PERTEMUAN 9 PENENTUAN DESAIN RISET

dokumen-dokumen yang mirip
JENIS-JENIS RISET PEMASARAN

Desain Riset DOSEN : DIANA MA RIFAH

Modul Riset Pemasaran

Proses Definisi Masalah dan Desain Riset

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS]

RISET KUALITATIF DOSEN : DIANA MA RIFAH

PERTEMUAN 6 KRITERIA RISET ILMIAH

BAB 3 Metode Penelitian

RISET PEMASARAN. presented by : M Anang Firmansyah

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENELITIAN KUALITATIF

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Akhir yang berjudul Analisis Product Positioning Pada Clothing Arena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian 1. Studi eksplorasi ( exploration study

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TAHAPAN DALAM RISET PASAR

Bab 3 METODE PENELITIAN

PERTEMUAN 4 PERUMUSAN MASALAH RISET PEMASARAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Mengelola Informasi Pemasaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di jalan cipta karya, Pekanbaru, dimulai dari Februari 2014

BAB 3 METODE PENELITIAN

2.7.2 Pengujian Reliabilitas Instrumen Importance Performance Analysis Pendekatan Umum Terhadap Evaluasi Kinerja di dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

METODOLOGI PENELITIAN PEMASARAN. Presented by : M Anang Firmansyah

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh

MELAKSANAKAN RISET PEMASARAN DAN MERAMALKAN PERMINTAAN OLEH : DIANA MA RIFAH

III. METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto,

PERTEMUAN 3 PROSES RISET PEMASARAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah penelitian konklusif atau deskriptif. Penelitian ini menyediakan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat eksploratori dan penelitian

PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. sebagai variabel bebas (Independent Variable), sedangkan untuk variabel

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan dan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian assosiatif. Menurut Sugiyono (2008:

BAB 1 PENDAHULUAN. pembelian sekaligus memuaskan konsumen. Kepuasan akan tercapai dan dapat

III. METODE PENELITIAN. produk Wellborn di Bandar Lampung. Dalam melaksanakan penelitian ini, desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Mata Kuliah - Markom Industry Analysis- Modul ke:

III. METODE PENELITIAN

Hanif Fakhrurroja, MT

1. BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Belakangan ini sudah menjadi trend bagi berbagai kalangan untuk makan pada Cafe &

BAB III METODE PENELITIAN. statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 73 Pada

Survei Beban Responden, 2013

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 Klasifikasi Desain Riset

Mengumpulkan Informasi (Riset Pemasaran)

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif.

Survei Pandangan Masyarakat Terhadap Kehidupan Bernegara, 2011

BAB. II. RISET PEMASARAN DAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN ARTI SISTEM INFORMASI PEMASARAN (SIP)

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Agar penelitian dapat dijalankan sesuai dengan yang diharapkan, maka

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research menggunakan

BAB 3 METODOLOGI. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab III. Metodologi Penelitian. dalam melakukan sebuah penelitian. Desain penelitian memberikan serangkaian prosedur

Proses Riset Pemasaran

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang

RISET PEMASARAN. By Zainal Abidin. Agribisnis Perikanan, FPIK UB 2018

mempengaruhi pembelian impulsif berupa faktor kognitif? 3. Bagaimana faktor celebrity endorser yang terdiri dari kredibilitas, daya tarik,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 3 METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian

Pemilihan Data (Sampel) Penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

PERTEMUAN 9 PENENTUAN DESAIN RISET

Definisi Desain riset adalah kerangka dalam melaksanakan proyek riset pemasaran. Desain riset menjabarkan rincian prosedur yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam menstrukturisasi dan/atau memecahkan masalah riset pemasaran

Tugas Pokok Desain Riset 1. Menentukan jenis desain riset pemasaran (eksploratoris, deskriptif, kausal) 2. Menentukan informasi yang dibutuhkan 3. Menetapkan prosedur pengukuran dan skala 4. Menyusun dan melakukan pre-test terhadap kuesioner/pengumpulan data lainnya 5. Menetapkan proses sampling dan jumlah sampel 6. Menyusun rencana analisis data

Klasifikasi Desain Riset Pemasaran Desain Riset Riset Eksploratoris Riset Deskriptif Riset Konklusif Riset Kausal Desain Cross-sectional Desain Longitudinal Single crosssectional Multiple cross-sectional

Perbandingan Riset Eksploratoris & Konklusif No ASPEK EKSPLORATORIS KONKLUSIF 1 Tujuan Memberi wawasan dan pemahaman 2 Karakteristik Informasi yang dibutuhkkan dirumuskan secara longgar Proses riset bersifat fleksibel dan tidak terstruktur Menguji hipotesis spesifik dan menilai hubungan tertentu Informasi yang dibutuhkan telah dirumuskan dengan jelas Proses riset bersifat formal dan terstruktur Sampelnya kecil dan non representatif Analisis data primer bersifat kualitatif Samplenya besar dan representatif Analisis data bersifat kuanlitatif

No ASPEK EKSPLORATORIS KONKLUSIF 3 Temuan/ Hasil Tentatif 4 Outcome Biasanya diikuti dengan riset ekploratoris lanjutan atau riset konklusif Konklusif Temuan digunakan sebagai input untuk pengambilan keputusan

