Probabilitas Statistik

dokumen-dokumen yang mirip
Ruang Sampel, Titik Sampel dan Kejadian

BAHAN AJAR STATISTIKA DASAR Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang 1 PELUANG

Tujuan Pembelajaran. mutually exclusive

April 20, Tujuan Pembelajaran

Hidup penuh dengan ketidakpastian

PELUANG. Hasil Kedua. Hasil Pertama. Titik Sampel GG GA A

Probabilitas. Tujuan Pembelajaran

Probabilitas metode ilmiah yang dikembangkan untuk menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan ketidakpastian (uncertaint).

PELUANG. Titik Sampel GG

BAB 3 Teori Probabilitas

ALJABAR SET & AKSIOMA PROBABILITAS

1. Konsep Peluang. EL2002-Probabilitas dan Statistik Dosen: Andriyan

STATISTIK INDUSTRI 1. Agustina Eunike, ST., MT., MBA

PROBABILITAS 02/10/2013. Dr. Vita Ratnasari, M.Si

Pert 3 PROBABILITAS. Rekyan Regasari MP

BAB II PROBABILITAS Ruang sampel (sample space)

Aksioma Peluang. Bab Ruang Contoh

Istilah dalam Peluang PELUANG. Contoh. Istilah dalam Peluang(Titik Sampel) 4/2/2012

Gugus dan Kombinatorika

1.1 Konsep Probabilitas

PENGANTAR TEORI PELUANG. Pendahuluan

Probabilitas = Peluang

Learning Outcomes Ruang Contoh Kejadian Aksioma Peluang Latihan. Aksioma Peluang. Julio Adisantoso. 16 Pebruari 2014

II. KONSEP DASAR PELUANG

Bab 3 Pengantar teori Peluang

- Yadi Nurhayadi - M O D U L S T A T I S T I K A BAB 1 PELUANG

MATERI KULIAH STATISTIKA I PROBABLITAS. (Nuryanto, ST., MT)

BAHAN AJAR STATISTIKA DASAR Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang 1. PELUANG

BAB 2 LANDASAN TEORI

PELUANG. n cara yang berbeda. Contoh 1: Ali mempunyai 2 celana dan 3 baju yang berbeda. Berapa stelan celana dan baju berbeda yang dipunyai Ali?

Permutasi dan Kombinasi

RUANG SAMPEL DAN KEJADIAN TI2131 TEORI PROBABILITAS MINGGU KE-2

STATISTICS. WEEK 2 Hanung N. Prasetyo TELKOM POLYTECHNIC/HANUNGNP

PROBABILITAS BERSYARAT

5.Permutasi dan Kombinasi

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang dalam Permainan Poker

Percobaan : proses yang menghasilkan data Ruang Contoh (S) : himpunan yang memuat semua kemungkinan hasil percobaan

Teori Probabilitas. Debrina Puspita Andriani /

KONSEP DASAR PROBABILITAS

peluang Contoh 6.1 Ali mempunyai 2 celana dan 3 baju yang berbeda. Berapa stelan celana dan baju berbeda yang dipunyai Ali? Matematika Dasar Page 46

KONSEP DASAR PROBABILITAS

Nilai Probabilitas berkisar antara 0 dan 1.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Statistika & Probabilitas. Sumber: Materi Kuliah Statistika Dr. Ir. Rinaldi Munir, M.T

BAB I PELUANG A. PERCOBAAN dan RUANG SAMPEL PERCOBAAN adalah setiap proses mengamati/mengukur yang menghasilkan data

2-1 Probabilitas adalah:

KATA PENGANTAR. Salatiga, Juni Penulis. iii

PENCACAHAN RUANG SAMPEL

Penerapan Teori Kombinatorial dan Peluang Dalam Permainan Poker

BAB V PENGANTAR PROBABILITAS

Peluang. Ilham Rais Arvianto, M.Pd. STMIK AKAKOM Yogyakarta

PELUANG. A Aturan Pengisian Tempat. B Permutasi

Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan PROBABILITAS. Statistika dan Probabilitas

Pembahasan Contoh Soal PELUANG

PELUANG. Dengan diagram pohon diperoleh:

PENGANTAR MODEL PROBABILITAS

1 Probabilitas (probability)

CONTOH BAHAN AJAR PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF

Learning Outcomes Pencacahan Permutasi Kombinasi Sebaran Bola dalam Keranjang Kesimpulan. Kombinatorika. Julio Adisantoso.

