BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

KREATIF Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang Vol. 4, No.1, Oktober 2016

BAB I PENDAHULUAN. tepat waktu dan pelayanan yang lebih baik dari pada persaingnya. Selain itu

Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kondisi mesin/peralatan tersebut agar tidak mengalami kerusakan maka

Lampiran 1. Struktur Organisasi

BAB I PENDAHAHULUAN I.1

Pembagian Tugas & Tanggung Jawab. Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I Pendahuluan I-1

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis semakin berkembang, karena

Pendahuluan. I.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. ditanam di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bagian utama dari kelapa sawit yang diolah adalah

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Kecamatan Bawen-50661, Kabupaten Semarang Jawa Tengah ini mulai berdiri

3.1.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan. PMA (Penanaman Modal Asing) yang didirikan atas joint venture sebuah perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam

NAMA : DWI HARYANTO NPM : FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : AKUNTANSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. komponen otomotif dituntut meningkatkan inovasi sehingga produk bisa menjadi

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. gelondongan kemudian dipotong menjadi papan papan kayu. Perusahaan yang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Fulfillment by Lazada (FBL)

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

BAB V ANALISA. kuantitas terhadap jumlah barang yang diproduksi khususnya dimesin extruder

Jumlah Perusahaan Subsektor Komputer, Barang Elektronik dan Optik (Dalam Unit)

PENERAPAN SISTEM DAN PROSEDUR PRODUKSI Studi Kasus pada PT. Great River International

ANALISIS PRODUKTIVITAS MELALUI PENDEKATAN THE AMERICAN PRODUCTIVTY CENTER MODEL (Studi Kasus PT. Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional III Malang)

LAMPIRAN Bagaimana sejarah berdirinya PT Margono Dian Graha? 2. Apa visi dan misi PT Margono Dian Graha?

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan produk-produk yang tepat, berkualitas tinggi dengan harga

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Analisa Produk Cacat Part PH 031 Tahun mayor dan minor penyebab terjadinya produk cacat untuk part PH 031 pada tahun

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. PT United Tractors Tbk (PTUT) merupakan salah satu distributor alat-alat berat

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1 Profil Perusahaan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab I Pendahuluan. Tabel I.1 Total Jumlah Produksi pada Tahun 2011

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. melakukan implementasi, pengguna (user) harus mempersiapkan data data yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan. Support. Webbing QC Sewing. Gambar I.1 Skema alur proses produksi tas di PT. Eksonindo Multi Product Industry

cost classification) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku biaya

BAB I PENDAHULUAN. dalam maupun di luar negeri. Setiap perusahaan bersaing untuk menarik perhatian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Upaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pasir Silika Menggunakan Metode Economic Order Quantity Pada Industri Papan Kalsium Silikat

BAB I PENDAHULUAN. juga dapat dirasakan di Indonesia. Kenyataan tersebut dapat kita lihat dari

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. kertas, dimana dapat diklarifikasikan dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu :

Apa itu IEA Bina Nusantara?

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara agraris mempunyai beberapa keunggulan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. dengan strategi pertumbuhan intensif (intensive growh strategy).

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan.

STATISTIKA. Tabel dan Grafik

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. PT. Ancol Terang Metal Printing Industri yang berkedudukan di kawasan

Satuan (orang, Paket, pcs, dll.) Satuan Jumlah. Satuan (hari, bulan, kali, dll.) Frekuen si. (hari, bulan, kali, dll.)

BAB 1 PENDAHULUAN. sistem dimana faktor-faktor semacam tenaga kerja dan modal/kapital (mesin,

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

MEMPELAJARI PROSES PRODUKSI MOLDING ROOF D22D DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PT. TOYOTA AUTO BODY TOKAI EXTRUSION

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi. berkembangnya dunia perindustrian di berbagai bidang terutama industri

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan industri di Indonesia sekarang ini semakin pesat. Hal ini

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. PT Panasonic Shikoku Electronics Indonesia didirikan pada tanggal 20 Mei 1991

ANALISIS PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) STUDI KASUS PADA PT XYZ

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN. pangsa pasar dunia tekstil dan penggunaan mesin-mesin atau alat-alat industri

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun menciptakan sektor sektor baru dengan inovasi inovasi yang baru. perusahaan salah satunya adalah proses produksi.