Riset Eksploratoris Tujuan utama memberikan gagasan, wawasan, dan pemahaman atas situasi permasalahan yang dihadapi peneliti. bermanfaat dalam situasi dimana peneliti tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai masalah yang menjadi fokus utama dalam proyek riset pemasaran. bercirikan fleksibel karena prosedur riset formal tidak digunakan

Jarang memakai kuesioner terstruktur, sample besar dan sampling probabilitas Fokus penelitian dapat berubah ketika memiliki gagasan/wawasan baru Kreatifitas peneliti memainkan peran penting Dikelompokan menjadi 3 kategori : a. experience surveys b. analisis data sekunder c. pilot studies

a. experience surveys : teknik riset berupa diskusi dengan para individu yang dianggap pakar/menguasai masalah riset baik dalam/luar organisasi seperti konsultan, dosen, ilmuwan, manajer, dll. b. analisis data sekunder : teknik riset diperoleh dari berbagai sumber baik internal (faktur penjualan, decision support systemn intelijensi pemasaran) atau eksternal (internet, BPS, direktori, jurnal, dll) cara ini hemat biaya dan lebih cepat c. pilot studies : teknik analisis yang digunakan untuk merujuk pada serangkaian teknik riset yang menggunakan sampling, namun dengan standar yang fleksibel/ longggar sebagai data primer yang dikumpulkan dari konsumen/beberapa pakar pilot studies diklasifikasikan terdiri dari

d. focus group interviews : wawancara yang tidak terstruktur yang dilakukan dalam kelompok kecil responden (6 12 orang) dengan dipimpin seorang moderator yang membahas topik yang berkenaan dengan jonsep merek, iklan atau produk baru

Case study : teknik yang secara intensif meneliti satu atau sejumlah kecil situasi yang mirip dengan situasi masalah ayng dihadapi. Projective techniques : teknik bertanya secara tidak langsung melalui pihak ketiga guna untuk mengungkapkan sikap, motivasi, reaksi defensif dan karakteristik individu dalam merespon sesuatu. In-depth interviews : wawancara banyak yang tidak terstruktur dengan mengharapkan jawaban yang dalam& rinci

Riset Konklusif Bertujuan untun menguji hipotesis dan hubungan spesifik tertentu. Riset konklusif terdiri atas : a. riset deskriptif b. riset kausal.

a. riset deskriptif : riset yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik / fungsi pasar. Beberapa alternatif yang cocok untuk tipe ini : Menggambarkan karakteristik kelompok relevan seperti konsumen, wiraniaga, organisasi, area pasar. Misalnya kita dapat mengidentifikasi profil heavy user toko buku gramedia Mengestimasi persentase unit populasi tertentu yang menunjukan perilaku tertentu. Misalnya kita dapat mengestimasi presentase heavy user gramedia yang juga berbelanja di toko buku lain.

Menentukan persepsi terhadap karakteristik produk. Contoh bagaiman konsumen mempersepsikan berbagai toko buku berdasarkan kriteria pemilihan Menentukan tingkat asosiasi terhadap variabel pemasaran. Contoh seberapa jauh hubungan antara berbelanja di toserba dengan kebiasaan jajan makanan. Menentukan prediksi spesifik. Contoh berapa penjual ritel matahari toserba untuk busana wanita di Bandung.

Macam-Macam Riset Deskriptif 1. Cross-sectional : type desain riset yang berupa pengumpulan informasi dari sampel tertentu yang hanya dilakukan satu kali. Type ini terbagi menjadi 2, yaitu a. single cross-sectional : hanya ada satu sampel dari populasi target dan informasi dikumpulkan dari sampel tersebut hanya satu kali. Type ini sering disebut pula sample survey research designs

b. Multiple cross-sectional : dimana ada dua atau lebih sampel responden dan informasi dikumpulkan dari masingmasing sampel hanya satu kali. Dalam banyak kasus informasi dikumpulkan dari sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda 2. Longitudinal, yaitu : type riset yang melibatkan sampel tetap (fixed sample) dari eleman populasi yang diukur berulang kali. Eleman tersebut tetap sama sepanjang waktu, sampel responden biasanya rumah tangga, yang sepakat memberikan informasi pada interval waktu tertentu selama periode tertentu

Keunggulan & Kelemahan Desain Cross-Sectional vs Longitudinal Kriteria Evaluasi Desain Cross- Sectional Desain Longitudinal Mendeteksi perubahan - + Pengumpulan data dalam jumlah besar - + akurasi - + Sempling yang representatif + _ Responden bias + - Ket : + (keunggulan), - (kelemahan)

Riset Kausal Riset kausal adalah tipe riset konklusif yang bertujuan untuk menentukan hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) dari suatu fenomena. Peneliti sering kali mengambil keputusan berdasarkan asumsi terhadap hubungan kausalitas tertentu, dibutuhkan riset formal untuk menilai validitasnya.

Tujuan : a.memahami variabel yang menjadi penyebab (variabel independen) dan variabel yang menjadi akibat (variabel dependen) dari suatu fenomena. b.menentukan karakteristik hubungan antar variabel kausal dan dampak yang diprediksi.

Contoh : asumsi umum bahwa jika harga diturunkan maka penjualan dan pangsa pasar akan meningkat, belum tentu berlaku dalam lingkungan persaingan tertentu.