UNTUK DISIARKAN SEGERA

dokumen-dokumen yang mirip
Investor Indonesia Sangat Mendukung Dinaikkannya Usia Pensiun Resmi dari 55 Tahun Survei Manulife

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

Kegagalan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluarannya diperburuk dengan kesalahan keuangan yang berulang

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

PRUDENTIAL INDONESIA MENUNJUKKAN KINERJA BISNIS TENGAH TAHUN 2009 YANG TANGGUH

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

HASIL BISNIS KUARTAL PRUDENTIAL INDONESIA MEMPERTAHANKAN FONDASI KOKOH UNTUK TERUS BERTUMBUH

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

Grafik Kinerja Investasi

NEWS UPDATE 7 September

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. : Gambar 4.1 Logo Prudential Life Assurance


Manulife Investor Sentiment Index Study Q Indonesia. Februari 2016

DBS DAN MANULIFE MENJALIN KEMITRAAN ASURANSI PERBANKAN BERJANGKA WAKTU 15 TAHUN ***

EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR

EASTSPRING SYARIAH FIXED INCOME AMANAH

Perluas ke Asuransi Mikro, Prudential Luncurkan PRUaman

EASTSPRING INVESTMENTS IDR HIGH GRADE

EASTSPRING INVESTMENTS CASH RESERVE

EASTSPRING INVESTMENTS VALUE DISCOVERY

EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR

Fulfill Your Employee Benefit. Penuhi Kesejahteraan Karyawan Anda. Manfaat program DPLK / DPLK program benefits

Dapatkan Sekarang Juga Perlindungan Tambahan dengan Harga Terjangkau. Pilihan di Tangan Anda!

EASTSPRING IDR FIXED INCOME FUND

Manulife Investor Sentiment Index Study

MUFG, grup jasa keuangan terbesar di Jepang, akan membuat investasi strategis di Bank Danamon di Indonesia

EASTSPRING INVESTMENTS YIELD DISCOVERY

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. mereka dan keluarga, dengan cara menyediakan produk-produk untuk

Studi Investor Global 2017

EASTSPRING SYARIAH EQUITY ISLAMIC ASIA PACIFIC USD

Investing Today, Investing Tomorrow.

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE. Profil Perusahaan. Always Listening, Always Understanding

WEALTH ASSURANCE BANGUN MASA DEPAN ANDA MULAI SEKARANG

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE

Membangun bank super regional

WEALTH ASSURANCE BANGUN MASA DEPAN ANDA MULAI SEKARANG

WEALTH ASSURANCE BANGUN MASA DEPAN ANDA MULAI SEKARANG

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN (INDUSTRI) PT.Bank DBS Indonesia adalah bagian dari DBS Group yang berkantor pusat

Signature Life. Anda menginginkan skema warisan yang aman dan mantap. Kami akan memberikan Anda lebih dari itu.

WEALTH ASSURANCE BANGUN MASA DEPAN ANDA MULAI SEKARANG

Laporan Kinerja Bulanan

PRUlink fixed pay MKT/BRCH082 (03/14)

Lebih dekat dengan. Apa itu PRUlink syariah assurance account? 1. Manfaat Kematian (Death Benefit). Keistimewaan. Persyaratan Usia Masuk:

Laporan Kinerja Bulanan

BAB 3 DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN

PRUlink assurance account

Heirloom (V) Dirancang untuk orang-orang yang benar-benar menghargai pentingnya nilai warisan.

Heirloom (V) Dirancang untuk orang-orang yang benar-benar menghargai pentingnya nilai warisan.

Press Release. BNI Layani 1,4 Juta Nasabah Prudential

DIRE/REITS: Gambaran Global dan Prospek Indonesia. Poltak Hotradero

5 Langkah Wealth Discovery INTEGRATED LIFE PLANNER

BAB 2 DESKRPSI SEWELLS GROUP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)

MKT/BRCH151(05/14) PT Prudential Life Assurance terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Laporan Kinerja Bulanan

BAB I PENDAHULUAN. tetap terbuka pada persaingan domestik. Daya saing daerah mencakup aspek yang

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim di

PRUlink Newsletter. Sekilas Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia. Kuartal II Beberapa Catatan Ekonomi Penting selama Kuartal II 2008

