Gaya Pasang Surut dan Implikasinya

dokumen-dokumen yang mirip
Pelatihan Olimpiade Astronomi, Darul Hikam,Bandung, 23 Mei Diadaptasi dari presentasi Dr. Suryadi Siregar

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM

PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda

Gambar tata sury, alam 98

SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1

seperti sebuah bajak, masyarakat Cina melihatnya seperti kereta raja yang ditarik binatang, dan masyarakat Jawa melihatnya seperti bajak petani.

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.1. (1) Yupiter Berupa gas dan massanya terbesar diantara planet tata surya

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015

Dr. Suryadi Siregar Prodi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung

BUMI DAN ALAM SEMESTA

PROSES DAN TIPE PASANG SURUT

Materi Bumi dan Antariksa)

PLANET DAN SATELITNYA. Merkurius

Pengertian Planet, Macam-Macam Planet Serta Ciri-Cirinya

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Mars, Dewa Perang.

Oleh : Kunjaya TPOA, Kunjaya 2014

FENOMENA ASTRONOMI SISTEM BUMI, BULAN & MATAHARI

KELOMPOK I. Raditya Budi Satria ( ) Imelsa Heni Priyayik ( ) Sergius Prastowo ( ) Rina Metasari ( )

TATA SURYA Susunan Matahari dan anggota tata surya yang mengitarinya. Anggota Tata Surya:

PROSES DAN TIPE PASANG SURUT

TATA SURYA Presentasi Geografi

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Tata Surya, sebuah kerajaan di langit

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

Klik. Korona pada Matahari

NAMA :... NIM :... KELAS :......

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Sistem Tata surya. Maulana Pandudinata 9F/09

3. MEKANIKA BENDA LANGIT

indahbersamakimia.blogspot.com

Momen Inersia. distribusinya. momen inersia. (karena. pengaruh. pengaruh torsi)

Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB

JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Saturnus, Planet Bercincin

TATA SURYA & SISTEM KEPLANETAN LAIN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

Low Mass X-ray Binary

PETA KONSEP. Revolu si. Rotasi. Mataha ri TATA SURYA. satelit buata n. satelit. alami. satelit. Bulan. palapa. Kalender Masehi. Revolu si.

GRAVITASI B A B B A B

BAB 2 DATA DAN METODA

Benda B menumbuk benda A yang sedang diam seperti gambar. Jika setelah tumbukan A dan B menyatu, maka kecepatan benda A dan B

BAB IV PASANG SURUT AIR LAUT TIPE MIXED TIDES PREVAILING DIURNAL (PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG) UNTUK PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.2. Pernyataan tersebut yang termasuk ciri ciri dari bumi di tunjukkan pada nomor...

TES STANDARISASI MUTU KELAS XI

3. ORBIT KEPLERIAN. AS 2201 Mekanika Benda Langit. Monday, February 17,

Jupiter: Dewa Zeus. Planet kelima dalam Tata Surya kita adalah Jupiter. Jupiter

r 21 F 2 F 1 m 2 Secara matematis hukum gravitasi umum Newton adalah: F 12 = G

indahbersamakimia.blogspot.com Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Bumi, Berlian biru alam semesta

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA. Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011

GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik

Planet-planet dalam sistem tatasurya kita

Bab III INTERAKSI GALAKSI

BAB II LANDASAN TEORI SUNGAI DAN PASANG SURUT

Asal muasal gunung api di Io dan keberadaan cincin Jupiter

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

ROTASI BENDA LANGIT. Chatief Kunjaya. KK Atronomi, ITB. Oleh : TPOA, Kunjaya 2014

Tata Surya dari Perspektif Ilmu Pengetahuan

PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014

Uji Kompetensi Semester 1

PEMBAHASAN SOAL UJIAN NASIONAL SMA MATA PELAJARAN FISIKA TAHUN 2016/2017

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015

MODEL PENAMPANG BUJUR BINTANG BEROTASI DENGAN VARIASI KECEPATAN SUDUT

SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI

Antiremed Kelas 9 Fisika

BAHAN AJAR FISIKA GRAVITASI

BAB VII TATA SURYA. STANDAR KOMPETENSI : Memahami Sistem Tata Surya dan Proses yang terjadidi dalamnya.

