INTRODUCTORY JAPANESE. Session 7 Session 9

dokumen-dokumen yang mirip
Introductory Japanese. SESSION 3 and SESSION 4

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...".

ANALISIS MATERI AJAR VERBA BENTUK TE. Kun M. Permatasari, Juariah, Riri Hendriati Sastra Jepang Fakultas Sastra. Abstrak

Daftar KS (Kata Sifat)

` SILABUS MATA KULIAH Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran

DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd.

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Kindaichi dalam Torana (2009:17), membagi predikat kata kerja menjadi

Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Ungkapan Kata Hanasu, Iu, dan Shaberu dalam Bahasa Jepang

Yarimorai (memberi dan menerima)

[~temo ii] & [~nakutemo ii]

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KEIGO

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG

UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN. Oleh Fenny Febrianty. Abstrak

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG. kata daigaku universitas terdiri atas dua huruf kanji yaitu dai dan gaku.

PERUBAHAN KATA KERJA

INTRODUCTORY JAPANESE. SESSION 12 SESSION 13 Japanese Course にほんご日本語のコース

KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang banyak diminati, karena memiliki keunikan tersendiri. Sama

BAB 1 PENDAHULUAN. lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk

KALA DAN ASPEK DALAM BAHASA JEPANG Bayu Aryanto Universitas Dian Nuswantoro

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam suatu bahasa terdapat bermacam macam jenis kata, di antaranya,

BAB I PENDAHULUAN. Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik,

UNGKAPAN MAKNA VERBA SHIKARU DAN OKORU SEBAGAI SINONIM

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing, tata bahasa, kosakata dan huruf adalah

VERBAL CLAUSAL STRUCTURE IN INDONESIAN AND JAPANESE: CONTRASTIVE ANALYSIS

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa terdiri dari unsur kalimat, klausa, frase dan kata. Salah satu

Pelajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar

BAB II GAMBARAN UMUM. kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam

ANALISIS KESALAHAN PERUBAHAN KATA KERJA BENTUK -TE PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 16 SEMARANG

BENTUK UNGKAPAN PERINTAH BAHASA JEPANG DALAM TEKS PERCAKAPAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : VII/Ganjil (Penelitian Skripsi) : Kata Tunjuk Benda (Kono, Sono, dan Ano)

KURSUS CEPAT BAHASA JEPANG JILID 1

Pergi kemana? どこへ行きますか

BAB I PENDAHULUAN. dan dipelajari oleh berbagai kalangan di Indonesia, karena bahasa Jepang

S I L A B U S UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS : SASTRA JURUSAN : SASTRA JEPANG

SILABUS. Kognitif: 1. Menentukanjenistempat rekreasi 2. Mengidentifikasi pola kalimat yang mengajak melakukan suatu kegiatan

2016 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) D ALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA JEPANG

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak

JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI DALAM NOVEL KOGOERU KIBA KARYA ASA NONAMI

ABSTRAK. atau gagasan-gagasan dalam perasaan. Bahasa juga berfungsi sebagai alat

DAFTAR CAPAIAN PEMBELAJARAN BIDANG KURSUS DAN PELATIHAN SESUAI DENGAN LAMPIRAN PERMENDIKBUD NO

Pengantar Belajar Bahasa Jepangi

PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG PADA MATA KULIAH CHOKAI DENGAN METODE DISKUSI

ANIK YULIANTI C

5. Apakah fungsi wa didalam kalimat... a. Bentuk positif

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN

BAB III INTERFERENSI GAIRAIGO TERHADAP PEMAKAIAN KALIMAT BAHASA JEPANG DALAM MAJALAH NIPPONIA

IHWAL ANALISIS BUKU AJAR

PERBANDINGAN VERBA TRANSITIF DAN INTRANSITIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: TINJAUAN ANALISIS KONTRASTIF

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. satu keunikan bahasa Jepang adalah penggunaan partikel sebagai pemarkah yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM PENGGUNAAN BAHASA JEPANG (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Jepang, Universitas Udayana)