BAB I PENDAHULUAN. GAMBAR 1.1 LOGO PT. BANK CIMB NIAGA TBK. Sumber :

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Dalam setiap perusahaan, karyawan memiliki peranan penting dalam

Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar

Laporan Kinerja Bulanan

SPRING SMART PANDUAN MUDAH MEMBACA FUND FACT SHEET S APA ITU FUND FACT SHEET? INFORMASI DALAM FUND FACT SHEET

BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi bukanlah merupakan hal yang baru bagi kita. Globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. 12,94% meskipun relatif tertinggal bila dibandingkan dengan kinerja bursa

BAB I PENDAHULUAN. terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan maupun

PROGRAM PESANGON, EB MAGAZINE PENTING DISIAPKAN SEJAK DINI BACA HAL 03 MENYIAPKAN PROGRAM PESANGON SIAPKAN PENSIUN SEJAK DINI KATA PENGANTAR

Warta Ekonomi Oktober 2016, Hal. 38 Pendapatan Premi Jadi Kontributor Capaian Laba

PRUmy child. Perlindungan dari sebelum ia lahir MKT/BRCH083 (03/14)

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Transkripsi:

14 November 2013 TSX/NYSE/PSE: MFC SEHK:945 UNTUK DISIARKAN SEGERA Manulife Investor Sentiment Index menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia akan kekurangan dana tabungan pada masa pensiun Jakarta Dari 20 tahun usia pensiun yang diperkirakan, orang Indonesia hanya mampu memenuhi 10 tahun kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini didasarkan dari cara mereka mengelola keuangan dan perilaku menabung saat ini. Dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 4,1 juta, para investor memperkirakan bahwa mereka hanya dapat menabung sejumlah Rp 224, 2 juta sebelum memasuki usia pensiun. Namun, Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mencatat bahwa tiga dari lima responden yang disurvei merasa bahwa mereka mungkin atau mampu memperoleh pensiun yang didambakan. 68 persen para investor di Indonesia mengatakan bahwa mereka berharap dapat tetap bekerja penuh atau paruh waktu setelah pensiun (disusul oleh Singapura dengan indeks 69 persen); sementara itu, para investor juga mengungkapkan sumber tambahan dana pensiun mereka termasuk dana pensiun, produk asuransi individu dan pendapatan dari investasi properti. Sebagian besar investor berharap bisa tetap bekerja pada usia pensiun mereka untuk memenuhi kekurangan tersebut, ungkap Nelly Husnayati, Vice President Director Chief Agency, Employees Benefits and Shariah Officer, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Ada banyak alasan mengapa investor tidak mampu menabung dengan cukup untuk masa pensiun. Akan tetapi, bekerja setelah usia pensiun pun bukanlah pilihan yang paling tepat baik bagi kesehatan maupun dari sisi produktivitas seseorang. Sementara mereka yang berusia 30 49 tahun mengungkapkan bahwa pendidikan anak adalah alasan utama mengapa mereka tidak merencanakan pensiun lebih awal. Sedangkan responden berusia 25 39 tahun menyatakan bahwa mereka masih terlalu muda untuk memulai perencanaan hari tua. Survei ini menunjukkan bahwa satu diantara sepuluh investor bahkan tidak merencanakan pensiun mereka sama sekali. Melihat kegigihan dan kapasitas masyarakat Indonesia dalam bekerja keras, sulit dan sering kali kurang bijak bila kita bersikap skeptis. Akan tetapi pada kenyataannya banyak investor yang bersikap menggampangkan kebutuhan mereka, sambung Nelly Husnayati. Kedepannya, menutup kekurangan tabungan pensiun akan menjadi tantangan bagi kebanyakan orang. Terus bekerja walaupun mencapai usia pensiun semakin menjadi kebutuhan walaupun merupakan solusi yang sedapat mungkin ingin dihindari, ujar Nelly. Mengandalkan anak saat pensiun Dalam upaya menutup kekurangan tabungan pensiun, 20 persen investor Indonesia di atas usia 48 tahun berencana untuk mengandalkan anak-anak mereka untuk mendukung keuangan mereka, sementara 33% investor di bawah usia 48 tahun menungkapkan bahwa mereka diharapkan untuk turut membantu secara finansial setelah orang tua mereka pensiun. Kondisi serupa ditemukan di banyak wilayah di Asia, para Investor di Asia menjadi generasi yang disebut sebagai sandwich generation ; dimana mereka harus membiayai anakanak mereka dan juga membayar biaya pensiun orang tua sehingga tidak mampu menabung untuk pensiun mereka sendiri. Dengan usia harapan hidup yang lebih panjang, ada kecenderungan yang semakin tinggi bagi investor untuk membiayai orang tua mereka yang semakin tua dan pada saat yang sama menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa pensiun mereka pula. *****

