IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka

dokumen-dokumen yang mirip
Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran

CARA MEMBUAT: -Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. -Lumuri bumbu halus hingga rata

RESEP KUE TALAM BESERTA TIPS dan VARIASINYA

PELUANG BISNIS AYAM GORENG PRESTO. Tugas Kuliah Lingkungan Bisnis

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

Kumpulan Resep Sup ( Baru )

ONDE-ONDE GURIH CARA MEMBUAT : 1 Campur udang dengan ayam, bawang putih, garam, merica dan gula pasir, aduk rata.

Lezat & Praktis Tahu Pedas Manis Kontributor: Odilia Winneke; Foto: dok.g-shot

INDUSTRI KERIPIK SINGKONG

Cara membuat steak tenderloin mudah dan sederhana.hasilnya pun sangat mantap dan gurih

Penuntun Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Islami

Teknologi Pengolahan Hasil Ubi Jalar dan Ubi Kayu

HeHeader

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

Serba Pepes dan Botok

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PELUANG USAHA JAMUR KRIUK

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.4

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

Gambar : 14. Pie Ubi Jalar

Resep Kastengel Bawang Merah

Resep kue basah : kue lumpur, tips dan variasinya

CONTOH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN PADA KELOMPOK BAHAN PANGAN

sampai matang 10. Tuang kembali adonan hijau sampai separuh adonan

: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

AB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar dari pada angkaangka.

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

Masakan Pedas Penambah Nafsu Makan

Kecap Asin/Manis CARA MEMBUAT:

GULAI REBUNG TUNJANG. HeHeader

dikutip dari resep yang diberikan oleh Ibu Muthmainnah Abu Ammar Gresik November 2005

Resep Puding - Cara Membuat Puding Istimewa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses penggolahan stick singkong, singkong yang digunakan yaitu

TIM MI AYAM TIM MAKARONI. Bahan: Bahan:

TUGAS CHARACTER BUILDING RESEP MAKANAN

LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN NUGGET AYAM

NASKAH PUBLIKASI PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (I b M)

Menerapkan Teknik Pengolahan Menggunakan Media Penghantar Panas. KD 1. Melakukan Proses Pengolahan Abon Ikan

MENU MAKAN PAGI. Talas dan ubi yang sudah digiling halus. Di aduk kemudian ditambahkan santan dan garam

Resep kue lapis lengkap

Oleh : SRI PALUPI, M.Pd

PELUANG BISNIS USAHA MIE AYAM. Oleh : NAMA : YATIMAN KELAS : S1 SI 2C NIM :

TUMIS DAGING sayuran. Kembang Tahu CAH SAYURAN

Calzone. Selera Mancanegara. HeHeader

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS MARTABAK

PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE

Teknologi Pengolahan PRODUK HORTIKULTURA SPESIFIK KALIMANTAN SELATAN

Resep Kue. Resep kue nastar

BAB VI DINAMIKA PROSES MERENCANAKAN TINDAKAN DAN AKSI PERUBAHAN

LUMPIA L.A ( LUMPIA LUAR ANGKASA )

Mengemas Laba Usaha Kacang Mete Di Musim Lebaran

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

SOTO BANJAR. Elly Lasmanawati

ABON IKAN 1. PENDAHULUAN

III.MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Desember 2014

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET PENGOLAHAN BAKERY

Kumpulan Resep Makanan Seafood

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses pencampuran adonan diawali dengan gula 200gr dan 3 biji telur

MANISAN BASAH JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

BAB I PENDAHULUAN. C. Prasyarat Modul 42

23. HASlL OLAHAN TEPUNG UBI JALAR

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian

A. PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah

PROPOSAL INOVASI PRODUK PERIKANAN OIL-OLAHAN IKAN NILA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Keripik daun bayam adalah keripik yang terbuat dari sayur daun bayam, tepung

