Suyanto, ST., MT Nurul Widiastuti, PhD
EVALUASI adalah satu atau lebih proses untuk interprestasi akumulasi data dan kejadian melalui proses asesmen. Evaluasi menentukan sejauh mana hasil yang sudah dicapai mahasiswa. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan program. CRITERIA FOR ACCREDITING APPLIED SCIENCE PROGRAMS Effective for Evaluations During the 2011-2012 Accreditation Cycle Incorporates all changes approved by the ABET Board of Directors as of October 30, 2010
ALTERNATIVE ASSESSMENT ( AUTHENTIC ASSESMENT ) ( PERFORMANCE ASSESMENT ) Adalah PENILAIAN Terhadap KINERJA mhs secara multidimensi pada situasi nyata (life-like performance) dari hasil perolehan, penerapan pengetahuan & ketrampilan melalui PROSES pembelajaran.
Merupakan alat untuk mengamati & mengukur proses dan hasil belajar Mhs. sekaligus melakukan assessment, Disesuaikan dengan Tujuan pembelajaran (kompetensi/learning Outcomes), Dapat mengukur kompetensi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang telah dimiliki Mhs secara utuh. TUJUAN Umpan balik bagi Mhs dalam meningkatkan usaha belajarnya, Umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya, Menjamin akuntabilitas proses pembelajaran Mhs, Memotivasi Mhs, Diagnosis kekuatan dan kekurangan Mhs.
1. Asesmen didasarkan pada partisipasi aktif Mhs, 2.Tugas yg dikerjakan Mhs merupakan bagian yg tak terpisah dlm proses belajar, 3.Asesmen tdk saja digunakan utk mengetahui pencapaian CP Mhs, juga digunakan utk memperbaiki proses pembelajaran, 4.Dengan kriteria penilaian kinerja belajar diketahui oleh Mhs terlebih dahulu, akan memotivasi Mhs utk mencapai CP.
SNPT Pasal 19 1. Prinsip: edukatif, otentik, obyektif, akuntabel, transparan dilakukan scr terintegrasi 2. Edukatif: penilaian yg memotivasi mhs agar mampu: memperbaiki perencanaan dan cara belajar, meraih CP 3. Otentik: penilaian berorientasi pd proses belajar yg berkesinambungan, hasil belajar yg mencerminkan kemampuan mhs saat proses pembelajaran 4. Obyektif: penilaian yg didasarkan pada standar yg disepakati, bebas dr pengaruh subyektifitas penilai 5. Akuntabel: penilaian sesuai dg prosedur dan kriteria yg jela, disepakati di awal kuliah 6. Transparan: prosedur dan penilaian dpt diakses
Pasal 20 1. Teknik penilaian terdiri: observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tulis, tes lisan, angket 2. Instrumen penilaian: dalam bentuk rubric, portofolio, karya desain 3. Penilaian sikap: teknik observasi 4. Penilaian penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dilakukan melalui teknik (kombinasi) pd 1 atau 2 5. Hasil akhir: integrasi berbagai teknik dan instrument penilaian
Pasal 21 1. Mekanisme: menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrument, indicator, bobot penilaian antara penilai dan yg dinilai sesua RP a. Melaksanakan proses seuai tahap, teknik, instrument, kriteria, indicator dan bobot yg memuat prinsip penilaian sebagaimana pd Ps 19 b. Memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian c. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar scr akuntabel dan transparan 2. Prosedur: tahap perencanaan, kegiaatan pemberian tugas atau goal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi, pemberian nilai akhir 3. Prosedur penilaian pada 2, dilakukan secara bertahap dan / berulang
Perbedaan Tahapan Evaluasi TES (Pengukuran) GRADING PENILAIAN JUDGMENT MEMPEROLEH DATA PENGUKURAN PEMBERIAN ANGKA FORMULA TERTENTU (NOMINAL/ SKALA) PEMBERIAN NILAI ATAU KUALITAS SESUATU PENGAMBILAN KEPUTUSAN tes jantung tekanan darah 190 300 Hypertensi masuk ICCU Ujian NA (0-100) NH (A,B,C,D,E) Lulus, Mengulang,...
