36 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini meneliti pengaruh mediasi Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap hubungan antara Good Corporate Governance dan nilai perusahaan pada perusahaan LQ-45 yang terdaftar di BEI periode 2009-2011. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang menitikberatkan pada pengujian hipotesis yang menjelaskan sifat dari hubungan antar variabel. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian yang terstruktur dan menguantifikasikan data untuk digeneralisasikan (Anshori&Iswati, 2009:13). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh antara Good Corporate Governance terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure, Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap nilai perusahaan, Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan serta mediasi Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap hubungan antara Good Corporate Governance dan nilai perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis jalur (path analysis). Analisis jalur merupakan pengembangan dari analisis regresi. Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung seperangkat variabel penyebab terhadap variabel akibat (Sarwono, 2007).
37 3.2. Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 3.2.1. Identifikasi Variabel Variabel yang terdapat dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut: a. Variabel Independen Variabel independen merupakan variabel penyebab yang akan mempengaruhi atau menyebabkan perubahan variabel lain dalam hal ini variabel dependen (Anshori dan Iswati, 2009:57). Dalam penelitian ini, variabel independen yang digunakan adalah Good Corporate Governance (X 1 ) b. Variabel Dependen Variabel dependen merupakan variabel yang keberadaannya dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel yang lain, dalam hal ini adalah variabel independen (Anshori dan Iswati, 2009:59). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan (Y). c. Variabel Mediasi Penelitian ini menggunakan variabel mediasi karena peneliti menduga adanya variabel lain yang mempengaruhi hubungan antara Good Corporate Governance dan nilai perusahaan. Variabel mediasi adalah variabel yang ikut berpengaruh. Variabel mediasi merupakan variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Variabel mediasi dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility Disclosure (X 2 ).
38 3.2.2. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Definisi operasional dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Good Corporate Governance Good Corporate Governance dalam penelitian ini ditentukan dengan melihat penerapan Good Corporate Governance yang diukur dengan menggunakan Corporate Governance Index (CGIX). Indeks ini mengacu pada indeks yang digunakan dalam penelitian Antasari (2007) yang mengadopsi indeks Silveira & Barros (2006) tetapi telah dimodifikasi beberapa pertanyaan yang disesuaikan dengan kondisi dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dalam menghitung indeks ini, terdapat 22 item pertanyaan biner dan obyektif, yang seluruhnya dikumpulkan melalui situs jaringan perusahaan, laporan tahunan dan laporan keuangan tanpa harus melakukan kontak secara langsung dengan perusahaan. Setiap jawaban positif (Ya) pada pertanyaan tersebut akan diberi nilai 1, jika jawaban negatif (Tidak) akan bernilai 0 sehingga range nilai untuk setiap perusahaan berkisar 0-22. Daftar pertanyaan disajikan pada halaman lampiran. 2) Corporate Social Responsibility Disclosure (X 2 ) Pelaksanaan Corporate Social Responsibility diukur berdasarkan pengungkapan informasi Corporate Social Responsibility dalam laporan tahunan perusahaan yang dinilai dengan membandingkan jumlah pengungkapan yang dilakukan perusahaan dengan jumlah pengungkapan menurut GRI yang meliputi 79 item pengungkapan yang meliputi tema:
39 economic, environment, labour practices, human rightsm society dan product responsibility. Variabel ini diukur dengan persamaan : CSRIj = Xij Nj Keterangan: CSRIj: Corporate Social Responsibility Disclosure Index perusahaan j Nj: jumlah item pengungkapan untuk perusahaan j, nj 79 Xij: dummy variable, 1 = jika item i diungkapkan; 0 = jika lainnya 3) Nilai Perusahaan (Y) Rasio Tobin s q dihitung dengan menggunakan rumus yang dikembangkan oleh White et al. (2002) seperti dalam penelitian Murwaningsari (2009), yaitu sebagai berikut: Tobin s Q = EMV + D EBV + D Keterangan: Q= Nilai perusahaan EMV= Nilai pasar ekuitas (Equity Market Value), yang diperoleh dari hasil perkalian harga saham penutupan (closing price) akhir tahun dengan jumlah saham yang beredar pada akhir tahun EBV= Nilai buku dari ekuitas (Equity Book Value), yang diperoleh dari selisih total aset perusahaan dengan total kewajiban D= Nilai buku dari total utang