OLAHAN TAHU - TEMPE. Tahu goreng panir. Tahu pedas manis. Tahu siram daging. Orak arik tahu. Steak tofu. Tahu acar ayam

PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI TEMPE KEJO SECARA SEDERHANA

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Super Kripik Sukun Psikologi (SKRIPSI) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN

DEMO MASAK DIES NATALIS KE-35 UNIKA SOEGIJAPRANATA 2017

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS LEMPER ISI AYAM

Pembuatan Sosis Ikan

Analisis Usaha Diversifikasi Produk Olahan Tempe. Oleh Siti Marwati Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

Paket lndustri Pangan Untuk Daerah Pedesaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan lnstitut Pertanian Bogor ', 1981 /

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kota Palu setelah usaha pengolahan bawang goreng khas Palu. Pengusaha olahan

Resep Masakan Daging Babi

( Pastel Jagung Manis, Kentang,Telur,Wortel )

KARYA ILMIAH USAHA AYAM KREMES NIM :

Aneka Resep Masakan Sayur

TEHNIK PEMBUATAN MIE SEHAT. Dr. Sri Handayani

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PECALUR (REMPEYEK CANGKANG TELUR) BIDANG KEGIATAN: PKM-KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh:

Oatmeal Cheese Cookies

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Berbagi Kehangatan Masakan Kambing Bango

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS KRIPIK JAMUR TIRAM

PELATIHAN TEKNOLOGI PEMBUATAN KECAP DARI TEMPE BUSUK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN ANTIKANKER. Endang Dwi Siswani Sri Atun Sri Handayani

' ( 0*! 2 5 % 3%-6%4! * %*5 /= / " " %!

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB

BAB III TATA LAKSANA PELAKSANAAN

JAGUNG. Bahan Pangan Alternatif SERI BACAAN ORANG TUA

3. METODOLOGI PENELITIAN

MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

IbM PENGUSAHA KERIPIK SINGKONG RUMAH TANGGA

Bisnis Kerupuk Udang, Renyah Menguntungkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Proses Pembuatan Mie Basah Rasa Sayur Bayam Hijau

BISNIS MAKANAN LEZAT BEBAS KOLESTEROL

BAB III METODE PELAKSANAAN

Transkripsi:

IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka Erny Rachmawati *, Amir Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202 Purwokerto 53182 *Email : Erny_rachmawati@yahoo.com ABSTRAK Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungannya seperti suka bekerja, dan sebaliknya. Permasalahan di desa Karangsoka: Masyarakat merasa tidak memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang memiliki motivasi berwirausaha sendiri, Masyarakat ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak memiliki modal dan takut gagal, Masyarakat membutuhkan dukungan penunjang wirausaha. Tujuannya Memberikan motivasi wirausaha mandiri dan manajemen berwirausaha sederhana, Memberikan pelatihan praktek menciptakan produk jual dan pengemasan, Memberikan bantuan alat penunjang untuk mencoba berwirausaha mandiri. Metode Pendekatan mempertimbangkan 5W+1H. Perencanaan. Pelaksanaan: Satu: Pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri, Pemberian materi Manajemen Wirausaha sederhana, Pengarahan rencana praktek, Pemberian materi praktek. Dua: Pemberian alat penunjang praktek wirausaha, Praktek pembuatan produk jual, Pengemasan produk, Evaluasi dan Penyempurnaan. Pelaporan: Materi motivasi wirausaha, Materi manajemen wirausaha sederhana, Materi pembuatan produk, Foto produk jual, Foto Alat penunjang berwirausaha, Dokumentasi kegiatan, Laporan dan artikel publikasi. Hasil: 4 Mei kegiatan pelatihan, hadir 16 orang. 27 Mei praktek produksi kacang telur. 29 Mei praktek produksi kacang bawang. 2 Juni penyerahan peralatan memasak. 24 Juni PKK Rt 2 Rw 2 konsultasi ke Puskesmas dan 14 Juli PIRT produk kacang telur. 2 Juli PKK Rt 4 Rw 1 konsultasi ke Puskesmas. 15 Agustus PIRT produk kacang bawang. Mulai Juni pemantauan usaha. Kesimpulannya ketrampilan peserta meningkat, tumbuh motivasi dan berani mencoba berwirausaha sendiri apalagi memiliki alat penunjang berwirausaha. Peserta sudah memiliki gambaran ilmu manajemen berwirausaha-sederhana tentang pencatatan usaha. Hasil target dan luaran: Materi motivasi wirausaha, Materi manajemen wirausaha sederhana, Materi pembuatan produk, Produk jual, Alat penunjang berwirausaha, Foto dokumentasi kegiatan, Laporan dan artikel Kata Kunci : Motivasi, wirausaha, mandiri PENDAHULUAN Manusia hidup dengan lingkungannya. Jika lingkungannya suka bekerja (ikut majikan) maka akan memotivasi seseorang ikut bekerja. Jika lingkungannya suka berwirausaha sendiri maka akan memotivasi seseorang ikut berwirausaha. Hal ini sesuai dengan pendapat Buchari Alma (2001) bahwa dorongan membentuk wirausaha juga bisa datang dari teman sepergaulan, lingkungan famili, sahabat dimana mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha, masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasi masalahnya. Jika sudah berumah tangga, seorang ibu juga akan bersosialisasi dengan ibu-ibu yang lain yang memiliki alasan dan tujuan yang sama. Mereka akan saling bertukar pikiran mengenai permasalahan hidup, agama, hingga membicarakan tentang ilmu dan ketrampilan. Biasanya, perkumpulan ibu-ibu akan lebih mengarah pada pendidikan keluarga, kesehatan keluarga dan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui wirausaha. Itulah sebabnya ada perkumpulan ibu-ibu PKK di setiap rukun tetangga (RT), dimana kegiatan ibu-ibu PKK tersebut dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungannya. Ilmu yang didapatkan ibu-ibu melalui kegiatan PKK sangat strategis untuk ditularkan kepada keluarga, tetangga, teman ataupun orang lain. Berdasar Profil desa Karangsoka (Anonim, 2010), gambaran kehidupan di atas terjadi juga di desa Karangsoka kecamatan Kembaran kabupaten Banyumas yang berjarak sekitar 2 km dari kampus UMP. Desa Karangsoka ini memiliki jumlah penduduk sekitar 543 kepala keluarga atau berjumlah 1.725 orang yang terbagi ke dalam 2 RW dan 11 RT. Masyarakat di desa tersebut lebih memilih bekerja menjadi buruh (tani, pembantu rumah tangga dan sedikit yang berdagang) atau jika tidak bekerja berarti menganggur, karena tidak berwirausaha. Hal ini disebabkan karena kebanyakan lulusan SD sampai SMA, sehingga mereka merasa kurang memiliki ketrampilan dan ilmu yang memadai untuk berwirausaha. Mereka sebenarnya memiliki keinginan berwirausaha, akan tetapi untuk berwirausahapun mereka tidak memiliki modal ataupun alat penunjang dan tidak berani mencoba karena takut gagal dan rugi, apalagi lingkungan tidak mendukung (kurang ada motivasi). Hal ini sesuai dengan pendapat Nithaa (2011) bahwa, dalam hubungannya dengan berwirausaha, kendala bisa berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Dari diri sendiri biasanya karena tidak memiliki 133

