ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKET.

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH GAYA HIDUP DAN PERSEPSI KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEPSODENT. (Studi Kasus Wilayah Tangerang, Karang Tengah) SKRIPSI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Tujuan

Integrated Marketing Communication

ABSTRACT. Keywords: Blackberry, quality, features, design, branding, trends, purchasing decisions. viii. Universitas Kristen Maranatha

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATIONS - II

besar mencari berbagai cara yang lebih tepat untuk berkomunikasi secara efektif

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemasaran adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam setiap perusahaan yang semakin, membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. tahun 2013). Adapun sektor-sektor yang termasuk ke dalam industri minuman

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL PERKULIAHAN. 1. Tujuan Promosi 2. Tipe Promosi. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring trend gaya hidup masyarakat sekarang ini, industri kafe dan restoran

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

2.1 Strategi Komunikasi Pemasaran

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Media massa merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan dan

ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS, BRAND IMAGE, DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP BRAND LOYALTY PRAMBORS RADIO. Kresna julio Eka Putra

ABSTRAK. retail marketing mix, loyalitas konsumen, harga, tata letak, dan personalia

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN LAZADA INDONESIA METODE PENELITIAN. Disusun oleh: SALMA NABELLA PUTRI

KOMUNIKASI PEMASARAN. Pertemuan 9

Alternatif strategistrategi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU AKTIVITAS MOBILE COMMERCE PADA APLIKASI LINE TUGAS AKHIR. Disusun oleh: MOCHAMAD DANDY

MODUL. Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani

Ilham et al., Analisis Pengaruh Merek, Persepsi Harga dan Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB II LANDASAN TEORI

Copyright Rani Rumita

II. LANDASAN TEORI. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan teknologi

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terpadu Terhadap Ekuitas Merek (Brand Equity) Pada Produk Shampo Emeron

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Pengertian Manajemen Pemasaran. mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai berikut:

KERANGKA PEMIKIRAN. dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan

Kata kunci: citra merek, kualitas produk, dan keputusan pembelian

II. TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen pemasaran merupakan ilmu dan seni yang mengatur tentang sistem

Marketing Communication Management

Fevri Setya Nugroho D2D ABSTRACT

Integrated Marketing Communication I

PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR HONDA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus)

KONSEP INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION. INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION 09 KONSEP INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION / Hal.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terhadap niat pembelian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). a. Mohammad Reza Jalilvand, Neda Samiei, Seyed Hessamaldin Mahdavinia

ABSTRACT. ix Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH PROMOSI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE PADA AGODA.COM (STUDI KONSUMEN HOTEL DI INDONESIA)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi sekarang ini juga sangat berpengaruh terhadap

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan bisnis melalui media elektronik. Salah satu bentuk e-business yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENUTUP. 1.1 Kesimpulan

PENGARUH DISTRIBUTION INTENSITY, ADVERTISING, DAN SALES PROMOTION TERHADAP BRAND AWARENESS, DAN BRAND EQUITY PADA PRODUK SUNLIGHT DI SURABAYA

PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6. Pemasaran. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si

PERAN CORPORATE BRAND IMAGE DAN SERVICE QUALITY PADA CLIENT SATISFACTION DENGAN PERCEIVED VALUE SEBAGAI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGARUH E-SERVICE QUALITY, CUSTOMER SATISFACTION, SWITCHING BARRIER TERHADAP CUSTOMER LOYALTY MOBILE TELEPHONY PADA TOKOPEDIA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya sangat

BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA AVANZA DI KOTA LAMONGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pemasaran modern. Bauran pemasaran dapat didefinsikan sebagai serangkaian alat

ABSTRACT. Key words: consumer behavior, experiential marketing, customer loyalty. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. dimana para pengusaha tentu berusaha secara maksimal untuk dapat memenuhi

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sekilas tentang Traveloka

PERAN KEPERCAYAAN DALAM MEMEDIASI PERSEPSI RISIKO PADA NIAT BELI PRODUK FASHION VIA INSTAGRAM DI KOTA DENPASAR SKRIPSI

DAVID SANTOSO ABSTRACT. Keywords: Brand Awareness; Brand Image; Brand Loyalty; Brand Extention; Parent Brand. PENDAHULUAN

ABTRACT. Key Words: Advertising, Brand Attention, Supplement

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak kalah dengan negara lain. Didukung oleh letak wilayah yang strategis,

PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI SEPEDA MOTOR MERK HONDA BEAT (Studi Kasus di Dealer AHASS Gedangan) SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan di dalam dunia usaha menjadi

Ryandhi Widjaya ABSTRAK

Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Kegiatan Pemasaran UBERXDAPP Integrated Marketing Communication in the Uberxdapp Marketing Activity

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANTESEDEN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Pelanggan KaliMilk di Surakarta)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PRODUK SEPATU SANDAL EIGER DI TUNJUNGAN PLAZA SURABAYA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. pada industri otomotif nasional pada saat ini, meskipun pada tahun 2011 terjadi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jakarta, 06 Agustus Tim GFP

BAB I PENDAHULUAN. Promosi merupakan salah satu atribut penting dari marketing mix. Belch (2004)

STRATEGI PROMOSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Shera, Andy., Step by Step Internet Marketing, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2010), hlm Ibid

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya)

BAB I PENDAHULUAN. terkoordinasi, dan tidak ada sikap koheren yang memandang aset tersebut harus

PENGARUH PESAN IKLAN MENGGUNAKAN MEDIA TELEVISI TERHADAP MINAT BELI KARTU SELULER MENTARI DI SURABAYA TIMUR SKRIPSI

OLEH: Rio Suhartono

PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP INTENSI PEMBELIAN PRODUK PADA PT. BERLINA Tbk. SKRIPSI. Nama : Manuella Chriesya Denadha N I M :

Transkripsi:

ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKET.COM SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: PUTRI IMELDA AFRAGHASANI NIM 11178133 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1442H/221

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKET.COM SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Meraih Gerlar Sarjama Ekonomi Disusun oleh: Putri Imelda Afraghasani NIM. 11178133 Dibawah Bimbingan: Ela Patriana, M.M AAAIJ NIP. 196952828121 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1442 H/221 M i

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF Hari ini Rabu, 1 Februari 221 telah dilakukan Ujian Komprehensif atas mahasiswa: 1. Nama : Putri Imelda Afrgahasani 2. NIM : 11178133 3. Jurusan : Manajemen (Pemasaran) 4. Judul Skripsi : Analisis Penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Upaya Membangun Kesadaran Merek dan Dampaknya Pada Keputusan Pembelian di Tiket.com Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 1 Februari 221 1. Dr. H. Moch. Jasin NIP. 195861419853113 ( ) Penguji I 2. Rio Trisasmita, ME NIP. 197413231221 ( ) Penguji II ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI Hari ini Rabu, 21 Juli 221 telah dilaksanakan Ujian Skripsi atas nama mahasiswa: 1. Nama : Putri Imelda Afraghasani 2. NIM : 11178133 3. Jurusan : Manajemen (Pemasaran) 4. Judul Skripsi : Analisis Penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Membangun Kesadaran Merek dan Dampaknya pada Keputusan Pembelian di Tiket.com Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama ujian skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 21 Juli 221 1. Murdiyah Hayati, M.M NIP. 197413231221 ( ) Ketua 2. Cut Erika Ananda Fatimah, S.E., M.B.A. ( ) NIP. 19741182141121 Penguji Ahli 3. Ela Patriana, M.M AAAIJ ( ) NIP. 196952828121 Dosen Pembimbing iii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Putri Imelda Afraghasani NIM : 11178133 Jurusan Fakultas : Manajemen (Pemasaran) : Ekonomi dan Bisnis Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya: 1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggungjawabkan. 2. Tidak melakukan plagasi terhadap naskah orang lain. 3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa izin pemilik karya. 4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data. 5. Menggerakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya ini. Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap dikenai sanksi berdasarkan hukum yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Jakarta, 21 Juli 221 Yang Menyatakan (Putri Imelda Afraghasani) iv

