BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
2013, No BAB I PENDAHULUAN A. UMUM

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 6/Menhut-II/2013 TENTANG

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

20, No.62 2 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembar

BENTUK FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI DAN PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMKA)

DISIPLIN DAN KINERJA PEGAWAI

PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA

PANDUAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

2. Penilaian prestasi kerja PNS diarahkan sebagai pengendalian perilaku kerja produktif yg disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yg disepakati.

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI LEMBAGA SANDI NEGARA

PERKA BKN Nomor 1 Tahun 2013

Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan berdasarkan prinsip : a. objektif; b. Terukur; c. Akuntabel; d. Partisipatif; dan e. Transparan.

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL. Oleh :

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi kerja PNS

TATA CARA PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

I. DASAR HUKUM 4/4/2013

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BIRO KEPEGAWAIAN TAHUN 2014

penilaian Menurut PP 46 Tahun 2011

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah

Oleh: Drs. S. Kuspriyomurdono, M. Si. Deputi Bidang Bina Kinerja dan Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara Jakarta, 2013

2. Penilaian prestasi kerja PNS diarahkan sebagai pengendalian perilaku kerja produktif yg disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yg disepakati.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DAFTAR KEGIATAN TENAGA KEPENDIDIKAN FMIPA UNIVERSITAS ANDALAS WAKTU PELAKSANAAN

PANDUAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Oleh: Drs. S. Kuspriyomurdono, M. Si. Deputi Bidang Bina Kinerja dan Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara Jakarta, 2012

PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS ( PENGGANTI DP3) POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2013

PENYUSUNAN RENCANA SASARAN KERJA PEGAWAI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Penilaian. Prestasi Kerja. PNS. Pedoman.

2. Penilaian prestasi kerja PNS diarahkan sebagai pengendalian perilaku kerja produktif yg disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yg disepakati.

BATAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Peraturan Pemerintah no 46 tahun 2011)

Dra. Endah Mawarniati, M.AP

PARADIGMA BARU PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI

DASAR HUKUM. 23 Jan 14

2015, No Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik I

PARADIGMA BARU PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI

PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL, PENGGANTI DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (DP3)

TATA CARA PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BAB I PENDAHULUAN

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 063 TAHUN 2017 TENTANG

FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI Nomor: SOP /KP 03 01/SMO

Disusun Oleh: PROF.DR. IR. ZULKARNAIN, M.HORT.SC.

2011, No Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Le

PETUNJUK OPERASIONAL PENGISIAN FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG

Key : employee target performance, information system A. Pendahuluan

SASARAN KINERJA PEGAWAI (SKP)

PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

PERATURAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2018 TENTANG

PEDOMAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP DINAS PENDIDIKAN KAB. JOMBANG TAHUN 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SASARAN KERJA PEGAWAI

BAB II PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011

4. Strickness bias, cenderung terlalu ketat/mahal nilai. 5. Recency effect, kesan terakhir.

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

Tutorial Singkat Tentang Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Untuk Jabatan Fungsional Tertentu Guru Oleh: St. Rudi Muryanta, S.Ag.

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Peraturan Pemerintah no 46 tahun 2011)

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013

Kriteria yang digunakan untuk pengukuran kualitas: Kriteria

DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2016

PETUNJUK TEKNIS PP NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

Badan Kepegawaian Negara Jakarta, 2013

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

BATAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/ /JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAANN BARANG/ JASA PEMERINTAH

BUPATI POLEWALI MANDAR

KEBIJAKAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011)

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1. UU Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian 2. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI PEMERINTAH NON PEGAWAI NEGERI

KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1994 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2007 NOMOR : 3 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan pembinaan pegawai negeri sipil berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karir yang dititik beratkan pada sistem prestasi kerja, perlu dilakukan penilaian sasaran kerja pegawai negeri sipil; b. bahwa dalam rangka penilaian sasaran kerja Pegawai Negeri Sipil diperlukan pedoman penyusunan dan penilaian sasaran kerja Pegawai Negeri Sipil; c. Mengingat : 1. 2. 3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b di atas, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil Badan Tenaga Nuklir Nasional. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3676); Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 2 Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135) ; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2011 nomor 121, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5258); Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; Keputusan Presiden Nomor 16/M Tahun 2007; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional; Peraturan Kepala BATAN Nomor 393/KA/XI/2005 tentang Tata Kerja Balai Elektromekanik; Peraturan Kepala BATAN Nomor 394/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Instrumentasi dan Elektromekanik; Peraturan Kepala BATAN Nomor 395/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pemantauan Data Tapak dan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir; Peraturan Kepala BATAN Nomor 396/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Iradiasi, Elektromekanik dan Instrumentasi; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 101/KA/VI/2007 tentang Pedoman Manajemen Penelitian, Pengembangan, Perekayasaan, Diseminasi, dan Penguatan Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 093/KA/IV/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Penelitian, Pengembangan, Perekayasaan, Diseminasi, dan Penguatan Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir;

16. 17. 18. 19. 20. BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 3 Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 013/KA/I/2010 tentang Rencana Strategis Badan Tenaga Nuklir Nasional Tahun 2010-2014; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 211/KA/XII/2010 tentang Pedoman Penyusunan, Pelaksanaan, Pelaporan, Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Tenaga Nuklir Nasional; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 212/KA/XII/2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pranata Nuklir dan Angka Kreditnya; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 108/KA/V/2011 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Tahun 2010 2014 di Badan Tenaga Nuklir Nasional ; Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 132/KA/VI/2011 tentang Perubahan Atas Lampiran Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 013/KA/I/2010 tentang Rencana Strategis Badan Tenaga Nuklir Nasional Tahun 2010-2014; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL Pasal 1 Pedoman Penyusunan dan Penilaian Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil (SKP) Badan Tenaga Nuklir Nasional sebagaimana tersebut dalam Lampiran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Pasal 2 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

4 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL, -ttd- HUDI HASTOWO

- 1 - LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : TANGGAL : PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL I. PENDAHULUAN A. UMUM 1. Berdasarkan Pasal 12 ayat (2) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, dinyatakan bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, bertanggung jawab, jujur dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Selanjutnya, pasal 20 dinyatakan bahwa untuk menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja. 2. Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dititikberatkan pada pengukuran sasaran kerja pegawai (SKP) atau tingkat capaian hasil kerja (output) yang telah direncanakan dan disepakati antara Pejabat Penilai dengan Pegawai Negeri Sipil yang dinilai sebagai kontrak kerja. 3. Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil diarahkan sebagai pengendali perilaku kerja produktif yang disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yang disepakati dan bukan penilaian atas kepribadian seseorang Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan jabatan pegawai yang bersangkutan. 4. Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja individu Pegawai Negeri Sipil, yang dapat memberi petunjuk bagi pejabat yang berwenang dalam rangka mengevaluasi kinerja unit kerja dan kinerja organisasi. Hasil penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar

2 pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pengelolaan karier Pegawai Negeri Sipil, yang berkaitan dengan bidang: a. Pekerjaan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia Pegawai Negeri Sipil, serta kegiatan perancangan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil dalam organisasi (job design). b. Pengangkatan dan Penempatan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengangkatan dan penempatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan, sesuai dengan kompetensi dan prestasi. c. Pengembangan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pengembangan karier dan pengembangan kemampuan serta keterampilan Pegawai Negeri Sipil yang berkaitan dengan pola karier dan program pendidikan dan pelatihan organisasi. d. Penghargaan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pemberian penghargaan dengan berbasis prestasi kerja seperti kenaikan pangkat, kenaikan gaji atau tunjangan prestasi kerja, promosi atau kompensasi lainnya. 4. Untuk mencapai obyektivitas penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil, diperlukan parameter penilaian sebagai ukuran dan standar penilaian hasil kerja yang nyata dan terukur dari tingkat capaian Sasaran Kerja Pegawai. Oleh karena itu, penilaian prestasi kerja secara sistemik merupakan gabungan antara penetapan Sasaran Kerja Pegawai dengan penilaian proses pelaksanaan pekerjaan yang tercermin dalam perilaku kerja produktif, yang hasilnya direkomendasikan sebagai dasar pertimbangan tindakan pembinaan dan pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil yang dinilai. B. TUJUAN Pedoman penyusunan dan penilaian Sasaran Kerja Pegawai digunakan sebagai petunjuk bagi setiap Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Penilai dalam menyusun Sasaran Kerja

