MINI SIMPOSIUM EMERGENCY IN FIELD ACTIVITIES

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP ) CARDIO PULMONARY RESUSCITATION ( CPR )

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2. PERFUSI PARU - PARU

Materi 13 KEDARURATAN MEDIS

It s dangerous up there!!!

Tipe trauma kepala Trauma kepala terbuka

LAPORAN PENDAHULUAN. PADA PASIEN DENGAN KASUS CKR (Cedera Kepala Ringan) DI RUANG ICU 3 RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi)

KELOMPOK 4 ASUHAN KEPERAWATAN EMERGENCY DAN KRITIS

PATHWAY THALASEMIA. Mutasi DNA. Produksi rantai alfa dan beta Hb berkurang. Kelainan pada eritrosit. Pengikatan O 2 berkurang

OBAT ANTI HIPERTENSI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Kesetimbangan asam basa tubuh

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

KUESIONER PENELITIAN TENTANG GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MELAHIRKAN TENTANG PREEKLAMSIA DI RSUDDR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. keadaan cukup istirahat maupun dalam keadaan tenang. 2

mekanisme penyebab hipoksemia dan hiperkapnia akan dibicarakan lebih lanjut.

Pusat Hiperked dan KK

JENIS GANGGUAN ELEKTROLIT

LAPORAN PENDAHULUAN Konsep kebutuhan mempertahankan suhu tubuh normal I.1 Definisi kebutuhan termoregulasi

GAMBARAN PENGETAHUAN PENDAKI GUNUNG TENTANG ACUTE MOUNTAIN SICKNESS (AMS) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU)

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya

PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA)

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. sehingga aliran darah balik vena paru akan menuju ke atrium kanan serta

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Dr.Or. Mansur, M.S. Dr.Or. Mansur, M.S

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

Pada sistem kardiovaskuler dan respirasi terjadi perubahan yaitu penurunan kekuatan otot otot pernafasan, menurunnya aktivitas silia, menurunnya

VENTRIKEL SEPTAL DEFECT

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EMBOLI CAIRAN KETUBAN

HIPOKALSEMIA DAN HIPERKALSEMIA. PENYEBAB Konsentrasi kalsium darah bisa menurun sebagai akibat dari berbagai masalah.

Pendahuluan Meniere s disease atau penyakit Meniere atau dikenali juga dengan hydrops endolimfatik. Penyakit Meniere ditandai dengan episode berulang

BAB I PENDAHULUHAN. kelahiran hidup, 334/ kelahiran hidup, dan 307/ kelahiran

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan

Anatomi & Fisiologi Sistem Respirasi II Pertemuan 7 Trisia Lusiana Amir, S. Pd., M. Biomed PRODI MIK FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

ASIDOSIS RESPIRATORIK

HIGH-ALTITUDE ILLNESS

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MATERNITAS: EKLAMPSIA

BAB I PENDAHULUAN. berfungsi penuh sejak janin berada dalam rahim(kira-kira pada. gestasi minggu ke-8). Tanpa adanya jantung yang berdenyut dan

BAHAN AJAR PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSIF DAN

Gejala Diabetes pada Anak yang Harus Diwaspadai

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Akademi Metrologi dan Instrumentasi

BAB I PENDAHULUAN. individu. Pemberian antibiotik seperti penisilin pada streptococcal faringitis turut

Penyakit pada Lansia. Gaya Hidup Aktif dan Proses Penuaan dr. Imas Damayanti, M.Kes FPOK-UPI

Anatomi dan Fisiologi saluran pernafasan. 1/9/2009 Zullies Ikawati's Lecture Notes 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Jika tidak terjadi komplikasi, penyembuhan memakan waktu 2 5 hari dimana pasien sembuh dalam 1 minggu.

CEDERA KEPALA, LEHER, TULANG BELAKANG DAN DADA

DUNIA VERTIKAL SERDADU RIMBA

KEHAMILAN. Tulislah keadaan ibu saat ibu hamil anak ini, ceklis jawaban yang anda anggap tepat.

Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan aliran udara yang menetap pada saluran napas dan bersifat progresif.

BAB I PENDAHULUAN. Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) akan mengalami peningkatan

EFEK TEKANAN UDARA TERHADAP FISIOLOGI TUBUH. Oleh: All Satya Graha Dosen Ju^usan Pendidikan Kesehatan dan Rekrcasi FIK

Preeklampsia dan Eklampsia

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutritute dalam bentuk. variabel tertentu ( Istiany, 2013).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman. lainnya seprti ginjal, tulang dan usus.

Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Universitas YARSI

TERAPI OKSIGEN. Oleh : Tim ICU-RSWS. 04/14/16 juliana/icu course/2009 1

Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Universitas YARSI

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP. : Aliaa Amirah binti Md. Kamaru Al-Amin. Tempat/Tanggal Lahir : Terengganu, Malaysia/20 Maret 1989

BAB I PENDAHULUAN. Polusi atau pencemaran udara adalah proses masuknya polutan kedalam

Tinjauan Pustaka. Tuberculosis Paru. Oleh : Ziad Alaztha Pembimbing : dr. Dwi S.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

Tekanan Tinggi Intra Kranial (TTIK) dr. Syarif Indra, Sp.S Bagian Neurologi FK UNAND RS Dr. M. Djamil Padang

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : ANALISIS KUALITAS HIDUP PENDERITA PPOK SETELAH DILAKUKAN PROGRAM REHABILITASI PARU No : RS/No.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pesawat komersial mempunyai kabin bertekanan (cabin pressure) yang biasanya

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

MACAM-MACAM PENYAKIT. Nama : Ardian Nugraheni ( C) Nifariani ( C)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

- Seluruh perilaku, gerak dan aktivitas kita dikontrol oleh otak, yang terdiri dari bermilyard-milyard sel otak.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dari sekian banyak kasus penyakit jantung, Congestive Heart Failure

BAB I PENDAHULUAN. berbahaya bagi kesehatan pekerja (Damanik, 2015). cacat permanen. Jumlah kasus penyakit akibat kerja tahun

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Gagal jantung kongestif (CHF) adalah keadaan patofisiologis berupa

HIPERTENSI ARTERI PULMONAL IDIOPATIK

KEBUTUHAN MOBILITAS FISIK

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : UJI LATIHAN PERNAFASAN TERHADAP FAAL PARU, DERAJAT SESAK NAFAS DAN KAPASITAS FUNGSIONAL PENDERITA PPOK STABIL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Mengenal Penyakit Kelainan Darah

LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN

Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio

BAB I PENDAHULUAN. merupakan akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADIA PASIEN GANGGUAN KEBUTUHAN SUHU TUBUH (HIPERTERMI)

Pengertian. Bayi berat lahir rendah adalah bayi lahir yang berat badannya pada saat kelahiran <2.500 gram [ sampai dengan 2.

PENGKAJIAN PNC. kelami

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Data Demografi. Ø Perubahan posisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan

Transkripsi:

MINI SIMPOSIUM EMERGENCY IN FIELD ACTIVITIES MINGGU, 7 APRIL 2013 HIPPOCRATES EMERGENCY TEAM PADANG, SUMATRA BARAT 1

CURICULUM VITAE PEMATERI Nama : dr. Muhammad Ridhwan Wirjahamlana, Sp. BS Tempat/ Tgl Lahir : Magelang, 7 April 1970 Alamat : Jl. Teknologi II Blok F No 3 Siteba, Padang No. HP : 085294195158 Email : Ridhwan70@yahoo.com Buku Favorit : Critical Care Riwayat Pendidikan : - SDN 1 Wonosobo 1982 - SMP N 1 Boyolali 1985 - SMA N 3 Padang 1988 - FK UNAND, Padang 1995 - PPDS Bedah Saraf UNPAD, Bandung 2009 2

DEFINISI Mountain Mountain Mountain Mountain sickness sickness sickness sickness (penyakit (penyakit (penyakit (penyakit gunung), gunung), gunung), gunung), sering sering sering sering ditemui ditemui ditemui ditemui pada pada pada pada para para para para pendaki pendaki pendaki pendaki gunung gunung gunung gunung yang yang yang yang lama lama lama lama berada berada berada berada di di di di Hippocrates Emergency Team pegunungan pegunungan pegunungan pegunungan atau atau atau atau orang orang orang orang yang yang yang yang lama lama lama lama tinggal tinggal tinggal tinggal di di di di pegunungan pegunungan pegunungan pegunungan. 3

SINONIM Altitude sickness Acute mountain sickness (AMS) Altitude illness Hypobaropathy The altitude bends Soroche 4

PENDAHULUAN Kadar oksigen normal 21%, walaupun sampai dengan ketinggian sampai dengan 21,000 meter (69,000 ft). Diatomik nitrogen and oksigen tidak berubah sampai dengan kepadatan (tekanan) udara mempengaruhi ratio oksigen nitrogen seiring dengan bertambah tingginya suatu tempat. 5

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 1. FAKTOR KECEPATAN NAIK Kecepatan naik : dikatakan sangat cepat jika dalam menit/jam (maksimal 1-2 hari) dan dikatakan lambat bila selama berhari-hari. Altitude acclimatization Pada ketinggian diatas 3,000 meter (10,000 feet = 70 kpa), diberlakukan aturan tidak boleh mendaki lebih dari 300 meter (1,000 ft) per hari. Tetapi bila dilakukan pendakian dari 3,000 meter (10,000 feet = 70 kpa) ke 4,500 meter (15,000 feet = 58 kpa) dalam 1 hari, harus diikuti dengan penurunan sampai dengan ketinggian 3,300 meter (11,000 feet = 67.5 kpa) untuk istirahat. 6

