I PENDAHULUAN. A. Umum

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN PERCOBAAN

Berbagai Jenis Rancangan Percobaan

PERANCANGAN PERCOBAAN (EXPERIMENTAL DESIGN)

PERANCANGAN PERCOBAAN

Suatu percobaan dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dari populasi. Informasi yang diperoleh digunakan untuk:

BAB 2 TINJAUAN TEORI

MODUL 1 PRINSIP DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN

Transformasi Data & Anlisis Data Hilang

PRAKTIKUM RANCANGAN PERCOBAAN KATA PENGANTAR

APLIKASI SPSS DAN SAS UNTUK PERANCANGAN PERCOBAAN

RANCANGAN PERCOBAAN (catatan untuk kuliah MP oleh Bambang Murdiyanto)

I. PENDAHULUAN. Suatu rancangan percobaan menurut Mattjik & Sumertajaya (2000), merupakan

ANALISIS KOVARIANSI RANCANGAN PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK) DENGAN DATA HILANG

Basic Design of Experiment. Dimas Yuwono W., ST., MT.

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG

PERANCANGAN PERCOBAAN

MATERI II STK 222 PERANCANGAN PERCOBAAN PRINSIP DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN

KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Penyusun

TKS 4209 PENDAHULUAN 4/1/2015

Agus M Soleh, S.Si, MT

B. Rancangan Acak Kelompok (RAK)

II. PERCOBAAN NON FAKTORIAL

PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN DASAR BUJUR SANGKAR LATIN

Perancangan dan Analisis Data Percobaan Pertanian. Sutoro BB BIOGEN

RANCANGAN ACAK LENGKAP DAN UJI PERBANDINGAN. Disusun Oleh : Retno Dwi Andayani SP.,MP

EKSPERIMENTAL DESAIN. Created by : Ika Damayanti, S.Si, M.Si

CARAMENGATASI HETEROGENITASTANAH UNTUK PERCOBAAN LAPANG

III. PERCOBAAN FAKTORIAL

PERENCANAAN (planning) suatu percobaan untuk memperoleh INFORMASI YANG RELEVAN dengan TUJUAN dari penelitian

Perancangan Percobaan

ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN BUJURSANGKAR YOUDEN DENGAN DATA HILANG

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pengertian dasar. Layout Percobaan & Pengacakan Penyusunan Data Analisis Ragam Perbandingan Rataan. Faktor Taraf Perlakuan (Treatment) Respons

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS RANCANGAN BUJUR SANGKAR GRAECO LATIN

Materi Kuliah. PERANCANGAN PERCOBAAN (PENDAHULAN) Kuliah 1. Materi Kuliah. Materi Kuliah. Pertemuan ke 1 (Pendahuluan Perancangan Percobaan

Bentuk khusus dari rancangan faktorial dimana kombinasi perlakuan tidak diacak secara sempurna terhadap unit-unit percobaan.

PERANCANGAN PERCOBAAN

Perancangan Percobaan

Analisis Ragam & Rancangan Acak Lengkap Statistik (MAM 4137)

DESAIN EKSPERIMEN TERSARANG

STK511 Analisis Statistika. Pertemuan 7 ANOVA (1)

BAB I PENGANTAR RANCANGAN EKSPERIMEN

Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc

BAB I PENDAHULUAN RANCANGAN CROSSOVER TIGA PERIODE DENGAN DUA PERLAKUAN DUA PERLAKUAN. Disusun Oleh: Diasnita Putri Larasati Ayunda

Pengacakan dan Tata Letak

III. METODE PENELITIAN

TAKE HOME UAS ANALISIS STATISTIKA (STK511) Oleh: Nuralim Pasisingi C Program Studi: SDP

PENERAPAN METODE TAGUCHI UNTUK OPTIMALISASI HASIL PRODUKSI ROTI DI USAHA ROTI MEYZA BAKERY, PADANG SUMATERA BARAT

Simulasi Komputer Untuk Menentukan Kombinasi Perlakuan Dengan Disain Faktorial Setengah Replikasi

