RENCANA KINERJA (RENJA)

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN. penentu arah dan pedoman kegiatan organisasi. 2 Tahun 2005 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Kerja

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT

BAB PENDAHULUAN Latar Belakang

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

DRAFT BAB I PENDAHULUAN

B a b I I G a m b a r a n P e l a y a n a n S K P D Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN

Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) INSPEKTORAT KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Inspektorat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO TAHUN

BAB I PENDAHULUAN RENJA INSPEKTORAT KABUPATEN GRESIK 2018

KATA PENGANTAR. Inspektorat Daerah Kabupaten Barru

PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

KATA PENGANTAR. Banyuwangi, Januari 2013 INSPEKTUR KABUPATEN BANYUWANGI. Drs. DJAFRI YUSUF, MM Pembina Tk. I NIP

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

KATA PENGANTAR. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung tersusunnya Revisi Renstra ini.

LAPORAN KINERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

PENDAHULU AN. Renstra SKPD berisi Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Inspektorat Purworejo kurun waktu

I N S P E K T O R A T

PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN BELITUNG TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

BAB I P E N D A H U L U A N

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

INSPEKTORAT KOTA PASURUAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP-SKPD) TAHUN 2015

BUPATI BLITAR KEPUTUSAN BUPATI BLITAR NOMOR 188/428/ /KPTS/2015 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Kulon Progo

BAB I PENDAHULUAN. Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang

BAB I PENDAHULUAN. Terselenggaranya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance)

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) INSPEKTORAT KABUPATEN BLORA TAHUN 2014

2017, No Berencana Nasional tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berenc

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat Kabupaten Lombok Barat BAB I PENDAHULUAN

Lampiran 4. RENSTRA INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2010 s/d 2015

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

RENJA INSPEKTORAT 2013

DAFTAR INFORMASI PUBLIK INSPEKTORAT KABUPATEN MAGETAN

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

DOKUMEN PENGUKURAN KINERJA ESSELON III TAHUN 2015 INSPEKTORAT KABUPATEN BANYUASIN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

DATA PR0FIL KELEMBAGAAN DAN GOOD GOVERNANCE KANTOR KECAMATAN LAMANDAU

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

Kata Pengantar. Oleh karena itu agar langkah dimaksud dapat menjadi prioritas program lima tahun pembangunan kepegawaian ke depan menyongsong ii

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KATA PENGANTAR. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang. telah memberikan kemudahan sehingga dapat disusun Rencana Kerja

KATA PENGANTAR INSPEKTUR, Drs. Zat Zat Munazat, M.Si NIP Inspektorat Kabupaten Garut

BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tugas Pokok dan Fungsi

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016

INDIKATOR KINERJA UTAMA INSPEKTORAT KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015

BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

KATA PENGNTAR RKT INSPEKTORAT

Inspektorat Daerah Kabupaten Barru

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT KOTA BLITAR TAHUN 2015

WALIKOTA PROBOLINGG0 PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

DAFTAR ISI BAB III ISU-ISU STRATEGIS.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Inspektorat Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan unsur staf dalam

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN EVALUASI KINERJA INSPEKTORAT KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.04/MEN/2011 PEDOMAN PENGAWASAN INTERN LINGKUP KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG

Transkripsi:

RENCANA KINERJA (RENJA) TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG INSPEKTORAT Jalan Arif Rahman Hakim No. 1 Lumajang IV/23-1

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM C. TUJUAN DAN MANFAAT D. GAMBARAN UMUM DAN TUPOKSI BAB II PERENCANAAN STRATEJIK DAN CAPAIAN KINERJA TAHUN SEBELUMNYA A. VISI B. MISI C. TUJUAN D. SASARAN E. CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN F. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN SEBELUMNYA BAB III SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN A. SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA B. PROGRAM, KEGIATAN DAN PERKIRAAN MAJU ANGGARAN BAB IV PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 : FORM RS (Rencana Stratejik) Lampiran 2 : FORM RENJA / RKT(Rencana Kinerja Tahunan) IV/23-2