Lampiran 1. Kuesioner SWOT

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Persaingan dunia industri yang semakin ketat khususnya di industri

Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisi mengenai latar belakang masalah penelitian yang dilakukan, merumuskan masalah yang menjadi permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. pengendalian kualitas juga harus dijadikan prioritas utama. juga menjamin kualitas produk hingga masa akhir penggunaannya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Perusahaan Profil Umum PT. Hyundai Mobil Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. elektronik dengan menggunakan tiga jenis mesin injeksi. Dua tahun

BAB IV PEMBAHASAN. beralamat di Jalan Pandega Marta, Ring Road utara, Kentungan, Sleman, Kafe Zarazara didirikan pada tanggal 7 Juni tahun 2014, oleh

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

2. Adanya resiko pemumpukan barang pada gudang.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

JUL LI ,43. senilai US$ juta. 327,07 ribu. senilai. ton atau. Ekspor. negeri yang. perdagangan luar 16,63

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Sejarah PT. Nikkatsu Electric Works

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu dan teknologi telah membawa dunia industri pada perkembangan yang

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA APRIL 2015

Transkripsi:

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Profil perusahaan PT indah kiat PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill merupakan salah satu pabrik kertas yang berada di bawah naungan Sinarmas Group, Divisi Asia Pulp & Paper. Saat ini, Asia Pulp & Paper sendiri menempati peringkat kedua produsen penghasil pulp & paper terbesar di dunia. Asia Pulp & Paper memiliki beberapa pabrik kertas yang tersebar di Indonesia dan China dan kantor cabang yang tersebar di seluruh dunia. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill adalah produsen penghasil kertas warna terbesar di Dunia. Dengan kapasitas produksi mencapai 100,000 ton/tahun, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill menjadi salah satu produsen kertas warna yang disegani di pasarinternational. Dengan adanya sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001, ISO CoC-PEFC dan Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan wujud nyata dan komitmen perusahaan dalam meningkatkan mutu 28

& kualitas produk menempatkan produk PT. Indah Kiat Pulp & Paper sebagai pilihan utama dari para pengguna kertas warna di seluruh dunia. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 65 negara yang tersebar di lima benua telah menikmati kertas warna produksi dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang.. Memasuki persaingan global yang semakin ketat di awal tahun 2010, Perusahaan senantiasa melakukan inovasi dan terobosan-terobosan dalam menciptakan produk-produk yang unggul dan berkualitas. Beberapa jenisjenis produk baru PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill atau yang lebih dikenal dengan High Value Added Product adalah Sticky Notes, Corrugated Paper, Loose Leaf dan lain lain semakin mewarnai seluruh dunia ini dengan berbagai macam warna. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang, coloring the world 4.1.2 Visi dan Misi perusahaan Visi : Menjadi perusahaan bubur kertas ( pulp ) dan kertas nomor satu di dunia dengan standart internasional di abad ke 21 Berdedikasi memberikan yang terbaik bagi pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat sekitar 29

Misi : Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia Menggunakan teknologi mutakhir dalam pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan disemua kegiatan operasional 4.1.3 Struktur organisasi perusahaan. Sama seperti perusahaan pada umumnya, PT indah kiat juga memiliki susunan organisasi yang menginduk pada masing-masing departemen sesuai dengan bidangnya, seperti: depertemen produksi, departemen engineering, departemen bisnis unit, departemen quality control dan quality assurance, dan departemen general affair. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.1 skema sturktur organisasi pada halaman selanjutnya. 30

