Kontrak Perkuliahan. (3 SKS kuliah 1 SKS Tutorial)

dokumen-dokumen yang mirip
Fis i ik i a k Dasar F ku k l u t l a t s Fa F rmasi 23:06:40 K nt n ra r k Pe P r e ku k liahan Fisika k Dasar ( 2 S K S S K )

BAB 1 Vektor. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, Ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Keep running VEKTOR. 3/8/2007 Fisika I 1

Fisika Umum (MA 301)

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tinjauan Pustaka. 1. Vektor

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Fisika Dasar I (FI-321)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FISIKA

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

MATA KULIAH : Fisika KODE MATA KULIAH : TKF6202 SEMESTER : 1 PROGRAM STUDI : Pendidikan Teknik Elektronika DOSEN PENGAMPU : Pipit Utami, M.Pd.

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

52. Mata Pelajaran Fisika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang B. Tujuan

BAB 1 : Besaran Dan Vektor

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-112 Nama Mata Kuliah : Fisika Industri Jumlah SKS : 3 Semester :

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER(RPS) SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2016/2017

II. SILABUS MATA KULIAH

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA

TUJUAN UMUM. Memberikan konsep-konsep dan prinsipprinsip dasar fisika yang diperlukan untuk belajar fisika lebih lanjut atau ilmu

SATUAN ACARA PENGAJARAN

MENGENAL FISIKA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika, FMIPA, IPB

BESARAN, SATUAN & DIMENSI

BAB 2 ANALISIS VEKTOR

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) SEMESTER GANJIL 2012/2013

Selamat Datang Di Perkuliahan. Fisika Umum (MA 301) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Pentalogy BIOLOGI SMA

Dualisme Partikel Gelombang

B a b 2. Vektor. Sumber:

10. Mata Pelajaran Fisika Untuk Paket C Program IPA

BAB 1 BESARAN DAN SISTEM SATUAN 1.1

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

Deskripsi. TELAAH KURIKULUM FISIKA SEKOLAH II / FI / 3 sks /. Semester 2

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO TELKOM UNIVERSITY

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN DATA

PanGKas HaBis FISIKA. Vektor

BAB II BESARAN VEKTOR

a menunjukkan jumlah satuan skala relatif terhadap nol pada sumbu X Gambar 1

SEMESTER 3 ANALISIS VEKTOR PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

VEKTOR. Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3. Liduina Asih Primandari, S.Si., M.Si.

SILABUS DAN SAP MATA KULIAH KONSEP DASAR FISIKA DI SD

Gerak lurus dengan percepatan konstan (GLBB)

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat.

Penjumlahan Vektor. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas X. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGORO

Diferensial Vektor. (Pertemuan III) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan Hukum Newton. Beberapa fenomena sistem gerak benda jika dianalisis menggunakan

BESARAN, SATUAN DAN DIMENSI. Silabus

PETA MATERI FISIKA SMA UN 2015

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. RPKPS (Rencana Program dan Pembelajaran Semester)

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

BESARAN VEKTOR B A B B A B

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Arahnya diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh A dengan ketigas umbu koordinat,

BAB 3 DINAMIKA. Tujuan Pembelajaran. Bab 3 Dinamika

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS JILID I ROSYID ADRIANTO

VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT

FISIKA DASAR II DOSEN PENGASUH MATA KULIAH : Dr. Yanti Yulianti, S.Si, M.Si Akhmad Dzakwan, S.Si

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

SEBARAN DAN KISI SOAL UJIAN SEKOLAH MATA PELAJARAN FISIKA. Kls/ Smt. X/1 Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)

GERAK LURUS Kedudukan

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

DESKRIPSI FISIKA DASAR I (FIS 501, 4 SKS) Nama Dosen : Saeful Karim Kode Dosen : 1736

FISIKA 9/13/2012. Physics for Scientists and Engineers - Serway/Jewett 6 th Ed/7 th Ed. *TUGAS (PR 2 setelah UTS) = 10% *UTS = 30%

Pengantar KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT

III. SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata kuliah : FISIKA KUANTUM Kode : FI 363 SKS : 3 Nama Dosen : Yuyu R.T, Parlindungan S. dan Asep S

TKS-4101: Fisika. Kontrak Kuliah dan Pendahuluan J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

B. Pengertian skalar dan vektor Dalam mempelajari dasar-dasar fisika, terdapat beberapa macam kuantitas kelompok besaran yaitu Vektor dan Skalar.