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI

BAB III METODE PENELITIAN

SILABUS SHOKYUU KAIWA I JP 104

BAB I PENDAHULUAN. Linguistik memiliki tataran tertinggi yang lebih luas cakupannya dari

PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO. Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak

Bab 1. Pendahuluan. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang, kita mengenal

BAB I PENDAHULUAN. Untuk berkomunikasi, masyarakat sebagai makhluk sosial membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR HURUF HIRAGANA PADA SISWA KELAS X SMAN 24 BANDUNG. Studi Deskriptif pada siswa kelas X SMA Negeri 24 Bandung

THE REFUSAL SPEECH ACTS OF LOVE IN THE 5 JI KARA 9 JI MADE DRAMA

keinginan kepada seseorang baik secara lisan maupun tertulis, orang adalah alat yang digunakan seseorang untuk melahirkan pikiran-pikiran

BAB I PENDAHULUAN. nomina abstrak yang dalam bahasa Jepang disebut 形式名詞 (keishikimeishi).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. secara lisan maupun tertulis. Dalam komunikasi secara lisan, makna yang

Edisi Vol.13/XXI/Maret 2009 Tanggal cetak : Senin, 08 Februari 2010 Kolom : Catatan Riset

BAB I PENDAHULUAN. Huruf dalam bahasa Jepang disebut dengan moji. Huruf-huruf dalam bahasa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

METODE PENGAJARAN BAHASA ASING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA JEPANG. Sudjianto (Universitas Pendidikan Indonesia)

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik tertentu seperti huruf yang dipakainya, kosakata, sistem pengucapan,

SILABUS. Kognitif: 1. Menentukanjenisruangan di rumah 2. Menentukan jenis peralatan. tangga 3. Mengidentifikasi pola kalimat yang menyatakan kebradaan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa berperan antara lain dalam membentuk pengalaman sehubungan

KESALAHAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG SISWA SMPK I HARAPAN

98. Mata Pelajaran Bahasa Jepang untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) Program Pilihan

BAB I PENDAHULUAN. orang lain, manusia akan melakukan sebuah komunikasi. Saat berkomunikasi

Universitas Negeri Semarang. Fakultas Bahasa dan Seni. Bahasa dan Sastra Asing

C2-15b.X-1/UPW/KUR13 BAHASA JEPANG (1A) Untuk SMK Kelompok Pariwisata. LALU HAMIDI, SS & NURUL AINI, S.Pd. Modul C2-15B Bahasa Jepang XA Page 1

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Ninna Anggi Ristiani, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia semakin banyak masyarakat yang mempelajari bahasa Jepang

BAB I PENDAHULUAN. 1992, Narrog: 2009). Hal ini berarti, setiap bahasa alami di dunia mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai pembelajar bahasa asing pada pendidikan formal, sudah sewajarnya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

INTRODUCTORY JAPANESE Session 7 Session 9

Session 7: Bentuk ~ta dan contoh pemakaiannya dalam kalimat Bentuk ini digunakan secara umum untuk menunjukkan bentuk lampau, misalnya: telah datang (kimashita atau kita), telah pergi (ikimashita atau itta), dsb. Contoh: Saya pergi ke Jepang minggu lalu Watashi wa senshuu ni Nihon e ikimashita. Atau dapat juga untuk bentukan lain (pada tingkat pemula dasar, diberikan 2 contoh bentukan lain): 1. ~ta koto ga arimasu (pernah) 2. ~ta ato de (setelah)

Contoh pemakaian 1. Watashi no okaasan wa Nihon e itta koto ga arimasu. Ibu saya pernah pergi ke Jepang. 2. Ban gohan o tabeta ato de, nemasu. Setelah makan malam, tidur.