keinginan yang kuat untuk mencapainya. Sedangkan dari lingkungan sekitar biasanya berasal dari kebiasaan atau budaya keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, untuk membantu menyelesaikan masalah mereka, dibutuhkan dukungan kerjasama berbagai pihak terutama dari lingkungan keluarga, masyarakat, instansi dan pemerintahan. Oleh karena itu permasalahan mitra: 1) Masyarakat merasa tidak memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang memiliki motivasi untuk berwirausaha sendiri, 2) Masyarakat ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak memiliki modal dan takut gagal, 3) Masyarakat membutuhkan dukungan penunjang untuk berwirausaha. Sedangkan tujuannya : 1) Untuk memberikan motivasi wirausaha mandiri dan manajemen berwirausaha secara sederhana, 2) Untuk memberikan pelatihan praktek menciptakan produk jual dan pengemasan, 3) Memberikan bantuan alat penunjang untuk mencoba berwirausaha mandiri TUJUAN Tujuan kegiatan IbM ini adalah memperoleh: 1) Materi motivasi wirausaha,2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha, 6) Dokumentasi kegiatan, 7) Laporan dan artikel publikasi METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan melalui Pendekatan yang dilakukan untuk merealisasikan program IbM adalah melibatkan pihak mitra (partisipasi) dengan mempertimbangkan apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana caranya (5W + 1H). Sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar merupakan upaya solusi pihak mitra yang disetujui oleh penyelenggara. Rangkaian kegiatan yang dilakukan terdiri dari 3 tahapan: 1. Perencanaan. Koordinasi tahap awal adalah untuk menentukan permasalahan, cara menyelesaikan masalah, bentuk kegiatan, dan peserta. Sedangkan rencana waktu pelaksanaan ditentukan menyusul. Peserta yang dipilih adalah ibu-ibu kelompok PKK di RT 2 RW 2 dan RT 4 RW 1 berjumlah 40 orang, karena ibu-ibu sangat strategis untuk menularkan ilmunya kepada keluarga, teman dan masyarakat. 2. Pelaksanaan. Lokasi pelatihan di balai desa Jl. Raya Purbalingga No. 9 Purwokerto. Pertemuan Pertama: 1) Pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri, 2) Pemberian materi Manajemen Wirausaha sederhana, 3) Pengarahan rencana praktek, 4) Pemberian materi/panduan praktek. Pertemuan Kedua: 1) Pemberian alat penunjang praktek wirausaha, 2) Praktek pembuatan produk jual, 3) Pengemasan produk, 4) Evaluasi dan Penyempurnaan 3. Pelaporan Tahap pelaporan ini merupakan hasil yang dicapai yaitu1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual (foto), 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha (foto), 6) Dokumentasi kegiatan, 7) Laporan dan artikel publikasi. Gambaran rangkaian kegiatan terlihat pada Tabel 1. Alat dan bahan pada Tabel 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka : Pada Tahap persiapan, koordinasi mitra dengan tim pelaksana. yaitu: a) Jadwal rutin kegiatan kerja dan kegiatan lain-lain setiap orang, b) Waktu luang setiap orang, c) Jadwal akademik setiap orang, d) Minta pertimbangan ke pihak desa mengenai waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan karena kegiatan pertama menggunakan balai desa, e) Meminta pertimbangan ke ketua PKK (mitra) mengenai waktu dan kesempatan peserta untuk mengikuti pelatihan sampai selesai. Hal ini karena di setiap RT memiliki jadwal rutin pertemuan arisan, f) Ketua pelaksana (Erny Rachmawati, SE., MM) pergi haji September-Oktober 2014, g) Anggota pelaksana (Amir, SE., M.Si) mulai S3 di Unair Agustus 2014 134

