Cara membuat network planning manual

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN MANAJEMEN PELAKSANAAN PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM POLITEKNIK NEGERI MANADO

Laporan mingguan proyek kontraktor berisi berbagai data pekerjaan yang antara lain sebagai berikut:

BAB 5 PERENCANAAN WAKTU

Operations Management

JALUR KRITIS (Critical Path)

... Sebelum perencanaan suatu proyek dapat dimulai, harus diterbitkan dahulu ikhtisar-ikhtisar peraturan yang berlaku sejelas-jelasnya. Tujuan-tujuan

PERENCANAAN WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI

BAB II LANDASAN TEORI

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN WAKTU

MANAJEMEN WAKTU PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada Proyek Pemasangan 3 (tiga) unit Lift Barang di

BAB II LANDASAN TEORI

Kata kunci: perbandingan biaya, penambahan tenaga kerja, jam kerja (kerja lembur), time cost trade off

DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

Kata kunci: PERT, penambahan jam kerja (lembur), lintasan kritis, Time Cost Trade Off.

PROJECT TIME MANAGEMENT (MANAJEMEN WAKTU PROYEK BAG.1) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK)

Operations Management

finansial kurang baik. Keadaan finansial suatu proyek mempengaruhi prestasi kerja

PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK (Perencanaan Waktu-3 : CPM)

BAB I PENDAHULUAN. Jasa konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan

NETWORK PLANNING. Pendahuluan

PERTEMUAN 11 Float dan Lintasan Kritis

PERENCANAAN PERCEPATAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan

Peristiwa paling akhir / waktu paling lambat dari event (SPL) adalah: a. EET b. ETL c. ETC d. LET e. TEL

I T S INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA. Biodata Penulis TRI WAHYU NUR WIJAYANTO

MANAJEMEN WAKTU PROYEK

KATA PENGANTAR. luhur, semangat, dan tanggung jawab sehingga saya telah menyelesaikan Skripsi ini

BAB II STUDI PUSTAKA

ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN KERJA (NETWORK PLANNING)

NETWORK PLANNING. Oleh : Ir. Hartono, MT Aldin Ardian, ST, MT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. teknologi konstruksi (construction technology) dan manajemen konstruksi (construction

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U III. Sumber: Ir. Faisol AM., MS

Kata kunci: optimum, percepatan, lembur, least cost analysis.

BAB II Tinjauan Pustaka

ANALISIS KONSEP CADANGAN WAKTU PADA PENJADWALAN PROYEK DENGAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Rumah Sakit Prima)

Pertemuan 5 Penjadwalan

BAB III METODOLOGI LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

Manajemen Proyek. Teknik Industri Universitas Brawijaya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

STUDI KASUS PENJADWALAN PROYEK PADA PROYEK RUMAH TOKO X MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2010

BAB IV METODELOGI PENELITIAN. Samsat Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo. pengawas, dan lain-lain. Variabel-variabel yang sangat mempengaruhi

BAB III LANDASAN TEORI

NETWORK (Analisa Jaringan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. perusahaan selain manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran dan

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK. tahapan tahapan tertentu dalam pengerjaannya. Berlangsungnya kemajuan

BAB VI PENGENDALIAN PROYEK. proses pemikiran yang tangguh dalam mengatasi persoalan pelaksanaan

Proyek : Kombinasi dan kegiatan-kegiatan g (activities) yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan mengikuti suatu urutan tertentu sebelum se

Riset Operasional. ELEMEN ANALISIS JARINGAN menggunakan beberapa istilah dan simbol berikut ini:

Critical Path Method (CPM) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan. Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini ialah :

Buku 2 : RKPM (Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan) Modul Pembelajaran Pertemuan ke 6

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

2014 PEMBUATAN PENJADWALAN SUATU PROYEK DENGAN METODE CPM ( ) BERBASIS MICROSOFT PROJECT

PERCEPATAN WAKTU PADA SUATU PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III LANDASAN TEORI. A. Manajemen Proyek

BAB 14 PENJADWALAN. Bab ini merinci langkah 4, 5 dan 6, jaringan kerja dan jadwal.