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor

KISI KISI SOAL UJIAN AKHIR MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-103 Nama Mata Kuliah : Fisika Dasar Jumlah SKS : 3 Semester :

dan penggunaan angka penting ( pembacaan jangka sorong / mikrometer sekrup ) 2. Operasi vektor ( penjumlahan / pengurangan vektor )

Silabus dan Rencana Perkuliahan

Medan Elektromagnetik 3 SKS. M. Hariansyah Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor

ILMU FISIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER(RPS) SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2016/2017

KINEMATIKA. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

Buku Ajar FISIKA TEKNIK. Disusun Oleh Wahidin Abbas

KONTRAK BELAJAR, RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER DAN RANCANGAN TUGAS Mata Kuliah Fisika

Program Studi Teknik Mesin S1

SAP DAN SILABI FISIKA DASAR PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS PASUNDAN

TRAINING CENTER OLIMPIADE INTERNASIONAL

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA SMA NEGERI 78 JAKARTA

MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3

BAB 4 USAHA DAN ENERGI

BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS

KKKF13102 FISIKA DASAR

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika

KEMAGNETAN. : Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-8

DESKRIPSI, SILABUS DAN SAP MATA KULIAH MA 301 FISIKA UMUM

FISIKA I. OSILASI Bagian-2 MODUL PERKULIAHAN. Modul ini menjelaskan osilasi pada partikel yang bergerak secara harmonik sederhana

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

Transkripsi:

Kontrak Perkuliahan (3 SKS kuliah 1 SKS Tutorial) Dosen Pengampu Sahrul Hidayat Kompetensi yang diharapkan Metode Perkuliahan Metode Evaluasi Materi Kuliah Referensi Blog: sahrulh.wordpress.com Email: sahrul@unpad.ac.id HP: 08122188769

KOMPETENSI Mahasiswa mendapatkan pemahaman yang kokoh tentang konsep-konsep dasar fisika, membiasakan berpikir serta bertindak ilmiah, dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dan profesinya Menanamkan konsep dasar analisa gejala fisis yang ditemukan dalam kehidupan profesinya Memahami hukum-hukum fisika sebagai dasar untuk pengembangan sain dan teknologi

METODE PERKULIAHAN Sistem pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dengan menggunakan fasilitas multimedia (LCD projector, papan tulis) oleh dosen Latihan penyelesaian soal atau kasus dengan metode diskusi dan tanya jawab Pengayaan materi dilakukan dengan memberikan tugas dan tutorial oleh Dosen (1SKS tutorial)

METODE EVALUASI Metode evaluasi dilakukan dengan Ujian Tengah Semester dan ditambah dengan /tugas tugas. dan Ujian Akhir Semester. Selain itu dengan komponen penunjang dari kuis Penilaian Kuis :15 15% Tugas :15 15% UTS :35 35% UAS :35 35%

MATERI KULIAH 1. Pendahuluan 2. Kinematika Pendahuluan, Vektor Kinematika(Gerak dalam1ddan dan 2D) 3. Dinamika Partikel(Hukum (Hukum-hukum Gerak) 4. Kerja dan Energi 5. Momentum Linier 6. Dinamika Rotasi 7. Gerak Osilasi 8. Fenomena Fenomena Gelombang 9. Gelombang Bunyi 10. Interferensi 11. Difraksi

REFERENSI Halliday Resnick, Fundamentals of Physics (Ada terjemahnya, penerbit Erlangga) Paul A. Tipler, Physics for Scientists and Engineers, (Ada terjemahnya, penerbit Erlangga) Serway And Engineers 8th Angeles, 2010 And Jewett, Physics For Scientists And th edition, University of California, Los

Ruang Lingkup Ilmu Fisika Zat padat Molekul Atom Inti Partikel Elementer dll Struktur materi Bumi Reaktor nuklir, dll. Sistem Atmosfer Alam Kehidupan, dll. Sistem Rekayasa Gejala Alam Cahaya Akustik dll. Interaksi Fundamental Sistem Lain Kajian Keilmuan Fisika Diskripsi Mikroskopik Diskripsi Makroskopik Mekanika Kuantum Mekanika Statistik Mekanika Termodinamika Gelombang Interaksi gravitasi Interaksi elektromagnetik Interaksi kuat Interaksi lemah Diskripsi keadaan dan Interaksi Model Interaksi Perangkat Keilmuan Fisika

ApakahFisika FisikaItu Itu? Fisika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang mempelajari sifat-sifat materi dan interaksinya, baik dengan radiasi. baik interaksi antar materi atau Fisika merupakan ilmu pengetahuanyang didasarkan pada dan pengukuran pada pengamatan eksperimental pengukuran kuantitatif(metode Ilmiah).