Tabel 1. Gambaran rangkaian kegiatan : Masalah Kegiatan/Upaya Solusi Harapan Hasil Outcome 1.Pemberian materi 70% dari peserta motivasi wirausaha termotivasi untuk 2.Pemberian materi berwirausaha atau Manajemen Wirausaha mengenalkan ilmu sederhana wirausaha kepada Peserta merasa kurang memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang termotivasi untuk berwirausaha Peserta ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak punya modal dan takut gagal 1. Pemberian alat penunjang praktek 2. Pemberian pelatihan praktek pembuatan produk jual 3.Pengemasan masyarakat lain 50% peserta memiliki daya dukung dan ketrampilan sehingga termotivasi untuk mencoba membuat produk jual sendiri Peserta mulai berpikir untuk berwirausaha Ketrampilan peserta meningkat sehingga memiliki keberanian untuk mempraktekkan wirausaha sendiri 25% Peserta membutuhkan dukungan agar mampu berwirausaha Keberhasilan = 25% dari total peserta Keterangan Praktek pembuatan (produksi) produk jual, yaitu membuat kacang bawang dan kacang telur. Tabel 2. Alat dan Bahan yang dibutuhkan Nama Produk Kacang Bawang Kacang Telur Kebutuhan Alat Kebutuhan Bahan Cara membuat 1.Kompor & gas 2.Panci 3.Wajan 4.Penyaring minyak 5.Sendok Penggoreng 6.Baskom 7.Tampah 8.Pisau 9.Penyaring air 10.Alat pengemasan 11.Cobek&uleg 1.Kompor dan gas 2.Panci 3.Wajan 4.Penyaring minyak 5.Penggoreng 6.Baskom 7.Tampah 8. Baki/talam 9.Penyaring air 10.Pengaduk/sendok kayu 11.Alat pengemasan 1.Kacang tanah biji tanpa kulit 2.Bawang 3.Kemiri 4.Santan kelapa 5.Garam 6.Daun jeruk 7.Penyedap rasa 8.Minyak Goreng 1.Kacang tanah biji tanpa kulit 2.Gula pasir 3.Tepung terigu 4.Santan kelapa 5.Garam 6.Telur 7.Penyedap rasa 8.Minyak Goreng -Kacang tanah dicuci -Kacang direbus dengan air santan dengan diberi kemiri halus dan garam secukupnya supaya gurih dan empuk (perbandingan 1 kg kacang, 3 sendok garam) -Kacang diangkat dan tiriskan di penyaringan air -Setelah kacang dingin, kacang digoreng sebentar, diberi irisan bawang -Kacang diangkat,setelah dingin,digoreng lagi -Kacang diangkat dan ditaburi irisan bawang, penyedap rasa sambil diaduk-aduk dan diberi irisan daun jeruk -Setelah kacang dingin, siap dikemas sesuai ukuran berat yang dikehendaki. Pilih bentuk dan bahan kemasan yang menarik konsumen -Gula dan telur dikocok hingga larut dan lembut.sisihkan -Tepung,penyedap rasa,garam dicampur,aduk hingga rata pada baki (talam) dengn menggunakan sendok kayu -Masukkan kacang tanah ke dalam kocokan gula tadi.masukkan kacang pada talam yang bertabur tepung terigu -Panaskan minyak goreng pada penggorengan dengan api sedang -Masukkan kacang yang telah bertabur tepung ke dalam minyak yang telah panas, sampai matang dan kecoklatan -Angkat,tiriskan -Setelah kacang dingin, siap dikemas sesuai ukuran berat yang dikehendaki. Pilih bentuk dan bahan kemasan yang menarik konsumen 135