BAB 14 PENJADWALAN. Bab ini merinci langkah 4, 5 dan 6, jaringan kerja dan jadwal.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PROJECT PLANNING AND CONTROLLING GEDUNG RUSUNAWA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN MS.PROJECT

PENGARUH PERCEPATAN DURASI TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: TOKO MODISLAND MANADO)

Perencanaan dan Pengendalian Proyek. Pertemuan V

BAB III METODOLOGI 3.1. TINJAUAN UMUM

PENENTUAN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN REHABILITASI JALAN ALIANYANG KOTA PONTIANAK DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Iindustri Medan. Proyek ini berlokasi di jalan Pulau Natuna-1, Kawasan Industri

waktu penyelesaian proyek selama 330 hari. Sedangkan pada penjadwalan dengan

Sejarah : Henry L. Gantt ( 9 ) menciptakan Bar Chart untuk mengontrol kegiatan dalam proyek, namun tidak menjelaskan urutan kegiatannya Booz, Allen da

ANALISIS KEUNTUNGAN KONTRAKTOR DENGAN VARIASI MODAL KERJA DAN SISTEM PEMBAYARAN PADA PROYEK THE ROYAL BUKIT JIMBARAN

OPTIMALISASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE LEAST COST ANALYSIS (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Extentionn Mall Denpasar Junction)

PERENCANAAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK TOKO MODISLAND MANADO DENGAN METODE CPM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN OPTIMALISASI BIAYA MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TUGAS AKHIR STUDI OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK KONSTRUKSI

TUGAS AKHIR NOMOR: 951/WM/FT.S/SKR/2016

STUDI PENJADUALAN, PERENCANAAN BIAYA DAN PENGENDALIAN JADUAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MICROSOFT PROJECT 2003

PENJADWALAN PROYEK DENGAN ALAT BANTU PROGRAM PRIMAVERA PROJECT PLANNER 3.0 (P3 3.0)

TEKNIK ANALISA JARINGAN (CPM)

3.11. Program Microsoft Project BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Tahap dan Prosedur Penelitian

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian

PERENCANAAN ALOKASI MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG HOTEL TRI STAR MAKASSAR MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT

Buku 2 : RKPM (Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan) Modul Pembelajaran Pertemuan ke 5

EMA302 - Manajemen Operasional Materi #9 Ganjil 2014/2015. EMA302 - Manajemen Operasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAR CHART METHOD NETWORK ANALYSIS

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terlambat. Penyebab keterlambatan yang sering terjadi adalah akibat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Tugas Akhir HENDRAWAN MARTHA PRADIKTA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Critical path methode (CPM)/Program Evaluation and Review Tecnique (PERT)

Transkripsi:

Cara membuat network planning manual Melanjutkan artikel sebelumnya tentang pengertian network planning selanjutnya kita akan mencoba membuat secara sederhana dan untuk memudahkanya maka dirangkum dalam bentuk tutorial cara membuat network planning manual. kenapa manual? karena untuk membuatnya juga bisa menggunakan bantuan software seperti MS Project. contoh pekerjaan yang akan kita gunakan sebagai data adalah pasangan pondasi batu kali yang sebelumnya sudah kita buat dalam bentuk bar chart dan kurva S. sebagai langkah awal kita buat terlebih dahulu rincian item pekerjaan yang ada. Daftar item pekerjaan pasangan pondasi batu kali dengan target total waktu pelaksanaan adalah 8 hari kerja NO JENIS PEKERJAAN DURASI WAKTU A Persiapan 6 hari B Galian tanah 2 hari C Lantai kerja 2 hari D Pasir urug 1 hari E Pasangan batu kali 3 hari F Urugan tanah kembali 0 hari Jika kita jumlahkan total durasi waktu adalah 15 hari padahal targetnya hanya 8 hari, disinilah kita memerlukan pembuatan network planning untuk mengatur perletakan jadwal yang bagus. Dari tabel rincian pekerjaan dan durasi waktu tersebut maka dapat kita pikirkan bagaimana urutan kegiatan pasangan pondasi batu kali akan kita lakukan, pada bagian mana pekerjaan yang harus selesai sebelum dapat mengerjakan kegiatan lain, dan pada item pekerjaan mana yang waktu pelaksanaanya tidak mempengaruhi kegiatan lain, secara umum dapat kita tuliskan bayangan urutan kerja sebagai berikut pekerjaan persiapan dilakukan diawal pekerjaan sampai berkakhirnya kegiatan. Galian tanah harus selesai sebelum dapat melakukan pekerjaan pembuatan lantai kerja. Setelah membuat lantai kerja lalu dilanjutkan pekerjaan pasir urug dan pasangan batu kali. Urugan tanah kembali baru bisa dilakukan setelah kegiatan pemasangan selesai. Dari data dan logika berpikir tersebut maka dapat kita tuangkan kedalam sebuah diagram network planning agar fikiran kita dapat mengerti orang lain sekaligus sebagai pedoman dalam penentuan jadwal pelaksanaan setiap item pekerjaan sehingga secara global pekerjaan dapat selesai dalam waktu yang direncanakan. Jadi cara membuat network planning adalah seperti gambar berikut