Tentang Indeks Sentimen Investor Manulife (Manulife Investor Sentiment Index) di Asia Indeks investor sentimen Manulife (MISI) di Asia merupakan survei milik Manulife yang diadakan setiap kuartal untuk mengukur dan melihat pandangan investor di seluruh tujuh pasar di wilayah ini, dan perilaku mereka terhadap kelas aset penting serta sarana investasi. Manulife ISI dilakukan dengan 500 wawancara secara online di setiap pasar di Hong Kong, Cina, Taiwan, Jepang dan Singapura. Di Indonesia dan Malaysia, survei ini dilakukan secara bertatap muka. Para responden merupakan investor kelas menengah sampai kelas atas yang berumur 25 tahun ke atas dan merupakan pengambil keputusan utama dalam hal finansial di dalam keluarga mereka, serta memiliki produk investasi. Nilai aset yang dapat diinvestasikan oleh responden dalam US$ beragam dari US$ 1,300 di Indonesia sampai US$ 80,000 di Jepang. Di Singapura dan Taiwan, jumlahnya adalah US$ 40,000, di Hong Kong US$ 19,000, Cina US$ 16,000 dan Malaysia US$ 2,800. Manulife ISI merupakan survei yang telah lama dilakukan di Amerika Utara. Manulife ISI telah mengukur sentimen investor di Kanada selama 13 tahun terakhir, dan telah dilakukan juga oleh John Hancock di Amerika pada 2011. Ini merupakan kali ketiga Manulife ISI diluncurkan di Asia. Kelas Aset yang diukur oleh Manulife ISI Asia adalah saham, real estate (rumah dan properti lain), reksadana, investasi pendapatan tunai dan uang tunai. Tentang Manulife Financial Manulife Financial merupakan grup penyedia layanan keuangan terdepan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Para nasabah melihat Manulife sebagai penyedia solusi keuangan yang kuat, andal, terpercaya dan terdepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan mereka. Jaringan internasional para karyawan, agen, dan mitra distribusi kami menawarkan produk dan jasa perlindungan keuangan dan manajemen kekayaankepada jutaan nasabah. Kami juga menyediakan jasa manajemen aset kepada nasabah institusi di seluruh dunia Dana yang dikelola oleh Manulife Financial dan seluruh anak perusahaannya mencapai C$574,6miliar (US$558,7 miliar) per 30 September 2013. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Manulife Financial Corporation diperdagangkan dengan simbol MFC di TSX, NYSE, dan PSE, dan dengan simbol 945 di SEHK. Manulife Financial dapat ditemukan di internet dengan alamat www.manulife.com Tentang Manulife Asset Management Manulife Asset Management adalah perusahaan aset manajemen global dari Manulife Financial. Manulife Asset Management memberikan solusi manajemen investasi secara luas bagi investor institusi dan produk reksa dana di berbagai belahan dunia. Manulife Asset Management juga memberikan jasa manajemen investasi bagi nasabah ritel dari afiliasinya melalui penawaran produk oleh Manulife dan John Hancock. Keahlian investasi ini mencakup jangkauan kelas aset yang luas, termasuk saham, pendapatan tetap dan investasi alternatif seperti real estate, perkayuan, pertanian, dan juga strategi alokasi aset. Manulife Asset Management memiliki kantor-kantor cabang dengan kemampuan investasi yang lengkap di Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Jepang, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Selain itu, MAM juga memiliki perusahaan patungan di bidang pengelolaan dana yang berlokasi di Cina, yaitu Manulife TEDA. Perusahaan ini juga beroperasi di Australia, Selandia Baru, Brazil dan Uruguay. John Hancock Asset Management, Hancock Natural Resource Group dan Declaration Management and Research juga merupakan bagian dari Manulife Asset Management. Manulife Asset Management mendapatkan penghargaan sebagai Best Asian Bond House untuk 2011 dari Asia Asset Management. Per 30 September 2013, dana kelolaan MAM adalah sebesar USD 258 miliar. Informasi lebih lanjut mengenai Manulife Asset Management bisa didapatkan di www.manulifeam.com. Media Contact: Rizky Juanita Azuz PT AsuransiJiwa Manulife Indonesia Tel: (+6221) 2555 7788 Fax: (+6221) 25552278 Communication_id@manulife.com Angelin Sumendap FleishmanHillard Mobile +62 811 8451161 Office: 62-21-831-7770 ext: 116 angelin.sumendap@fleishman.com