PENDUGAAN DATA HILANG PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK LENGKAP DENGAN ANALISIS KOVARIAN

MODUL TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR

MASALAH DAN PERTANYAAN STATISTIKA PADA PENELITIAN TEKNOLOGI PANGAN

Perancangan Percobaan

Perancangan Percobaan

TINJAUAN PUSTAKA. Rancangan petak teralur (strip plot design) merupakan susunan petak-petak (plotplot)

TIN309 - Desain Eksperimen Materi #6 Genap 2015/2016 TIN309 DESAIN EKSPERIMEN

PERANCANGAN PERCOBAAN

ANALISIS VARIANS TIGA FAKTOR PADA RANCANGAN SPLIT-SPLIT PLOT

PENDUGAAN DATA HILANG PADA RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN DENGAN ANALISIS KOVARIAN SKRIPSI AWANG TERUNA SIDDIQ

INTRODUCTION Dosen pertemuan 1 s/d 8 : Lely Riawati, ST., MT

RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN DAN RANCANGAN BUJUR SANGKAR GRAECO - LATIN

PERANCANGAN PERCOBAAN

PENARIKAN SAMPEL & PENDUGAAN PARAMETER

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

PERBANDINGAN NILAI FRAKSI PADA RANCANGAN FAKTORIAL FRAKSIONAL 2 k MELALUI METODE BISSELL. Kata Kunci : Faktorial Fraksional dua level, Metode Bissell

Statistik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling banyak

II. TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menguji kesamaan dari beberapa nilai tengah secara sekaligus diperlukan

USULAN KOMBINASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH SECARA SIGNIFIKAN TERHADAP KUAT TEKAN BATA EKSPOSE DENGAN METODE PERANCANGAN EKSPERIMEN *

DATA DAN METODE. Data

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB III UJI STATISTIK DAN SIMULASI. Menggunakan karakteristik dari distribusi tersebut dan transformasi / = ( ) (3.1.1) / = ( ) (3.1.

SPLIT PLOT DESIGN: DESAIN EKSPERIMEN UNTUK MENGATASI KETERBATASAN RANDOMISASI (STUDI KASUS DI SEBUAH PERUSAHAAN LOGAM) Debora Anne Yang Aysia Program

BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Data Deret Berkala

BAB ΙΙ LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Rancangan Petak-petak Terbagi (RPPT)

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS KOVARIANS PADA RANCANGAN BUJURSANGKAR HYPER GRAECO LATIN

ANALISIS DESAIN FAKTORIAL FRAKSIONAL 2k-p DENGAN METODE LENTH

Analisis Ragam & Rancangan Acak Lengkap Statistik (MAM 4137)

SILABUS DAN SAP MATA KULIAH PERANCANGAN PERCOBAAN (AGT6328) BOBOT: 3 (2/1) SKS SIFAT: WAJIB SEMESTER GANJIL (SMT V)

STATISTIK TERAPAN DAN RANCANGAN PERCOBAAN. Dr. G. Ciptadi (Genetics, Animal Breeding, Tech.Lab., Stat. Rancob) Lab. Gen.Pem Ternak dan LSIH-UB

PENDUGAAN NILAI DATA YANG HILANG

BAB II LANDASAN TEORI

1. RANCANGAN ACAK LENGKAP Termasuk rancangan tanpa pengelompokan Perlakuan diatur dg pengacakan secara lengkap Semua satuan percobaan memiliki peluang

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

BAB 2 LANDASAN TEORI

Rancangan Petak Berjalur

RANCANGAN ACAK LENGKAP DAN KELOMPOK FAKTORIAL. Disusun Oleh : Retno Dwi Andayani SP.,MP

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS HALUOLEO, KENDARI Kampus Baru Bumi Tridharma, Andounohu - Kendari

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

BAB II METODE ANALISIS DATA. memerlukan lebih dari satu variabel dalam membentuk suatu model regresi.

