SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

dokumen-dokumen yang mirip
Bab III Metodologi Penelitian

4 Hasil dan pembahasan

Bab IV. Hasil dan Pembahasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di Kelompok Bidang Bahan Dasar PTNBR-

3 Metodologi Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil preparasi bahan baku larutan MgO, larutan NH 4 H 2 PO 4, dan larutan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. hal ini memiliki nilai konduktifitas yang memadai sebagai komponen sensor gas

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hal ini berarti meningkat pula kebutuhan manusia termasuk dari

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA PEROVSKIT GANDA Sr 2 Mg 1-X Fe X MoO 6-δ SEBAGAI MATERIAL ANODA PADA SEL BAHAN BAKAR DENGAN METODA SOL-GEL

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman sekarang, manusia sangat bergantung pada kebutuhan listrik

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik CSZ-NiO untuk elektrolit padat

2014 PEMBUATAN BILAYER ANODE - ELEKTROLIT CSZ DENGAN METODE ELECTROPHORETIC DEPOSITION

HASIL DAN PEMBAHASAN

ASPEK STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS La 1-x (Sr,Ca) x FeO 3-δ SEBAGAI BAHAN KATODA PADA SEL BAHAN BAKAR PADATAN TESIS

1 BAB I BAB I PENDAHULUAN

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

SINTESIS DAN UJI KONDUKTIFITAS MATERIAL KONDUKTOR IONIK BERBASIS MAGNESIUM MELALUI METODE SOL-GEL ANORGANIK

LOGO. STUDI EKSPANSI TERMAL KERAMIK PADAT Al 2(1-x) Mg x Ti 1+x O 5 PRESENTASI TESIS. Djunaidi Dwi Pudji Abdullah NRP

BAB I PENDAHULUAN. Energi merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap

BAB III METODE PENELITIAN

SINTESIS KERAMIK Al 2 TiO 5 DENSITAS TINGGI DENGAN ADITIF MgO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Padilah Muslim, 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Tahapan Penelitian dan karakterisasi FT-IR dilaksanakan di Laboratorium

HASIL DAN PEMBAHASAN. didalamnya dilakukan karakterisasi XRD. 20%, 30%, 40%, dan 50%. Kemudian larutan yang dihasilkan diendapkan

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Peran listrik dalam kehidupan manusia sangatlah penting karena

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik Ni-CSZ dengan metode kompaksi

PENGARUH TEMPERATUR KALSINASI PADA PEMBENTUKAN LITHIUM IRON PHOSPHATE (LFP) DENGAN METODE SOLID STATE

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Juni 2013 di

Metodologi Penelitian

I. PENDAHULUAN. komposit. Jenis material ini menjadi fokus perhatian karena pemaduan dua bahan

SINTESIS OKSIDA LOGAM AURIVILLIUS SrBi 4 Ti 4 O 15 MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL DAN PENENTUAN SIFAT FEROELEKTRIKNYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SINTESIS YTTRIA-STABILIZED-ZIRCONIA (YSZ) DARI ZIRKON LOKAL SEBAGAI MATERIAL ELEKTROLIT SOLID OXIDE FUEL CELL (SOFC)

Bab III Metodologi Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2013 di

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC)

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen

BAB IV ANALISA DATA & PEMBAHASAN

SINTESIS DAN PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA OKSIDA LOGAM PIROKLOR TIPE Sr 2 Nb 2 O 7 DAN Ba 2 Nb 2 O 7

BAB V ANALISIS HASIL PERCOBAAN DAN DISKUSI

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan material keramik komposit LSM-YSZ-GDC

Gambar 4.2 Larutan magnesium klorida hasil reaksi antara bubuk hidromagnesit dengan larutan HCl

Sintesis Nanopartikel ZnO dengan Metode Kopresipitasi

SINTESIS SERBUK MgTiO 3 DENGAN ADITIF Ca DARI BATU KAPUR ALAM DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 3 Metodologi Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Sejak ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Jerman Christian Friedrich

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. logam dan nonlogam atau unsur logam dan nonlogam padat, gabungan dari unsur

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Biomassa Terpadu Universitas

I PENDAHULUAN. Cordierite adalah material zat padat dengan formula 2MgO.2Al 2 O 3.5SiO 2 yang

I. PENDAHULUAN. Superkonduktor merupakan suatu bahan dengan konduktivitas tak hingga, karena

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Suhu Sinter Terhadap Struktur Kristal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksperimen.

