Modul Ekonomi Kelas X SMA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Modul Ekonomi Kelas X SMA"

Transkripsi

1 Modul Ekonomi Kelas X SMA i

2 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Ekonomi dengan kompetensi dasar menganalisis inflasi dan indeks harga dapat diselesaikan. Mendesain pengembangan bahan ajar yang baik, salah satu solusi dalam meningkatkan daya serap siswa dalam pembelajaran Ekonomi yang mengutamakan kemampuan menganalisis pada pembelajaran ekonomi. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah modul. Modul yang dikembangkan dalam buku ini adalah modul berbasis pembelajaran saintifik. Modul dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Modul ini mengarahkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan aplikatif dan mencipta siswa dalam proses pembelajaran ekonomi pada peserta didik SMA program peminatan IPS. Penyusun mengharapkan dengan tersusunnya dan diterapkannya modul ini dapat meningkatkan kemampuan aplikatif dan mencipta peserta didik dalam proses pembelajaran serta dapat dikembangkan lebih lanjut modul yang memadukan kurikulum 2013 dengan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 Wassalamu alaikum Wr, Wb. Surakarta, Juni 2017 Penyusun Modul Ekonomi Kelas X SMA ii

3 UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, atas rahmat dan hidayah yang telah di berikan oleh Allah SWT penulis dapat menyusun modul ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan modul ini masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dalam aspek subtansi maupun penulisnya. Hal tersebut dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Meskipun demikian alhamdulillah berkat bantuan dan motivasi serta bimbingan dan fasilitas dari berbagai pihak akhirnya penulis mampu menyelesaikan modul ini. Oleh karena itu dengan rasa tulusdan ikhlas, penulis ucapkan terima kasih yang Sebesar besarnya kepada yang terhormat : 1. Dosen pengampu, Agus Susilo, S.Pd, M.Pd 2. Semua dosen S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan bimbingan dan wawasan keilmuan kepada penulis sehingga menambah keyakinan untuk menggapai harapan masa depan yang lebih baik. 3. Kedua orang tua tercinta yang senantiasa memotivasi dan mendoakan penulis selama penyusunan modul ini. 4. Semua teman-teman kelas D FKIP Pendidikan Akuntansi yang selalu tetap eksis untuk selalu berkumpul dan berceria. Terimakasih terucap untuk kalian semua. Semoga modul ini memberikan informasi bagi kita semua dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua Modul Ekonomi Kelas X SMA iii

4 Daftar Isi Pengantar dan Tujuan Modul... ii Ucapan Terima Kasih... iii Daftar Isi...iv Daftar Tabel... v Daftar Gambar...vi Bagian I Kompetensi Dasar: Menganalisis Inflasi dan Indeks Harga... 1 Indikator Pertemuan Pertama... 1 Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama... 1 Pengertian Inflasi... 2 Cara Menghitung Laju Inflasi... 2 Penyebab Inflasi... 2 Cara Mengatasi Inflasi... 3 Dampak Inflasi... 5 Rangkuman... 9 Kesimpulan Proses Pelajaran Refleksi Pelajaran Lembar Evaluasi Pelajaran Bagian II Kompetensi Dasar: Menganalisis Inflasi dan Indeks Harga Indikator Pertemuan Kedua Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua Pengertian Indeks Harga Macam-Macam Indeks Harga Ciri-Ciri Indeks Harga Metode Perhitungan Indeks Harga Rangkuman Kesimpulan Proses Pelajaran Refleksi Pelajaran Lembar Evaluasi Pelajaran Glosarium Daftar Pustaka Indeks Profil Penulis... Modul Ekonomi Kelas X SMA iv

5 Daftar Tabel Tabel Modul Ekonomi Kelas X SMA v

6 Daftar Gambar Gambar Modul Ekonomi Kelas X SMA vi

7 Kompetensi Dasar : Menganalisis Inflasi dan Indeks Harga MAU TAHU Indikator Pertemuan Pertama 1. Mendeskripsikan pengertian inflasi 2. Mengidentifikasi penyebab inflasi dan cara mengatasi inflasi Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama 1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian inflasi 2. Siswa mampu mengidentifikasi penyebab inflasi dan cara mengatasi inflasi Ekonomis rasional yaitu para konsumen yang selalu berusaha mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sedangkan produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. (Menurut ahli-ahli ekonomi klasik pada abad ke18 dan 19, seperti Adam Smith, David Ricardo, yang selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou.) Modul Ekonomi Kelas X SMA 1

8 A 1. Amatilah paparan materi dibawah ini dan temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan a. Pengertian Inflasi Dalam ekonomi, inflasi memiliki pengertian suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terusmenerus. Jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa di dalam negeri akan mengalami kenaikan. Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara terus menerus. Inflasi merupakan proses mengenai suatu peristiwa bukan mengenai tinggi rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Dianggap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang terus-menerus dan saling memengaruhi. Gambar 1.1 Ilustrasi Laju Inflasi Cara Menghitung Laju Inflasi Keterangan: IHt IHt1 Laju Inflasi = IHt IHt1 IHt1 x 100% = Indeks harga tahun tertentu (tahun yang dihitung) = Indeks harga tahun sebelumnya b. Penyebab Inflasi dan Cara Mengatasi Inflasi 1. Penyebab Inflasi a) Tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. b) Desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan adanya kelangkaan distribusi. Modul Ekonomi Kelas X SMA 2

9 2. Cara Mengatasi Inflasi a) Kebijakan Moneter Peran bank sentral dalam mengatasi inflasi adalah dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang diambil oleh bank sentral dinamakan kebijakan moneter, yaitu dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut: 1) Politik Diskonto (discount politic) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada menjalankan investasi. 2) Politik Pasar Terbuka (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual suratsurat berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat. 3) Politik Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase kas, diharapkan jumlah kredit akan berkurang. 4) Pengawasan kredit selektif. b) Kebijakan Fiskal Selain kebijakan moneter, pemerintah juga dapat memberlakukan kebijakan fiskal yaitu kebijakan yang berhubungan dengan pengaturan penerimaan dan pengeluaran negara. Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskal adalah pengaturan pengeluaran pemerintah (APBN) dan peningkatan tariff atau pajak. c) Kebijakan Nonmoneter Selain dua kebijakan di atas, ada juga yang disebut kebijakan nonmoneter yang mengatur hal-hal berikut: 1) Peningkatan produksi 2) Kebijakan upah 3) Pengawasan harga Modul Ekonomi Kelas X SMA 3