RIWAYAT HIDUP A. Data Pribadi 1. Nama : Putri Imelda Afraghasani 2. Tempat tanggal lahir : Bekasi, 28 Mei 1999 3. Alamat : Jl. Raya Cibarusah Jaya No. 88 RT 3/6, Desa Cibarusah Jaya, Kec. Cibarusah, Kab. Bekasi, Jawa Barat 4. Agama : Islam 5. Nama Ayah : Lili Sajili, S.Ag., S.Pd.Ind 6. Nama Ibu : Nia Rosmaniawati 7. Nomor telepon : 8966492826 8. Email : hitmeup.imelda@gmail.com B. Pendidikan Formal 1. SDN Cibarusah Jaya 3 25-211 2. MTs Albaqiyatusholihat 211-214 3. SMA Islam YASPIA 214-217 4. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 217-221 C. Pendidikan Informal 1. Global English Club 28-21 2. Global English Pare 217 D. Pengalaman Organisasi 1. Ketua OSIS MTs Albaqiyatusholihat 212-213 2. Ketua Angkatan Paskibra SMA Islam Yaspia 215-216 3. Anggota OSIS SMA Islam Yaspia Div. Kepemimpinan 215-216 4. Anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Div. PPM 217-218 5. Anggota Div. Pemberdayaan Wanita PMII KOMFEIS 217-218 6. Wakil Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan 218-219 7. Sekretaris Koordinator Ekonomi kreatif KOPRI 218-219 8. Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (PLT) 219-22 v

ANALYSIS OF IMPLEMENTATION INTEGRATED MARKETING COMMUNICATIONS IN BUILDING BRAND AWARENESS AND THE IMPACT ON BUYING DECISION AT TIKET.COM ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the implementation of Integrated Marketing Communication in building Brand Awareness and the impact on Buying Decisions at Tiket.com. The sample on this study used purposive sampling technique. The number of samples used were 1 respondents. The analysis technique used is Partial Least Square through SmartPLS software version 3.3. The results of the study show that: 1) Integrated Marketing Communication has a direct effect on Brand Awareness; 2) Integrated Marketing Communication has a direct effect on Buying Decision; 3) Brand Awareness has a direct effect on Buying Decision; 4) Integrated Marketing Communication influences the Buying Decision indirectly through Brand Awareness. Keywords: Integrated Marketing Communication, Brand Awareness, Buying Decision, Partial Least Square vi

ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKET.COM ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam upaya membangun Kesadaran Merek dan dampaknya pada Keputusan Pembelian di Tiket.com. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dan jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 1 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square melalui software SmartPLS versi 3.3. hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Komunikasi Pemasaran Terpadu berpengaruh secara langsung terhadap Kesadaran Merek; 2) Komunikasi Pemasaran Terpadu berpengaruh secara langsung terhadap Keputusan Pembelian; 3) Kesadaran Merek berpengaruh secara langsung dan terhadap Keputusan Pembelian; 4) Komunikasi Pemasaran Terpadu berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian secara tidak langsung melalui Kesadaran Merek. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Kesadaran Merek, Keputusan Pembelian, Partial Least Square vii

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya, sehingga skripsi yang berjudul Analisis Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Upaya Membangun Kesadaran Merek dan Dampaknya pada Keputusan Pembelian di Tiket.com. dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari selesainya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, doa, bimbingan, dukungan, dan saran dari banyak pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Kedua orang tua penulis, Ibu Nia Rosmaniawati dan Ayah Lili Sajili tercinta yang selalu memberi semangat, doa, pengertian dan saran yang diberikan sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Prof. Dr. Amilin, SE., Ak., M.Si., CA, QIA., BKP., CRMP selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Murdiyah Hayati, MM. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Ibu Amalia, SE., MSM. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Ibu Dwi Nur aini Ihsan M.M. selaku Dosen Pembimbing Akademik atas motivasi, saran dan masukan yang diberikan dalam hal akademik penulis. 6. Ibu Ela Patriana, MM, AAAIJ selaku Dosen Pembimbing Skripsi atas motivasi, saran dan masukan selama proses penelitian skripsi berlangsung. 7. Seluruh dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terima kasih atas segala ilmu yang telah bapak/ibu berikan kepada kami. 8. Adikku tercinta Gilang dan Zahira atas semangat dan motivasinya selama berkuliah hingga menyelesaikan tugas akhir. viii

9. Dwi, Ratna, Laeli, Ade, Binta, Bila, Pusyil, Bilbul, Zehan, Zair, Rizki, Barata dan Abie atas dukungan yang telah diberikan selama masa kuliah hingga tahap akhir proses penelitian skripsi. Thanyou for being there for me, God bless you all. 1. Sahabatku Retno, Diba, dan VJ yang selalu ada di saat penulis butuh motivasi dan semangat. Thankyou for always there and grew up together. 11. Teman-teman manajemen angkatan 217, HMJ Manajemen periode 219-22, dan PMII KOMFEIS 217 yang selalu menemani saya berproses di perkuliahan. Akhir kata, penulis sadar masih memiliki banyak kekurangan dalam penulisan dan penyusunan penelitian proposal skripsi ini. Dengan demikian penulis sangat berharap saran dan kritik dari pembaca agar disampaikan kepada penulis. Semogoa skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain. Tangerang Selatan, 221 Putri Imelda afraghasani ix

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... i LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF... ii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI... iii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH...iv RIWAYAT HIDUP... v ABSTRACT...vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 9 C. Tujuan Penelitian... 9 D. Manfaat Penelitian... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 11 A. Landasan Teori... 11 1. Perilaku Konsumen... 11 2. Komunikasi Pemasaran Terpadu... 13 3. Kesadaran Merek... 2 4. Keputusan Pembelian... 23 C. Kerangka Pemikiran... 34 D. Hubungan Antar Variabel... 35 E. Hipotesis... 37 BAB III METODE PENELITIAN... 39 A. Populasi dan Sampel... 39 1. Populasi... 39 2. Sampel... 39 x

B. Tempat dan Waktu Penelitian... 4 C. Metode Pengumpulan Data... 4 1. Data Primer... 4 2. Data Sekunder... 42 D. Metode Analisis Data... 42 1. Analisis Partial Least Square (PLS)... 42 2. Model Pengukuran Outer Model... 43 3. Model Pengukuran Inner Model... 44 4. Pengujian Hipotesis... 45 E. Definisi Operasional Variabel... 46 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN... 49 A. Gambaran Umum Objek Penelitian... 49 B. Analisis dan Hasil Penelitian... 52 1. Uji Kualitas Data... 52 2. Analisis Deskriptif... 55 3. Analisis Data dan Pembahasan... 64 BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 82 A. Simpulan... 82 B. Saran... 82 DAFTAR PUSTAKA... 85 LAMPIRAN... 89 xi

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu 29 Tabel 3.1 Skala Likert.. 43 Tabel 3.2 Operasional Variabel 48 Tabel 4.1 Layanan Tiket.com... 53 Tabel 4.2 Layanan Tambahan Tiket.com... 53 Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas 34 Pernyataan... 55 Tabel 4.4 Reliability Statistic X, Y1 dan Y2 57 Tabel 4.5 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. 57 Tabel 4.6 Responden Berdasarkan Usia.. 58 Tabel 4.7 Responden Berdasarkan Jumlah Pendapatan Perbulan.. 59 Tabel 4.8 Responden Berdasarkan Pekerjaan 6 Tabel 4.9 Responden Berdasarkan Banyaknya Transaksi 61 Tabel 4.1 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel X.. 62 Tabel 4.11 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Y1 64 Tabel 4.12 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Y2 65 Tabel 4.13 Output Outer Loading 7 Tabel 4.14 Output Cross loading. 71 Tabel 4.15 Output AVE dan Latent Variable Correlation.. 72 Tabel 4.16 Output Crombach s alpha, Composite Reliability & AVE.. 73 Tabel 4.17 Output R square (R 2 ) 74 Tabel 4.18 Output Q 2... 75 Tabel 4.19 Goodness of Fit.. 76 Tabel 4.2 Output Path Coefficients... 77 Tabel 4.21 Ouput Path Coeffiecients X Terhadap Y1.. 78 Tabel 4.22 Output Path Coefficients X Terhadap Y2... 79 xii

Tabel 4.23 Output Path Coefficients Y1 Terhadap Y2..... 8 Tabel 4.24 Spesific Indirect Effects. 81 xiii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Pengguna Baru Layanan Ekonomi Digital Asia Tenggara 2 Gambar 1.2 Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia 219-22... 2 Gambar 1.3 Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia... 3 Gambar 1.4 Promosi MTM dan OTW. 6 Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen.. 12 Gambar 2.2 Integrated Marketing Communication Tools... 16 Gambar 2.3 Piramida Brand Awareness.. 21 Gambar 2.5 Kerangka Pemikiran dalam Penelitian... 36 Gambar 4.1 Tampilan Website Tiket.com... 5 Gambar 4.2 Logo Tiket.com... 51 Gambar 4.3 Perancangan Model Struktural... 66 Gambar 4.4 Perancangan Outer Model... 66 Gambar 4.5 Outer Loading Model Pertama. 67 Gambar 4.6 Outer Loading Model Kedua 68 Gambar 4.7 Outer Loading Model Ketiga.... 69 xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki era revolusi industri 4. disrupsi teknologi digital semakin masif. Dalam era ini kemajuan teknologi seperti internet of things, artificial inteligent, dan cloud computing sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alat untuk membantu aktivitas sehari-hari. Inovasi digital tersebut mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi maupun sosial yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya, dahulu orang harus membuang waktu ke mall berjam-jam hanya untuk berbelanja, atau harus mengunjungi agen tiket pesawat terbang hanya untuk memesan tiket pesawat. Namun kini, semua hal tersebut dapat dilakukan dengan sistem one click, seseorang bisa berbelanja melalui media online dengan smartphone dari rumah tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya dan waktu untuk mengunjungi tokonya. Khususnya di masa pandemi Covid-19 ini di mana masyarakat diharuskan untuk menghindari kerumunan. Diketahui bahwa pandemi Covid-19 berkontribusi dalam pertumbuhan pengguna layanan di Indonesia. 1