Bab 9. Peluang Diskrit

Probabilitas & Teorema Bayes

PELUANG. P n,r, P r TEKNIK MENGHITUNG: PERKALIAN TEKNIK MENGHITUNG: PERMUTASI TEKNIK MENGHITUNG: PERKALIAN. P n,r =n n 1 n 2 n r 1 = n! n r!

PELUANG. Jika seluruhnya ada banyak kegiatan, dan masing-masing berturut-turut dapat dilakukan dalam

BAB 2 PELUANG. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah.

MATERI BAB I RUANG SAMPEL DAN KEJADIAN. A. Pendahuluan Dari jaman dulu sampai sekarang orang sering berhadapan dengan peluang.

ATURAN DASAR PROBABILITAS. EvanRamdan

Peluang. 2. Jika C n = 3. maka tentukan n. 3. Berapa banyak jabat tangan yang terjadi antara 5 orang?

Bab IV. Pengantar Peluang. Pengantar Peluang. Eksperimen. Aturan Menghitung Kombinasi Permutasi. Keluaran Eksperimen

LEMBAR AKTIVITAS SISWA PELUANG

TEKNIK MEMBILANG. b T U V W

TEORI PROBABILITAS. a. Ruang Contoh. Definisi : Ruang contoh adalah himpunan semua kemungkinan hasil suatu percobaan, dan dilambangkan dengan S.

Kombinatorika Muhammad Saiful Jumat, 27 Januari 2017 ComLabs C, SMA Negeri 2 Bandung

Beberapa Hukum Peluang. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Probabilitas dan Statistika Ruang Sampel. Adam Hendra Brata

PENERAPAN TEORI KOMBINATORIAL DAN PELUANG DISKRIT DALAM PERMAINAN POKER

Pertemuan Ke-1 BAB I PROBABILITAS

C n r. h t t p : / / m a t e m a t r i c k. b l o g s p o t. c o m. P n. P ( n, n ) = n P n = P n n!

BAB V TEORI PROBABILITAS

Penerapan Kombinatorial dan Peluang dalam Poker yang Menggunakan Wildcard

Penerapan Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Double Down Pada BlackJack

BAB 2 PELUANG. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah.

B. Aturan Permutasi ATURAN PENCACAHAN 7/8/2015. B. Aturan Permutasi

The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted.

6. PELUANG A. Kaidah Pencacahan 1. Aturan perkalian

PS-02 HUKUM-HUKUM PROBABILITAS. Nur Hayati, S.ST, MT Yogyakarta, Februari 2016

By : Refqi Kemal Habib

Kombinatorial. Matematika Diskrit Pertemuan ke - 4

PELUANG. Permutasi dengan beberapa elemen yang sama: Dari n obyek terdapat n

DALIL-DALIL PROBABILITAS

Bab 11 PELUANG. Contoh : 5! = = 120

Probabilitas dan Statistika Teori Peluang. Adam Hendra Brata

Probabilitas dan Proses Stokastik

MAKALAH M A T E M A T I K A

Materi #2 TIN315 Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan Genap 2015/2016

, n(a) banyaknya kejadian A dan n(s) banyaknya ruang sampel

PELUANG. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT VI DERAJAT MAHIR 2 SETARA KELAS XI. Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.

Suplemen Kuliah STATISTIKA. Prodi Sistem Informasi (SI 3) STIKOM AMBON Pokok Bahasan Sub Pok Bahasan Referensi Waktu

Kompetens n i s : Mahasiswa mam a pu p menjel enj a el s a ka k n gejala ekonomi dengan meng guna k n a konsep probabil i i l t i as

KOMBINATORIK. Disampaikan dalam kegiatan: PEMBEKALAN OSN-2010 SMP STELA DUCE I YOGYAKARTA

Permutasi dan Kombinasi Peluang Diskrit

Transkripsi:

robabilitas Statistik 2-1

Sample Space Definisi 1: Sample Space Ruang sampel adalah himpunan semua hasil (outcomes) yang mungkin dari suatu percobaan statistik. Disimbolkan dengan S Masing-masing hasil pada ruang sample disebut unsur (element) atau titik sampel (sample point). 2-2

