Program Magister Theologi (M.Th)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Program Magister Theologi (M.Th)"

Transkripsi

1 Program Magister Theologi (M.Th) Program Magister Theologi (M.Th) ini dirancang bagi para Hamba Tuhan (Dosen, Gembala, Penginjil, dll.) yang mau mendalami bidang Teologia Sistematika dan Biblika serta pengaplikasiannya dalam Penggembalaan. Program ini dapat ditempuh tanpa harus meninggalkan ladang pelayanan, karena kuliah reguler diadakan mulai Senin sore - Rabu siang dan kuliah intensif hanya diadakan 1 kali dalam satu semester. Program ini dapat diselesaikan selama 2-3 tahun. Untuk Hamba Tuhan yang mempunyai gelar S.Th dituntut 53 SKS (47 SKS + tesis 6 SKS), sedangkan yang mempunyai gelar M.Div dituntut 38 SKS (32 SKS + tesis 6 SKS). Bagi mahasiswa yang dianggap oleh Kaprodi perlu mengambilnya matakuliah Matrikulasi KURIKULUM Mata Kuliah Wajib (22 SKS) a Metode Penelitian (3 SKS) b Filsafat Ilmu (3 SKS) c Teologia Biblika (3 SKS) d Teologia Sistematika (3 SKS) e Etika Bisnis (3 SKS) f Theologia Kontemporer (3 SKS) g Bimbingan Penulisan Tesis (2 SKS) 2. Mata Kuliah Pilihan (27 SKS) a Studi PL 1 (3 SKS) b Studi PL 2 (3 SKS) c Studi PL 3 (3 SKS) d Studi PB 1 (3 SKS) e Studi PB 2 (3SKS) f Studi PB 3 (3 SKS) e Berkhotbah dan Mengajar dari Perjanjian Lama (3 SKS) f Hermeneutika Kontemporer (3 SKS) g Teologia Yohanes Calvin (3 SKS) h Berkhotbah dan Mengajar dari Kredo dan Konfesi Teologia Reformed (3 SKS) i Pertumbuhan Gereja Kontemporer (3 SKS) j Terapi Keluarga (3 SKS) k Dinamika Pelayanan Perkotaan (3 SKS) l Gereja dan Masyarakat (3 SKS) m Model-model Formasi Spiritualitas (3 SKS) n Isu-isu Kontemporer Kepemimpinan dan Penggembalaan (3 SKS) 3. Tesis 6 SKS 4. Matakuliah Matrikulasi (Bagi Mahasiswa yang dianggap perlu mengambilnya) a Katekismus Heidelberg (2 SKS) b Teologi Reformed (2 SKS) c English for Theological Students (2 SKS)

2 SEMESTER I 500. English for Theological Students (2 SKS) 501. Metode Penelitian (3 SKS) 510. Teologia Biblika (3 SKS) 520. Teologia Sistematika (3 SKS) 514. Studi Perjanjian Baru 1 (3 SKS) 523. Hermeneutika Kontemporer (3 SKS) SEMESTER II 421. Teologi Reformed (2 SKS) 502. Filsafat Ilmu (3 SKS) 522. Teologia Kontemporer (3 SKS) 511. Studi Perjanjian Lama 1 (3 SKS) 515. Studi Perjanjian Baru 2 (3 SKS) 531. Terapi Keluarga (3 SKS)/ 534. Model-model Formasi Spiritualitas (3 SKS) SEMESTER III 420. Katekismus Heidelberg (2 SKS) 503. Bimbingan Penulisan Tesis (2 SKS) 521. Etika Bisnis (3 SKS) 512. Studi Perjanjian Lama 2 (3 SKS) 524. Teologia Yohanes Calvin (3 SKS)/525. Berkhotbah dan Mengajar dari Kredo dan Konfesi Teologia Reformed (3 SKS) 516. Studi Perjanjian Baru 3 (3 SKS)/ 513. Studi Perjanjian Lama 3 (3 SKS)/ 517. Berkhotbah dan Mengajar dari Perjanjian Lama (3 SKS) 530. Pertumbuhan Gereja Kontemporer (3 SKS)/ 532. Dinamika Pelayanan Perkotaan (3 SKS)/ 535. Isuisu Kontemporer Kepemimpinan dan Penggembalaan (3 SKS) SEMESTER IV Penulisan Tesis (6 SKS) DESKPRISI MATA KULIAH PRODI MAGISTER THEOLOGI (KURIKULUM 2014) 420. Katekismus Heidelberg (2 SKS) Mempelajari sejarah dan teologi dari Katekismus Heidelberg serta relevansinya bagi gereja masa kini Teologi Reformed (2 SKS) Mempelajari latar belakang historis dan pokok-pokok pemikiran utama Teologia Reformatoris, khususnya Calvinisme English for Theological Students (2 SKS) Mempelajari kiat dalam membaca dan memahami buku teks Teologia yang berbahasa Inggris serta istilah-istilah teologis yang penting Metode Penelitian (3 SKS)

3 Mempelajari pelbagai metode penelitian yang penting dalam studi Teologia, yang meliputi riset kepustakaan, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif 502. Filsafat Ilmu (3 SKS) Mempelajari pelbagai konsep penting tentang keilmuan yang menjadi dasar bagi pelbagai penyelidikan penting Bimbingan Penulisan Tesis (2 SKS) Mempelajari pelbagai tahapan dalam penulisan tesis, sehingga menghasilkan proposal tesis yang siap untuk diuji 510. Teologia Biblika (3 SKS) Mempelajari pelbagai pendekatan Teologia Biblika dalam upaya menghadirkan suatu Teologia Biblika yang aktual 511. Studi Perjanjian Lama 1 (3 SKS) Mempelajari metode penafsiran kitab Mazmur dalam upaya memahami dan mengaplikasikan berita kitab Mazmur bagi konteks masa kini 512. Studi Perjanjian Lama 2 (3 SKS) Mempelajari metode penafsiran kitab-kitab Hikmat dalam upaya memahami dan mengaplikasikan berita kitab-kitab Hikmat bagi konteks masa kini 513. Studi Perjanjian Lama 3 (3 SKS) Mempelajari metode pendekatan tafsir Perjanjian Lama dalam upaya menghadirkan berita Perjanjian Lama yang kontekstual di Indonesia 514. Studi Perjanjian Baru 1 (3 SKS) Mempelajari metode penafsiran surat Ibrani dalam upaya mengaplikasinya dalam konteks masa kini Studi Perjanjian Baru 2 (3 SKS) Mempelajari pelbagai pendekatan penafsiran perumpamaan Tuhan Yesus dalam upaya mengaplikasinya dalam konteks masa kini 516. Studi Perjanjian Baru 3 (3 SKS) Mempelajari pelbagai pendapat Teolog tentang Doa Bapa Kami dan mengaplikasinya dalam konteks masa kini 517. Berkhotbah dan Mengajar dari Perjanjian Lama (3 SKS) Mempelajari metode berkhotbah dan mengajar teks Perjanjian Lama berdasarkan genrenya dalam upaya menghadirkan berita Perjanjian Lama bagi konteks masa kini Teologia Sistematika (3 SKS) Mempelajari pelbagai isu kontemporer Teologia Sistematika dalam upaya memahami isu-isu terkini dalam studi Teologia Sistematika 521. Etika Bisnis (3 SKS)