14 November 2013 TSX/NYSE/PSE: MFC SEHK:945 UNTUK DISIARKAN SEGERA Manulife Investor Sentiment Index menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia akan kekurangan dana tabungan pada masa pensiun Jakarta Dari 20 tahun usia pensiun yang diperkirakan, orang Indonesia hanya mampu memenuhi 10 tahun kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini didasarkan dari cara mereka mengelola keuangan dan perilaku menabung saat ini. Dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 4,1 juta, para investor memperkirakan bahwa mereka hanya dapat menabung sejumlah Rp 224, 2 juta sebelum memasuki usia pensiun. Namun, Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mencatat bahwa tiga dari lima responden yang disurvei merasa bahwa mereka mungkin atau mampu memperoleh pensiun yang didambakan. 68 persen para investor di Indonesia mengatakan bahwa mereka berharap dapat tetap bekerja penuh atau paruh waktu setelah pensiun (disusul oleh Singapura dengan indeks 69 persen); sementara itu, para investor juga mengungkapkan sumber tambahan dana pensiun mereka termasuk dana pensiun, produk asuransi individu dan pendapatan dari investasi properti. Sebagian besar investor berharap bisa tetap bekerja pada usia pensiun mereka untuk memenuhi kekurangan tersebut, ungkap Nelly Husnayati, Vice President Director Chief Agency, Employees Benefits and Shariah Officer, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Ada banyak alasan mengapa investor tidak mampu menabung dengan cukup untuk masa pensiun. Akan tetapi, bekerja setelah usia pensiun pun bukanlah pilihan yang paling tepat baik bagi kesehatan maupun dari sisi produktivitas seseorang. Sementara mereka yang berusia 30 49 tahun mengungkapkan bahwa pendidikan anak adalah alasan utama mengapa mereka tidak merencanakan pensiun lebih awal. Sedangkan responden berusia 25 39 tahun menyatakan bahwa mereka masih terlalu muda untuk memulai perencanaan hari tua. Survei ini menunjukkan bahwa satu diantara sepuluh investor bahkan tidak merencanakan pensiun mereka sama sekali. Melihat kegigihan dan kapasitas masyarakat Indonesia dalam bekerja keras, sulit dan sering kali kurang bijak bila kita bersikap skeptis. Akan tetapi pada kenyataannya banyak investor yang bersikap menggampangkan kebutuhan mereka, sambung Nelly Husnayati. Kedepannya, menutup kekurangan tabungan pensiun akan menjadi tantangan bagi kebanyakan orang. Terus bekerja walaupun mencapai usia pensiun semakin menjadi kebutuhan walaupun merupakan solusi yang sedapat mungkin ingin dihindari, ujar Nelly. Mengandalkan anak saat pensiun Dalam upaya menutup kekurangan tabungan pensiun, 20 persen investor Indonesia di atas usia 48 tahun berencana untuk mengandalkan anak-anak mereka untuk mendukung keuangan mereka, sementara 33% investor di bawah usia 48 tahun menungkapkan bahwa mereka diharapkan untuk turut membantu secara finansial setelah orang tua mereka pensiun. Kondisi serupa ditemukan di banyak wilayah di Asia, para Investor di Asia menjadi generasi yang disebut sebagai sandwich generation ; dimana mereka harus membiayai anakanak mereka dan juga membayar biaya pensiun orang tua sehingga tidak mampu menabung untuk pensiun mereka sendiri. Dengan usia harapan hidup yang lebih panjang, ada kecenderungan yang semakin tinggi bagi investor untuk membiayai orang tua mereka yang semakin tua dan pada saat yang sama menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa pensiun mereka pula. *****

