https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 7

dokumen-dokumen yang mirip
14. Baum Garten mengungkapkan estetika sebagai suatu ilmu, bahwa estetika adalah ilmu tentang pengetahuan indriawi yang tujuannya adalah keindahan.

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS III SEMESTER 1

Unsur Musik. Irama. Beat Birama Tempo

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI

ANALISIS MUSIK CALEMPONG (LAGU MUARA TAKUI) DI KECAMATAN BANGKINANG SEBERANG KABUPATEN KAMPAR RIAU

SILABUS PEMBELAJARAN

13. Jhon Deway, seorang filusuf Amerika aliran Pragmatisme membedakan antara pengalaman estetik dengan pengalaman artistik. Pengalaman aritistik

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS I SEMESTER 2

Bahan Ajar BAB I KONSEP, DAN PENTINGNYA SENI MUSIK

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS II SEMESTER 1

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB I PENDAHULUAN. beliau ciptakan, seperti halnya lagu Tuhan adalah kekuatanku yang diciptakan

BAB II LANDASAN TEORI

SILABUS. Mata Pelajaran Kelas/Semester : II/ 2 Standar Kompetensi : Seni Rupa 5. Mengapresisasi karya seni rupa

53. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB A)

BAB I PENDAHULUAN. Berkenaan dengan pendidikan seni dalam Permendiknas no.22 tahun

LAGU UNTUK ANAK: SEBUAH KAJIAN MUSIKOLOGIS

(Penggalan frase 1, frase 2 dan frase 3 pada bagian A)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [1]

menyampalkan sesuatu yang dituangkan secara, estetis melalui bunyi. Gagasan ini tidak jauh berbeda dengan apa yang di ungkapkan oleh

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1

BAB I PENDAHULUAN. ini dibuktikan dengan adanya musik pada Quadrivium, kurikulum Phytagorean

30. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SD/MI

Estetika. Gestwicki (2007: 2), estetika (aesthetics) kemampuan untuk merasa melalui perasaan.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MUSIK

BAB II KAJIAN TEORI. kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam

SILABUS PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Analisis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

55. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB D) A. Latar Belakang

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

ANALISIS GAYA BAHASA PERSONIFIKASI DAN HIPERBOLA LAGU-LAGU JIKUSTIK DALAM ALBUM KUMPULAN TERBAIK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi. Pendidikan Seni Budaya diharapkan mampu mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, baik komunikasi. kehidupan masyarakat. Manusia membutuhkan bahasa sebagai alat untuk

Kompetensi Materi Kegiatan. Dasar Pembelajaran Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh Instrumen Waktu Belajar. Indikator SILABUS. Penilaian Alokasi Sumber

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER 2

SILABUS PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. sendiri mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Salah

SILABUS MATERI POKOK KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU

BAB I PENDAHULUAN. yang telah dirasakan dan dikembangkan manusia sejak zaman purbakala.

Kompetensi Materi Kegiatan. Dasar Pembelajaran Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh Instrumen Waktu Belajar. Indikator SILABUS. Penilaian Alokasi Sumber

YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A

ANALISIS DIKSI DAN GAYA BAHASA PADA LAGU ANAK-ANAK CIPTAAN A.T. MAHMUD

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini berarti bahwa fungsi utama

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Seni Musik Sumber: KTSP 2006

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

PROGRAM EVALUASI. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : Ganjil Kelas : II (Dua) Tahun Pelajaran : 2011/2012

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR KELAS 1 SEMESTER 2 TEMA: LINGKUNGAN

LAPORAN KARYA SEN1 PENCIPTAAN LAGU HYMNE. ALUMNI UNlVERSlTAS BUNG HATTA PADANG. Oleh: Erfan Lubis,SPd. Nip UNlVERSlTAS BUNG HATTA

BAB I PENDAHULUAN. atau suara, lukisan dan tarian sesuai dengan ciri khasnya.

BAB I PENDAHULUAN. berjalan dengan baik. Sarana itu berupa bahasa. Dengan bahasa masyarakat

JURNAL JEGHEH. Gagasan yang menjiwai karya ini adalah telah tentang seorang ibu.