VEKTOR Sub Pokok Bahasan: Definisi Vektor Penjumlahan vektor Vektor Satuan Penjumlahan vektor secara analitis Perkalian Skalar Perkalian Vektor Sasaran Pembelajaran: Pokok Bahasan I Mahasiswa mampu membedakan mbedakan besar vektor dan skalar, menentukan vektor satuan Mahasiswa mampu menyelesaikan operasi- operasi vektor

Definisi Vektor VEKTOR Besaran vektor adalah besaran yang terdiri dari dua variabel, yaitu besar dan arah. Contoh dari besaran vektor adalah perpindahan. Sebuah besaran vektor dapat dinyatakan oleh huruf di cetak r tebal(misala)ataudiberitandapanahdiatashuruf(misal A ) Dalam handout ini sebuah besaran vektor dinyatakan oleh huruf yang dicetak tebal. Perpindahan dari a ke b dinyatakan oleh vektor R R b a

VEKTOR Operasi Penjumlahan Vektor Penjumlahan vektor R yang menyatakan perpindahan a ke b dan vektor S yang menyatakan perpindahan b ke c menghasilkan vektor T yang menyatakan perpindahan a ke c. Cara menjumlahkan dua buah vektor dengan mempertemukan ujung vektor pertama, vektor R, dengan pangkal vektor kedua, vektor S. Maka resultan vektornya, vektor T, adalah menghubungkan pangkal vektor pertama dan ujung vektor kedua. b R T= R+ S S a T c

VEKTOR BESAR VEKTOR RESULTAN Jika besar vektor R dinyatakan oleh R dan besar vektor S dinyatakanolehs,makabesarvektortsamadengan: T = R 2 + S 2 2RS cosθ θ S R T= R+ S T Sudut θ menyatakan sudut yang dibentuk antara vektor R dan vektors

VEKTOR PENGURANGAN VEKTOR Untuk pengurangan vektor, misal A B dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari A + (-B). Vektor -B atau negatif dari vektor B adalah sebuah vektor yang besarnya sama dengan vektor B tetapi arahnya berlawanan. D= A B D -B B A

VEKTOR CONTOH Sebuah mobil bergerak ke Utara sejauh 20 km kemudian bergerak ke Barat sejauh 40 km Selanjutnya bergerak ke Selatan sejauh 10 km. Besaran perpindahan mobil tersebut adalah: U 40 km B 20 km 10 km S N E

CONTOH VEKTOR B 40 km 10 km C A 20 km 10 km 40 km Jika perpindahan pertama dinyatakan vektor A, perpindahan kedua dinyatakan vektor B, dan perpindahan ketiga dinyatakan vektor C, maka perpindahan total dinyatakan vektor D. Dari gambar di atas dapat diketahui panjang vektor D adalah: 40 2 + 10 2 = 10 17 m

VEKTOR VEKTOR SATUAN Vektor satuan didefenisikan sebagai: r = R R Vektor satuan r tidak mempunyai dimensi dan besarnya adalah satu satuan. Dari persamaan di atas, sebuah besaran vektor dapat dinyatakan sebagai besar vektor tersebut dikali vektor satuan. Vektor satuan r menyatakan arah dari vektor R. Terdapat vektor satuan standar dalam koordinat Kartesian di mana arah-arah dari masing-masing sumbu dinyatakan dalam vektor satuan. Vektor satuan i menyatakan arah sumbu X positif Vektor satuan j menyatakan arah sumbu Y positif Vektor satuan k menyatakan arah sumbu Z positif

Penulisan Vektor Secara Analitis R z R R y R x VektorRdinyatakanoleh: R= R x i+ R y j+ R z k BesarvektorRadalah: 2 2 x + R y R R = R + 2 z Setiap vektor dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan darivektorkomponenmasing-masingsumbukoordinat.

CONTOH VEKTOR Sebuah vektor perpindahan dari titik(2,2) ke titik(-2,5). Tentukan: a. Vektor perpindahan dinyatakan secara analitis b. Sudutyang dibentukvektortersebutdengansumbux c. Panjang vektor Jawab : (-2,5) ujung y R y θ (2,2) pangkal x a. Vektor perpindahan : R= (x ujung x pangkal )i +(y ujung y pangkal )j R =(-2 2)i +(5 2)j = -4i+ 3j R x

CONTOH VEKTOR ujung (-2,5) y R y θ (2,2) pangkal x R x b. Sudut yang dibentuk : θ = tan 1 R R y x = tan 1 4 3 = 143 o Atau37 terhadapsumbux negatif c. 2 2 2 2 Besar vektor R= R + R = 3 + 4 5 satuan x y =

VEKTOR Penjumlahan VektorCara Analitis Jika diketahui sebuah vektor A= x A i+ y A jdan vektor B= x B i+ y B j, maka penjumlahan vektor A+ B= (x A + x B )i+ (y A + y B )j. Atau secara umum jika menjumlahkan n buah vektor berlaku : R= (x 0 + +x i + +x n )i+ (y 0 + +y i + +y n )j y B y A + y B y A B B A x B x A A x A + x B