Sample Space Contoh melantumkan (tossing) mata uang, maka kemungkinan hasil yang diperoleh adalah S={Head,Tail} Contoh percobaan melantumkan sebuah dadu (die), maka ruang sample S 1 ={1, 2, 3, 4, 5,6} Contoh bila yang diinginkan adalah nomer genap atau ganjil, maka ruang sample S 2 ={even, odd} 2-3

Sample Space Visualisai ruang sampel 1. Listing 2.Venn Diagram 3.Contingency Table 4.Decision Tree Diagram 2-4

Sample Space Visualisai; Listing Experiment: Toss 2 Coins. Note Faces. S = {HH, HT, TH, TT} 2-5

Sample Space Visualisai; Sample Space Venn Diagram Experiment: Toss 2 Coins. Note Faces. S = {HH, HT, TH, TT} Outcome HH TH HT Tail Compound Event TT S Sample Space 2-6

Sample Space Visualisai; Sample Space Contingency Table Experiment: Toss 2 Coins. Note Faces. Simple Event (Head on 1st Coin) 2 nd Coin 1 st Coin Head Tail Total Head HH HT HH, HT Tail TH TT TH, TT Total HH, TH HT, TT S Sample Space Outcome (Count, Total % Shown Usually) 2-7

Sample Space Visualisai; Sample Space Tree Diagram Experiment: Toss 2 Coins. Note Faces. H H T HH HT Outcome T H T TH TT 2-8

Sample Space engulangan pelemparan uang Total Heads / Number of Tosses 1.00 0.75 0.50 0.25 0.00 0 25 50 75 100 125 Number of Tosses 2-9

Sample Space Experiment Coins Dies Cards 2-10

Sample Space Contoh Outcome Experiment Toss a Coin, Note Face Toss 2 Coins, Note Faces Select 1 Card, Note Kind Select 1 Card, Note Color lay a Football Game Inspect a art, Note Quality Observe Gender Sample Space Head, Tail HH, HT, TH, TT 2, 2,..., Red, lack Win, Lose, Tie Defective, OK Male, Female 2-11

Events Definisi 2: Event Kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sample. Contoh ila diketahui ruang sample adalah S = {t/t 0}, dimana S adalah usia komponen (tahun). Maka kejadian akan rusak sebelum akhir tahun kelima adalah himpunan bagian ={t/0 t < 5} n event is a subset of the sample space 2-12

Events Contoh percobaan melempar 2 mata uang Event Outcomes in Event Sample Space HH, HT, TH, TT 1 Head & 1 Tail HT, TH Heads on 1st Coin HH, HT t Least 1 Head HH, HT, TH Heads on oth HH 2-13

Events Definisi 3: Complement Komplemen suatu kejadian terhadap S ialah himpunan semua unsur S yang tidak termasuk. Komplemen disebut dengan. Contoh R adalah kejadian bahwa suatu kartu merah terambil dari sekotak kartu bridge yang terisi 52. Maka R adalah kejadian bahwa kartu terambil bukan berwarna merah (tapi hitam). Contoh S = {book, catalyst, cigarette, precipitate, engineer, rivet} = {catalyst, rivet, book, cigarette} = {precipitate, engineer} 2-14

Events Definisi 4: Intersection Irisan adalah dua kejadian dan, dinyatakan dengan, ialah kejadian yang unsurnya termasuk dalam dan. Contoh adalah kejadian bahwa seorang yang dipilih secara acak selagi makan disuatu restoran dekat kampus adalah mahasiswa dan Q menyatakan kejadian bahwa orang yang dipilih tinggal di asrama. Maka kejadian Q menyatakan himpunan semua mahasiswa yang makan direstoran tersebut dan tinggal di asrama 2-15

Events Definisi 5: Muttually Exclusive Dua kejadian dan saling terpisah atau meniadakan (disjoint) bila =, artinya dan tidak memiliki unsur persekutuan Contoh sebuah perusahaan pertelevisian menawarkan delapan channel yang berbeda. Tiga diantaranya dari C, dua dari NC, dan satu dari CS. Yang dua lainnya dari Education chennel dan ESN Sport channel. Seorang menghidupkan televisi tanpa terlebih dahulu memilih saluran. Misalkan kejadian bahwa programnya dari NC dan kejadian bahwa programnya dari ESN. Karena program televisi tidak mungkin berasal dari lebih dari saru channel. Maka kejadian dan tidak mempunyai program yang sama. Maka kejadian dan adalah muttually exclusive 2-16

