Menyemai Pengetahuan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

dokumen-dokumen yang mirip
AKTIVITAS PENGETAHUAN HIJAU DAN PROYEK KEMAKMURAN HIJAU MCA-INDONESIA

Fasilitas Kemakmuran Hijau KEMITRAAN KAKAO LESTARI

Fasilitas Kemakmuran Hijau HIBAH KEMITRAAN

Fasilitas Kemakmuran Hijau. Hibah Pengelolaan Sumber

Program Hibah Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM)

CAPAIAN DAN KEBERLANJUTAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN PARTISIPATIF

PROYEK KEMAKMURAN HIJAU

PENGELOLAAN KAKAO LESTARI

Hibah Pengetahuan Hijau

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM)

Fasilitas Kemakmuran Hijau. perangkat informasi

Hibah Pengetahuan Hijau Proyek Kemakmuran Hijau

KERANGKA ACUAN KERJA WORKSHOP PENYUSUNAN DOKUMEN NOTA KESEPAHAMAN PELAKSANAAN PROYEK KEMAKMURAN HIJAU PROGRAM COMPACT

Proyek Kemakmuran Hijau Compact Indonesia.

Kerangka Acuan Multistakeholder Forum Rapat Koordinasi Proyek Kemakmuran Hijau di Propinsi Jambi Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Jambi, 11 Juni 2015

Infografis Kemakmuran Hijau v5.2 PRINT.pdf PROYEK KEMAKMURAN HIJAU

KEPASTIAN RUANG YANG PARTISIPATIF SEBAGAI KUNCI KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA DAN DUKUNGAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN GAMBUT DI INDONESIA

PROYEK KEMAKMURAN HIJAU Program Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat

PROYEK KEMAKMURAN HIJAU Program Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat. Mamasa, 15 Oktober 2015

Setelah sesi ini, peserta diharapkan dapat mengerti dengan baik tentang kegiatan, pendekatan, dan persyaratan yang ada pada Jendela-2: Pengelolaan

PROYEK MODERNISASI PENGADAAN

TERM OF REFERENCE FASILITASI KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS)

ULASAN KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN EKOSISTEM GAMBUT

Kerangka Acuan. Kegiatan Profesionalisasi Pengadaan. Mentor ULP untuk Manajemen Sumber Daya Manusia

KERANGKA ACUAN KERJA PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI SEKRETARIAT PENGELOLA HIBAH MILLENNIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014

Membangun sanitasi dan kebersihan yang berkelanjutan di perkotaan

PROYEK KESEHATAN DAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT UNTUK MENGURANGI STANTING (PKGBM)

KONTRIBUSI PROGRAM SREGIP DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN TARGET PEMBANGUNAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ringkasan Eksekutif. Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Ringkasan Eksekutif

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM )

Request for Proposal (RFP)

Manfaat limbah menjadi sumber energi bagi dunia usaha

Pembelajaran Pada Portofolio Pertanian Berkelanjutan (Community-Based Sustainable Agriculture)

Hibah Pengetahuan Hijau. Proyek Kemakmuran Hijau

Memperkuat Industri Kopi Indonesia melalui Pertanian Kopi Berkelanjutan dan (Pengolahan) Pascapanen

Oleh : Arief Setyadi. Persyaratan Gender dalam Program Compact

PROYEK KEMAKMURAN HIJAU PENGUMUMAN PERMINTAAN KERTAS KONSEP UNTUK PROGRAM HIBAH PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERBASIS MASYARAKAT (PSDABM)

Kerangka Acuan Call for Proposals : Voice Indonesia

Daftar Tanya Jawab Permintaan Pengajuan Konsep Proyek TFCA Kalimantan Siklus I 2013

PROYEK PENINGKATAN KAPASITAS & KEBERLANJUTAN PINJAMAN DANA BERGULIR

Kinerja Lingkungan dan Sosial (ESP)

Konsolidasi dan Kemitraan untuk Akselerasi Kemajuan

Menuju Pembangunan Permukiman yang Berkelanjutan

BUPATI TABANAN PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG

Kerangka Acuan Kerja/KAK

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN PENGELOLAAN HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014 REPUBLIK INDONESIA

Memperhatikan pokok-pokok dalam pengelolaan (pengurusan) hutan tersebut, maka telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kehutanan Sumatera Selatan.