Tabel 3. Proses Produksi Kacang Telur dan Kacang Vawang (1) NO PRODUKSI KACANG TELUR CARA 1 CARA 2 1 Siapkan 1 kg kacang biji yang masih ada kulit arinya Siapkan 1 kg kacang biji yang masih ada kulit arinya. 2 Siapkan Tepung Terigu 1 kg, dibagi 2 Siapkan 1 kg tepung terigu. Campurkan 1 ons gula pasir dan 1 sendok teh garam. Tebarkan di tampah 3 2 butir telur + 1 sendok makan garam + 2 ons gula pasir + 1 sendok tepung sagu. Semua dikocok sampai mengembang 1 butir telur + 1 sendok teh garam + 2 ons gula pasir + 1 sendok makan tepung maizena. Semua dikocok sampai mengembang 4 ½ kg tepung terigu dicampurkan di kocokan telur. Kacang dimasukkan pada kocokan telur sedikit demi sedikit Kacang basah dimasukkan di tebaran tepung terigu. Diaduk hingga kacang terbalut semua 5 Masukkan 1 kg kacang biji ke adonan. Diaduk hingga rata 6 ½ kg tepung terigu kering ditebarkan di tampah Siapkan penggorengan dengan minyak goreng cukup menenggelamkan kacang(ada juga yang mencampuri minyak goring deng 1 sendok blue band) 7 Masukkan kacang ke ½ kg tepung terigu kering. Diaduk agar kacang terbalut semua 8 Siapakan penggorengan dengan minyak goreng cukup menenggelamkan kacang. (ada juga yang mencampuri minyak goring deng 1 sendok blue band) Kacang digoreng dengan diaduk pelan Warna kacang kuning kecoklatan, diangkat, tiriskan 9 Kacang digoreng dengan diaduk pelan Kacang ditaburkan di kertas minyak. Dinginkan 10 Warna kacang kuning kecoklatan, diangkat, tiriskan Kacang siap dikemas 11 Kacang ditaburkan di kertas minyak. Dinginkan 12 Kacang siap dikemas Tabel 4. Proses Produksi Kacang Telur dan kacang Bawang (2) NO PRODUKSI KACANG BAWANG CARA 1 CARA 2 1 Siapkan 1 kg kacang biji tanpa ada kulit arinya Siapkan 1 kg kacang biji tanpa ada kulit arinya. 2 Rebus air 6 gelas. Tuangkan 1 Kara Santan Rebus air 6 gelas. Tuangkan 1 Kara Santan 3 Uleg bumbu: 3 siung bawang putih, 1 sendok ketumbar, 2 butir kemiri, 1 sendok makan garam Uleg bumbu: 4 siung bawang putih, 2 butir kemiri, 2 sendok makan garam 4 Masukkan bumbu. Aduk hingga mendidih Masukkan bumbu. Aduk hingga mendidih 5 Masukkan kacang. Masak sekitar 5 menit Masukkan kacang. Masak sekitar 5 menit 6 Angkat kacang. Tiriskan hingga kering Angkat kacang. Tiriskan hingga kering 7 Siapakan penggorengan. Panaskan minyak goreng Siapakan penggorengan. Panaskan minyak 1,5 liter goreng 1,5 liter 9 Iris 10 siung bawang putih Iris 10 siung bawang putih 10 Goreng kacang. Sebelum kuning, beri 1 sendok garam. Masukkan irisan bawang. Angkat Goreng kacang. Sebelum kuning, beri 1 sendok garam. Masukkan irisan bawang. Angkat 11 Siapkan tampah atau baki. Beri kertas minyak. Tuangkan kacang yang telah digoreng. Saat masih panas, taburkan 2 bungkus Royco dan potongan daun jeruk Siapkan tampah atau baki. Beri kertas minyak. Tuangkan kacang yang telah digoreng. Saat masih panas, taburkan 2 bungkus Royco dan potongan daun jeruk 12 Tunggu kacang dingin. Kacang siap dikemas Tunggu kacang dingin. Kacang siap dikemas Hasil kegiatan pelatihan, antara lain yaitu: a. 4 Mei 2014, di balai desa Karangsoka telah dilaksanakan kegiatan pelatihan, tentang penjelasan tujuan program IbM dan rangkaian acara. Pada acara inti yaitu pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri oleh Amir, SE.,M.Si, dan materi Manajemen Wirausaha oleh Erny Rachmawati, SE., MM. Materi ini disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh peserta dan pendekatan penuh kekeluargaan, karena kebanyakan peserta berpendidikan tidak tinggi. 136