KOMPETENSI KOMPETEN KULIAH DAN TUTORIAL Bahan kajian A Bahan kajian B Bahan kajian C Bahan kajian D Kemampuan a Kemampuan b Kemampuan c Kemampuan d TUGAS & PRESENTASI PRAKTIKUM SEMINAR MEMBUAT MODEL endrop3ai@ its.ac.id
CP PB 1 TUGAS 5% CP PB 2 KUIS 1 10% CP PB 3 MAKALAH 10% 100% CP PB 4 PRESENTASI 15% %
Pearagaan, praktikum, menjalankan SOP TES KINERJA HUBUNGAN INTERAKTIF ANTAR KAWASAN TAKSONOMI Terintegrasi dan Berkinerja %Afektif Receiving, Bermain peran, Responding, seminar, diskusi, Valuing, demo OBSERVASI Organization, Characterization. Observable %Psikomotor: Imitation, Manipulation, Precision, Articulation, Naturalization. %Kognitif : Knowledge, Comprehension, Ujian tulis, ujian Application, lisan, MC,.. TES Analysis, Synthesis, Evaluation, Creation. Measurable Bloom & Anderson (1999-2001)
CP MK: mampu membedakan konsep A, B dengan Konsep CP ke1: Menghitung X dengan Konsep A CP ke 2: Menghitung X dengan Konsep B CP ke 3: Menghitung X dengan Konsep C Kuliah, diskusi Tugas 1: Mandiri menghitung X dengan 3 variable yang berbeda Praktek di Lab, diskusi Tugas 2: Kelompok menghitung X dengan 3 percobaan Kuliah, diskusi Tugas 3: Mandiri Membuat makalah dan presentasi menghitung X berdasarkan variable masukan yg sesuai dg kondisi riil 7 Pengalaman Belajar yang diwujudkan dalam Deskripsi Tugas yang harus dikerjakan oleh Mahasiswa selama Satu Semester 1. Tugas 1:. 2. Tugas 2:. 3. Tugas 3:.
8 Kriteria, Indikator, dan Bobot Penilaian Sesuaikan dengan kemampuan akhir setiap tahap pembelajaran Sub CP Mampu menjelaskan Mampu menghitung. Mampu menganalisis Indikator Ketepatan menjelaskan secara (tertulis / lesan). Ketepatan menghitung sesuai dengan tahapan Keluasan dan kedalaman analisis hasil rancangan
No Bentuk Kognitif Psikomotor Afektif Tes Ujian Tulis (UTUL) Kompetensi hardskill 1 Tes seleksi 2 Tes awal 3 Tes akhir 4 Tes diagnostik 5 Tes formatif 6 Tes sumatif Non Tes Kompetensi softskill 7 Pengamatan (observation) 8 Wawancara (interview) 9 Angket (Questionnaire) 10 Pemeriksaan dokumen (documentary analysis)
No Bentuk Kognitif Psikomotor Afektif Alternative Assesment Kompetensi Softskill 11 Makalah / portofolio 12 Makalah & Presentasi 13 Performance 14 Progress report 15 Participations 16 Proposal writing 17 Project 18 Exhibition 19 Book Review 20 Role simulation
Kriteria Soal Tes Valid Relevan Spesifik Representatif Seimbang Terbuka Teruji kebenaran soal Sesuai dengan kompetensi/outcome Tidak bias Mewakili elemen kompetensi Sesuai dengan bobot kompleksitas bahan kajian Sesuai dengan rancangan pembelajaran yg telah disepakati (kontrak kuliah)
CONTOH KONSTRUKSI BUTIR SOAL Valid dan relevan Mata Kuliah : Desain eksperimen CP : Dapat merancang eksperimen untuk menyelidiki efek sejumlah faktor (C3) Soal : Buatlah rancangan eksperimen yang akan dipakai untuk menyelidiki efek 3 faktor dan setiap faktor hanya mempunyai 2 level (C3)
Pedoman Penskoran (Marking Scheme) Prinsip penetapan Penskoran : Buatlah jawaban dari soal yang Anda buat, Tentukan total nilai dari jawaban tersebut, Tentukan langkah penyelesaian soal dan beri skor untuk setiap langkah, jika soal bersifat matematis, Jika jawaban soal adalah tes uraian cari kata kunci dalam jawaban dan beri skor untuk setiap kata kunci.