Tentang Indeks Sentimen Investor Manulife (Manulife Investor Sentiment Index) di Asia Indeks investor sentimen Manulife (MISI) di Asia merupakan survei milik Manulife yang diadakan setiap kuartal untuk mengukur dan melihat pandangan investor di seluruh tujuh pasar di wilayah ini, dan perilaku mereka terhadap kelas aset penting serta sarana investasi. Manulife ISI dilakukan dengan 500 wawancara secara online di setiap pasar di Hong Kong, Cina, Taiwan, Jepang dan Singapura. Di Indonesia dan Malaysia, survei ini dilakukan secara bertatap muka. Para responden merupakan investor kelas menengah sampai kelas atas yang berumur 25 tahun ke atas dan merupakan pengambil keputusan utama dalam hal finansial di dalam keluarga mereka, serta memiliki produk investasi. Nilai aset yang dapat diinvestasikan oleh responden dalam US$ beragam dari US$ 1,300 di Indonesia sampai US$ 80,000 di Jepang. Di Singapura dan Taiwan, jumlahnya adalah US$ 40,000, di Hong Kong US$ 19,000, Cina US$ 16,000 dan Malaysia US$ 2,800. Manulife ISI merupakan survei yang telah lama dilakukan di Amerika Utara. Manulife ISI telah mengukur sentimen investor di Kanada selama 13 tahun terakhir, dan telah dilakukan juga oleh John Hancock di Amerika pada 2011. Ini merupakan kali ketiga Manulife ISI diluncurkan di Asia. Kelas Aset yang diukur oleh Manulife ISI Asia adalah saham, real estate (rumah dan properti lain), reksadana, investasi pendapatan tunai dan uang tunai. Tentang Manulife Financial Manulife Financial merupakan grup penyedia layanan keuangan terdepan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Para nasabah melihat Manulife sebagai penyedia solusi keuangan yang kuat, andal, terpercaya dan terdepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan mereka. Jaringan internasional para karyawan, agen, dan mitra distribusi kami menawarkan produk dan jasa perlindungan keuangan dan manajemen kekayaankepada jutaan nasabah. Kami juga menyediakan jasa manajemen aset kepada nasabah institusi di seluruh dunia Dana yang dikelola oleh Manulife Financial dan seluruh anak perusahaannya mencapai C$574,6miliar (US$558,7 miliar) per 30 September 2013. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Manulife Financial Corporation diperdagangkan dengan simbol MFC di TSX, NYSE, dan PSE, dan dengan simbol 945 di SEHK. Manulife Financial dapat ditemukan di internet dengan alamat www.manulife.com Tentang Manulife Asset Management Manulife Asset Management adalah perusahaan aset manajemen global dari Manulife Financial. Manulife Asset Management memberikan solusi manajemen investasi secara luas bagi investor institusi dan produk reksa dana di berbagai belahan dunia. Manulife Asset Management juga memberikan jasa manajemen investasi bagi nasabah ritel dari afiliasinya melalui penawaran produk oleh Manulife dan John Hancock. Keahlian investasi ini mencakup jangkauan kelas aset yang luas, termasuk saham, pendapatan tetap dan investasi alternatif seperti real estate, perkayuan, pertanian, dan juga strategi alokasi aset. Manulife Asset Management memiliki kantor-kantor cabang dengan kemampuan investasi yang lengkap di Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Jepang, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Selain itu, MAM juga memiliki perusahaan patungan di bidang pengelolaan dana yang berlokasi di Cina, yaitu Manulife TEDA. Perusahaan ini juga beroperasi di Australia, Selandia Baru, Brazil dan Uruguay. John Hancock Asset Management, Hancock Natural Resource Group dan Declaration Management and Research juga merupakan bagian dari Manulife Asset Management. Manulife Asset Management mendapatkan penghargaan sebagai Best Asian Bond House untuk 2011 dari Asia Asset Management. Per 30 September 2013, dana kelolaan MAM adalah sebesar USD 258 miliar. Informasi lebih lanjut mengenai Manulife Asset Management bisa didapatkan di www.manulifeam.com. Media Contact: Rizky Juanita Azuz PT AsuransiJiwa Manulife Indonesia Tel: (+6221) 2555 7788 Fax: (+6221) 25552278 Communication_id@manulife.com Angelin Sumendap FleishmanHillard Mobile +62 811 8451161 Office: 62-21-831-7770 ext: 116 angelin.sumendap@fleishman.com