3.5 Karakterisasi Sampel Hasil Sintesis

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik komposit CSZ-Ni dengan

SINTESIS SERBUK BARIUM HEKSAFERIT DENGAN METODE KOPRESIPITASI

PENGARUH PENAMBAHAN BORON TRIOXIDE (B 2 O 3 ) TERHADAP KARAKTERISTIK DIELEKTRIK KERAMIK CALCIA STABILIZED ZIRCONIA (CSZ)

BAB I PENDAHULUAN. teknologi elektronika. Alternatif yang menarik datang dari fuel cell, yang

I. PENDAHULUAN. oleh H.K Onnes pada tahun 1911 dengan mendinginkan merkuri (Hg) menggunakan helium cair pada temperatur 4,2 K (Darminto dkk, 1999).

PENGARUH TEMPERATUR SINTERING KARBON AKTIF BERBASIS TEMPURUNG KEMIRI TERHADAP SIFAT LISTRIK ANODA BATERAI LITIUM

BAB I PENDAHULUAN. lain-lain. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan

HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan menggunakan kamera yang dihubungkan dengan komputer.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode eksperimen murni.

DAFTAR ISI... PERNYATAAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

METODE SOL-GEL RISDIYANI CHASANAH M

BATERAI BATERAI ION LITHIUM

I. PENDAHULUAN. kinerjanya adalah pemrosesan, modifikasi struktur dan sifat-sifat material.

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Alumina banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti digunakan sebagai. bahan refraktori dan bahan dalam bidang otomotif.

Bab III Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pencemaran udara dewasa ini semakin memprihatinkan. Hal ini terlihat

PENGARUH SUHU SINTER TERHADAP KARAKTERISTIK DIELEKTRIK KERAMIK CALCIA STABILIZIED ZIRCONIA (CSZ) DENGAN PENAMBAHAN 0.5% BORON TRIOXIDE (B 2 O 3 )

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang yang berada dikawasan Asia

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

4 Hasil dan Pembahasan

1. Jenis kristal ion 2. Elektrolit zat padat 3. Pengukuran konduktifitas 4. Aplikasi elektrolit zat padat

Pengaruh Suhu Sintering terhadap Morfologi dan Sifat Mekanik Membran Rapat Asimetris CaTiO 3

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika Material, Jurusan

I. PENDAHULUAN. Al yang terbentuk dari 2 (dua) komponen utama yakni silika ( SiO ) dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pencemaran udara adalah permasalahan besar yang harus dihadapi pada

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi semakin berkembang seiring dengan

Eksperimen Pembentukan Kristal BPSCCO-2223 dengan Metode Self-Flux

LAMPIRAN B DATA HASIL PENGINDEKSAN DAN PENGHALUSAN PUNCAK DIFRAKSI SINAR-X SERBUK

2 Tinjauan Pustaka. 2.1 Sel Bahan Bakar

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal

3. Metodologi Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan penelitian ini maka dipilih

Efek Atmosfer Udara dan Oksigen Terhadap Struktur Kristal dan Kristalografi Material Superkonduktor (Bi0,40Pb0,45)Sr2(Ca0,40Y0,70)Cu2Oz

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

Transkripsi:

ISBN : 978-602-97522-0-5 PROSEDING SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II Konstribusi Sains Untuk Pengembangan Pendidikan, Biodiversitas dan Metigasi Bencana Pada Daerah Kepulauan SCIENTIFIC COMMITTEE: Prof. H.J. Sohilait, MS Prof. Dr. Th. Pentury, M.Si Dr. J.A. Rupilu, SU Drs. A. Bandjar, M.Sc Dr.Ir. Robert Hutagalung, M.Si FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON, 2010 i

