TOPIK 3 ORGNIZTION WIE Q: Biaya Kualitas L/SEM II-03/04 1 TRILOGI KULITS P P ontinuous Improvement L/SEM II-03/04 2
BERBGI ISIPLIN LM MNJEMEN KULITS ISIPLIN Finance Industrial Engineering Riset Pasar Manajemen Operasi Riset Operasional Perilaku Organisasi Efektivitas Organisasi Perencanaan Strategis Rekayasa Sistem Rekayasa Nilai KONTRIBUSI Pengukuran biaya kualitas esain sistem terpadu, pengukuran, pemecahan masalah, analisis kerja Posisi daya saing kualitas, pemahaman keinginan konsumen Manajemen sistem terpadu nalisis alternatif desain produk (sistem) untuk optimasi Pemahaman budaya kualitas, pembentukan tim yang efektif Memenuhi keinginan konsumen internal dan eksternal Kualitas sebagai suatu cara untuk mencapai keunggulan kompetitif yang unik Menterjemahkan keinginan konsumen menjadi atribut produk dan atribut proses nalisis fungsi-fungsi esensial yang diinginkan konsumen L/SEM II-03/04 3 BIY KULITS (QULITY ) QULITY FILURE PPRISL INTERNL FILURE EXTERNL FILURE Berkaitan dengan cacat (kesalahan, non konformasi, dll) yang ditemukan sebelum shipment; akan hilang jika cacat dieliminasi. ontoh: sekrap, kerja ulang, analisis kegagalan, sekrap & kerja ulang supplies, % sorting inspection, kesalahan proses yang dapat dihindarkan, inspeksi & uji ulang, downgrading. Berkaitan dengan cacat yang ditemukan sebelum shipment; akan hilang jika cacat dieliminasi. ontoh: biaya warranty, penyesuaian terhadap complaint, material yang dikembalikan, allowances. Biaya menentukan tingkat konformasi terhadap permintaan kualitas. ontoh: Inspeksi & uji material, inspeksi & uji pada proses, inspeksi & uji akhir, audit kualitas produk, menjaga akurasi peralatan inspeksi, evaluasi inventori (cek degradasi). PREVENTIVE Biaya untuk menjaga failure & appraisal cost minimum. ontoh: perencanaan kualitas, revgiew produk baru, pengendalian proses (untuk menentukan status proses), audit kualitas, evaluasi kualitas supplier, training. L/SEM II-03/04 4
HIEN QULITY ustomer returns Warranty expenses Rejects Reprocessing Sorting inspection owngrading of product Lost sales Process downtime Extra inventory Lost discounts amaged goods Premium freight costs ustomer allowances Overtime to correct errors Loss of goodwill Paperwork errors elays Obsolete Inventory Incorrent orders shipped Extra process capacity L/SEM II-03/04 5 MOEL EKONOMI KULITS KONFORMSI (a) Proses Tradisional (b) Emerging Processes L/SEM II-03/04 6
MSLH KULITS 20 15 Sporadic departure from historical level Masalah Sporadis: Perubahan tiba-2 dari status quo; Pendekatan perbaikan: pengendalian untuk mengembalikan ke status semula. Historical Level efects 10 5 0 hronic problem which can be economically eliminated Masalah Kronik: Perubahan yang berlangsung lama; Pendekatan perbaikan: perubahan status quo melalui perbaikan proses. Improved Level Time L/SEM II-03/04 7 PEMILIHN PROYEK PERBIKN KULITS Langkah Penentuan Proyek: 1. Identifikasi kebutuhan peningkatan kualitas; 2. Identifikasi proyek peningkatan kualitas; 3. Mengorganisasikan tim proyek peningkatan kualitas. Langkah Implementasi Proyek: 1. Verifikasi kebutuhan proyek dan tujuan; 2. iagnosis faktor penyebab; 3. Formulasi cara penanganan & membuktikan efektivitasnya; 4. Penanganan resistensi terhadap perubahan; 5. Menginstitusikan kendali untuk mendapatkan hasil. L/SEM II-03/04 8
ONTOH 1. Identifikasi Kebutuhan Peningkatan Kualitas : a. Bahasa Manajemen (Finansial): Biaya Kualitas: 24% dari penjualan; 15% dari biaya manufakturing; Biaya sekrap & kerja-ulang: $7.5 juta per tahun, relatif terhadap keuntungan $1.5 juta per tahun; $176 juta per tahun; 40% dari biaya operasi departemen. b. Bahasa Teknis: 32% sumber daya rekayasa digunakan untuk menemukan & memperbaiki kelemahan desain; 25% kapasitas manufakturing digunakan untuk melakukan koreksi masalah kualitas; 13% order penjualan dibatalkan; 70% inventori disebabkan oleh tingkat kualitas yang buruk; 25% tenaga produksi ditugaskan untuk menangani masalah kualitas. L/SEM II-03/04 9 2. Identifikasi Proyek : PRINSIP PRETO a. nalisis Pareto berdasarkan akuntansi KTEGORI KUNTNSI BIY KULITS THNN ($ RIBU) BIY KULITS TOTL (%) PER KT. KUM. Broke 5.560 61 61 ustomer claim 1.220 14 75 Odd lot 7 9 84 High material cost 670 7 91 owntime 370 4 95 Excess inspection 2 3 98 High testing cost 190 2 9.070 90 84 91 95 98 75 70 60 61 50 Broke ustomer claim Odd lot High material cost owntime Excess inspection High testing cost L/SEM II-03/04 10
b. nalisis Pareto berdasarkan jenis produk untuk cacat broke JENIS PROUK B E F 47 jenis lainnya BIY BROKE THNN ($ RIBU) 1.320 960 720 6 470 330 1.0 5.560 BIY BROKE % 24 17 13 12 8 6 20 KUM. 24 41 54 66 74 66 74 60 54 40 24 41 20 0 B E F 47 jenis lainnya L/SEM II-03/04 11 c. Matriks biaya kualitas broke ($ Thousands) Jenis Produk IV Trim 270 Visual efects 94 aliper Tear 162 II Porosity 430 Lainnya 364 1.320 B 120 33 I 612 58 137 960 E 95 82 54 78 103 108 3 V 31 90 246 III 74 297 62 108 62 720 6 470 F 51 49 39 16 33 142 330 672 465 419 1.157 892 875 4.4 d. Pareto Priority Index (PPI) : PPI = Savings x Probability of Success ost x Time to ompletion (Years) Proyek Savings ($Thsd) Probability ost ($Thsd) Time (Years) PPI Rank I 0,7 10,0 2,0 3,5 Ke-5 II 50 0,7 2,0 1,0 17,5 Ke-3 III 30 0,8 1,6 0,25 60,0 Ke-1 IV 10 0,9 0,5 0,50 36,0 Ke-2 V 1,5 0,6 1,0 0,10 9,0 Ke-4 L/SEM II-03/04 12