Session 8: Mid term (UTS) Dapat dibahas di kelas jika ada waktu, merupakan latihan partikel dan bentuk yang pernah dipelajari pada Unit 1 sampai Unit 6, serta perkenalan (jikoshoukai)

Tatabahasa Level Pemula Seperti yang telah dikemukakan sebelum UTS, ada 10 tatabahasa untuk pemula. Sebagian telah dijelaskan di dalam kuliah 1 hingga 7, dan sebagian lagi akan diterangkan dalam kuliah 9 hingga 15 (Sesi 8 adalah UTS dan Sesi 16 adalah UAS). Untuk rangkuman Tatabahasa Level Pemula ini dapat difotokopi setelah kuliah ke-9 Rangkuman daftar kata kerja tingkat Pemula-Dasar dan kata sifat, dapat difotokopi pula setelah kuliah ke-9 ini untuk dapat lebih mendalami kuliah Pelajaran Bahasa Asing: Bahasa Jepang di Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, UGM bagi level pemula. Rangkuman tatabahasa dengan huruf latin (romaji) hanya diberikan untuk Unit 1 hingga 7, untuk lebih melatih lebih lancar membaca hiragana dan katakana (untuk rangkuman tatabahasa Unit 8 sampai Unit 13 (bahan setelah UTS) silakan membaca renshuu A pada setiap unit untuk memahami tatabahasa dalam hiragana dan katakana) Jangan lupa, ujian dalam hiragana dan katakana semuanya, sehingga terus dilatih mengerjakan PR dan bahan kuliah Unit 1 sampai Unit 13 dengan hiragana dan katakana!!

Session 9: Bentuk ~te imasu (sedang melakukan atau sekarang) dan contoh pemakaian dalam kalimat Bentuk ~koto ga dekimasu (dapat mengerjakan) UNIT 7 Penunjang: untuk dapat memahami struktur kalimat yang dipelajari dalam bentuk ~ta dan bentuk ~te, serta bentuk ~koto ga dekimasu, perlu dipelajari perubahan kata kerja baik godan doushi maupun ichidan doushi serta bentuk kamus (u/ru). Juga ada tambahan lain beserta artinya untuk penggunaan bentuk ~te selain untuk ~te imasu.

Perubahan kata kerja Dari bentuk kamus (u/ru) diubah dulu agar dapat digunakan pada bentuk ~te maupun ~ta. Untuk SHIMASU dan KIMASU (fukisoku doushi, yaitu group 3), hanya mudah: Suru shimasu shite shita mengerjakan Kuru kimasu kite kita datang Untuk group 2 (ichidan doushi) juga mudah, tinggal mencoret ~ru (untuk bentuk kamus) atau ~masu (untuk bentuk sopan/biasa sopan), dan diganti dengan ~te atau ~ta: Taberu tabemasu tabete tabeta makan Neru nemasu nete neta tidur dsb Untuk group 1 (godan doushi, sesuai namanya: go = 5, doushi =kata kerja) ada 5 perubahan sesuai bentuk dasarnya pada bentuk sopan/sopan biasa, yang untuk kemudahan penghafalannya diberikan pada akhir kuliah ini. Misal: yobimasu menjadi yonde dan yonda (memanggil).

~ te imasu 1. ~te imasu (sekarang atau sedang) 2. ~te imasu (tidak sengaja ter ) Perhatikan bedanya dalam struktur kalimat: 1. Pronomina/Nama + wa + KB + o + KK~te imasu Watashi wa (ima) gohan o tabete imasu Saya sedang makan (saya sekarang makan) 2. KB + ga + KK~te imasu Terebi ga tsuite imasu TV tidak sengaja ternyalakan

Bentuk lain selain ~ te imasu Untuk level pemula-dasar, kita pelajari bentuk-bentuk ini sebagai tambahan selain ~te imasu: ~te kara (setelah) ~te kudasai (tolong ) ~te arimasu KB + ga +KK~te arimasu (sengaja di /telah ter ) Contoh: Ban gohan o tabete kara, nemasu. Setelah makan malam, tidur. Nihongo o benkyoushite kudasai Tolong belajar Bahasa Jepang Terebi ga tsukete arimasu (TV sengaja dinyalakan) Namae ga kaite arimasu (nama telah tertulis/sengaja dituliskan)