PENERAPAN METODE PERMUKAAN RESPONS DALAM MASALAH OPTIMALISASI

BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENDUGAAN DATA HILANG PADA PERCOBAAN DALAM RANCANGAN ACAK KELOMPOK DAN PETAK TERBAGI.

Transkripsi:

I PENDAHULUAN A. Umum Penelitian pada dasarnya memerlukan statistika sebagai alat dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam mengadakan pengambilan keputusan. Sebagai contoh dalam penelitian-penelitian eksperimental dipastikan tidak terlepas dari statistika, mulai dari perencanaan penelitian sampai analisis data. Perancangan percobaan (Experimental Design) merupakan salah satu cabang dari Ilmu Statistika yang utamanya mempelajari caracara mengatasi, mengisolasi atau mengontrol variasi materi, serta lingkungan suatu percobaan, sehingga perbedaan-perbedaan yang timbul sebagai akibat berbagai perlakuan terhadap satuan-satuan percobaan dapat dipisahkan dengan jelas. Sehingga dapat ditarik kesimpulan secara objektif dari percobaan yang dilakukan untuk menjawab berbagai dugaan dan hipotesa yang berkembang. Secara umum langkah-langkah terpenting dalam penelitian secara statistic, yaitu : Langkah pertama ; mengumpulkan data/angka-angka pengamatan dengan dua (2) cara yaitu : 1. mengadakan penarikan contoh (sampling) dan 2. menyelenggarakan percobaan sendiri (experimental) Langkah kedua ; penyederhanaan angka-angka pengamatan seperti ; perhitungan harga rataan, simpangan baku dsb. Serta penyusunan data dalam bentuk dafar, diagram dan grafik bila diperlukan. Langklah ketiga ; analisis statisik. B. Pengertian dan Tujuan Rancangan Percobaan Percobaan adalah suatu tindakan dalam melakukan pemeriksaan untuk memperoleh faktafakta baru atau untuk mempertegas atau untuk menolak hasil-hasil percobaan atau pendapat yang berkembang sebelumnya. Maksud dilakukannya percobaan tidak lain adalah : (a) melakukan estimasi, yang mencakup penentuan besarnya perbedaan respon dan tingkat respon (b) pengujian suatu hipotesa. Sedangkan tujuan dilaksanakannya percobaan adalah untuk memperoleh jawaban atas suatu persoalan atau masalah dengan teliti dan tepat, dalam jangka waktu terbatas, dan dengan anggaran, bahan dan tempat yang terbatas. 1

C. Prinsip-prinsip Dasar Rancangan Percobaan 1. Ulangan (Replication) Ulangan adalah penyelenggaraan percobaan yang dilakukan/dicobakan/dibuat lebih dari satu satuan percobaan. Ulangan atau replikasi diperlukan karena : a. Sebagai sarana untuk dapat menduga ukuran besarnya galat percobaan (experimental error) yang terjadi, diantaranya karena keragaman bahan percobaan. b. Memungkinkan kita untuk memperoleh taksiran yang lebih baik mengenai efek ratarata dari suatu faktor. 2. Perandoman (Randomization) Suatuan percobaan harus mempunyai kemungkinan yang sama besar untuk menerima suatu perlakuan tertentu, atau ditempatkan pada suatu tempat tertentu dalam petak percobaan. Tujuannya adalah agar percobaan yang dilakukan dapat terhindar dari bias yang disebabkan adanya perbedaan antara satuan-sauan percobaan. Untuk menentukan penerimaan suatu perlakuan secara random, diperlukan alat-alat yang biasanya dipakai dalam permainan, seperti undian angka dan sebagainya. Selain itu yang lebih baik adalah menggunakan daftar bilangan teracak atau bilangan perandoman. 3. Pengawasan Setempat (Local Control) Pengawasan setempat adalah suatu upaya untuk mendapatkan percobaan dengan ketepatan yang tinggi. Satuan-satuan percobaan yang medekati keseragaman dikumpulkan menjadi kelompokkelompok. Pembandingan di dalam kelompok dengan demikian akan memiliki ketepatan yang tinggi, sedagkan beda-beda yang terdapat diantara kelompok-kelompok itu menjamin bahwa daerah pengambilan kesimpulan tidak menjadi terlalu sempit. D. Jenis-jenis Percobaan Menurut Steel dan Torrie (1960), berdasarkan tingkatannya, percobaan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : 1. Percobaan pendahuluan, yaitu percobaan yang dilakukan dengan jumlah perlakuan yang banyak yang dimaksudkan untuk mengarahkan percobaan-percobaan selanjutnya. 2. Percobaan kritik, merupaka klelanjutan percobaan yang pertama, disini dibandingkan respon terhadap berbagai pelakuan dengan menggunakan observasi respon yang cukup, sehingga 2