FABRIKASI LSGM SEBAGAI ELEKTROLIT PADA SEL BAHAN BAKAR PADATAN Abraham Mariwy 1, Bambang Prijamboedi 2, Ismunandar 2* 1 Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNPATTI Ambon 2 KK Kimia Fisik Anorganik Fakultas MIPA ITB Bandung *ismu@chem.itb.ac.id ABSTRAK Material elektrolit pada sel bahan bakar padatan oksida harus memiliki konduktivitas ionik yang tinggi, stabil secara kimia terhadap kontak dengan dua elektroda, dan tahan terhadap siklus termal. Sejak diketahui mempunyai konduktivitas ion oksigen yang tinggi, lantanum galat (LaGaO 3 ) terus dikembangkan sebagai alternatif pengganti zirkonia untuk elektrolit pada sel bahan bakar padatan (solid oxide fuel cell, SOFC). Pemberian dopan logam Sr dan Mg untuk membentuk senyawa La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 2,8 (LSGM 8282), menghasilkan konduktivitas yang tinggi dibandingkan dengan LaGaO 3 tanpa dopan. Dalam penelitian ini senyawa perovskit La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3- (LSGM) disintesis dengan metode sol-gel. Hasil difraksi sinar-x dengan metode Le Bail menunjukkan bahwa senyawa ini berstruktur kubus degan grup ruang Pm-3m. Analisis SEM pada morfologi LSGM menunjukkan bahwa ukuran porositas masih sangat besar, Sedangkan hasil pengukuran impedansi dari elektrolit LSGM menunjukkan hambatan listrik total sebesar 7,10x10 6 Ω cm pada suhu 300 o C Kata Kunci: Fabrikasi, LSGM, Eketrolit, Sel bahan bakar padatan. PENDAHULUAN Elektrolit merupakan bahan yang digunakan pada sel elektrokimia sebagai penghantar ion-ion dari satu elektroda ke elektroda yang lain, sehingga dapat terjadi reaksi redoks. Pada umumnya elektrolit tersebut berupa zat cair, tetapi seiring kemajuan teknologi, elektrolit padat sudah mulai banyak dipergunakan. Sel bahan bakar yang menggunakan elektrolit padat dikenal dengan sel bahan bakar padatan (Rusmiati, 2007). Saat ini pembuatan material elektrolit untuk sel bahan bakar padatan (SOFC) umumnya menggunakan senyawa perovskit LaGaO 3 karena senyawa ini mempunyai konduktivitas ion yang baik pada suhu tinggi dan strukturnya cenderung stabil pada pemakaian yang lama (Fuel Cell Handbook, 2004). Untuk meningkatkan konduktivitas ioniknya maka senyawa perovskit LaGaO 3 tersebut kemudian disisipi dengan logam Sr dan Mg untuk membentuk senyawa LSGM (Ishihara, 1994). Selain meningkatnya konduktivitas ionik, Penggunaan senyawa ini sangat dimungkinkan karena beberapa faktor, diantaranya adalah: mempunyai kekuatan dan kestabilan mekanik yang baik, serta sesuai secara PROSEDING Hal. 30

struktur kimia dan perubahan suhu dengan elektroda yang dipergunakan. Pada penelitian ini material elektrolit LSGM disintesis dengan metode sol-gel diikuti dengan pengukuran difraksi sinar-x untuk mengidentifikasi fasa yang tebentuk, analisis SEM untuk menentukan ukuran butiran dan morfologi dari material elektrolit yang dihasilkan, serta pengukuran impedansi untuk mengetahui besarnya hambatan listrik. METODOLOGI Sintesis La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3- (LSGM). Dengan metode sol-gel Bahan-bahan yang digunakan adalah La(NO 3 ) 3.6H 2 O (Aldrich 99.9%), SrCO 3 (Aldrich 99,9%), MgO (Aldrich 999%), Ga 2 O 3 (Aldrich 99.9%), asam sitrat, dan EDTA. Sebelum penimbangan, MgO dipanaskan terlebih dahulu pada suhu 1000 o C selama 6 jam untuk menghilangkan pengotor (karbonat dan hidroksida). Setiap pereaksi ditimbang secara stoikiometri dan teliti sesuai dengan perbandingan stoikiometris zat yang akan disintesis. Serbuk Ga 2 O 3, dan MgO dilarutkan dalam HNO 3 dengan ph ± 1, 5. Sedangkan La(NO 3 ) 3.6H 2 O, SrCO 3, asam sitrat dan EDTA dilarutkan dalam akua bides. Semua larutan dimasukan dalam gelas kimia kemudian dilakukan penguapan pada suhu 120 o C sambil distirer sampai terbentuk padatan. Padatan tersebut kemudian dipanaskan dalam oven selama 12 jam pada suhu 150 o C. Tahap selanjutnya adalah pemanasan bertingkat masing masing pada temperatur 400 o C, untuk mendekomposisi fasa karbonat, temperatur 700-900 o C sebagai tahap kalsinasi, dan temperatur 1000-1400 o C sebagai tahap sintering. Tahap selanjutnya adalah tahap karakterisasi yang meliputi pengukuran difraksi sinar- X, pengukuran SEM dan impedansi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sintesis senyawa La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3-δ dilakukan dengan metode sol-gel yang bertujuan untuk mengatasi hambatan yang terjadi pada reaksi kimia padat yang biasanya dibatasi oleh difusi (Ismunandar, 2006). Selain itu, keuntungan lain yang ditawarkan oleh metode ini adalah luas permukaan yang besar dengan ukuran butiran yang kecil. Tahap yang sangat menentukan dari metode ini adalah terbentuknya gel. Proses pembentukkan gel sangat penting karena dengan gel dapat dihasilkan berbagai produk yang kita inginkan, apakah film tipis, material keramik dan sebagainya. Setelah terbentuk gel, maka tahap selanjutnya adalah tahap pemanasan bertingkat yang dimulai dari suhu 400 o C selama 6 jam untuk dekomposisi senyawa PROSEDING Hal. 31