Gambar 1.1 Pengguna Baru Layanan Ekonomi Digital Asia Tenggara Sumber: Katadata.com Pada gambar 1.1 dapat dilihat bahwa 37% dari total pengguna layanan digital di Indonesia adalah baru. Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Indonesia membuat masyarakat beralih pada platform digital dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Kominfo pun turut memberikan himbauan kepada seluruh penyelenggara layanan telekomunikasi seluler dan penyedia jaringan internet untuk menambah kapasitas dan infrastruktur jaringan guna mendukung pelaksanaan bekerja dan belajar dari rumah (Kominfo.go.id, 22). Gambar 1.2 Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia 219-22 Sumber: APJII 22 2

Dari gambar 1.2 dapat dijelaskan bahwa penetrasi pengguna layanan internet di Indonesia sebanyak 73.7%. Menurut Sekjen APJII, pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta pengguna. Menurutnya, jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 219 yang mana memiliki 171 juta pengguna. Melalui penetrasi 73,7 persen atau naik sekitar 8,9 persen atau sekitar 25,5 juta pengguna terbaru di tahun 22. Menurut Menteri Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam wawancaranya dengan Kompas.com, kenaikan ekonomi digital naik mencapai 11 persen. Kenaikan tersebut terjadi dihampir seluruh platform digital terutama e-commerce. Meski pada awalnya online travel agency mulai menurun angka penjualannya di kuartal pertama 22. Gambar 1.3 Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia Sumber: We Are Social, 221 Dapat di lihat pada gambar 1.3, dari semua kategori e-commerce mulai dari travel, fashion and beauty, food, furniture, toys, digita music, video games semua mengalami pertumbuhan pada awal masa pandemic di tahun 22 kecuali e-commerce dalam kategori travel, mobility, dan 3

accomodation yang mengalami penurunan transaksi sebesar 45,8% secara keseluruhan. Hal tersebut juga dirasakan oleh online travel agency Tiket.com yang pada masa awal pandemi mencatat penurunan penjualan produk perjalanan internasional hingga 52% dari Januari Februari. Namun setelah new normal diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, Transaksi Tiket.com mulai berangsur membaik dan naik kembali pada kuartal ke III 22. Tiket.com merupakan online travel agency pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 211. Menjadi satu-satunya travel agency yang berinovasi menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan kereta secara online. Sejak pertama kali berdiri, Tiket.com mulai mengeluarkan inovasi terus menerus hingga kini perusahaan tersebut memiliki berbagai layanan jasa meliputi booking hotel, penyewaan kendaraan, tiket konser, tiket event, car transfer, paylater dan To do. Menurut Public Relations Manager Tiket.com Sandra Darmo Sumarto Tiket.com mencatatkan peningkatan transaksi pemesanan hotel saat libur Natal 22 dan Tahun baru 221, Transaksi tersebut naik 118%. Menurut Sandra, hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat ingin berlibur meskipun di Tengah pandemi dan bekerja dari hotel ketika work from home berlangsung agar tidak jenuh. Transaksi Tiket.com meningkat tiga kali lipat pada kuartal III 22, salah satu transaksi terbanyak adalah pada layanan hotel. Tiket.com melakukan beberapa strategi baru di masa pandemi agar transaksi terus meningkat. Misalnya, seperti menyediakan produk yang 4

dekat dengan rumah dengan menambahkan berbagai pilihan objek wisata terdekat. Tiket.com juga menyediakan fitur tiket clean dimana konsumen diberikan layanan berupa keamanan, kebersihan hotel, dan free asuransi jika konsumen terkena virus Covid-19. Setelah mengetahui kebutuhan konsumennya di era pandemi, Tiket.com juga mengubah tren promosinya dalam menyediakan kontenkontennya. Dengan bantuan platform digital seperti Instgaram, tiktok, dan Youtube Tiket.com mulai menggemakan promo, iklan, review hotel melalui ketiga platform tersebut. Di masa pandemi ini, tidak hanya dalam reservasi hotel, Tiket.com pun bekerjasama dengan event organizer untuk pembelian tiketnya. Seperti acara konser Rossa pada tahun 22, lalu pembelian tiket untuk acara Ghostbustour Jurnalisa, dan banyak lagi sehingga masyarakat tetap bisa merasakan kegiatan-kegiatan hiburan seperti konser tersebut tanpa harus berdiri dalam kerumunan. Pada tahun 221 Tiket.com juga mengalami pertumbuhan 3 kali di Kuartal I. Peningkatan terjadi pada pembelian tiket pesawat sebesar 331%, booking hotel 321%, dan kenaikan angka user sebesar 299%. Menurut Gaery Udarsa selaku Co- founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com dalam wawancaranya dengan kumparan berkata bahwa kenaikan tersebut akibat dari promosi MTM (Malu Tanggal Muda) dan promo tanggal merah. Pada kuartal 2 tahun 221, Tiket.com mengalami lagi kenaikan yang signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh promosi pesta diskon tahunan 5

online tiket week yang berhasil mendorong pembelian tiket pesawat sebesar 81%, booking hotel sebesar 131%, dan tiket To do sebesar 75%. Gambar 1.4 Promosi MTM dan OTW Sumber: Tiket.com Dalam membantu program vaksinisasi pemerintah, dilansir oleh swa.co.id Tiket.com pun membuka fasilitas sentra vaksinisasi di kota DKI jakarta. Program tersebut dikategorikan untuk penduduk berusia 18+, penduduk usia pra-lansia (5-59 tahun, dan para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdomisili dan bekerja di DKI Jakarta. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui aplikasi Tiket.com dengan fitur tiket To do pada 11 Juni 221 lalu. 6

Di masa pandemi ini pun Tiket.com menambahkan metode pembayarannya untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran secara nontunai. Dengan kolaborasinya dengan OVO, layanan pembayaran Tiket.com semakin lengkap dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi secara digital. Menurut A. Aji Watono dan Maya C. Watono (211) dalam bukunya the cornerstone of Integrated marketing Communications is customer focused orientation. Penjelasan dari pernyataan tersebut memiliki arti seluruh komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh suatu merek harus fokus kepada apa yang diharapkan para konsumen. Dari semua yang sudah dilakukan oleh Tiket.com untuk kembali bangkit ialah memfokuskan strategi yang mampu memahami harapan konsumen, Tiket.com menyediakan layanan tiket clean dan tiket flexi agar konsumen bisa tetap menikmati liburan dengan aman dan terhindar dari kerumunan selama pandemi. Tiket.com juga melakukan promosi ditiap layanannya di masa pandemi ini agar para konsumen bisa menikmati layanannya dengan biaya yang tidak banyak. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Endyana dan Ardani (219) memperoleh hasil bahwa iklan sebagai bagian dari bauran promosi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesadaran merk, dimana konsumen percaya dengan adanya pengiklanan Tokopedia akan semakin dikenal di mata konsumen. Tak hanya itu, konsumen melihat iklan merupakan salah faktor dalam terjadinya keputusan pembelian. Hal ini 7

menunjukkan bahwa pandangan konsumen mengenai iklan memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk Tokopedia di Kota Denpasar. Penelitian lainnya dilakukan oleh Darmajati dkk (216) menunjukan hasil variabel integrated marketing communication (IMC) memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian. Batu, L.R dkk (219) memperoleh hasil bahwa digital marketing (website, search engine marketing, web banner, social media, affiliate marketing, email marketing dan online purchase decision) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Online Purchase Decision. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prabela dkk (22) menunjukan bahwa komunikasi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan data-data yang peneliti uraikan sebelumnya, Tiket.com sebagai online travel agency pertama di Indonesia telah berhasil meningkatkan kembali transaksinya dengan melakukan strategi komunikasi pemasaran yang baik di masa pandemi. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk meneliti mengenai bauran komunikasi pemasaran yang terhimpun dalam komunikasi pemasaran terpadu di Tiket.com serta mencari pengaruhnya terhadap kesadaran merek dan keputusan pembelian. Maka judul penelitian yang diangkat oleh peneliti ialah ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKET.COM. 8

