu lintas dan angkutan jalan merupakan hal yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. pemantapan integrasi nasional guna memperkukuh ketahanan nasional.

Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016)

ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR...

BAB 1 : PENDAHULUAN. masyarakat yang adil dan makmur. Untuk menunjang pembangunan tersebut, salah satu

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media komunikasi visual (pamflet)

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

PERANCANGAN KOTA. Lokasi Alun - Alun BAB III

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

I. PENDAHULUAN. penduduk kota Bandar Lampung yang semakin padat dan pertambahan jumlah

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN. diambil tidak terlepas dari ilustrasi logo Ultra Disc, super grafis dari. merupakan sebuah perusahaan video rental.

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data yang ada maka dapat diambil

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

TINJAUAN KECEPATAN KENDARAN PADA WILAYAH ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS) DI KOTA PADANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN

機車標誌 標線 號誌選擇題 印尼文 第 1 頁 / 共 12 頁 題號答案題目圖示題目. (1) Tikungan ke kanan (2) Tikungan ke kiri (3) Tikungan beruntun, ke kanan dahulu

Transkripsi:

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESIGN 5.1 Logo Kampanye Gambar 5.1 Logo kampanye Logo utama kampanye WOY! hanya terdiri dari logogram. Logo itu sendiri mengambil bentuk dasar dari segitiga pengaman yang memiliki makna himbauan untuk berhati-hati. Jika merujuk kepada penerapan serta penggunaannya, symbol berbentuk segitiga pada aturan rambu-rambu memiliki arti, Dilarang berjalan terus apabila menyebabkan rintangan atau hambatan bagi lalu lintas lain yang wajib didahulukan. Dipadukan dengan tipografi yang berbunyi, WOY! pada bagian dalam logo yang mempresentasiakan ekspresi kekesalan yang dialami oleh masyarakat ketika dirugikan oleh pengguna jalan lain saat berada dijalan. Dengan pemilihan font BEBAS bold dan sedikit modifikasi agar terkesan lebih kuat.

Didukung pula oleh elemen seperti efek teriakan penuh amarah yang meledak-ledak berbentuk petir yang menyambar melengkapi pesan yang ingin disampaikan oleh logo tersebut. Pada dasarnya logo ini hanya menggunakan satu warna saja. Untuk warna utama pada logo menggunakan pantone 1788 C, namun untuk pengaplikasiannya warna logo dapat disesuaikan dengan warna background dimana logo itu akan diletakan. 5.2 Warna Kampanye Gambar 5.2 Warna kampanye Pemilihan warna pada kampanye didominasi oleh warna merah, kuning, dan hijau, disesuaikan dengan filosofi Traffic Jam serta makna yang terkandung pada penerapannya di jalan. Selain menyesuaikan dengan konteks warna yang di terapkan pada rambu-rambu keamanan di jalan raya, warna ini dipilih agar kampanye mudah dikenal oleh masyarakat luas.

5.3 Poster Kampanye Gambar 5.3 Poster kampanye Fungsi poster sebagai penarik perhatian target kampanye. Selain itu dari segi ilustrasi yang tertuang di dalam poster memiliki makna supaya, sebagai seseorang yang melanggar aturan di jalan sebaiknya berintrospeksi diri atas perilakunya yang menyimpang sehingga memicu penggendara yang dirugikan untuk memaki.

Dari tiga seri poster yang masing masing berisikan data dan fakta mengenai kecelakaan dan situasi yang terjadi yang terjadi di daerah Bekasi. Poster dapat diletakan di ruang-runag publik seperti tempat cuci mobil dan motor, lahan parkir, sekolah, bengkel, mall, rumahsakit dan Kantor Lurah. Sebagai himbauan kepada masyarakat mengenai kampanye yang sedang berlangsung. Gambar 5.4 Contoh penerapan poster pada lahan parker

5.4 Ambient Media Gambar 5.5 Ambient media Berdasarkan peraturan peletakan rambu-rambu Nasional Indonesia, rambu peringatan di jalan raya dengan batas kecepatan kurang dari 60 km/jam harus di tempatkan 80 meter atau pada jarak tertentu sesuai dengan kondisi geografis sebelum area yang dimaksud. Penggunaan ambient media yang mengadaptasih dari fungsi optical illusion yang mengelabui pandangan seseorang. Diharapkan secara tidak langsung masyarakat akan diingatkan untuk mengurangi kecepatan pada area yang dikehendaki. Penggunaan ambient media ini menyikapi persoalan penggunaan rambu-rambu jalan yang kurang terlihat di sepanjang jalan raya Kalimalang.