Pada gambar diatas kita temui bentuk dan huruf yang artinya adalah Huruf A, B, C, D = item pekerjaan Angka diatas panah menunjukan durasi waktu Angka lingkaran sebelah atas menunjukan durasi hari berasal dari penjumlahan angka yang diatas tanah dan waktu sebelumnya ( dhitung kedepan ) Angka lingkaran sebelah atas menunjukan durasi hari berasa dari pengurangan angka durasi pekerjaan dikurangi angka diatas panah ( dihitung mundur ) Garis panah solid menunjukan pekerjaan yang masuk lintasan kritis, sedangkan garis panah putus-putus menunjukan pekerjaan yang santai. Demikian sekilas tentang cara membuat network planning manual, bagi yang hendak menambahkan atau koreksi bisa dilanjut dibawah

Pengertian network planning adalah Pengertian network planning adalah sebuah jadwal kegiatan pekerjaan berbentuk diagram network sehingga dapat diketahui pada area mana pekerjaan yang termasuk kedalam lintasan kritis dan harus diutamakan pelaksanaanya. cara membuat network planning bisa dengan cara manual atau menggunakan software komputer seperti ms project. untuk membuatnya kita membutuhkan data-data yaitu Jenis pekerjaan yang dibuat detail rincian item pekerjaan, contohnya jika kita akan membuat network planning pondasi batu kali maka apabila dirinci ada pekerjaan galian tanah, pasangan pondasi batu kali kemudian urugan tanah kembali. Durasi waktu masing-masing pekerjaan, dapat ditentukan berdasarkan pengalaman atau menggunakan rumus analisa bangunan yang sudah ada. Jumlah total waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode pelaksanaan konstruksi sehingga dapat diketahui urutan pekerjaan.

Selain network planning kita kenal juga jenis jadwal lain yang digunakan dalam melaksanakan proyek seperti kurva S, Bar chart, schedule harian mingguan bulanan dll. Contoh network planning ( Gambar Update ) Cara membuat network planning Seperti sudah kita ketahui sebelumnya bahwa untuk membuatnya bisa menggunakan cara manual atau dengan bantuan komputer. nah kita akan mencoba membuat artikel khusus tentang urutan pembuatanya sehingga bisa lebih jelas. Kegunaan network planning 1. Untuk mengatur jalanya proyek. 2. Mengetahui lintasan kritis pekerjaan. 3. Untuk mengetahui jenis pekerjaan mana yang tidak masuk lintasan kritis sehingga pengerjaanya bisa lebih santai sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama yang harus tepat waktu. 4. Mengetahui pekerjaan mana yang harus diutamakan dan dapat selesai tepat waktu.

5. Sebagai rekayasa value engineering sehingga dapat ditentukan metode kerja termurah dengan kualitas terbaik. 6. Untuk persyaratan dokumen tender lelang proyek. Di bangku kuliah khususnya jurusan teknik sipil kita mempelajarinya pada mata pelajaran manajemen konstruksi atau pada mata kuliah rencana anggaran biaya bangunan ( RAB ), dalam pekerjaan banyak digunakan oleh kontraktor, konsultan pengawas atau konsultan perencana untuk mengatur jalanya proyek pembangunan. jadi bagi yang kebetulan mahir dalam membuatnya dan bersedia berbagai tentang ilmu penjadwalan proyek ini sehingga bisa bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan dan mencari network planning

Contoh laporan mingguan proyek kontraktor Laporan mingguan proyek merupakah sebuah pertanggung jawaban dalam bentuk tertulis mengenai kegiatan yang sudah dijalankan selama satu minggu untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis, laporan mingguan ini dibuat oleh kontraktor atau konsultan pengawas untuk diberikan kepada owner atau pemilik proyek. dengan adanya laporan ini maka proses pelaksanaan pekerjaan dapat diarsipkan. Sebelum membuat laporan mingguan proyek maka terlebih dahulu dibuat laporan harian proyek yang merupakan laporan per hari mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan, dari 7 laporan harian proyek tersebut maka dapat dibuat rekap selama satu minggu kerja dalam bentuk laporan mingguan.