pengompleks, dan selanjutnya adalah tahap kalsinasi pada rentang suhu 700-900 o C, masingmasing selama 1 jam penahanan. Tahap terakhir adalah pembuatan pelet dan sintering yang dilakukan pada rentang suhu 1000-1400 o C dengan waktu penahanan masing-masing selama 6 jam. Hasil difraksi sinar-x dari senyawa LSGM direfinement dengan metoda Le Bail menggunakan program Rietica menunjukkan bahwa senyawa perovskit LSGM memiliki struktur kubus dengan grup ruang Pm-3m, Z = 2. Parameter kisi yakni a = b = c = 3,9121Å, Dengan nilai Rp = 10,043 % dan nilai Rwp = 9,0376 %. Hasil ini menunjukkan adanya pengotor LaSrGa 3 O 7 pada daerah 2θ 29.945 o. Namun jika diperhatikan dari puncak-puncak yang dihasilkan dari histogram di atas sudah ada kesesuaian antara data hasil percobaan dengan data hasil perhitungan. Data hasil difraksi sinar-x yang telah direfinement dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar. 1 Hasil difraksi sinar-x dari LSGM yang telah direfenement menggunakan metoda Le Bail dengan program Reitica. Sedangkan hasil pengukuran SEM dari senyawa La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3-δ (LSGM) yang disintesis dengan metode reaksi sol-gel dapat dapat dilihat pada Gambar. 2 yang memperlihatkan morfologi permukaan senyawa La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3-δ (LSGM) dengan butiran yang hampir seragam. Gambar SEM seperti yang ditunjukkan pada gambar 2 juga menunjukkan tingkat dan ukuran porositas yang masih besar, padahal syarat suatu material elektrolit yang baik adalah padat dan tidak mudah bocor. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kurangnya waktu penahanan selama pemanasan yang hanya berkisar 6 jam sehingga mengurangi densitas yang pada akhirnya berakibat pada kurang tereliminasinya pori-pori di dalam material elektrolit tersebut. PROSEDING Hal. 32

Gambar. 2 Morfologi permukaan senyawa La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3-δ dengan metode sol-gel Sementara spektrum impedansi yang diperoleh pada suhu 300 o C dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini. Gambar. 3 Spektrum impedansi LSGM pada suhu 300 o C. Hasil ini memperlihatkan dua kurva yang menunjukkan kontribusi hambatan listrik dari bagian terbesar (bulk) dan batas antar butiran (grain boundary). Pengukuran impedansi dimaksudkan untuk mengukur hambatan listrik yang dimiliki oleh suatu komponen pada arus bolak-balik (AC). Dalam hal ini arus listrik dalam konduktor ion terjadi karena pergerakan ion-ion melalui kisi kristal. Ion-ion ini bergerak dari satu posisi pada kisi kristal ke posisi lainnya. Pada penelitian ini pengukuran impedansi sampel LSGM sebagai material elektrolit dilakukan pada rentang suhu 500-100 o C dan diukur pada udara terbuka dengan frekuensi 20 Hz - 20 MHz.Melalui pengukuran tersebut akan diperoleh plot Z im (impedansi imajiner) terhadap Z real (impedansi real). Spektrum impedansi LSGM seperti ditunjukkan pada gambar di atas memperlihatkan dua kurva. Kurva yang pertama PROSEDING Hal. 33