CONTOH VEKTOR Diketahuiduabuahvektor. A= 3i+ 2j B= 2i 4j Tentukan: a. A+ Bdan A+ B b. A Bdan A B Jawab : a. A+ B= 3i+ 2j+ 2i 4j = 5i 2j A+ B = 5 2 + ( 2) 2 = 29 b. A B= 3i+ 2j (2i 4j)= i+ 6j A B = 2 2 1 + 6 = 37 A B A -B B

VEKTOR SOAL LATIHAN 20:09:08 1. Nyatakan sebuah vektor yang mempunyai besar 4 satuan dan arahnya 60 o darisumbux positifsecaraanalitisdantentukanvektor satuannya! 2. Sebuah benda bergerak dari titik(1,2)m ke titik(5,0)m. Tentukan: a. Vektor perpindahan benda tersebut b. Jarak perpindahan c. Arah dari vektor perpindahan benda tersebut dinyatakan oleh vektor satuannya 3. Diketahui A= 3i + 4j. Tentukan konstanta skalar c sehingga berlaku ca = 10 satuan! 4. DiketahuiA= 2i + 4j, B= -7i, danc= 8j. Tentukan: a. A+ B-C b. A+ B+ C

Perkalian Skalar PERKALIAN VEKTOR 20:09:08 Perkalian skalar atau juga sering disebut perkalian titik dari dua buah vektor menghasilkan besaran skalar di mana berlaku: A. B= AB cos θ JikadiketahuiA= a x i+ a y j+ a z k danb= b x i+ b y j+ b z k, maka: A. B = a x b x + a y b y + a z b z Contohbesaranhasilperkalianskalaradalahusaha, energipotensial, fluks magnet, dan lain-lain. Perlu diingat dalam perkalian titik: i. i= j. j= k. k= 1 i. j= j. k= k. i= 0 θ A B

CONTOH VEKTOR 20:09:08 cos Diketahuiduabuahvektor, A= 3i+ 4jdanB= 4i 2j.Tentukansudut antaravektoradanb! Jawab : Untuk menentukan sudut antara vektor A dan B dapat menggunakan persamaan: A.B cos θ = AB A. B= (3i+ 4j).(4i 2j)= 3.4 + 4.(-2) = 4 2 2 Besar vektor A= 3 + 4 = 5 2 2 Besar vektor B= 4 + ( 2) = 20 A.B θ = = = = AB 4 4 2 5 20 10 5 125 θ A B A Dengan demikian θ= 79,7 o B

VEKTOR Perkalian Vektor Perkalian vektor atau perkalian silang dari dua buah vektor menghasilkan besaran vektor lain di mana berlaku: A B= C BesarvektorCadalah: C = AB sin θ 20:09:08 C = A B θ Arah vektor C selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektoradanvektorb. HasilA B tidaksamadenganb A. Walaupun besar vektor hasil perkalian silang itu sama, tetapi arahnya saling berlawanan. B A C = -C θ C = B A B A Perlu diingat dalam perkalian silang: i i= j j= k k= 0 i j= k ; j k= i; k i= j j i= -k ; k j= -i; i k= -j

CONTOH VEKTOR 20:09:08 Diketahui dua buah vektor. A= 3i+ 4j B= 4i 2j +k Tentukan : a. A B b. Buktikan A B =-B A Jawab: a. A B = (3i+ 4j) (4i 2j +k) = 3.4(i i)+ 3.(-2)(i j) + 3.1(i k) + 4.4(j i) + 4.(-2)(j j) + 4.1(j k) = 12.0 6k+ 3(-j) + 16(-k) 8.0 + 4i = 4i 3j 22k b. B A = (4i 2j +k) (3i+ 4j) = 4.3(i i) + 4.4(i j) +(-2).3(j i) + (- 2).4(j j) + 1.3(k i) + 1.3(k j) = 12.0 + 16k 6(-k) 8.0 + 3j+ 4(-i)= -4i + 3j + 22k = -A B

VEKTOR SOAL LATIHAN 20:09:08 1. Tentukansudutyang dibentukolehvektora= i+ 2 j k danvektorb = 3 i 4 k! 2. TentukanpanjangproyeksidarivektorA= 4 i+ 2 j k terhadaparah vektor B = i+ 3 j 4 k! 3. Diberikan tiga buah vektor: A= 1 i+ 2 j k B= 4 i+ 2 j+ 3 k C = 2 j 3 k Tentukan: a. A. (B C) b. A. (B+ C) c. A (B+ C) 4. BuktikanvektorR= 3 i+ 2 j-4 k dans =2 i+ j+ 2 k adalahtegaklurus!