2. FAKTOR KETINGGIAN High altitude : 1,500-3,500 meter (4,900-11,500 ft) Efek fisiologis : gangguan inspiratory oxygen pressure (PiO 2 ) meliputi penurunan kemampuan fisik dan peningkatan frekwensi napas (lower arterial PCO 2 ). Kelainan minimal terjadi dalam hal arterial oxygen transport (arterial oxygen saturation (SaO 2 ) paling tidak 90%), tetapi arterial PO 2 is significantly dimisecara signifikan terganggu. Very high altitude : 3,500-5,500 meter (11,500-18,000 ft) SaO 2 turun dibawah 90% seiring dengan arterial PO 2 turun sampai dengan 60mmHg. Hipoxia yang ekstrim terjadi selama aktivitas, tidur dan komplikasi edema paru (high altitude pulmonary edema). Kondisi altitude illness yang berat sering ditemukan pada ketinggian ini. 7

Extreme altitude : diatas 5,500 meter (>18,000 ft) Ditandai dengan hipoxia, hypocapnia, dan alkalosis. Keadaan fisiologis mengalami perburukan yang ekstrem. 8

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Faktor Tambahan Jenis kelamin Keadaan kesehatan Pengalaman di ketinggian Faktor genetik Keadaan hidrasi Diet Infeksi laten Emosi Aklimatisasi 9

10

11

PENCEGAHAN Pendakian dengan ketinggian bertahap Hindari aktivitas fisik yang berlebihan 24 jam sebelum pendakian Hindari dehidrasi Hindari konsumsi alkhohol 24 jam sebelum pendakian 12

CHRONIC MOUNTAIN SICKNESS Gejalanya : sakit kepala/pusing, lemah, sianosis, lemah, gangguan memori dan tingkah laku, dan diikuti kematian. Tapi keadaan ini bukanlah keadaan emergency karena berlangsung dalam waktu yang relatif lama. 13

ACUTE MOUNTAIN SICKNESS Beberapa jam s/d kurang dari 3 hari gejala AMS ringan : sakit kepala, mual & pusing, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sesak napas, tidur terganggu, perasaan malaise umum. gejala AMS sedang : sakit kepala parah yang tidak berkurang dengan obat-obatan, mual dan muntah kelemahan, sesak napas, penurunan koordinasi (ataksia). gejala AMS berat : sesak napas saat istirahat, ketidakmampuan untuk berjalan, penurunan status mental, kebocoran cairan di paru-paru. 14

ACUTE MOUNTAIN SICKNESS a. A. High Altitude Pulmonary Edema (HAPE) mekanisme : hipoksia berat vasokonstriksi arteriol paru aliran darah pulmoner banyak masuk tekanan kapiler paru tinggi edema paru. 15

GEJALA Kelelahan Napas secara cepat dan pendek-pendek (dog breathing) Sesak nafas (dyspnoe) disertai batuk kering, berlanjut dengan batuk yang disertai buih warna kemerahan (frothy sputum) Kebingungan dan perilaku irasional 16

17

PENATALAKSANAAN Evakuasi ke tempat yang lebih rendah. Pemberian oksigen. Perbaikan edema menyeluruh dapat terjadi setelah pemberian suplemen oksigen selama 24-72 jam. Pada ketinggian 3,400 meter (11,155 feet = 67 kpa), naikkan level konsentrasi oksigen 5 percen via oxygen concentrator (menyerupai oksigen pada ketinggian 3,000 meter (10,000 feet = 70 kpa Vasodilator seperti golongan antagonis kalsium (nifedipin) dapat menurunkan tekanan arteri pulmoner dan tahanan vaskular paru sehingga memperbaiki oksigenasi. 18

Acetazolamide (2 x 125-250mg) untuk mengurangi resiko edema. Diberikan 24 jam sebelum pendakian sampai dengan beberapa hari di ketinggian atau sewaktu turun gunung. Dexamethasone untuk meningkatkan ambang sel sehingga memperbaiki kondisi edema (paru dan otak). Myo-inositol trispyrophosphate (ITPP), berguna untuk oksigen release dari haemoglogin sehingga mengoptimalkan konsumsi oksigen. Sumatriptan (anti oksidan) 19

B. HIGH ALTITUDE CEREBRAL EDEMA (HACE) Mekanisme : hipoksia vasodilatasi lokal pembuluh darah otak dilatasi arteriol aliran darah ke kapiler peningkatan tekanan kapiler perembesan cairan ke jaringan otak 20

21

GEJALA Disorientasi Mual & muntah Nyeri kepala yang hebat Gangguan mental & halusinasi Ataksia & kelemahan anggota gerak Gangguan kesadaran, dari gejala awal sampai terjadinya koma sekitar 12 jam Kematian 22

PENATALAKSANAAN Evakuasi Oksigenasi. Pemberian oksigen hanya membantu pada tingkat awal. Pada kondisi sakit kepala ringan sedang bisa diberikan ibuprofen, phosphodiesterase inhibitors (sildenafil sildenafil) atau analgetika lainnya. Dexamethasone bila diyakini terjadi edema cerebri. 23

TERIMA KASIH 24