didapatkan keyakinan yang berdasar dalam mengemukakakan perbedaan-perbedaan yang berarti. 3. Percobaan demonstrasi, percobaan yang memperagakan perbandingan perlakuan yang baru atau unggul terhadap perlakuan yang lama atau perlakuan standar yang sudah umum diapakai. E. Ruang lingkup Penggunaan Secara umum penggunaan Rancangan Percobaan cukup luas, yang meliputi penggunaan di lapangan maupun di laboratorium, sebagai contoh dalam bidang pertanian/kehutanan ; percobaan uji varietas tanaman, kultur teknik (cara bercocok tanam), pemupukan, pergiliran tanaman, jenis-jenis makanan ternak, teknik pemberantasan hama dan penyakit, percobaan pengairan pada sawah dan sebagainya. Di bidang lain misalnya industri, misalnya percobaan jenis tepung untuk bahan pengisi lem/perekat playwood, percobaan macam dan jenis adonan roti, percobaan macam alat pembakaran roti. Dibidang pendidikan misalnya percobaan dengan beberapa metode mengajar dan lain sebagainya. Berbagai macam bidang ini tentu saja menimbulkan masalah yang berbeda-beda dalam merancang percobaan (experimental design), menyelenggarakannya dan pula dalam menganalisa data hasil percobaan. Kadang-kadang beberapa macam percobaan diselenggarakan dalam suatu bentuk gabungan percobaan. Misalnya antara lain percobaan uji varietas dengan pemupukan, pergiliran tanaman dengan pemberantasan hama dan penyakit dsb. F. Beberapa Faktor yang Menjadi Sumber Variasi yang Mempengaruhi Percobaan Pertumbuhan tanaman dilapangan pada umumnya tergantung oleh pengaruh lingkungan, dan plot-plot percobaan yang dibuat di lapangan berada di bawah pengaruh lingkungan yang berubah-ubah secara terur-menerus, misalnya kelembaban, temperatur. Pengaruh lainnya adalah variasi tanah dan berbagai variasi yang ditimbulkan oleh tanaman, musim dan kesuburan tanah. Menurut Pranoto S. dalam Experimental Design pada dasarnya ada dua sumber variasi yang lazim terdapat pada setiap percobaan sehingga menyebabkan timbulnya error, yaitu : 1. Adanya variabilitas pada bahan-bahan percobaan, pada percobaan lapangan hal ini terutama karena adanya variasi kesuburan tanah pada petak-petak percobaan. 2. Tidak adanya keseragaman dalam pengerjaan secara fisik dari percobaan. Hal ini karena ketidakcermatan dalam penyengggaraan teknik percobaan. 3