3 Pegawai sesuai dengan tugas jabatan agar Pejabat Penilai dapat menilai capaian Sasaran Kerja Pegawai. C. PENGERTIAN 1. Pegawai Negeri Sipil adalah Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. 2. Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi pemerintah. 3. Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai, yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. 4. Perilaku kerja adalah setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil atau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 5. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh setiap Pegawai Negeri Sipil pada suatu satuan organisasi sesuai dengan SKP dan perilaku kerja. 6. Target adalah jumlah beban kerja yang akan dicapai dari setiap pelaksanaan tugas jabatan. 7. Capaian SKP adalah hasil akhir kegiatan yang diperoleh seorang Pegawai Negeri Sipil. 8. Rencana kerja tahunan adalah rencana yang memuat kegiatan tahunan dan target yang akan dicapai sebagai penjabaran sasaran dan program yang telah ditetapkan oleh instansi pemerintah. 9. Pejabat Penilai adalah atasan langsung Pegawai Negeri Sipil yang dinilai, dengan ketentuan paling rendah pejabat eselon IV, atau pejabat lain yang ditentukan. 10. Atasan pejabat penilai adalah atasan langsung pejabat penilai. II. TATA CARA PENYUSUNAN SKP

4 Dalam sistem penilaian prestasi kerja, setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menyusun SKP sebagai rancangan pelaksanaan kegiatan tugas jabatan, sesuai dengan rincian tugas, tanggung jawab dan wewenang, yang secara umum telah ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organsasi. SKP disusun dan ditetapkan sebagai rencana operasional pelaksanaan kegiatan tugas jabatan, dengan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) tahunan organisasi, yang berisikan tentang kegiatan yang akan dilakukan, hasil yang akan dicapai, jumlah keluaran yang akan dihasilkan, dan waktu yang dibutuhkan. Setiap kegiatan tugas jabatan yang akan dilaksanakan harus ditetapkan : 1. sasaran kerja yang akan dicapai sebagai indikator keberhasilan kerja, 2. bobot sesuai dengan tingkat kesulitan dan tingkat prioritas pekerjaan, 3. serta target sebagai hasil kerja (output) yang harus diwujudkan, dengan mempertimbangkan aspek kuantitas, kualitas, waktu dan biaya. A. UNSUR-UNSUR SKP 1. Kegiatan Tugas Jabatan Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 jabatan terdiri dari jabatan struktural, jabatan fungsional tertentu, dan jabatan fungsional umum. Setiap kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus didasarkan pada rincian tugas, tanggung jawab dan wewenang jabatan, yang secara umum telah ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organisasi. Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan organisasi, sebagai implementasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah ditetapkan dan harus berorientasi pada hasil secara nyata dan terukur. a. Tingkat Eselon I Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) tahunan organisasi, dijabarkan