B. Rumusan Masalah 1. Apakah Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) berpengaruh langsung terhadap Kesadaran Merek (Y1) Tiket.com? 2. Apakah Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) berpengaruh langsung terhadap Keputusan pembelian (Y2) di Tiket.com? 3. Apakah Kesadaran Merek (Y1) berpengaruh langsung terhadap Keputusan Pembelian (Y2) di Tiket.com? 4. Apakah ada pengaruh secara tidak langsung antara Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y2) melalui Kesadaran Merek (Y1) di Tiket.com? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis pengaruh langsung antara variabel Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) terhadap Kesadaran Merek (Y1) di Tiket.com. 2. Menganalisis pengaruh langsung antara variabel Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y2) di Tiket.com. 3. Menganalisis pengaruh langsung antara variabel Kesadaran Merek (Y1) terhadap Keputusan Pembelian (Y2) di Tiket.com. 9

4. Menganalisis pengaruh tidak langsung antara variabel Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y2) melalui variabel Kesadaran Merek (Y1) di Tiket.com. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain: 1. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi penulis, khususnya sebagai wadah untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama mengikuti perkuliahan ke dalam sebuah karya tulis ilmiah. Serta sebagai prasyarat untuk menempuh gelar sarjana dan menyelesaikan studi S1 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bagi Perusahaan Membantu perusahaan dalam meningkatkan peforma perusahaan, menyiapkan strategi dan inovasi sebagai upaya membangun kesadaran merek melalui komunikasi pemasaran terpadu. 3. Bagi akademisi Bagi para akadimisi, dengan adanya penelitian ini dapat memberikan kontribusi di bidang ilmu pengetahuan, serta sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen merupakan interaksi antara pengaruh kesadaran, perilaku, dan lingkungan tempat manusia berkomunikasi dan melakukan pertukaran dengan segala aspek kehidupan (Olson, 213). Solomon (215) menjelaskan dalam bukunya perilaku konsumen sebagai sebuah studi tentang proses yang melibatkan individu atau kelompok memilih, membeli, menggunakan, atau menghentikan pemakaian produk, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. Hawkins (213) mendefinisikan bahwa Customer behavior is the study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the customer and society. yang artinya ialah studi tentang individu, kelompok atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk memilih, melindungi, menggunakan dan menghabiskan produk, layanan, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhan dan berdampak pada pelanggan dan masyarakat. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut peneliti menyimpulkan perilaku konsumen sebagi studi tentang individul atau 11

kelompok dalam memilih, mencari, membeli, memproses, menggunakan, hingga menghabiskan sebuah produk atau layanan. Kotler dan Keller (216) menjelaskan model perilaku konsumen dalam bentuk peta konsep sebagai berikut: Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen Sumber: Kotler dan Keller (216) Kotler dan Keller (216) juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen, antara lain: a. Faktor Budaya Faktor budaya dibagi menjadi tiga bagian, yakni 1) Culture, kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar, karena kebudayaan adalah tatanan kehidupan manusia dan landasan dari segala aktivitas; 2) Subcultures, Subkultur adalah bagian kecil dari budaya, dan karakteristiknya dapat mencakup suku, 12

agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis; 3) Social Classes, Kelas sosial adalah pembagian masyarakat yang relatif bersatu dan permanen, terbagi menurut hierarki, dan anggotanya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang sama. b. Social Factor Faktor sosial yang memengaruhi perilaku konsumen terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya 1) Reference Group, Semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada sikap atau perilaku orang tersebut.; 2) Family Group, Organisasi pembelian konsumen dan anggota keluarga hal terpenting dalam masyarakat mewakili kelompok referensi utama dan paling berpengaruh; 3) Roles and Status, setiap orang berpartisipasi dalam banyak kelompok, seperti halnya keluarga, klub, dan organisasi. c. Personal Factor Faktor pribadi mempengaruhi karakteristik pribadi. Faktor pribadi meliputi usia dan tahapan dalam siklus hidup pembeli, pekerjaan dan status ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta gaya hidup dan nilai-nilai. 2. Komunikasi Pemasaran Terpadu Komunikasi pemasaran terpadu menurut George Belch (218) merupakan suatu konsep perencanaan komunikasi pemasaran melalui nilai dari rencana komprehensif. Komunikasi pemasaran disini artinya mewakili semua elemen dalam bauran pemasaran antara lain, 13

Advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, public relation, dan internet marketing. Shimp (214) mendefinisikan komunikasi pemasaran terpadu sebagai proses komunikasi, termasuk perencanaan, pembuatan, pengintegrasian, dan penerapan berbagai bentuk komunikasi pemasaran (iklan, promosi, publikasi, acara, dll). Sedangkan asosiasi agen periklanan Amerika atau yang dikenal dengan nama The 4As (The American Association of Advertising Agency) menyatakan bahwa komunikasi pemasaran terpadu adalah konsep rencana komunikasi pemasaran yang matang, yang mengevaluasi peran dari setiap bentuk komunikasi pemasaran (periklanan, promosi, hubungan masyarakat, dll.) dan menggabungkan bentuk-bentuk komunikasi tersebut, dan terbentuk. Komunikasi pemasaran ini memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal. Medier School of Journalism di Northwestern University mendefinisikan komunikasi pemasaran terpadu sebagai proses mengelola semua sumber informasi yang berkaitan dengan produk / layanan. Dalam proses ini, pelanggan didorong untuk mengarahkan perilaku mereka dengan cara ini untuk mencapai penjualan dan membangun konsumsi serta loyalitas. Singkatnya, komunikasi pemasaran terintegrasi menggabungkan perencanaan, tindakan, dan koordinasi berbagai bidang komunikasi pemasaran, dan memungkinkan konsumen untuk memahami tanggapan konsumen yang sebenarnya. 14

A.Aji Watono dan Maya C. Watono (211) dalam bukunya menjelaskan bahwa Kami berani mengatakan bahwa the cornerstone of Integrated marketing Communications is customer focused orientation. Penjelasan dari peeryataan tersebut artinya seluruh komunikasi pemasaran yang dulakukan oleh suatu merek harus fokus kepada apa yang diharapkan para konsumen. Dari sini dapat dilihat bahwa menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu tidak hanya memadukan beberapa program menjadi satu kesatuan, tetapi yang paling penting ialah memberikan perhatian atas apa yang konsumen inginkan dan harapkan. Karena itu, perlu dilihat dengan sangat cermat berbagai aspek berikut ini: a. Tren dan perubahan yang sedang terjadi di dalam masyarakat, mulai dari tren ekonomi, industri, pekembangan teknologi, perubahan sosial-politik, budaya, hingga isu-isu yang ada di lingkungan masyarakat. b. Memahami peta persaingan, situasi dan kondisi pasar serta perubahan perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. c. Memahami kekuatan internal dari perusahaan mulai dari keunggulan kompetitif produk, kekuatan merek tersebut, hingga kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan teridentifikasinya berbagai elemen dalam memahami gambaran besar dari suatu bisnis, akan mempermudah menetapkan 15

sebuah tujuan dari strategi komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan suatu perusahaan. Selain itu, tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam mengarahkan kemana suatu bisnis akan dibawa untuk dikembangkan agar mampu meraih early awarness, menciptakan repeat buying dan membangun engagement dengan konsumen. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu merupakan sebagai suatu konsep untuk mengelola, merencanakan, dan menciptakan, dan mengkoordinasikan berbagai macam bentuk komunikasi pemasaran seperti Advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, public relation, dan internet marketing yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran merek dan loyalitas pada suatu brand. Gambar 2.2 Integrated Marketing Communication Tools Advertising Sales Promotion Public Relation IMC Tools Direct Marketing Internet Marketing Personal Selling Sumber: George Belch dan Michael Belch 218 16