Events Definisi 6: Union Gabungan dua kejadian dan, dinyatakan dengan, ialah kejadian yang mengandung semua unsur yang termasuk atau. Contoh kejadian bahwa seorang karyawan yang dipilih secara acak adalah perokok. Misalkan Q kejadian bahwa karyawan yang terpilih peminum alkohol. Maka kejadian Q merupakan himpunan karyawan yang perokok atau peminum, atau kedua dua-duanya. Contoh = {a, b, c} dan = {b, c, d, e} = {a, b, c, d, e} 2-17

Events Contoh Union 7 4 2 1 5 3 6 C = daerah 1 dan 2 C = daerah 1 dan 3 C = daerah 1, 2, 3, 4, 5 dan 7 = daerah 4 dan 7 C = daerah 1 ( ) C = daerah 2, 6 dan 7 C Ø = Ø, Ø = = S, S = = S, ( ) = ( ) = ( ) = 2-18

Menghitung Titik Sample Teorema 1 ila suatu operasi dapat dilakukan dengan n 1 cara, dan bila untuk tiap cara ini operasi keduanya dapat dikerjakan denga n 2 cara, maka kedua operasi itu dapat dikerjakan bersama-sama dengan n 1 n 2 cara. Contoh suatu developer perumahan menawarkan bagi calon pembeli pilihan exterior rumah gaya; Tudor, Rustic, Colonial, dan Tradisional untuk dibangun dengan lantai Ranch, Two story atau Split level. Maka banyak pilihan seorang pembeli dapat memesan rumah adalah n 1 n 2 = (4)(3) = 12 kemungkinan pilihan 2-19

Menghitung Titik Sample Teorema 2 ila suatu operasi dapat dikerjakan dengan n 1 cara, dan bila untuk setiap cara ini operasi keduanya dapat dikerjakan dengan n 2 cara, dan bila untuk setiap kedua cara operasi tersebut operasi ketiganya dapat dikerjakan dengan n 3 cara, dan seterusnya, maka deretan k operasi dapat dikerjakan dengan n 1 n 2...n k. 2-20

Menghitung Titik Sample Contoh berapa banyak bilangan genap yang terdiri atas tiga angka dapat dibuat dari angka 1, 2, 5, 6 dan 9 bila tiap angka itu hanya boleh digunakan sekali? Karena bilangan genap terakhirnya hanya ada dua pilihan (2 dan 6), maka n 1 = 2, puluhannya terdapat empat pilihan, n 2 = 4, dan ratusan terdapat 3, n 3 = 3. Maka sebanyak n 1 n 2 n 3 = (2)(4)(3) = 24 bilangan genap berangka tiga Contoh Sam akan merakit komputer untuk dirinya, dia dapat memesan chip dari dua merek, hard drive dari empat jenis, memori dari tiga jenis, dan asesoris dari lima lokal toko. Maka Sam punya cara untuk memesan komponen sebanyak n 1 X n 2 X n 3 X n 4 = 2 x 4 x 3 x 5 = 120 2-21

Menghitung Titik Sample Definisi 7: ermutation ermutasi adalah suatu susunan yang dapat dibentuk dari kumpulan obyek yang diambil sebagian atau seluruhnya. Contoh mbil tiga huruf a, b, c, maka permutasi yang dapat dibuat adalah abc, acb, bac, bca, cab dan cba. ila digunakan teorema 2, maka n 1 n 2 n 3 = (3)(2)(1) = 6 Secara umum, ada n perbedaan yang dapat disusun, yaitu (n) (n-1) (n-2) (3) (2) (1) cara 2-22

Menghitung Titik Sample Teorema 3 anyaknya permutasi n obyek yang berlainan adalah n! Contoh banyaknya permutasi 4 huruf yaitu a, b, c dan d adalah 4! = 24, Lebih lanjut bila hanya 2 huruf diambil sekaligus adalah ab, ac, ad, ba, bc, ba, ca, cb, cd, da, db, dc. pabila menggunakan teorema 2, maka n 1 n 2 = (4)(3) = 12 2-23

