MAKNA DAN ARTI KATA EVANGELIS 1
|
|
|
- Inge Gunardi
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MAKNA DAN ARTI KATA EVANGELIS 1 Abstrak Diskusi tentang arti kata Evangelis dalam sejarah pembentukan nama gereja Kalimantan Evangelis cukup menyita banyak waktu. Studi yang konsen atas pemakaian nama tersebut-evangelis-makin terasa mendesak seiring dengan diadopsinya atau diterimanya metode penginjilan berupa Evangelism Exploision (EE) di GKE. Ada pihak yang memahami kata Evangelis dalam GKE sebagai kabar baik, sehingga semangat penginjilan harus menjadi kekuatan utama GKE. Namun ada juga yang memahami Evangelis bukan dalam arti biblis, melainkan berasal dari bahasa Jerman yang berarti Protestan. Menyikapi perkembangan tersebut, Majelis Sinode GKE telah melakukan seminar yang khusus membahas makna Evangelis dalam nama GKE. Tulisan ini merupakan produk seminar tersebut. Kemudian dalam Sinode Umum ke-xxiii di Tamiang Layang tahun 2015, penjelasan mengenai arti kata Evangelis menjadi salah satu tambahan dalam revisi Tata Gereja GKE. Jadi, tulisan ini berusaha Memahami Arti dan Makna Kata Evangelis Sebagai Salah Satu Unsur Nama Gereja Kalimantan Evangelis Key Word: Evangelis, makna, arti, GKE, protestan, Euanggelion, kabar baik. STUDI TENTANG ARTI KATA EVANGELIS Menindaklanjuti salah satu mandat Sidang III Majelis Sinode GKE tahun 2012 di Puruk Cahu, yaitu perlunya menjelaskan arti dan makna kata Evangelis secara jelas sebagai salah satu unsur nama GKE, sehingga warga GKE memiliki pemahaman yang sama tentang kata evangelis dalam konteks GKE. Selanjutnya dalam Sidang IV Majelis Sinode GKE tanggal 1. Diangkat dari Buku Laporan Pertanggungjawaban MS GKE ,dengan seijin BPH MS GKE. 51
2 10-12 Maret 2014 di Banjarmasin dilaporkan tentang apa arti dan makna kata evangelis sebagai salah satu unsur nama GKE. Kita harus mengakui bahwa selama ini warga GKE, khususnya para Pendeta GKE masih belum ada kata sepakat yang bulat tentang memahami apa arti dan makna kata Evangelis yang dicantumkan sebagai nama GKE. Pemahaman kata evangelis yang dicantumkan sebagai nama GKE selama ini dimengerti dengan berbagai versi pengertian, yaitu protestan ( reformatoris ), berarti mengabarkan Kabar Baik (euanggelion/evangelis/evangelium), dan atau berarti kedua-duanya yaitu protestan yang mengabarkan Kabar Baik. Dalam rangka untuk mengetahui dan mencari tahu apa yang sebenarnya arti dan makna kata evangelis di dalam nama GKE, maka Badan Pekerja Harian Majelis Sinode GKE melaksanakan seminar tambahan ajaran GKE pada tanggal 7-8 Pebruari 2014 di Banjarmasin. Ada pun salah satu materi tersebut adalah tentang apakah kata Evangelis sama saja dengan kata Protestan. Narasumber yang diundang dalam seminar ini adalah seorang pakar atau teolog Jerman yang bernama Pdt. Dr. Christian Gossweiler. Beliau berasal dari gereja yang sama dengan GKE yakni beraliran Calvinis dan organisasi gerejanya juga mencantumkan evangelis sebagai nama gerejanya, yaitu Evangelische Landeskirche In Baden (Gereja Evangelis di Baden). Itulah alasan mengapa Badan Pekerja Harian Majelis Sinode GKE mengundang yang bersangkutan sebagai narasumber untuk menjelaskan dan menjelaskan tentang asal mula sejarah, makna dan arti kata evangelis tersebut. Dalam seminar tersebut di atas, Pdt. Dr. Christian Gossweiler menjelaskan dan menerangkan dengan panjang lebar dan mendalam tentang asal mula sejarah, makna dan arti kata evangelis dalam perjalanan sejarah gereja (termasuk GKE). Dalam sejarahnya, kata evangelis telah mengalami berbagai pergeseran arti dan makna sesuai dengan pengertian kelompok atau aliran gereja (bahasa) yang menggunakan kata evangelis itu sendiri. Pada awalnya, kata evangelis ini diterjemahkan dari bahasa Yunani euanggelion (Alkitab Perjanjian Baru) yang berarti kabar baik (good news). Selanjutnya, kata evangelis/euanggelion ini lalu diubah menjadi evangelium dalam bahasa Latin, dan evangelisch dalam bahasa Jerman dan euangelium di Alkitab. Euangellion (bahasa Yunani έύαγγέλιον) eu = baik, anggelion = kabar, euanggelion = kabar baik. Evangelium atau euanggelion dalam bahasa Latin. 52