10 Laporan Inflasi Berdasarkan Perhitungan Inflasi Tahunan Bulan dan Tahun Tingkat Inflasi Januari % Desember % November % Oktober % September % Agustus % Juli % Juni % Mei % April % Maret % Februari % Januari % Desember % November % Oktober % September % Agustus % Juli % Juni % sumber: Tabel 1.1 Laporan Inflasi Tahun Modul Ekonomi Kelas X SMA 4

11 B 2. Dari paparan diatas coba diskusikan dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru untuk menganalisis dampak positif maupun dampak negatif yang ditimbulkan oleh inflasi! Secara umum, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hyperinflation) keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat bekerja, menabung atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap, seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. a. Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi. b. Bagi para penabung Bagi para penabung, inflasi menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan bunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga nilai uang tetap menurun. Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang karena untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat. c. Bagi debitur dan kreditur Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, bagi kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman. Modul Ekonomi Kelas X SMA 5

12 d. Bagi produsen Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Jika hal ini terjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, jika inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen dapat menghentikan produksinya untuk sementara waktu, bahkan jika tidak sanggup mengikuti laju inflasi dapat gulung tikar (biasanya terjadi pada pengusaha kecil). e. Bagi perekonomian nasional 1) Investasi berkurang 2) Mendorong tingkat bunga 3) Mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif 4) Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan 5) Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang 6) Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang 7) Menimbulkan defisit neraca pembayaran 8) Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Dampak Positif Inflasi Modul Ekonomi Kelas X SMA 6

13 Dampak Negatif Inflasi C 3. Setelah dapat menganalisis dampak positif maupun dampak negatif yang ditimbulkan oleh inflasi, coba kerjakan soal mengenai inflasi pada lembar jawab yang telah disediakan bersama anggota kelompok Kerjakan Kasus Berikut Dengan Anggota Kelompok 1. Jelaskan pengertian inflasi! 2. Jelaskan penyebab dari inflasi! 3. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari inflasi? 4. Bagaimana cara-cara mengatasi inflasi? 5. Sebutkan penggolongan inflasi berdasarkan tingkat keparahannya! 6. Sebutkan penggolongan inflasi berdasarkan asal inflasi! 7. Apa penyebab terjadinya inflasi menurut Keynes? 8. Apa peran bank sentral dalam mengendalikan inflasi! 9. Sebutkan cara-cara yang digunakan dalam kebijakan moneter dalam mengatasi inflasi! 10. Jelaskan cara menghitung laju inflasi! Modul Ekonomi Kelas X SMA 7

14 Lembar Jawab Modul Ekonomi Kelas X SMA 8

15 D E F 1. Setelah dikerjakan paparkanlah hasil pengerjaan bersama anggota kelompok ke depan kelas dan komunikasikan hasil pengerjaan diatas bersama dengan kelompok lain 2. Setelah dipaparkan pengerjaan dari setiap anggota kelompok coba dianalisa ketepatan setiap jawaban masing-masing kelompok, jika ada jawaban yang kurang tepat coba komunikasikan jawaban yang tepat dengan berkonsultasi dengan guru. 3. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman dan menyimpulkan akan jalanya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat mataeri yang kita pelajari hari ini. Rangkuman Modul Ekonomi Kelas X SMA 9

16 Kesimpulan Pelajaran Hari Ini Refleksi Pelajaran Hari Ini Modul Ekonomi Kelas X SMA 10

17 G 4. Untuk tambahan pengetahuan dirumah silahkan untuk mendalami materi yang hari ini kita pelajari, dan silahkan untuk mempelajari indeks harga pada pertemuan yang akan datang. E V A L U A S I A. Soal Pilihan Ganda 1. Berikut ini yang bukan kebijaksanaan untuk menanggulangi inflasi adalah... a. Tingkat bunga tabungan b. Peningkatan pajak c. Pemberian kredit d. Penurunan tariff pajak e. Penjualan obligasi pemerintah 2. Inflasi yang disebabkan karena kesalahan pengelolaan perekonomian suatu negara disebut... a. Imported inflation b. Demandpull inflation c. Hyperinflation d. Domestic inflation e. Cost push inflation 3. Apabila tingkat inflasi Indonesia adalah 7%, maka berdasarkan tingkat keparahannya inflasi di Indonesia tergolong dalam kategori... a. Inflasi sedang b. Inflasi ringan c. Inflasi berat d. Inflasi menengah e. Inflasi tinggi 4. Inflasi yang berkisar 10% - 30% pertahun dan belum membahayakan kegiatan ekonomi digolongkan dalam inflasi. a. Inflasi ringan b. Inflasi tinggi c. Inflasi sedang d. Inflasi berat e. Inflasi menengah 5. Inflasi yang disebabkan atas meningkatnya biaya produksi disebut... a. Spiral inflation b. Demand pull inflation c. Supply side inflation d. Cost push inflation e. Downward inflation Modul Ekonomi Kelas X SMA 11

18 6. Dibawah ini yang bukan merupakan dampak inflasi bagi perekonomian nasional yaitu... a. Meningkatkan pembangunan b. Investasi berkurang c. Menimbulkan defisit neraca pembayaran d. Menurunkan kesejahteraan rakyat e. Daya saing produk nasional berkurang 7. Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat agar tidak terjadi inflasi. Karena peredaran uang yang berlebihan akan menyebabkan inflasi. Ini merupakan teori... a. Hansen Mowen b. Kuantitas c. Strukturalis d. Keynes e. Passcall 8. Berikut ini yang bukan peran dari bank sentral dalam mengendalikan inflasi adalah a. Mengatur jumlah uang yang beredar b. Mengatur nilai tukar c. Independensi penentuan kebijakan d. Intervensi pemerintah e. Menentukan inflation targetting 9. Cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi inflasi, kecuali... a. Politik pasar terbuka b. Pinjam ke luar negeri c. Pengawasan kerja d. Politik diskonto e. Kebijakan upah 10. Cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi inflasi dengan melakukan kebijakan moneter kecuali... a. Kebijakan upah b. Pengawasan kredit c. Politik diskonto d. Politik pasar terbuka e. Politik persediaan kas ** SELAMAT MENGERJAKAN ** Modul Ekonomi Kelas X SMA 12

19 PETUNJUK PENILAIAN Masukkan Nilaimu - Setiap jawaban benar bernilai (1) Nilai = (Jumlah jawaban benar : 10) X Tingkat Penguasaan: (A) Baik sekali = (B) Baik = (C) Cukup = (D) Kurang = < 69 Modul Ekonomi Kelas X SMA 13