4 Mempelajari etika bisnis dari sudut pandang kekristenan untuk menolong mahasiswa dapat melayani umat Tuhan dengan lebih baik, khususnya saat berhadapan dengan isu-isu etis dalam dunia bisnis Teologia Kontemporer (3 SKS) Mempelajari pelbagi isu Teologia Kontemporer dalam upaya memahami isu-isu terkini dalam studi Teologia Kontemporer 523. Hermeneutika Kontemporer (3 SKS) Mempelajari pelbagai isu kontemporer Hermeneutika dalam upaya memahami perkembangan terakhir studi Hermeneutika 524. Teologia Yohanes Calvin (3 SKS) Mempelajari pelbagai topik utama teologia Yohanes Calvin dalam upaya memahami konsep teologis Yohanes Calvin dan mengaplikasinya bagi kekristenan masa kini 525. Berkhotbah dan Mengajar dari Kredo dan Konfesi Teologia Reformed (3 SKS) Mempelajari kiat berkhotbah dan mengajar dari pelbagai kredo dan konfesi Teologia Reformed 530. Pertumbuhan Gereja Kontemporer (3 SKS) Mempelajari isu-isu kontemporer Pertumbuhan Gereja dalam upaya memahami dan mengaplikasinya dalam konteks pelayanan masa kini 531. Terapi Keluarga (3 SKS) Mempelajari pelbagai teori Keluarga dalam upaya memberi bimbingan dan konseling untuk mengatasi pelbagai problematika Dinamika Pelayanan Perkotaan (3 SKS) Mempelajari hal-hal penting dalam kaitan dinamika perkotaan dalam upaya menghadirkan pelayanan yang aktual dan kontekstual 533. Gereja dan Masyarakat (3 SKS) Mempelajari pelbagai tanggung jawab gereja bagi masyarakat dalam upaya menghadirkan gereja menjadi berkat bagi masyarakat 534. Model-model Formasi Spiritualitas (3 SKS) Mempelajari pelbagai model Formasi Spiritualitas dalam upaya menolong jemaat untuk dapat menglami pertumbuhan rohani yang sehat 535. Isu-isu Kontemporer Kepemimpinan dan Penggembalaan (3 SKS) Mempelajari isu-isu kontemporer dalam kepemimpinan dan penggembalaan

5 SEMESTER GASAL 2015/ Katekismus Heidelberg (2 SKS) Mariani Febriana LereDawa, Th.M 501. Metode Penelitian (3 SKS) Dr. Agung Gunawan, Th.M 510. Teologia Biblika (3 SKS) Sia Kok Sin, D.Th 520. Teologia Sistematika (3 SKS) Amos Winarto, Ph.D 514. Studi Perjanjian Baru 1 (3 SKS) Mark Simon, Th.M 523. Hermeneutika Kontemporer (3 SKS) M. Dominggus LereDawa, DSM 535. Isu-isu Kontemporer Kepemimpinan dan Penggembalaan (3 SKS), Joseph Tong, Ph.D

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM A

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM A [1] Nama Sekolah: SEKOLAH TINGGI THEOLOGI ALETHEIA Berdiri sejak tahun: 1 Februari 1969 Narasi singkat : Terletak di Kecamatan, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur, 71 km di sebelah Selatan kota Surabaya

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.) Akreditasi 'B' oleh BAN-PT dengan SK: 262/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2014

PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.) Akreditasi 'B' oleh BAN-PT dengan SK: 262/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2014 PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.) Akreditasi 'B' oleh BAN-PT dengan SK: 262/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2014 Program ini disediakan bagi lulusan SMU/sederajat yang terpanggil untuk melayani Tuhan secara

Lebih terperinci

Mata Kuliah Matrikulasi S.Th.

Mata Kuliah Matrikulasi S.Th. PROGRAM STUDI MAGISTER TEOLOGI (M.Th.) Akreditasi 'B' oleh BAN-PT dengan SK: 090/SK/BAN-PT/Akred/M/III/2015 Bekerjasama dengan: Westminster Theological Seminary, Philadelphia, USA; VU University, Amsterdam,

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BANDUNG

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BANDUNG Mata Kuliah Sarjana Teologi Metode & Pranktik Penginjilan Kewiraan & Pancasila Indonesia Pengantar Filsafat Ibrani 1 Pengantar Psikologi Alkitab 15.30-18.00 Metodologi Penelitian & Penulisan 16.20-18.00

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.)

KURIKULUM PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.) KURIKULUM PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI (S.Th.) Pembagian Mata Kuliah 1 Mata Kuliah Pembentukan Kepribadian (MPK) : 15 Mata Kuliah Keahlian (MKK) : 8 3 Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) : 43 4 Mata Kuliah

Lebih terperinci

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM B

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM B Jl. Proklamasi, Jakarta 100, Indonesia B.1. Izin penyelenggaraan sejak yang pertama hingga yang terbaru untuk masing-masing program studi adalah sebagai berikut... (a). 1 No Izin Penyelenggaraan Penerbit

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN. Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!.

UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN. Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!. 1 Ucapan Petrus dalam suatu dialog dengan Yesus ini mungkin

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat-syarat dalam Menyelesaikan Stratum

Lebih terperinci

DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1-PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN STT KHARISMA Berdasarkan Kurikulum Dirjen Bimas Kristen Tahun 2011 dan Muatan Lokal

DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1-PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN STT KHARISMA Berdasarkan Kurikulum Dirjen Bimas Kristen Tahun 2011 dan Muatan Lokal DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1-PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN STT KHARISMA Berdasarkan Kurikulum Dirjen Bimas Kristen Tahun 2011 dan Muatan Lokal MATA KULIAH KODE SKS PRASYARAT SEMESTER 1 Pendidikan Kewarganegaraan*

Lebih terperinci

DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1 TEOLOGI STT KHARISMA MULAI BERLAKU TAHUN AKADEMIK 2016/2017

DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1 TEOLOGI STT KHARISMA MULAI BERLAKU TAHUN AKADEMIK 2016/2017 DAFTAR MATA KULIAH PRODI S1 TEOLOGI STT KHARISMA MULAI BERLAKU TAHUN AKADEMIK 2016/2017 Semester I Inti Lokal Minimum 1 Pendidikan Kewarganegaraan MPK.01.01.01.1.2016 2 C Paralel 2 Bahasa Inggris 1 MPK.01.01.04.1.2016

Lebih terperinci

RESENSI BUKU The Story of Israel: A Biblical Theology

RESENSI BUKU The Story of Israel: A Biblical Theology RESENSI BUKU Judul Penulis : The Story of Israel: A Biblical Theology : C. Marvin Pate, J. Scott Duvall, J. Daniel Hays, E. Randolph Richards, W. Dennis Tucker Jr. and Preben Vang : Downers Grove, Illinois:

Lebih terperinci

RESENSI BUKU Keselamatan Milik Allah Kami - bagi milik

RESENSI BUKU Keselamatan Milik Allah Kami - bagi milik RESENSI BUKU Judul : Keselamatan Milik Allah Kami Penulis : Christopher Wright Penerbit : Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur Tahun : 2011 Halaman : 225 halaman Dalam buku ini Christopher Wright berupaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Di dalam dogma Kristen dinyatakan bahwa hanya karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, manusia dapat dibenarkan ataupun dibebaskan dari kuasa dan

Lebih terperinci

RESENSI BUKU. Judul : Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya Penulis : Craig L. Blomberg Penerbit : Jakarta,BPK Tahun : 2011 Halaman : 347 halaman

RESENSI BUKU. Judul : Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya Penulis : Craig L. Blomberg Penerbit : Jakarta,BPK Tahun : 2011 Halaman : 347 halaman RESENSI BUKU Judul : Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya Penulis : Craig L. Blomberg Penerbit : Jakarta,BPK Tahun : 2011 Halaman : 347 halaman Buku Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya ini merupakan uraian

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA JDWL KULIH SEMESTER GENP 2013 2014 FKULTS TEOLOGI UNIVERSITS KRISTEN DUT WCN HRI JM RUNG E.1.1. RUNG E.2.1. RUNG E.2.2. RUNG E.2.4. S 07.30 08.15 IBDH KMPUS IBDH KMPUS IBDH KMPUS IBDH KMPUS E 08.30 10.10

Lebih terperinci

PENGELOMPOKAN DAN PENYEBARAN KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHATULISTIWA SINTANG

PENGELOMPOKAN DAN PENYEBARAN KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHATULISTIWA SINTANG KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN NO KODE STANDAR SKS MATA KULIAH K.DSN SEMESTER MATA KULIAH PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (MPK)-26 SKS 1 02.01.01.1.2010 C 2 Pendidikan Kewarganegaraan

Lebih terperinci

PROFIL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH. File Ketua STT 2017 : Yonas Muanley

PROFIL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH. File Ketua STT 2017 : Yonas Muanley PROFIL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH File Ketua STT 2017 : Yonas Muanley PROFIL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH Status: Terakreditasi BAN PT S1 Teologi dan Pendidikan Kristen: No. 003/SK/BAN-PT/Akred/S/1/2014

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2014 2015 FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA HARI JAM RUANG E.1.1. RUANG E.2.1. RUANG E.2.2. RUANG E.2.4. S 07.30 08.15 IBADAH KAMPUS IBADAH KAMPUS IBADAH KAMPUS

Lebih terperinci

Ha1 :Jadwalkuliah. FAKU LTAS TEOLOG I Universiias ;Kristen Duia:Waca na. Lamp. : Jadwal Kuliah

Ha1 :Jadwalkuliah. FAKU LTAS TEOLOG I Universiias ;Kristen Duia:Waca na. Lamp. : Jadwal Kuliah FKU LTS TEOLOG I Universiias ;Kristen Duia:Waca na Jl. Dr. Wa.hidin S. I'lo:5:2.5 yogyaka rta SSzl4lndonesia Telp: (0274) s63 sls,5;7360g Fak: (0274) 513235 'Email : t_teol ogi @ ukdvr,af rid Nomor : 006/

Lebih terperinci

Daftar Isi Kurikulum Program Stara Satu STBI

Daftar Isi Kurikulum Program Stara Satu STBI Daftar Isi Kurikulum Program Stara Satu STBI Kurikulum Program Strata Satu STBI (S-1) Teologi, Jurusan Teologi/Kependetaan 2 I. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).. 2 II. Mata Kuliah Keilmuan dan

Lebih terperinci

PENELAAHAN ALKITAB. Persiapan, Penyusunan dan Penyampaiannya. Pdt. Stephen Sihombing, MTh

PENELAAHAN ALKITAB. Persiapan, Penyusunan dan Penyampaiannya. Pdt. Stephen Sihombing, MTh PENELAAHAN ALKITAB Persiapan, Penyusunan dan Penyampaiannya Pdt. Stephen Sihombing, MTh Materi Bina Pelkat GP GPIB 2 Menikah dengan 2 orang putri Sarjana Teologi dari STT Jakarta Vikaris di GPIB Mangamaseang,

Lebih terperinci

Relasi Tuan dan Hamba Eksposisi 1 Ptr. 2:18-20 Ev. Calvin Renata, M.Div.