Studi Kasus 1. Komet dalam orbit parabola

UM UGM 2017 Fisika. Soal

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALATIHAN SOAL BAB 4

MAKALAH BUMI DAN TATA SURYA KONSEP DASAR IPA

Relasi Empirik Diameter Asteroid Dengan Fenomena Tsunami Dan Gempa

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

BULAN = MOON ROTASI & REVOLUSI BULAN. Bidang orbit bulan miring 5,2 0 terhadap bidang ekliptika (orbit bumi mengedari matahari)

RINGKASAN MATERI TATA SURYA

Hukum Newton Tentang Gravitasi

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

Geologi Dasar (MGD 301)

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Uranus, planet tidak taat aturan

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2017

PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (2013), Hal. 1-7 ISSN : Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet

Definisi Arus. Pergerakkan horizontal massa air. Penyebab

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2013 TINGKAT PROVINSI

SISTEM TATA SURYA. Matahari merupakan salah satu bintang yang menghiasi galaksi Bima sakti. Suhu

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2017

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT KABUPATEN / KOTA FISIKA.

DINAMIKA BENDA LANGIT

Kurang dari 0,25 diameter bumi. g/cm³) Gravitasi sekitar 1,67 m/s². Sekitar 17% gravitasi bumi

Bab III Aplikasi Efek Radiasi Termal Pada Asteroid

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 TINGKAT PROVINSI

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Asteroid

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : 1 kali pertemuan 2 35 menit. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.6

UNIT 13: GERAK BENDA LANGIT

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. : Mahasiswa memiliki gambaran umum perkuliahan terkait konsep-konsep dan materi subjek yang akan dibelajarkan.

NASKAH SOAL POST-TEST. Mata Pelajaran: Fisika Hari/Tanggal : Kelas : XI/IPA Waktu :

Transkripsi:

Prodi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung Gaya Pasang Surut dan Implikasinya Oleh, Dr. Suryadi Siregar Astronomi FMIPA-ITB Disampaikan pada Pelatihan Olimpiade Geoscience Lembang, 6 Agustus 007 Pelatihan Olimpiade Geoscience 1

Materi Kuliah 1. Tinjauan gaya pasang Surut. Stabilitas gaya Pasang Surut Tujuan Instruksional Umum Setelah mempelajari materi ini peserta mampu menjelaskan secara rinci mekanisme gaya pasang surut pada sebuah planet dan fenomena astronomi yang bertautan Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari materi ini peserta dapat memahami, mengenal dan menurunkan pernyataan pasang surut,stabilitas gaya pasang surut. Menjelaskan makna harbour time, cincin Saturnus, asal mula asteroid dari aspek pasang surut Pelatihan Olimpiade Geoscience

Evolusi Tata Surya Teori Kontraksi Awan Antar Bintang(Nebular Contraction) Tokoh: Rene de Cartes (1644), Pierre Simon de Laplace (1796), Immanuel Kant Inti Sari: Konservasi momentum sudut, mensyaratkan awan primordial berkontraksi, kecepatan rotasi bertambah besar. Awan primordial berubah menjadi piringan pipih(pancake).gumukan terpadat di pusat menjadi Matahari Tahap awal (atas). Tahap akhir(bawah),tata Surya menjadi bersih Pelatihan Olimpiade Geoscience 3

1. Gaya Pasang Surut Yang dimaksud dengan gaya pasang surut adalah perbedaan gaya pada sebuah titik di permukaan planet dengan gaya yang bekerja pada titik pusat planet. Pelatihan Olimpiade Geoscience 4

B A A Ilustrasi gaya pasang surut di ekuator dan kutub Pelatihan Olimpiade Geoscience 5

Gaya Pasut Bulan terhadap Bumi di A B A A' C A D Gb 1 Gaya gravitasi oleh Bulan pada titik A,B,C dan A', mengarah ke pusat Bulan. Selisih gaya terhadap titik C adalah sama pada A dan A'. Asumsi Bumi bola sempurna mengakibatkan pada titik B, gaya yang sejajar terhadap garis hubung Bumi-Bulan CD, akan saling meniadakan F F A F C Pelatihan Olimpiade Geoscience 6

Aplikasikan hukum Newton pada titik A dan titik C B A A' C A D F GMm (r 1 R) 1 GMm r Pelatihan Olimpiade Geoscience 7