Gambar 4.1 Susunan organisasi PT indah kiat (Sumber: PT indah kiat, 2012) Sedangkan pembahasan pada penelitian ini adalah berada pada departemen produksi di PT indah kiat, tepatnya seksi finishing sortir. Berikut ini susunan organisasi departemen produksi di PT indah kiat yang akan dijelaskan oleh gambar 4.2 skema sususan organisasi depertemen produksi pada halaman selanjutnya. 31

Gambar 4.2 Susunan organisasi departemen produksi ( Sumber : PT indah kiat, 2012 ) 4.1.4 Proses produksi kertas Proses produksi kertas di PT indah kiat pada dasarnya sama seperti prusahaan kertas pada umumnya, yaitu dimulai dari pengolahan bahan baku pembuat kertas yang diolah pada mesin pembuat kertas (paper machine), setelah itu dilanjutakan proses pada pemotongan kertas (cutting paper) sesuai dengan pesanan order, lalu diteruskan kebagian sortir untuk dihitung ulang jumlah kertas ditiap rim sesuai dengan permintaan order, selanjutnya kertas tersebut memasuki area pengepakan (packing) untuk dikemas sebelum memasuki gudang (warehouse) terlebih dahulu sebelum dikirim kepada customer atau langsung dikirim kepada customer. Berikut ini 32

penjelasan lebih lanjut mengenai proses produksi kertas hingga menjadi produk finish good: 4.1.4.1 Stock preparation Stock preparation merupakan step paling awal dari proses pembuatan kertas, dimana bahan-bahan dasar pembuat kertas diolah menjadi wujud bubur kertas (pulp) yang kemudian siap untuk diolah menjadi kertas. 4.1.4.2 Paper machine Paper machine adalah mesin produksi kertas dimana bubur kertas yang telah diproses oleh stock preparation, kemudian diolah menjadi sebuah kertas dalam bentuk jumbo roll kertas. Berikut ini tampilan dari paper machine; Gambar 4.3 Paper machine (Sumber: PT indah kiat, 2012) 33

4.1.4.3 Finishing-Cutter rewinder Cutter rewinder merupakan proses pemotongan kertas sesuai dengan ukuran yang dipesan oleh customer ( ukuran big sheet ). Selanjutnya melalui proses sortir, kertas tersebut akan dihitung jumlahnya dalam tiap rim sesuai dengan permintaan customer sebelum dikemas (packing). Berikut ini adalah tampilan cutting paper machine di PT indah kiat Tangerang Mill. Gambar 4.4 Cutting paper machine (Sumber: PT indah kiat, 2012) Bagian-bagian dari mesin cutting paper beserta prosesnya: Unreelstand: Area penempatan jumbo roll yang akan dipotong di mesin potong, pada tiap unreelstand terdapat brake / rem yang berfungsi supaya jumbo roll tidak loss Lead In: Proses penarikan kertas menggunakan worm roll yang merupakan komponen mesin potong, yang kemudian kertas akan terdorong melewati pisau potong 34

Cutting unit : Proses pemotongan kertas dengan menggunakan pisau potong (cross cutter ) Conveyor : Proses penyaluran kertas yang terpotong menuju ke layboy Layboy : Tempat penampungan kertas yang telah terpotong di mesin Untuk memperjelas bagian-bagian dari cutting paper machine, berikut ini akan dijelaskan mengenai layout cutting paper machine pada gambar 4.5 gambar layout cutting paper machine di halaman selanjutnya. 35

Layboy Conveyor Cutting Unit Lead In Unreel stand Gambar 4.5 Layout Cutting paper machine (Sumber : PT indah kiat, 2012) 36