KATA PENGANTAR Dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu disadari adanya risiko yang dapat menghalangi pencapaian tersebut secara ekonomis, efisien dan efektif, sehingga diperlukan pengendalian internal secara memadai. Salah satu bentuk pengendalian internal tersebut adalah adanya pengawasan internal yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Lumajang. Dalam menyelenggaraan pengawasan internal sebagai bagian dari urusan Otda, pemerintahan umum, persandian, kepegawaian, dan persandian, Inspektorat juga memiliki risiko dalam mencapai tujuan tersebut. Untuk meminimalisir risiko tersebut, Inspektorat menyusun Perencanaan Strategis untuk kurun waktu 5 (lima) tahun yang juga diharuskan dalam peraturan perundangundangan. Sebagai tindak lanjut dari implementasi Rencana Strategis ( Renstra ) Inspektorat Kabupaten Lumajang yang telah disusun untuk masa 5 ( lima ) tahun tersebut, Inspektorat menyusun Rencana Kinerja (Renja) tahun 2013 sebagai pedoman penyelenggaraan pengawasan internal sejak perencanaan sampai dengan pengawasan dan pelaporan yang nantinya berguna dalam proses Responsibilitas dan Akuntabilitas di tahun 2013 yang diharuskan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 dan Permendagri nomor 54 tahun 2010. Demikian untuk menjadikan maklum. Lumajang, September 2012 INSPEKTUR KABUPATEN LUMAJANG ttd HANIFAH DYAH EKASIWI, SE Pembina Utama Muda NIP. 19600505 198503 2 005 IV/23-3

SURAT PERINTAH TUGAS Nomor : 700/ /427.51/2012 Berdasarkan Surat Permintaan Rencana Kinerja (RENJA) tahun 2013 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nomor : 050/1513/427.62/2012 tanggal 17 September 2012 perihal Penyusunan Rencana Kinerja (RENJA) tahun 2013, maka dengan ini kami : Menugaskan : Kepada : 1. Nama : HARI KRISDIANTO, SH, MH NIP. : 19580125 199003 1 004 Pangkat/Gol. Ruang : Pembina Tingkat I / (IV/b) Jabatan : Sekretaris Inspektorat Kab. Lumajang 2. Nama : Drs. MACHMUD, MM NIP. : 19580120 198303 1 005 Pangkat/Gol. Ruang : Pembina Tingkat I / (IV/b) Jabatan : Pengawas Pemerintahan Madya 3. Nama : GUNTUR SAJEKTI, SAP NIP. : 19610131 198303 1 007 Pangkat/Gol. Ruang : Penata Tingkat I / (III/d) Jabatan : Ka.Sub.Bag. Perencanaan 4. Nama : AAN, S.Sos NIP. : 19730828 199303 1 003 Pangkat/Gol. Ruang : Penata / (III/c) Jabatan : Pengawas Pemerintahan Muda 5. Nama : DITYATAMA, ST, SAB NIP. : 19870425 200604 1 003 Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda / (III/a) Jabatan : Pengawas Pemerintahan Pertama Untuk : Menyusun Rencana Kinerja (RENJA) Inspektorat tahun 2013 berdasarkan RENSTRA Inspektorat tahun 2010-2014 pada tanggal 21 s.d 28 September 2012 dan melaporkan hasilnya pada Inspektur Kabupaten Lumajang. Demikian surat ini untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dikeluarkan di : LUMAJANG Pada tanggal : INSPEKTUR KAB. LUMAJANG ttd HANIFAH DYAH EKA SIWI,SE Pembina Utama Muda NIP.19600505 198503 2 005 IV/23-4