Contoh Pedoman Penskoran (Marking Scheme) Soal Uraian ITEM YANG DINILAI Variabel & Parameter yang diketahui, Variable & Parameter yang ditanyakan, SKOR Asumsi yg digunakan 2 Konsep / Formulasi yang digunakan 2 Uraian Jawaban 10 Hasil 5 Diskripsi Hasil 3 Total skor 25 3
Soal : Jelaskan perlawanan rakyat Mataram kepada Belanda Jawaban : Mataram melawan VOC ketika dipimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma, karena tidak senang dengan sistem perdagangan monopoli yang diterapkan VOC. Perlawanan terjadi pada Tahun 1619, dengan pasukan yang dipimpin oleh Ki ajeng agul-agul dibantu Dipati Ukur. Saat itu VOC dipimpin oleh JP Coen
Pedoman Penskoran (Marking Scheme) Komponen Penilaian 1 Mataram melawan VOC ketika dipimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma 2 karena tidak senang dengan sistem perdagangan monopoli Skor 3 Tahun 1619 4 4 Ki ajeng agul-agul dibantu Dipati Ukur 9 5 JP Coen 4 Jumlah skor 25 4 4
Kriteria Kompeten Developing Tidak kompeten Penggunaan Referensi Sitasi (citation) Daftar pustaka Minimal ada X referensi dan semuanya adalah sumber terpercaya Sitasi relevan dgn argumen dan ditulis sesuai dgn AAA Lengkap dan sesuai format AAA Minimal ada Y referensi dan sebagian besar dari sumber terpercaya Sitasi ada yg tdk relevan dgn argumen Sebagian besar ditulis sesuai dgn AAA Lengkap dan sesuai format AAA, tetapi beberapa ada kesalahan Referensi kurang dari Y dan sebagian besar dari sumber kurang terpercaya (tdk sesuai dg instruksi) Sitasi sedikit yang relevan dg argumen Tidak mengikuti format Sitasi jarang direferensi Tidak lengkap Sebagian besar tidak sesuai format
Kriteria Kompeten Developing Tidak kompeten Menjawab topik pertanyaan Ungkapan ide/pendapat/gag asan penulis Isi dan argumen sangat relevan dan menjawab topik pertanyaan Ide/pendapat/gag asan penulis dinyatakan dg jelas dan didukung dg bukti dari literatur. Pertanyan topik dijawab Isi dan argumen sebagian besar relevan dan yg kurang relevan tdk mengganggu argumen lain Ide/gagasan/pend apat dinyatakan, tetapi kurang didukung dgn bukti dari literatur Tidak enjawab pertanyaan topik Banyak argumen yang tidak relevan Sebagian besar isi fokus pada topik yang tidak relevan Ide/gagasan/pend apat tdk dinyatakan, atau bila ada tidak didukung dengan bukti dari literatur
PEDOMAN PENILAIAN
Ps 18 Standar Penilaian Pembelajaran 1. SPP merupakan kriteria minimal ttg penilaian proses dan hasil belajar mhs memenuhi CP lulusan 2. Penilaian proses dan hasil belajar: prinsip penilaian, teknik dan instrument penilaian, mekanisme dan prosedur penilaian, pelaksanaan, pelaporan penilaian, kelulusan mhs Psl 23 1. Pelaporan penilaian kualifikasi keberhasilan mahasiswa dlm MK: Huruf A setara angka 4 sangat baik Huruf B setara angka 3 baik Huruf C setara angka 2 cukup Huruf D setara angka 1 kurang Huruf E setara angka 0 sangat kurang 2. PT dpt menggunakan huruf dan angka 3. Hasil penilaian diumumkan ke mhs per sem IPS dan di akhir prodi IPK 4. Cara perhitungan IPS dan IPK
Pedoman Penilaian Penilaian Acuan Norma (PAN) Pemberiam nilai mengacu pada perolehan kelompok. Penilaian Acuan Patokan (PAP) Pemberiam nilai mengacu pada skor standar untuk menggambarkan kemampuan yang sesungguhnya