Dalam mengukur komunikasi pemasaran terpadu di era modern terdapat beberapa indikator yang dijelaskan oleh George Belch (218) yaitu: a. Advertising Ada beberapa alasan mengapa periklanan menjadi bagian penting dari banyak alasan program komunikasi pemasaran terpadu. Salah satunya karena periklanan media masih menjadi promosi yang paling hemat biaya cara menjangkau banyak konsumen dengan pesan iklan. Televisi khususnya adalah cara terbaik bagi pemasar untuk menjangkau pasar massal. Periklanan juga merupakan strategi yang penting untuk membangun ekuitas perusahaan atau merek karena meruapakan cara yang ampuh untuk memberikan informasi kepada konsumen sekaligus untuk mempengaruhi persepsi mereka. Iklan dapat digunakan untuk membuat gambar yang menarik dan unik dan asosiasi untuk merek, yang bisa menjadi sangat penting bagi perusahaan yang menjual produk atau layanan yang sulit dibedakan atas dasar fungsional atribut. b. Direct Marketing Direct marketing lebih dari sekadar katalog surat dan surat pesanan. Ini melibatkan berbagai aktivitas, termasuk manajemen database, penjualan langsung, telemarketing, dan iklan tanggapan langsung melalui email, online, dan berbagai siaran dan media cetak. 17

c. Digital/Internet Marketing Perusahaan memakai keunggulan internet, banyak peningkatan peran berbagai bentuk media digital dan sosial dalam program komunikasi pemasaran terpadu mereka. Mereka mengembangkan kampanye melalui situs web, media sosial, dan e-commerce mereka dalam strategi pemasarannya. d. Sales Promotion Sales promotion ialah aktivitas pemasaran yang memberikan nilai ekstra atau insentif kepada tenaga penjualan, distributor, atau konsumen akhir dan dapat merangsang dengan segera penjualan. Promosi penjualan umumnya dibagi menjadi dua kategori utama: aktivitas berorientasi konsumen dan aktivitas berorientasi perdagangan. Sales promotion biasa dilakukan dalam bentuk pemberian kupon potongan harga, discount, undian, dan lainnya. e. Publicity/Public Relation PR menggunakan publisitas dan berbagai alat lainnya termasuk alat khusus publikasi, partisipasi dalam kegiatan komunitas, penggalangan dana, sponsor acara khusus, dan berbagai aktivitas urusan publik untuk meningkatkan brand image perusahaan. f. Personal Selling Bentuk komunikasi orang-ke-orang di mana penjual mencoba untuk membantu atau membujuk calon pembeli untuk membeli produk atau layanan perusahaan. 18

Prisgunanto (26) mendeskripsikan komunikasi pemasaran terpadu sebagai berikut: a. Dimulai dan bertolak dari persepsi dan aktivitas pelanggan pada produk. b. Terintegrasi antara bisnis dengan kebutuhan pelanggan. c. Terorganisasi pada semua komunikasi bisnis dalam komunikasi pemasaran terpadu mix. d. Berupaya menciptakan dialog dengan pelanggan. e. Berupaya mencapai perilaku pelanggan ke arah kebutuhan individu. Oleh karena itu, komunikasi pemasaran terpadu lebih mengedepankan keharmonisan dalam pelaksanaan program komunikasi pemasaran sebuah perusahaan. Maka, tujuan dari komunikasi pemasaran terpadu tidak hanya dalam bentuk promosi kepada konsumen, namun juga memiliki fungsi untuk berkomunikasi dengan para konsumennya. Duncan (28) menyatakan beberapa elemen komunikasi pemasaran terpadu yang terdiri dari: a. Iklan; b. Promosi penjualan; c. Penjualan personal; d. Hubungan masyarakat/public relations; e. Pemasaran langsung 19

3. Kesadaran Merek Kesadaran merek atau brand awareness ialah kemampuan konsumen dalam mengenali dan mengingat kembali suatu merek ketika berpikir mengenai suatu kategori produk tertentu dan terdapat kemudahan saat nama tersebut dimunculkan dalam pikirannya (Shimp, 214). Ahli lain juga menjelaskan bahwa kesadaran merek adalah kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat kembali suatu merek yang merupakan bagian dari kategori produk tertentu (Aaker, 213). Berdasarkan pendapat peneliti di atas, dapat disimpulkan bahwa kesadaran merek merupakan kemampuan seorang konsumen dalam mengingat dan mengenali sebuah brand ketika melihat atau disebutkan produk tertentu. Aaker (213) menyatakan bahwa pengukuran kesadaran merek berdasarkan tingkat kesadaran merek mencakup top of mind, brand recall, brand recognition, dan terakhir adalah brand unware. Tingkatan tersebut dikenal sebagai piramida kesadaran merek. Gambar 2.3 Piramida kesadaran merek 2

Aaker menjelaskan empat tingkatan dalam piramida kesadaran merek tersebut sebagai berikut: a. Top of Mind Menjelaskan merek yang pertama diingat ketika ditanya mengenai suatu kategori produk. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan pertama dari berbagai merek yang ada dalam benak konsumen. Top of Mind ialah single respons question artinya seorang responden hanya bisa memberikan satu jawaban untuk pertanyaan ini. b. Brand Recall Mencerminkan merek apa yang diingat setelah menyebutkan merek pertama kali disebut. c. Brand Recognition Kesadaran akan merek muncul ketika dengan diberikan bantuan pertanyaan untuk mengingat suatu merek. Pertanyaan yang diajukan dibantu dengan menyebutkan ciri-ciri dari suatu produk merek tersebut (aided question). d. Brand unaware Merupakan tingkatan paling rendah dalam pengukuran kesadaran merek, karena konsumen sama sekali tidak menyadari atau mengenal suatu merek setelah diberikan bantuan. Kesadaran Merek menggambarkan keberadaan merek dalam pikiran konsumen, yang merupakan penentu dalam beberapa kategori dan 21

biasanya mempunyai peranan penting dalam brand equity. Meningkatkan kesadaran pada konsumen merupakan salah satu mekanisme untuk memperluas pasar merek. Kesadaran mampu mempengaruhi persepsi dan tingkah laku. Kessadaran merek juga disebut key of brand asset yang berarti kunci pembuka untuk masuk ke elemen lainnya (Durianto, 24). Berikut ialah tahapan-tahapan tingkatan kesadaran merek menurut Rangkuti (22): a. Unware of Brand (tidak menyadari merek) merupakan tingkat paling rendah atau paling bawah dalam piramida brand awareness, di mana konsumen tidak menyadari adanya suatu merek tersebut. b. Brand Recognition (pengenalan merek) merupakan tingkat minimal kesadaran merek, dimana pengingatan tentang suatu merek muncul kembali setelah dilakukan bantuan. c. Brand Recall (Pengingatan kembali terhadap merek) merupakan pengingatan ulanng terhadap suatu merek tanpa bantuan. d. Top Of Mind (puncak pikiran) merupakan merek yang terpikirkan pertama kali oleh konsumen, dengan kata lain, merek merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada dalam benak konsumen ketika mengingat suatu kategori produk atau jasa. 22

4. Keputusan Pembelian Keputusan pembelian ialah bagian dari perilaku konsumen tentang bagaimana seorang individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli dan menggunakan. Serta bagaimana barang, jasa, ide dan pengalaman memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka (Kotler & Armstrong, 216). Keputusan pembelian merupakan tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen memberikan aksi terhadap pilihan yang ditentukan. Keputusan pembelian dilakukan setelah konsumen menyeimbangkan sisi positif dan negatif suatu merek atau mencari sisi terbaik dalam perspektif konsumen yang akan dievaluasi kembali setelah dikonsumsi (Sudaryono, 216). Tjiptono (216) menyatakan bahwa keputusan pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen yang mana merupakan tindakan dalam memperoleh secara langsung, menentukan produk atau jasa, dan proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat peneliti simpulkan bahwa keputusan pembelian adalah suatu tahap di mana pembeli menentukan pilihannya dalam melakukan pembelian barang atau jasa. Kotler & Keller (216) menjelaskan ada enam indikator dalam mengukur keputusan pembelian, diantaranya yaitu: a. Pemilihan Produk (Product Choice) 23

Pelanggan akan menentukan produk mana yang akan dibeli, pelanggan akan membeli produk yang memiliki nilai baginya. Perusahaan harus mengetahui produk seperti apa yang diinginkan oleh pelanggan. b. Pemilihan Merek (Brand Choice) Pelanggan harus menentukan merek mana yang akan dibeli, setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Perusahaan harus mengetahui bagaimana pelanggan memilih sebuah merek. c. Pemilihan Saluran Pembelian (Dealer Choice) Pelanggan harus mengambil keputusan tentang penyalur mana yang akan dikunjungi. Setiap pelanggan memiliki perbedaan dalam hal menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan barang yang lengkap, kenyamanan berbelanja, dan keleluasaan tempat. d. Penentuan Waktu Pembelian (Purchase Timing) Keputusan pelanggan dalam pemilihan waktu pembelian dapat berbeda-beda. e. Jumlah Pembelian Pelanggan dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu jenis produk. 24

Perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli. f. Metode Pembayaran Pelanggan dapat mengambil keputusan tentang metode pembayaran yang akan dilakukan dalam pengambilan keputusan konsumen menggunakan produk atau jasa. Tidak hanya dipengaruhi oleh aspek budaya, lingkungan, dan keluarga, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan dalam transaksi pembelian sehingga memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi baik di dalam maupun di luar rumah. Membuat sebuah keputusan Pelanggan melakukan pembelian Tentang produk atau layanan dimulai sadar Memenuhi kebutuhan mereka dan harapan. Langkah-langkah yang diambil Keputusan pembelian yang sangat ditentukan dari perilaku konsumen. Perilaku pembelian Merupakan tahap pengambilan keputusan dan perilaku orang yang terlibat pembelian dan penggunaan produk (Sangadji dan Sopia, 213). Dimensi keputusan pembelian menurut Sangadji dan Sopia (213) diantaranya: a. Ada kebutuhan. celah Antara kondisi faktual dan Kondisi yang dibutuhkan oleh pelanggan. Perlu merasa baik Stimulus dari luar atau dari pelanggan. 25

b. Cari informasi sebelum membeli. Butuh informasi sebagai media membantu dalam pertimbangkan pilihan dari berbagai alternatif yang tersedia. Samanya informasi memberikan dukungan akan daya kepercayaan di mana perbedaan memberikan alasan guna mengevaluasi secara menyeluruh melalui kebutuhan ataupun keinginan pelanggan. c. Evaluasi alternatif. Membandingkan dari berbagai alternatif yang ada yang selanjutnya akan mendapatkannya opsi yang paling baik. Ali Hasan (28) menjelaskan bahwa pendorong pengambilan keputusan yang sangat kuat decision Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat Keputusan pembelian. Orang-orang yang terlibat dalam keputusan pembelian diantaranya: a. Intitator Merupakan orang yang menyadari pertama kali adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan berinisiatif mengususulkan untuk membeli produk tertentu. b. Influencer Merupakan orang yang sering berperan sebagai pemberi pengaruh yang pandangan nasihat atau pendapatnya mempengaruhi keputusan pembelian orang lain. c. Decider 26

Meruapakan orang yang memiliki peran sebagai pengambil keputusan dalam menentukan apakah produk ini dibeli, produk apa yang akan dibeli, bagaimana cara membeli produk tersebut, dan dimana produk itu akan dibeli. d. Buyer Merupakan orang yang melakukan pembelian. e. User Merupakan orang yang mengonsumsi atau menggunakan produk yang sudah dibeli tersebut. B. Penelitian Terdahulu Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Judul Peneliti Hasil Persamaan Perbedaan 1 Strategi Arius Secara parsial Variabel: Metode: Peningkatan Krypton dimensi- brand regresi Brand (218) dimensi awareness linier Awareness integrated dan (bukan Mobile marketing integrated PLS) Ticketing communication marketing Lokasi: Apps Melalui berpengaruh communi- Universitas Metode signifikan cation Indonesia Integrated terhadap brand Objek: (bukan Marketing awareness mobile seluruh Communi- ticketing Indonesia) cation apps 27

2 The Effect of Luh Gede Brand Metode: Objek: Brand Permata Sari ambassador PLS Shampoo Ambassador, Dewi, memiliki Variabel: (bukan Brand Image, Natasya penga-ruh Brand travel online and Brand Edyanto, and langsung Ambassador agency) Awareness on Hotlan terhadap brand, Purchase Purchase Siagian awareness, Decision, Deci-sion of (22) brand image Brand Pantene dan purchase Awareness Shampoo in decision Surabaya, Indonesia 3 Pengaruh Reminta Hasil Metode: Objek: Digital Lumban menunjukan PLS Shopee Marketing Batu, Tiar bahwa website, (bukan terhadap Lina search engine Variabel: Tiket.com) Online Situngkir, marketing, web Digital Purchase Indah banner, social Marketing, Decision pada Krisnawati, media, affiliate Purchase Platform dan Sherliana marketing, Decision Belanja Halim (219) email Online marketing Shopee berpe-ngaruh positif dan signifikan terhadap Online Purchase Decision 28

29 4 Brand Awareness sebagai Variabel Pemediasi Pengaruh Internet Marketing terhadap Keputus-an Pembelian Didik Purwiyanto, FX Adi Purwanto (221) Internet marketing berpengaruh terhadap brand awareness dan keputusan pembelian, serta adanya brand awareness juga memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Variabel: Brand Awareness, Internet Marketing, Keputusan Pembelian Metode: Path (bukan PLS) Lokasi: Universitas Hang Tuah (bukan Indonesia) 5 How smartphone advertising influences consumers' purchase intention José Martins, Catarina Costa, Tiago oliveira, Ramiro Gonçalves, Frederico Branco (219) Hasil menunjukan bahwa advertising value, flow experience, web design quality, and brand awareness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Metode: PLS Variabel: Brand Awareness dan Purchase Decision Objek: Smartphone (bukan Travel Online Agency)

6 Pengaruh Fransisca Integrated Variabel: Metode: Stra-tegi Diwati, Tito marketing Integrated Regresi Integrated Imam communication Marketing Linier Marketing Santoso memiliki Communica Berganda Communicati (216) pengaruh tion, dan (bukan on terhadap terhadap Keputusan PLS) Kepu-tusan keputusan Pembelian Pembe-lian pembelian pada Bisnis Tour & Travel di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta 7 The Influence Ikbar Haskara IMC memiliki Variabel: Metode: of Integrated Damarjati, pengaruh ter- Integrated Path (bukan Marketing Andriani hadap ekuitas Marketing PLS) Communicati Kusumawati, merek, Hasil Communica on (IMC) on M. Kholid juga tion, Brand Brand Equity Mawardi menunjukkan Awareness, and Purchase (216) bahwa ada pe- Purchase Decision ngaruh tidak Decision langsung dari variabel IMC terhadap keputusan pembelian melalui ekuitas merek, Selain itu hasil menunjukkan 3

bahwa variabel IMC memiliki penga-ruh langsung terhadap keputusan pembelian 8 Peran Brand M Dwi Hasil Sampel: Metode: Awareness Aryasa penelitian Purposive Path (bukan Memediasi Endyrana, menunjukkan sampling PLS) Pengaruh dan I. Gst. bahwa variabel Advertising A.Kt Sri advertising Variabel: Terhadap Ardani ber-pengaruh Advertising, Keputusan (219) positif dan Brand Pembelian signifikan Awareness, terhadap brand Keputusan awareness, Pembelian variabel advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, variabel brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap 31

32 keputusan pembelian, serta variabel brand awareness secara signifikan memediasi pengaruh advertising terhadap keputusan pembelian 9 Impact of Brand Awareness and Social Media Content Marketing on Consumer Purchase Decision Sinoka Ansari, Ghiswa Ansari, Muhammad Umar Ghori, Abdul Ghafoor Kazi (219) Hasil menunjukan bahwa brand awareness memiliki penga-ruh positif dan signifikan terha-dap Purchase Decision dan Social media content marketing memiliki pengaruh potitif dan signifikan ter- Variabel: Brand awareness, Purchase Decision, Sosial media marketing Metode: Regresi Linier Berganda (bukan PLS)

hadap purchase decision 1 Strategi Desi Satriana Hasil Variabel: Metode: Integrated Anas (219) menunjukan integrated Kualitatif Marketing bahwa marketing (bukan Communicati integrated communicat Kuantitatif) on dalam marketing ion, brand Peningkatan communication awareness Brand memiliki pe- Awareness ngaruh yang signifikan dan positif terhadap brand awareness 11 Pengaruh Cintia Variabel Variabel: Metode: Integrated Veronica Eka Integrated Komunikasi Analisis Marketing Prabela Marketing Pemasaran Jalur Communicati Srikandi Communicatio Terpadu, (Bukan on (IMC) dan Kumadji n (IMC) (X1), Keputusan PLS) Public M. Kholid memiliki Pembelian Relations Mawardi pengaruh Sampel: Terhadap positif dan Random Citra Merek signifikan sampling dan terhadap (bukan Keputusan Citra Merek purposive Pembelian (Y1), Variabel sampling) (Survei pada Public Pengunjung Relations (X2), HARRIS memiliki Hotel & 33

Conventions Malang) pengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Merek (Y1), Variabel Integrated Marketing Communicatio n (IMC) (X1), memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y2) C. Kerangka Pemikiran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel komunikasi pemasaran terpadu terhadap variabel kesadaran merek serta dampaknya terhadap keputusan pembelian. Hal pertama yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan data terkait teori dan data pendukung mengenai variabel-variabel yang akan diuji. Setelah data tersebut terkumpul, lalu ditentukanlah hipotesisnya. Penulis menggunakan patial least square untuk teknis analisis data dengan melakukan pengukuran inner model dan outer model dalam pengujiannya. 34