BAB I PENDAHULUAN Rencana Kinerja (RENJA) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang diimplementasikan Pemerintah Kabupaten Lumajang. RENJA atau Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan dokumen yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja berupa output dan outcome yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu yang di breakdown dari RENSTRA 5 (lima) tahunan. A. Latar Belakang Dalam mencapai visi dan misi serta tujuan dan sasaran inspektorat yang termuat dalam Renstra 5 (lima) tahunan yang telah ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2015-2019, serta untuk memenuhi ketentuan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 diperlukan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan untuk tahun 2015 sebagai pedoman penyelenggaraan penyelenggaran pengawasan termasuk dalam perencanaan anggaran inspektorat tahun anggaran 2015. Dalam menyusun perencanaan mengacu pada Prinsip-prinsip perencanaan pembangunan daerah yang dimuat dalam Permendagri 54 tahun 2010 diantaranya: a) Merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b) Dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing; c) Mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah; dan d) Dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masingmasing daerah,sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional. Selain untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, Rencana IV/23-5

Kinerja tahunan diperlukan salah satunya untuk mengadopsi perubahan kondisi termasuk risiko-risiko yang mungkin menghalangi pencapaian tujuan dan sasaran Inspektorat karena perencanaan jangka menengah 5 tahunan berisiko bias dan tidak relevan, sehingga tujuan dan sasaran tersebut tetap dapat tercapai secara ekonomis, efisen dan efektif. Renja SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e Permendagri 54 tahun 2010, setidaknya memuat: a. Program dan kegiatan; b. Lokasi kegiatan; c. Indikator kinerja; d. Kelompok sasaran; dan e. Pagu indikatif dan prakiraan maju Penyusunan Renja Inspektorat Kabupaten Lumajang sebagaimana Permendagri 54 tahun 2010 harus dilakukan dengan melalui tahapan sebagai berikut: a. Persiapan penyusunan RenjaSKPD; b. Penyusunan rancangan Renja SKPD; c. Pelaksanaan forum SKPD; dan d. Penetapan Renja SKPD. B. Dasar Hukum 1. Undang undang Nomor : 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. Undang undang Nomor. 17 tahun 2003 tentang. Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 3. Undang undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 4. Undang undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); IV/23-6

5. Peraturan Pemeritah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah; 6. Permendagri nomor 13 tahun 2006 dan Perubahannya; 7. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010; 8. Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 9. Inpres Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi; 10. SE. MENPAN 31/ M PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja; 11. Keputusan Kepala LAN : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Untuk memenuhi ketentuan sehingga penyelenggaraan pengawasan internal oleh Inspektorat Kabupaten Lumajang dapat lebih terencana, terpola dan terpadu Sebagaimana PP 8 tahun 2009 Penyelenggaraan tahapan, tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah dimaksudkan untuk : 1. Meningkatkan konsistensi antar kebijakan yang dilakukan berbagai organisasi publik dan antara kebijakan makro dan mikro maupun antara kebijakan dan pelaksanaan; 2. Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan program; 3. Menyelaraskan perencanaan program dan penganggaran; 4. Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumber daya dan keuangan public; 5. Terwujudnya penilaian kinerja kebijakan yang terukur, perencanaan, dan pelaksanaan sesuai RPJMD, sehingga tercapai efektivitas IV/23-7

perencanaan 2. Manfaat a. Bagi Internal Inspektorat Sebagai pedoman penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015 baik dalam perencanaan termasuk penganggaran, sampai dengan pengawasan termasuk pengukuran kinerja sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. b. Bagi Pemerintah Kabupaten Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015 baik dalam perencanaan termasuk penganggaran, sampai dengan pengawasan termasuk pengukuran kinerja sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Disamping itu RENJA dapat dipergunakan sebagai salah satu bentuk pengendalian untuk memastikan kinerja penyelenggaraan pengawasan Internal dan bahan responsibilitas. c. Bagi Pihak Lainya Sebagai bentuk akuntabilitas dan Transparansi penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015. D. GAMBARAN UMUM DAN TUPOKSI Inspektorat Kabupaten Lumajang merupakan Organisasi Teknis Kabupaten dalam bidang Pengawasan Internal dan melakukan Pemeriksaan Kasus dan Reguler (sesuai PKPT) berikut Kondisi Inspektorat pada bulan September tahun 2014: IV/23-8