Pedoman Penilaian Penilaian Acuan Norma (PAN) Pemberiam nilai mengacu pada perolehan kelompok. Nilai Penilaian Acuan Patokan (PAP) Min Rata-rata kemampuan Max Pemberiam nilai mengacu pada skor standar untuk menggambarkan kemampuan yang sesungguhnya 0,5SD 1.SD 1,5SD 1 2 3 4 5 6 7
Penilaian Acuan Norma (PAN) Pemberiam nilai mengacu pada perolehan kelompok Cara : Nilai tertinggi diberi skor 100 skor standar atau Menganggap kemampuan siswa berdistribusi normal A RATA-RATA+1,5xSD AB RATA-RATA+1xSD B RATA-RATA+0,5xSD BC RATA-RATA C RATA-RATA-0,5xSD D RATA-RATA-1xSD E RATA-RATA-1,5xSD 7 6 5 4 3 2 1
Penilaian Acuan Patokan (PAP) Pemberiam nilai mengacu pada skor standar untuk menggambarkan kemampuan akademik yang sesungguhnya Standar ITS SKOR NILAI >=81 A 71 80 AB 66-70 B 61 65 BC 56-60 C 41 55 D =< 40 E
Contoh PAP & PAN TG Q UTS UTS UAS Rumus PAN Standar PAP 70 72 73 70 71 RATA-RATA+1,5xSD 88,6 >88,6 A 75 75 73 72 75 RATA-RATA+1xSD 81,5 81,5-88,5 AB 80 80 85 80 75 RATA-RATA+0,5xSD 74,5 74,5-81,4 B 45 40 50 52 45 RATA-RATA 67,4 67,4-74,4 BC 50 56 56 50 50 RATA-RATA-0,5xSD 60,3 60,3-67,3 C 56 60 56 65 78 RATA-RATA-1xSD 53,3 53,3-60,2 D 78 81 80 95 90 RATA-RATA-1,5xSD 46,3 <53,2 E Rata-rata: 67,4 RATA-RATA =( NILAI)/N = ( Xi)/N SD=14,1 SD = (Nilai ke I - rata-rata)^2)/(n-1)
Contoh PAP No Nama TG1 TG2 TG3 UTS UAS attitude NArata NH 1 Ana 50 76 80 74 70 90 76 AB 2 Budi 41 85 85 75 72 85 76 AB 3 Cinta 62 74 70 70 69 70 69 B 4 Debi 60 75 70 66 68 65 67 B 5 Edo 52 75 66 80 69 80 72 AB 6 Fora 40 62 75 65 61 85 68 B 7 Gading 23 63 75 80 62 80 67 AB 8 Herman 20 85 70 80 65 90 72 AB 9 Ina 10 80 66 80 60 75 65 B 10 Jono 10 85 66 85 63 70 65 B Bobot item 10% 10% 10% 30% 30% 10%
Perbandingan PAN & PAP PAN Positif 1. Bermanfaat untuk seleksi mahasiswa 2. Diagnosis kekuatan/kelemahan mhs di kelas 3. Mengetahui kemampuan awal mhs dalam kelas bantuan (remedial) Negatif 1. Nilai kurang menggambarkan kemampuan akademik yang sesungguhnya PAP 1. Lebih menggambar kan kemampuan akademik 1. Menentukan patokan yang wajar - sulit
= formal, konvensional Paper and pencil test Mengukur kemampuan kognitif KBK? Perlu alat ukur pencapaian kompetensi Tradisional
KBK RP SAP Tingkat kebutuhan belajar Fasilitas Tempat pelaksanaan Management Class Model-model pembelajaran Pelaksanaan Assesmen Evaluasi
Model-model SCL Small group discussion Role play and simulation Contextual learning Cooperative learning Collaborative learning Discovery learning Project based learning Problem based learning Case-study
Hasil survey di Amerika, Canada, dan Inggris. 23 Atribut soft skills yang dominan dibutuhkan di lapangan kerja 1. Inisiatif 2. Etika/ integritas 3. Berfikir kritis 4. Kemauan belajar 5. Komitmen 6. Motivasi 7. Bersemangat 8. Dapat diandalkan 9. Komunikasi lisan 10.Kreatif. 11. Kemampuan analitis 12. Dapat mengatasi stress 13. Menejemen diri 14. Menyelesaikan persoalan 15. Dapat meringkas 16. Berkooperasi 17. Fleksibel 18. Kerja dalam tim 19. Mandiri 20. Mendengarkan 21. Tangguh 22. Berargumen logis 23. Menejemen waktu. Sumber : (center for enterpreuneurship education and development, Halifax, nova scotia, 2004).