Laporan mingguan proyek kontraktor berisi berbagai data pekerjaan yang antara lain sebagai berikut: 1. Nomor laporan mingguan 2. Nama kontraktor dan nama konsultan 3. Judul laporan 4. Nama proyek yang dibuat laporan. 5. Periode tanggal dan waktu laporan 6. Jumlah tenaga kerja dan keahlian masingmasing tenaga kerja selama satu minggu bekerja di proyek, dapat dibuat dalam bentuk tabel untuk mengisi jumlah absen harian. 7. Pekerjaan yang dilaksanakan dibuat sejelas mungkin mengenai lokasi pekerjaan, nama pekerjaan dan besarnya volume progres yang sudah diselesaikan selama satu minggu penuh. 8. Bahan atau material yang telah digunakan 9. Alat kerja yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan. 10. laporan curah hujan atau cuaca selama proses pelaksanaan proyek berlangsung satu minggu, laporan ini cuaca ini dapat digunakan kontraktor sebagai alasan keterlambatan kerja untuk menghindari denda keterlambatan pekerjaan dikemudian hari. 11. form perseyujuan konsultan pengawas atau managemen konstruksi.

12. Form pengajuan kontraktor atau yang membuat laporan mingguan proyek. 13. Lampiran -lampiran foto pelaksanaan proyek maupun hasil akhir kegiatan. 14. serta data-data lain menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pemilik proyek. Masing-masing perusahaan kontraktor atau konsultan pengawas biasanya mempunyai starandar formulir laporan minggunan tersendiri untuk digunakan disetiap pekerjaan proyek. dari laporan mingguan proyek ini kemudian dibuat rekap dalam bentuk bulan selama 1 bulan penuh. Berikut ini contoh laporan mingguan proyek yang dibuat dengan software microsoft excel barangkali berguna

Format laporan mingguan diatas hanya sebagai contoh saja yang dalam penggunaanya dapat dimodifikasi tata letak tabel dan tampilanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing

Teknik penyusunan Jaringan Kerja / Network Planning MINGGU, FEBRUARI 19, 2012 ADI ATMADILAGA 4 COMMENTS Pada dasarnya network planning adalah suatu cara penggambaran kegiatan proyek dalam bentuk simbolsimbol network. Simbol-simbol yang digunakan adalah: 1) Event (Kejadian= Peristiwa=Saat). Event adalah saat dimulainya atau berakhirnya suatu kegiatan. Simbul yang digunakan biasanya berupa lingkaran atau ellips. Ruangan sebelah kiri digunakan untuk memberi identitas dari event itu, biasanya berupa bilangan (tak berdimensi).

Ruangan kanan digunakan kapan terjadinya kejadian itu, bagian kanan atas menunjukkan kapan paling cepat saat itu terjadi (EET=Earliest Event Time) dan kanan bawah menunjukkan paling lambat saat itu boleh terjadi (LET=Latest Event time). Setiap kegiatan selalu dimulai oleh sebuah event (disebut Start event atau saat dimulai) dan berakhir pada event lain (disebut finísh event atau saat selesai). Event tidak membutuhkan waktu. 2) Kegiatan (Activity). Kegiatan adalah setiap bagian dari pekerjaan proyek yang membutuhkan waktu untuk dilaksanakan, juga membutuhkan biaya, tenaga kerja serta peralatan, simbol yang digunakan adalah anak panah. Bagian ekor anak panah terdapat saat mulai dan bagian ujungnya terdapat saat berakhirnya. Karena network merupakan rangkaian anak panah maka network disebut directed network (terarah). Diatas anak panah tertuliskan (secara singkat) nama kegiatan (misal: Pembelian mesin,

galian pondasi dsb). Dibawahnya dituliskan lamanya kegiatan tersebut, dalam satuan waktu yang seragam dengan kegiatan lainnya (misal: dalam jam, hari, minggu dsb). Dalam rangka menempatkan suatu anak panah dalam suatu jaringan kerja harus bisa menjawab dua pertanyaan dibawah ini: Kegiatan apakah yang sudah harus selesai sebelum sesuatu kegiatan tertentu dapat dimulai? Adakah kegiatan-kegiatan lain yang dapat dikerjakan secara bersama-sama? 3) Dummy Activity (Kegiatan Semu)

Kegiatan semu (dummy activity) dalam network planning digunakan simbul anak panah yang terputus-putus. Adanya kegiatan semu bisa terjadi karena halhal sebagai berikut: 1. Setiap kegiatan harus mempunyai identitas tersendiri yang dinyatakan oleh nomor start event dan nomor finish event Karena itu diperlukan Dammy, gambar diatas dirobah menjadi sebagai berikut: Dummy adalah: suatu kegiatan yang tidak memerlukan sumberdaya dan tanpa dimensi waktu.