ELEMEN-ELEMEN MUSIK & TEKNIK PERMAIN MUSIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dina Febriyanti, 2013

Nama Sekolah :... : Lingkungan Kelas/Semester : I / 2 Alokasi Waktu : 3 minggu

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III ANALISIS KARYA

INDIKATOR ESENSIAL Menjelaskan karakteristik peserta. didik yang berkaitan dengan aspek fisik,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP No. 1.1) : SMP Negeri 2 Gerokgak

BAB I. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

56. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB E)

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan lagu dikenali hampir seluruh umat manusia. Bahkan,

ANALISIS BENTUK MUSIK PADA KARYA YEARS OF THE BITTER AND THE SWEET. Oleh : Ulfa Ayunin ( )

SILABUS PEMBELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi bagian terpadu dan tak terpisahkan dari peningkatan. yang digunakan dalam proses pembelajaran, kemajuan teknologi dapat

TAHUN AJARAN PENGERTIAN MUSIK. OLEH : DIANA MARETA, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. media atau sarana yang digunakan untuk mengekspresikan diri. Musik adalah

KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI. Mata Pelajaran

PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS III SEMESTER 2

KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI. Mata Pelajaran

Penggunaan Bahasa Pada Syair Lagu Tetep Mekenyem Karya Leeyonk Sinatra

BAB III METODE PENELITIAN. karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN SENI MUSIK NON KLASIK

SILABUS PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran Seni Budaya di Sekolah Menengah Pertama merupakan

Ear Training 2. Direktorat Pembinaan SMK 2013

Penerapan akor pokok dalam tangga nada mayor 1# - 7# pada pianika

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR KELAS II SEMESTER 1 TEMA: TEMPAT UMUM

REKOD DAN CATATAN PELAKSANAAN DOKUMEN STANDARD PRESTASI TAHUN 2 NAMA GURU : KELAS : MATAPELAJARAN : DUNIA MUZIK BIL EVIDENS TARIKH INSTRUMEN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Membaca Suara dan Mendengar Tulisan

Makalah. Teori Dasar Musik. Riko Repliansyah Anisa Purnama Sari. Riski Okta Mayasari. Dosen Pengampu: Pebrian Tarmizi,M.Pd Mata Kuliah : Seni Musik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

PROGRAM EVALUASI. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : Ganjil Kelas : I (Satu) Tahun Pelajaran : 2011/2012

siswa, mahasiswa, dan umum dalam skala lokal, nasional

PAMERAN (EKSPRESI DAN APRESIASI SENI KRIYA)

Transkripsi:

B. Simbol Musik (Lanjutan) 53. Hampir setiap karya musik di dalamnya mengandung unsur-unsur musik. Terdapat dua pemaknaan dalam menyikapi unsur-unsur tersebut salah satu nya adalah urutan pengelompokan unsur musik itu dapat berbeda-beda sesuai dengan pandangan orang yang menyusunnya. Pada dasarnya unsur-unsur musik itu dikelompokan pada dua kelompok besar, yaitu unsur unsur pokok yang terdiri atas irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, serta unsur-unsur ekspresi yang terdiri atas tempo, dinamik, dan warna nada. 54. Pola irama adalah bentuk susunan tertentu panjang pendek bunyi dan diam. 55. Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta berirama, dan mengungkapkan satu gagasan. Melodi disebut juga untaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh. 56. Harmoni atau panduan nada adalah bunyi nyanyian atau permainan musik yang menggunakan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi nadanya dan kita dengar serentak. 57. Trinada atau akor adalah bunyi gabungan tiga nada yang terbentuk dari salah satu nada dengan nada terts dan kuinnya, atau dari salah satu nada dengan tertsnya dan berikutnya terts dari nada yang baru, sehingga dikatakan juga terts tersusun. 58. Salah satu fungsi dari penerapan akor adalah untuk menyusun sebuah komposisi lagu yang menerapkan dan memadukan kelompok suara manusia. Wujud dari karya musik ini adalah dapat berbentuk paduan suara. 59. Paduan suara merupakan nyanyian bersama yang menggunakan dua suara atau lebih. Misalnya, kelompok suara wanita digabungkan dengan kelompok suara laki-laki (SATB/Sopran, Alto, Tenor, Bas). 60. Bentuk dan struktur lagu adalah susunan serta hubungan antara unsur-unsur musik dalam suatu lagu sehingga menghasilkan suatu komposisi atau lagu yang bermakna. 61. Ekspresi dalam musik adalah ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa dari tempo, dinamik, dan warna nada. 62. Elemen-elemen dari unsur ekspresi dalam musik dikatakan oleh Jamalus (1992) terdiri dari tempo, dinamik, timbre, frase, karakter suara, gaya, modulasi, transposisi 63. Tempo atau tingkat kecepatan musik, sering disebut kecepatan gerak pulsa dalam lagu dengan gerak lambat, sedang, dan cepat. 64. Dinamik atau tingakat volume suara atau keras lunaknya suara/bunyi. 65. Timbre atau disebut dengan warna nada yang dihasilkan bergantung pada bahan sumber suara, serta gaya atau cara memproduksi nadanya. https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 7