3 Kabar Baik itu disebut dengan istilah Yunani euanggelion di naskah asli Perjanjian Baru, lalu menjadi evangelium dalam bahasa Latin, evangelisch dalam bahasa Jerman dan disebut euagelium dalam Alkitab Terjemahan kuno di Nusantara. Dalam terjemahan dewasa ini, euanggelion sering diindonesiakan sebagai kata Injil atau Kabar Baik. Namun, kata asli euanggelion atau evangelium masih terpelihara sebagai unsur nama Gereja Kalimantan Evangelis. Gereja Kalimantan Evangelis disebut sebagai evangelis didasarkan atas evangelium atau Kabar Baik, seperti diajarkan oleh para reformator Marthin Luther dan Yohanes Calvin, seperti diajarkan pula dalam Katekismus Heidelberg dan di dokumen reformatoris lainnya. Kabar Baik tentang Yesus Kristus atau evangelium menjadi dasar dan inti pemberitaan Gereja Kalimantan Evangelis. Markus 1:1 Itul jang mulahan Euanggelium lesu Christi, jang Anak Allah (terj. A.C Ruyl, tahun 1629/1638) = Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah (Terjemahan Baru, tahun 1974/1997) = Inilah Kabar Baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah (ter. Bahasa Indonesia Masa Kini, tahun 1985). 1. Evangelisch dalam bahasa Jerman Evangelisch dalam bahasa Jerman (bahasa Latin: Evangelium): a. Kitab Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes. b. Otoritas Alkitab. c. Kabar Baik di seluruh Alkitab (selain Hukum). d. Evangelische Lehre (Ajaran Evangelis). e. Evangelische Kirche (Gereja Evangelis). Konfesi Augusburg: Pasal VII:... Gereja ini adalah persekutuan orang percaya, di mana Evangelium diberitakan dengan murni dan sakramen-sakramen dilayankan sesuai dengan Evangelium. 2. Evangelical dalam bahasa Inggris a. Euangellion (bahasa Yunani έύαγγέλιον)/ Evangelium 1). Evangel 2). Gospel (=Gōd-spell) b. Kata sifat euangelikós (έύαγγέλικόϛ)/ evangelicos: 1) Evangelische Kirche in Deutschland = Evangelical Church in Germany. 2) Evangelical Revival : Pertobatan pribadi, aksi iman, otoritas Alkitab. 53
4 3. Evangelisch dalam bahasa Belanda a. Langsung ke Perjanjian Baru, mengabaikan ajaran Calvinis, Lutheran dsb. (berbeda dengan Jerman, Austria, Swiss). b. Antara kaum liberal dan orthodoks: c. Mengkritik kaum liberal yang kurang menghargai otoritas Alkitab. d. Dikritik oleh kaum orthodoks-calvinis: 1) Iman individualistis dan karya sendiri. 2) Mengabaikan Perjanjian Lama. 3) Mengabaikan tata gereja sinodal-presbiterial. 4) Mengabaikan liturgi Calvinis. 4. Evangelis dalam bahasa Indonesia a. Injili/evangelis versi Jerman: sesuai Kabar Baik di Alkitab, seperti dirumuskan oleh para reformator. b. Injili/evangelis versi Belanda dan Inggris: Evangelical Revival. c. Injil/evangelis versi Indonesia? 1) kontekstual? 2) GKJTU : Calvinis-pietis-kontekstual. 3) GKE : Evangelis versi Jerman sesuai Kabar Baik di Alkitabkontekstual. 4) Injil/ evangelis yang tidak injili/ evangelis lagi, karena sudah meninggalkan Kabar Baik di Alkitab serta ajaran para reformator? 5. Sejarah lahirnya istilah Protestan: Sedangkan kata protestan (bahasa Jerman: Protestantisch) mempunyai sejarah yang agak berbeda. Di sidang Kekaisaran Jerman di kota Speyer tahun 1529, Kaisar Karl V serta mayoritas raja-raja ingin menghapus segala kebebasan kaum evangelis. Lalu minoritas yang terdiri dari enam raja dan wakil dari 14 kotamadya memprotes keputusan sidang itu. Baru pada Sidang Kekaisaran Jerman di kota Augsburg tahun 1555 raja-raja reformatoris mendapat kebebasan agama. Namun sejak Sidang Kekaisaran Jerman di kota Speyer tahun 1529 kaum reformatoris/evangelical disebut protestan, terutama oleh kaum Katolik-Romawi. Pada masa lalu, kaum Katolik-Roma di dunia berbahasa Jerman tidak mau mengakui kaum Lutheran dan kaum reformed sebagai kaum evangelisch (sesuai Injil) atau pun kaum reformatoris (memperbaharui gereja), maka mereka menyebutnya sebagai kaum protestan. Jadi, sebutan protestan bukan sebutan yang dipilih sendiri oleh kaum 54