4.1.4.4. Proses sortir Pada tahap ini kertas yang telah dipotong oleh mesin cutting paper, disortir oleh para karyawan untuk dihitung jumlahnya tiap rim kertas secara manual sesuai dengan permintaan customer. Gambar 4.6 Proses sortir (Sumber: PT indah kiat, 2012) 4.1.4.5 Proses packing Pada proses ini, kertas yang telah disortir kemudian dikemas sebelum dikirim ke gudang sementara atau langsung dikirim kepada customer. Gambar 4.7 Proses packing (Sumber : PT indah kiat, 2012) 37

4.1.5 Tab inserter Tab inserter merupakan suatu alat bantu yang berperan sebagai counter sheet, adapun fungsi dari tab inserter ini adalah untuk mempermudah kerja tenaga kerja sortir dalam mengitung kertas, sekaligus sebagai jalan keluar dari permasalahan yang terjadi di PT Indah Kiat seperti yang sudah penulis sampaikan pada rumusan masalah penelitian, yaitu selisih jumlah kertas di tiap rimnya. Berikut ini data beserta spesifikasi Tab Inserter yang digunakan di PT Indah Kiat : Spesifikasi: Gambar 4.8 Tab inserter (Sumber : PT indah kiat, 2012) Merek : Digi Mark Type : BP-470-70-110-507 Dimensi : T: 0.15 0.20 mm W: 12 mm ; L: 120mm Motor : AC 100/110 V; 50/60 Hz; 15 Watts Solenoid : AC 100/110 V; 50/60 Hz; 1.0 kg Current : 1,5 A 38

Sesuai dengan fungsinya sebagai counter sheet, alat bantu ini diinstalasi pada mesin cutting paper tepatnya bagian layboy. Gambar 4.9 Posisi pemasangan tab inserter (Sumber: PT indah kiat, 2012) Pemasangan alat ini dimaksudkan agar kertas yang sudah dipotong pada mesin cutting paper, terdapat tanda / marker ditiap rimnya pada masingmasing pocket pallet. Sehingga sangat memudahkan tenaga kerja sortir dalam melaksanakan tugasnya. Tab inserter ini bekerja untuk memberikan tanda di tiap tumpukan kertas. Dimana program counter sheet sudah disetting sesuai dengan permintaan (jumlah kertas di tiap rim kertas), maka tiap counter sheet menghitung kertas yang telah melewati photo sensor, tab inserter tersebut akan mengeluarkan pita sebagai tanda bahwa tumpukan kertas tersebut sudah mencapai jumlah sheet per rim yang sesuai permintaan. Photo sensor diinstal pada bagian conveyor, sehingga tiap kertas yang melewati sensor ini sejumlah dengan yang deprogram pada display 39

pemrograman, maka tab inserter akan mengeluarkan pita, sebagai tanda tiap rim pada tumpukan kertas. Gambar 4.10 Pemasangan photo sensor (Sumber : PT indah kiat, 2012) Berikut ini adalah tumpukan kertas setelah dipotong pada mesin cutting paper yang sudah diinstal alat tab inserter: Gambar 4.11 Tumpukan kertas dengan pita tab inserter ( Sumber: PT indah kiat, 2012 ) 40

4.2 Pengolahan data 4.2.1 Customer complain Seperti yang sudah dibahas pada rumusan masalah, customer complain yang muncul pada proses finishing-sortir ini adalah selisih hitung jumlah kertas di tiap rim kertas. Berikut ini data hasil dari project tab inserter ini dalam mereduce customer complain di area finishing-sortir periode Januari 2011-Desember 2011. Tabel 4.1 customer complain CUSTOMER COMPLAINT SORTIR - PACKING MONTH CASE REDUCTION Jan-11 3 2.70 Feb-11 4-29.73 Mar-11 4-29.73 Apr-11 1 67.57 May-11 2 35.14 Jun-11 1 67.57 Jul-11 1 67.57 Aug-11 1 67.57 Sep-11 0 100.00 Oct-11 1 67.57 Nov-11 0 100.00 Dec-11 0 100.00 Keterangan: Sebelum menggunakan tab inserter Sesudah menggunakan tab inseter (Sumber : PT indah kiat, 2012) Dari data di atas, maka jumlah customer complain sebelum project tab inserter adalah 16 kasus, sedangkan setelah menjalankan project tab inserter jumlah customer complain adalah 2 kasus. Maka dapat dihitung indeks dalam mereduce customer complain sebagai berikut: Jumlah costumer complain sebelum project tab inserter x 100% Jumlah customer complain setelah project tab inserter 41