20 Kompetensi Dasar : Menganalisis Inflasi dan Indeks Harga MAU TAHU Indikator Pertemuan Kedua 1. Mendeskripsikan pengertian indeks harga 2. Mengidentifikasi ciri-ciri indeks harga 3. Mengidentifikasi metode perhitungan indeks harga Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua 1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian indeks harga 2. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri dan peranan indeks harga 3. Siswa mampu mengidentifikasi metode perhitungan indeks harga Pemerintah menetapkan politik harga secara kontinu dengan membandingkan harga setiap komoditas pada suatu periode dengan periode yang lain, dengan menetapkan suatu nilai standar atas dasar periode tertentu yang dijadikan pedoman oleh pemeritah untuk mengendalikan harga itu disebut Indeks Harga. Modul Ekonomi Kelas X SMA 14

21 A Amatilah paparan materi dibawah ini dan temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan a. Pengertian Indeks Harga Untuk menghitung besar laju inflasi, sebelumnya kita harus mengetahui dulu besarnya Indeks Harga, yaitu perbandingan perubahan harga tahun tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year). Indeks harga biasa digunakan untuk mengetahui ukuran perubahan variabel-variabel ekonomi sebagai barometer keadaan perekonomian, memberi gambaran yang tepat mengenai kecenderungan perdagangan dan kemakmuran. Beberapa macam indeks harga adalah sebagai berikut. 1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsimsi aktual masyarakat. 2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu, yang dibeli oleh produsen meliputi bahan mentah dan bahan setengah jadi. Perbedaannya dengan IHK adalah kalau IHP mengukur tingkat harga pada awal sistem distribusi, IHK mengukur harga langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran. Indeks harga produsen biasa disebut juga indeks harga grosir (wholesale price index). 3. Indeks harga yang harus dibayar dan diterima oleh petani. Indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani baik untuk biaya hidup maupun untuk biaya proses produksi, apabila dalam menghitung indeks dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, pajak, upah pekerja yang dibayar oleh petani, indeks yang diperoleh disebut indeks paritas. Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu disebut rasio paritas (parity ratio). Terdapat 3 Macam Angka Indeks: a. Angka Indeks Harga (Price Relative) b. Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative) c. Angka Indeks Nilai (Value Relative) Modul Ekonomi Kelas X SMA 15

22 b. Ciri-Ciri Indeks Harga Indeks harga mempunyai ciri-ciri di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Indeks harga sebagai standar sebagai perbandingan harga dari waktu ke waktu. 2. Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan. 3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi. 4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil. 5. Penghitungan indeks harga menggunakan metode yang sesuai dan tepat. 6. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikali 100. c. Metode Perhitungan Indeks Harga 1. Metode tak tertimbang Keterangan: εpn X 100 % εpo Pn = harga pada tahun sekarang (ke n) Po = harga pada tahun dasar 2. Metode tertimbang a. Metode Laspeyres b. Metode Paasche c. Metode Tahun Khas Keterangan: ε (Pn x Qo) X 100 % ε (Po x Qo) ε (Pn x Qn) X 100 % ε (Po x Qn) ε (Pn x Qn) X 100 % ε (Po x Qo) Pn = harga pada tahun sekarang (ke n) Po = harga pada tahun dasar Qn = kuantitas pada tahun sekarang (ke n) Qo = kuantitas pada tahun dasar Modul Ekonomi Kelas X SMA 16

23 B 1. Dari paparan diatas coba diskusikan bersama anggota kelompok dengan bimbingan guru untuk mendiskripsikan 3 macam-macam angka indeks! 2. Angka Indeks Harga (Price Relative) Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative) Angka Indeks Nilai (Value Relative) Modul Ekonomi Kelas X SMA 17

24 C 5. Setelah dapat menganalisis macam-macam angka indeks, coba kerjakan soal mengenai indeks harga dengan anggota kelompok pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Jelaskan pengertian indeks harga dalam ekonomi! 2. Jelaskan macam-macam indeks harga! 3. Terdapat dua metode penghitungan indeks harga yang umum dipakai. Jelaskan! 4. Sebutkan ciri-ciri indeks harga! 5. Jelaskan cara menghitung indeks harga menurut perhitungan indeks harga Laspeyres! 6. Sebutkan peranan indeks harga dalam ekonomi! 7. Jelaskan cara menghitung indeks harga menurut perhitungan indeks harga Paasche! 8. Sebutkan 3 macam angka indeks! 9. Jelaskan cara menghitung indeks harga menurut perhitungan indeks harga Tahun Khas! 10. Jelaskan cara menghitung indeks harga menurut perhitungan indeks harga tidak tertimbang! LEMBAR JAWAB Modul Ekonomi Kelas X SMA 18

25 6. Setelah dikerjakan, paparkanlah hasil pengerjaan bersama anggota kelompok ke depan kelas dan komunikasikan hasil pengerjaan diatas bersama dengan D kelompok lain. Modul Ekonomi Kelas X SMA 19

26 7. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman E dan menyimpulkan akan jalannya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat materi yang kita pelajari hari ini. Rangkuman Modul Ekonomi Kelas X SMA 20

27 Kesimpulan Pelajaran Hari Refleksi Pelajaran Hari Ini Modul Ekonomi Kelas X SMA 21

28 E 8. Untuk tambahan pengetahuan dirumah silahkan untuk mengerjakan soal latihan dibawah ini. E V A L U A S I 1. Perbandingan perubahan harga tahun tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year) merupakan pengertian dari. a. Deflasi b. Angka indeks c. Indeks harga d. Inflasi e. Metode perhitungan angka indeks 2. Angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsumsi aktual masyarakat disebut. a. Indeks harga b. Indeks harga yang dibayar petani c. Indeks harga yang diterima petani d. Indeks harga konsumen e. Indeks harga produsen 3. Macam-macam angka indeks ada tiga. Dibawah ini yang bukan merupakan macammacam angka indeks harga yaitu. a. Angka indeks harga b. Angka indeks jumlah c. Angka indeks nilai d. Value relative e. Parity ratio 4. Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu disebut. a. Indeks harga konsumen b. Indeks harga produsen c. Indeks harga grosir d. Indeks harga campuran e. Rasio paritas 5. Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar (Qo) adalah metode. a. Paasche b. Laspayres c. Pearson Modul Ekonomi Kelas X SMA 22