menggambarkan kontribusi hambatan listrik dari bagian terbesar (bulk) yang ditandai dengan nilai frekuensi yang tinggi, dan kurva kedua menggambarkan kontribusi hambatan listrik dari bagian antar butiran (grain boundary) dengan nilai frekuensi yang rendah. Pada penelitian ini hambatan listrik yang diukur pada suhu 300 o C memberikan hambatan listrik pada daerah bulk (R 1 ) adalah 3,45x10 6 Ω cm sedangkan hambatan listrik pada daerah antar butiran (R 2 ) adalah 3,65x10 6 Ω cm, dengan hambatan listrik total (R 1 +R 2 ) adalah 7,10x10 6 Ω cm dan konduktivitas ionik sebesar 1,08x10-6 S.cm -1. Seperti diketahui bahwa hambatan listrik pada suatu material terbagi atas tiga bagian yaitu: hambatan listrik pada frekuensi tinggi yang menggambarkan hambatan pada bagian terbesar (bulk), hambatan listrik pada frekuensi sedang menggambarkan efek batas butir (grain boundary), dan hambatan listrik pada frekuensi rendah yang merupakan respon elektroda ( Pelosato dkk, 2004). Besarnya hambatan listrik pada frekuensi rendah biasanya disebabkan oleh konduktivitas ionik yang semakin menurun seiring dengan turunnya temperatur. Sementara spektrum impedansi yang diperoleh pada suhu 250 o C dapat dilihat pada Gambar 4 di bawah ini Gambar.4 Spektrum impedansi LSGM pada suhu 250 o C. Spektrum impedansi yang diukur pada suhu 250 o C juga menunjukkan gejala serupa, yaitu terbentuk dua kurva yang menggambarkan kontribusi hambatan listrik dari bagian terbesar (bulk) yang ditandai dengan nilai frekuensi yang tinggi dan dan kurva kedua menggambarkan kontribusi hambatan listrik dari bagian antar butiran (grain boundary) dengan nilai frekuensi yang rendah. Pada penelitian ini hambatan listrik yang diukur pada suhu 250 o C memberikan hambatan pada daerah bulk (R 1 ) adalah 22,55x10 6 Ω cm sedangkan hambatan listrik pada daerah PROSEDING Hal. 34

antar butiran (R 2 ) adalah 19,75x10 7 Ω cm, dengan hambatan listrik total (R 1 +R 2 ) adalah 42,31x10 7 Ω cm dan konduktivitas ionik sebesar 1,99x10-7 S.cm -1. Spektrum impedansi ini menunjukkan bahwa semakin turunnya temperatur, semakin kecil konduktivitas ionik dengan hambatan listrik yang semakin besar. KESIMPULAN Senyawa LSGM sebagai material elektrolit pada sel bahan bakar padatan telah berhasil disintesis dengan metode sol-gel. Hasil karakterisasi difraksi sinar-x dengan metode Le Bail menunjukkan bahwa LSGM berstruktur kubus dengan grup ruang Pm-3m, Z = 2. Parameter kisi yakni a = b = c = 3,9121Å, Dengan nilai Rp = 10,043 % dan nilai Rwp = 9,0376 %. Analisis dengan SEM menunjukkan bahwa ukuran partikel cenderung seragam dengan luas permukaan pori yang masih besar. Sedangkan hasil pengukuran impedansi dari elektrolit LSGM menunjukkan hambatan listrik total sebesar 7,10x10 6 Ω cm pada suhu 300 o C UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Riset dan Teknologi atas bantuan dana yang diberikan sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan, Serta pengelolah laboratorium Solid State & Catalyst ITB, PPGL, LIPI, BATAN, dan Teknik Material ITB atas ijin pemanfaatan fasilitas laboratorium. DAFTAR PUSTAKA Ishihara, T. (1994), Oxygen Surface Exchange and Diffusion in The New Perovskite Oxide Ion Conductor LaGaO 3, J. American Chem. Soc., 119, 2747-2748 Ismunandar, (2006), Padatan Oksida Logam Struktur, Sintesis dan Sifat-sifatnya, Penerbit ITB Bandung Pelosato.R, Natalia Sora.I, Verarri.V, Dotelli.G, Mari.C.M, (2004), Preparation and characterisation of suported La 0,83 Sr 0,17 Ga 0,83 Mg 0,17 O 2,83 Thick films for application in IT-SOFCs Solid State Ionics, 175, 87-92 Rusmiati (2007), Sintesis dan penentuan sifat dari La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3- (LSGM) yang disisipi logam Fe sebagai elektrolit padat pada sel bahan baker padatan. Tesis Magister ITB Bandung US DOE. (2004), Fuel Cell Handbook, EG & G, Technical Service Inc. West Virginia PROSEDING Hal. 35