2 x 100% = 87,5 % 16 Maka kesimpulannya untuk peningkatan indeks efisiensi customer complain setelah adanya project tab inserter ini adalah sebesar 87,5 % per bulan. 4.2.2 Efisiensi penggunaan waktu untuk proses sortir kertas Selama penelitian didapatkan jumlah penggunaan waktu dalam menyortir kertas per pallet sebelum dan sesudah menjalankan project tab inserter ini adalah sebagai berikut. Tabel 4.2 Penggunaan waktu untuk proses sortir Jam Kerja untuk menyelesaikan 1 pallet Baseline Sesudah 105 20 (Sumber : PT indah kiat, 2012) Menit/pallet Efisiensi waktu produksi : Waktu base line - Waktu sesudah x 100% Waktu base line : 105-20 x 100% = 81% 105 Kesimpulan dari data dan penghitungan diatas, bahwa setelah menggunakan tab inserter, peningkatan efisiensi penggunaan waktu dalam menyortir kertas adalah sebesar 81% per pallet. 4.2.3 Efisiensi penggunaan jumlah karyawan di area finishing-sortir Berikut ini data-data yang diperoleh selama masa penelitian yang berkaitan dengan efisiensi penggunaan jumlah karyawan sortir. Berat 1 pallet = 700Kg = 0,7 ton 42

Target produksi dalam tiap bulan = 7000 ton Target produksi per hari = ( 7000 0,7 ) = 333 pallet per hari 30 Jumlah waktu untuk mensortir kertas per pallet sebelum menggunakan tab inserter (waktu baseline) = 105 menit Jumlah waktu untuk mensortir kertas per pallet sesudah menggunakan tab inserter (waktu target) = 20 menit Jumlah jam kerja karyawan dalam 1 hari = 8 jam = 480 menit 4.2.3.1 Kemampuan sortir karyawan dan jumlah karyawan sortir sebelum menggunakan tab inserter. Kemampuan tiap karyawan untuk mensortir kertas dalam 1 hari sebelum menggunakan tab inserter ( A ). A = Jumlah waktu kerja dalam 1 hari = 480 = 5 pallet per orang Waktu base line 105 Jumlah penggunaan karyawan sortir per hari sebelum menggunakan tab inserter ( X ). X = Target produksi per hari = 333 pallet = 67 orang A 5 4.2.3.2 Kemampuan sortir karyawan dan jumlah karyawan sortir sesudah menggunakan tab inserter Kemampuan tiap karyawan untuk mensortir kertas dalam 1 hari sebelum menggunakan tab inserter ( B ). B = Jumlah waktu kerja dalam 1 hari = 480 = 24 pallet per orang Waktu target 20 43