Dari 40 undangan yang beredar, peserta yang hadir berjumlah 16 orang. Profesi peserta yang hadir cukup beragam yaitu ibu rumah tangga, pegawai negeri, guru, pedagang, kebanyakan buruh. b. Berkoordinasi merencanakan praktek. Kegiatan koordinasi ini bertempat di rumah ketua pelaksana beberapa hari setelah kegiatan pelatihan pemberian materi. c. Tim pelaksana berkoordinasi untuk mempersiapkan pembelian bahan-bahan praktek dan peralatan memasak d. 27 Mei 2014, bertempat di rumah ketua pelaksana, kegiatan pelatihan praktek produksi kacang telur. Peserta yang hadir berjumlah 7 orang yaitu 3 orang dari RT 2 RW 2 dan 4 orang dari RT 4 RW 1. e. 29 Mei 2014, bertempat di rumah ketua pelaksana, kegiatan pelatihan praktek produksi kacang bawang. Peserta yang hadir berjumlah 7 orang yaitu 3 orang dari RT 2 RW 2 dan 4 orang dari RT 4 RW 1. f. 2 Juni telah diserahkan peralatan memasak kepada 7 orang peserta dengan mengisi berita acara penyerahan alat dan kesanggupan untuk berwirausaha kacang telur dan kacang bawang, serta kesanggupan untuk melakukan pencatatan usaha dan dipantau kegiatannya. g. 24 Juni 2014 kelompok PKK Rt 2 Rw 2 sudah konsultasi untuk uji produk ke Puskesmas. Tanggal 14 Juli sudah mendapatkan hasil uji laboratorium dari Dinkes, berupa PIRT dengan lulus uji adalah produk kacang telur h. 2 Juli 2014 kelompok PKK Rt 4 Rw 1 sudah konsultasi untuk uji produk ke Puskesmas. Tanggal 15 Agustus sudah mendapatkan hasil uji laboratorium dari Dinkes, berupa PIRT produk kacang dengan lulus uji adalah produk kacang bawang i. Pemantauan usaha dilaksanakan hingga kini berupa perkembangan jual dan catatan pembukuan usaha Target kegiatan: 1. Target telah tercapai yaitu: 1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha, 6) Dokumentasi kegiatan 2. Sudah membayar pajak hasil dari pemotongan pajak PPh ps 21 sebesar 5%, dan PPh ps 23 sebesar 2% melalui Biro Keuangan Universitas Muhammadiyah Purwokerto 3. Sudah mengganti institusional menjadi kegiatan tambahan berupa pelatihan untuk memantau perkembangan usaha KESIMPULAN Dari uraian pelaksanaan kegiatan yang telah diselesaikan hingga 100% diperoleh hasil bahwa ketrampilan peserta untuk memasak terutama memproduksi kacang telur dan kacang bawang meningkat. Peserta menjadi termotivasi berwirausaha sehingga berani mencoba untuk berwirausaha sendiri apalagi sudah didukung dengan peralatan memasak yang lengkap. Peserta juga sudah memiliki gambaran mengenai manajemen berwirausaha secara sederhana sehingga memiliki gambaran pencatatan usaha. Dari berbagai rangkaian kegiatan tersebut, dapat disimpulkan tujuan kegiatan ini telah tercapai 100%, sehingga telah menghasilkan target dan luaran, yaitu: 1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha (bukti penyerahan alat), 6) Foto dokumentasi kegiatan. Saran dari kegiatan ini sebaiknya kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan menambah alat untuk memproduksi produk inovasi seperti kacang hasil oven, alat pengemasan produk dll. Anonim. 2010. Profil Desa Karangsoka. DAFTAR PUSTAKA Buchari, Alma. 2001. Kewirausahaan. Cetakan ke tiga. Alfabeta. Bandung. Nithaa, 9 Januari 2011, Kendala Berwirausaha di Indonesia, http://nithaa27.blogspot.com/2011/01/kendalaberwirausaha-di-indonesia.html 137