Relasi Tuan dan Hamba Eksposisi 1 Ptr. 2:18-20 Ev. Calvin Renata, M.Div. Relasi Tuan dan Hamba Eksposisi 1 Ptr. 2:18-20 Ev. Calvin Renata, M.Div. Mulai dari 1 Ptr. 2:11, Petrus berbicara mengenai hal yang praktis yaitu etika bagaimana manusia harus hidup dengan sesamanya. Pertama,

Lebih terperinci

Master of Arts (M.A.) Khusus bagi kaum awam & profesional yang telah memiliki gelar S1, dan ingin memperdalam pengetahuan teologi & pelayanan.

Master of Arts (M.A.) Khusus bagi kaum awam & profesional yang telah memiliki gelar S1, dan ingin memperdalam pengetahuan teologi & pelayanan. MEMBUKA PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM SARJANA & PASCASARJANA SEMESTER GANJIL 2015/2016 ( Juli - Desember ) GENAP 2015/2016 ( Januari Juni ) Sertifikat Teologi Program ini terbuka bagi semua lulusan

Lebih terperinci

Pengurapan Rohani Kristus di bawah tiga jabatan umum: Nabi, Imam dan Raja

Pengurapan Rohani Kristus di bawah tiga jabatan umum: Nabi, Imam dan Raja Pengurapan Rohani Kristus di bawah tiga jabatan umum: Nabi, Imam dan Raja September 2015 Dr. Jan H. van Doleweerd 6. Keselamatan 6.1 Karya Kristus di bawah tiga jabatan umum: Nabi, Imam dan Raja 6.1.1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsep tentang panggilan sudah ada sejak jaman Israel kuno seiring dengan pengenalan mereka tentang Allah. Misalnya panggilan Tuhan kepada Abraham (Kej 12:

Lebih terperinci

Pendahuluan Teologi Biblika PB

Pendahuluan Teologi Biblika PB Pendahuluan Teologi Biblika PB A. Defenisi Teologi Biblika merupakan cabang ilmu Teologia yang secara sistematis mempelajari perkembangan pernyataan Allah dalam sejarah sebagaimana yang dinyatakan Alkitab.

Lebih terperinci

PENGELOMPOKAN DAN PENYEBARAN KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI KEPENDETAAN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHATULISTIWA SINTANG

PENGELOMPOKAN DAN PENYEBARAN KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI KEPENDETAAN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHATULISTIWA SINTANG KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL PRODI KEPENDETAAN NO KODE STANDAR SKS MATA KULIAH K.DSN SEMESTER MATA KULIAH PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (MPK)-24 SKS 1 01.01.01.1.2010 C 2 Pendidikan kewarganegaraan KY 2 2

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

JADWAL KULIAH SEMESTER FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA JDWL KULIH SEMESTER GSL 2013 2014 FKULTS TEOLOGI UNIVERSITS KRISTEN DUT WCN HRI JM RUNG E.1.1. RUNG E.2.1. RUNG E.2.2. RUNG E.2.4. 07.30 08.15 IBDH KMPUS IBDH KMPUS IBDH KMPUS IBDH KMPUS S 08.30 10.10

Lebih terperinci

UKDW. Bab I PENDAHULUAN

UKDW. Bab I PENDAHULUAN Bab I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 1.1 Krisis Dalam Pelayanan Jemaat Dalam kehidupan dan pelayanan jemaat tak pernah luput dari krisis pelayanan. Krisis dapat berupa perasaan jenuh dan bosan dalam

Lebih terperinci

Oleh Daniel Ronda. Pendahuluan:

Oleh Daniel Ronda. Pendahuluan: Oleh Daniel Ronda Catatan: Ini tulisan lama tahun 2000 yang ada di file saya. Alangkah indahnya berbagi, walaupun tentu setelah 12 tahun penafsiran naratif sudah semakin berkembang. Pendahuluan: Adalah

Lebih terperinci

PEDOMAN MENULIS ARTIKEL ALKITABIAH. (Lihatlah Pedoman Penulisan Artikel Buletin/Jurnal STT Johanes Calvin)

PEDOMAN MENULIS ARTIKEL ALKITABIAH. (Lihatlah Pedoman Penulisan Artikel Buletin/Jurnal STT Johanes Calvin) PEDOMAN MENULIS ARTIKEL ALKITABIAH (Lihatlah Pedoman Penulisan Artikel Buletin/Jurnal STT Johanes Calvin) Judul Buatlah suatu judul sesuai Workbook Karya Ilmiah (sesudah selesai artikel) Abstrak Tulis

Lebih terperinci

Berkenalan dengan PB. DR Wenas Kalangit. Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri 23 Oktober 2007 Jakarta

Berkenalan dengan PB. DR Wenas Kalangit. Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri 23 Oktober 2007 Jakarta Berkenalan dengan PB DR Wenas Kalangit 23 Oktober 2007 Jakarta 1 Berkenalan dengan PB Pengantar Secara tradisional, studi biblika (Perjanjian Lama [PL] dan Perjanjian Baru [PB]) di sekolah-sekolah tinggi

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM PEMBINAAN ALUMNI KRISTEN (PPAK) KUPANG KE-3

PROPOSAL PROGRAM PEMBINAAN ALUMNI KRISTEN (PPAK) KUPANG KE-3 PROPOSAL PROGRAM PEMBINAAN ALUMNI KRISTEN (PPAK) KUPANG KE-3 01 Juni 12 Juli 2014 Yayasan Pembinaan dan Pelayanan Alumni Kristen (YPPAK) Perwakilan Kupang Jln. Meranti No. 9 Kupang-NTT www.yppak.org ppakkpg.wordpress.com

Lebih terperinci

Surat-surat Am DR Wenas Kalangit

Surat-surat Am DR Wenas Kalangit Surat-surat Am DR Wenas Kalangit 22 Januari 2008 Jakarta 1 Surat-surat Ibrani dan Am Catatan Umum Delapan surat terakhir dalam PB disebut juga dengan nama: Surat-surat Am atau Umum. Disebut demikian karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam Injil Lukas terdapat beberapa kisah tentang kesembuhan yang dialami oleh banyak orang melalui Yesus, mulai dari ibu mertua Petrus yang diserang demam berat dan

Lebih terperinci

M1 (Menerima) Bacalah Injil Yohanes 11: 1-44 dengan hati yang haus sambil berdoa.