14 November 2013 TSX/NYSE/PSE: MFC SEHK:945 UNTUK DISIARKAN SEGERA Manulife Investor Sentiment Index menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia akan kekurangan dana tabungan pada masa pensiun Jakarta Dari 20 tahun usia pensiun yang diperkirakan, orang Indonesia hanya mampu memenuhi 10 tahun kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini didasarkan dari cara mereka mengelola keuangan dan perilaku menabung saat ini. Dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 4,1 juta, para investor memperkirakan bahwa mereka hanya dapat menabung sejumlah Rp 224, 2 juta sebelum memasuki usia pensiun. Namun, Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mencatat bahwa tiga dari lima responden yang disurvei merasa bahwa mereka mungkin atau mampu memperoleh pensiun yang didambakan. 68 persen para investor di Indonesia mengatakan bahwa mereka berharap dapat tetap bekerja penuh atau paruh waktu setelah pensiun (disusul oleh Singapura dengan indeks 69 persen); sementara itu, para investor juga mengungkapkan sumber tambahan dana pensiun mereka termasuk dana pensiun, produk asuransi individu dan pendapatan dari investasi properti. Sebagian besar investor berharap bisa tetap bekerja pada usia pensiun mereka untuk memenuhi kekurangan tersebut, ungkap Nelly Husnayati, Vice President Director Chief Agency, Employees Benefits and Shariah Officer, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Ada banyak alasan mengapa investor tidak mampu menabung dengan cukup untuk masa pensiun. Akan tetapi, bekerja setelah usia pensiun pun bukanlah pilihan yang paling tepat baik bagi kesehatan maupun dari sisi produktivitas seseorang. Sementara mereka yang berusia 30 49 tahun mengungkapkan bahwa pendidikan anak adalah alasan utama mengapa mereka tidak merencanakan pensiun lebih awal. Sedangkan responden berusia 25 39 tahun menyatakan bahwa mereka masih terlalu muda untuk memulai perencanaan hari tua. Survei ini menunjukkan bahwa satu diantara sepuluh investor bahkan tidak merencanakan pensiun mereka sama sekali. Melihat kegigihan dan kapasitas masyarakat Indonesia dalam bekerja keras, sulit dan sering kali kurang bijak bila kita bersikap skeptis. Akan tetapi pada kenyataannya banyak investor yang bersikap menggampangkan kebutuhan mereka, sambung Nelly Husnayati. Kedepannya, menutup kekurangan tabungan pensiun akan menjadi tantangan bagi kebanyakan orang. Terus bekerja walaupun mencapai usia pensiun semakin menjadi kebutuhan walaupun merupakan solusi yang sedapat mungkin ingin dihindari, ujar Nelly. Mengandalkan anak saat pensiun Dalam upaya menutup kekurangan tabungan pensiun, 20 persen investor Indonesia di atas usia 48 tahun berencana untuk mengandalkan anak-anak mereka untuk mendukung keuangan mereka, sementara 33% investor di bawah usia 48 tahun menungkapkan bahwa mereka diharapkan untuk turut membantu secara finansial setelah orang tua mereka pensiun. Kondisi serupa ditemukan di banyak wilayah di Asia, para Investor di Asia menjadi generasi yang disebut sebagai sandwich generation ; dimana mereka harus membiayai anakanak mereka dan juga membayar biaya pensiun orang tua sehingga tidak mampu menabung untuk pensiun mereka sendiri. Dengan usia harapan hidup yang lebih panjang, ada kecenderungan yang semakin tinggi bagi investor untuk membiayai orang tua mereka yang semakin tua dan pada saat yang sama menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa pensiun mereka pula. *****