Pelatihan Olimpiade Geoscience 8 A' B A C A D Dijabarkan kita peroleh; + 4 r R 1 r r R 1 rr GMm F

Karena r >> R maka pada titik A; B A' C A D GMm F r 3 R Pelatihan Olimpiade Geoscience 9

Pelatihan Olimpiade Geoscience 10 A' B C A D.Gaya pasut di titik A adalah; + + + C A' R) (r r R) (r r GMm r 1 GMm R) (r 1 GMm F F F + + 4 r R 1 r r R 1 rr GMm F R r GMm F 3

Pelatihan Olimpiade Geoscience 11 A' B C A D 3. Gaya pasut di titik B B d 1 GMm F d r d 1 GMm Cos F F B // B θ 3 B B r R GMm Sin F F θ

Karena Bumi berotasi maka komponen gaya sejajar di B saling meniadakan dengan gaya gravitasi Bulan di titik C Karena F b// F C B A A' C A D F B R GMm r 3 Gaya pasang surut di ekuator dua kali lebih besar dibanding dengan di daerah kutub. Gaya pasang surut di tempat lain akan mengikuti pertaksamaan F B < F < F A Pelatihan Olimpiade Geoscience 1

ω Resultante gaya pasang surut pada setiap titik di permukaan Bumi Pelatihan Olimpiade Geoscience 13

Bumi, bola yang diselubungi air Pelatihan Olimpiade Geoscience 14

Pasang Purnama dan Pasang Purbani Arah Matahari (a) (b) Teori (c) Realita Pada saat t Pada saat t+δt Pelatihan Olimpiade Geoscience 15

Pasang Purnama (vive eau, spring tides) dan Pasang Purbani (morte eau, neap tide) Gaya pasang surut akan maksimum bila resultante gaya gravitasi Bumi, Bulan dan Matahari terletak pada suatu garis lurus. Keadaan, berlangsung pada saat bulan purnama atau bulan baru. Naiknya permukaan air laut pada saat ini disebut "pasang purnama". Gaya pasang surut akan minimum apabila gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling meniadakan, ini terjadi pada saat Bulan-Bumi-Matahari membentuk sudut 90 0 Posisi ini disebut Bulan kuartir, terjadi pada saat Bulan berumur sekitar 7 hari dan 1 hari. Naiknya permukaan air laut merupakan tinggi yang minimum. Peristiwa ini disebut "pasang purbani" Pelatihan Olimpiade Geoscience 16

Syzyg-Kuartir dan Pasang -Surut Arah Matahari Pasang, T Purnama Surut, T+6jam Purbani Bumi Purbani Pasang,T+1Jam Purnama Surut,T + 18Jam Dalam 4 jam kali pasang dan kali surut Pelatihan Olimpiade Geoscience 17

Pasang-surut(pasut) disuatu tempat tidak hanya bergantung pada posisi Bulan dan Matahari saja, tetapi dipengaruhi juga oleh keadaan geografi, arah angin, gesekan dengan dasar laut, kedalaman, relief dasar laut dan viskositas air di lokasi tersebut. Semua faktor ini dapat mempercepat atau memperlambat datangnya air pasang Perbedaan waktu antara datangnya pasang naik dengan waktu yang dihitung disebut "harbour-time". Contoh beda pasang Purnama dan Purbani, tanggal 3 April 1950 di Brest, Perancis setelah bulan purnama amplitudo air pasang mencapai 7 meter (vive eau, spring tides, pasang purnama), 7 hari kemudian, 10 April 1950 setelah kuartier terakhir. Amplitudo gelombang air pasang cuma,5 meter (morte eau, neap tide, pasang purbani). Pelatihan Olimpiade Geoscience 18

Harbor Time Pelatihan Olimpiade Geoscience 19

Rotasi Bumi menjadi lebih lambat 1. Perubahan posisi Bulan dan Matahari akan menyebabkan terjadinya gesekan air laut dengan dasar laut.. Hal ini akan memperlambat rotasi Bumi, akibatnya panjang hari di Bumi akan bertambah sekitar 0,0016 detik/abad. 3. Buktinya, saat peristiwa gerhana yang dicatat oleh orang Babilonia tidak pernah sama dengan komputasi astronomi modern dewasa ini Pelatihan Olimpiade Geoscience 0