66. Frase yang sering disebut kalimat lagu, biasanya setiap satu kalimat yang dimaksud deibatasi dengan simbol koma (,) selain itu koma juga berfungsi untuk bernafas. 67. Karakter suara disebut juga penggolongan suara, intensitas suara atau bunyi. 68. Gaya suara/bunyi adalah sebuah cara dalam melakukan penampilan/sikap. 69. Modulasi adalah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangga nada lain dalam sebuah lagu. 70. Transposisi adalah pemindahan tangga nada dalam memainkan, menyanyikan, menuliskan sebuah lagu dari tangga nada aslinya tetapi lagunya tetap sama. C. Nilai Estetis Seni Musik 71. Secara konseptual Lomax (1957) menyatakan dalam Budiwati (2001) bahwa musik lebih dititik-beratkan kepada suatu kegiatan yang bernilai, yaitu musik sebagai refleksi dari nilai dan perilaku dalam budaya sebagai satu kesatuan dalam mengisi fungsi sosial. 72. Sebagaimana dikatakan Melalatoa (2002:2) dalam Budiwati (2003) bahwa nilai yang terdapat dalam sistem budaya di Indonesia khususnya di bidang pendidikan meliputi nilai pengetahuan, nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai seni. 73. Nilai merupakan suatu konsep abstrak yang dipandang baik yang digunakan sebagai acuan tingkah laku dalam kehidupan. VI. Estetika 74. Pengertian seni sebelum abad ke-17 pada masa Yunani kuno, yang berlaku juga dalam budaya Indonesia kuno, memiliki arti teknik, pertukangan keterampilan atau dalam bahasa Yunani kuno techne. Namun pada pertengahan abad ke-17 di Eropa dibedakan antara keindahan umum (termasuk alam) dan keindahan karya seni atau benda seni. 75. Seni dikategorikan sebagai artifact atau benda bikinan manusia. Pada dasarnya artefak itu dapat dikategorikan menjadi tiga golongan yaitu: (1) benda-benda yang berguna tapi tidak indah, (2) benda-benda yang berguna dan indah, (3) benda-benda yang indah tapi tidak ada kegunaan praktisnya. Artefak jenis ketiga itulah yang dibicarakan dalam estetika. 76. Istilah estetika baru muncul pada tahun 1750 oleh seorang filusuf minor bernama A.G.Baumgraten (1714-1762). Istilah ini dipungut dari bahasa Yunani kuno aistheton yang berarti kemampuan melihat lewat penginderaan. Baumgarten menamakan seni itu sebagai termasuk pengetahuan sensoris, yang dibedakan dengan logika yang dinamakannya pengetahuan intelektual. Tujuan esteetika adalah keindahan, sedang tujuan logika adalah kebenaran. https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 8

77. Suatu persoalan bahwa karya seni tidaklah selalu indah menjadi kendala dalam estetika. Maka lahirlah filsafat seni yang membahas segi karya seni atau benda seni atau artefak yang disebut seni. 78. Kita harus memahami pengertian keindahan dalam estetika, apa yang disebut keindahan alam dan apa yang disebut keindahan karya seni. Keindahan alam bukanlah karya seni dan karya seni bukanlah keindahan alami. Pertama, karya seni mengekspresikan gagasan dan perasaan, sedangkan alam tidak mengandung makna ekspresi semacam itu. Kedua, dalam karya seni orang dapat bertanya: apa yang ingin dikatakan karya ini? atau apa maksud karya ini?. Tetapi kita tidak pernah bertanya serupa ketika menyaksikan keindahan matahari terbenam di pantai, atau menyaksikan bentuk awan senja, derasnya air terjun, gemuruh suara ombak. Ketiga, seni dapat meniru alam, tetapi alam tidak mungkin meniru artefak seni. Keempat, dalam alam kita dapat menerima keindahannya tanpa kepentingan praktis-pragmatis dalam hidup ini. Inilah keindahan tanpa pamrih (disinterestedness), sedang dalam karya seni kita masih dapat menjumpai karya-karya itu sebagai indah dan berguna sekaligus. Keindahan alamiah itu gratis, tanpa pamrih kegunaan apapun. Keindahan seni, karena punya makna, dapat membawa nilai-nilai lain di samping nilai keindahan. VII. Pameran Karya Seni Rupa A. Tujuan, Manfaat dan Fungsi Pameran 79. Definisi pameran yang menurut tim kuratorial di Galeri Nasional adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. 80. Penyelenggaraan pameran di sekolah memiliki beberapa tujuan seperti tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, dan tujuan yang berkaitan dengan pendidikan, dan dapat pula sebagai sarana berekspresi bagi siswa. 81. Fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dengan pengamat seni (apresiator). Perupa atau seniman mengomunikasikan gagasan atau perasaannya dalam bentuk visual melalui karya seni rupa. 82. Fungsi pameran seni rupa di sekolah: (1) Meningkatkan apresiasi seni warga sekolah khususnya siswa, (2) Membangkitkan motivasi siswa berkarya seni, (3) Penyegaran dari https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 9