~ u/ru koto ga dekimasu Koto ga dekimasu artinya bisa (dapat), yaitu dapat mengerjakan sesuatu. Bentukan ini didahului dengan KK (kata kerja) bentuk kamus Jadi untuk group 1 (godan doushi): ~u koto ga dekimasu Untuk group 2 (ichidan doushi): ~ru koto ga dekimasu Contoh: Saya bisa membaca dengan hiragana dan katakana. Watashi wa hiragana to katakana de yomu koto ga dekimasu. Anak saya dapat makan o-sushi. Watashi no kodomo wa o-shushi o taberu koto ga dekimasu.

Bandingkan penggunaan ~ta dan ~te dengan arti yang sama (setelah) ~ta ato de Ban gohan o tabeta ato de, nemasu. Setelah makan malam, tidur. ~te kara Ban gohan o tabete kara, nemasu. Setelah makan malam, tidur. Catatan: ada sedikit perbedaan suasananya: ~te kara urutan sebuah kegiatan (segera dilakukan), sedangkan ~ta ato de hanya merupakan syarat, bukan suatu urutan kegiatan yang segera dilakukan Tambahan: untuk struktur kalimat bentuk kamus (u/ru), ada yang menunjukkan arti sebelum, yaitu ~u/ru mae ni Contoh: Ban gohan o taberu mae ni, shaawa o abimasu Sebelum makan malam, mandi.

Cara menghafal perubahan KK Cara mudah menghafal perubahan kata kerja (KK) untuk Group 1 (godan doushi), untuk bentuk ~te dan bentuk ~ta: Bimininde kiite giide ichiritte shishite Untuk bentuk ~te Bimininda kiita giida ichiritta shishita Untuk bentuk ~ta Courtesy of Wulandari (2006)

Bimininde kiite giide ichiritte shishite Courtesy of Wulandari (2006) GODAN DOUSHI Asobimasu asonde bermain Yasumimasu yasunde istirahat Shinimasu shinde mati Hatarakimasu hataraite bekerja Isogimasu isoide bergegas Kaimasu katte membeli Machimasu matte menunggu Kaerimasu kaette pulang Hanashimasu hanashite bicara bimini ki gi ichiri shi nde ite ide tte shite

Keterangan Begitu pula polanya dengan bentuk ~ta Asal kata (bentuk kamusnya adalah KK godan doushi ~u) Asobimasu asobu Yasumimasu yasumu Shinimasu shinu Hatarakimasu hataraku Isogimasu isogu Kaimasu kau Machimasu matsu Kaerimasu kaeru Hanashimasu hanasu

Ganbatte! Mata raishuu Jangan lupa kerjakan PR Unit 7 Untuk kehidupan kampus di Jepang sehari-hari, dapat dilihat di situs-situs universitas yang diminati Pemandangan di Jepang juga indah (misal di Hokkaido) Riset terintegrasi juga ada (misal di Sapporo dan di Kyushu)

Rangkuman Unit 7 KB (orang/pronomina) wa KB de gohan o tabemasu Nihonjin wa hashi de gohan o tabemasu (?) Nihonjin wa nan de gohan o tabemasuka Watashi (pronomina) wa go de repooto o kakimasu Watashi wa eigo de repooto o kakimasu arigatou wa go de desu arigatou wa supeingo de gracias desu (?) arigatou wa taigo de nan desuka Watashi (pronomina) wa KB (orang) ni denwa o kakemasu Watashi wa chichi ni denwa o kakemasu (?) Anata wa dare ni denwa o kakemasuka Watashi (pronomina) wa KB (orang) ni hon o karimashita Watashi wa sensei ni hon o karimashita (?) Anata wa dare ni hon o karimashitaka Mou KB o/e KK (lampau) Mou nimotsu o okurimashita Mou Oosakajyou e ikimashita