Gambar 5.6 Proses pengerjaan Optical Illusion Jika melihat dari sifat dasar manusia yang selalu ingin tau, media ini akan memiliki efek secara psikologis. Dikarenakan bentuk dari optical illusion yang menipu pandangan dan menarik untuk dicari tau bagaimana cara gambar itu bekerja pada mata kita.

5.5 Brosur Gambar 5.7 Brosur Penggunaan brosur diperuntukan untuk menghimbau masyarakat tentang kecelakaan- kecelakaan kecil yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kewaspadaan mengenai keselamatan di jalan. Bentuk dari brosur disesuaikan dengan bentuk logo. Brosur terdiri dari 3 halaman utama, yang tiap-tiap halaman berisikan keluhan masyarakat serta tips-tips yang jarang menjadi himbauan mengenai kewaspadaan di jalan. Contoh kasus saat pengendara mobil hendak berbelok, walau sudah memberi lampu sein hendaknya benar-benar memastikan keadaan di belakang, karena waspada akan kendaraan bermotor yang nyelonong sewaktu mobil hendak berbelok. Yang memiliki dampak yang lumayan besar bagi kedua belah pihak.

5.6 T-Shirt Gambar 5.8 T-Shirt T-Shirt digunakan oleh panitia kampanye saat mensosialisasikan kampanye ini maupun oleh peserta Brand Activation sebagai penanda partisipasinya dalam kampanye ini.

5.7 Booklet Gambar 5.9 Booklet Penggunaan booklet pada kampanye ini sebagai respon dari permasalahan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hukuman dan denda yang berlaku di jalan. Selain itu booklet juga digunakan sebagai media sosialisasi Undang-undang baru mengenai ketertiban berkendara yang berlaku sejak tahun 2009. Penyampaian pesan dari isi booklet dirancang dengan sentuhan humor agar lebih menarik, ringan dan santai. Menggunakan ilustrasi sebagai elemen pendukung agar penyampaian pesan lebih terlihat seperti membaca komik.

5.8 PSA (Public Service Announcement) Dalam PSA diceritakan bahwa pengendara motor yang acuh merugikan pengguna jalan lain, dan seketika seseorang yang dirugikan itu memaki sang pengendara motor, lalu wajah pengendara itu pun berubah menjadi salah satu binatang yang sering di jadikan umpatan ketika seseorang dirugikan oleh pengendara yang tidak tertib. PSA dibagi menjadi 3 cerita, konsep yang diangkat ini diambil dari hasil survey terlebih dahulu kepada masyarakat mengenai pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan dengan pengendara motor yang tidak tertib. Gambar 5.10 PSA

Gambar 5.11 PSA Konsep

5.9 Photo Board Photo Board dengan face hole digunakan sebagai media interaktif dalam kampanye ini, pada photo board ini digambarkan bahwa kita sebaiknya lebih manusiawi sebagai seorang pengendara motor saat berada di jalan raya. selain bisa digunakan untuk berfoto, media ini juga dapat menjadi pengingat ketika foto dicetak atau hanya sekedar dilihat. Gambar 5.12 Photo Board

Photo Board nantinya akan diletakan dekat dengan booth pada saat kampanye ini diselenggarakan sebagai penanda keberadaan dari kampanye ini di tempat tersebut. 5.10 Sticker Gambar 5.13 Sticker Penggunaan sticker pada kampanye ini hanya sebagai mercendise sekaligus pengingat dari kampanye ini. Sticker bisa didapatkan dari pembagian booklet pada saat kampanye berlangsung.

5.11 Billboard Gambar 5.14 Penerapan Billboard Penggunaan Billboard pada kampanye memiliki keunggulan, sebagai media luar ruang billboard menyatu dengan ruang publik, sehingga siapa pun bisa terpapar media ini. Mengingat jalur Kalimalang adalah salah satu jalur utama yang dipilih oleh pengendara motor. Diharapkan dengan peletakan billboard di sepanjang jalur Kalimalang masyarakat dapat mengetahui mengenai kampanye yang sedang berlangsung.