DIREKTUR UTAMA LPDB-KUMKM Dr. Ir. Kemas Danial, MM

- 2 - sistem keuangan dan sukses bisnis dalam jangka panjang dengan tetap berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Tujuan pemba

PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

PERTANYAAN DAN JAWABAN (1) PROGRAM HIBAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM BERBASIS MASYARAKAT

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN EVALUASI AKHIR PROGRAM MITRA TFCA- SUMATERA PADA SIKLUS HIBAH 1

KERANGKA ACUAN KERJA REVISI-II PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI KEGIATAN PENGELOLAAN HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014

Prasyarat Penerima Hibah

Request for Proposal (RFP)

DESA: Gender Sensitive Citizen Budget Planning in Villages

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENDAHULUAN

REVIEW KEGIATAN PIU CCD IFAD KOTA KUPANG 2013 DAN PERENCANAAN ROBBY ADAM, S.St.Pi SEKRETARIS PIU Jakarta, 17 November 2013

PROYEK KEMAKMURAN HIJAU

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Proyek GCS- Tenurial. Kepastian tenurial bagi masyarakat sekitar hutan. Studi komparasi global ( )

SEMINAR INTERNASIONAL, SEMINAR NASIONAL, DAN SIMPOSIUM DIES NATALIS UB KE-53 (11-12 Februari 2016)

Kerangka Acuan Lokakarya Sosialisasi HibahPengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Mayarakat Program Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia

Pengertian Pemberdayaan PEMBERDAYAAN. Makna Pemberdayaan 5/24/2017. Penyebab Ketidakberdayaan. Pemberdayaan (empowerment) Power/daya.

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

Lampiran Surat No. : Kepada Yth.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan di era modern ini semakin banyak dilakukan guna

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Penataan Wilayah Pengembangan FAKULTAS PETERNAKAN

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE PENGEMBANGAN SARJANA MEMBANGUN DESA WIRAUSAHAWAN PENDAMPING (SMD WP) T.A. 2015

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ABSTRAK. Kata kunci : Simantri, Subak Renon, Dampak.

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Keuangan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PANDUAN BEASISWA SOBAT BUMI PERTAMINA FOUNDATION

PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK MENDUKUNG LINGKUNGANKAWASAN BERWAWASAN LINGKUNGAN MANDIRI (Pemetaan Klaster Industri Dalam Penanganan Limbah Industri Tahu)

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ULASAN TENTANG MONITORING DAN EVALUASI

PERATURAN BUPATI MERANGIN NOMOR TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN MERANGIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MERANGIN

Jakarta, 7 Februari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian PPN/BAPPENAS

PROGRAM DAN ANGGARAN SUBDIT PROGRAM DAN EVALUASI TAHUN 2012

1. PENDAHULUAN Latar Belakang

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA TAHUN 2017

USULAN PENDEKATAN DAN METODOLOGI RENCANA KERJA DAN JADWAL KEGIATAN CALON TENAGA AHLI PEMASARAN PARTISIPATIF

Australia Awards Indonesia

NOTA KESEPAHAMAN ANTARA. PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT, DmT PEMERINTAH KABUPATEN MAMASA TENTANG

DECENT WORK FOR FOOD SECURITY AND SUSTAINABLE RURAL DEVELOPMENT KNOWLEDGE SHARING AND CLOSING WORKSHOP Jakarta, 22/11/2016