Tentang Indeks Sentimen Investor Manulife (Manulife Investor Sentiment Index) di Asia Indeks investor sentimen Manulife (MISI) di Asia merupakan survei milik Manulife yang diadakan setiap kuartal untuk mengukur dan melihat pandangan investor di seluruh tujuh pasar di wilayah ini, dan perilaku mereka terhadap kelas aset penting serta sarana investasi. Manulife ISI dilakukan dengan 500 wawancara secara online di setiap pasar di Hong Kong, Cina, Taiwan, Jepang dan Singapura. Di Indonesia dan Malaysia, survei ini dilakukan secara bertatap muka. Para responden merupakan investor kelas menengah sampai kelas atas yang berumur 25 tahun ke atas dan merupakan pengambil keputusan utama dalam hal finansial di dalam keluarga mereka, serta memiliki produk investasi. Nilai aset yang dapat diinvestasikan oleh responden dalam US$ beragam dari US$ 1,300 di Indonesia sampai US$ 80,000 di Jepang. Di Singapura dan Taiwan, jumlahnya adalah US$ 40,000, di Hong Kong US$ 19,000, Cina US$ 16,000 dan Malaysia US$ 2,800. Manulife ISI merupakan survei yang telah lama dilakukan di Amerika Utara. Manulife ISI telah mengukur sentimen investor di Kanada selama 13 tahun terakhir, dan telah dilakukan juga oleh John Hancock di Amerika pada 2011. Ini merupakan kali ketiga Manulife ISI diluncurkan di Asia. Kelas Aset yang diukur oleh Manulife ISI Asia adalah saham, real estate (rumah dan properti lain), reksadana, investasi pendapatan tunai dan uang tunai. Tentang Manulife Financial Manulife Financial merupakan grup penyedia layanan keuangan terdepan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Para nasabah melihat Manulife sebagai penyedia solusi keuangan yang kuat, andal, terpercaya dan terdepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan mereka. Jaringan internasional para karyawan, agen, dan mitra distribusi kami menawarkan produk dan jasa perlindungan keuangan dan manajemen kekayaankepada jutaan nasabah. Kami juga menyediakan jasa manajemen aset kepada nasabah institusi di seluruh dunia Dana yang dikelola oleh Manulife Financial dan seluruh anak perusahaannya mencapai C$574,6miliar (US$558,7 miliar) per 30 September 2013. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Manulife Financial Corporation diperdagangkan dengan simbol MFC di TSX, NYSE, dan PSE, dan dengan simbol 945 di SEHK. Manulife Financial dapat ditemukan di internet dengan alamat www.manulife.com Tentang Manulife Asset Management Manulife Asset Management adalah perusahaan aset manajemen global dari Manulife Financial. Manulife Asset Management memberikan solusi manajemen investasi secara luas bagi investor institusi dan produk reksa dana di berbagai belahan dunia. Manulife Asset Management juga memberikan jasa manajemen investasi bagi nasabah ritel dari afiliasinya melalui penawaran produk oleh Manulife dan John Hancock. Keahlian investasi ini mencakup jangkauan kelas aset yang luas, termasuk saham, pendapatan tetap dan investasi alternatif seperti real estate, perkayuan, pertanian, dan juga strategi alokasi aset. Manulife Asset Management memiliki kantor-kantor cabang dengan kemampuan investasi yang lengkap di Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Jepang, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Selain itu, MAM juga memiliki perusahaan patungan di bidang pengelolaan dana yang berlokasi di Cina, yaitu Manulife TEDA. Perusahaan ini juga beroperasi di Australia, Selandia Baru, Brazil dan Uruguay. John Hancock Asset Management, Hancock Natural Resource Group dan Declaration Management and Research juga merupakan bagian dari Manulife Asset Management. Manulife Asset Management mendapatkan penghargaan sebagai Best Asian Bond House untuk 2011 dari Asia Asset Management. Per 30 September 2013, dana kelolaan MAM adalah sebesar USD 258 miliar. Informasi lebih lanjut mengenai Manulife Asset Management bisa didapatkan di www.manulifeam.com. Media Contact: Rizky Juanita Azuz PT AsuransiJiwa Manulife Indonesia Tel: (+6221) 2555 7788 Fax: (+6221) 25552278 Communication_id@manulife.com Angelin Sumendap FleishmanHillard Mobile +62 811 8451161 Office: 62-21-831-7770 ext: 116 angelin.sumendap@fleishman.com