40 3.3. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahuan periode tahun 2009-2011 yang tertera di BEI. Sumber data - data tersebut diperoleh antara lain dari: a. Bursa Efek Indonesia, www.idx.co.id. b. ICMD (Indonesian Capital Market Directory), c. website resmi masing-masing perusahaan 3.4. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data sekunder dikumpulkan dengan metode dokumentasi (content analysis), yaitu catatan-catatan perusahaan yang diperlukan yang terdapat didalam annual report perusahaan yang menjadi sampel penelitian seperti informasi Corporate Social Responsibility Dislosure, Tobins Q, Good Corporate Governance dan data lain yang diperlukan. Data-data yang dikumpulkan tersebut berasal dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id, dan juga website masing-masing perusahaan yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria dan selanjutnya diolah dalam penelitian. 3.5. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini, peneliti meneliti perusahaan-perusahaan yang masuk kategori LQ-45 yang terdaftar di BEI. Akan tetapi tidak semua perusahaan tersebut diteliti, hanya perusahaan-perusahaan yang tetap konsisten selama 3 tahun berturut-turut dari 2009 2011 yang masuk ke dalam kategori LQ-45 serta
41 konsisten dalam memberikan annual report (laporan tahunan). Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 29 perusahaan, yaitu : Tabel 3.1 Daftar Perusahaan Sampel Penelitian No Kode Nama Perusahaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 ADRO AALI ANTAM ASII BBCA BBNI BBRI BDMN BMRI INCO INDF INDY INTP ISAT ITMG JSMR KLBF LPKR LPIS MEDC PGAS PT Adaro Energy, Tbk PT Astra Agro Lestari, Tbk PT Aneka Tambang, Tbk PT Astra Internasional, Tbk Bank Central Asia, Tbk PT Bank Negara Indonesia, Tbk PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Bank Danamon Indonesia, Tbk PT Bank Mandiri, Tbk PT International Nickel Indonesia, Tbk PT Indofood Sukses Makmur, Tbk PT Indika Energy, Tbk PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk. PT Indosat, Tbk PT Indo Tambangraya Megah, Tbk PT Jasa Marga, Tbk PT Kalbe Farma, Tbk PT Lippo Karawaci, Tbk PT PP London Sumatra Indonesia PT Medco Energy Internasional PT Perusahaan Gas Negara, Tbk
42 Tabel 3.1 Daftar Perusahaan Sampel Penelitian (Lanjutan) No Kode Nama Perusahaan 22 23 24 25 26 27 28 29 PTBA SMCB SMGR TINS TLKM UNSP UNTR UNVR PT Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk PT Holcim Indonesia, Tbk PT Semen Gresik, Tbk PT Timah, Tbk PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations, Tbk PT United Tractors, Tbk PT Unilever Indonesia, Tbk Sumber: idx.co.id, data olahan 3.6. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan analisis jalur. Uji analisis ini dimaksudkan untuk menerangkan akibat langsung dan tidak langsung seperangkat variabel. 3.6.1. Asumsi Analisis Jalur Beberapa asumsi yang mendasari analisis jalur yang harus diperhatikan dalam menggunakan analisis jalur menurut Sarwono (2007) yaitu : 1. Adanya linieritas (Linierity). Hubungan antar variabel adalah bersifat linier. 2. Adanya aditivitas (Additivity). Tidak ada efek-efek interaksi.
43 3. Data berskala interval. Semua variabel yang diobservasi mempunyai data berskala interval (scaled values). 4. Adanya rekursivitas. Semua anak panah mempunyai satu arah, tidak boleh terjadi pemutaran kembali (looping). 5. Model yang dianalisis dispesifikasikan (diidentifikasi) dengan benar berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep yang relevan artinya model teori yang dikaji atau diuji dibangun berdasarkan kerangka teoritis tertentu yang mampu menjelaskan hubungan kausalitas antar variabel yang diteliti. 3.6.2. Analisis Jalur Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi berganda, atau dengan kata lain analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori. Langkah-langkah untuk menguji mediasi : 1. Meregresikan variabel mediasi pada variabel independen 2. Meregresikan variabel dependen pada variabel independen 3. Meregresikan variabel dependen pada kedua variabel independen dan mediasi Persamaannya antara lain adalah sebagai berikut : 1. x 2 = f (x 1 ) x 2 = a + bx 1 + c 2. y = f (x 1 ) y = a + bx 1 + c 3. y = f (x 1, x 2 )
44 y = a + bx 1 + x 2 + c Baron & Kenny (1986), ada 3 kondisi yang harus dipenuhi untuk tercapainya mediasi yaitu : 1. Variabel independen harus mempengaruhi variabel mediasi pada persamaan pertama 2. Variabel independen harus mempengaruhi variabel dependen pada persamaan kedua 3. Variebel mediasi harus signifikan mempengaruhi variabel dependen pada persamaan ketiga Jika kondisi ini semua terus dalam arah yang diprediksi, maka kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel hasil berkurang bila mediator ditambahkan ke model (signifikansi antara variabel independen dengan variabel dependen pada persamaan ketiga harus lebih kecil/tidak signifkan dari persamaan kedua). Mediasi yang sempurna berlaku jika independen variabel tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (pengaruhnya nol) ketika mediator dikendalikan. Sedangkan mediasi parsial berlaku jika hubungan antara variabel independen dan dependen signifikansinya lebih kecil atau tidak signifikan ketika mediator ditambahkan. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis jalur disimpulkan berdasarkan tingkat signifikansi (p value). Hubungan antara tiap variabel dinyatakan berpengaruh secara statistik signifikan apabila p value lebih kecil dari 0,05 (level signifikansi α = 5%)
45 3.6.3 Menghitung Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali,2006) atau menugukur ketelitian. Semakin besar adjusted R 2 suatu variabel independen, menunjukkan semakin dominan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai adjusted R 2 yang mendekati satu berarti kemampuan variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Nilai adjusted R 2 yang kecil atau dibawah 0,5 berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat kecil. Apabila terdapat nilai adjusted R 2 bernilai negatif, maka dianggap bernilai nol.