Tabel 2.4 Kerangka Pemikiran dalam Penelitian Komunikasi Pemasaran Terpadu (X) Kesadaran Merek (Y1) Keputusan Pembelian (Y2) Uji Kualitas Data: Uji Validitas dan Uji Realibilitas Model Pengukuran (Outer Model): Convergent Validity, Discriminant Validity dan Composite Reliability Struktural Model (Inner Model): R 2, Q 2, dan Goodness of Fit (Gof) Hipotesis: T Statistic dan R 2 Adjusted Simpulan dan Saran D. Hubungan Antar Variabel 1. Hubungan antara variabel komunikasi pemasaran terpadu terhadap kesadaran merek Penelitian sebelumnya oleh Krypton (218) menyatakan bahwa sangat penting penerapan komunikasi pemasaran terpadu dalam meningkatkan kesadaran merek. Beberapa bentuk komunikasi pemasaran terpadu seperti Advertising, Sales Promotion, Personal 35

Selling, Public Relation, Direct Marketing, dan Internet marketing memiliki hubungan yang bersifat positif terhadap brand awareness. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan oleh perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran merek masyarakat terhadap sebuah merek. 2. Hubungan antara variabel komunikasi pemasaran terpadu terhadap keputusan pembelian Penelitian sebelumnya oleh Prabela dkk (216) menyatakan bahwa pengunjung HARRIS Hotel & Conventions sebenarnya sudah cukup baik dalam mempengaruhi untuk melakukan keputusan pembelian melalui Integrated Marketing Communication (IMC) HARRIS Hotel & Conventions dengan memfokuskan untuk meningkatkan intensitas terlebih dari indikator iklan. 3. Hubungan antara variabel kesadaran merek terhadap keputusan pembelian Penelitian yang dilakukan oleh Kazi (219) menyatakan bahwa konsumen dalam tahap brand awareness top of mind akan menjadikan merek sebagai pilihan utama. Apalagi produk dengan brand awareness yang tinggi akan memiliki market share yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa brand awareness memiliki pengaruh yang signifkan terhadap keputusan pembelian. Semakin tinggi tingkat brand awarenessnya akan semakin tinggi pula keputusan pembeliannya. 36

4. Hubungan antara variabel komunikasi pemasaran terpadu terhadap keputusan pembelian melalui kesadaran merek Penelitian yang dilakukan oleh Didik Purwanto dan FX Adi Purwanto (22) menyatakan bahwa salah satu strategi pemasaran yang terbukti ampuh bagi semua perusahaan tanpa mengeluarkan biaya besar, dan juga memiliki dampak positif bagi perusahaan adalah Internet Marketing. Internet marketing merupakan salah satu sub dimensi dari integrated marketing communication. Berdasarkan hasil penelitiannya, internet marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian melalui brand awareness. Penelitian lain yang dilakukan oleh Darmajati dkk (216) juga menyatakan bahwa ada pengaruh tidak langsung dari variabel integrated marketing communication (IMC) terhadap keputusan pembelian melalui ekuitas merek. E. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka dapat dirumuskan suatu hipotesis yang merupakaan dugaan sementara peneliti dalam menguji penelitian ini, yaitu: 1. Hubungan antara komunikasi pemasaran terpadu (X) dan kesadaran merek (Y) Ho1: Tidak terdapat pengaruh langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap kesadaran merek (Y1) di Tiket.com. 37

Ha1: Terdapat pengaruh langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap kesadaran merek (Y1) di Tiket.com. 2. Hubungan antara komunikasi pemasaran terpadu (X) dan keputusan pembelian (Y2) Ho2: Tidak terdapat pengaruh langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap keputusan pembelian (Y2) di Tiket.com. Ha2: Terdapat pengaruh langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap keputusan pembelian (Y2) di Tiket.com. 3. Hubungan antara kesadaran merek (Y1) dan keputusan pembelian (Y2) Ho3: Tidak terdapat pengaruh langsung antara kesadaran merek (Y1) terhadap keputusan pembelian (Y2) di Tiket.com. Ha3: Terdapat pengaruh langsung antara kesadaran merek (Y1) terhadap keputusan pembelian (Y2) di Tiket.com. 4. Hubungan komunikasi pemasaran terpadu (X) dan keputusan pembelian (Y2) melalui kesadaran merek (Y1) Ho4: Tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap keputusan pembelian (Y2) melalui kesadaran merek (Y1) di Tiket.com. Ha4: Terdapat pengaruh secara tidak langsung antara komunikasi pemasaran terpadu (X) terhadap keputusan pembelian (Y2) melalui kesadaran merek (Y1) di Tiket.com. 38

BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Sugiyono (219) mengemukakan bahwa populasi ialah semua hal yang ada pada alam ini, baik itu subjek maupun objek. Serta merupakan keseluruhan karakteristik yang dimiliki oleh subjek dan objek tersebut. Populasi dalam penelitin ini adalah pengguna aplikasi Tiket.com. 2. Sampel Jika populasi tidak diketahui dan sulit dijangkau maka peneliti bisa menggunakan sampel. Untuk itu sampel harus benar-benar mewakili populasi. Sampel sendiri ialah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi (Sugiyono, 219). Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Purposive sampling menurut Sugiyono (219) adalah sebuah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan pertimbangan dengan menetapkan beberapa kriteria sampelnya antara lain, berusia 17-5 tahun dan telah menggunakan layanan Tiket.com minimal sekali dalam memesan tiket pesawat, kereta api, event, atau reservasi hotel. Karena tidak diketahui jumlah populasinya, maka penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini akan menggunakan rumus Wibisono. Berikut rumus Wibisono yang dijelaskan dalam buku Riduwan dan Akdon (213): 39

N = ((Za 2 ). σ)2 e N = (1,96.,25)2 5% N = 96,4 dibulatkan menjadi 1 Keterangan rumus: n : Jumlah minimal sampel yang diperlukan Za/2 : Nilai standar dari distribusi sesuai. Nilai a : 5% atau 1,96 σ : Standar deviasi 25% e : Error batas kesalahan 5% Jadi jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebesar 96, namun dibulatkan menjadi 1 sampel. B. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian berada di Indonesia dimana pemilihan lokasi ini didasari oleh Tiket.com yang sudah bisa diakses diseluruh Indonesia. Waktu Penelitian akan dilaksanakan dari bulan Januari hingga Juni 221 dengan menyebarkan angket berupa kuesioner. C. Metode Pengumpulan Data Data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah: 1. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari sumbernya disebut data primer. Peneliti menggunakan metode penyebaran kuesioner (angket) untuk mengumpulkan data primernya. Sugiyono (219) mengungkapkan bahwa 4

kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data dengan memberikan beberapa pertanyaan dan pertanyaan yang nanti akan dijawab oleh responden. Kuesioner ini cocok untuk penelitian yang memiliki responden yang tersebar di beberapa wilayah. Kusioner dalam penelitian ini menggunakan skala pengukuran likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 219). Dengan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut akan menjadi acuan untuk membuat instrumen berupa pertanyaan dan pernyataan. Jawaban dari setiap instrumen yang menggunakan skala likert akan mempunyai hasil dari sangat positif sampai negatif dan diberi skor seperti yang digambarkan dalam tabel dibawah ini: Tabel 3. 1 Skala Likert Kategori Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Ragu-Ragu (RR) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Sangat Setuju (TTS) 1 Sumber : Sugiyono, 219 41