Menghitung Titik Sample Teorema 4 anyaknya permutasi n obyek berlainan bila diambil r sekaligus adalah n r n! n r! Contoh Tiga ward (research, teaching, service) diberikan tiap tahun untuk 25 mahasiswa graduate jurusan Statistik. Jika masing-masing mahasiswa hanya dapat memperoleh satu award, maka banyaknya kemungkinan pilihan (titik pada ruang sample ) adalah 25! 25 3! 25! 22! 5 43 13. 800 253 2-24

Menghitung Titik Sample Teorema 5 anyaknya permutasi n obyek berlainan bila yang disusun secara melingkar adalah (n-1)! Contoh bila 4 orang bermain bridge, maka permutasinya tidak berbeda bila tiap orang bergesar tempatnya sekali menurut arah jarum jam. ila tempat seseorang dibuat tetap dan kemudian tempat orang yang lainnya diatur, maka didapatkan 3! cara. Yaitu dipertoleh 6 susunan yang berlainan dalam permainan bridge. 2-25

Menghitung Titik Sample Teorema 6 anyaknya permutasi yang berlainan dari n obyek bila n 1 diantaranya berjenis pertama, n 2 berjenis kedua,...n k berjenis ke-k adalah. n! n n!!... n 1 2 k! Contoh suatu latihan sekolah sepak bola, dibutuhkan penyerang yang terdiri dari 10 pemain berbaris lurus. Mereka terdiri dari 1 freshman, 2 sophomore, 4 juniors, dan 3 senior. Maka banyaknya susunan yang berlainan adalah 10! 1!2!3!4! 12.600 2-26

Menghitung Titik Sample Teorema 7 anyaknya cara menyekat suatu himpunan n obyek dalam r sel, masing-masing berisi n 1 unsur dalam sel pertama, n 2 unsur dalam sel kedua, dst adalah Contoh cara menampung 7 petinju dalam 3 kamar hotel, bila 1 kamar bertempat tidur 3, sedang 2 lainnya punya 2 tempat tidur n n n n 1, 2,... r dengan n n 1 2 n 1! n 2... n!!... n n 7 7! 3,2,2 3!2!2! dengan 3 2 2 r r! n 7 2-27

Menghitung Titik Sample Teorema 8 anyaknya kombinasi dari n obyek yang berlainan bila diambil sebanyak r sekaligus adalah Contoh ila ada 4 kimiawan dan 3 fisikawan, carilah banyaknya panitia 3 orang yang dapat dibuat yang beranggotakan 2 kimiawan dan 1 fisikawan maka n n r n Memilih 2 kimiawan dari 4 4 4! 6 2 2!2! Memilih 1fisikawan (6)(3) 18 n! r!n! 1 r erhatian: Kombinasi tidak memperdulikan urutannya, sedangkan permutasi memperdulikan urutannya dari 3 3 3! 3 1 1!2! M enurut teorema 1, bila n 6 dan n 1 2 1 2 3 2-28

robability and Event Definisi 8: robability of an event robabilitas suatu kejadian adalah jumlah bobot semua titik sampel yang termasuk. Jadi 0 ( ) 1, ( ) 0, dan ( T) 1 2-29

robability and Event Contoh suatu dadu diberi bobot sedemikian rupa sehingga probabilitas muncul suatu angka genap dua kali lebih besar dari pada kemungkinan muncul suatu angka ganjil. ila K menyatakan kejadian munculnya suatu angka yang lebih kecil dari pada 4 dalam suatu lantunan maka probabilitas (K) adalah: Suatu ruang sample S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Misalkan tiap bobot angka ganjil b, maka bobot tiap angka genap adalah 2b, sehingga 9b = 1, dan bobot 1/9 tiap angka ganjil, 2/9 tiap angka genap. Sehingga untuk K = {1,2,3} dan (K) = 1/9 + 2/9 + 1/9 = 4/9 2-30

robability and Event Contoh suatu dadu diberi bobot sedemikian rupa sehingga probabilitas muncul suatu angka genap dua kali lebih besar dari pada kemungkinan muncul suatu angka ganjil. ila kejadian muncul angka genap dan muncul angka habis dibagi tiga. Maka () dan () adalah () = (2, 3, 4, 6) = 2/9 + 1/9 + 2/9 + 2/9 = 2/7 ( ) = (6) = 2/9 2-31