G. Klasifikasi Rancangan Percobaan Berdasarkan berbagai ciri yang ada dan cara penggunaannya, terdapat bermacam-maam bentuk Rancangan Percobaan yang lazim digunakan dalam bidang penelitian, khususnya penelitian eksperimental, yaitu : 1. Berdasarkan jumlah Faktor yang diteliti maka rancangan percobaan dibedakan atas : a. Rangangan Percobaan Non Faktorial (yang diteliti hanya terdiri dari satu faktor) Contoh ; Rancangan Acal Lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok (RAK), Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) atau Latin Square Design. b. Rancangan Percobaan Faktorial ( jika yang diteliti terdiri dari dua faktor atau lebih) Contoh : Percobaan Faktorial, Percobaan Petak Terbagi (Split plot design),petak Terbagi-terbagi (Split-split plot design) dan Percobaan Petak berjalur. 2. Berdasarkan jumlah galatnya maka rancangan percobaan dibedakan atas : a. Rancangan Percobaan Bergalat Tunggal (hanya terdiri dari satu galat) Contoh ; Rancangan Acal Lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok (RAK), Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) atau Latin Square Design dan percobaan Faktorial yang disusun dalam RAL maupun RAK. b. Rancangan Percobaan Bergalat Ganda ( terdiri dari dua galat) Contoh : Percobaan Petak Terbagi (Split plot design), suatu percobaan yang terdiri atas dua faktor dimana salah satu faktor dan interaksinya lebih dipentingkan/lebih teliti dibandingkan faktor lainnya, c. Rancangan Percobaan Bergalat Tripel ( terdiri dari tiga galat) Contoh : Percobaan Petak Terbagi-terbagi (Split-split plot design), suatu percobaan yang terdiri atas tiga faktor dimana salah satu faktor dan interaksinya lebih dipentingkan/lebih teliti dibandingkan faktor lainnya. Rancangan percobaan lainnya yang bergalat dua atau lebih diantaranya adalah rancangan petak berjalur (strip plot design) dan rancangan kelompok terbagi (split block design) yang digunakan untuk percobaan yang lebih menonjolkan pengaruh interaksi dari pada pengaruh faktor-faktor lainnya. 4

H. Beberapa Istilah Penting dalam Rancangan Percobaan 1. Perlakuan (treatment) Adalah semua tindakan coba-coba (trial and error) yang dilakukan terhadap suatu objek, yang pengaruhnya akan diselidiki untuk menguji hipotesis. Perlakuan yang berasal dari dua faktor atau lebih disebut kombinasi perlakuan 2. Kesalahan Percobaan / Galat / Sisa (experimental error) Galat atau sisa diartikan sebagai kegagalan dua atau lebih unit perlakuan yang sama untuk memberika hasil yang sama. Galat ini merupakan pengaruh non perlakuan terhadap objek pecobaan, yang timbul akibat adanya ulangan. 3. Faktor dan level faktor Adalah suatu variabel bebas, dan nilai-nilai atau klasifikasi-klasifikasi dari sebuah faktor dinamakan taraf atau level faktor. Faktor-faktor biasanya dinyatakan dengan suatu huruf, misalnya A, B, C dan seterusnya. Sedangkan taraf atau level faktor dinyatakan dengan bilangan 0, 1, 2, 3 dan seterusnya. Sebagai contoh Faktor A, taraf faktornya ditulis A1, A2, A3, dan seterusnya. 4. Interaksi Adalah adanya saling mempengaruhi antara dua faktor atau lebih dimana perubahan nilai level-level pada salah satu faktor (misalnya A) mengakibatkan perubahan nilai-nilai pada salah satu faktor lainnya (misalnya B). I. Langkah-langkah Perancangan Percobaan Dalam merencanakan dan melaksanakan suatu percobaan yang baik, ada beberapa langkah yang harus dilalui, yaitu : 1. Perumusan masalah, yaitu menetapkan batasan atau ruang lingkup permasalahan yang akan diselidiki, sehingga mempermudah peneliti menyusun pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan terjawab dalam penelitian. 2. Pernyataan tujuan, dapat dinyatakan dalam bentuk dugaan atau hipotesis-hipotesis yang akan diuji dan dalam bentuk pengaruh-pengaruh perlakuan yang akan dijadikan suatu estimasi (kesimpulan). 3. Pemilihan Perlakuan-perlakuan, sangat menentukan keberhasilan suatu percobaan, karena pemilihan ini menentukan efektifitas hasil pecobaan dalam mengevaluasi jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang ditetapkan sebelum percoban/ penelitian dilaksanakan. 4. Pemilihan Material Percobaan, didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang objektif pada percobaan dan populasi yang diamati. Material yang dipilih harus dapat mewakili populasi yang akan digunakan sebagai ajang pengujian perlakuan-perlakuan penelitian. 5