. Stabilitas Gaya Pasang Surut M,R-Massa dan radius planet pengganggu m i,r -massa dan radius titik massa, keduanya dianggap sama dan homogen d - radius orbit pusat massa m i terhadap M Orbit m i terhadap M Pelatihan Olimpiade Geoscience 1

Gaya gravitasi dari M Untuk massa m 1 Orbit m i terhadap M F 1 m1 GM (d r) Untuk massa m F m GM (d + r) Pelatihan Olimpiade Geoscience

Gaya pasang surut dari M F d F 1 F Orbit m i terhadap M F d m1 GM (d r) m 1 (d + r) Asumsi massa m 1 m m F d GMm d 3 (1 4r r d ) Pelatihan Olimpiade Geoscience 3

Asumsi Gaya Pasang Surut dari M Karena d>> r Orbit m i terhadap M F d 4GMm d 3 r Gayagravitasi terhadap m 1 dan m F g Gm 1 (r) m Pelatihan Olimpiade Geoscience 4

Syarat partikel dalam kesetimbangan KarenaF d F g Orbit m i terhadap M 4GMm d 3 r Gm 1 (r) m ρ 1 dan ρ rapat massa M dan mm 1 m M R r 3 ρ1 ρ m Pelatihan Olimpiade Geoscience 5

Limit Roche KarenaF d F g dan dengan mengambil R sebagai satuan diperoleh Orbit m i terhadap M d ρ1,5 ρ 1 3 Pelatihan Olimpiade Geoscience 6

Kesimpulan 1 Bila F d < F g maka m 1 dan m tidak akan terpisah Orbit m i terhadap M d > ρ1,5 ρ 1 3 Pelatihan Olimpiade Geoscience 7

Kesimpulan Bila F d > F g maka m 1 dan m akan terpisah Orbit m i terhadap M d < ρ1,5 ρ 1 3 Tidak ada satelit alamiah yang mengorbit dalam radius,5 kali radius planet Pelatihan Olimpiade Geoscience 8

Bentuk Umum Limit Roche r ρp f ρc 1 / 3 R p Kondisi berlakunya persamaan diatas; massa homogen, hydrostatic fluid, synchronously co-rotating dalam hal ini, ρ p density planet R p jari planet r radius orbit planet ρ c density object sekunder f konstanta regresi bergantung pada macam model yang dipilih Pelatihan Olimpiade Geoscience 9

Tabel 1. Konstanta f untuk berbagai model No Mode Rotation State f 1 Hydrostatic fluid Synchronous rotating,46 Synchronous rotating,88 3 Non rotating,5 4 Synchronous rotating 1,4 Pelatihan Olimpiade Geoscience 30

Lanjutan Tabel 1 No Mode Rotation State f 5 Non rotating 1,6 6 Boss et al(1991) Non rotating 1,31-1,47 7 Sridher & Tremaine(199 ) Non rotating 1,69 8 Zigna(1978) Synchronous rotating 1,4 Pelatihan Olimpiade Geoscience 31

Syarat dan definisi Syarat: F g + F ps + F s 0 dengan b Fg percepatan gravitasi F ps percepatan pasang surut a F s percepatan sentrifugal a- radius ekuator benda,ω-frekuensi spin, ω 0 - frekuensi orbit permukaan ρ p rapat massa planet(matahari) ρ c rapat massa kritis r - jarak terdekat a/b rasio sumbu elipsoida Pelatihan Olimpiade Geoscience 3

a). Untuk bola berotasi Rubber-Pile F ps R ω 0 ρp r p 3 a ( percepatan pasang surut) F ω ρca g 0 ( percepatan gravitasi) F s ω a ( percepatan sentrifugal) Pelatihan Olimpiade Geoscience 33

Pelatihan Olimpiade Geoscience 34 Diperoleh Dalam hal synchronous rotating body 0 a a r R a 3 p p 0 C 0 + + ω ρ ω ρ ω 0 3 p p r R ω ω ρ 0 3 p p C r R + ω ω ρ ρ

Pelatihan Olimpiade Geoscience 35 b)limit Roche untuk elipsoida berotasi Rubber-Pile, disrupsi terjadi bila dipenuhi + b a r R 0 3 p p C ω ω ρ ρ