29 d. Bebas e. Jumlah Kuadrat 6. Di bawah ini yang tidak termasuk ciri-ciri indeks harga adalah... a. Berdasarkan data relevan b. Memiliki satuan persentase c. Menggunakan metode perhitungan yang tepat d. Indeks harga ditentukan melalui populasi e. Dihitung saat kondisi stabil 7. Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun tertentu (Qn) adalah metode... a. Laspeyres b. Pearson c. Paasche d. Bebas e. Jumlah Kuadrat 8. Dibawah ini yang termasuk peranan indeks harga adalah. a. Indeks harga sebagai standar perbandingan harga dari waktu ke waktu b. Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan c. Memberikan gambaran atau trend dalam perdagangan d. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil e. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar ditambah Berikut yang bukan merupakan peranan indeks harga yaitu... a. Dapat dijadikan standar atau pedoman untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu b. Indeks harga merupakan petunjuk atau indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara umum c. Indeks harga pedagang besar dapat memberikan gambaran atau trend dalam perdagangan d. Indeks harga konsumen dan indeks biaya hidup dapat digunakan sebagai dasar penetapan gaji, termasuk dasar untuk mengubahnya e. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi. 10. Dibawah ini yang bukan merupakan metode perhitungan indeks harga adalah. a. Metode Tahun Khas b. Metode tak Tertimbang c. Metode Campuran d. Metode Laspeyres e. Metode Paasche *** SELAMAT MENGERJAKAN *** Modul Ekonomi Kelas X SMA 23

30 PETUNJUK PENILAIAN Masukkan Nilaimu - Setiap jawaban benar bernilai (1) Nilai = (Jumlah jawaban benar : 10) X Tingkat Penguasaan: (A) Baik sekali = (B) Baik = (C) Cukup = (D) Kurang = < 69 Modul Ekonomi Kelas X SMA 24

31 GLOSARIUM Inflasi : Proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (kontinu) Hiper Inflasi : Dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali dan keadaan perekonomian menjadi kacau Indeks Harga : Perbandingan perubahan harga tahun Tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year) Rasio Paritas : Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu IHP : Mengukur tingkat harga pada awal system distribusi IHK : Mengukur harga langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran Inflasi tertutup : Kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara kontinu Inflasi terbuka : Apabila kenaikan harga terjadi secara keseluruhan Modul Ekonomi Kelas X SMA 25

32 DAFTAR PUSTAKA Indrastuti dkk Ekonomi dan Kehidupan untuk SMA dan MA kelas XII. Jakarta: CV Puta Nugraha. Ismawanto Ekonomi Untuk SMA Dan MA Kelas XI. Sukoharjo: Gema Ilmu Khalwaly, Tajul Inflasi & Solusinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Permana, Leni, dkk Ekonomi 2 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas XI. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Permendikbud No. 81. A Implementasi Kurikulum Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Modul Ekonomi Kelas X SMA 26

33 INDEKS A Angka indeks 15 B Bunga 6 H Harga 2 Hiperinflasi 5 P Permintaan 2 Produksi 2 Pendapatan nasional 5 Produsen 2 S Spekulatif 6 Modul Ekonomi Kelas X SMA 27

34 PROFIL PENULIS Penulis Modul adalah Anindya Kusuma Putri, merupakan mahasiswa angkatan 2014 yang sedang menyelesaikan gelar S1 di Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UMS. Dalam media pembelajaran berbasis TIK, mahasiswa dituntut untuk menguasai berbagai proyek yang diberikan, seperti dalam pembuatan peta konsep (mind map), powerpoint dan modul yang saat ini masih dalam pembelajaran dan proses pengembangan modul. Dalam modul pembelajaran ini disinergikan dengan pendekatan dan model pembelajaran, dan ini kali pertamanya saya membuat modul pembelajaran. Diharapkan dengan berbagai keterampilan yang diperoleh mengenai media pembelajara berbasis TIK ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa dalam segala aspek pendidikan dan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Modul Ekonomi Kelas X SMA 28

MODUL INFLASI DAN INDEKS HARGA

MODUL INFLASI DAN INDEKS HARGA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK RAKYAT MODUL INFLASI DAN INDEKS HARGA ROMI REXVIANA SAPUTRI A210140167 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur

Lebih terperinci

Inflasi dan indes harga

Inflasi dan indes harga MODUL EKONOMI KELAS X Inflasi dan indes harga Inflasi dan indeks harga Page 1 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamualaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Akuntansi

Lebih terperinci

Inflasi dan Indeks Harga

Inflasi dan Indeks Harga Inflasi dan Indeks Harga Pokok Bahasan 1. Pengertian Inflasi dan Deflasi 2. Jenis Inflasi 3. Teori Inflasi 4. Sebab timbulnya Inflasi 5. Cara Mengatasi Inflasi 6. Dampak Inflasi dan Cara Menghitung Inflasi

Lebih terperinci

Jenis-Jenis Inflasi. Berdasarkan Tingkat Keparahan;

Jenis-Jenis Inflasi. Berdasarkan Tingkat Keparahan; INFLASI Pengertian Inflasi Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dan kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka panjang. Inflasi secara umum terjadi

Lebih terperinci

YUNITA ANGGRAINI. Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik. Bakti Ilmu

YUNITA ANGGRAINI. Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik. Bakti Ilmu YUNITA ANGGRAINI Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik i BI Bakti Ilmu Pengantar dan Tujuan Modul Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul

Lebih terperinci

ANGGIT BIMANTARA. Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasyah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional

ANGGIT BIMANTARA. Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasyah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional ANGGIT BIMANTARA Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasyah Aliyah Kelas X Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional i KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-nya,

Lebih terperinci

Ekonomi. untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1. Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Inung Oni Setiadi Irim Rismi Hastyorini. Dibuat oleh:

Ekonomi. untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1. Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Inung Oni Setiadi Irim Rismi Hastyorini. Dibuat oleh: Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1 Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Dibuat oleh: Inung Oni Setiadi Irim Rismi Hastyorini Disclaimer Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu

Lebih terperinci

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;.