ATAS RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA

Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia

Shared Resources Joint Solutions

DAFTAR ISI. JUDUL... i ABSTRAK...iii ABSTRACT...iv. LEMBAR PENGESAHAN...v. RINGKASAN...vi. RIWAYAT HIDUP...x. KATA PENGANTAR...xi. DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

MEMANFAATKAN BIOENERGI UNTUK PEMBANGUNAN PEDESAAN

renewable energy and technology solutions

DIREKTORI PERJANJIAN KERJA SAMA DAERAH PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN LEMBAGA INTERNASIONAL TAHUN 2012

Transkripsi:

Hibah Pengetahuan Hijau Proyek Kemakmuran Hijau Menyemai Pengetahuan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Hibah Pengetahuan Hijau disalurkan Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) sebagai bagian dari Aktivitas Pengetahuan Hijau, yang merupakan salah satu kegiatan Proyek Kemakmuran Hijau. Jumlah total hibah yang disalurkan Hibah Pengetahuan Hijau adalah 15 juta Dolar AS untuk lima konsorsium dan dua organisasi. Hibah Pengetahuan Hijau berinvestasi untuk pengumpulan dan penyebaran pengetahuan dari Proyek Kemakmuran Hijau tentang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian yang berkelanjutan. Investasi juga diberikan bagi proyek yang mampu meningkatkan keterampilan dan kapasitas tenaga kerja serta memberikan bantuan teknis sehingga pembangunan rendah karbon dapat tercapai. Informasi dan kajian yang dikumpulkan para penerima hibah diharapkan dapat mendorong perubahan kebijakan publik agar pembangunan dilakukan dengan cara berkelanjutan, sehingga Indonesia berkembang namun alam tetap lestari. Berdasar ketentuan hibah, pihak yang mengajukan proposal harus bersedia mendanai sekurangnya 10% dari total biaya proyek. Dana padanan yang disalurkan Aktivitas Pengetahuan Hijau tidak melebihi 90% (dalam bentuk tunai) dari total biaya keseluruhan. Tujuan Hibah 1. Memastikan peningkatan keterampilan tenaga kerja dan keahlian terkait lainnya, peningkatan kapasitas, bantuan teknis, pelatihan kerja dan profesi, agar sejalan dengan kebutuhan nasional untuk mengembangkan strategi rendah karbon; 2. Mendukung tujuan-tujuan Proyek Kemakmuran Hijau dengan memfasilitasi pengumpulan, pengaplikasian dan penyebaran pengetahuan yang terkait dengan strategi pembangunan rendah karbon.

Lokasi Pelaksanaan Hibah Sebagai bagian dari Aktivitas Pengetahuan Hijau, hibah ini bekerja di tingkat nasional. Namun, kegiatan pelatihan dan pengembangan masyarakat akan fokus di 13 kabupaten di empat provinsi Proyek Kemakmuran Hijau, yaitu: Provinsi Kabupaten Provinsi Kabupaten Jambi Muaro Jambi Merangin Nusa Tenggara Timur (NTT) Sumba Barat Daya Sumba Tengah Kerinci Sumba Barat Sulawesi Barat Tanjung Jabung Timur Mamuju Mamasa Nusa Tenggara Barat (NTB) Sumba Timur Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Proses Seleksi Hibah Hibah Pengetahuan Hijau 2 Panggilan pengajuan pernyataan minat 20 Desember 2014 18 September 2015 17 Februari 2015 Tenggat Panggilan pengajuan pernyataan minat 9 Juni 2015 MCA-Indonesia menerima 15 proposal 29 Juli 2015 Komisi Investasi menyetujui 8 proposal MCA-Indonesia dan perwakilan dari tujuh penerima hibah menandatangani perjanjian hibah. Hibah ini akan dilaksanakan di bawah Proyek Kemakmuran Hijau dalam jangka waktu 2,5 tahun, yakni hingga 1 April 2018. Jumlah total hibah yang disalurkan Hibah Pengetahuan Hijau adalah 15 juta Dolar AS untuk lima konsorsium dan dua organisasi. Dalam tahap negosiasi, satu calon penerima undur diri Penerima Hibah 1 Konsorsium Petuah 7 Pusat Riset Unggulan Tingkat Nasional Tujuh universitas negeri menggagas pusat riset dan teknologi unggulan di tujuh provinsi. Konsorsium ini terdiri dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, Universitas Jambi, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, Universitas Udayana, Universitas Sriwijaya. Judul proyek: Green Knowledge with Basis of Local Needs and Wisdom to Support Sustainable Development (Pengetahuan Hijau Berbasis Kebutuhan dan Kebijaksanaan Lokal untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan) Jambi: Merangin, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi Sulawesi Barat: Mamasa, Mamuju NTB: Lombok Timur, Lombok Tengah NTT: Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya Konsorsium akan mendirikan Hub of Green Knowledge (Pusat Pengetahuan Hijau) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pemimpin konsorsium akan menjadi Hub, Konsorsium akan mendirikan 6 pusat keunggulan (Center of Excellences/CoEs) di keempat provinsi sasaran Proyek Kemakmuran Hijau, yaitu:

GreeN 8 Desa Hijau Inklusif di 5 Provinsi 3 2 Yayasan BaKTI Platform Pengetahuan & Komunikasi Proyek Kemakmuran Hijau 1. Arid-land Agriculture (ALRIC) di Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT 2. Community-based Renewable Energy (CORE) di Universitas Udayana, Bali 3. Watershed Management and Hydropower (WAHYD) di Universitas Jambi, Jambi 4. Climate-resilience Agriculture (CLEAR) di Universitas Mataram, NTB 5. Smart Land Use Management (SALUT) di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan 6. Peatland Conservation and Productivity Improvement (PLACE) di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan 7. Center for Sustainability Science di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat. Mengembangkan delapan model desa hijau inklusif di lima provinsi di Indonesia, di mana kaum muda desa akan terlibat aktif dalam pembangunan hijau desanya. Konsorsium ini terdiri dari universitas, lembaga penelitian dan konsultan pemberdayaan masyarakat, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Janabadra, Universitas Brawijaya, Bina Swadaya Consultant, Mubyarto Institute, Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan, Sajogyo Institute, dan Rumah Suluh. Judul proyek: Cultivate the Capacity of Young Men and Women as Future Local Leaders for Capturing Green Knowledge to Addresss Social Ecological Crisis Embodied in a Variety of Landscape and Spatial Practices (Membangun Kapasitas Anak Muda sebagai Pemimpin Lokal Masa Depan dalam Menjawab Tantangan Sosial Ekologis dalam Praktik-Praktik Bentang Alam dan Spasial) Jambi: Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi Sulawesi Barat: Mamuju Bali: Kabupaten Buleleng NTB: Lombok Timur, Lombok Tengah NTT: Sumba Timur, Sumba Tengah Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas anak muda sebagai calon pemimpin lokal dalam memahami konsep pengetahuan hijau dan menerapkannya untuk mengatasi masalah sosial dan ekologis di daerahnya. Hasil yang disasar adalah (1) kodifikasi dan penyebaran pengetahuan lokal untuk mengatasi krisis sosial dan ekologis di desa sasaran; (2) terciptanya keahlian baru berdasar pengetahuan hijau bagi angkatan kerja di desa; (3) pendirian pusat pembelajaran masyarakat dengan program literasi ekologis; (4) perubahan kebijakan pembangunan lokal melalui kebijakan yang dirumuskan di tingkat desa dengan melibatkan pemuka desa dalam proses kebijakan formal di tingkat kabupaten. Yayasan BaKTI akan menjadi manajer pengetahuan bagi Aktivitas Pengetahuan Hijau dan penerima hibah Proyek Kemakmuran Hijau. Yayasan BaKTI adalah penerima hibah tunggal. Judul proyek: Managing and Utilizing Green Knowledge in Indonesia (Mengelola dan Memanfaatkan Pengetahuan Hijau di Indonesia) Sulawesi Barat: Mamuju, Mamasa; NTB: Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara; NTT: Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat; Jambi: Muaro Jambi, Merangin, Kerinci, Tanjung Jabung Timur Hibah Pengetahuan Hijau 3