robability and Event Teorema 9 ila suatu percobaan dapat menghasilkan N macam hasil yang berkemungkinannya sama, dan bila tepat sebanyak n dari hasil berkaitan dengan kejadian, maka peluang kejadian adalah ( ) n N Contoh pada permainan poker, masing-masing pemain memegang 5 kartu. robabilitas kartu mendapat 2 aces dan 3 jack adalah: anyak cara mendapat 2 aces dan 3 jack (proses kombinasi) 4 4! 4 4! 6( aces ) 4 ( jack ) 2 2! 2! 3 3!1! 2-32

Hitunglah peluang memperoleh kartu hati bila sebuah kartu diambil secara acak dari seperangkat kartu bridge. 2-33

robability and Event Contoh pada permainan poker, masing-masing pemain memegang 5 kartu. robabilitas kartu mendapat 2 aces dan 3 jack adalah: anyak cara mendapat 2 aces dan 3 jack (proses kombinasi) 4 2 Menurut teorema 1 terdapat n = (6) (4) =24 kartu 2 aces dan 3 jack. anyaknya kartu ditangan sebanyak 5 dari 52 semuanya berkemungkinan sama, yaitu 52 5 4! 6( aces ) 2! 2! 4 3 52! 2.598.960 5!47! 4! 3!1! 4 ( jack ) Jadi peluang kejadian pemain mendapatkan 2 aces dan 3 jack adalah (2 aces dan 3 jack)=24/2.598.960=0,9x10-5 2-34

dditive Rule Teorema 10 ila dan dua kejadian sembarang maka () = ()+ () - () kibat 1: ila dan mutually exclusive, maka () = () + () kibat 2: ila 1, 2, 3,... n mutually exclusive, maka ( 1 2... n ) = ( 1 ) + ( 2 ) +... + ( n ) kibat 3: ila 1, 2, 3,... n dalam satu ruang sampel, maka ( 1 2... n ) = ( 1 ) + ( 2 )+...+( n ) = (S) = 1 2-35

dditive Rule Teorema 11 Untuk tiga kejadian,, C (C) = () + () + (C) - () - (C) (C) + ( C) Contoh probabilitas seorang mahasiswa lulus matematika 2/3 dan probabilitas lulus biologi 4/9, dan probabilitas lulus kedua mata kuliah 1/4. Maka probabilitas lulus paling sedikit satu mata kuliah adalah (M) = (M) + () - (M) = 2/3 + 4/9 ¼ = 31/36 2-36

dditive Rule Teorema 12 ila dan kejadian yang berkomplementer, maka () + ( ) = 1 Contoh bila probabilitas seorang mechanic memperbaiki 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 lebih mobil pada setiap hari kerja masingmasing 0,12, 0,19, 0,28, 0,24, 0,10, 0,07. robabilitas paling sedikit mechanic memperbaiki paling sedikit 5 mobil pada hari kerja adalah (5 E) = 1-0,31 = 0,69 Dimana 0,31 adalah probabilitas kurang dari 5 mobil yang diperbaiki (E ) = 0,12 + 0,19 = 0,31 2-37

Conditional robability Devinisi 9: Conditional robability robabilitas bersyarat bila diketahui, dinyatakan dalam ( ) ( / ) bila ( ) ( ) 0 2-38

Conditional robability Contoh ruang sample menyatakan populasi orang dewasa yang telah lulus kuliah dikelompokan menurut jenis kelamin dan status pekerjaan ekerja Tak ekerja Jumlah Laki-laki 460 40 500 Wanita 140 260 400 Jumlah 600 300 900 Misal dipilih secara acak untuk dipekerjakan pada perusahaan, maka: M : laki-laki yang terpilih E M M E E E : yang terpilih statusnya bekerja 460 / 900 23/ 30 = (M/E) = 460/600 = 23/30 600 / 900 2-39