1. KONDISI KEPEGAWAIAN Formasi kepegawaian Inspektorat Kabupaten Lumajang mempunyai kondisi : a. Status kepegawaian - Pegawai negeri sipil (PNS) : 36 orang - Tenaga Kontrak : - orang b. Latar belakang pendidikan - Magister (S2) : 2 orang - Sarjana (S1) : 20 orang - Sarjana Muda/Diploma III (D3) : 3 orang - Sarjana Muda/Diploma II (D2) :... orang - Sarjana Muda/Diploma I (D1) :... orang - SLTA : 6 orang - SLTP : 2 orang - SD : 1 orang C Pangkat dan Golongan - Pembina Utama Madya (IV/d) : - orang - Pembina Utama Muda (IV/c) : 1 orang - Pembina Tingkat I (IV/b) : 5 orang - Pembina (IV/a) : 2 orang - Penata Tingkat I (III/d) : 10 orang - Penata (III/c) : 2 orang - Penata Muda Tingkat I (III/b) : 6 orang - Penata Muda (III/a) : 6 orang - Pengatur Tingkat I (II/d) : - orang - Pengatur (II/c) : - orang - Pengatur Muda Tingkat I (II/b) : 1 orang - Pengatur Muda (II/a) : - orang - Juru Tingkat I (I/d) : 2 orang - Juru (I/c) : - orang - Juru Muda Tingkat I (I/b) : 1 orang - Juru Muda (I/a) : - orang D Pejabat Stuktural - Eselon II : 1 orang - Eselon III : 5 orang - Eselon IV : 3 orang Pejabat Fungsional Auditor - Auditor Muda : - orang - Auditor Pertama : 5 orang - Auditor Penyelia : - orang - Auditor Pelaksana Lanjutan : 2 orang - Auditor Pelaksana : - orang Pejabat Fungsional P2UPD - Pengawas Pemerintahan Utama : - - Pengawas Pemerintahan Madya : 2 orang - Pengawas Pemerintahan Muda : 9 orang - Pengawas Pemerintahan Pertama : 2 orang IV/23-9

2. KEDUDUKAN,TUGAS POKOK DAN FUNGSI Sesuai dengan Perda No. 09 tahun 2013 tentang Susunan Organisasi dan tata kerja Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah sebagai berikut : Inspektorat Kabupaten Lumajang merupakan Unsur Pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh seorang Inspektur yang dalam melaksanakan Tupoksinya Inspektur bertanggungjawab langsung kepada Bupati Lumajang dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah. a. Tugas Pokok. Inspektorat mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan Kabupaten, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa pelaksanaan urusan pemerintahan Desa b. Fungsi. Inspektorat mempunyai fungsi : a. Perencanaan Program Pengawasan b. Perumusan Kebijakan dan Fasilitasi pengawasan; dan c. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan IV/23-10

Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Lumajang INSPEKTUR SEKRETARIS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUB BAG PERENCANAAN SUB BAG ADMINISTRASI DAN UMUM SUB BAG EVALUASI DAN PELAPORAN IRBAN WILAYAH I IRBAN WILAYAH II IRBAN WILAYAH III IRBAN WILAYAH IV FUNGSIONAL P2UPD FUNGSIONAL AUDITOR IV/23-11