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;. Bab V INFLASI Jika kita perhatikan dan rasakan dari masa lampau sampai sekarang, harga barang barang dan jasa kebutuhan kita harganya terus menaik, dan nilai tukar uang selalu turun dibandingkan nilai

Lebih terperinci

ekonomi K-13 INFLASI K e l a s A. INFLASI DAN GEJALA INFLASI Tujuan Pembelajaran

ekonomi K-13 INFLASI K e l a s A. INFLASI DAN GEJALA INFLASI Tujuan Pembelajaran K-13 ekonomi K e l a s XI INFLASI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan menjelaskan penyebab inflasi dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat. A. INFLASI

Lebih terperinci

PENDAPATAN NASIONAL ALLDO KURNIA PUTRA IPA 2 SEMESTER III. SMA AL AZHAR SYIFA BUDI JAKARTA Jalan Kemang Raya No.7 Jakarta Selatan

PENDAPATAN NASIONAL ALLDO KURNIA PUTRA IPA 2 SEMESTER III. SMA AL AZHAR SYIFA BUDI JAKARTA Jalan Kemang Raya No.7 Jakarta Selatan PENDAPATAN NASIONAL ALLDO KURNIA PUTRA IPA 2 SEMESTER III SMA AL AZHAR SYIFA BUDI JAKARTA Jalan Kemang Raya No.7 Jakarta Selatan Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

Lebih terperinci

Modul Mengelola Kartu Piutang dan Kartu Utang

Modul Mengelola Kartu Piutang dan Kartu Utang Modul Mengelola Kartu Piutang dan Kartu Utang NOVI MARIANTI A210140173 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Akuntansi

Lebih terperinci

A. Indeks Harga dan Inflasi

A. Indeks Harga dan Inflasi A. Indeks Harga dan Inflasi A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b 1) Indeks harga yang harus dibayar dan diterima petani adalah indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani untuk biaya proses produksi.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Angka Indeks Setiap kegiatan selalu mengalami kemajuan dan kemunduran, kadang-kadang produksi meningkat kadang-kadang menurun, hasil penjualan suatu perusahaan dapat

Lebih terperinci

Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si.

Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si. Pengertian Inflasi Sumber dan Dampak Inflasi Jenis Jenis Inflasi Kebijakan Pemerintah Mengatasi Inflasi Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si. 1 Inflasi Inflasi Dapat Didefinisikan Sebagai Suatu Kondisi Dimana

Lebih terperinci

PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL

PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL 1 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Ekonomi mempelajari perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,

Lebih terperinci

PERAN PELAKU KEGIATAN EKONOMI

PERAN PELAKU KEGIATAN EKONOMI PERAN PELAKU KEGIATAN EKONOMI ASIH RETA WENING SURYA A210140192 J PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL i KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, penyusunan

Lebih terperinci

MODUL AKUNTANSI SMA KELAS XII

MODUL AKUNTANSI SMA KELAS XII MODUL AKUNTANSI SMA KELAS XII EWI FORTUNA SARI SERI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDEKATAN SAINTIFIK PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT,

Lebih terperinci

MODUL AKUNTANSI SMK KELAS XI SEMESTER 1

MODUL AKUNTANSI SMK KELAS XI SEMESTER 1 MODUL AKUNTANSI SMK KELAS XI SEMESTER 1 BIDANG KEAHLIAN BISNIS dan MANAJEMEN Program Keahlian Akuntansi OKI ERFANA SULISTYARINI PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji

Lebih terperinci

BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI DI INDONESIA

BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI DI INDONESIA BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI DI INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Oleh : MAMIK WAHJUANTO 0611010011

Lebih terperinci

= Inflasi Pt = Indeks Harga Konsumen tahun-t Pt-1 = Indeks Harga Konsumen tahun sebelumnya (t-1)

= Inflasi Pt = Indeks Harga Konsumen tahun-t Pt-1 = Indeks Harga Konsumen tahun sebelumnya (t-1) Inflasi adalah kecendrungan meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus. Kenaikkan harga satu atau dua barang tidak bisa disebut sebagai inflasi, kecuali jika kenaikkan harga barang itu

Lebih terperinci

MODUL EKONOMI SMA KELAS XI

MODUL EKONOMI SMA KELAS XI MODUL EKONOMI SMA KELAS XI SEPTIANA SUSI PURWANTINI Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik i KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan

Lebih terperinci

Kebijakan Moneter dan Fiskal

Kebijakan Moneter dan Fiskal Kebijakan Moneter dan Fiskal KELAS UNTUK SMA / MA Nama : SEMESTER II Kelas :.. Sekolah :.. Disusun Oleh : Laila Rossana KATA PENGANTAR Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas

Lebih terperinci

MODUL EKONOMI SMA KELAS X

MODUL EKONOMI SMA KELAS X MODUL EKONOMI SMA KELAS X VIKA OKTAVIANI GRIYA ILMU SEJAHTERA PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Ekonomi kompetensi

Lebih terperinci

Pengantar dan Tujuan Modul

Pengantar dan Tujuan Modul Pengantar dan Tujuan Modul Assalamu alaikum Wr, Wb. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan modul ini dengan lancar,

Lebih terperinci

Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan

Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan KEBIJAKAN PEMERINTAH Kebijakan pemerintah yg berkaitan dengan APBN untuk mempengaruhi jalannya perekonomian guna mencapai sasaran atau tujuan tertentu Misal: 1. menaikkan/menurunkan budget 2. menaikkan

Lebih terperinci

MODUL KONSEP MANAJEMEN

MODUL KONSEP MANAJEMEN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK RAKYAT INDONESIA MODUL KONSEP MANAJEMEN FIANA RYZKI UTAMI A210140189 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat

Lebih terperinci

Analisis dalam teori mikro ekonomi pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, mis. Kegiatan seorang konsumen,

Analisis dalam teori mikro ekonomi pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, mis. Kegiatan seorang konsumen, MAKRO EKONOMI Analisis dalam teori mikro ekonomi pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, mis. Kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar Analisis

Lebih terperinci

MODUL EKONOMI SMA KELAS KELAS XI

MODUL EKONOMI SMA KELAS KELAS XI 2016 MODUL EKONOMI SMA KELAS KELAS XI ANDI WIBOWO SERI PENGENMBANGAN BAHAN AJAR PENGEMBANGAN SAINTIFIK 4/27/2016 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat

Lebih terperinci

MODUL INDEKS HARGA DAN INFLASI USER FARIS SUKMO PRIAMBUDI

MODUL INDEKS HARGA DAN INFLASI USER FARIS SUKMO PRIAMBUDI 2016 MODUL INDEKS HARGA DAN INFLASI USER FARIS SUKMO PRIAMBUDI 0 Kata Pengantar dan Tujuan Modul Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Ekonomi memahami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menetapkan stabilitas di bidang ekonomi yang sehat dan dinamis, pemeliharaan di bidang ekonomi akan tercipta melalui pencapaian

BAB I PENDAHULUAN. menetapkan stabilitas di bidang ekonomi yang sehat dan dinamis, pemeliharaan di bidang ekonomi akan tercipta melalui pencapaian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indikator indikator ekonomi makro sangat berperan dalam menstabilkan perekonomian. Menurut Lufti dan Hidayat ( 2007 ), salah satu indikator ekonomi makro yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. inflasi yang rendah dan stabil. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2004 Pasal 7,