5 sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi sasaran kerja unit eselon I yang dioperasionalkan menjadi SKP pejabat eselon I, sebagai implementasi kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. b. Tingkat Eselon II Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan unit eselon I, dijabarkan sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi sasaran kerja unit eselon II yang dioperasionalkan menjadi SKP pejabat eselon II, dalam rangka mencapai sasaran kerja eselon I. c. Tingkat Eselon III Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan unit eselon II, dijabarkan sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi sasaran kerja unit eselon III yang dioperasionalkan menjadi SKP pejabat eselon III, dalam rangka mencapai sasaran kerja eselon II. d. Tingkat Eselon IV Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan unit eselon III atau eselon II atasan langsung, dijabarkan sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi sasaran kerja unit eselon IV yang dioperasionalkan menjadi SKP pejabat eselon IV, dalam rangka mencapai sasaran kerja eselon III atau eselon II atasan langsung. e. Tingkat Jabatan Fungsional Tertentu Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan unit kerja eselon yang membawahkan, dijabarkan sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi SKP Pejabat Fungsional Tertentu, dalam rangka mencapai sasaran kerja eselon yang membawahkan. Setiap PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu diharuskan untuk mengumpulkan angka kredit setiap tahun sesuai dengan ketentuan. f. Tingkat Jabatan Fungsional Umum

6 Kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus mengacu pada rencana kerja tahunan unit eselon IV, dijabarkan sesuai dengan uraian tugas jabatan, menjadi SKP Pejabat Fungsional Umum, dalam rangka mencapai sasaran kerja eselon IV. 2. Target Setiap pelaksanaan tugas jabatan harus ditetapkan target yang akan diwujudkan secara jelas, sebagai ukuran penilaian prestasi kerja. Target merupakan jumlah beban kerja yang akan dicapai oleh setiap PNS dalam kurun waktu tertentu. Target bukan merupakan standar prestasi kerja yang ideal, bukan merupakan ukuran minimal atau maksimal, tetapi merupakan ukuran atau tolok ukur prestasi kerja yang realistis tetapi penuh tantangan. Oleh karena itu, dalam menetapkan target prestasi kerja harus mempertimbangkan 4 (empat) aspek yaitu: a. Aspek Kuantitas (target output) Dalam menentukan target kuantitas/output (TO) dapat berupa dokumen, dokumen teknis, konsep, naskah, surat keputusan, laporan, varietas, paten, prototipe, paket teknologi, publikasi ilmiah, dan sebagainya. Contoh 1 Penetapan Target Kuantitas/output yang akan diwujudkan untuk setiap kegiatan tugas jabatan bagi jabatan struktural/fungsional umum. FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1 NAMA 1 NAMA Ir. Agoes Soejoedi 2 NIP 2 NIP 3 PANGKAT/GOL 3 PANGKAT/GOL 4 JABATAN Kepala PRSG 4 JABATAN Kepala Bagian Tata Usaha 5 UNIT KERJA 5 UNIT KERJA NO III. KEGIATAN TUGAS JABATAN ANGKA TARGET (diambil dari IJ/ABK) KREDIT KUANTITA TIF KUALITA TIF WAKTU BIAYA OUTPUT MUTU 1 2 3 4 5 6 7 1 Merencanakan kebutuhan anggaran 12 100 12 bulan dokumen 2 Merencanakan analisis kebutuhan 108 surat 100 6 bulan

penetapan formasi 3 Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan 4 Menetapkan pertimbangan teknis kenaikan 7 14 naskah 100 12 bulan 1000 SK 100 6 bulan pangkat PNS 5 Mengelola dokumen kepegawaian 1000 SK 100 6 bulan 6 Menyelesaikan permasalahan kepegawaian 500 surat 100 12 bulan Pejabat Penilai...,... PNS yang dinilai...... NIP. NIP.

8 Contoh 2 Penetapan Target angka kredit yang akan diwujudkan untuk setiap kegiatan tugas jabatan bagi jabatan fungsional tertentu. FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1 NAMA 1 NAMA 2 NIP 2 NIP 3 PANGKAT/GOL 3 PANGKAT/GOL 4 JABATAN Kepala PATIR 4 JABATAN Pranata Nuklir Utama 5 UNIT KERJA PATIR 5 UNIT KERJA PATIR NO IV. KEGIATAN TUGAS JABATAN ANGKA TARGET (diambil dari IJ/ABK) KREDIT KUANTITA TIF KUALITA TIF WAKTU BIAYA OUTPUT MUTU 1 2 3 4 5 6 7 1 Memeriksa berkas usulan Kenaikan 6 1000 100 12 bulan pangkat PNS (0,006/berkas berkas Pejabat Penilai...,... PNS yang dinilai...... NIP. NIP.