5 reformatoris, melainkan sebutan protestan itu justru dipilih oleh kaum yang pada waktu itu bermusuhan dengan mereka. Paguyuban Protestan Jerman sebagai lembaga misi, mereka mendirikan Allgemeiner Evangelisch-Protestantisch Missionsverein (Paguyuban Umum untuk Misi Evangelisasi-Protestan) pada tahun Sebagian dari penganut Liberalisme itu juga yang mencetuskan gerakan Kulturprotestantismus, yang ingin begitu saja memadukan Injil dengan budaya berdasarkan pemahaman yang sangat optimis tentang kemajuan manusia. Penganut Liberalisme gerejawi itu tidak hanya protes terhadap Gereja Katolik-Roma, mereka juga protes terhadap rumusan ajaran Lutheran, rumusan ajaran reformed dan ajaran baku apa pun, bahkan terhadap Alkitab sekaligus. Dari segi lain, kata protestantisch dapat mencakup pelbagai aliran dari aliran Lutheran dan reformed sampai ke aliran baptis, pantekosta dan kharismatik. Maka pada abad ke-20 sebagian teolog Kristen berbahasa Jerman sangat alergi dengan istilah protestan dan lebih memilih istilah evangelisch atau reformatorisch ketimbang protestantisch dengan beberapa alasan sebagai berikut: a. Sebutan protestan tidak dipilih sendiri melainkan ditempel oleh kaum yang berseberangan pada waktu itu. b. Sebutan protestan tidak memiliki makna positif, seolah-olah kaum protestan hanya bisa memprotes tetapi tidak menawarkan alternatif. c. Sebutan protestan amat dekat dengan gerakan liberalisme. Sikap alergi terhadap kata protestan bisa dianggap sebagai salah satu keunikan kaum teolog reformatoris di Jerman. Sebagai salah satu akibat kongkrit, beberapa gereja Jerman merubah namanya sesudah perang dunia II dan menghapus unsur protestan dari nama mereka. Misalnya, gereja asal Pdt. Dr. Christian Gossweiler, dulu namanya: Vereinigte Evangelisch Protestantische Landeskirche in Baden diubah menjadi Evangelische Landeskirche in Baden. Jadi, Martin Luther serta gereja-gereja Lutheran dan gereja-gereja reformed berbahasa Jerman (di Swiss, Austria dan Republik Federal Jerman) memilih unsur nama evangelisch, karena kata evangelisch menunjukkan cita-cita mereka untuk merumuskan ajaran Kristen berdasarkan Kabar Baik (euanggelion/evangelium) tentang Kristus seperti terdapat dalam Alkitab. 55
6 KESIMPULAN 1. GKE evangelis versi Jerman: Gereja evangelis termasuk GKE berdasarkan Kabar Baik di Alkitab, seperti dirumuskan oleh para reformator Luther, Calvin memberitakan Kabar Baik (euanggelion) di pulau Kalimantan. 2. Kata evangelis lebih jelas ketimbang Injili apalagi Protestan (Gereja Kalimantan Evangelis). Kata asli euanggelion atau evangelium masih terpelihara sebagai unsur nama Gereja Kalimantan Evangelis. Gereja Kalimantan Evangelis disebut evangelis dikarenakan GKE didasari atas evangelium atau Kabar Baik, seperti diajarkan oleh para reformator Marthin Luther dan Yohanes Calvin, seperti diajarkan pula di Katekismus Heidelberg dan di dokumen ajaran reformatoris lainnya. Kabar Baik tentang Yesus Kristus atau evangelium menjadi dasar dan inti pemberitaan Gereja Kalimantan Evangelis. GKE merupakan cikal bakal hasil pekabaran Injil oleh para misionaris dari Jerman dan Swiss (RMG, BM). Berdasarkan fakta sejarah latar belakang Jerman dan Swiss ini, maka kata evangelis berarti didasari atas Kabar Baik (euanggelion) yang terdapat dalam Alkitab dan dirumuskan lebih lanjut oleh para reformator Marthin Luther dan Yohanes Calvin, lalu diberitakan oleh GKE di bumi Kalimantan. Warga GKE harus bangga namun tetap rendah hati, karena satusatunya Gereja di Indonesia, yaitu GKE yang mencantumkan nama evangelis di dalam namanya. Sedangkan gereja lain di Indonesia memilih kata sifat injili, protestan, reformatoris, kristen, dll. Jadi, kata evangelis itu dianggap sebagai salah satu ciri khas atau mencerminkan keunikan identitas GKE. Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas, maka kata evangelis yang dicantumkan sebagai nama GKE memiliki arti dan makna serta implikasi yang mendalam bagi GKE dan warganya, yaitu GKE dan warganya memiliki tugas panggilan yang sangat jelas yaitu mengabarkan Kabar Baik (euanggelion yang dirumuskan oleh para reformator Marthin Luther dan Yohanes Calvin berdasarkan Alkitab). Selanjutnya, pengertian kata Evangelis sebagai salah satu unsur nama Gereja Kalimantan Evangelis dicantumkan dalam Tata Gereja GKE, Bab I, Pasal 2. 56
Pendidikan Agama Kristen Protestan
Modul ke: 05Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Kristen Protestan GERAKAN PEMBARUAN GEREJA Program Studi Psikologi Drs. Sugeng Baskoro,M.M. BAHAN KAJIAN Pengertian Gerakan Pembaruan Gereja (Reformasi Gereja).