Jumlah penggunaan karyawan sortir per hari sesudah menggunakan tab inserter ( Y ). Y = Target produksi per hari = 333 pallet = 14 orang B 24 Sehingga kesimpulannya setelah menggunakan tab inserter, efisiensi penggunaan jumlah karyawan sebesar = 67 14 x 100% = 79 % 67 2011 Month 4.2.4 Peningkatan produktivitas di area finishing sortir INPUT ( Ton ) Berikut ini data peningkatan produktivitas karyawan di area finishing sortir sesudah menggunakan tab inserter. HTW ( Ton ) Tabel 4.3 Indeks produktivitas finishing sortir MPC ( $ ) Finishing - Sortir Jum Kar (orang) MPC / Person ( $/org) Labor Productiviy = HTW / Person Labor Cost = MPC/HTW Produktivity sortir area Jan 7,546.31 5,136.25 112,324.24 213 527.34 24.11 21.87 0.68 Feb 7,132.36 5,482.55 128,531.03 212 606.28 25.86 23.44 0.77 Mar 7,700.10 5,929.53 130,889.00 212 617.40 27.97 22.07 0.77 Apr 6,935.64 5,231.92 118,981.18 212 561.23 24.68 22.74 0.75 May 7,137.73 5,471.33 131,296.27 214 613.53 25.57 24.00 0.77 Jun 7,771.42 5,861.49 127,129.30 213 596.85 27.52 21.69 0.75 Jul 6,750.06 6,618.93 124,889.03 213 586.33 31.07 18.87 0.98 Aug 7,120.21 7,018.15 125,074.58 212 589.97 33.10 17.82 0.99 Sep 6,433.60 7,517.34 123,504.87 200 617.52 37.59 16.43 1.17 Oct 6,708.12 Nov 7,834.03 8,293.46 105,751.24 200 528.76 41.47 12.75 1.24 8,781.23 104,115.73 180 578.42 48.78 11.86 1.12 Dec 6,451.65 9,567.23 105,664.16 120 880.53 79.73 11.04 1.48 AVG 80,909.41 1,438,150.63 200.08 7,187.76 404.38 17.77 0.96 (Sumber : Pengolahan data PT indah kiat, 2012) 44

Keterangan: HTW (handle to ware house) adalah berapa banyak input daricutting paper untuk di kirim ke gudang (output sortir) MPC (man power cost) adalah biaya yang tidak bisa dihindarkan sepert lembur, biaya karyawan sakit, tunjangan dll Contoh penghitungan labour productivity per bulan = HTW Jumlah karyawan = 5,136.25 = 24,11 ton/person 213 Contoh penghitungan labour cost per bulan = MPC = $ 21,87 per ton HTW Rata-rata produktivitas sebelum tab inserter ( Jan 11-Jul 11) = 0,78 ton per bulan Rata-rata produktivitas sesudah tab inserter (Agust 11-Des 11) = 1,2 ton per bulan Melalui data di atas, maka didapat angka peningkatan produktivitas di area finishing sortir setelah menggunakan tab inserter sebesar: 1,2 x 100% 0,78 : 53 % 4.2.5 Penurunan biaya tenaga kerja Berdasarkan data pada table 4.3 menegenai indek produktivitas di area nishing-sortir, maka angka dapat dihitung angka penurunan biaya tenaga kerja (labour ocost) sebagai berikut. Rata-rata labour cost per bulan sebelum menggunakan tab inserter = $ 22,10 perton Rata-rata labour costper bulan sesudah menggunakan tab inserter = $ 13,8 per ton 45

Penurunan labour cost = Rata-rata labour cost sesudah tab inserter x 100% Rata-rata labour cost sebelum tab inserter = 13,8 x 100% = 62,5% per bulan 22,10 4.2.6 Perhitungan penghematan Mengenai data penghematan pembayaran karyawan di area finishing-sortir dapat dilihat di table 4.3 pada halaman 48. Berikut ini pengolahan data tersebut terkait penghematan untuk membayar tenaga kerja: Rata-rata jumlah karyawan per bulan sebelum tab inserter = 212 orang Rata-rata jumlah karyawan per bulan sesudah tab inserter = 183 orang Selisih rata-rata jumlah karyawan sebelum dan sesudah tab inserter = 29 orang Upah karyawan per jam = Rp 13,346.00 Jam kerja dalam 1 hari = 8jam atau 240jam per bulan Penghematan untuk membayar karyawan per bulan: = Selisih rata-rata jumlah karyawan perbulan x jam kerja/bulan x upah karyawan/jam = 29 x 240 x Rp 13,346.00 = Rp 92,888,160.00 per bulan 46

47