9 FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1 NAMA 1 NAMA 2 NIP 2 NIP 3 PANGKAT/GOL 3 PANGKAT/GOL 4 JABATAN Kepala PTRKN 4 JABATAN Peneliti Utama 5 UNIT KERJA PTRKN 5 UNIT KERJA PTRKN NO V. KEGIATAN TUGAS JABATAN ANGKA TARGET KREDIT KUANTITA TIF KUALITA TIF WAKTU BIAYA OUTPUT MUTU 1 2 3 4 5 6 7 1 Memeriksa berkas usulan Kenaikan 6 1000 100 12 bulan pangkat PNS (0,006/berkas berkas Pejabat Penilai...,... PNS yang dinilai...... NIP. NIP. b. Aspek Kualitas (target kualitas) Dalam menetapkan target kualitas (TK) harus memprediksi pada mutu hasil kerja yang terbaik, dalam hal ini nilai yang diberikan adalah 100 dengan sebutan Sangat Baik, misalnya target kualitas harus 100. c. Aspek Waktu (target waktu)

10 Dalam menetapkan target waktu (TW) harus memperhitungkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, misalnya satu bulan, triwulan, caturwulan, semester, 1 (satu) tahun, dan lain-lain. d. Aspek Biaya (target biaya) Dalam menetapkan target biaya (TB) harus memperhitungkan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 1 (satu) tahun, misalnya jutaan, ratusan juta, milyaran, dan lain-lain. A. TUGAS TAMBAHAN DAN KREATIVITAS Selain melakukan kegiatan tugas jabatan, apabila ada tugas tambahan terkait dengan jabatan dapat ditetapkan menjadi tugas tambahan. Tugas tambahan pada dasarnya merupakan kegiatan pendukung tugas yang oleh pimpinan dibebankan untuk dilaksanakan, sedang kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi organisasi. Oleh karena tugas tambahan dan kreativitas sebagai kegiatan yang tidak atau belum direncanakan sebelumnya, tugas tersebut diberi bobot maksimal 20%, dengan rincian 10% untuk tugas tambahan dan 10% untuk tugas kreativitas. 1. Penilaian tugas tambahan/unsur penunjang dilakukan dengan rumus : RO NTt = x 100 x 10% TO Keterangan : NTt : Nilai tugas tambahan/unsur penunjang RO : Realisasi output TO : Target output 2. Penilaian kreativitas dilakukan dengan rumus:

11 RO NKr = x 10 x 10% TO Keterangan : NKr : Nilai kreativitas RO : Realisasi output TO : Target output B. PENETAPAN SKP Formulir SKP yang telah diisi dengan rencana pelaksanaan kegiatan tugas jabatan dan target, yang secara keseluruhan telah disepakati bersama antara PNS yang bersangkutan dengan atasan langsung sebagai pejabat penilai, harus ditandatangani sebagai penetapan kontrak kerja, yang selanjutnya pada akhir tahun digunakan sebagai ukuran penilaian prestasi kerja PNS yang bersangkutan, menggunakan formulir SKP dan formulir penilaian capaian SKP sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 dan lampiran 2. III. PENILAIAN CAPAIAN SKP Penilaian capaian SKP diukur dengan membandingkan antara realisasi dengan target dari aspek kuantitas, kualitas, waktu, dan dapat disertai biaya, sebagai berikut: A. Penilaian capaian SKP diukur dari aspek kuantitas dilakukan dengan membandingkan antara realisasi output (RO) dengan target output (TO) dikalikan 100. Hasil dari penghitungan ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi realisasi output dari target output yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin baik atau sebaliknya semakin rendah realisasi output dari target output yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin buruk. Penghitungan capaian SKP berdasarkan aspek kuantitas, dengan rumus: Penilaian capaian Realisasi output (RO) SKP (aspek kuantitas) = x 100