Pendidikan Agama Kristen Protestan
Modul ke: 07Fakultas PSIKOLOGI Program Studi PSIKOLOGI Pendidikan Agama Kristen Protestan PEKABARAN INJIL DI INDONESIA Oleh : Drs. Sugeng Baskoro, M.M. Istilah "Injil" berasal dari bahasa Arab Inǧīl, yang
BAB I PENDAHULUAN. beberapa tahap ketika kekristenan mulai berkembang tanah air Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perjalanan agama Kristen masuk ke Indonesia memang panjang. Ada beberapa tahap ketika kekristenan mulai berkembang tanah air Indonesia. Agama Kristen memang bukan agama
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara akan persoalan Perjamuan Kudus maka ada banyak sekali pemahaman antar jemaat, bahkan antar pendeta pun kadang memiliki dasar pemahaman berbeda walau serupa.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gereja adalah persekutuan orang percaya yang dipanggil oleh Allah dan diutus untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia, ini merupakan hakikat gereja. Gereja juga dikenal
BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam pengajaran gereja sakramen disebut sebagai salah satu alat pemelihara keselamatan bagi umat Kristiani. Menurut gereja-gereja reformasi hanya ada dua sakramen,
BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. 1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan 1. Latar Belakang Masalah Secara historis, Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) sedikit banyak terkait dengan buah pekerjaan Zending der Gereformeerde Kerken in Nederland
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang terpanggil dan dihimpun oleh Allah Bapa, keluar dari kegelapan menuju kepada Yesus Kristus
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah Republik Indonesia mengakui ada 6 (enam) agama di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Keenam agama tersebut juga merupakan
TATA GEREJA BANUA NIHA KERISO PROTESTAN (BNKP)
TATA GEREJA BANUA NIHA KERISO PROTESTAN (BNKP) MUKADIMAH Tuhan, Allah Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, telah menyatakan kasih- Nya yang begitu besar kepada dunia ini, dengan mengaruniakan Anak-Nya
BAB I PENDAHULUAN. 1 Dengan sengaja ditulis Calvinis, bukan Kalvinis, karena istilah ini berasal dari nama Johannes Calvin.
BAB I PENDAHULUAN 1. PERMASALAHAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di lingkungan gereja-gereja Protestan sedunia, aliran atau denominasi Calvinis 1 (lebih sering disebut Reformed ataupun Presbyterian) hampir
BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN
BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Gereja adalah suatu kehidupan bersama religius yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus 1. Sebagai kehidupan bersama religius,
SIKAP JEMAAT DALAM BERIBADAH
SIKAP JEMAAT DALAM BERIBADAH Ibrani 10:19-25 Tujuan : Agar jemaat mengerti sikap dalam beribadah yang berfokus pada Kristus dan karya- Nya serta bukan pada fenomena lahiriah saja. PENDAHULUAN: Seorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada tanggal 21 Maret 2006, bertempat di Jakarta ditetapkanlah sebuah peraturan pemerintah yang baru, yang dikenal sebagai Peraturan Bersama dua Menteri (selanjutnya
BAB III. Deskripsi Proses Perumusan Tema-Tema Tahunan GPIB. 1. Sejarah Singkat GPIB. GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) adalah bagian
BAB III Deskripsi Proses Perumusan Tema-Tema Tahunan GPIB 1. Sejarah Singkat GPIB GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) adalah bagian dari GPI (Gereja Protestan Indonesia) yang dulunya bernama
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk memperoleh data lapangan guna. penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Untuk memperoleh data lapangan guna penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif sangat mengandalkan manusia
TATA GEREJA PEMBUKAAN
TATA GEREJA PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya gereja adalah penyataan Tubuh Kristus di dunia, yang terbentuk dan hidup dari dan oleh Firman Tuhan, sebagai persekutuan orang-orang percaya dan dibaptiskan ke
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Pekabaran Injil (PI) atau penginjilan sering disebut juga dengan evangelisasi atau evangelisme, 1 merupakan salah satu bentuk misi Gereja. Kata Injil yang
Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th.
Dasar Kebersatuan Umat Kristen Efesus 2:11-22 Pdt. Andi Halim, S.Th. Bicara soal kebersatuan, bukan hanya umat Kristen yang bisa bersatu. Bangsa Indonesia pun bersatu. Ada semboyan Bhineka Tunggal Ika,
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pembangunan Jemaat merupakan bidang yang baru dalam kekristenan, baik Protestan maupun Katolik dan masuk ke dalam ranah teologi praktis, di mana terjadi adanya perpindahan
KEPUTUSAN PIMPINAN PUSAT GKPS Nomor: 99/SK-1-PP/2013 tentang TATA GEREJA dan PERATURAN RUMAH TANGGA GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS)
TATA GEREJA GKPS 1 GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS) Simalungun Protestant Christian Church Pimpinan Pusat : Pdt. Jaharianson Saragih, STh, MSc, PhD Sekretaris Jenderal : Pdt. El Imanson Sumbayak,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Pendidikan iman anak tentunya bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Banyak pihak bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan iman bagi anak-anak kecil
KETETAPAN MAJELIS SINODE BNKP NOMOR : II/TAP.MS-BNKP/2007 Tentang PENGESAHAN DAN PENETAPAN TATA GEREJA BANUA NIHA KERISO PROTESTAN
Menimbang KETETAPAN MAJELIS SINODE BNKP NOMOR : II/TAP.MS-BNKP/2007 Tentang PENGESAHAN DAN PENETAPAN TATA GEREJA BANUA NIHA KERISO PROTESTAN Dengan Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja MAJELIS
Pdt Gerry CJ Takaria
Seberapa pentingkah Baptisan itu? Baptisan merupakan satu aspek pembenaran di mana semua orang dapat turut serta. Sejak Kristus, Seorang yang Tanpa Dosa itu, dibaptiskan untuk menggenapkan seluruh kehendak
BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH (1) Tata Gereja GKJ adalah seperangkat peraturan yang dibuat berdasarkan Alkitab sesuai dengan yang dirumuskan di dalam Pokok-pokok Ajaran GKJ dengan tujuan
Misiologi David Bosch
Misiologi David Bosch Definisi Sementara Misi. 1. Iman Kristen bersifat misioner, atau menyangkali dirinya sendiri. Berpegang pada suatu penyingkapan yang besar dari kebenaran puncak yang dipercayai penting
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. 1.1.a Pengertian Emeritasi Secara Umum
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.1.a Pengertian Emeritasi Secara Umum Emeritasi merupakan istilah yang tidak asing di telinga kita. Dalam dunia pendidikan kita mengetahui adanya profesor
Darwin H Pangaribuan NPM
TUGAS LAPORAN BUKU TRANSFORMASI MISI KRISTEN MATA KULIAH TEOLOGI MISI LANJUTAN Dosen Pengampu: Dr Drs Jerry Rumahlatu, M.Th. Darwin H Pangaribuan NPM 512036 PROGRAM PASCASARJANA TEOLOGI SEKOLAH TINGGI
PEMAHAMAN MAKNA LITURGI (Studi Mengenai Makna Warna-warna Liturgis dalam Pemahaman Jemaat Gereja Kristen Protestan Bali/GKPB)
PEMAHAMAN MAKNA LITURGI (Studi Mengenai Makna Warna-warna Liturgis dalam Pemahaman Jemaat Gereja Kristen Protestan Bali/GKPB) Diajukan Kepada Fakultas Teologi Sebagai Salah Satu Persyaratan Uji Kelayakan
MENGAPA BAPTISAN ITU PENTING?