BaKTI akan bertindak sebagai manajer pengetahuan bagi Aktivitas Pengetahuan Hijau dan penerima hibah Proyek Kemakmuran Hijau. Proses pengumpulan, dokumentasi, dan penyebaran pengetahuan hijau yang dilakukan BaKTI akan melibatkan penerima beragam hibah Proyek Kemakmuran Hijau, jejaringnya yang luas, media dan acara yang dapat menjangkau banyak pemangku kepentingan dan penerima manfaat dengan cara agar informasi mudah diadopsi di tingkat nasional dan lokal. Semua produk pengetahuan yang telah dikumpulkan akan disebarkan melalui jejaring, acara, dan media yang telah dikelola BaKTI selama sepuluh tahun dan melalui proses evaluasi rutin terbukti berguna bagi masyarakat. 4 LPEM FEB UI APBD Berparadigma Hijau di 13 Kabupaten Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berorientasi hijau akan dirintis dan dikembangkan di 13 kabupaten di empat provinsi wilayah kerja Proyek Kemakmuran Hijau. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) adalah penerima hibah tunggal, yang akan melibatkan lembaga penelitian lokal dari Universitas Jambi, Universitas Mataram, dan Universitas Nusa Cendana. Judul proyek: Green Knowledge Capture and Dissemination Grant on Green Budgeting (Hibah untuk Analisis dan Penyebaran Pengetahuan Hijau tentang Anggaran Hijau) 4 Kegiatan bantuan teknis: Pemerintah Provinsi NTT, NTB, Jambi, dan Sulawesi Barat. Sasaran survei: NTT: Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Timur NTB: Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara Jambi: Muaro Jambi, Merangin, Kerinci, Tanjungj Jabung Timur Sulawesi Barat: Mamuju, Mamasa Tujuan proyek: 1. Membentuk kerangka referensial tentang sistem anggaran jangka pendek dan menengah menggunakan pendekatan anggaran hijau (green budgeting) 2. Meningkatkan praktik perencanaan program, keuangan, dan anggaran pemerintah lokal Hasil yang disasar: 1. Meningkatnya kapasitas lokal dalam penerapan anggaran hijau 2. Diadopsinya anggaran hijau oleh provinsi sasaran 3. Diterapkannya green budgeting yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh para pemangku kepentingan 5 HIVOS & Petani Berwirausaha Limbah Biogas di 4 Provinsi Melatih petani di empat provinsi untuk mengolah limbah biogas menjadi pakan ternak yang dapat dipakai sendiri dan diperjualbelikan. Organisasi utama konsorsium ini adalah HIVOS, dengan anggota Universitas Wageningen dan Yayasan Rumah Energi Judul proyek: Gathering and Dissemination of Information and Green Knowledge for A Sustainable Integrated Farming Workforce in Indonesia (GADING Pengumpulan dan Penyebaran Pengetahuan dan Informasi Hijau untuk Tenaga Pertanian Terintegrasi dan Berkelanjutan di Indonesia) NTT: Empat kabupaten di kepulauan Sumba NTB Yogyakarta Jawa Barat