BAB I PENDAHULUAN. inflasi yang rendah dan stabil. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2004 Pasal 7, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fokus utama dari kebijakan moneter adalah mencapai dan memelihara laju inflasi yang rendah dan stabil. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2004 Pasal 7, tujuan Bank Indonesia

Lebih terperinci

InfLasi dan Indeks Harga

InfLasi dan Indeks Harga BAHAN AJAR 7 (hand out) InfLasi dan Indeks Harga Oleh : 1. Anung Subekti (04) 2. Syaipul Nuha (32) 3. Novan Pujiyanto (22) 4. Ayu Nuryana Supra Dewi (06) 5. Estri Wahyu Untari (11) 6. Herlina (18) X 5

Lebih terperinci

PENGUKURAN INFLASI. Dalam menghitung Inflasi secara umum digunakan rumus: P P

PENGUKURAN INFLASI. Dalam menghitung Inflasi secara umum digunakan rumus: P P INFLASI Minggu 15 Pendahuluan Inflasi adalah kecendrungan meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus. Kenaikkan harga satu atau dua barang tidak bisa disebut sebagai inflasi, kecuali

Lebih terperinci

MODUL PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

MODUL PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA MODUL PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA v FEBRIYANA FITRI RAMADHANI PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr, Wb.

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr, Wb. KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr, Wb. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-nya,sehingga penyusun dapat menyelesaikan modul Ekonomi Kompetensi dasar menganalisis

Lebih terperinci

ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran

ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran K-13 ekonomi K e l a s XI KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Menjelaskan jenis dan instrumen

Lebih terperinci

INFLASI.

INFLASI. INFLASI DEFINISI MENURUT A.P. LERNER: kelebihan permintaan (excess demand) trhd penyediaan barangbarang dalam suatu perekonomian secara keseluruhan INFLASI ADLH: Kenaikan hargaharga barang umum secara

Lebih terperinci

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengertian Ilmu Ekonomi Adalah studi mengenai cara-cara yang ditempuh oleh masyarakat untuk menggunakan sumber daya yang langka guna memproduksi komoditas

Lebih terperinci

Perekonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia MODUL PERKULIAHAN Perekonomian Indonesia Sistem Moneter Indonesia Fakultas Program Studi Pertemuan Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi 13 84041 Abstraksi Modul ini membahas tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 2. untuk mencapai tingkat kestabilan harga secara mantap. 3. untuk mengatasi masalah pengangguran.

BAB I PENDAHULUAN. 2. untuk mencapai tingkat kestabilan harga secara mantap. 3. untuk mengatasi masalah pengangguran. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan jangka panjang yang dilaksanakan di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur dengan mengacu pada Trilogi Pembangunan (Rochmat Soemitro,

Lebih terperinci

Kebijakan Moneter & Bank Sentral

Kebijakan Moneter & Bank Sentral Kebijakan Moneter & Bank Sentral Pengertian Umum Kebijakan moneter adalah salah satu dari kebijakan ekonomi yang bisa dibuat oleh pemerintah Kebijakan moneter berkaitan dan berfokus pada pasokan uang

Lebih terperinci

EKONOMI. unlimited human s wants and needs. scarcity resources

EKONOMI. unlimited human s wants and needs. scarcity resources EKONOMI EKONOMI 1 2 3 unlimited human s wants and needs scarcity resources CHOICES Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi Kebutuhan Ekonomi, sifatnya tidak terbatas Kelangkaan (Scarcity), ketersediaannya terbatas

Lebih terperinci

MODUL EKONOMI SMA KELAS X

MODUL EKONOMI SMA KELAS X MODUL EKONOMI SMA KELAS X Septy Nur Aisah A210130049 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Akuntansikompetensi dasar memahami

Lebih terperinci

Dampak Inflasi Terhadap Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (Apbd) Pada Pemerintah Kota Tasikmalaya

Dampak Inflasi Terhadap Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (Apbd) Pada Pemerintah Kota Tasikmalaya Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-25 Dampak Inflasi Terhadap Anggaran Pendapatan Dan

Lebih terperinci

08. Tabel biaya dan produksi suatu barang sebagai berikut : Jumlah produksi Biaya tetap Biaya variabel Biaya total 4000 unit 5000 unit 6000 unit

08. Tabel biaya dan produksi suatu barang sebagai berikut : Jumlah produksi Biaya tetap Biaya variabel Biaya total 4000 unit 5000 unit 6000 unit EKONOMI KHUSUS 01. Dalam rangka menjaga kestabilan arus uang dan arus barang dalam perekonomian, bank sentral dapat melakukan penjualan dan pembelian surat-surat berharga di bursa efek. Kebijaksanaan bank

Lebih terperinci

V. TEORI INFLASI Pengertian Inflasi

V. TEORI INFLASI Pengertian Inflasi Nuhfil Hanani 1 V. TEORI INFLASI 5.1. Pengertian Inflasi Inflasi menunjukkan kenaikan dalam tingkat harga umum. Laju inflasi adalah tingkat perubahan tingkat harga umum, dan diukur sebagai berikut: tingkat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Makroekonomi Makroekonomi adalah teori dasar kedua dalam ilmu ekonomi, setelah mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis mengenai kegiatan di dalam perekonomian dengan

Lebih terperinci

ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran

ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran KTSP Kelas X ekonomi KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami instrumen kebijakan moneter. 2. Memahami kebijakan

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA E K O N O M I PROGRAM STUDI IPS PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan persiapan

Lebih terperinci

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Materi Perkuliahan: 1. Ruang Lingkup Analisis Makroekonomi (Konsep dasar ekonomi makro) 2. Aliran kegiatan perekonomian (aliran sirkular atau circular

Lebih terperinci

Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik

Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik [Type text] Untuk SMA/MA Kelas XI Ekonomi 2 Page Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Akuntansi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 1. Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (sehingga dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat

Lebih terperinci

A. PENGERTIAN SISTEM MONETER DI INDONESIA

A. PENGERTIAN SISTEM MONETER DI INDONESIA A. PENGERTIAN SISTEM MONETER DI INDONESIA Yang termasuk dalam sistem moneter adalah bank-bank atau lembaga-lembaga yang ikut menciptakan uang giral. Di Indonesia yang dapat digolongkan ke dalam sistem