Kompetensi: Mahasiswa mampu mendesain jembatan dengan spesifikasi tertentu Mahasiswa berperan dalam proses tender Mahasiswa mampu berkomunikasi secara lisan dan tertulis
Tugas SCL: 1. Mengumpulkan studi kasus tentang kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan desain jembatan 2. Menganalisis kegagalan desain jembatan dari studi kasus yang dikumpulkan pada tugas 1 3. Mendesain sebuah jembatan dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan memproduksinya dalam skala miniatur 4. Berperan dalam proses tender
Spesifikasi jembatan Misal: 1. Panjang jembatan: 65 to 75 cm. 2. Tinggi (tidak termasuk supports): 8 sampai 15 cm. 3. Lebar deck (roadway): 8-12 cm. 4. Tinggi Supports: 10-15 cm. 5. Jarak antar supports minimal 40 cm. 6. Permukaan deck halus (roadway surface) sepanjang jembatan. 7. Pusat jembatan harus didesain untuk testing dengan loading ram.
Kompetensi: Mahasiswa mampu mendesain mouse trap car dengan spesifikasi tertentu Mahasiswa berperan dalam proses tender Mahasiswa mampu berkomunikasi secara lisan dan tertulis
Asesmen Alternatif Asesmen alternatif tidak menghilangkan asesmen konvensional, tetapi merupakan bentuk asesmen lain yang dapat mengukur kemampuan peserta didik yang tidak dapat dijangkau dengan asesmen konvensional. Asesmen alternatif dimaksudkan untuk mengakses kinerja atau hasil belajar peserta didik
Penilaian hasil belajar mhs dengan cara non tradisional Assesmen yang mengharuskan mhs menunjukkan kinerjanya setelah belajar Penilaian hasil belajar mhs secara multidimensional 47
Didasarkan pada kompetensi yg telah ditetapkan Dapat mengukur pencapaian kompetensi
Projek (Project), Investigasi atau penyelidikan (Investigation), Portofolio (Portofolio), Jurnal (Journal), Wawancara (Interview), Konferensi, dan Evaluasi diri oleh siswa (Self Evaluation). Mertler, dalam Classroom Assessment: A Practical Guide for Educators,
Bagaimana cara mendesain rubrik?
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Asesmen harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar peserta didik Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Asesmen harus memberikan sumbangan positif terhadap pencapaian belajar peserta didik. Hasil penilaian harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan bagi siswa yang berhasil atau sebagai pemicu semangat belajar bagi yang kurang berhasil.
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Asesmen harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum. Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Asesmen harus adil terhadap semua peserta didik dengan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, dan jender
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka bagi semua pihak (peserta didik, pengajar, institusi, orang tua, dan pihak lain yang terkait).
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Asesmen dilakukan secara berencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik sebagai hasil kegiatan belajarnya.