5. Pemilihan Rancangan Percobaan, sangat tergantung pada tujuan percobaan. Bila percobaan meliputi perlakuan yang terdiri atas dua faktor, dan kedua faktor serta interaksinya mempunyai derajat kepentingan yang sama, maka rancangan yang cocok adalah Perobaan faktorial dalam RAL atau RAK. Jika salah satu faktor lebih dipentingkan maka yang cocok adalah Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design). Rancangan yang baling baik adalah rancangan yang paling sederhana, tetapi tetap memberikan ketepatan dan ketelitian yang dibutuhkan oleh peneliti. 6. Pemilihan Unit Pengamatan dan Jumlah Ulangan, pada percobaan-percobaan lapangan dimana tanaman sebagai objek, penentuan ukuran dan bentuk-bentuk petak percobaan merupakan satu permasalah tersendiri. Jumlah ulangan yang digunakan akan berbanding lurus dengan luas plot, sehingga akan mempengaruhi ketepatan dan ketelitian, mengingat bahwa variasi lingkungan pada umumnya sulit dikendalikan. 7. Pengendalian Pengaruh Interaksi Unit-unit Percobaan yang Berdekatan, biasanya dilakukan lewat pembuatan jalur-jalur pembatas dan tentu saja tindakan perambangan atau randomisasi yang benar dalam peletakan perlakuakn-perlakuan. 8. Penentuan Data yang Akan Dikumpulkan, harus benar-benar berguna untuk mengevaluasi pengaruh-pengaruh perlakuan sesuai tujuan percobaan. 9. Memahami Prosedur Analisis Statistik dan Penyederhanaan Data Hasil Penelitian. Peneliti perlu memahami model matematika dari hasil-hasil pengamatan dan percobaan, membuat kerangka analisis ragam, yang mencakup sumber-sumber keragaman data, derajat bebas, prosedur uji F terhadap semua pengaruh-pengaruh dari sumber keragaman dan menyusun kesimpulan sesuai hasil analsis. 10. Pelaksanaan Percobaan, gunakanlah prosedur-prosedur yang bebas dari bias, gunakan manfaat rancangan percobaan terpilih terhadap data yang terkumpul, agar perbedaanperbedaan antar individu atau perbedaan-perbedaan yang terasosiasi pada saat pengumpulan data dapat dipilahkan dari galat perobaan. 11. Analisis Data dan Interpretasi, semua data yang diperoleh dari percobaan harus dianalisis sesuai yang direncanakan semula dan hasil-hasilnya diinterpretasikan selara dengan kondisi-kondisi percobaan, hipotesis yang diuji, dan atas dasar hubungan hasil-hasil ini dengan fakta-fakta yang telah terbukti benar menurut hasil-hasil penelitian lain. Satistika tidak akan membuktikan sesuatu dan akan selalu ada kemungkinan bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan yang salah. 12. Penyusunan Laporan, satu hal yang patut menjadi perhatian peneliti adalah jangan ragu untuk bertanya pada pakar statistika tentang bagaiman merancang, memutuskan atau menganalisa suatu percobaan dengan baik dan benar. Buatlah laporan yang lengkap dan jelas serta mudah difahami oleh yang membacanya. 6