Lebih terperinci

MODUL PEMBELAJARAN EKONOMI X SMA EKONOMI KELAS X SMA RETVIAN PUTRI IRMI

MODUL PEMBELAJARAN EKONOMI X SMA EKONOMI KELAS X SMA RETVIAN PUTRI IRMI MODUL PEMBELAJARAN EKONOMI X SMA EKONOMI KELAS X SMA RETVIAN PUTRI IRMI Pengantar dan tujuan Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penyusunan modul Akuntansi kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. didunia, termasuk Indonesia. Apabila inflasi ditekan dapat mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. didunia, termasuk Indonesia. Apabila inflasi ditekan dapat mengakibatkan BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sangat ditakuti oleh semua negara didunia, termasuk Indonesia. Apabila inflasi ditekan dapat mengakibatkan meningkatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara. Inflasi itu sendiri yaitu kecenderungan dari harga-harga untuk menaik

BAB I PENDAHULUAN. negara. Inflasi itu sendiri yaitu kecenderungan dari harga-harga untuk menaik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sangat ditakuti oleh semua negara. Inflasi itu sendiri yaitu kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. materi tersebut disampaikan secara berurutan, sebagai berikut.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. materi tersebut disampaikan secara berurutan, sebagai berikut. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Dalam bab landasan teori ini di bahas tentang teori Produk Domestik Regional Bruto, PDRB per kapita, pengeluaran pemerintah dan inflasi. Penyajian materi tersebut

Lebih terperinci

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Penger:an Ilmu Ekonomi Adalah studi mengenai cara- cara yang ditempuh oleh masyarakat untuk menggunakan sumber daya yang langka guna memproduksi komoditas

Lebih terperinci

BAB 11 LANDASAN TEORI

BAB 11 LANDASAN TEORI BAB 11 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Inflasi Definisi singkat dari inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk menaik secara umum dan terus-menerus. Ini tidak berarti bahwa harga-harga berbagai macam

Lebih terperinci

BAB II TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN. Volatilitas (volatility)berasal dari kata dasar volatile(restiyanto, 2009).

BAB II TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN. Volatilitas (volatility)berasal dari kata dasar volatile(restiyanto, 2009). BAB II TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN 2.1. Telaah Teoritis Volatilitas (volatility)berasal dari kata dasar volatile(restiyanto, 2009). Istilah ini mengacu pada kondisi yang berkonotasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Boediono (2000) Inflasi dapat diartikan sebagai kecenderungan kenaikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Boediono (2000) Inflasi dapat diartikan sebagai kecenderungan kenaikan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Defenisi Inflasi Boediono (2000) Inflasi dapat diartikan sebagai kecenderungan kenaikan harga barang secara umum dan terus menerus. kenaikan harga pada satu atau dua barang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. fiskal maupun moneter. Pada skala mikro, rumah tangga/masyarakat misalnya,

BAB I PENDAHULUAN. fiskal maupun moneter. Pada skala mikro, rumah tangga/masyarakat misalnya, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara umum angka inflasi yang menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga dan perubahan nilai dapat dipakai sebagai informasi dasar dalam pengambilan

Lebih terperinci

Uang EKO 2 A. PENDAHULUAN C. NILAI DAN JENIS-JENIS UANG B. FUNGSI UANG. value).

Uang EKO 2 A. PENDAHULUAN C. NILAI DAN JENIS-JENIS UANG B. FUNGSI UANG. value). A. PENDAHULUAN Uang adalah suatu benda atau alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatan pertukaran barang dengan barang atau lainnya. Ciri-ciri uang agar penggunaannya efisien:

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sering terjadi pada perekonomian suatu negara. Gejala-gejala inflasi pada perekonomian ditandai dengan kenaikan harga-harga secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya.

BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang memiliki spesialisasi yang tinggi. Hal ini berarti tidak ada seorangpun yang mampu memproduksi semua apa yang dikonsumsinya

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia.

I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. Manusia melakukan kegiatan konsumsi berarti mereka juga melakukan pengeluaran. Pengeluaran untuk

Lebih terperinci

BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT

BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT A. INFLASI Adalah kecederungan tingkat perubahan harga secara terus menerus, sementara tingkat harga adalah akumulasi dari inflasi inflasi terdahulu. π =

Lebih terperinci

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si. Modul ke: Fakultas FIKOM Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si. Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran. www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Kebijakan Moneter Kebijakan Fiskal Kebijakan Moneter

Lebih terperinci

MODUL UNTUK SMA DAN SMK RESIKO USAHA K E L A S X S E M E S T E R G E N A P. Penulis : Haris Ali Murfi T A H U N A J A R A N /

MODUL UNTUK SMA DAN SMK RESIKO USAHA K E L A S X S E M E S T E R G E N A P. Penulis : Haris Ali Murfi T A H U N A J A R A N / MODUL UNTUK SMA DAN SMK RESIKO USAHA K E L A S X S E M E S T E R G E N A P T A H U N A J A R A N 2 0 1 5 / 2 0 1 6 Penulis : Haris Ali Murfi Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami haturkan

Lebih terperinci

Cakupan Teori Ekonomi Makro, Output, Inflasi, Pengangguran, dan Variabel ekonomi Makro lainnya

Cakupan Teori Ekonomi Makro, Output, Inflasi, Pengangguran, dan Variabel ekonomi Makro lainnya Cakupan Teori Ekonomi Makro, Output, Inflasi, Pengangguran, dan Variabel ekonomi Makro lainnya 1. Mikroekonomi vs Makroekonomi Untuk dapat memahami ilmu makro ekonomi, sebaiknya kita mengenali terlebih

Lebih terperinci

INFLATION. Izza Mafruhah, SE, MSi

INFLATION. Izza Mafruhah, SE, MSi INFLATION Izza Mafruhah, SE, MSi INFLASI Adalah kecederungan tingkat perubahan harga secara terus menerus, sementara tingkat harga adalah akumulasi dari inflasi inflasi terdahulu. π = Pt P(t-1) Pt-1 Pt

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kestabilan harga. Masalah pertumbuhan ekonomi adalah masalah klasik

BAB I PENDAHULUAN. kestabilan harga. Masalah pertumbuhan ekonomi adalah masalah klasik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan jangka panjang yang dilaksanakan di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang mengacu kepada trilogi pembangunan. Demi mewujudkan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Pertama kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan telah terbitnya Modul Ekonomi untuk SMA dan MA ini.