M1 (Menerima) Bacalah Injil Yohanes 11: 1-44 dengan hati yang haus sambil berdoa. MENJALANI HIDUP SEPERTI KRISTUS Kita telah mempraktekkan gaya hidup Kristus selama dua minggu berturut-turut. Kita percaya bahwa dengan mempraktekkan apa yang telah kita pelajari akan menjadikan kita menjadi

Lebih terperinci

HERMENEUTIK LEKSIONARI

HERMENEUTIK LEKSIONARI HERMENEUTIK LEKSIONARI Oleh: Pdt. Yohanes Bambang Mulyono Definisi Leksionari Leksionari adalah suatu kumpulan daftar bacaan Alkitab yang disusun dan ditujukan untuk memproklamasikan firman Tuhan dalam

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP (II) TAHUN PELAJARAN

KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP (II) TAHUN PELAJARAN Jenjang : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen. Kelas/Semester : IX / II Bentuk Soal : Pilihan Ganda Jumlah Soal : 50 Kurikulum Acuan : KTSP 1 KISI-KISI PENULISAN ULANGAN SEMESTER GENAP (II) TAHUN

Lebih terperinci

SPIRITUALITAS REFORMED Apakah Itu?

SPIRITUALITAS REFORMED Apakah Itu? SPIRITUALITAS REFORMED Apakah Itu? Hughes Oliphant Old Hughes Oliphant Old adalah anggota Pusat Studi Theology Princenton di Princenton, New Jersey. Artikelnya ini diterjemahkan dari Jurnal Perpectives

Lebih terperinci

HUBUNGAN HUKUM TAURAT DENGAN ORANG PERCAYA PERJANJIAN BARU

HUBUNGAN HUKUM TAURAT DENGAN ORANG PERCAYA PERJANJIAN BARU HUBUNGAN HUKUM TAURAT DENGAN ORANG PERCAYA PERJANJIAN BARU SEBUAH KARYA TULIS ILMIAH DITUJUKAN KEPADA: dr. Andrew M. Liauw, M.Div., M.Th DOSEN GRAPHE INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY UNTUK MEMENUHI TUNTUTAN

Lebih terperinci

Bekerja Dengan Para Pemimpin

Bekerja Dengan Para Pemimpin Bekerja Dengan Para Pemimpin Sudah lebih dari setahun Kim menjadi anggota gerejanya. Dia telah belajar banyak sekali! Ia mulai memikirkan pemimpin-pemimpin di gereja yang telah menolongnya. Ia berpikir

Lebih terperinci

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Allah Ingin Berbicara kepada Saudara Allah Berfirman dalam Berbagai-bagai Cara Bagaimana Kitab Allah Ditulis Petunjuk-petunjuk

Lebih terperinci

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #12 oleh Chris McCann

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #12 oleh Chris McCann Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #12 oleh Chris McCann Selamat malam dan selamat datang di pembahasan Alkitab EBible Fellowship dalam Kitab Wahyu. Malam ini adalah pembahasan #12 tentang Wahyu, pasal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. 1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. 1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan 1. Latar Belakang Masalah Secara historis, Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) sedikit banyak terkait dengan buah pekerjaan Zending der Gereformeerde Kerken in Nederland

Lebih terperinci

PANDUAN ADMISI STT AMANAT AGUNG

PANDUAN ADMISI STT AMANAT AGUNG PANDUAN ADMISI STT AMANAT AGUNG 1. Jadwal AdmisiTahun 2014 Gelombang I Batas akhir pengembalian formulir &penyerahan data: Jumat, 21 Februari 2014 Seleksi data aplikasi dan pengiriman surat panggilan tes:

Lebih terperinci

SIKAP JEMAAT DALAM BERIBADAH

SIKAP JEMAAT DALAM BERIBADAH SIKAP JEMAAT DALAM BERIBADAH Ibrani 10:19-25 Tujuan : Agar jemaat mengerti sikap dalam beribadah yang berfokus pada Kristus dan karya- Nya serta bukan pada fenomena lahiriah saja. PENDAHULUAN: Seorang

Lebih terperinci

ANALISIS KETAATAN KRISTUS BERDASARKAN FILIPI 2:1-11 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI SKRIPSI

ANALISIS KETAATAN KRISTUS BERDASARKAN FILIPI 2:1-11 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI SKRIPSI ANALISIS KETAATAN KRISTUS BERDASARKAN FILIPI 2:1-11 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Syarat-Syarat dalam Menyelesaikan Stratum Satu (S1) Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.

BAB I PENDAHULUAN. sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tuhan Allah menyatakan diri sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN

FORMULIR PENDAFTARAN FORMULIR PENDAFTARAN I.Syarat Pendaftaran 1. Seorang Kristen dan anggota gereja yang setia 2. Mempunyai panggilan untuk menjadi hambanya 3. Bersusila tinggi dan berkelakuan baik 4. Mempunyai tubuh dan

Lebih terperinci

TESIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA DENGAN ORANG TUA BEDA AGAMA DI JEMAAT GKMI SALATIGA

TESIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA DENGAN ORANG TUA BEDA AGAMA DI JEMAAT GKMI SALATIGA TESIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA DENGAN ORANG TUA BEDA AGAMA DI JEMAAT GKMI SALATIGA DI SUSUN OLEH ENDANG AYU PURWANINGTYAS (752013020) MAGISTER SOSIOLOGI AGAMA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis tentang peranan musik dalam ibadah

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis tentang peranan musik dalam ibadah BAB V PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis tentang peranan musik dalam ibadah minggu di GKMI Salatiga dari perspektif psikologis dan teologis di atas maka penulis menyimpulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang terpanggil dan dihimpun oleh Allah Bapa, keluar dari kegelapan menuju kepada Yesus Kristus