MENGAPA BAPTISAN ITU PENTING? Baptisan merupakan satu aspek pembenaran di mana semua orang dapat turut serta. Sejak Kristus, Seorang yang Tanpa Dosa itu, dibaptiskan untuk menggenapkan seluruh kehendak
Vik. Vega Desrisaharny Putri Sarasak, S.Th
Laporan Baca Buku: Apa Itu Calvinisme? Christiaan De Jonge Vik. Vega Desrisaharny Putri Sarasak, S.Th Sejarah gereja-gereja Protestan di Indonesia merupakan hasil dari pekabaran Injil yang dilakukan oleh
Status Rohani Seorang Anak
Status Rohani Seorang Anak PENDAHULUAN Kita yang melayani anak-anak di gereja atau di yayasan gerejawi perlu memiliki keyakinan tentang status rohani seorang anak di hadapan Tuhan, berdasarkan Firman Tuhan.
Program Magister Theologi (M.Th)
Program Magister Theologi (M.Th) Program Magister Theologi (M.Th) ini dirancang bagi para Hamba Tuhan (Dosen, Gembala, Penginjil, dll.) yang mau mendalami bidang Teologia Sistematika dan Biblika serta
KISI KISI PENULISAN SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS SEMESTER GENAP (II) TAHUN PELAJARAN
KISI KISI PENULISAN SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS SEMESTER GENAP (II) TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Jenjang : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen Kelas / Semester : VII / II Bentuk Soal : Pilihan ganda
REFORMED AND HISTORY
REFORMED AND HISTORY Pdt. Dr. Stephen Tong (NREC 2004) Di dalam sejarah Reformasi, Tuhan membangkitkan dua orang, yang satu untuk merobohkan yang salah dan yang satu untuk membangun yang benar. Tuhan memakai
UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN Masyarakat Karo terkenal dengan sikap persaudaraan dan sikap solidaritas yang sangat tinggi. Namun ironisnya sikap persaudaraan dan kekerabatan yang mewarnai
By Daniel Ronda (untuk mata kuliah Sistem-Sistem Teologi) Sejarah Singkat
By Daniel Ronda (untuk mata kuliah Sistem-Sistem Teologi) Sejarah Singkat Istilah ini muncul sebagai akibat dari pertikaian pada awal abad ke 17 di Belanda tentang ajaran predestinasi. Jacobus Arminius
UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Katekisasi merupakan salah satu bentuk pelayanan pendidikan kristiani yang dilakukan oleh gereja. Istilah katekisasi berasal dari kerja bahasa Yunani: katekhein yang
Berkenalan dengan Kitab Wahyu DR Wenas Kalangit
Berkenalan dengan Kitab Wahyu DR Wenas Kalangit 19 Februari 2008 Jakarta 1 Berkenalan dengan Kitab Wahyu Sedikit tentang Sastra Apokaliptik Kitab terakhir dalam Alkitab bernama: Wahyu. Ini sebetulnya adalah
Eksposisi Surat 1 Petrus: Penerima Surat 1Pet.1:1 2 Ev. Calvin Renata
Eksposisi Surat 1 Petrus: Penerima Surat 1Pet.1:1 2 Ev. Calvin Renata Tidak seperti surat rasul Paulus yang ditujukan kepada satu jemaat, Petrus langsung menuliskan suratnya untuk ke-5 jemaatnya. Suratnya
Apakah ada pemurtadan di Indonesia?
Apakah setiap orang Kristen mempunyai misi mengkristenkan umat Islam? Pertanyaan ini seringkali dikemukakan jamaah pengajian saat membahas tentang modus-modus Kristenisasi. Sebagaimana yang telah saya
Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu?
Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan 21-23 Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu? Orang-orang yang percaya kepada Kristus terpecah-belah menjadi ratusan gereja. Merek agama Kristen sama
BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi baik itu organisasi profit. maupun non profit memiliki kebijakan mutasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap organisasi baik itu organisasi profit maupun non profit memiliki kebijakan mutasi. Kebijakan mutasi ini dalam organisasi profit berkaitan erat dengan pengembangan
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Gereja adalah persekutuan umat Tuhan Allah yang baru. Ungkapan ini erat hubungannya dengan konsep tentang gereja adalah tubuh Kristus. Dalam konsep ini
VISI KEBUTUHAN PENERJEMAHAN ALKITAB DI INDONESIA DAN DI SELURUH DUNIA. Roger E. Doriot 1
VISI 2025 - KEBUTUHAN PENERJEMAHAN ALKITAB DI INDONESIA DAN DI SELURUH DUNIA Roger E. Doriot 1 [email protected] [email protected] Artikel 1 Visi 2025 Kenapa Penerjemahan Alkitab Penting
BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. A.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1 A. Permasalahan A.1. Latar Belakang Masalah Perjamuan Kudus merupakan salah satu ritual yang masih terpelihara dalam tradisi gereja hingga saat ini. Sebuah ritual jamuan makan roti
BAB I PENDAHULUAN UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsep tentang panggilan sudah ada sejak jaman Israel kuno seiring dengan pengenalan mereka tentang Allah. Misalnya panggilan Tuhan kepada Abraham (Kej 12:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gereja Oikumenikal dan Evangelikal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1. Gereja Oikumenikal dan Evangelikal. Data statistik keagamaan Kristen Protestan tahun 1992, memperlihatkan bahwa ada sekitar 700 organisasi 1 Kristen
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus Kristus, keempat injil ini adalah Injil Matius, Markus, Lukas dan
Pembaptisan Air. Pengenalan
Pembaptisan Air Pengenalan Penting sekali bagi kita membaca Alkitab dan mempelajari apa yang Tuhan katakan kepada umatnya. Saya percaya kita perlu meneliti Kitab Suci secara menyeluruh untuk mengetahui
BAB I PENDAHULUAN. kata Zending, dan ada yang merujuk kepada pengertian Pekabaran Injil. Th Kobong, teolog
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gereja tidak akan berkembang tanpa adanya misi. Misi pada umumnya berbicara tentang pekabaran Injil. Adapun tujuan misi adalah untuk mengidentifikasi dari peristiwa
PEMELIHARAAN KATA-KATA PERJANJIAN BARU A Systematic Theology In the Reformed and Premillennial Tradition of J Oliver Buswell By Timothy Tow and Jeffrey Khoo http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/theology_for_every_christian.pdf
KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan
KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum : 2006 Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah soal : 40 + 5 Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Di dalam dogma Kristen dinyatakan bahwa hanya karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, manusia dapat dibenarkan ataupun dibebaskan dari kuasa dan
BAB I PENDAHULUAN. hidup dalam komunitas sebagai anggota gereja (Gereja sebagai Institusi). 1
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Nabeel Jabbour menepis pemahaman tentang gereja hanya sebatas bangunan, gedung dan persekutuan yang institusional. Berangkat dari pengalaman hidup Nabeel Jabbour selama
JIKA ALKITAB SATU-SATUNYA OTORITAS KITA DALAM AGAMA, MENGAPA MANUSIA MENAFSIRKAN ALKITAB SECARA BERLAINAN?
JIKA ALKITAB SATU-SATUNYA OTORITAS KITA DALAM AGAMA, MENGAPA MANUSIA MENAFSIRKAN ALKITAB SECARA BERLAINAN? Salah satu prinsip yang diterapkan untuk mengambil arti dari nas-nas Alkitab adalah agama sejati
Level 3 Pelajaran 6. RAJA DAN KERAJAAN-NYA Oleh Don Krow
Level 3 Pelajaran 6 RAJA DAN KERAJAAN-NYA Oleh Don Krow Di Perjanjian Lama, apa yang membedakan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain adalah mereka merupakan sebuah teokrasi. Dengan kata lain, mereka diperintah
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN Nomor : 14/BPMS - BNKP/2014 tentang KOMISI DI JEMAAT. Dengan Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN Nomor : 14/BPMS - BNKP/2014 tentang KOMISI DI JEMAAT Dengan Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE BNKP Menelaah : Matius 16:21-28;
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS (2)
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS (2) Kursi berkaki tiga bisa digunakan. Bayangkanlah kursi berkaki tiga dalam pikiran Anda. Lalu, bayangkanlah
BAB IV CREDIT UNION DALAM PERSEPEKTIF DIAKONIA TRANSFORMATIF. kehidupan masyarakat. Kemiskinan membuat jutaan anak-anak tidak mengenyam
BAB IV CREDIT UNION DALAM PERSEPEKTIF DIAKONIA TRANSFORMATIF Kemiskinan adalah suatu masalah besar dan serius yang sedang terjadi ditengahtengah kehidupan masyarakat. Kemiskinan membuat jutaan anak-anak
Prinsip Kepemimpinan Ul.1:9-18 Ev. Gito T.W.
Prinsip Kepemimpinan Ul.1:9-18 Ev. Gito T.W. Bulan Oktober kita merayakan hari Reformasi. Reformasi ini tidak hanya di dalam gereja, tetapi juga di dunia. Reformasi tidak terjadi di bidang tertentu saja.