Kata Pengantar. Pertama kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan telah terbitnya Modul Ekonomi untuk SMA dan MA ini. Kata Pengantar Pertama kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan telah terbitnya Modul Ekonomi untuk SMA dan MA ini. Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BEBERAPA FAKTOR EKONOMI MONETER TERHADAP LIKUIDITAS DI BANK UMUM DAN BANK SYARIAH DI KOTA SURABAYA SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH BEBERAPA FAKTOR EKONOMI MONETER TERHADAP LIKUIDITAS DI BANK UMUM DAN BANK SYARIAH DI KOTA SURABAYA SKRIPSI ANALISIS PENGARUH BEBERAPA FAKTOR EKONOMI MONETER TERHADAP LIKUIDITAS DI BANK UMUM DAN BANK SYARIAH DI KOTA SURABAYA SKRIPSI Diajukan Oleh : ROBBY RICKO DWIYANA 0811010029/ FE/ IE Kepada FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Mankiw, 2006: 145). Ini tidak berarti bahwa harga harga berbagai macam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Mankiw, 2006: 145). Ini tidak berarti bahwa harga harga berbagai macam BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Inflasi Salah satu peristiwa modern yang sangat penting dan yang selalu dijumpai dihampir semua negara di dunia adalah inflasi. Definisi singkat dari inflasi adalah

Lebih terperinci

8 BAB INDEKS HARGA DAN INFLASI

8 BAB INDEKS HARGA DAN INFLASI 8 BAB INDEKS HARGA DAN INFLASI PETA KONSEP Kebijakan moneter Kebijakan fiskal Kebijakan non-moneter di atasi melalui memiliki dampak bagi Orang-orang yang berpenghasilan tetap Orang-orang yang berpenghasilan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi

I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena

Lebih terperinci

1 Kurikulum Versi Mahasiswa (Solusi SI Ekonomi SMA KTSP)

1 Kurikulum Versi Mahasiswa (Solusi SI Ekonomi SMA KTSP) Kurikulum Versi Sendiri Solusi Untuk Kekurangan Pada Standar Isi (SI) Mata Pelajaran Ekonomi SMA Kelas X, XI, XII - KTSP 2006 Setelah menganalisis tentang Standar Isi (SI) yang terdapat dalam KBK dan KTSP.

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Pertama-tama peneliti panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah

KATA PENGANTAR. Pertama-tama peneliti panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Pertama-tama peneliti panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT serta Sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah melimpahkan

Lebih terperinci

Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak

Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak TEORI EKONOMI MAKRO Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cenderung mengakibatkan gejolak ekonomi moneter karena inflasi akan

BAB I PENDAHULUAN. cenderung mengakibatkan gejolak ekonomi moneter karena inflasi akan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu indikator ekonomi makro guna melihat stabilitas perekonomian adalah inflasi. Inflasi merupakan fenomena moneter dimana naik turunnya inflasi cenderung mengakibatkan

Lebih terperinci

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia Andri Helmi M, SE., MM Sistem Ekonomi Indonesia Pemerintah bertugas menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan sosial budaya kesejahteraan seluruh masyarakat. Siapa itu pemerintah? Bagaimana stabilitas di

Lebih terperinci

PENGARUH NILAI KURS RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA. Oleh : Natalia Artha Malau, SE, M.Si Dosen Universitas Negeri Menado

PENGARUH NILAI KURS RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA. Oleh : Natalia Artha Malau, SE, M.Si Dosen Universitas Negeri Menado PENGARUH NILAI KURS RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Oleh : Natalia Artha Malau, SE, M.Si Dosen Universitas Negeri Menado Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai tukar terhadap

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beredar dan hubungan jumlah uang beredar dengan laju inflasi. diketahui definisi uang dan fungsi uang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beredar dan hubungan jumlah uang beredar dengan laju inflasi. diketahui definisi uang dan fungsi uang. 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dibahas tentang teori yang mendasari dari pokok permasalahan yang akan diambil. Adapun pokok permasalahan yang akan dibahas terdiri dari definisi dan fungsi

Lebih terperinci

MODUL AKUNTANSI SMA KELAS X

MODUL AKUNTANSI SMA KELAS X MODUL AKUNTANSI SMA KELAS X JULIA INDAH P.S Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia- Nya

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. ekonomi uang, dimana daya beli yang ada dalam uang dengan berjalannya waktu

TINJAUAN PUSTAKA. ekonomi uang, dimana daya beli yang ada dalam uang dengan berjalannya waktu 13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Inflasi Inflasi merupakan salah satu resiko yang pasti dihadapi oleh manusia yang hidup dalam ekonomi uang, dimana daya beli yang ada dalam uang dengan berjalannya waktu mengalami

Lebih terperinci

Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI

Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI 1 Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami hubungan nilai variable permintaan agregat (keynessian), pendapatan nasional keseimbangan dan sistem keuangan.

Lebih terperinci

SKRIPSI. ANALISIS FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI JAWA TIMUR Disusun oleh : M. Rizki Johansyah

SKRIPSI. ANALISIS FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI JAWA TIMUR Disusun oleh : M. Rizki Johansyah SKRIPSI ANALISIS FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI JAWA TIMUR Disusun oleh : M. Rizki Johansyah 0611010108 Telah Dipertahankan Dihadapan Dan Diterima Oleh Tim Penguji Skripsi jurusan

Lebih terperinci

1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah

1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah 1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah.. A. Hasil pertanian dari desa banyak dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan B. Penggunaan bahan baku

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Bank-bank umun pemerintah dan Bank-bank umum swasta nasional di

BAB II URAIAN TEORITIS. Bank-bank umun pemerintah dan Bank-bank umum swasta nasional di BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Pengaruh Variabel Kinerja Perbankan terhadap Tingkat Bunga Deposito Syakir (1995) dalam penelitiannya yang mengambil judul Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan penawaran (supply) dan permintaan (demand) dana jangka

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan penawaran (supply) dan permintaan (demand) dana jangka BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan bagian dari suatu pasar finansial karena berhubungan dengan penawaran (supply) dan permintaan (demand) dana jangka panjang. Hal ini berarti pasar

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan estimasi yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil uji Impulse Response Function menunjukkan variabel nilai

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.1 Landasan Teori 1.1.1 Perbankan 1.1.1.1 Pengertian bank Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu peristiwa moneter yang penting dan hampir dijumpai semua

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu peristiwa moneter yang penting dan hampir dijumpai semua BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu peristiwa moneter yang penting dan hampir dijumpai semua negara di dunia adalah inflasi. Inflasi berasal dari bahasa latin inflance yang berarti meningkatkan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian. Penelitian penelitian sebelumnya telah mengkaji masalah pengaruh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian. Penelitian penelitian sebelumnya telah mengkaji masalah pengaruh BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu berfungsi sebagai pendukung untuk melakukan penelitian. Penelitian penelitian sebelumnya telah mengkaji masalah pengaruh inflasi, suku

Lebih terperinci