Lebih terperinci

1Pet.5:1-4; Yeh.34:1-6; Yoh.10:11. Pdt. DR. Stephen Tong

1Pet.5:1-4; Yeh.34:1-6; Yoh.10:11. Pdt. DR. Stephen Tong 1Pet.5:1-4; Yeh.34:1-6; Yoh.10:11 Pdt. DR. Stephen Tong Yesus mengatakan ada dua macam orang yang melayani Tuhan, yang semacam adalah gembala yang lainnya adalah orang upahan. Gembala mengasihi domba-domba

Lebih terperinci

Saya Dapat Menjadi Pekerja

Saya Dapat Menjadi Pekerja Saya Dapat Menjadi Pekerja Sekarang Kim lebih banyak mengerti mengenai gereja dan berbagai pelayanan yang Tuhan berikan kepada anggotaanggotanya. Ketika ia memandang jemaat, ia melihat bahwa tidak setiap

Lebih terperinci

Ringkasan Khotbah 23 Maret Tahun TUHAN Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah

Ringkasan Khotbah 23 Maret Tahun TUHAN Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah Ringkasan Khotbah 23 Maret Tahun TUHAN 2013 40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah Hakim dan Tentang Akhir Zaman: Pesta Besar (Perumpamaan ke-33) Lukas 14:16-24 Oleh:

Lebih terperinci

PENGENALAN AKAN ROH KUDUS

PENGENALAN AKAN ROH KUDUS Sebagai orang yang sudah percaya harus mengetahui kebenaran tentang siapakah Roh Kudus itu maupun pekerjaannya. 1. Jelaskan bagaimanakah caranya supaya kita dapat menerima Roh Kudus? - Efesus 1 : 13-14

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Penginjilan merupakan salah satu dimensi yang esensial dari misi Kristen. Gereja bertanggungjawab untuk mewartakan injil ke seluruh dunia, untuk memberitakan

Lebih terperinci

Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-2

Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-2 Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-2 Pengantar Dalam bagian pertama dari pelajaran ini, kita melihat pentingnya menerima baptisan Roh Kudus. Dalam bagian ini kita akan melihat pentingnya mempelajari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Spiritualitas adalah istilah yang agak baru yang menandakan kerohanian atau hidup rohani. Spritualitas bisa juga berarti semangat kerohanian atau jiwa kerohanian.

Lebih terperinci

D. Jumlah Peserta Tiap

D. Jumlah Peserta Tiap A. Maksud Dan Tujuan Melatih dan mempersiapkan mereka yang punya hati dan tekad memberitakan injil ketempat dimana ada keturunan Tiong Hoa atau selain keturunan Tiong- Hoa yang belum percaya Tuhan, memahami

Lebih terperinci

A. PERMASALAHAN DAN ALASAN PEMILIHAN JUDUL

A. PERMASALAHAN DAN ALASAN PEMILIHAN JUDUL BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN DAN ALASAN PEMILIHAN JUDUL A.1. Pluralitas Agama di Indonesia Pluralitas agama merupakan sebuah realita yang wajib digumuli. Berbagai agama besar yang pemeluknya tersebar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita tentang seorang

BAB I PENDAHULUAN. cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita tentang seorang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Teks Membuka Kitab Suci Perjanjian Baru, kita akan berjumpa dengan empat karangan yang cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan Latar Belakang Permasalahan Pertumbuhan iman

Bab I Pendahuluan Latar Belakang Permasalahan Pertumbuhan iman Bab I Pendahuluan Latar Belakang Permasalahan Pertumbuhan iman merupakan sebuah konsep yang telah lama ada dan berkembang diantara orang-orang percaya. Umumnya mereka selalu menghubungkan konsep pertumbuhan

Lebih terperinci

PANDUAN ADMISI. Batas akhir pengembalian formulir & penyerahan data: Jumat, 06 Maret 2015

PANDUAN ADMISI. Batas akhir pengembalian formulir & penyerahan data: Jumat, 06 Maret 2015 1. Jadwal Admisi Tahun 2015 PANDUAN ADMISI Gelombang I Batas akhir pengembalian formulir & penyerahan data: Jumat, 06 Maret 2015 Seleksi data aplikasi dan pengiriman surat panggilan tes: 09 11 Maret 2015

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Eka Darmaputera, Menuju Teologi Kontekstual Di Indonesia, dalam Eka Darmaputera (peny.), Konteks

BAB I PENDAHULUAN. 1 Eka Darmaputera, Menuju Teologi Kontekstual Di Indonesia, dalam Eka Darmaputera (peny.), Konteks BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam tulisannya yang berjudul Menuju Teologi Kontekstual Di Indonesia 1, Eka Darmaputera memaparkan tentang pentingnya teologi kontekstual dengan bertolak dari keprihatinan

Lebih terperinci

PENGARAHAN AKADEMIK UNTUK MAHASISWA BARU S3 IE. Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FEB-UGM Oleh: Prof. MUDRAJAD KUNCORO, Ph.D

PENGARAHAN AKADEMIK UNTUK MAHASISWA BARU S3 IE. Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FEB-UGM Oleh: Prof. MUDRAJAD KUNCORO, Ph.D PENGARAHAN AKADEMIK UNTUK MAHASISWA BARU S IE Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FEB-UGM Oleh: Prof. MUDRAJAD KUNCORO, Ph.D Program Magister PROGRAM STUDI JUMLAH PENDAFTAR Jumlah Pendaftar dan Mahasiswa

Lebih terperinci

KATALOG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

KATALOG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH KATALOG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2014 KATA PENGANTAR Penerbitan Katalog Pascasarjana dimaksudkan untuk memberikan panduan pelaksanaan proses belajar mengajar

Lebih terperinci

PENGINJILAN I. PENTINGNYA VISI DAN MISI PENGINJILAN DALAM GEREJA LOKAL

PENGINJILAN I. PENTINGNYA VISI DAN MISI PENGINJILAN DALAM GEREJA LOKAL PENGINJILAN I. PENTINGNYA VISI DAN MISI PENGINJILAN DALAM GEREJA LOKAL 1. Visi dan Misi Penginjilan dalam gereja lokal a. Visi: Terlaksananya Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28: 19 20) b. Misi: (1)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam

BAB I PENDAHULUAN. Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam kebaktian yang dilakukan oleh gereja. Setidaknya khotbah selalu ada dalam setiap kebaktian minggu.