HIMNE GMIT : Yesus Kristus Tiang Induk Rumah Allah. Bagian I. Pendahuluan
HIMNE GMIT : Yesus Kristus Tiang Induk Rumah Allah (Suatu Kajian Sosio-Teologis mengenai Pemahaman Jemaat GMIT Kota Baru tentang Himne GMIT) Bagian I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Secara umum,
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : AGAMA KRISTEN PROTESTAN Revisi 3 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 07 Juli 2014 Jml Jam kuliah dalam seminggu :
BAB I. Pendahuluan UKDW. atas kemauannya sendiri. Namun, gereja dihadirkan oleh Allah untuk
BAB I Pendahuluan I.1. Latar Belakang Gereja ada dan eksis di dunia ini bukan untuk dirinya sendiri, juga bukan atas kemauannya sendiri. Namun, gereja dihadirkan oleh Allah untuk melaksanakan misi-nya
KEHIDUPAN KRISTUS, 1 DAVID L. ROPER
KEHIDUPAN KRISTUS, 1 DAVID L. ROPER Kursus: Kehidupan Kristus, 1 Pengarang: David L. Roper Kursus ini dikembangkan dari serial Truth for Today berjudul The Life of Christ yang diterbitkan oleh Truth for
BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN I. Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN I. Latar Belakang Permasalahan Istilah sakramen sebenarnya tidak terdapat dalam Alkitab. Istilah ini berasal dari bahasa Latin sacramentum. Menurut etimologi, kata ini
BAB :1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB :1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Anggota gereja adalah juga anggota masyarakat di mana gereja itu berada, dan masyarakat adalah merupakan lingkungan sosial bergereja. Hubungan gereja dengan lingkungan
Kerohanian Zakharia Luk 1:5 7, Ev. Andrew Kristanto
Kerohanian Zakharia Luk 1:5 7, 24 25 Ev. Andrew Kristanto Dalam Kitab Suci, Tuhan membangkitkan orang-orang untuk membuka jalan bagi Yesus Kristus. Salah satunya adalah Yohanes Pembaptis. Tuhan juga menggunakan
TINJAUAN KRITIS TERHADAP THEOLOGIA REFORMED ABAD 16 DALAM ERA KONTEMPORER
TINJAUAN KRITIS TERHADAP THEOLOGIA REFORMED ABAD 16 DALAM ERA KONTEMPORER Pedas, Oktober Ketika mempertanyakan relevansi pergumulan reformator abad 16 & 17 mengenai Alkitab untuk zaman sekarang, Pdt. Gatot
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN (BNKP) NOMOR 04/BPMS-BNKP/2008
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN (BNKP) NOMOR 04/BPMS-BNKP/2008 tentang J E M A A T Dengan Kasih Karunia Yesus Kristus, Tuhan dan Raja Gereja BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE BNKP Menelaah : Kejadian
TATA GEREJA (TATA DASAR, TATA LAKSANA, DAN TATA ATURAN TAMBAHAN) SERTA PENGAKUAN-PENGAKUAN IMAN GEREJA KRISTEN IMMANUEL
TATA GEREJA (TATA DASAR, TATA LAKSANA, DAN TATA ATURAN TAMBAHAN) SERTA PENGAKUAN-PENGAKUAN IMAN GEREJA KRISTEN IMMANUEL Sinode Gereja Kristen Immanuel BANDUNG 2017 DAFTAR ISI Halaman I. 1 PEMBUKAAN Pembukaan...
BAB I PENDAHULUAN. menaklukkan Jayakarta dan memberinya nama Batavia 1. Batavia dijadikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Belanda datang ke Indonesia pertama kali pada tahun 1569 dan melabuhkan kapalnya di pelabuhan Banten. Pada tahun 1610 mereka membangun benteng sebagai tempat pertahanan
BAB I PENDAHULUAN. sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tuhan Allah menyatakan diri sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.
SPIRITUALITAS REFORMED Apakah Itu?
SPIRITUALITAS REFORMED Apakah Itu? Hughes Oliphant Old Hughes Oliphant Old adalah anggota Pusat Studi Theology Princenton di Princenton, New Jersey. Artikelnya ini diterjemahkan dari Jurnal Perpectives
3. Sistem Rekrutmen Pengerja Gereja (vikaris) Gereja Kristen Sumba
3. Sistem Rekrutmen Pengerja Gereja (vikaris) Gereja Kristen Sumba 3.1 Selayang Pandang Gereja Kristen Sumba Gereja Kristen Sumba adalah gereja yang berada di pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mat. 16: Ev. Bakti Anugrah, M.A.
Mat. 16: 13-20 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Identitas Kristus yang sudah dinyatakan berulang-ulang dari pasal pertama sampai pasal kelima belas ternyata masih menimbulkan kebingungan dan perpecahan pendapat
BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab I ini, penulis menjelaskan latar belakang terjadinya penulisan Disiplin
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini, penulis menjelaskan latar belakang terjadinya penulisan Disiplin Gereja dengan Suatu Kajian Pastoral terhadap dampak Psikologis bagi orang-orang yang dikenakan Disiplin
LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Sejak manusia pertama (Adam) jatuh ke dalam dosa, seperti dikisahkan pada kitab Kejadian dari Alkitab Perjanjian Lama, maka pintu gerbang dunia terbuka
KEPUTUSAN SIDANG SINODE VII GEREJA NIHA KERISO PROTESTAN-INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR : 07/SS.VII/GNKP-Indonesia/VI/2014 TENTANG
KEPUTUSAN SIDANG SINODE VII GEREJA NIHA KERISO PROTESTAN-INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR : 07/SS.VII/GNKP-Indonesia/VI/2014 TENTANG PENGESAHAN PROGRAM UMUM GNKP-INDONESIA TAHUN 2014 2019 BAB I PENDAHULUAN 1.