12 Target output (TO) 14/14X100 = 100 B. Penilaian capaian SKP diukur dari aspek kualitas dilakukan dengan membandingkan antara realisasi kualitas (RK) dengan target kualitas (TK) dikalikan 100. Hasil penghitungan ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi realisasi kualitas dari target kualitas yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin baik, atau sebaliknya semakin rendah realisasi kualitas dari target kualitas yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin buruk. Penghitungan capaian SKP berdasarkan aspek kualitas, dengan rumus: Penilaian capaian Realisasi Kualitas (RK) SKP (Aspek Kualitas) = x 100 85/100X100 = 85 Target Kualitas (TK) Pedoman untuk menetapkan tingkat atau sebutan kualitas output sebagai berikut: Nilai Sebutan Keterangan 91-100 Sangat baik Hasil kerja sempurna tidak ada kesalahan, tidak ada revisi dan pelayanan diatas standar yang ditentukan, dan lain-lain 76-90 Baik Hasil kerja mempunyai 1 atau 2 kesalahan kecil, tidak ada kesalahan besar, revisi dan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dan lain-lain 61-75 Cukup Hasil kerja mempunyai 3 atau 4 kesalahan kecil, tidak ada kesalahan besar, revisi dan pelayanan cukup memenuhi standar yang telah ditentukan, dan lain-lain 51-60 Kurang Hasil kerja mempunyai 5 kesalahan kecil, dan ada kesalahan besar, revisi dan pelayanan tidak cukup memenuhi standar yang telah ditentukan, dan lain-lain 50 ke bawah Buruk Hasil kerja mempunyai lebih dari 5 kesalahan kecil, dan ada kesalahan besar, kurang

13 memuaskan, revis, pelayanan dibawah standar yang telah ditentukan, dan lain-lain C. Penilaian capaian SKP diukur dari aspek waktu dihitung dari nilai tertimbang (NT=1,76) dikalikan dengan Target Waktu (TW) dikurangi Realisasi Waktu (RW) dibagi Target Waktu (TW) dikalikan 100. Hasil penghitungan ini dapat diartikan bahwa semakin lama realisasi waktu yang dipergunakan dari target waktu yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin buruk atau sebaliknya semakin cepat realisasi waktu dari target waktu yang direncanakan (maksimal efisiensi waktu sampai dengan 24%) menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin baik atau sangat baik. Penghitungan capaian SKP berdasarkan aspek waktu, dengan rumus: Penilaian capaian Nilai Tertimbang (NT) x Target Waktu (TW) - Realisasi Waktu (RW) SKP (Aspek Waktu) = x 100 Target Waktu (TW) Jika realisasi waktu 0 (nol), penghitungan capaian SKP menggunakan rumus: Penilaian capaian Nilai Tertimbang (NT) x Target Waktu (TW) - Realisasi Waktu (RW) SKP (Aspek Waktu) = x n x 100 n = nilai koefisien = 0 ((1.76X12-12)/12)X100 = 76 Target Waktu (TW) D. Penilaian capaian SKP diukur dari aspek biaya dihitung dari nilai tertimbang (NT= 1,76) dikalikan dengan Target Biaya (TB) dikurangi Realisasi Biaya (RB) dibagi Target Biaya (TB) dikalikan 100. Hasil penghitungan ini dapat diartikan bahwa semakin besar realisasi biaya yang dipergunakan dari target biaya yang direncanakan, menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin buruk atau sebaliknya semakin kecil realisasi biaya dari target biaya yang direncanakan (maksimal efisiensi biaya sampai dengan 24%), menunjukkan tingkat prestasi kerja yang semakin baik atau sangat baik. Penghitungan capaian SKP berdasarkan aspek biaya, dengan rumus:

14 Penilaian capaian Nilai Tertimbang (NT) x Target Biaya (TB) - Realisasi Biaya (RB) SKP (Aspek Biaya) = x 100 Target Biaya (TB) Jika realisasi biaya 0 (nol), penghitungan capaian SKP menggunakan rumus: Penilaian capaian Nilai Tertimbang (NT) x Taget Biaya (TB) - Realisasi Biaya (RB) SKP (Aspek Biaya) = x n x 100 n = nilai koefisien = 0 Target Biaya (TB)

15 Contoh 1 Penilaian SKP untuk jabatan Struktural/Fungsional Umum : PENILAIAN CAPAIAN SASARAN KERJA PNS Kepala Bagian Tata Usaha - PRSG NO Jangka waktu penilaian :...Januari s.d. Desember... KEGIATAN TUGAS JABATAN AK KUANTIT AS/ OUTPUT KUALI TAS/ MUTU TARGET WAK TU BIAYA AK REALISASI HASIL PENGHI TUNGAN T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 KUANT ITAS/ OUTPU KUALI TAS/ MUTU WAK TU BIAYA NILAI CAPAIAN SKP TUGAS TAMBAHAN DAN KREATIVITAS/UNSUR PENUNJANG 1 Menjadi Narasumber 1 1 1/1 x 10 x 10% 2 1 1 1/1 x 10 x 10% 1 1 NILAI CAPAIAN SKP..., 31 Desember... Pejabat Penilai,... NIP.... PENILAIAN CAPAIAN SASARAN KERJA PNS Pranata Nuklir Utama - PATIR Jangka waktu penilaian :...Januari s.d. Desember...

NO KEGIATAN TUGAS JABATAN AK KUANTIT AS/ OUTPUT BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL KUALI TAS/ MUTU TARGET WAK TU 16 BIAYA AK REALISASI HASIL PENGHI TUNGAN T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 14 100 12 bln 14 100 KUANT ITAS/ OUTPU KUALI TAS/ MUTU WAK TU BIAYA NILAI CAPAIAN SKP TUGAS TAMBAHAN DAN KREATIVITAS/UNSUR PENUNJANG 1 Menjadi Narasumber 1 1 1/1 x 10 x 10% 2 1 1 1/1 x 10 x 10% 1 1 NILAI CAPAIAN SKP..., 31 Desember... Pejabat Penilai,... NIP....

17 IV. STANDAR NILAI PRESTASI KERJA Nilai angka terhadap tingkat capaian SKP PNS dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut : a. Sangat baik : 91 ke atas b. Baik : 76 90 c. Cukup : 61 75 d. Kurang : 51-60 e. Buruk : 50 ke bawah V. ANAK LAMPIRAN 1. Formulir SKP dan petunjuk pengisian 2. Formulir penilaian SKP dan petunjuk pengisian

Anak Lampiran 1 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 18 FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1 NAMA 1 NAMA 2 NIP 2 NIP 3 PANGKAT/GOL 3 PANGKAT/GOL 4 JABATAN 4 JABATAN 5 UNIT KERJA 5 UNIT KERJA NO 2. KEGIATAN TUGAS JABATAN ANGKA TARGET KREDIT KUANTITA TIF KUALITA TIF WAKTU BIAYA OUTPUT MUTU 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 Pejabat Penilai..., 1 Januari... PNS yang dinilai...... NIP. NIP. Anak Lampiran 2 FORMULIR PENILAIAN CAPAIAN SASARAN KERJA PNS Jangka waktu penilaian :...Januari s.d. Desember...

TARGET 19 REALISASI NILAI NO 1 KEGIATAN TUGAS JABATAN AK OUTPUT MUTU WAK TU BIAYA AK OUT PUT MUTU WAK TU BIAYA PENGHI TUNGAN CAPAIAN SKP 2 3 4 5 6 TUGAS TAMBAHAN DAN KREATIVITAS/UNSUR PENUNJANG NILAI CAPAIAN SKP..., 31 Desember... Pejabat Penilai,...