Lebih terperinci

PROSPEK TEOLOGI SEBAGAI ILMU 1

PROSPEK TEOLOGI SEBAGAI ILMU 1 12 PROSPEK TEOLOGI SEBAGAI ILMU 1 Pdt. Daniel Ronda, Th.M. 2 Abstrak Teologi adalah Ilmu yang bersifat multi dimensi. Karena itu, ilmu teologi harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lainnya sebagai pendukung

Lebih terperinci

BAGIAN II--TEOLOGI KISAH PARA RASUL. l. Lukas adalah seorang Yunani, bukan seorang Yahudi-- Kol. 4:l0- l4

BAGIAN II--TEOLOGI KISAH PARA RASUL. l. Lukas adalah seorang Yunani, bukan seorang Yahudi-- Kol. 4:l0- l4 1 BAGIAN II--TEOLOGI KISAH PARA RASUL PENDAHULUAN A. Penulis. l. Lukas adalah seorang Yunani, bukan seorang Yahudi-- Kol. 4:l0- l4 2. Ada yang merasa bahwa dia dilahirkan di Antiokhia di Siria, dan ada

Lebih terperinci

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN A.1 Latar Belakang Masalah Merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan); tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada atau pihak

Lebih terperinci

Penjelasan Program Extension GRAPHE International Theological Seminary

Penjelasan Program Extension GRAPHE International Theological Seminary Penjelasan Program Extension GRAPHE International Theological Seminary Program Extension Graphe International Theological Seminary bertujuan untuk mendidik sebanyak mungkin orang Kristen dalam kebenaran

Lebih terperinci

MAKNA DAN ARTI KATA EVANGELIS 1

MAKNA DAN ARTI KATA EVANGELIS 1 MAKNA DAN ARTI KATA EVANGELIS 1 Abstrak Diskusi tentang arti kata Evangelis dalam sejarah pembentukan nama gereja Kalimantan Evangelis cukup menyita banyak waktu. Studi yang konsen atas pemakaian nama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gereja adalah persekutuan orang percaya yang dipanggil oleh Allah dan diutus untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia, ini merupakan hakikat gereja. Gereja juga dikenal

Lebih terperinci

Bisa. Mengajar. Merupakan Pelayanan

Bisa. Mengajar. Merupakan Pelayanan Mengajar Bisa Merupakan Pelayanan Tahukah saudara bahwa Allah menginginkan saudara menjadi guru? Dalam pelajaran ini saudara akan belajar bahwa demikianlah halnya. Saudara akan belajar mengapa Allah menghendaki

Lebih terperinci

Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia

Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia HERMENEUTIKA Dari KPP SAB Beji, 8-12 September 08 HERMENEUTIKA Oleh: Pdt. Drs. Yos Hartono, S.Th. A. Pendahuluan Salah satu pertanyaan penting dalam hermeneutika adalah mengapa kita perlu menafsirkan ayat-ayat

Lebih terperinci

KITAB PENGKHOTBAH 23 JULI 2012 GPIB JEMAAT IMMANUEL BEKASI PDT. ALEX LETLORA.

KITAB PENGKHOTBAH 23 JULI 2012 GPIB JEMAAT IMMANUEL BEKASI PDT. ALEX LETLORA. KITAB PENGKHOTBAH 23 JULI 2012 GPIB JEMAAT IMMANUEL BEKASI PDT. ALEX LETLORA. PENDAHULUAN. Nama asli dalam bahasa Ibrani adalah Qo Helet, sedangkan bahasa Inggrisnya adalah Ecclesiastes. Qo Helet dapat

Lebih terperinci

KURIKULUM DAN PROSPEK JURUSAN TEOLOGI STAKN MANADO 1. Oleh: Anita Inggrith Tuela, M.Th 2

KURIKULUM DAN PROSPEK JURUSAN TEOLOGI STAKN MANADO 1. Oleh: Anita Inggrith Tuela, M.Th 2 KURIKULUM DAN PROSPEK JURUSAN TEOLOGI STAKN MANADO 1 Oleh: Anita Inggrith Tuela, M.Th 2 Pendahuluan Penyelenggaraan formal pendidikan teologi di Indonesia telah berlangsung sejak abad ke-19. Akan tetapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertemunya masyarakat yang beragama, yang disebut juga sebagai jemaat Allah. 1

BAB I PENDAHULUAN. bertemunya masyarakat yang beragama, yang disebut juga sebagai jemaat Allah. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persekutuan di dalam Yesus Kristus dipahami berada di tengah-tengah dunia untuk dapat memberikan kekuatan sendiri kepada orang-orang percaya untuk dapat lebih kuat

Lebih terperinci

UKDW. BAB I Pendahuluan

UKDW. BAB I Pendahuluan BAB I Pendahuluan 1. Latar Belakang Secara umum kita dapat mengamati bahwa para pelayan jemaat atau pendeta, pengerja maupun para calon pendeta yang ditempatkan di berbagai gereja-gereja arus utama di

Lebih terperinci

UKDW. BAB I Pendahuluan

UKDW. BAB I Pendahuluan BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Permasalahan Hidup yang penuh berkelimpahan merupakan kerinduan, cita-cita, sekaligus pula harapan bagi banyak orang. Berkelimpahan seringkali diartikan atau setidaknya

Lebih terperinci

BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) FAKULTAS Semua FAKULTAS Program Studi Semua Program Studi BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik Kode Mata Kuliah : HUH1C2 SKS : 2 (dua) SKS Semester

Lebih terperinci

SIGNIFIKANSI FIRMAN YANG BERSIFAT TERTULIS

SIGNIFIKANSI FIRMAN YANG BERSIFAT TERTULIS SIGNIFIKANSI FIRMAN YANG BERSIFAT TERTULIS SEBUAH KARYA TULIS ILMIAH DITUJUKAN KEPADA: Dr. Suhento Liauw, S.Th., M.R.E., D.R.E., Th.D DOSEN GRAPHE INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY UNTUK MEMENUHI TUNTUTAN

Lebih terperinci

Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th.

Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th. Dasar Kebersatuan Umat Kristen Efesus 2:11-22 Pdt. Andi Halim, S.Th. Bicara soal kebersatuan, bukan hanya umat Kristen yang bisa bersatu. Bangsa Indonesia pun bersatu. Ada semboyan Bhineka Tunggal Ika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Lihat sila pertama dalam Dasar Negara Indonesia: Pancasila

BAB I PENDAHULUAN. 1 Lihat sila pertama dalam Dasar Negara Indonesia: Pancasila BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Seringkali kita mendengar dan membaca bahwa negara kita yaitu negara Indonesia adalah negara yang beragama. Dikatakan demikian, karena pada umumnya setiap warga negara

Lebih terperinci

4 INJIL. Pelajaran ke 4 Hidup & Ajaran YESUS

4 INJIL. Pelajaran ke 4 Hidup & Ajaran YESUS 4 INJIL Pelajaran ke 4 Hidup & Ajaran YESUS Dalam Alkitab kita menemukan empat Injil, walaupun keempat Injil digabungkan, tidak dapat menggambarkan segala sesuatu tentang Yesus; siapa Dia, apa yang Dia

Lebih terperinci

By Daniel Ronda (untuk mata kuliah Sistem-Sistem Teologi) Sejarah Singkat

By Daniel Ronda (untuk mata kuliah Sistem-Sistem Teologi) Sejarah Singkat By Daniel Ronda (untuk mata kuliah Sistem-Sistem Teologi) Sejarah Singkat Istilah ini muncul sebagai akibat dari pertikaian pada awal abad ke 17 di Belanda tentang ajaran predestinasi. Jacobus Arminius

Lebih terperinci

KONTEKSTUALISASI DAN PERJANJIAN LAMA

KONTEKSTUALISASI DAN PERJANJIAN LAMA KONTEKSTUALISASI DAN PERJANJIAN LAMA SHORTER kitab Perjanjian lama lebih dahulu menempatkan Sabda kepada dunia, konsep yang mendasari pendekatan Kristologi untuk berkontekstualisasi. inilah suara Tuhan

Lebih terperinci

Oleh, Yohanes Yuniatika NIM: SKRIPSI

Oleh, Yohanes Yuniatika NIM: SKRIPSI PENGKHIANATAN YUDAS ISKARIOT TERHADAP YESUS DALAM INJIL YOHANES (Studi Hermeneutik Sosio-Politik Terhadap Narasi Pengkhianatan Yudas Iskariot Yang Terdapat Dalam Injil Yohanes 13: 1-35) Oleh, Yohanes Yuniatika

Lebih terperinci

Pendahuluan. Artikel lama tentang Prinsip Penafsiran Sederhana. Oleh Daniel Ronda

Pendahuluan. Artikel lama tentang Prinsip Penafsiran Sederhana. Oleh Daniel Ronda Artikel lama tentang Prinsip Penafsiran Sederhana Oleh Daniel Ronda Pendahuluan Firman Tuhan penting bagi kita orang percaya. Ada beberapa point tentang pentingnya Alkitab bagi kita. [1] Pertama, karena

Lebih terperinci

SILABUS & KONTRAK PERKULIAHAN TEOLOGI AGAMA-AGAMA. Yonas Muanley (Alor Pulau Shalom)

SILABUS & KONTRAK PERKULIAHAN TEOLOGI AGAMA-AGAMA. Yonas Muanley (Alor Pulau Shalom) SILABUS & KONTRAK PERKULIAHAN TEOLOGI AGAMA-AGAMA Yonas Muanley (Alor Pulau Shalom) IDENTITAS MATA KULIAH Perguruan T : STT IKSM Santosa Asih Mata Kuliah : Teologi Agama-Agama Bobot : 2 SKS Semester :

Lebih terperinci

Surat-surat Paulus DR Wenas Kalangit

Surat-surat Paulus DR Wenas Kalangit Surat-surat Paulus DR Wenas Kalangit 15 Januari 2008 Jakarta 1 Surat-surat Paulus Catatan Umum Hampir separuh PB, yakni 13 kitab, memakai nama Paulus sebagai penulisnya (= Suratsurat Paulus). Selain itu,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kebebasan merupakan hal yang menarik bagi hampir semua orang. Di Indonesia, kebebasan merupakan bagian dari hak setiap individu, oleh karena itu setiap

Lebih terperinci

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM A

PEMBARUAN DATABASE SEKOLAH-SEKOLAH ANGGOTA PERSETIA FORM A Nama Sekolah: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray [1] Berdiri sejak tahun: 1932 Narasi singkat : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray pada mulanya bernama Sekolah Alkitab Makassar yang didirikan oleh Dr. Robert

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Sejak manusia pertama (Adam) jatuh ke dalam dosa, seperti dikisahkan pada kitab Kejadian dari Alkitab Perjanjian Lama, maka pintu gerbang dunia terbuka

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam pengajaran gereja sakramen disebut sebagai salah satu alat pemelihara keselamatan bagi umat Kristiani. Menurut gereja-gereja reformasi hanya ada dua sakramen,

Lebih terperinci

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan bernyanyi menjadi bagian yang penting dalam rangkaian peribadahan. Peribadahan-peribadahan yang dilakukan di gereja-gereja Protestan di Indonesia mempergunakan

Lebih terperinci

BAGIAN 1 PENGERTIAN DAN LATAR BELAKANG BAB I TEOLOGI ABU-ABU: DIMENSI DEFINITIF DAN HISTORIS...

BAGIAN 1 PENGERTIAN DAN LATAR BELAKANG BAB I TEOLOGI ABU-ABU: DIMENSI DEFINITIF DAN HISTORIS... DAFTAR ISI PERSEMBAHAN PRAKATA OLEH Prof. JOSEPH TONG, Ph.D. KATA PENGANTAR PENDAHULUAN DAFTAR ISI BAGIAN 1 PENGERTIAN DAN LATAR BELAKANG BAB I TEOLOGI ABU-ABU: DIMENSI DEFINITIF DAN HISTORIS...39 A. Dimensi

Lebih terperinci

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Masalah Nama Tsang Kam Foek (untuk seterusnya penyusun akan menyebut beliau dengan nama Tsang To Hang 1 ) tentunya tidak dapat dilepaskan dari sejarah pekabaran Injil

Lebih terperinci