BAB Ii PERENCANAAN STRATEJIK DAN CAPAIAN TAHUN SEBELUMNYA Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good government governance) pada penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan merupakan dukungan yang utama dalam pencapaian tujuan dan sasaran Pemerintah Kabupaten Lumajang. Kewajiban penyusunan perencanan Stratejik dan Rencana Kinerja Inspektorat didasarkan Perda 9 tahun 2009, rencana Stratejik Inspektorat yang ditetapkan melalui Keputusan Inspektur Kabupaten Lumajang Tentang Rencana Stratejik (Renstra) Inspektorat Kabupaten Lumajang tahun 2015 sampai dengan 2019, disusun sebagai alat kendali dan tolok ukur bagi Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam penyelenggaraan pengawasan. A. VISI Visi merupakan pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan, dan secara potensi untuk terwujud menuju kemana dan apa yang diwujudkan Inspektorat dimasa depan. Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 mengungkapkan bahwa visi merupakan : Rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh Inspektorat. Pernyataan Visi Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah : Menjadi Mitra Yang Andal dalam Mewujudkan Sistem Pengawasan Internal Pemerintah Yang Efektif dan Pemerintah Yang Akuntabel IV/23-12

B. MISI Misi adalah kristalisasi dari keinginan menyatukan langkah dan gerak untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, sedangkan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2009 mendefinisikan visi sebagai : Rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. adapun misi Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah : 1. Meningkatkan Kualitas Pengawasan Internal Pemerintah Daerah; 2. Meningkatkan Penyelesaian Tindaklanjut Hasil Pengawasan 3. Meningkatkan intensitas dan kualitas pembinaan kepada obrik sebagai mitra C. TUJUAN Berdasarkan visi dan misi, maka Inspektorat Kabupaten Lumajang menetapkan tujuan sebagai berikut : 1. Meningkatkan identifikasi dan evaluasi kelemahan penyelenggaraan pemerintahan pada obrik secara tepat dan efektif. 2. Meningkatkan penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. 3. Meningkatkan aktivitas pembinaan kepada auditee yang berkualitas dalam rangka mendukung sistem pengendalian internal yang efektif. D. SASARAN Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, dalam rentang waktu masa Renstra (tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan). Adapun penjabaran tujuan dalam bentuk sasaran - sasaran adalah sebagai berikut: IV/23-13

TUJUAN 1. Meningkatkan identifikasi dan evaluasi kelemahan penyelenggaraan pemerintahan pada obrik secara tepat dan efektif 2. Meningkatnya intensitas Penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan di lingkungan Pemkab Lumajang 3. Meningkatnya aktivitas pembinaan kepada auditee yang berkualitas dalam rangka mendukung sistem pengendalian internal yang efektif SASARAN Terselenggaranya pengawasan secara Berkualitas sesuai standar Terselesaikannya pemantauan tindaklanjut secara berkualitas dan efektif Terselenggaranya pembinaan yang berkualitas dan efektif E. CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2009 mendefinisikan Strategi sebagai : Langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi terdiri dari formulation strategic, implementation strategis, serta implementation strategic. Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra akan dicapai dengan berbagai strategi yang dibutuhkan untuk keperluan tersebut berupa Kebijakan dan Program. Upaya upaya pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra bukan merupakan hal yang mutlak (rigid) tetapi berfungsi sebagai acuan bagi Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam melaksanakan tanggung jawab penyelenggaraan pengawasan untuk memaksimalkan usaha pencapaian tujuan dan sasaran Inspektorat dan sumbangsih pencapaian tujuan dan sasaran Pemerintah Kabupaten. Strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra didasari asumsi asumsi kondisi makro dan kondisi regional pada saat penyusunannya serta prediksi selama lima tahun kedepan. Karena itu seiring dengan tuntutan perubahan yang ada ditengah masyarakat maka tidak tertutup kemungkinan dilaksanakannya berbagai upaya lain dalam rangka memaksimalkan pencapaian tujuan dan sasaran, termasuk perbaikan kebijakan, pengembangan program, peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak dan aransemen kelembagaan dalam rangka optimalisasi Penyelenggaraan Pengawasan Inspektorat Kabupaten Lumajang. Adapun strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam Dokumen Renstra selengkapnya dituangkan dalam formulir perencanaan stratejik (Lampiran I : Formulir RS) IV/23-14

F. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN SEBELUMNYA Rencana Kinerja tahunan merupakan hasil dari proses pengintegrasian antara perencanaan stratejik dengan penganggaran yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan. Proses ini dilaksanakan setiap awal tahun anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan Inspektorat yang merupakan breakdown tahunan dari rencana strategis jangka menengah 5 (lima) tahunan. Bidang umum dan pemerintahan memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya baik dalam penyediaan maupun pendistribusiannya. Penyelenggaraan urusan umum dan pemerintahan termasuk mencakup pelaksanaan pengawasan internal pemerintah yang menjadi tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Lumajang. Perencanaan kinerja masing masing bidang yang telah ditetapkan oleh Inspektorat Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam tahun 2014 capaian kinerjanya dapat diuraikan sebagai berikut : No. SASARAN TERCAPAI I BIDANG UMUM DAN PEMERINTAHAN 1 Terselenggaranya Intensitas dan efektifitas peleksanaan pemeriksaan di Daerah 2 Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja SKPD KURANG TERCAPAI TIDAK TERCAPAI 3 Terselenggaranya Penanganan kasus Pengaduan Masyarakat secara tepat 4 Tersedianya sarana dan prasarana pemeriksaan yang memadahi 5 Meningkatnya kualitas SDM Aparat Pengawasan di Daerah IV/23-15

Capaian sasaran dan indikator kinerja yang diperoleh dalam tahun 2014 secara lebih detail adalah sebagai berikut : SASARAN 1. Terselenggaranya Intensitas dan efektifitas peleksanaan pemeriksaan di Daerah INDIKATOR SASARAN 1.1 Tersusunnya PKPT dan terdukungnya kegiatan pengawasan secara memadai. 1.2 Prosentase jumlah LHP dibanding jumlah target obrik 1.3 Prosentase jumlah saran yang sudah ditindaklanjuti dibandingkan jumlah saran atas temuan 1.4 Prosentase jumlah LHP Riksus yang diterbitkan KINERJA TARGET REALISAS I CAPAIA N % % % 100 96 96 54 54 100 540 395 76.04 3 3 100 2 Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja SKPD 2.1 Peningkatan kualitas AKIP 8 8 100 3 Terselesaikannya penanganan kasus pengaduan masyarakat secara tepat 4 Tersedianya sarana dan prasarana pemeriksaan yang memadai 5 Meningkatnya kualitas SDM aparat pengawasan 2.2 Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pemda yang ditunjukkan dengan penurunan nilai temuan hasil reviu 2.3 Peningkatan jumlah SKPD yang memahami dan menerapkan SPIP 3.1 Jumlah pengaduan yang diselesaikan dibanding jumlah pengaduan berkadar pengawasan yang ditangani 4.1 Prosentase peningkatan kuantitas dan terjaganya kualitas sarana pengawasan 5.1 Meningkatnya jumlah aparat pengawasan yang mengikuti diklat 71 64 90,64 3 3 100 13 10 76,92 5 3,7 74 30 24 80 Rata-rata Capaian 90,25 IV/23-16

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran Inspektorat pada tahun 2014 tersebut dan Upaya yang sedang dan akan dilaksanakan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain : No. HAMBATAN UPAYA MENGATASI HAMBATAN 1. SDM secara umum masih terbatas kuantitas maupun kualitasnya 2. Terbatasnya sarana dan prasarana pendukung pengawasan Mengoptimalkan SDM yang ada dengan jalan meningkatkan kemampuannya dengan diklat-diklat, bintek, pembinaan, sosialisasi baik formal maupun non formal. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung pengawasan yang memadai 3. Kurangnya jumlah tenaga di Inspektorat dibanding dengan jumlah obrik yang ada sehingga beban kerja lebih berat 4. Sistem dan Prosedur Pengawasan yang belum memadai 5. Belum adanya regulasi dan reward yang memadai bagi Pejabat Pemeriksa khususnya dalam penanganan kasus 6 Adanya temuan pemeriksaan yang berulang dan sulit ditindaklanjuti - Mengoptimalkan tenaga yang ada; - Mengajukan penambahan personil melalui BKD Pengembangan sistem, prosedur, kebijakan serta teknis penyelenggaraan pengawasan. Mengajukan insentif tambahan penghasilan bagi aparat pengawasan. Peningkatan pemahaman dan Optimalisasi pelaksanaan pengawasan IV/23-17