Untuk P/Shoemaker-Levy 9 disrupsi terjadi pada r 1,3 R p ρ C 1, + 3 P h rot,3 a b Merupakan limit atas terjadinya disrupsi, sedangkan untuk non rotating sphere diperoleh ρ c 1, tetapi untuk a/b ρ c,4 untuk non rotating body Pelatihan Olimpiade Geoscience 36

Pelatihan Olimpiade Geoscience 37

P/Shoemaker-Levy 9 Pelatihan Olimpiade Geoscience 38

Efek Gaya Pasang Surut yang dialami oleh Io Pelatihan Olimpiade Geoscience 39

Transfer massa, pasangan binary β Lyrae Pelatihan Olimpiade Geoscience 40

Pelatihan Olimpiade Geoscience 41

Tabel. Cincin Saturnus dan jaraknya(r6033 km) No Nama Cincin Jarak [R] Lebar [km] Tebal [km] Massa [kg] Albedo 1 D 1,35 8500 C 1,55 17500 1,1 10 1 0,1-0,3 3 B 1,949 5500 0,1-1,8 10 0,4-0,6 4 Cassini Divission,05 4700 5,7 10 17 0,-0,4 5 A,67 14600 0,1-1 6, 10 1 0,4-0,6 6 F,34 30-500 0,6 7 G,748 8000 100-1000 1 10 17 8 E,983 300000 1000-7 10 8 30000 Pelatihan Olimpiade Geoscience 4

Deimos dari berbagai posisi Pelatihan Olimpiade Geoscience 43

Phobos dan Deimos Asaph Hall(Amerika),1877 Pelatihan Olimpiade Geoscience 44

Phobos Pelatihan dan Deimos Olimpiade Geoscience 45

Tabel 3. Limit Roche untuk berbagai sistem planet-satelit No Body Satellite Roche Limit(rigid) [R] Roche Limit(fluid) [R] 1 Bumi-Bulan 1,49,86 Bumi-Komet,80 5,39 3 Matahari-Bumi 0,80 1,53 4 Matahari-Jupiter 1,8,46 5 Matahari-Bulan 0,94 1,81 6 Matahari-Komet 1,78 3,4 Pelatihan Olimpiade Geoscience 46

Dampak gaya pasang surut di berbagai planet a. Merkurius Pada awalnya Merkurius memiliki rotasi yang cepat, tetapi perlahan-lahan rotasinya diperlambat oleh gaya pasang surut Matahari. Dalam waktu bersamaan eksentrisitasnya menjadi mengecil, orbit semakin dekat ke Matahari dari posisi sebelumnya b. Jupiter dan Io Io, merupakan salah satu satelit terbesar planet Jupiter, terdapat banyak gunung berapi, sehingga sering terjadi aktivitas vulkanik. Gaya pasang surut yang dialami Io diduga sebagai pemicu terjadinya aktivitas vulkanik tersebut, memiliki karakter yang khusus akibat lokasinya yang unik. Jarak Io ke Jupiter hampir sama dengan jarak Bulan ke Bumi tetapi Jupiter 300 kali lebih besar dari Bumi, dengan demikian Jupiter dapat menyebabkan gaya pasang surut yang luar biasapelatihan di satelit Olimpiade ini. Geoscience 47

Besarnya energi pasang surut yang dialami Io dapat ditaksir dari radiasi yang disembur oleh bintik panas (hot-spot) yang banyak ditemukan di permukaan Io, Energi akibat gaya pasang surut melebihi energi erupsinya. Energi yang dibangkitkan 100 juta megawat atau 10 kali lebih besar dari energi total yang dikonsumsi oleh manusia di Bumi, setelah milyaran tahun berselang, pemanasan yang disebabkan oleh gaya pasang surut menyebabkan air dan es menghilang di beberapa tempat, khususnya komposisi yang terdiri dari campuran Carbon dan Nitrogen Pelatihan Olimpiade Geoscience 48