Conditional robability Contoh probabilitas suatu penerbangan yang telah terjadwal teratur berangkat tepat waktu (D) = 0,83, probabilitas sampai tepat waktu () = 0,82 dan probabilitas berangkat dan sampai tepat waktu (D ) = 0,78. robabilitas bahwa pesawat (a) sampai tepat waktu bila diketahui berangkat tepat waktu adalah ( D ) 0,78 ( / D) 0,94 ( D) 0,83 robabilitas pesawat (b) berangkat tepat waktu bila diketahui sampai tepat waktu adalah ( D ) 0,78 ( D / ) 0,95 ( ) 0,82 2-40

Independent Event Devinisi 10 Dua kejadian dan bebas (independent) jika dan hanya jika (/) = () dan (/) = () 2-41

2-42

Independent Event Contoh percobaan pengambilan kartu yang diambil berurutan dari sekotak kartu dengan pengembalian. Kejadian ditentukan sebagai berikut : Kartu pertama terambil aces : Kartu kedua sebuah spade. Kartu pertama dikembalikan, ruang sampel untuk kedua pengambilan terdiri atas 52 kartu, berisi 4 aces dan 13 spade robabilitas kartu kedua terambil spade setelah kartu pertama terambil aces dengan pengembalian adalah kejadian yang bebas, yaitu (/) = 13/52 = 1/4 dan () = 13/52 = 1/4 robabilitas kartu kedua terambil aces setelah kartu pertama terambil spade (/) = 4/52 = 1/13 dan () = 1/13 2-43

Multiplicative Rules Teorema 13 ila kejadian dan dapat terjadi pada suatu percobaan, maka ( )=()(/) Dimana tidak jadi soal kejadian yang mana disebut dan yang disebut. Contoh terdapat 20 fuse dalam sebuah kotak, lima diantaranya cacat. Dua fuse diambil dari kotak satu demi satu tanpa mengembalikan yang pertama, maka probabilitas kedua fuse cacat : kejadian fuse yang pertama cacat : kejadian fuse yang kedua cacat Maka peluang kedua fuse cacat ( ) = () ( ) = (5/20)(4/19) = 1/19 2-44

Multiplicative Rules Contoh suatu kantong terdiri dari 4 bola merah dan 3 bola hitam, dan kantong kedua berisi 3 bola merah dan 5 bola hitam. Satu bola diambil dari kantong pertama dan dimasukkan tanpa melihatnya ke kantong ke dua. erapa probabilitas mengambil 1 bola hitam dari kantong kedua. Misal H1, H2, M1 masing-masing manyatakan mengambil 1 bola hitam dari kantong pertama, mengmbil 1 bola hitam dari kantong ke dua, dan mengambil 1 bola merah dari kantong pertama. Gabungan dari kedua kejadian H1 H2 dan M1 H1 2-45

Kantong 1 4M,3H Maka Multiplicative Rules H 3/7 M 4/7 Kantong 2 3M,6H Kantong 2 4M,5H [(H1H2) atau (M1H1)] = = (H1 H2) + (M1 H2) H 6/9 M 3/9 H 5/9 M 4/9 =(H1) (H2/H1) + (M1) (H2/M2) =(3/7)(6/9) + (4/7)(5/9) = 38/63 (H1 H2)=(3/7)(6/9) (H1 M2)=(3/7)(3/9) (H1 H2)=(4/7)(5/9) (M1M2)=(4/7)(4/9) 2-46

Multiplicative Rules Teorema 14 Dua kejadian dan bebas jika dan hanya jika () = ()() Contoh suatu kota memiliki satu mobil pemadam dan satu mobil ambulan. robabilitas mobil pemadam siap pada waktu diperlukan 0,98, probabilitas ambulan siap pada waktu dipanggil 0,92. Maka dalam sebuah kecelakaan, peluang keduannya siap ( ) = ()() = (0,98)(0,92) = 0,9016 2-47

Multiplicative Rules Contoh suatu sistem elektronik terdiri dari empat komponen yang akan bekerja apabila komponen dan bekerja, dan salah satu dari C dan D bekerja, masingmasing memiliki probabilitas bekerja C 0,9 0,9 0,8 D 0,8 2-48

Multiplicative Rules Semua kejadian dari keempat komponen tersebut bebas. a. robabilitas seluruh sistem bekerja adalah ((C D)) = ()()(CD)= ()()(1-(C D ) = ()()(1-(C )(D )) = (0,9)(0,9)(1-(1-0,8)(1-0,8)=0,7776 b. robabilitas bersyarat komponen C tidak bekerja, pada kondisi seluruh sistem bekerja Sistem bekerja tapic tidak bekerja (Sistem bekerja) C D Sistem bekerja 0,9 0,91 0,8 0,8 0,7776 0,1667 2-49