Kegiatan B identitasnya 2-4 Kegiatan C identitasnya 2-5 Kegiatan D identitasnya 4-5 b) Misalnya hubungan (relationship) antar kigiatan adalah sebagai berikut: Kegiatan B baru bisa dimulai setelah kegiatan A selesai, sedangkan kegiatan D baru bisa dimulai setelah kegiatan A dan C selesai. Untuk menggambarkan relationship seperti tersebut diperlukan dummy

4) Prosedur. Langkah-langkah yang harus diambil dalam melakukan perencanaan dengan network adalah sbb: Menentukan batasan-batasan dari pekerjaannya. Tentukan kapan dapat dimulai dan kapan harus diakhiri. Memecah (break down) pekerjaan itu menjadi kegiatan-kegiatan.untuk ini perencana harus bekerjasama dengan pelaksana. Secara lengkap semua kegiatan yang akan dilaksanakan harus dicatat, apabila ada kegiatan yang terlupakan akibatnya sangat fatal. Oleh karena itu dalam tahapan ini perlu mendapatkan perhatian dan usaha yang intensif. Dan juga pemecahan pekerjaan kedalam kegiatan-kegiatan itu harus menghasilkan kegiatankegiatan yang setingkat, dalam istilah network. Misalnya kegiatan memaku tidak setingkat dengan kegiatan pengurugan tanah, dan sebagainya. Tentukan urutan-urutan dari kegiatan diatas, urutan-urutan ini disebut precedence relationship, dalam menentukan urutan-urutan ini kita harus berpihak pada pengetahuan logika, (kita tidak

bisa memasang atap kalau penunjangnya belum terpasang). Kegiatan mana yang harus mendahului kegiatan yang lain. Kegiatan mana yang harus mengikuti kegiatan yang lain. Kegiatan mana yang harus dilaksanakan secara serentak. Dari informasi mengenai hubungan (relationship) antara setiap kegiatan dalam pekerjaan dibuatkan diagram jaringannya, dalam hal ini harus dingat bahwa suatu pekerjaan dimulai pada suatu event (saat mulai atau start event) dan berakhir pada suatu event lain (saat selesai atau finish event). Hubungan ini bisa digambarkan sebagai berikut: Misalnya : Kegiatan D baru bisa dimulai setelah kegiatan A, B dan C selesai. Simbol:

5. Waktu Untuk dapat menghitung jangka waktu proyek (Total Project time) serta semua event time, terlebih dahulu harus diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan (activity duration).

EET = Earlist Event Time (saat paling cepat terjadi) LET = Latest Event Time (saat paling lambat terjadi) X(1-2) = Jenis kegiatan. D(1-2) = Duration (waktu pelaksanaan) EET2 = EET1 + X (1-2). LET1 = LET2 D (1-2). EST = Earlist Start Time (waktu tercepat kegiatan dapat dimulai). LST = Lastest Start Time (waktu paling lambat kegiatan masih dapat dimulai). EST = EET1 (EET1 + D (1-2) = EET2). LST = LET1 + D (1-2) LET2. 6) Lintasan Kritis = Waktu Kritis. Lintasan kritis atau waktu kritis adalah jumlah waktu pelaksanaan didalam suatu event yang tidak boleh dilampaui dalam melaksanakan suatu rangkaian kegiatan. Apabila waktu pada salah satu event didalam rangkaian lintasan kritis tersebut ada yang terlampaui maka penyelesaian proyek tersebut dapat dipastikan

mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditentukan, oleh karena itu pada lintasan kritis ini perlu perhatian dan pengawasan yang ekstra ketat. Lintasan kritis terjadi pada suatu event yang mempunyai: EET=LET. EET (Saat paling cepat terjadi): o Mulai dari event yang pertama kearah kanan menuju event yang terakhir. o Dengan cara penjumlahan. o Apabila EET dari satu event tergantung oleh lebih dari satu kegiatan maka yang menentukan adalah hasil penjumlahan yang terbesar.

LET (Saat paling lambat terjadi). o Mulai dari event yang terakhir kearah kiri menuju event yang pertama dengan cara pengurangan. o Apabila LET dari suatu event tergantung pada lebih dari satu kegiatan, maka yang menentukan adalah hasil pengurangan yang terkecil. 7) Float (Slack) Time atau Waktu Mengambang. Total Float = LET2 EET1 D (1-2). Free Float = EET2 EET1 D (1-2).