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa, apabila responden memberikan skor satu artinya tanggapan bersifat negatif terhadap pertanyaan dan pernyataan yang diajukan, sedangkan jika memberikan skor 5 maka tanggapan bersifat positif terhadap pernyataan dan pernyataan yang diajukan. 2. Data Sekunder Sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data, seperti melalui orang atau dokumen lain (Sugiyono, 219). Data sekunder yang digunakan peneliti dalam penelitian ini bersumber dari jurnal, buku dan media internet untuk memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan. D. Metode Analisis Data 1. Analisis Partial Least Square (PLS) Disebutkan bahwa PLS merupakan alat yang andal dalam menguji model prediktif dibandingkan dengan LISREL, AMOS dan OLS, serta tidak didasarkan pada berbagai asumsi, dapat digunakan untuk memprediksi model dengan fondasi teoritis yang lemah. Seperti data tidak terdistribusi normal, masalah multikolinearitas, dan memperbaiki masalah secara otomatis, serta dapat digunakan untuk ukuran sampel kecil, dan dapat digunakan untuk struktur formatif dan reflektif (Hartono, 215). Berikut merupakan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh PLS menurut Hartono (215), diantaranya: 42

a. Mampu memodelkan berbagai macam variabel dependen dan independen (model kompleks). b. Mampu mengatasi masalah multikolinearitas antar variabel independen. c. Hasil tetap kokoh meski terdapat data yang tidak normal dan missing. d. Memperoleh hasil variabel laten independen secara langsung berbasis cross product yang melibatkan variabel laten depemden sebagai kekuatan prediksinya. e. Bisa digunakan dalam konstruk reflektif dan normatif. f. Bisa digunakan dalam sampel yang kecil. g. Bisa digunakan pada data yang memiliki tipe skala berbeda, yaitu nominal ordinal dan kontinus. 2. Model Pengukuran Outer Model Ada tiga kriteria dalam pengukuran outer model yaitu Convergent Validity, Discriminat Validity dan Composite Validity. Model pengukuran dengan indikator refleksi dinilai berdasarkan korelasi antara skor item, yang dihitung dengan PLS. Ukuran refleksi individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari,7 dengan konstruk yang diukur. Dalam penelitian tahap awal dari pengembangan skala pengukuran nilai loading,5 sampai,6 dianggap cukup memadai (Ghozali, 216). Rule of thumb yang digunakan dalam validitas konvergen ialah outer loadind >,7, communality >,5 dan AVE >,5 (Hartono, 215). 43

Suatu instrument dikatakan memenuhi pengujian validitas konvergen apabila memiliki Average Variance Extracted (AVE) lebih dari,5. Perhitungan yang dapat digunakan untuk menguji reliabilitas dari indikatorindikator pembentuk variabel adalah cronbach alpha dan composite reliability. Kriteria pengujian menyatakan bahwa apabila composite reliability bernilai lebih besar dari,7 dan cronbach alpha bernilai lebih besar dari,6 maka variabel tersebut dinyatakan reliabel Discriminant Validity dari model pengukuran dengan indikator refleksi dinilai berdasarkan Cross Loading pengukuran. Jika korelasi konstruk lainnya, maka hal tersebut menunjukkan konstruk laten memprediksi ukuran pada blok lebih baik dari pada ukuran pada blok lainnya (Ghozali, 216). 3. Model Pengukuran Inner Model Untuk menggunakan PLS dalam pengujian inner model atau model struktural, peneliti harus terlebih dahulu memeriksa nilai R-square dari setiap variabel dependen. Perubahan nilai Rsquare dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh yang subtantif. Menurut Yamin dan Kurniawan (211) untuk mengukur model struktural tersebut terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti. Hal pertama adalah menganalisis hubungan spesifik antar konstruk hal tersebut dapat dievaluasi menggunakan hasil path coefficients. 44

Langkah selanjutnya ialah mengukur R square (koefisien determinasi) lalu mengukur Q 2 (predictive relevance) yang memvalidasi kemampuan memprediksi model. Hartono (215) menjelaskan bahwa jika Q 2 lebih besar dari nol maka menunjukan variabel independen baik atau sesuai dalam memperjelas dan mampu memprediksi variabel dependen. Setelah mengetahui Q 2 maka langkah selanjutnya ialah mengukur Goodness of Fit yang berfungsi dalam memvalidasi perpaduan outer model dan inner model. Rumusnya ialah sebagai berikut: GoF = COM x R 2 COM = Mean of Communalities R 2 = mean of R 2 4. Pengujian Hipotesis Untuk menguji semua hipotesis digunakan metode partial least squares (PLS). Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel. Perbandingan thitung dan ttabel digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar variabel. Nilai thitung diperoleh dari hasil bootstraping dengan software Smart PLS ver 3.3. uji Bootstrap juga bertujuan untuk meminimalkan masalah data penelitian yang tidak normal. Nilai koefisien jalur menunjukkan tingkat yang signifikan dalam pengujian Hipotesa. Hartono (215) menyebutkan bahwa skor koefisien jalur diwakili oleh statistik T, Untuk hipotesis dua sisi harus lebih tinggi dari 1,96 dan lebih tinggi dari 1,64 Untuk hipotesis satu sisi. Untuk pengujian hipotesis 45

Penelitian ini menggunakan nilai statistik, sehingga untuk t- = 5% Statistik yang digunakan adalah 1.96. Jadi standarnya Hipotesis penerimaan / penolakan adalah Ha diterima, H ditolak, bila t statistik> 1,96. E. Definisi Operasional Variabel Nilai, sifat atau atribut dari seseorang, objek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang peneliti tetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya dinamakan variabel penelitian (Sugiyono, 219). Variabel dalam penelitian ini yakni: 1. X: Komunikasi Pemasaran Terpadu 2. Y1: Kesadaran Merek 3. Y2: Keputusan Pembelian Tabel 3.2 Operasional Variabel Variabel Dimensi Indikator Skala Pengukuran Komunikasi Pemasaran Terpadu (George Belch & Michael Belch 218) Advertising 1. keberagaman media iklan yang digunakan 2. Informasi yang lengkap dan akurat 3. Kemenarikan iklan Direct 1. Kelengkapan media Marketing seperti website, email, dan telpon interaktif Internet 1. Kelengkapan sosial marketing media yang digunakan 2. Kelengkapan informasi yang disajikan Ordinal Ordinal Ordinal 46

Kesadaran Merek (Aaker, 213) Keputusan Pembelian (Kotler & Keller, 216) 3. Kemenarikan konten yang disajikan Sales 1. Kemenarikan promosi, Promotion discount, kupon dan undian yang ditawarkan Public 1. Menjadi sponsor acara Relation kemasyarakatan 2. Mengadakan event untuk masyarakat Personal 1. Keramahan dan kesopanan selling tenaga tele- marketing atau help center dibanding brand lain Brand recall 1. Kemampuan konsumen dalam mengingat produk Brand 1. Kemampuan konsumen recognition dalam mengenal ciri khas merek 2. Kemapuan konsumen mengenali promo yang ditawarkan Product 1. Kesesuaian produk atau Choice layanan yang diinginkan konsumen 2. Keragaman produk atau layanan yang ditawarkan Brand 1. Kepercayaan pada Choice merek. Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal 47

Saluran Distribusi Purchase Timing Jumlah Pembelian Metode Pembayaran 2. Tingkat kesesuaian merek dengan product atau layanan 1. Kemudahan dalam mengakses website atau mobile apps 2. Ketersediaan produk atau layanan yang disediakan 1. Pembelian karena adanya promosi 2. Pembelian karena adanya kebutuhan 1. Jumlah pembelian berdasarkan kebutuhan 2. Jumlah pembelian berdasarkan keragaman 1. Tingkat keragaman dalam cara pembayaran 2. Tingkat kemudahan dalam pembayaran Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal 48

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan Tiket.com a. Profile Perusahaan Tiket.com Tiket.com pada mulanya merupakan nama domain yang dipakai oleh perusahaan PT Global Tiket Network. Perusahaan ini menawarkan fasilitas kebutuhan traveling seperti reservasi tiket. Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, Natali Ardianto dan Mikhael Gaery Undarsa mendirikan perusahaan ini pertama kalinya pada tanggal 13 Agustus 211. Tiket.com menjadi pelopor pertama travel online agensi di indonesia dengan menyediakan fasilitas pemesanan tiket pesawat dan booking kamar hotel melalui website berikut dengan proses transaksinya (Tiket.com 217). Gambar 4.1 Tampilan Website Tiket.com Sumber: Tiket.com diakses pada 26/1/221 49

Pada tahun berikutnya, yaitu 212 Tiket.com mendapatkan rewards sebagai pemenang di kompetisi startup dan mendapatkan hadiah sebesar US$25. atau sekitar Rp 35 Juta. Pada tahun itu pula Tiket.com bekerja sama dengan PT. KAI Persero dan membuat Tiket.com mencapai keuntungan sampai 13% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 214, Tiket.com meluncurkan aplikasi mobile kepada publik. Tahun 215 Tiket.com kembali berjaya dengan mendapatkan banyak sekali penghargaan salah satunya adalah Top Brand Award 215. Namun, pada tahun 216 Tiket.com mengalami kemunduran akibat kerugian yang disebabkan oleh penyusup atau hacker yang masuk ke dalam web servernya. Pada tahun 217 Tiket.com kembali ke masa jayanya, ia mulai membuka kantor cabang di kota-kota besar seperti di Yogyakarta dan Pulau Bali. Pada tahun ini pula Tiket.com resmi menjadi bagian dari Blibli.com. Angka pertumbuhan semakin meningkat hingga 25% di tahun 218. Pada tahun 219 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia secara resmi menjadi partner official Tiket.com. (blog.tiket.com 219) Gambar 4.2 Logo Tiket.com Sumber: Tiket.com diakses pada 26/7/221 5