c. Saturnus dan cincin Saturnus Keistimewaan cincin Saturnus dibandingkan dengan cincin yang dimiliki oleh planet lain; dapat dilihat secara jelas dari Bumi dengan menggunakan teropong. Cincin Saturnus terdiri dari berbagai bagian yaitu cincin F, A, Cassini Division, B, C,D,G dan E. Ada beberapa hipotesa yang mencoba menjelaskan asal mula cincin itu. Salah satunya adalah hipotesa yang diajukan oleh Edouard Roche. Roche mengatakan bahwa dulu di sekitar Saturnus ada sebuah satelit. Namun satelit itu berada terlalu dekat dengan Saturnus, jaraknya lebih kecl dari,5 kali jejari Saturnus. Gaya kohesi satelit tersebut tidak dapat menahan gaya pasang surut yang ditimbulkan oleh planet induknya, Saturnus sehingga satelit itu hancur berkeping-keping. kepingan sisa satelit, yang terdiri dari batu dan partikel lainnya membentuk cincin yang mengelilingi planet Saturnus hingga sekarang Pelatihan Olimpiade Geoscience 49

d. Mars dan Phobos Phobos dan Deimos berasal dari asteroid yang terlempar dari sabuk utama(main-belt) akibat gravitasi Jupiter. Hipotesa ini diperkuat dengan fakta bahwa gaya pasang surut Mars dan satelitnya berada dalam limit Roche sebagai ilustrasi telah diketahui jejari Mars R0,53 jejari Bumi dengan rapat massa 3,9 gram/cm3 sedangkan Phobos dan Deimos masing-masing berjarak,76 dan 6,91 kali jejari Mars, rapat massa keduanya relatif sama yaitu gram/cm3. Jika dihitung kembali dengan formula diatas diperoleh f,89 dan ini adalah kriteria synchronous rotating yang artinya Phobos selalu menampakkan muka yang sama ke planet Mars seperti halnya Bulan kita. Namun tonjolan (bulge) yang disebabkan gaya pasang surut dikawasan ekuatorial yang mempunyai viskositas tinggi, serta adanya perbedaan tempo rotasi Mars dan Phobos menyebabkan rotasi menjadi tidak konstan. Phobos berotasi lebih cepat dari Mars dan gaya pasang surut akan memperlambatnya sehingga orbit Phobos menjadi mengecil yang boleh jadi pada suatu waktu akan menabrak Mars, diduga peristiwa ini akan terjadi 10 sampai 50 juta tahun lagi. Deimos berevolusi lebih lambat dari Mars sehingga orbitnya semakin besar dan menjauh planet Mars. Pelatihan Olimpiade Geoscience 50

Skenario pembentukan Phobos dan Deimos Sabuk Utama/Main-Belt Bola pengaruh gravitasi Pelatihan Olimpiade Geoscience 51

Tabel 4. Data fisik dan orbit satelit Mars No Parameter Phobos Deimos Takut Panik 1 r[km] 9377 3436 P[day] 0,31891 1,644 3 a[km] 6 1 4 b[km] 18 10 5 M[10 15 kg] 10,8 1,8 6 ρ[kg/m 3 ] 1900 1750 Pelatihan Olimpiade Geoscience 5

Pelatihan Olimpiade Geoscience 53

Phobos memunyai pola orbit synchronous, periode revolusinya P 1 hari Mars. Gaya pasang membuat phobos berkurang ketinggiannya 1,8 meter/abad. Dalam kurun waktu 50 juta tahun Phobos akan bertumbukan dg Mars Pelatihan Olimpiade Geoscience 54

Daftar Bacaan Boss, A.F., Cameron,A.G.W., ansd Benz.; 1991, "Tidal Disruption Of Inviscid Planetesimals", Icarus,9,165-178 Chaisson,E and McMillan,S.; 1993 Astronomy Today, Prentice Hall,New Jersey Danby,J.M.A.; 1988 Fundamentals of Celestial Mechanics, Willmann- Bell,Inc, Richmond, Virginia Flammarion,G.C et Danjon,A.; 1955 Astronomie Populaire, Flammarion, Paris Harris,A.W.; 1996 Earth, Moon and Planets,7,11-117 Sridhar,S., and Tremaine,S.; 199," Tidal Disruption of Viscous Bodies", Icarus,95,86-99 Ziglina,I.N.; 1978, " Tidal Disruption of Bodies", Icarus,95,86-99 Pelatihan Olimpiade Geoscience 55