BAB III SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN C. Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran. Yang dimaksud dengan indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana stratejik. Masing-masing sasaran, program, maupun kegiatan dalam rangka pengukuran capaiannya diperlukan indikator kinerja, beberapa indikator kinerja diantaranya Indikator input, output, dan outcome. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan, yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. Sedangkan Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. Berikut adalah Sasaran dan target yang ingin dicapai Inspektorat Kabupaten Lumajang di tahun 2015 : No Uraian Sasaran Indikator Kinerja 1. Terselenggaranya Intensitas dan efektifitas peleksanaan pemeriksaan di Daerah Tersusunnya PKPT secara tepat waktu Formula Indikator Jumlah hari penyusunan PTKPT Target Kinerja 2014 32 hari IV/23-18

2. Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja SKPD 3. Terselesaikannya penanganan kasus dan pengaduan masyarakat secara tepat 4. Tersedianya sarana dan prasarana pemeriksaan yang memadai 5. Meningkatnya kualitas SDM aparat pengawasan Persentase Obyek Pemeriksaan yang diaudit Persentase temuan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti Persentase Kegiatan Pembangunan Yang Diawasi dan Dievaluasi Peningkatan kualitas Penyelenggaraan Sistem AKIP Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pemda Peningkatan jumlah SKPD yang memahami dan menerapkan SPIP Persentase kasus dan pengaduan di lingkungan pemerintahan daerah yang ditangani Persentase peningkatan kuantitas dan terjaganya kualitas sarana pengawasan Meningkatnya jumlah aparat pengawasan yang mengikuti diklat/bintek/ Sejenisnya Persentase jumlah LHP yang terbit dibanding jumlah seluruh LHP yang seharusnya terbit Prosentase jumlah saran yang sudah ditindaklanjuti dibandingkan jumlah seluruh saran atas temuan Laporan Hasil Reviu LPPD Secara Tepat Waktu Katagori Capaian Kinerja pada LAKIP Inspektorat Jumlah LAKIP SKPD yang Dievaluasi dibanding Seluruh Jumlah LAKIP SKPD Jumlah Temuan atas Kelemahan Sistem dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Jumlah SKPD yang dilakukan Pemetaan Risiko (Risk Assessment) Jumlah kasus yang diselesaikan dibanding jumlah kasus berkadar pengawasan yang ada Nilai penambahan Aset dibagi jumlah Aset yang telah ada dan beroperasi dengan baik Jumlah aparat pengawasan yang mengikuti diklat/bintek/ kegiatan Sejenisnya Jumlah pelatihan kantor sendiri PKS yang dilaksanakan dalam 1(satu) tahun 54 LHP, 100% 93% 100% >80% 12 SKPD, 16% 10 Temuan 1 SKPD 52 kasus, 83% >4% 35 orang 6 kali IV/23-19