kejenuhan belajar di kelas, (4) Motivasi berkarya visual lewat karya seni, (5) Belajar berorganisasi dan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pameran. B. Merencanakan Pameran 83. Tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran, (1) Menentukan tujuan, (2) Menentukan tema pameran, (3) Menyusun kepanitiaan, (4) Menentukan waktu dan tempat, (5) Menyusun agenda kegiatan, (6) Menyusun proposal kegiatan. 84. Penentuan tema pameran berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. C. Persiapan pameran 85. Tahapan-tahapan persiapan pameran, (1) Menyiapkan dan memilih karya, (2) Menyiapkan perlengkapan pameran, (3) Menyiapkan media informasi untuk pameran, (4) Laporan kegiatan pameran. 86. Fungsi kurator dalam kegiatan pameran seni rupa adalah: a. Mengamati dan menganalisis perkembangan seni rupa Indonesia dan seni rupa International. b. Mempertimbangkan dan menseleksi karya dan kegiatan pameran di GNI c. Membantu mempertimbangkan tata pameran tetap, sistem pendokumentasian dan kebijakan pengelolaann koleksi d. Melakukan kerjasama, bimbingan, edukasi, dan apresiasi seni rupa melalui kegiatan-kegiatan galeri. VIII. Kritik Karya Seni Rupa A. Simbol 87. Dalam seni rupa, kata simbol dapat diartikan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik dalam wujud objeknya maupun pada unsur-unsur rupanya. 88. Pengelompokan jenis karya seni rupa dapat dilakukan berdasarkan teknik pembuatan dan perwujudannya, bahan dan medium, objek, tema, isi pesan dan gaya pengungkapannya. 89. Kritik seni pada dasarnya merupakan kegiatan menanggapi karya seni. 90. Kritik seni dibutuhkan untuk memahami seni dan bentuk karyanya, memperoleh kesenangan dari kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya seni tersebut, meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seninya, dan meningkatkan tingkat apresiasi masyarakat pada umumnya. https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 10

B. Tokoh Seni Rupa 91. Seniman atau perupa merupakan tokoh utama karena kepeloporannya, keunikan bentuk ciptaanya, dan gagasan yang menginspirasi bagi masyarakat secara umum dan dunia kesenirupaan pada khususnya. Kritik seni membantu para tokoh seni rupa ini untuk diakui kenamaannya dalam dunia seni rupa. C. Menulis Kritik 92. Beberapa tahapan dalam menulis kritik seni rupa diantaranya: (1) Mendeskripsi, (2) Menganalisis, (3) Menafsirkan, dan (4) Menilai. 93. Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat segala sesuatu yang dilihat apa adanya (grounded) dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesmpulan. 94. Analisis formal merupakan tahapan dalam kritik untuk menelusuri berdasarkan struktur atau unsur-unsur pembentuk dari sebuah karya seni. 95. Menafsirkan atau menginterpretasi merupakan tahapan pembacaan makna sebuah karya seni meliputi tema, simbol, dan masalah serta pemecahan yang diungkapkan oleh seniman dalam karyanya. 96. Tahapan menilai suatu bentuk karya seni merupakan tahapan untuk menemukan kualitas karyanya. Penilaian tersebut dapat bersifat membandingkan, menunjukan alasan, ataupun merekonstruksi gagasan. https://sekolahsenibudaya.wordpress.com 11