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Asesmen dapat dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur termasuk mengumpulkan berbagai bukti hasil belajar peserta didik. Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik meliputi pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), sikap dan nilai (afektif) yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Valid Mendidik Berorientasi pada kompetensi Adil Terbuka Berkesinambungan Menyeluruh Bermakna Asesmen hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti, berguna dan bisa ditindaklanjuti oleh semua pihak
Kegiatan pembelajaran Presentasi Karya tulis Elemen yang dinilai Suara Bahasa tubuh Struktur kalimat Organisasi slide Waktu presentasi Ide/topik yang ditulis Gagasan Argumentasi Organisasi tulisan Format Struktur kalimat
Kegiatan pembelajaran Creative products Collaboration Design Elemen yang dinilai Surprisingness, Novelty Technical quality Cooperation Taking responsibility Conflict resolution Solution effectiveness Solution creativity Justification of solution
Kegiatan pembelajaran Persuasion Analysis (Scientific or otherwise) Judgment Elemen yang dinilai Quality of argument Match of appeal to audience Organization and sequence Data gathering and analysis Interferences made Adequacy of elements considered Articulation of ranking criteria
Proposal tugas akhir Written product Laboratory work Presentation Art product
Business plan Math problem solving Intercultural Team work Group discussion Interview
Kriteria Kompeten Developing Tidak kompeten Penggunaan Referensi Sitasi (citation) Daftar pustaka Minimal ada X referensi dan semuanya adalah sumber terpercaya Sitasi relevan dgn argumen dan ditulis sesuai dgn AAA Lengkap dan sesuai format AAA Minimal ada Y referensi dan sebagian besar dari sumber terpercaya Sitasi ada yg tdk relevan dgn argumen Sebagian besar ditulis sesuai dgn AAA Lengkap dan sesuai format AAA, tetapi beberapa ada kesalahan Referensi kurang dari Y dan sebagian besar dari sumber kurang terpercaya (tdk sesuai dg instruksi) Sitasi sedikit yang relevan dg argumen Tidak mengikuti format Sitasi jarang direferensi Tidak lengkap Sebagian besar tidak sesuai format
Kriteria Kompeten Developing Tidak kompeten Menjawab topik pertanyaan Ungkapan ide/pendapat/gag asan penulis Isi dan argumen sangat relevan dan menjawab topik pertanyaan Ide/pendapat/gag asan penulis dinyatakan dg jelas dan didukung dg bukti dari literatur. Pertanyan topik dijawab Isi dan argumen sebagian besar relevan dan yg kurang relevan tdk mengganggu argumen lain Ide/gagasan/pend apat dinyatakan, tetapi kurang didukung dgn bukti dari literatur Tidak enjawab pertanyaan topik Banyak argumen yang tidak relevan Sebagian besar isi fokus pada topik yang tidak relevan Ide/gagasan/pend apat tdk dinyatakan, atau bila ada tidak didukung dengan bukti dari literatur
Elemen design : Garis, bentuk (shape), warna, nilai (value), tekstur, ruang, form Prinsip design : Kontras, seimbang (balance), kesatuan (unity), emphasis, repetition, movement
Website design for marketing
Kompetensi: Mahasiswa mampu merancang pemasaran melalui website Materi: Konsep pemasaran Segmen pasar Penentuan target pasar Website design Bagaimana rancangan tugas dan asesmennya? Indikator pencapaian: Website pemasaran
http://rubistar.4teachers.org/index.php?s creen=customizetemplate&bank_rubric_i d=26§ion_id=4&
Portfolios are personalized long term documentation of student mastery of course material. An essential element of portfolios are student reflections on their own learning and progression towards the mastery of the material documented in the portfolio. As such, portfolios are windows on the metacognitive process of students.
In order to be useful as assessment tools the portfolio should include entries that demonstrate a progression of student understandings and ultimately mastery of the concepts. Huba and Freed (2000) identify two different portfolio types. All-Inclusive Portfolios that contain a complete record of all work done by a student in a course or program. Selection Portfolios that are focused on documenting the achievement of mastery of specific course goals/objectives set by the course instructor.
http://alt-web.com/templates/basic-1-colfixed.html
Self-evaluation is defined as students judging the quality of their work, based on evidence and explicit criteria, for the purpose of doing better work in the future. When we teach student show to assess their own progress, and when they do so against known and challenging quality standards, we find that there isa lot to gain. Self-evaluation is a potentially powerful technique because of its impact on student performance through enhanced self-efficacy and increased intrinsic motivation