D. Program, kegiatan dan perkiraan maju 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran No Uraian Kegiatan 1 Pelayanan Administrasi dan Operasional Perkantoran Pagu 2015 Berikutnya 382.250.500,- 371.558.000,- DAU Sumber 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur No Uraian Kegiatan 1 Pengadaan Perlengkapan dan Peralatan Gedung Kantor 2 Pengadaan Perlengkapan dan Peralatan Kantor 3 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan dinas/operasional 4 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan dan Peralatan Gedung Kantor 5 Pemeliharaan Rutin/ Berkala perlengkapan dan Peralatan kantor Pagu 2015 Berikutnya 25.430.000,- 10.000.000,- DAU 79.500.000,- 79.500.000,- DAU 99.700.000,- 65.000.000,- DAU 10.560.000,- 4.000.000,- DAU 25.300.000,- 27.000.000,- DAU Sumber 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur No Uraian Kegiatan 1 Pengadaan Pakaian Khusus hari-hari tertentu Pagu 2014 Berikutnya 16.650.000,- 9.000.000,- DAU Sumber 4. Program Peningkatan Sumberdaya Aparatur No Uraian Kegiatan 1 Pengiriman Aparatur Dalam rangka Diklat/ Sosialisasi/ Bintek/ dan Sejenisnya Pagu 2014 Berikutnya 30.000.000,- 20.000.000,- DAU Sumber 5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan No Uraian Kegiatan 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi SKPD/ LAKIP Pagu 2014 Berikutnya 1.500.000,- 5.600.000,- DAU Sumber IV/23-20

2 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran dan Prognosis Realisasi 3 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun 1.500.000,- 2.500.000,- DAU 2.000.000,- 2.500.000,- DAU 6. Program Peningkatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah No Uraian Kegiatan Pagu 2014 Berikutnya 1 Reviu Laporan Keuangan Daerah 75.000.000,- 75.000.000,- DAU Sumber 7. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah No Uraian Kegiatan Pagu 2014 Berikutnya 1 Pelaksanaan pengawasan Internal dan 383.810.000,- 392.800.000,- DAU Tindaklanjut Pengawasan Secara Berkala 2 Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan 10.000.000,- 15.000.000,- DAU 3 Inventarisasi Temuan Pengawasan 25.000.000,- 30.000.000,- 4 Tindaklanjut Hasil Temuan 75.000.000,- 60.000.000,- DAU DAU Pengawasan 5 Audit, Monitoring, dan Evaluasi Hasil - 25.000.000,- 25.000.000,- DAU Hasil Pembangunan 6 Koordinasi Pengawasan yang lebih 56.000.000,- 60.000.000,- DAU komprehensif 7 Penyusunan dan Updating Peta Pengawasan (Audit Universe) 23.000.000,- 23.000.000,- DAU Sumber 8. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan No Uraian Kegiatan 1 Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan Pagu 2014 Berikutnya 128.150.000,- 95.000.000,- DAU Sumber 9. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan No Uraian Kegiatan 1 Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan Pagu 2014 Berikutnya 25.000.000,- 20.000.000,- DAU Sumber IV/23-21

10. Program Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah No Uraian Kegiatan 1 Pemetaan Risiko Kondisi Lingkungan SPIP 2 Bimbingan Teknis bagi satgas SPIP- SIKD Pagu 2014 Berikutnya 60.000.000,- 60.000.000,- DAU 75.000.000,- 75.000.000,- DAU Sumber 11. Program Peningkatan Percepatan Pemberantasan Korupsi No Uraian Kegiatan 1 Penanganan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) 2 Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Pelaksanaan percepatan pemberantasan Korupsi Pagu 2014 Berikutnya Sumber 30.000.000,- 35.000.000,- DAU 30.000.000,- 30.000.000,- DAU 2.001.462.500,- 1.805.458.000,- IV/23-22

BAB IV PENUTUP Rencana Kinerja (RENJA) atau Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan tindak lanjut dari implementasi Rencana Strategis ( Renstra ) Inspektorat Kabupaten Lumajang yang telah disusun untuk masa 5 ( lima ) tahun. Untuk mewujudkan semua yang telah direncanakan dalam Rencana Kinerja (RENJA) Tahun 2015 ini, diperlukan Kompetensi, Independensi, Due Professional Care, dan Komitmen yang kuat dari semua pihak sebagai upaya untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Lumajang yang didukung dengan pengawasan internal yang berkualitas sesuai Peran masing-masing. Namun sebaik apapun perencanaan disusun, ALLAH SWT yang menentukan keberhasilan perencanaan tersebut. Demikian untuk menjadikan maklum dan dipergunakan sebagaimana ketentuan. IV/23-23