Multiplicative Rules Teorema 15 ila kejadian 1, 2, 3, k terjadi ( 1 2 3 k ) = ( 1 )( 2 \ 1 )( 3 \ 1 2 ) ( k \ 1 2 k-1 ) Jika kejadian 1, 2, 3, k saling bebas (independent) ( 1 2 3 k ) = ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ). ( k ) 2-50

Multiplicative Rules Soal ila kartu diambil tanpa pengembalian. 1 adalah kartu pertama terambil ace merah, 2 adalah kartu kedua terambil 10 atau Jack, 3 adalah kartu lebih besar dari 3 dan kurang dari 7 robabilitas kejadian 1 2 3 adalah ( 1 ) = 2/52, ( 1 \ 2 ) = 8/51, ( 3 \ 2 \ 1 ) = 12/50 ( 1 2 3 ) = ( 1 )( 2 \ 1 )( 3 \ 1 2 ) = (2/52)(8/51)(12/50) = 8/5525 2-51

aye s Rule Contoh Seksi 2.6 ekerja Tak ekerja Jumlah Laki-laki 460 40 500 Wanita 140 260 400 Jumlah 600 300 900 Keterangan tambahan, bahwa 36 dari yang bekerja dan 12 yang tidak bekerja adalah anggota club. E E M = laki-laki yang terpilih E = Orang yang terpilih E E statusnya bekerja = Orang yang terpilih anggota club 2-52

aye s Rule E E E (/E)=3/50 (E)(/E) E E E (/E )=1/25 (E )(/E ) E E' ( lihat teorema 2.10& 2.13) E E' E / E / E' 600 900 300 900 2 3 1 3 E, / E E', / E' 36 600 12 300 3 50 1 25 2 3 3 50 1 3 1 25 4 75 2-53

aye s Rule Teorema 16 ila kejadian 1, 2,. k merupakan suatu sekatan (partition) dari sample space S dengan ( 1 ) 0 untuk 1 = 1,2, k, maka untuk setiap kejadian dari S k / i1 i k i1 i i 2 3 4 1 k n 2-54

2-55 aye s Rule Teorema 16 Dengan melihat akibat 2 teorema 11 dqn 13 maka k i i i k i i k k 1 1 2 1 2 1 /......

aye s Rule Contoh pada perusahaan perakitan, tiga mesin 1, 2, 3 memiliki prosentasi membuat produk berturut-turut 30%,45% dan 25%. Diketahui dari pengalaman masing-masing mesin kemungkinan menghasilkan produk cacat 2%,3% dan 2%.ila produk diambil secara acak, berapa probabilitas produk diambil cacat? : roduk adalah cacat 1 : produk dibuat oleh mesin 1 2 : produk dibuat oleh mesin 2 3 : produk dibuat oleh mesin 3,, maka 1 (/ 1 )=0,02 ( 2 )=0,45 (/ 2 )=0,03 2 (/ 3 )=0,02 / / 1 1 2 2 3 / 1 / 1 0,3 0,02 0,006, 2 / 2 0,450,03 / 0,250,02 0,005, 3 3 0,0135, 3 0,006 0,0135 0,005 0, 0245 3 2-56

2-57 aye s Rule k r untuk k k i i r r k k i r r 1,2,... / / / 1 1 r r / k i i r r 1 / Teorema 17: (aye s Rule) ila kejadian 1, 2,. k merupakan suatu sekatan (partition) dari sample space S dengan ( 1 ) 0 untuk 1 = 1,2, k, Misalkan Suatu kejadian sembarang dalam S dengan () 0, maka ukti: Menurut definisi probabilitas bersyarat Menurut teorema (16) Menurut teorema (13) k i i i r r r 1 / / /

aye s Rule Contoh seperti sebelumnya, jika produk diambil secara random dan ditemukan produk tersebut cacat. robabilitas produk cacat tersebut dari mesin 3 adalah 3 / 3 / 3 / / / 1 1 2 2 3 3 0,005 0,005 3 / 0,006 0,0135 0,005 0,0245 10 49 2-58