BAB I PENDAHULUAN UKDW. E.P. Ginting, Religi Karo: Membaca Religi Karo dengan Mata yang Baru (Kabanjahe: Abdi Karya, 1999), hlm.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Secara umum masyarakat Karo menganggap bahwa agama Hindu-Karo adalah agama Pemena (Agama Pertama/Awal). Dalam agama Pemena, terdapat pencampuran konsep
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. (Soerjono Soekanto, 1990:268). Berdasarkan pendapat tersebut peran
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Peran Peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status) apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya maka ia menjalankan
Kesalahan Membaptiskan Bayi
Kesalahan Membaptiskan Bayi oleh Dr. Steven E. Liauw Banyak gereja hari ini membaptiskan bayi, atau lebih cocok sebenarnya dikatakan mereka memercik bayi. Kata baptis berarti menyelamkan, dan kebanyakan
BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA
BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Allah Ingin Berbicara kepada Saudara Allah Berfirman dalam Berbagai-bagai Cara Bagaimana Kitab Allah Ditulis Petunjuk-petunjuk
BAB I PENDAHULUAN UKDW
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila terutama pada sila yang pertama,
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Permasalahan. I.1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Permasalahan I.1.1 Latar Belakang Hari Minggu umumnya sudah diterima sebagai hari ibadah umat Kristen. Dikatakan umumnya karena masih ada kelompok tertentu yang menekankan hari Sabat
UKDW. Bab I Pendahuluan
Bab I Pendahuluan I. A. Latar Belakang Perbedaan merupakan hal yang selalu dapat kita temukan hampir di setiap aspek kehidupan. Beberapa perbedaan yang seringkali ditemukan misalnya perbedaan suku bangsa,
BAB I PENDAHULUAN UKDW
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Ibadah merupakan sebuah bentuk perjumpaan manusia dengan Allah, pun juga dengan corak masing-masing sesuai dengan pengalaman iman dari setiap individu atau
BAB I PENDAHULUAN. Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam kebaktian yang dilakukan oleh gereja. Setidaknya khotbah selalu ada dalam setiap kebaktian minggu.
GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN
GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN I Allah Tritunggal Kami percaya kepada satu Allah yang tidak terbatas, yang keberadaan-nya kekal, Pencipta dan Penopang alam semesta yang berdaulat; bahwa
BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 1999, hlm 30
1 BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan A.1. Latar belakang permasalahan Harus diakui bahwa salah satu faktor penting di dalam kehidupan masyarakat termasuk kehidupan bergereja adalah masalah kepemimpinan.
Mereka berkumpul karena Paulus akan pergi keesokan harinya. Kisah 20:7
Lesson 6 for May 12, 2018 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka
VISI DAN MISI RMG VISI: SUKU BANGSA KAFIR TERSELAMATKAN DAN KERAJAAN ALLAH DIWUJUDKAN
MISI DI NIAS APA DAN SIAPA? Badan Zending: Rhenishe Mission-Gesellschaft (RMG) Barmen di Nias Nederland Lutherse-Gesellschaft (NLG)-Holland di P.P. Batu. Badan Zending ini (terutama RMG) lahir atas semangat
MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Masalah Nama Tsang Kam Foek (untuk seterusnya penyusun akan menyebut beliau dengan nama Tsang To Hang 1 ) tentunya tidak dapat dilepaskan dari sejarah pekabaran Injil
Yesus yang Asli. oleh Kermit Zarley
Yesus yang Asli oleh Kermit Zarley Yesus dari Nazaret adalah manusia yang paling terkenal yang pernah hidup di muka bumi ini. Namun siapakah dia? Untuk mengenal dia, kita perlu mengarahkan perhatian kepada
MISI DAN TUAIAN Sesi 1: Istilah Misi
MISI DAN TUAIAN Sesi 1: Istilah Misi PENDAHULUAN Seorang peneliti misi-misi yang terkenal, Dr. David Barrett dari Gereja Church of England, dalam penelitiannya telah menemukan bahwa ada 440 juta masyarakat
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN NOMOR: 07/BPMS-BNKP/2008 tentang PELAYAN BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE BNKP
PERATURAN BANUA NIHA KERISO PROTESTAN NOMOR: 07/BPMS-BNKP/2008 tentang PELAYAN Dengan Kasih Karunia Yesus Kristus, Tuhan dan Raja Gereja BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE BNKP Menelaah : Kejadian 1:26; I Petrus
MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Apa yang ada dalam benak kita ketika memperbincangkan perihal gereja? Dahulu ada satu lagu sekolah minggu berjudul Gereja yang sering saya nyanyikan ketika
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB GEREJA YANG YESUS DIRIKAN
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB GEREJA YANG YESUS DIRIKAN Dari Kisah 2 kita tahu bahwa ketika seseorang dibaptis, Tuhan menambahkan dia kepada gereja-nya. Nas lain yang mengajarkan
Kristologi Dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi Dalam Pluralisme. Skripsi
Kristologi Dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi Dalam Pluralisme Skripsi Diajukan kepada Fakultas Teologi Dalam Memenuhi Sebagian Persyaratan Untuk
Pertanyaan Alkitab (24-26)
Pertanyaan Alkitab (24-26) Bagaimanakah orang Kristen Bisa Menentukan Dia Tidak Jatuh Dari Iman/Berpaling Dari Tuhan? Menurut Alkitab seorang Kristen bisa jatuh dari kasih karunia, imannya bisa hilang.