GADING akan melengkapi program BIRU (Biogas Rumah domestic) yang telah sukses digarap oleh HIVOS. GADING akan meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani dalam menggunakan bio-slurry sehingga lelaki dan perempuan desa bisa mendapatkan pemasukan dari bisnis terkait seperti produksi pupuk organic, produksi Lemna, perikanan, konstruksi kolam, pengembangbiakkan ternak, penanaman sayur dan buah, serta perdagangan perantara produk agrikultur seperti hewan ternak, Lemna, pupuk, dan pakan ternak. Hasil yang disasar: 1. Sistem pertanian dan pengolahan limbah yang terintegrasi, berdasar diterapkannya penggunaan optimal bio-digestate dan Lemna (kiambang) yang bernutrisi tinggi sebagai pakan ternak dan pupuk organik. 2. Terciptanya lingkungan pendukung untuk produksi energi biogas dengan pertanian dan perikanan berkelanjutan yang peka gender. Hibah Pengetahuan Hijau 5 6 JetPro & Pusat Sertifikasi Energi Baru Terbarukan Nasional dan Daerah Program sertifikasi teknologi empat macam Energi baru Terbarukan akan didirikan di tingkat nasional maupun daerah. Organisasi utama adalah JetPro-KM, beranggotakan Universitas Mataram dan Technical Education Development Centre (TEDC) Bandung. Judul proyek: A Sustainable Training and Certification System for the Renewable Energy Labour Market (Sistem Pelatihan dan Sertifikasi Berkelanjutan untuk Tenaga Kerja Energi Terbarukan) NTB dan Bandung Diadopsinya Standar Kompetensi untuk empat teknologi energi terbarukan (surya, minihidro, bayu, dan biomassa), berkolaborasi dengan industri dan diakui oleh Menteri Tenaga Kerja Terbentuknya Lembaga Sertifikasi Profesi untuk Teknologi Energi Terbarukan yang diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Penilai Teknologi Energi Terbarukan dilatih dan diakreditasi Pusat Penilaian Teknologi Terbarukan Nasional dan Regional didirikan, serta diakreditasi oleh BNSP

PKSPL IPB & Perencanaan & Pengelolaan Hijau Kawasan Pesisir NTB dan NTT 6 7 Perencanaan dan pengelolaan hijau kawasan pesisir dari tingkat provinsi sampai tata kelola di tingkat desa. Organisasi utama adalah Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), beranggotakan YAPEKA dan TRANSFORM. Judul proyek: Knowledge Management on Low-Emission Development for Coastal Area of West and East Nusa Tenggara Project (Proyek Pengelolaan Pengetahuan tentang Pembangunan Rendah Karbon untuk Area Pesisir di NTB dan NTT) NTB: Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah NTT: Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Timur 1. Set data spasial dan non-spasial untuk pengembangan SEA-LEDS (Strategic Environmental Assessment-Low Emission Development Strategy/Penilaian Lingkungan Strategis-Strategi Pembangunan Rendah Karbon) untuk perencanaan dan praktik pembangunan pesisir tersedia dan dapat diakses di fasilitas KM (misal IDSD, PD2, PSL) 2. SEA-LEDS berbasis kepulauan untuk perencanaan pembangunan pesisir di kabupaten percontohan di Lombok dan Sumba 3. Rekomendasi SEA-LEDS untuk Perencanaan Tata Ruang/Pembangunan Desa di desa pesisir sasaran 4. Demplot (demonstration plot) untuk menunjukkan praktik rendah karbon dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pesisir 5. Kampanye tentang LEDS di tingkat provinsi dan kabupaten 6. Aparat pemerintah lokal dan Forum Pemangku Kepentingan tingkat provinsi dan distrik memperoleh pengetahuan lebih baik tentang rencana pembangunan pesisir yang rendah karbon 7. Pemuka desa dan kelompok masyarakat mengetahui lebih baik cara mengintegrasikan LEDS ke dalam perencanaan pembangunan desa dan cara menerapkan penggunaan sumber daya pesisir yang rendah karbon Millennium Challenge Account - Indonesia Mengentaskan Kemiskinan Melalui Pertumbuhan Ekonomi Gedung MR21, Lantai 11. Jl. Menteng Raya No. 21, Jakarta 10340 Tel. +6221 39831971 Fax: +6221 39831970 @MCA_Indonesia MCA.Indonesia.page info@mca-indonesia.go.id www.mca-indonesia.go.id